Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 42: Dia bisa kembali lagi.


__ADS_3

...Chapter 42: Dia bisa kembali lagi....


... Rerumputan hijau bernyanyi setiap helai dedaunan terbawa angin di satu diantara banyak bukit bukit tumbuh hijau rerumputan sisa embun pagi yang belum terhisap hangatnya sinar matahari pagi ini ada seseorang disana memandang luas dari arah belakang rumah jauh sejauh dua ratus lima puluh meter melangkah dengan setelan rumah hijau panjang sendirian mengambil tiap sudut kemana ingin memandang perkotaan dari arah Jarrel duduk diatas tanah berumput....


... Kemudian, pemuda ini berbaring memandang langit diatas melihat awan yang bergerak tanpa ragu mengikuti arah angin membawa mereka mengajak untuk terbang menelusuri luasnya langit diatas bumi....


... Bertanya seorang Jarrel tentang kabar seseorang, dan dia berkata "Dimana kamu saat ini?"....


... Bertanya lagi untuknya kepada seseorang, dan Jarrel berkata "Gadisku yang imut, dimanakah kamu sekarang?"....


... Dari berbaring terlentang kini mengambil lengan kanannya digunakan sebagai penyanggah leher belakang kepalanya sendiri terlihat senyum kerinduan jelas ada di raut wajah pemuda ini lalu datang seseorang lewat dengan keranjang buah yang masih kosong diikuti dengan anak anak kecil bersama ibu ibu mereka berbaris mengikuti jalan setapak yang ada di depan Jarrel tersedia untuk para pejalan kaki....


..."Gadisku, disini ada gadis yang sangat cantik tapi kenapa dia sangat mirip denganmu?" tanya Jarrel....


... Arah matahari yang datang menerpa orang orang yang berbaris melewatinya yang sedang berbaring diatas rerumputan bukit sinar matahari hangat ini mengaburkan penyamaran Callie dalam beberapa detik mengembalikan wajah aslinya yang mengubahnya menjadi Owen sebagai orang orang yang mengenalnya saat ini begitu juga dengan Jarrel....


... Jarrel segera terbangun setelah melihat apa yang terlihat olehnya seorang gadis yang dirindukan tiba tiba hadir dan muncul di depannya sendiri menyadarkan diri bahwa apa yang dilihatnya tidak salah bahwa gadis itu adalah Callie....


... Namun, dalam hitungan detik wajah Callie kembali menjadi wajah Owen yang sudah Jarrel kenal selama ini dan Callie baru menyadari kalau orang yang sedang berbaring diatas rerumputan itu adalah Jarrel lalu tangan kanannya menyapanya tidak tertinggal senyumnya ramah ikut bersama sapaan Callie dari jarak sekitar dua puluh lima meter dari jaraknya saat ini duduk disana sedang melihat gadis yang dianggapnya sebagai Callie....


..."Dugaanku ternyata salah, dia bukanlah Callie tapi gadis lain" kata Jarrel....


... Wajah sedihnya tertutupi dengan wajah ramah berbalik membalas sapaan Owen dengan telapak tangan kanan menghadap arah Owen....


..."Bukan kesayanganku" kata Jarrel....


... Lalu, pemuda ini berbaring memandang langit lagi sedangkan Owen pergi bersama yang lainnya ikut untuk memanen buah berry di sekitar bukit bersama....


... Dengan tujuan yang belum berubah dengan keranjang buah yang lumayan cukup besar belum terisi ada dibawa di lengan kanan berwarna merah gelap....


..."Dia sedang berpura pura tak sedih" kata Owen menebak....


... Sepuluh menit berlalu tak ada keanehan yang terjadi disana semua tampak baik baik saja dengan aktivitas mereka....


..."Ini laporanku" kata Ten....


... Masih dengan mata tertutup mendengar suara dari rekan sebangsanya itu datang....


..."Apa aku tidak perlu melaporkan ini lagi?" tanya Ten....


... Jarrel langsung bangun dari berbaring diatas rumput lalu menerima dokumen milik Ten yang seperti biasa harus diberikan kepadanya setelah semua pertanyaan yang diberikan dari Jarrel sudah di jawab oleh Ten yang kemudian akan segera diberikan kepada Ved setelah Jarrel memeriksanya terlebih dahulu....


... Ten ikut duduk disebelah Jarrel yang sedang membaca lembar demi lembar dokumen milik Ten....


..."Aku tidak tahu kalian berdua sudah saling kenal lebih lama dariku" kata Jarrel....


... Menjaga diri dengan tangan dibelakang di tiap sisi kanan dan kiri menyentuh rerumputan melirik ke arah Jarrel....


..."Maksudmu?" tanya Ten....


... Menjawab tanpa ragu dari pertanyaan orang yang ada di sebelahnya itu, dan berkata "Siapalagi Kakak, kau dan Dashie" kata Jarrel....


... Melanjutkan pembicaraan tentang hubungan asmara Ten dan sahabatnya itu....


..."Kau pasti orang yang sangat spesial baginya" kata Jarrel....


... Berharap dengan presentasi yang juga tidak pasti tentang kemajuan hubungan asmaranya dengan mantan kekasihnya itu dengan malu malu menutup kisah asmara ini tanpa sebuah penjelasan dari lisannya yang belum ingin banyak terbuka dengan Jarrel....


... Separuh dokumen hampir selesai diperiksa oleh Jarrel....


... Membuka lembar baru dokumen yang ada dalam genggaman tangan....


..."Kalian juga sangat mirip, mungkin tidak lama lagi kalian akan bersama lagi" kata Jarrel....


... Melanjutkan membaca lagi lembar berikutnya lalu melihat ke tempat Ten duduk ada disebelah kirinya sebelumnya dan kini telah pergi dengan suasana sekitar yang tenang melanjutkan lagi bersantai di atas bukit rerumputan dengan membaca lembar dokumen milik Ten....


..."Orang itu tidak jauh berbeda dengan orang yang kukenal" kata Jarrel"....


..."Dan dimana orang itu. Kenapa belum juga datang?" tanya Jarrel....


... Orang yang Jarrel maksud sedang melakukan aktivitas sarapan pagi setelah selesai jogging tadi pagi bangun lebih awal dari Jarrel dengan membuat roti panggang dan memotong beberapa buah kiwi dan telur rebus setengah matang ada dalam satu piring putih datar bundar....

__ADS_1


... ...


... Di tempat lain jauh lebih pagi sepuluh menit kembali disaat pria bergelang berbahan kayu hitam sama dengan talinya sedang memegang ponsel sambil membuka pintu gerbang sebuah rumah cukup besar yang juga akan dibuka oleh seseorang dari luar pintu seseorang yang dikenal bahkan bisa dibilang memang mereka berdua sudah saling kenal....


... Aka akan mendorong pintu gerbang rumah yang sudah lebih awal ditarik oleh Hoshie dari dalam gerbang rumah pertemuan ini terjadi diantara mereka berhadapan saling menatap spontan membuat suasana seketika menjadi canggung....


..."Kenapa kau selalu ada dimana mana?" tanya Aka....


... Sengaja membuat orang lain kesal ini dilakukan oleh Hoshie....


..."Bisakah kau minggir!" kata Hoshie....


... Kata kata perintah dengan sedikit penekanan dalam pengucapannya ketika berbicara dengan Aka membuat gambaran kebenaran bahwa mereka berdua tidak akur bagi siapapun yang melihatnya dalam sekejap mata saja....


... Sedangkan dari dalam rumah Nawa sudah sangat terburu buru siap untuk berangkat sekolah di pagi ini dibuka dengan melihat pemandangan pertengkaran diantara kedua mantan pasangan kekasih ini yang tidak akan secepat semudah membalikkan telapak tangan akan berdamai....


... Berlari mengambil keputusan ini....


..."Berhenti!" kata Nawa tegas berteriak....


... Remaja ini menerobos drama pagi yang baru dimulai dengan episode terbaru....


... Kedua mantan kekasih ini langsung memberi jarak kepada Nawa yang sedang mendorong keluar motornya dari halaman rumah panti untuk berangkat pergi ke sekolah....


... Nawa memakai helm hitam lalu segera pergi meninggalkan mereka berdua yang belum akur setelah perpisahan mereka tempo hari lalu....


..."Untuk apa kau kemari?" tanya Aka....


...Menjawab ketus....


..."Apa tempat ini juga milikmu?" tanya balik Hoshie....


... ...


... Dengan jawaban yang diberikan oleh mantan kekasihnya itu membuat gadis ini merasa sedikit tersinggung....


..."Maksudmu?" tanya Aka....


... Hoshie berlalu pergi berjalan pergi meninggalkan Aka yang jelas tersinggung dengan kalimat yang baru saja diucapkan kepadanya barusan....


..."Oh. Sekarang, kau bisa berubah setelah bersamanya!" kata Aka....


... Hoshie yang sudah menjauh lima langkah dari Aka berhenti untuk melanjutkan aktivitasnya berjalan pergi dari dekat Aka sambil melihat layar ponsel....


... Berbalik menghadap Aka....


..."Aku tidak pernah menyukaimu sama sekali" kata Hoshie....


... Taksi pesanan Hoshie datang dan dia pergi begitu saja setelah mengatakan kenyataan yang sebenarnya kepada mantan kekasihnya yang sangat marah setelah mendengar langsung kalimat jahat dari lisan pria yang pernah dia sayang itu....


... Aka belum bergerak dari posisi terakhir di saat menerima kata kata menyakitkan dari Hoshie dengan wajah memerah marah ada di depan pintu gerbang rumah....


... Semua hening terdengar banyak suara hadir baik teriakan anak anak ataupun kendaraan kendaraan yang berlalu lalang datang dan pergi di jalan di depan panti juga orang orang yang melewati rumah panti terlihat dengan banyak ekspresi tapi tetap saja semua hening dalam kesunyian yang sedang dirasakan oleh gadis ini yang menahan air matanya bergetar kaki dan tangannya mendengar kenyataan yang selama ini selalu membuat diri agar tidak percaya dengan instingnya kini terjawab jelas dari lisan mantan kekasihnya yang sama sekali tidak peduli dengan dampak negatif dengan apa yang baru saja diucapkan....


... Setelah apa yang baru saja dia terima, Aka memutuskan untuk pergi dari tempat itu setelah nomor ponsel yang dihubungi sekali lagi tidak bisa dihubungi....


... Suaranya bergetar sedih sambil melihat ke arah langit menahan agar air matanya tidak sampai jatuh....


..."Dia pergi kemana?" tanya Aka....


... Gadis bergaun merah maroon ini beranjak pergi dan membuka mobil tipe SUV lalu masuk kedalam menyalakan mesin mobil dan mengemudikan sendiri mobilnya tanpa ditemani oleh bodyguard ataupun driver pribadi....


... Bertanya tentang keberadaan seseorang yang belum juga diketahui olehnya sejak kemarin malam menunggu kabar dari Ren....


..."Kenapa disaat aku membutuhkanmu, kau sulit ku hubungi?"....


... Aka belum berhenti untuk tidak mencari kemana Ren ada saat ini dengan koneksi yang dikenalnya dari tempatnya bekerja saat ini menghubungi direktur utama tempat Ren bekerja saat ini sedang dilakukan olehnya berharap bisa menemukan orang yang sedang dicari. Namun, Ren belum juga datang ke kantor pagi ini meski jika itu terlambat sudah tiga kali Aka menanyakannya tapi orang yang sedang dicarinya belum masuk kerja ponselnya juga tidak bisa dihubungi sejak kemarin malam menambah rasa khawatir Aka saat ini yang belum bisa mendengar suara dari Ren....


... ...


... Dalam mode tidak terlihat seseorang sedang memperhatikan seorang gadis yang ada di seberang jalan melihat ke arah hotel tempat kerja seseorang....

__ADS_1


..."Mengapa ada orang sebodoh itu?" tanya Hoshie....


... Dia dengan kacamata hitam dan jaket jeans biru dan celana jeans biru muda juga dengan kaus putih serta sepatu sport hitam tali hitam sedang menyilangkan kedua tangan di bagian bawah dadanya serius berdiri dari arah lain dari arah depan hotel diantara orang orang yang ada disana....


..."Gadis itu pasti akan menunggunya sampai akhirnya menangis sendirian" kata Hoshie....


... Merasa heran dengan sikapnya sendiri dengan situasi ini lalu bertanya kepada diri sendiri,dan berkata "Apakah ini separuh dari diri manusia milikku?"....


..."Ren. Kisahmu sungguh tragis" kata Hoshie....


... ...


... Hoshie pergi ketika Aka juga pergi dari depan tempat kerja Ren....


... Di sekolah cukup ramai ketika Hoshie datang menjadi wali murid dari seseorang yang baru saja selesai di lerai setelah berkelahi lagi dengan salah satu teman sekolahnya lagi dan lagi....


..."Silahkan duduk!" kata salah satu guru dari dua guru yang ada diruang tamu sekolah....


... Membuka kaca mata lalu duduk di sofa hitam....


... Menjadi wali murid untuk Nawa lagi dari awal masuk sekolah menengah atas sampai saat ini sudah menginjak kelas dua sekolah menengah atas mereka berdiskusi serius agar semua yang telah terjadi bisa selesai dengan jalur berdamai itu yang diinginkan oleh kedua belah pihak mengingat dari luka luka yang mereka dapat terlihat seri sama sama terluka tidak cukup parah dengan citra keduanya juga sama sama bersalah selalu saja berkelahi menjadi musuh sejak awal pertemuan mereka di sekolah ini seakan tidak pernah bosan keduanya jika tidak berkelahi....


... Hasil diskusi telah diterima dengan keputusan bahwa keduanya harus memilih sekolah lain untuk menjadi tempat mereka melanjutkan mencari ilmu pengetahuan....


... Mereka berdua keluar dari dalam ruangan sekolah tersebut dengan wajah sudah jelas tidak menyangka akan mendapatkan menerima keputusan tegas dari sekolah mereka....


..."Aku akan menunggumu mengambil tasmu" kata Hoshie....


..."Kau sungguh akan mengikutiku sampai ke kelas" kata Nawa....


... Wajah sangat serius menakutkan Hoshie ditujukan kepada Nawa....


... Pemilik wajah lebam itu langsung berlari pergi menuju ke kelas diikuti oleh Hoshie dibelakangnya untuk mengambil tasnya yang masih ada di dalam ruang kelas....


... Dia juga berpapasan dengan murid yang tadi ditemuinya berada dalam ruang yang sama bersama dengan wali muridnya yang terlihat adalah  ibunya sendiri sedih dengan apa yang terjadi dengan putranya itu....


... Kedua pasang mata itu melihat tanpa berkata  kepada Hoshie tapi yang jelas apa yang terjadi pagi ini menjelang siang di pukul sembilan lebih empat puluh menit ini menjadi pukulan berat untuknya dan juga Nawa....


... Isi hatinya belum yakin....


..."Apa Nawa juga bisa merasakan penyesalan sama seperti remaja itu?" tanya Hoshie....


... Nawa sudah dengan tas sekolah berlari ke arah Hoshie....


..."Mungkinkah?" tanya Hoshie....


... Nawa menjadi patuh melewati kelas kelas yang berjendela terlihat dari dalam kelas para siswa dan siswi lain melihat Nawa yang sedang membawa tas sekolah berjalan dibelakang Hoshie....


..."Bisakah kau berjalan lebih cepat!" kata Hoshie....


... Nawa menuruti perkataan dari Hoshie segera berjalan di sebelah kirinya melirik sedikit dengan rasa takut akan tindakan disiplin yang mungkin akan diberikan oleh orang dewasa yang menjadi wali muridnya ini....


... Membuka percakapan mengisi keheningan di waktu jam pelajaran di jam kedua ini....


..."Bagaimana kau bisa menahan semua itu?" tanya Hoshie....


... Aneh dan tidak percaya pertanyaan ini akan ditanyakan oleh Hoshie kepadanya....


..."Kau tidak marah padaku?" tanya Nawa....


.... Hoshie tidak menanggapi pertanyaan itu dan Nawa sadar maksud dari sikap Hoshie padanya kali ini lalu kembali fokus dengan pertanyaan dari Hoshie sebelumnya itu....


... Menjawab santai....


..."Oh. Itu, aku sudah terbiasa" kata Nawa....


... Jeda waktu empat detik kemudian....


..."Setidaknya temanmu baik baik saja" kata Hoshie....


... Sifat ini kembali muncul lagi dan dilihat oleh Nawa sekali lagi secara langsung....

__ADS_1


..."Bagaimana jika kau melewati batas, itu bisa membahayakan nyawa temanmu itu" kata Hoshie....


... Nawa menggelengkan kepalanya setelah mendapat perhatian selayaknya seorang kakak kepada adiknya sendiri seakan tidak percaya dengan apa yang diterima....


__ADS_2