
...Chapter 111: Pertemuan kita....
..."Ya ngambek. Beneran nggak ada apa-apa disini" kata Hoshie....
... Tetap kekeh dengan pendapatnya sendiri....
..."Tapi tadi … " kata Dashie....
... Akhirnya dia ngambek lagi....
..."Terserah" kata Dashie....
..."Ini gimana sih. Jadi kita yang berantem" kata Hoshie....
... Susah kalau begini menurut Hoshie. ...
... Dia melihat kedua kakak beradik yang terlihat sedang mengobrol serius juga tidak sampai terlihat berantem seperti yang terjadi kepada Dashie dan dirinya....
... Ini sudah yang keberapa kali Dashie melihat asap yang sama terlihat di sekitar Hoshie tapi ia tidak tahu apakah yang dilihatnya itu benar hanya sebuah asap hitam yang terkadang juga memutih atau hanyalah sebuah halusinasinya saja....
... Hoshie lebih baik menghabiskan makanan yang ada belum selesai dihabiskan daripada menjelaskan sesuatu yang sudah seharusnya tidak perlu dijelaskan seperti saat ini mereka perdebatkan....
... Hot akan datang dengan kondisinya yang apa adanya masih dengan pakaian dengan goresan oli dan sebagian goresan bukti pekerja keras dari orang dihadapan mereka....
... Menyapa keduanya....
..."Kalian seperti pasangan yang sedang bertengkar saja" kata Hot....
... Menggerutu suaranya tapi lebih tidak terdengar sedang marah....
..."Siapa yang bertengkar?" tanya Dashie....
... Melihat Hoshie....
..."Selesaikan masalah kalian" kata Hot....
... Dia pergi setelah mengambil dua buah makanan milik Babe dari tangan Dashie....
... Teriak....
..."Paman!" kata Babe....
... Seakan tidak rela makanannya diambil oleh orang lain dan Hot malah melambaikan tangan dengan kedua makanan yang ia bawa kepada keponakannya sendiri....
... Hoshie menggoda Dashie....
..."Kau tidak membantah jadi pacarku" kata Hoshie....
..."Kita jangan bertengkar. Aku tidak ingin menjadi musuhmu" kata Dashie....
... Itu adalah kalimat yang ia dengar selain mengatakan aku juga mencintaimu. Dia sudah cukup puas selain hanya menunggu kata-kata itu yang selalu ia tunggu dan kali ini tatapan matanya datang kembali menatap dalam gadis di depannya penuh rasa cinta yang begitu mendalam tak ingin melepaskan momen ini....
..."Bisa tidak. Jangan bersikap sangat lembut di depan ku" kata Dashie....
..."Tidak mau?" tanya Hoshie....
... Dia dengan wajah pemalunya pergi meninggalkan Hoshie yang terus memandangnya tanpa henti dengan jarak yang terbilang dekat....
... Hoshie mengikuti kemana Dashie pergi lagi....
... Berteriak tidak terlalu keras....
..."Tunggu aku!" kata Hoshie....
... Hoshie mengejar dengan suasana hati penuh cinta dari raut wajahnya yang penuh aura positif sedangkan untuk Dashie dengan sikapnya yang telah terbiasa dengan sikap yang ditunjukkan olehnya berusaha untuk tidak menanggapi dengan serius sekali....
... Hoshie menggoda Dashie....
..."Kenapa tiba-tiba pipimu memerah?" tanya Hoshie....
... Menolak pendapat dari Hoshie dengan malu-malu dengan arah mata tidak berani menatap langsung kedua pasang matanya....
... Hoshie tersenyum senang dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Dashie padanya....
..."Tidak. Apa yang kau bicarakan" kata Dashie....
..."Kau boleh mengatakan apapun tapi aku yakin kau juga menyukai ku" kata Hoshie....
... Dashie bergerak menjauh lagi dari rasa percaya diri milik temannya itu lalu temannya juga belum berhenti untuk mendapatkan kembali ruang kembali yang pernah ada didalam diri gadis yang ia sayang ini....
... Dashie ditelpon oleh Presdir Jo bahwa beberapa menit lagi ia akan sampai disana untuk menjemput putrinya setelah ia pulang kerja. ...
..."Ayo ikut denganku" kata Dashie....
... Dia menuju pintu masuk event pameran untuk menemui Presdir Jo....
... Hoshie menurut saja seperti biasa kemana orang yang ia sayang akan pergi....
... Jarak yang cukup untuk membuat mereka merasakan atmosfer yang ada di dalam event menyenangkan waktu yang mereka miliki bersama tidak ingin cepat berakhir untuk mereka tetap bersama dalam situasi ini....
... Dia mendekatkan diri kepada Dashie mendekatkan wajahnya di telinga sebelah kanan gadis ini....
... Dia terpaku agak sedikit kaget dengan sikap yang ditunjukkan oleh Hoshie....
..."Aku ingin … " kata Hoshie....
... Kata-katanya tidak jadi dilanjutkan dengan adanya langkah kaki Presdir Jo yang datang diketahui oleh Hoshie dengan jarak mereka sekitar dua puluh langkah dari posisi mereka saat ini yang juga semakin mendekat berkurang jarak diantara mereka....
... Berhenti sebentar....
... Dia menatap wajah Hoshie dengan penuh perhatian....
..."Wajahmu bertambah pucat lagi" kata Dashie....
..."Aku baik-baik saja" kata Hoshie....
__ADS_1
... Presdir Jo semakin mendekat terlihat oleh mereka berdua lalu Dashie dan Hoshie melanjutkan tujuan mereka untuk mempertemukannya dengan putri kecilnya....
... Presdir Jo datang sebentar lagi dengan tujuh langkah lagi akan datang didepan mereka....
... Mereka berdua juga belum berhenti untuk menghampirinya dengan membawa putrinya dalam gendongan Dashie....
... Dia dengan setelan jas hitam dengan dasi hitam mendominasi dengan kedua bodyguard ada dibelakangnya berjaga....
..."Putri ayah" kata Presdir Jo....
... Dia menggendong putrinya lagi....
..."Terimakasih sudah menjaga putriku" kata Presdir Jo....
...Menjawab secara bersamaan....
..."Tidak masalah sama sekali" kata Dashie dan Hoshie....
... Ekspresi Presdir Jo memberi arti bahwa ia mendukung hubungan yang bisa mengarah ke percintaan anak muda di usia yang mungkin saja bisa hadir dengan waktu yang bisa dikatakan segera atau kapan waktunya bisa dikatakan segera terjadi....
..."Ok. Kami tidak akan mengganggu kencan kalian" kata Presdir Jo....
... Dia dengan sikap wibawa yang ia miliki pergi meninggalkan mereka berdua dengan putrinya yang memberikan lambaian tangan dari arah yang sama sampai ia semakin tidak terlihat pergi dalam gendongan kepada Dashie senyum balita perempuan itu masih jelas diberikan kepada mereka berdua....
... Hoshie melirik ke arah Dashie....
..."Ayo kita menikah. Aku suka anak kecil" kata Hoshie....
... Dashie melirik ke arah Hoshie....
..."Wajahmu terlihat sangat pucat sepertinya kau sedang sakit" kata Dashie....
... Mengakui....
..."Memang aku sedang sakit" kata Hoshie....
..."Lalu?" tanya Dashie....
..."Belum waktunya kita menikah" kata Hoshie....
... Dashie merapikan rambut kepala Hoshie yang sedikit agak berantakan....
..."Kau terlihat lucu" kata Dashie....
... Dia menerima perhatian dari Dashie dengan senang hati tanpa ada sebuah penolakan....
..."Dashie" panggil Hoshie....
..."Ya" jawab Dashie....
..."Apa kekurangan ku?" tanya Hoshie....
... Dia menatap wajah Hoshie tepat keduanya saling menatap lagi dengan lebih mendalam perasaan mereka terperangkap dalam ruang yang sama....
..."Aku tidak akan menjawab pertanyaan darimu" kata Dashie....
..."Aku ingin … " kata Hoshie....
..."Sudahlah!" kata Dashie....
... Dia menarik tangan Dashie lalu keduanya saling bertatapan lagi....
... Semua orang ada dengan aktivitas mereka dan mereka dengan kisah mereka sendiri....
... Dashie menatap mata itu bukan tanpa alasan tetap dengan rasa cinta meski itu sedikit yang dulu pernah ada akan tetapi itu berubah dalam waktu yang tidak terduga tanpa kehendak ataupun rencana keduanya melihat tentang sesuatu yang seharusnya tidak harus dilihat oleh gadis yang ia sayang....
... Dia melepas tangannya dari pergelangan tangan sebelah kanannya itu berubah raut wajah itu seperti bukan yang Hoshie kenal....
..."Aku ingin sendiri" kata Dashie....
... Jawaban itu seketika diucapkan oleh Dashie tanpa ingin menjelaskan alasan apapun kepada Hoshie tentang keputusan ini sudah memberikan tanda dalam sikapnya yang jelas tidak ingin mendekat kepada Hoshie....
..."Apa terjadi sesuatu?" tanya Hoshie....
... Dia mulai menjauh mengambil langkah ke belakang dalam dua langkah....
... Akan mendekat ke arah Dashie....
..."Tetaplah disana" kata Dashie....
... Hoshie akan mendekat kepada Hoshie lagi....
..."Jangan bergerak. Aku ingin sendiri" kata Dashie....
... Tanpa sebuah alasan gadis yang ia sayang berlalu pergi meninggalkan dirinya yang merasa bahwa waktu yang ia takuti telah tiba. Dia dengan dunia yang ia miliki tidaklah berubah menyedihkan jika ia terus melihatnya meski ia terus menolak tentang dunia yang sedang ia genggam tetap saja itu menjadi miliknya meski bersalah atau tidak bersalah tidak bisa dengan mudah membuat orang lain mudah untuk tetap menerima....
... Dia melihat Dashie semakin menjauh pergi dari sisinya tanpa berbalik ke arahnya lagi meski itu hanya beberapa detik saja....
..."Aku sudah hancur" kata Hoshie....
..."Dia bahkan tidak akan pernah melihatku lagi" kata Hoshie....
... Dia terlihat jelas ingin menangis sedang berusaha menahan segalanya sendiri....
... Kepada diri sendiri yang sedang bersedih....
..."Bisakah aku tetap menjadi diriku yang seperti ini?" tanya Hoshie....
..."Takkan ada yang akan menerimaku" kata Hoshie....
... Dia pergi mengambil arah yang berbeda dari arah yang diambil oleh Dashie yang sudah berlalu menjauh tidak terlihat lagi oleh indera penglihatan Hoshie....
... Dia menghubungi salah satu bodyguardnya yang sedang berjaga di antara mereka dalam letak posisi yang diketahui oleh Hoshie sendiri....
... Mereka membicarakan tentang Dashie....
__ADS_1
..."Jaga dia hingga sampai di rumah" kata Hoshie....
... Percakapan mereka berakhir lalu Hoshie dengan mobil pribadinya yang sudah ada ditempat parkir bersama dengan driver pribadinya siap mengantar bosnya untuk sampai ke tempat tujuan....
... Hoshie yang sudah ada duduk di dalam kursi belakang mobil melihat layar ponselnya kembali untuk melihat foto Dashie....
..."Kita pergi sekarang" kata Hoshie....
... Hoshie pergi dari area event pameran....
... Belum berhenti melihat foto Dashie lalu seseorang menghubungi nomor ponselnya....
..."Aku mencari kalian. Kalian dimana sekarang?" tanya Ghazi....
... Berbicara tentang Dashie....
..."Dia bilang harus pergi ada urusan" kata Hoshie....
..."Maksudmu Dashie?" tanya Ghazi....
..."Ya" jawab Hoshie....
... Suaranya datar masih belum berubah....
..."Sekarang kau dimana?" tanya Ghazi....
..."Aku juga harus pergi" kata Hoshie....
..."Baiklah. Nanti, ku hubungi lagi" kata Ghazi....
... Tidak mungkin untuk Ghazi mengajukan banyak pertanyaan lagi setelah mendengar secara langsung nada suara sahabatnya yang mengartikan ingin sendiri tidak ingin diganggu untuk sementara waktu....
... Ghazi juga sudah menghubungi nomor ponsel adiknya lebih awal dari menghubungi nomor ponsel Hoshie tapi dengan kondisi ponsel yang aktif tidak mengangkat panggilan dari kakak perempuannya itu....
..."Apa mereka bertengkar lagi?" tanya Xie....
..."Apa mereka sering seperti ini?" tanya Ghazi....
..."Kau bisa menilainya sendiri" kata Xie....
... Setelah Ghazi memberikan makanan yang tadi ia beli di event pameran di bagian kuliner bersama kakaknya....
..."Aku akan mengantarmu pulang" kata Xie....
... Ghazi yang pergi berencana diantar pulang oleh kakak laki-lakinya menuju sampai dirumah sedangkan untuk Hot yang masih sibuk dengan persiapan pertunjukan seni yang akan digunakan dalam waktu satu jam lagi konser musik akan dimulai malam ini....
... Agak sedikit canggung jika mereka tetap bersama setelah obrolan yang mereka lalui....
..."Aku rasa aku harus pergi ke suatu tempat" kata Ghazi....
... Bodyguard pribadinya datang untuk menjemputnya....
..."Jangan terlalu khawatirkan diriku" kata Ghazi....
... Dia pergi dengan bodyguard yang sekaligus menjadi driver pribadi....
... Dia juga sudah bosan hidup seperti bergantung kepada orang lain bukan berarti kekasihnya tidak sayang ataupun jahat padanya sebagai manusia pada umumnya juga menginginkan sebuah perubahan dalam diri tidak ingin terus hidup stuck di tempat yang hanya membuat dirinya menjadi pribadi yang lemah dimata orang lain....
... Kepada diri sendiri....
..."Apa aku harus ikut bekerja bersama dengan Nora?" tanya Ghazi....
..."Pekerjaannya sungguh berat. Aku juga tidak tahu bagaimana dia tetap bertahan" kata Ghazi....
..."Apa enaknya hidup seperti ini seakan seperti seorang putri tapi nyatanya tidak" kata Ghazi....
... Dia sudah berulang kali mengasihani diri sendiri sudah berapa kali ia lakukan tapi apa daya dengan dirinya siapa lagi yang akan menerimanya apa adanya selain dirinya sendiri....
..."Aku hanya punya kemampuan itu belum ada yang lain lagi" kata Ghazi....
... Mengasihani diri sendiri lagi....
..."Apa mereka masih bisa menerimaku?" tanya Ghazi....
... Dia ragu dengan jalan yang akan dipilih tapi jika dilihat dengan jujur ia berkata kepada hatinya sendiri. Dia sedang bingung tentang nasibnya sendiri di masa sekarang dan masa depan....
... Memikirkan sahabatnya sendiri, Hoshie....
..."Dia juga sedang sangat sibuk dengan masalahnya sendiri" kata Ghazi....
..."Dia apalagi. Bagaimana bisa bertahan sampai sekarang?" tanya Ghazi....
... Menghakimi memarahi diri sendiri....
..."Aku hanya bisa mengeluh saja tanpa banyak aksi" kata Ghazi....
..."Ya ampun. Aku tidak ingin pulang" kata Ghazi....
..."Ayah pasti akan memarahiku lagi" kata Ghazi....
... Dia bingung harus kemana sedangkan dia tidak memiliki teman sama sekali selain Hoshie dan Oryn karena sudah lama tinggal di luar negeri sejak kecil tak mungkin memiliki teman selain saudaranya sebagai tempat bersandar tapi sepertinya dia juga sedang dalam banyak masalah....
... Hati dan pikirannya kacau sekacau-kacaunya dengan realita yang ia dapat ia tidak memiliki uang sepeserpun ada dalam rekeningnya sama sekali. Orang-orang pasti akan bertanya lalu darimana uang yang ia miliki untuk bertahan hidup di kejamnya dunia yang ia jalani jawabannya adalah semuanya diatur seketat-ketatnya tanpa bisa ia menuntut atau meminta lebih bahkan sudah diketahui alasan mengapa kekasihnya selalu memberikan kepercayaan kartu elektronik miliknya diberikan kepadanya tanpa banyak bertanya tentu inilah alasan utamanya tak ada uang yang bisa digunakan untuk kebutuhan dirinya menjadi berkembang sesuai apapun yang orang-orang kritik tentang kekurangan dirinya tanpa tahu bagaimana rasanya hidup menjadi seorang Ghazi....
... Ghazi sedang membuka kaca jendela mobil melihat ke arah luar memandang langit cerah air matanya ingin sekali lagi tumpah tapi sepertinya air matanya sudah tak ingin menjadi sebagian beban dari beban hidupnya lagi....
... Dia tidak bergegas pergi untuk pulang ke rumah melainkan memutuskan untuk pergi ke suatu tempat....
... Driver pribadinya sudah mengganti arah rute perjalanan mereka....
... Kaca jendela mobil ditutup kembali oleh Ghazi udara bertambah dingin melebihi suhu dingin AC yang dinyalakan di dalam mobil yang bersumber dari energi kekuatan milik Ghazi....
..."Untuk apa kau datang kemari?" tanya Hoshie....
..."Ku kira kau tidak ada disini" kata Ghazi....
__ADS_1
..."Tempat ini adalah awal pertemuan kita" kata Hoshie....