Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 88: Tak ingin.


__ADS_3

...Chapter 88: Tak ingin....


... ...


... Di ruang tengah rumah Hoshie....


... Hoshie dengan tangan kanan yang terluka juga akibat dari pecahan kaca tragedi semalam....


... Sedang melanjutkan menghabiskan sarapan pagi dengan menggunakan tangan kiri....


..."Aku baru sadar tangan ini juga sakit" kata Hoshie....


... Di perjalanan menuju sekolah Nawa....


..."Sebenarnya dia siapa?" tanya Nawa....


..."Ah. Sudahlah, dia membuat orang menjadi salah paham" kata Nawa....


... Pax sedang mengendarai mobil Hoshie mengantar Nawa berangkat sekolah....


... Nawa sesekali memperhatikan wanita yang usianya dua tahun lebih dewasa dari usia Hoshie yang saat ini berusia sekitar dua puluh tahun....


... Nawa terlihat salah tingkah ketika diperhatikan balik oleh wanita di bagian kursi kemudi mobil ini....


... Pax menikmati perannya mengantar Nawa berangkat sekolah pagi ini dengan mood ceria....


... Akhirnya, Nawa memberanikan diri untuk bertanya kepada Pax....


..."Boleh aku bertanya?" tanya Nawa....


... Menikmati lagu yang diputar di dalam mobil dengan menggerakkan kepala mengangguk mengikuti melodi....


..."Silahkan saja" kata Pax....


..."Mmmm. Tidak jadi" kata Nawa....


... Tidak menjadi beban....


..."Ok" kata Pax....


... Di tempat kos Nora tinggal mereka berdua sedang terburu-buru jangan sampai terlambat pergi bekerja....


..."Berikan kuncinya. Aku yang menyetir" kata Nora....


..."Kali ini aku yang menyetir" kata Dashie....


... Keduanya sama-sama duduk di kursi di depan kamar kos untuk memakai sepasang sepatu masing-masing....


... Selesai berbarengan memakai sepatu lalu berjalan cepat terkendali menuruni anak tangga....


... Membuka mobil secara otomatis....


... Dashie mengambil alih kemudi mobil lalu disusul oleh Nora yang membuka pintu mobil sebelah kanan....


... Berhati-hati keluar dari halaman parkir rumah bertingkat yang ada didepan mereka. Disana juga ada beberapa bukan hanya mereka berdua yang sepertinya sedang terburu-buru untuk pergi melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari....


... Mobil berhasil keluar dari halaman parkir rumah dengan di belakang mereka mengantri juga untuk mengeluarkan kendaraan mereka baik yang beroda dua maupun roda empat....


... Mobil berjalan dengan kecepatan standar....


..."Kaos mu lucu. Beli dimana?" tanya Nora....


..."Ini!" kata Dashie....


... Memberi jeda waktu untuk menjawab pertanyaan dari Nora....


..."Ini milik kakak ku" kata Dashie....


... Dashie lupa dengan jawaban yang diberikan olehnya akan membuat seseorang cemburu....


... Senyum bersalah untuk Nora lalu kembali mengemudikan mobil....


..."Sorry. Ini tak sengaja aku temukan tadi di dalam kotak ini" kata Dashie. ...


... Sebuah kotak yang berisi pakaian yang baru saja dibeli bisa dilihatnya kapan tanggal pembelian dari struk pembelian yang masih ada dengan label yang masih menempel pula....


... Dashie yang apa adanya....


..."Aku tidak sempat keluar untuk membeli baju baru" kata Dashie....


... Sebuah celana baru juga sepasang dengan kaos yang ia kenakan untuk pergi berangkat bekerja....


... Di dalam totebag itu memang tertulis keterangan untuk siapa baju yang dibeli oleh Xie....


..."Jangan sampai dia tahu juga disana tertera namaku" kata Dashie....


... Agak kesal sendiri ketika memikirkan kakaknya....


..."Kenapa orang itu harus beli kalau dirumah ada bajuku yang masih bisa dipakai?" tanya Dashie....


... Obrolan yang seharusnya tidak harus dilakukan akhirnya membuat seseorang sedih dengan alasan seperti ini membuat penyebab mereka mengurangi kata-kata untuk diucapkan....


... Lagi dan lagi tak jauh berbeda dengan dimanapun tempat mengapa semua orang sering memperlakukan dirinya seperti ini dalam fokusnya sedang mengemudi rasa bosan dengan sambutan kurang nyaman di pagi hari menimbulkan rasa canggung harus membuat obrolan apalagi selain lebih baik diam untuk berniat mengurangi konflik....


... Memikirkan masalah konflik yang menimpa keduanya....


..."Apa senangnya punya kakak super swag. Sudah seberapa seringnya ini" kata Dashie....


... Menuju arah yang sama dengan tujuan berbeda ada Pax yang berkendara berpapasan dengan Dashie yang akan pergi berangkat bekerja bersama Nora....


... Pax langsung memakai maskernya lagi....


... Nawa membuka kaca jendela mobil dan menyapa Dashie....


... Tidak berteriak lambaian tangan kepada Dashie....


..."Kak Dashie!" kata Nawa....


..."Astaga. Dia seperti idola bagi teman-temannya" kata Dashie....


... Selain melihat Nawa dia juga melihat seorang wanita memakai masker hitam berambut panjang sedang mengendarai mobil Hoshie....


... Fokus kembali mengemudikan mobil....


... Agak mengusik isi pikirannya....


..."Siapa dia sepertinya tidak asing bagiku?" tanya Dashie....


..."Entahlah" kata Dashie....


... Mereka mengambil jalur yang berbeda berpisah kedua mobil itu dengan tujuan berbeda pula....


... Lima menit berpisah tiba-tiba hujan turun dengan deras....


... Tidak ingin perang dingin ini berlangsung lama....


..."Aku sudah memesan makanan untuk kita" kata Dashie....

__ADS_1


... Melipir ke area parkir sebuah kedai makanan untuk mengambil pesanan makanan yang dipesan pagi ini sebelum berangkat menuju tempat kerja....


... Nora akan mengambil pesanan makanan yang sudah dipesan oleh Dashie....


..."Tunggu. Biar aku saja yang mengambilnya" kata Dashie....


... Dia mengambil payung yang disediakan oleh Xie untuk persiapan jikalau cuaca tiba-tiba berubah seperti saat ini terjadi....


... Mesin mobil tidak dimatikan lalu pintu mobil dibuka begitu juga dengan payung transparan yang dibawa oleh Dashie sejak mulai keluar dari dalam mobil....


... Nora menunggu Dashie didalam mobil....


... Tiga menit menunggu hingga akhirnya Dashie kembali dengan dua menu sarapan sehat beserta dua cup minuman hangat....


... Memberikan kepada Nora....


..."Terimakasih" kata Nora....


... Nora menerimanya lalu Dashie menaruh makanan miliknya di sebelah tasnya di dekat jendela depan mobil....


... Perjalanan menuju tempat kerja berlanjut....


... Satu menit berlalu....


..."Maaf" kata Nora....


... Senyum ceria milik Dashie....


..."Untuk?" tanya Dashie....


..."Aku sudah salah paham dengan mu" kata Nora....


... Dengan senyum cerianya yang belum pergi....


..."Ok" kata Dashie....


... Nora membalas pemilik wajah ceria ini dengan senyum menawan nan cantik....


... Tiga menit kemudian mereka sudah sampai di halaman parkir tempat Dashie bekerja....


... Hujan turun tak sederas di menit-menit terakhir....


... Cukup deras jika dibilang sebuah gerimis....


..."Pakai payung ini!" kata Dashie....


... Memberikan payung dengan ukuran dan bentuk serta warna yang sama kepada Nora....


... Keakraban diantara keduanya kembali terbentuk dengan sendirinya....


... Nora keluar lebih dulu dengan membawa tas dan makanan serta payung yang terbuka saat ia mulai keluar dari dalam mobil....


... Mobil sudah diparkirkan bersebelahan dengan kendaraan lain sesudah itu mesin dimatikan....


... Dashie keluar dengan apa yang harus dibawa tas selempang merah tak lupa makanan dan juga minuman hangat dibawa olehnya setelah keluar dari dalam mobil....


... Mengambil beberapa langkah untuk sampai di depan gedung tempat ia bekerja....


... Payung ditutup dibawa masuk oleh Dashie....


... Nora juga sudah tiba di tempatnya bekerja beserta para staf karyawan lain yang juga datang berbarengan menyusul di gerimis yang cukup deras....


... Menaruh makanan dan minuman miliknya kedalam loker miliknya lalu segera pergi ikut bergabung dengan pengasuh yang lain untuk menyiapkan sup hangat untuk anak anak yang sudah satu persatu datang diantar oleh kedua orang tua mereka....


... ...


... Memilih bagian yang harus dikerjakan....


... Di rumah Hoshie....


... Pemilik rumah masih sedang sangat kesusahan untuk sarapan pagi sendirian tanpa bantuan orang lain berulang kali menjatuhkan makanan yang dia sendok jatuh di mangkuk yang sama buburnya sulit untuk dimakan....


..."Kenapa sesulit ini?" tanya Hoshie....


... Mengulang lagi untuk kesekian kalinya berusaha menghabiskan makanan....


... Satu suap berhasil dari uji coba yang kelima kali baru bisa satu sendok penuh bubur disendok masuk kedalam mulut....


..."Tidak mungkin aku memanggilnya datang kemari" kata Hoshie....


... Mengingat lagi....


..."Terakhir kali, dia bilang lebih mementingkan gajinya daripada aku" kata Hoshie....


..."Ada yang salah denganku" kata Hoshie....


... Berhasil dengan bubur yang dimakan lalu melihat layar ponsel juga hal yang sama tidak jauh berbeda dengan usahanya untuk makan dengan letak ponselnya yang tidak jauh juga tetap sulit untuk ia sentuh untuk membuka beranda milik akun sosial media milik orang lain....


... Membuka halaman beranda milik Rio....


..."Mereka belum putus" kata Hoshie. ...


..."Apa rencanaku tidak berhasil?" tanya Hoshie....


... Dia juga melihat halaman beranda milik Dashie....


..."Dia juga belum memposting apapun lagi" kata Hoshie....


... Merasakan rasa sakit lagi dengan sebab yang jelas, dia terlalu overaktif....


... Darah merembes dari dalam luka dibagian lengan kirinya....


... Merasakan ada yang sakit dari salah satu bagian tubuhnya....


..."Aku lupa" kata Hoshie....


... Dia kembali menghabiskan buburnya dari mangkuk berwarna abu-abu....


... Tidak biasanya jika pasangan kekasih ketika sedang bertengkar pasti akan menghebohkan media sosial dari salah satu pihak baik itu dari pihak perempuan ataupun laki-laki bahkan dari kedua belah pihak tapi yang terjadi saat ini mereka terbaca baik-baik saja tanpa ada tanda pertengkaran....


..."Justru karena mereka bersahabat biasanya jauh lebih menghebohkan" kata Hoshie....


... Menyadari ulahnya yang cukup merepotkan orang lain....


..."Hoshie ternyata jahat juga" kata Hoshie....


... Membela diri....


..."Hey. Aku hanya datang untuk menguji seberapa kuat cinta mereka" kata Hoshie....


... Kedua orang yang ia maksud tidak terlihat saling berbalas komentar padahal sebelumnya mereka tetap melakukan aktivitas ini ketika masih berstatus sebagai sahabat....


..."Ini sedikit mencurigakan tapi lihat … " kata Hoshie....


... Tersadar....


..."Bubur ku belum habis" kata Hoshie....

__ADS_1


... Separuh mangkuk bubur yang baru bisa dihabiskan dengan perut yang ingin menambah jumlah porsi makanan....


... Berhasil mengambil satu sendok lagi bubur lalu memakannya....


... Melihat ke sekeliling ruang tengah tempatnya berada sekarang....


..."Suasananya tak jauh berbeda dari sebelumnya" kata Hoshie....


... Jika mengingat peristiwa penyerangan tadi malam membuatnya tertawa dengan apa yang sudah dilakukan untuk salah satu dari bangsa Blacwhe sama seperti dirinya....


... Di dengan senyum jahatnya....


..."Aku tidak tahu kapan dia akan bisa menggunakan kekuatannya lagi" kata Hoshie....


... Dia yang menggunakan identitas milik Ren sedang berjuang menjadi seperti manusia biasa bekerja dengan bisa merasakan rasa lelah dengan darah karakter dari bangsa Blacwhe yang berkurang pasti akan membuatnya sulit untuk beradaptasi....


... Ditempat kerja Dashie....


... Xie datang tanpa sepengetahuan dari pacarnya dengan urusan penting bagi adiknya yang saat ini sedang bersama anak-anak disana belajar menghitung....


... Pukul delapan pagi....


... Dashie sedang bergantian dengan staf pengasuh lain untuk mengambil kesempatan waktu untuk sarapan pagi....


... Melihat minuman hangat yang tadi dibelinya sudah dingin....


..."Aku lupa dengan ini" kata Dashie....


... Berada tidak jauh dari anak-anak juga para staf pengasuh yang lain mengambil dalam suapan pertama memakan paket makanan di meja yang ada di sebelah kanan depan dinding disamping arah menuju pintu keluar dan masuk gedung disamping arah ini seseorang melihat Dashie....


... Mengganti air milik Dashie yang mendingin....


..."Minum ini saja" kata Xie....


... Bersemangat....


..."Kakak!" kata Dashie....


..."Duduk disini!" perintah Dashie....


... Mengambil tempat duduk di sebelah kiri Dashie....


... Dia memperhatikan adiknya yang lahap makan....


..."Apa seenak itu?" tanya Xie....


..."Tentu" kata Dashie....


..."Kakak minta" kata Xie....


... Xie meminta sebagian makanan yang adiknya makan....


... Benar dengan pendapat dari Dashie....


..."Pantas. Ini sangat lezat" kata Xie....


... Tidak biasanya di waktu bekerja Xie datang untuk menemui adiknya yang sedang bekerja membuat Dashie ingin bertanya maksud dari perhatiannya ini....


... Mulai dengan perhatian....


..."Apa Hoshie menghubungimu lagi?" tanya Xie....


... Menjawab jujur....


..."Terakhir kali tadi malam. Kenapa?" tanya Dashie....


..."Hanya tanya saja" kata Xie....


... Langsung tanggap....


..."Hey. Kakakku memang sangat perhatian" kata Dashie....


..."Tentu" kata Xie....


... Mengambil makanan milik adiknya lagi....


... Menikmati makanan yang sedang dimakan sambil memperhatikan adiknya....


..."Apa kau butuh bantuan ku?" tanya Dashie....


... Mengangguk lalu meminum air didalam cup milik Dashie yang sudah dingin....


..."Hmmmm" jawab Xie...


... Selesai minum....


..."Kau tahu kan kalau mama sedang ada di rumah sakit merawat Ved" kata Xie....


..."Ehmm" jawab Dashie....


..."Bisakah kau menjaga toko setelah pulang kerja?" tanya Xie....


..."Bagaimana dengan karyawan mamah?" tanya Dashie....


..."Dia sedang cuti untuk seminggu ini" kata Xie....


... Xie memberikan kunci toko kepada Dashie lalu segera pergi sambil membawa air minum milik adiknya....


... Satu langkah meninggalkan tempatnya semula duduk bersebelahan dengan Dashie....


..."Kunci mobil mu?!" kata Dashie....


... Berbalik ke arah Dashie....


..."Pakai saja!" kata Xie....


... Dia berlari pergi dengan berjalan cepat meninggalkan ruangan gedung untuk melanjutkan pekerjaan memantau lagi kantor cabang lain perusahaan tempatnya bekerja....


... Memakai helm hitamnya lagi yang tadi dibawa masuk kedalam gedung bersama menemui Dashie....


... Naik motor lalu menyalakan mesinnya selanjutnya dia pergi meninggalkan halaman depan gedung tidak lewat jalan tempat pacarnya bekerja tanpa alasan apapun hanya tidak ingin saja....


..."Hujannya berhenti" kata Dashie....


... Dia sudah pergi seorang yang begitu pedulinya, dia yang disebut sebagai kakak yang Tuhan sudah pertemukan dalam sebuah ikatan keluarga....


... Dashie tersadar lagi dari dorongan diri sendiri untuk tenggelam sendiri dari langkah ketidaksadaran langkah yang bisa saja salah diambil dari ketidaksadaran dalam mengambil keputusan....


..."Semua yang kukira tidak senaif itu" kata Dashie....


..."Kenapa pada akhirnya aku merasa sendiri disini?" tanya Dashie....


..."Tak terpikirkan untuk memulai. Ini alasanku" kata Dashie....


... Salah satu alasan mengapa ini dan itu tak ada sambutan dari segala uluran tangan untuknya diterima hanya bisa dia katakan ucapan terimakasih tak ada yang lain yang ingin ia berikan salah satu alasan yang pantas dan seharusnya agar semua tidak sia-sia dari hubungan yang sudah sangat lama terbangun....


... Pengorbanan atau hanya rasa takutnya yang jauh lebih dalam menekan diri tak terpikirkan bagaimana hancurnya jika semua berakhir tanpa menyisakan sedikit harapan lalu bagaimana dengannya yang hanya sendiri jika semua itu menghilang menjadi banyak banyak lagi pertanyaan tentang diri yang menuntut diri untuk mendapatkan kebahagiaan yang semu itu yang ditakutkan dari rasa ketidakpercayaan dengan dunia yang dijalaninya dengan sedikit cinta yang terbiasa ia terima....

__ADS_1


..."Bagaimana dengan aku?" tanya Dashie....


... ...


__ADS_2