
...Chapter 153: Tetap ada....
... Hari selasa....
... Selesai jam pelajaran pertama....
... Murid baru mengejar Nawa....
... Ketua kelas yang ada di sisi kiri Nawa didorong dengan lengannya untuk bergeser berpindah tempat lebih ke arah kiri lagi....
..."Ya ampun" kata Gan....
... Nawa, dia tetap stay cool....
... Menempel terus kepada Nawa yang sikapnya kembali cuek dan dingin tidak seperti hari kemarin sebelumnya ketika bertemu diluar sekolah....
... Antusias....
..."Nawa!" kata murid baru....
... Belum menanggapi sapaan dari teman barunya itu....
... Dia tidak mau menyerah....
..."Nawa!" panggil lagi si murid baru....
... Masih cuek dan tidak peduli....
... Suara lebih keras....
..."Naw, Nawa!" panggil si murid baru....
... Tidak mau peduli juga....
... Dia kesal....
... Berteriak lebih keras....
..."Nawa!!!" panggil si murid baru....
... Nawa berhenti baru mau menanggapi panggilan dari murid baru itu....
..."Kau mau apa?" tanya Nawa....
... Menarik menjauh dari teman-teman mereka dengan masih dengan arah yang sama menuju ke kelas untuk mengikuti mata pelajaran di jam kedua selanjutnya....
... Mereka berjalan tidak terlalu memisahkan diri dan tidak menjauh dari semua siswa di sekelilingnya....
..."Dia dan murid baru itu menjadi pusat perhatian" kata ketua kelas....
... Nawa yang terlihat mendapatkan hal yang membuat dirinya kehilangan jati diri seorang siswa misterius dan super dingin....
... Di tarik tangan kanannya oleh Si murid baru....
..."Berikan padaku" kata si murid baru....
... Dia tidak menjawab apapun....
... Ditarik lagi....
... Dia hampir jatuh tapi tidak jadi akibat ditarik lagi tangannya untuk yang ketiga kali....
..."Ayolah. Aku mohon" kata si murid baru....
... Nawa tetap nggak mau menuruti apa yang dikatakan oleh si murid baru itu....
... ...
...Tetap nggak mau nyerah....
..."Ok. Kalau itu yang kamu mau" kata si murid baru....
... Baru mau merespon....
..."Mau lakuin itu. Memang, benar-benar berani" kata Nawa....
..."Makanya kasih tahu aku" kata si murid baru....
... Tetap tidak mau....
..."Tidak akan pernah" kata Nawa....
... Dia tiba-tiba melingkarkan lengan kanannya ke leher Nawa....
... Nawa tidak apa-apa dan dia juga bisa menggunakan kekuatannya agar tidak terasa sakit tapi ketika melihat ke arah belakang ia memutuskan tidak akan melawan....
..."Katakan!" kata si murid baru....
... Lehernya tercekik....
..."Tidak" jawab Nawa....
... Dia makin menarik leher Nawa dengan tangannya itu....
..."Katakan!" kata Si murid baru....
..."Tidak" kata Nawa....
... ...
... Tindakan si murid baru disaksikan oleh salah satu guru mereka....
... Terkejut sekaligus heran....
... Berhenti sejenak dari pertengkaran ini....
... Si murid baru melepaskan tangannya dari leher Nawa....
... Mereka berdua dengan senyum hormat kepada guru tersebut....
... Guru itu pergi untuk mengajar ke kelas lain setelah mengajar dikelas Yellow dan Jeje....
..."Kita lanjutkan nanti" kata Si murid baru....
... Dia pergi berjalan lebih cepat menuju kelas dengan tangan mengepal sebuah kode ancaman....
... Respon Nawa cuma geleng-geleng kepala lalu jalan lagi menuju ke kelas yang sama....
..."Kau pasti baik-baik saja" kata ketua kelas. ...
... Dia melewati Nawa yang berjalan sedikit pelan dari ketua kelas....
... Setelah melihat guru mereka masuk kedalam kelas lain lalu ia mendekat lagi kepada Nawa....
..."Stop!" kata Nawa....
... Nawa tegas mengatakan bahwa ia sedang tidak ingin banyak bicara untuk sementara terlebih di hari sebelumnya ia baru kehilangan seseorang yang ia sayang secara sepihak....
... Terlihat jauh lebih menakutkan sorot mata yang ia tangkap dari seorang Nawa....
... Dia melewati si anak baru lalu beranjak pergi ke dalam kelas....
..."Kau akan tetap disini?" tanya ketua kelas....
__ADS_1
... Si murid baru ikut masuk kedalam kelas bersama teman-temannya yang lain....
... Masuk kedalam kelas....
... Dia mendapatkan sebuah kejutan dari seseorang yang berada di gedung seberang sekolahnya....
... Nawa membuka kaca jendela kelas....
... Melambaikan tangan kepada Rumy yang juga melambaikan tangan kepadanya....
... Tirai yang terbuka luas ruangan tempatnya ada disana yang terdapat peralatan bermain musik....
... Senyumnya yang sudah lama ia tidak lihat kini hadir kembali....
... Teman-temannya melihat dengan siapa teman satu kelasnya sedang menyapa seorang siswi lain yang merupakan siswi tetangga sekolah mereka....
... Jangankan ketua kelas yang melihat ini langsung paham dengan keakraban mereka. ...
... Melirik ke arah si murid baru....
..."Apa dia pacar barunya?" tanya si murid baru....
... Dia tanpa kata lebih lalu pergi setelah saling menyapa tersambung lewat ponsel mereka....
... Rumy pergi dari ruang seni itu untuk bersiap dengan pelajaran selanjutnya yang akan segera dimulai beberapa saat lagi....
... Nawa kembali lalu melihat teman-temannya juga menyaksikan situasi ini....
..."Terserah apa yang dikatakan mereka tentang diriku" kata Nawa....
... Kembali di tempat duduknya di dalam kelas....
... Si murid baru belum berhenti memperhatikan Nawa....
... Disadarkan oleh Nawa....
..."Kau tidak tertarik denganku untuk apa terus melihatku seperti itu" kata Nawa....
... Dia mencondongkan kepalanya ke arah Nawa....
... Berbisik....
..."Apa auranya sangat bagus?" tanya Si murid baru....
..."Biasa saja" kata Nawa....
..."Berikan padaku" kata Si murid baru....
..."Kau terlalu terus terang" kata Nawa....
... Akan melewati keduanya berada ditengah-tengah dua bangku dan kursi....
..."Gaya interaksi kalian sangat asik" kata Ketua kelas....
... Membagikan buku untuk bahan materi pelajaran di jam pelajaran kedua ini....
... Si murid baru tidak melanjutkan obrolan mereka dengan lebih serius alasan apa yang sedang ia lihat dari sisi teman sebangsanya yang terlihat dengan mata memerah beserta syaraf syaraf merah itu muncul di sebagian wajahnya....
... Tatapan bengis dari Nawa untuk si murid baru....
... Meski si murid baru enggan bicara tapi kondisi ini sangat penting jika ia mencegahnya menjadi jauh mencurigakan dan bisa merugikan....
... Gaya bicara tanpa suara....
..."Apa kau tidak waras. Kau ingin semua orang disini ketakutan!" kata Murid baru....
... Kekuatan Nawa kembali meredam tidak semenakutkan detik sebelumnya....
..."Maksudmu apa. Kau sedang cosplay. Hentikan itu!" kata Murid baru....
... Jam pelajaran kedua dimulai....
... Tujuh menit berlalu....
... Berbisik....
..."Kau butuh sesuatu?" tanya Nawa....
..."Tidak" jawab murid baru....
..."Kalau begitu berhenti terus melihatku" kata Nawa....
..."Ok" jawab murid baru....
... Perlakuan dingin maupun orang lain katakan ini sebagai perilaku kasar ia tidak memperdulikan hal itu daripada melihat sosok seseorang yang lebih mengerikan hadir ditengah-tengah para siswa lain siapa itu Nawa....
... Jika dipikir sikap yang dipilih oleh si murid baru hanya akan membuat dirinya berada dalam kesulitan dalam setiap langkah yang ia ambil kedepannya....
..."Apa yang ku lakukan. Aku seperti budak cinta" kata murid baru....
... Berpikir negatif....
..."Kedepannya aku harus bersiap jika ia berbuat semena-mena padaku" kata murid baru....
... Mengeluh....
..."Ahhhh. Hidup macam apa ini" kata murid baru....
... Bicara nyata....
..."Kita berdua memang tidak ditakdirkan bersama. Kenapa, itulah yang seharusnya" kata Murid baru....
..."Aku tidak ingin peran ini Tuhan" kata murid baru....
... Melihat lembaran dialog skenario yang ada di tangan dalam bentuk seperti makalah dengan peran yang ditentukan oleh setiap kelompok sudah terbagi siapa saja yang berperan sesuai dengan para tokoh yang ada di dalam cerita....
... Nawa berperan sebagai pacar si murid baru....
... Si murid baru agaknya ingin mengganti peran ini tapi dia bisa dikatakan cocok untuk peran wanita yang teraniaya....
... Melakukan instruksi....
..."Aku tidak suka peran ini!" kata murid baru....
..."Kenapa?" tanya Nawa....
... Dia dengan tegas....
..."Aku tidak sudi hidup dengan orang sepertimu!" kata murid baru....
... Nawa agaknya tertawa kecil dengan kalimat yang ia dengar dari salah satu percakapan di dialog skenario yang mereka dapat yang merupakan kalimat yang ada pada halaman pertama yang baru saja ia baca dan langsung dipraktekkan oleh teman sekelasnya ini....
..."Aku tidak percaya ini" kata Nawa....
... Melihat sikap si murid baru ini membuat ketua kelas memberikan wejangan keras....
..."Bawalah banyak bekal ketika akan berteman dengan orang ini" kata ketua kelas....
... Dalam kelompok yang sama....
... Remaja putri berbando merah berambut coklat pendek....
..."Kenapa emangnya?" tanya teman sekelasnya itu....
__ADS_1
..."Dia akan selalu menguras energi mu" jawab ketua kelas....
... Melempar dengan satu pulpen kepada ketua kelas....
..."Kau pikir aku sebahaya itu" kata murid baru....
... Melihat ke kedua temannya yang lain yang sudah mendapatkan peran dalam drama yang akan mereka tampilkan minggu depan....
..."Lihatlah mereka berdua!" kata ketua kelas....
... Murid baru itu melihat kedua teman sekelasnya yang baru Gan tunjuk....
... Mengalah....
..."Ok. Aku akan menerima peranku ini" kata murid baru....
... Dua anggota lain lebih fokus dengan bagian tugas peran mereka yang harus dipelajari lebih dalam dengan mempraktekkannya langsung tanpa harus berdebat....
..."Aku siap menyiksamu" kata Nawa....
..."Aku akan balik menyiksamu" kata murid baru....
... Baru saja mereka mempraktekkan satu dialog bagian peran mereka....
..."Aku tidak tahu ternyata kalian sangat serasi" kata ketua kelas....
... Mereka sedang mengikuti mata pelajaran sastra dengan tahap awal mempelajari sebuah script sebuah drama yang akan dipraktekkan minggu depan secara bergantian tiap kelompok dengan satu kelompok terdiri dari lima orang....
... Setelah membagi peran masing-masing lalu mereka juga melakukan diskusi panjang kapan dan dimana mereka akan berlatih dengan melihat setiap waktu luang yang dimiliki tiap individu dalam satu kelompok ini....
... ...
... Di kelas Rumy....
... Apakah situasi di dalam sana dalam keadaan baik-baik saja tentu jawabannya adalah tidak dengan kabar tentang hilangnya kembali salah satu siswa mereka kembali seperti terjadi tempo hari....
... Ruangan itu terkesan lebih memberi penekanan bagi para siswa untuk tetap tenang mengikuti pelajaran belajar mengajar bisa dibilang tidak senormal biasa mereka lalui....
... Raut wajah dari mereka mungkin akan merespon tidak terlalu membuat mereka terlalu over ketakutan tapi rumor kian berhembus mengerikan melebihi apa yang bisa mereka pikirkan....
... Rumy melihat Soft yang ada di tempat duduknya lebih memilih diam tak banyak mengomentari berita hilangnya salah satu sahabatnya itu....
... Meja Shanaya yang tidak ditempati oleh pemiliknya yang belum juga ditemukan hingga berita ini menyebar ke seluruh sekolah....
... Bukan hanya melihat meja Shanaya, ia juga melihat meja seseorang yang belum ditemukan hingga kini belum ada yang menempati meja tersebut. Ya, itu adalah meja milik Bloom....
..."Kapan dia akan ditemukan?" tanya Rumy....
..."Apakah dia sudah makan pagi ini?" tanya Rumy. ...
..."Bagaimana kondisinya saat ini?" tanya Rumy....
... Berbeda dengan kondisi salah satu teman sekelasnya yaitu Soft yang sedang memendam rasa takut itu sendirian. Sikapnya yang terlihat tak banyak bicara ia tunjukkan sebisa mungkin untuk mengekspresikan bahwa ia sedang sedih atas hilangnya salah satu sahabatnya itu....
... Mengajak diri sendiri bicara....
..."Setelah kemarin Shanaya. Besok, siapa yang akan menjadi korban selanjutnya?" tanya Soft....
... Melihat keseluruhan ruang di bagian mata memandang tanpa melihat ke kebelakang....
..."Siapa dari salah satu mereka lagi?" tanya Soft....
..."Aku?" tanya Soft....
..."Atau siapa?" tanya Soft....
... Ia tak sempat untuk melihat ke arah meja Rumy yang disana sudah ada seseorang yang selama ini menjadi orang yang ia benci....
... Bel tanda istirahat terdengar....
... Pelajaran akan dilanjutkan setelah istirahat pertama ini....
... Semua anak-anak di ruang kelas itu satu persatu pergi dari dalam kelas mereka begitu juga dengan Rumy....
... Dari setiap arah matanya memandang terlihat jelas bahwa ia sedang mengaktifkan mode ekstra waspada dengan lingkungan yang terlihat tanpa masalah tidak dengan yang sebenarnya bukan karena sekolah tempatnya belajar tapi ketakutan akan hadirnya salah satu bangsa Blacwhe satu atau lebih jumlah mereka yang sudah tersebar tanpa bisa dengan mudah diketahui siapa yang sedang menjalani peran dari salah satu siswa atau siswi di sekolahnya....
... Beberapa menit kemudian....
... Ruangan itu sepi tanpa ada siswa yang berada didalamnya disaat jam istirahat masih berlangsung....
... Di rooftop gedung sekolah....
... Rooftop atas gedung yang mereka putuskan untuk digunakan berlatih drama yang akan dipentaskan minggu depan....
... Dia melihat seseorang yang ia kenal sedang bersama dengan teman-temannya sedang berlatih sesuatu....
... Rumy disana di rooftop sekolahnya sendiri sedang menikmati pemandangan indah kota dari atas gedung....
... Dagu yang masih dengan plester dan kapas serta obat merah yang terlihat sisa luka akibat penyerangan dari seseorang yang tidak ia kenal....
... Botol kecil berisi susu fermentasi ia minum dengan menggunakan sedotan kecil....
... Sesekali ia melihat ke arah Nawa seperti yang ia lakukan saat ini....
... Dia melakukan gerakan mata dengan senyum tipisnya itu lagi....
..."Apa yang dia lakukan?" tanya Rumy....
... Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain di arah yang sama sebelum ia berganti arah melihat ke arah Nawa....
... Beberapa menit kemudian....
... Tak diduga mereka akan bertemu ditempat yang sama di sana salah satu teman satu kelasnya membatalkan diri untuk pergi setelah mengetahui ada Rumy diatas rooftop yang ia datangi sendiri....
... Nawa yang masih bersama dengan keempat teman sekelasnya....
..."Apakah yang akan mereka bicarakan?" tanya Nawa....
... Empat detik kemudian....
... Nawa kembali lagi dengan latihan dramanya....
... Rumy dan Soft....
... Jarak keduanya yang terbilang jauh tidak ingin saling mendekat berteman satu sama lain....
... Soft dengan es krim popsicle stroberi yang sedang ia buka....
... Udara diatas sana hangat dengan cerahnya pagi terasa memberikan energi menyusup hingga ke dalam tulang pukul sembilan lebih tiga puluh tujuh menit....
... Menatap arah yang sama dengan pemandangan kota diatas gedung sekolah....
... Soft dengan gigitan kedua es krim yang sedang ia makan tanpa melihat ke arah Rumy....
..."Kau boleh menertawakan ku" kata Soft....
... Rumy melihat ke arah teman satu kelasnya itu namun belum merespon perkataan dari Soft....
..."Sampai kapanpun kita tidak akan berteman" kata Soft....
..."Kita tidak pernah baik-baik saja" kata Soft....
... ...
__ADS_1
... Rasa benci itu tetap ada dalam diri remaja putri ini....
... Dia melempar es krim yang ia makan di sebelah kanan Rumy lalu pergi....