Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 61: Kita bertemu lagi.


__ADS_3

...Chapter 61: Kita bertemu lagi....


... Pintu lift terbuka....


... Terkejut....


... Ingin mundur pergi kabur dari hadapan orang yang pernah dikenal bukan karena takut yang menjadi alasan utama....


..."Kau tidak masuk?" tanya Hoshie....


... Terbebas dari perangkap tidak kasat mata ini....


... Owen tidak bisa mengubah alur berbalik membatalkan untuk menggunakan lift yang sama....


... Dari dalam ruang bergerak yang sama mereka berdua dipertemukan saling menunggu waktu giliran untuk keluar dari dalam lift menunggu nomor lantai yang mereka pilih ditekan sudah....


... Owen sudah menjaga jarak satu meter jauh menjauh dari Hoshie dari dalam lift yang terlihat mereka berdua ada didalam sana dari luar gedung bergaya klasik barat....


... Visual mereka terlihat dari dinding lift belum ada kata sapa dimulai untuk mencairkan suasana dan untuk apa hal semacam itu harus dilakukan oleh Owen memaksa diri berhati jahat adalah keputusannya yang sangat rasional dengan rasa kebencian yang ada belum pergi semudah berkata semua akan baik baik saja pada akhirnya....


... Mengingat sesuatu....


..."Kurasa aku pernah bertemu dengan gadis ini" kata Hoshie....


..."Tapi, dimana?" tanya Hoshie....


... Teringat lagi tentang gadis yang berada didalam satu lift dengannya....


..."Kalau tidak salah, dia adalah pacar Jarrel. Ya, dia memang pacarnya Jarrel" kata Hoshie....


... Diri Hoshie yang lain muncul mulai ingin bersikap ramah kepada Owen....


... Dia akan menyapa gadis ini ...


..."Kurasa … " kata Hoshie....


... Pintu lift terbuka lalu tanpa mempedulikan kata apa yang keluar dari lisan Hoshie langsung pergi Owen keluar dari lift meninggalkan Hoshie....


... Pintu lift tertutup....


... Hening....


..."Dia seperti melihat hantu saja" kata Hoshie....


... Sendiri lagi terbiasa mendengar suara pintu lift yang sedang digunakannya menuju apartemen milik Luc....


... Mencari cari kekurangan yang dimiliki dari dirinya sehingga seseorang merasa tidak nyaman atau lebih spesifiknya tidak tertarik dengan dirinya dalam satu kali pertemuan saja....


... Melihat ke arah dinding ruang lift....


..."Aku tetaplah Hoshie yang sempurna" kata Hoshie....


..."Lalu kenapa dia tidak melihat ku sama sekali padahal kita pernah saling bertemu sebelumnya" kata Hoshie....


... Bagaimana dengan kondisi Callie setelah bertemu dengan Hoshie didalam lift yang sama suara seseorang sedang muntah dari dalam toilet wanita, dia ada didalam sana dengan apa yang diterima setelah mengenal seorang Hoshie....


... Dia menangis, tentu itu yang sedang dialami oleh Owen sendiri sedang menjalani rasa trauma ini....


... Dia muntah lagi....


... Menangis lagi....


... Terluka lagi meski hanya sekedar bertemu dengannya tanpa berbicara satu kata pun dari mulutnya....


... Menghapus air matanya sendiri dengan tangan menangis terisak lagi sendirian....


... Reaksi ini membuktikan dirinya tidak bisa dibohongi dengan rupa yang berbeda dengan tetap dengan hati dan pikiran yang sama tidak bisa mengubah apapun tentang siapa jati diri orang itu dipandangan matanya....


... Menghapus air mata lalu menyalakan kloset....


... Satu menit berlalu lalu Callie keluar dari dalam toilet yang sudah keluar satu persatu wanita yang ada didalam toilet apartemen tersebut....


... Didepan cermin mengambil tisu dari dalam tas cartoon hijau gelap dengan pegangan berwarna hitam....


... Mengambil lip tint merah muda dan memakainya di bibir kembali memberi kesan fresh....


..."Apa ini?" tanya Owen....


... Menemukan tentang dirinya yang mengeluarkan darah dari dalam hidung sebelah kanan mengambil lagi tisu dari dalam tas menghapus darah yang belum mau berhenti keluar mengambil lagi tisu dari dalam tasnya lagi....


... Menahan darah dengan tisu yang ketujuh lembar....


..."Akhirnya" kata Callie....


... Menunggu hingga akhirnya darah yang keluar dari dalam hidungnya berhenti dengan sendirinya....


... Memaksakan diri agar berhenti untuk menangisi seorang Hoshie bagaimanapun usahanya tetap saja hal itu tidak bisa mencegah air matanya tidak jatuh lagi....


..."Ada apa dengan diriku ini?" tanya Callie....


... Terisak lagi....


... Menangis lagi....


..."Sudah, jangan menangis lagi" kata Callie....


..."Ini bukan pertemuan kalian yang pertama kali" kata Callie....


... Menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan menangis tidak bisa mengendalikan diri dari arah luar toilet wanita tersebut sudah sedari tadi menunggu seseorang yang datang akan menyapa gadis ini tapi tidak sempat dan membuatnya memutuskan untuk menunggunya sampai selesai puas menangis sendirian benar dia mendengar isak tangis gadis ini belum berhenti sejak lima belas menit yang lalu hingga kini di menit yang ke tujuh belas....


..."Apa telah terjadi sesuatu dengannya?" tanya Jarrel....


..."Apa dia sakit?" tanya Jarrel....


..."Kenapa dia belum juga keluar dari dalam sana?" tanya Jarrel....


... Menutupi rasa khawatir dengan sikapnya yang tenang dan juga menghindar menanggapi orang orang yang lewat didepan Jarrel yang belum pergi menunggu seseorang dari depan toilet wanita....


..."Tak ada suara tangisnya lagi, syukurlah" kata Jarrel....


... Terdengar langkah sepatu dari dalam toilet menuju pintu keluar lalu segera Jarrel menonaktifkan satu detik waktu CCTV....

__ADS_1


... Jarrel dalam mode tidak terlihat....


... CCTV kembali aktif seperti semula....


... Owen keluar dari dalam toilet wanita....


... Jarrel berada dibelakang gadis ini yang terlihat bengkak sedikit di area bawah mata....


..."Dia habis menangis" kata Jarrel....


... Akan melewati meja resepsionis apartemen berhenti sebentar dan melihat ke arah belakang merasa seakan-akan ada seseorang yang sedang mengikutinya....


... Setelah memastikan tidak ada hal hal yang mencurigakan Owen kembali melangkah pergi untuk meninggalkan apartemen tersebut. ...


... Mulai curiga....


..."Tidak mungkin dia bisa melihat ku kan" kata Jarrel....


... Lanjut mengikuti kemana Owen akan pergi....


... Rasa curiga yang terjawab....


..."Kenapa Ved terlihat begitu dengannya bukankah mereka baru saling kenal" kata Jarrel....


..."Mungkin mereka pernah bekerjasama dalam sebuah bisnis" kata Jarrel....


... Sedikit heran....


..."Mengapa aku punya sahabat semisterius itu?" tanya Jarrel....


..."Jangan jangan dia juga sudah punya pacar juga tidak memberitahuku" kata Jarrel....


... Jalanan sedang macet menuju arah apartemen dan sedang sibuk di pukul setengah sembilan malam ini menganggap bahwa temannya ini akan mencari sebuah taksi tapi tidak dengan yang dilakukan oleh Owen. Dia pergi jalan terus keluar dari area hotel berbaur dengan para pejalan kaki mengikuti masih Jarrel kemana gadis ini membawa dirinya pergi....


... Datang seperti angin menyelinap waktu menghindar sebuah kontak mata bisa melihatnya muncul dengan nyata di sebelah Owen....


... Terkejut....


..."Jarrel!" ...


... Menepuk bahu atas sebelah kanan Jarrel yang berada disebelah kirinya berjalan beriringan....


..."Kau membuatku kaget saja" kata Owen....


... Melihat ke atas langit sebentar lalu berbicara menghadap wajah Owen....


..."Sudah hampir malam dan kau sendirian saja" kata Jarrel....


... Tanpa ragu....


..."Sepertinya kau membutuhkan ku" kata Jarrel....


... Tidak lupa inilah salah satu karakter yang dimiliki oleh sahabatnya Dashie....


... Wajah berbinar ceria seakan tidak pernah ada rasa sedih mengubah dirinya....


..."Kau terlalu baik jika ingin menjagaku" kata Owen....


... Tanpa ragu lagi....


... Jarrel dengan aura pelindung tidak sedang berpura-pura menawarkan bantuan kepada gadis dengan wajah berbinar penuh aura positif....


... Menjadi canggung....


..."Sorry, sikapku sudah berlebihan" kata Jarrel....


... Tersenyum menutup mulutnnya dengan bagian tangan kanan atas menyembunyikan senyumnya....


... Hatinya tersentak dengan apa yang dilakukan oleh Owen yang mudah ceria dengan candaan kecil yang tidak disengaja ini....


... Pikirannya menjadi kacau tidak bisa mengubah tentang bagaimana rasa rindunya kepada seseorang yang memiliki sesuatu hal yang sama yang dimiliki oleh Owen....


... Senyum kelegaan datang disetiap sudut lisan Jarrel yang bisa menggambarkan perasaannya yang sedikit terobati....


... Lirik kata terucap dari bibir Jarrel....


..."Callie" kata Jarrel....


... Kaget....


..."Hah?" tanya Owen....


..."Kau berkata apa tadi?" tanya Owen....


... Ramai diantara mereka orang orang berlalu lalang sibuk dengan urusan mereka....


... Entah mengapa ketika bersama dengan Owen, Jarrel seakan bersama seseorang yang dia kenal selama ini namun ketika menyadarkan diri kembali ternyata orang itu bukanlah orang yang dia maksud melainkan orang yang berbeda....


... Jarrel masih dengan kondisi seperti melamun didepan Owen....


... Menatap Jarrel....


..."Jarrel!" panggil Owen....


... Menyadarkan Jarrel dari lamunan menyentuh kedua pipinya yang chubby dengan kedua telapak tangan membuat Jarrel sadar dan dia terlihat malu dan akhirnya tertawa karena perasaan malunya ini....


... Melepas tangan Owen dari kedua sisi pipinya dengan kedua tangan lalu saling melepaskan tangan mereka tanpa perasaan yang bermakna lebih....


... Berjalan beriringan lagi dibawah malam bertabur bintang diatas langit mereka dan orang orang disana sesekali juga Jarrel melihat Owen yang sudah kembali tidak terlihat sedih lagi dari sebelumnya bukan merasa bahwa itu adalah hasil usahanya untuk menghibur orang lain tapi ini membuatnya lega setidaknya dia bisa bermanfaat untuk orang lain....


..."Kau mengingatkanku pada seseorang" kata Jarrel....


..."Siapa?" tanya Owen....


... Satu langkah berjalan lalu menatap Owen lagi....


..."Seseorang yang entah dimana sekarang aku bisa melihatnya lagi" kata Jarrel....


... Berjalan sambil melihat Jarrel....


..."Tunggu, tak apa jika kita saling berbagi kisah?" tanya Owen....

__ADS_1


... Merasa tidak masalah jika berbagi kisah ini kepada orang lain....


..."Ahh, sekarang kita akan jauh bertambah dekat sepertinya" kata Jarrel....


..."Dan aku tidak mempermasalahkan itu" kata Jarrel....


... Mulai memberikan ruang untuk orang lain datang mengenal dirinya....


... Berjalan menatap lurus kedepan melihat jalan yang tetap ramai....


..."Baiklah, aku siap mendengarkan kisahmu" kata Owen....


..."Kisahmu?" tanya Jarrel....


... Malu malu dan merasa kisah itu sudah sampai dibagian itu terlebih dulu dikatakan terlihat dari sikapnya ini membuat Owen berpikir dimana bagian dirinya yang tidak perlu mencari tahu lebih dalam tentang orang lain....


... Wajah senyum berbinar itu hadir lagi dari Owen....


..."Kita bisa cerita lebih dihari lain, ok" kata Owen....


..."Kita bisa lebih santai" kata Owen....


... Jarrel memberi ruang waktu untuk gadis yang sedang berada disisinya untuk mau bercerita mengutarakan kisahnya yang cukup membuatnya berpikir mengapa semua itu harus tetap menjadi miliknya tanpa seorangpun boleh memberikan kepedulian empati ataupun simpati semua tak mendapatkan izin dari gadis ini yang sama sekali tidak memberikan kesan memiliki sebuah masalah....


... Pertanyaan datang dari diri Jarrel tanpa diungkapkan kepala Owen....


..."Ini bisa berbahaya untuk kesehatannya" kata Jarrel....


... Mencari tahu alasan apa mengapa gadis ini tidak ingin bercerita apapun mengenai hal yang membuatnya sedih sampai menangis selama itu....


... Mencari hal apa yang membuat dirinya tidak bisa dipercaya oleh orang lain....


... Didalam diri Jarrel berkata sendiri untuk diri sendiri....


..."Sepertinya aku memang orang yang tidak bisa dipercaya" kata Jarrel....


..."Benar, benar pasti ini salah satu alasannya" kata Jarrel....


... Bukan usil jika bukan Jarrel....


... Menunjuk satu dua tiga pasangan yang ada disekitar mereka dengan polosnya Owen mengikuti kemana arah tangan Jarrel menunjuk setiap pasangan yang ditunjuk olehnya....


..."Lihat mereka!" kata Jarrel....


..."Ya, ada apa dengan mereka?" tanya Owen....


..."Mari kita bergandengan tangan sama seperti mereka" kata Jarrel....


... Menggeleng gelengkan kepala dengan tawaran teman barunya itu tanpa harus berkata sudah menjawab bahwa dia menolak ajakan Jarrel....


... Usil lagi....


..."Sorry, pasti kau takut seseorang akan marah kan jika tahu hal itu" kata Jarrel....


..."Apa kau sedang menggodaku?" tanya Owen....


... Mengakui dengan tegas....


..."Aku, ya benar. Aku sedang menggoda mu" kata Jarrel....


... Jarrel akhirnya bisa melihat seseorang memperlihatkan bagaimana seseorang bisa juga menunjukkan sikap yang ditunggu olehnya sedari tadi....


... Keusilan belum berakhir....


..."Sorry, aku sengaja" kata Jarrel....


..."Ya, yah. Maafkan aku?" tanya Jarrel....


... Rasa kesalnya terhadap Jarrel tidak berlangsung lama....


..."Ikut aku!" perintah Owen....


... Berteriak....


..."Kemana?!" tanya Jarrel....


... Membawa Jarrel menonton pertunjukan musik jalanan di persimpangan kota bersama dengan orang orang yang sudah datang dan datang lagi untuk menikmati alunan musik dimainkan dengan epik....


... Waktu berlalu dengan damai dari setiap melodi yang didengar memberi energi menembus ruang yang tidak terjangkau itu mengikuti menyanyi bersama setia lirik lagu yang di nyanyikan merdu....


... Gelap malam yang terang dengan nyala lampu lampu ditangan indah mengalihkan sesuatu yang sudah berlalu pergi tanpa jejak pergi dari sisinya....


... Dia sudah pergi meninggalkan Jarrel yang kehilangan Owen hanya dalam beberapa waktu bahkan lagu yang sedang dinyanyikan baru saja usai dan dia sudah menghilang pergi menghubungi nomor ponselnya yang masih aktif tapi tidak segera diangkat oleh gadis itu....


... Apakah yang terjadi dengan dirinya seakan semua ini tidak nyata sedang menimpa seperti seakan berada didalam mimpi buruk tanpa harus bangun atau dibangunkan....


..."Jangan khawatirkan aku, aku harus pergi" kata Owen....


... Kata kata yang diucapkan oleh Owen untuk Jarrel....


... Alunan musik belum berhenti mengudara lagi terdengar dengan lagu lain sedang dinyanyikan tidak tahu dengan perasaan yang sedang menganggu dirinya ini, Jarrel merasa seseorang sedang membutuhkan dirinya tapi berpikir lagi arti dirinya untuk orang itu apakah perlu menjadi seseorang yang sangat terspesial itu berpikir lagi bukankah itu perlu banyak waktu....


..."Ini bukan perasaan suka atau cinta lalu ini apa?" tanya Jarrel....


... Owen melihat Jarrel dari dalam taksi yang digunakannya untuk mengantarnya pulang inilah yang diinginkannya sekarang....


... Berbalik tidak melihat Jarrel lagi....


... Tidak ingin bersama dengan orang lain dengan kondisinya yang tidak stabil yang mungkin bisa merepotkan orang lain dengan beban hidupnya yang belum kunjung berakhir....


..."Mungkin dia bisa saja membenciku" kata Owen....


..."Tidak semua orang bisa menerima kisahku ini" kata Owen....


... Pemuda itu terbangun penuh keringat seperti terbangun dari mimpi buruk mengusap wajahnya sampai ke atas kepala lalu mengarah ke belakang kepala menyilang jemari jemari....


... Nafas tidak teratur dari pemuda berkaos berlengan panjang dengan kerah high neck berselimut abu abu tebal....


... Menghela nafas panjang lalu mengusap wajahnya lagi dengan kedua telapak tangan....


..."Aku bermimpi Callie lagi" kata Hoshie....

__ADS_1


... ...


... ...


__ADS_2