
...Chapter 47: Satu keberuntungan....
..."Ini aku kebal terhadap Dashie atau memang belum waktunya aku mati" kata Hoshie....
... Hoshie melamun di kursi depan gedung sendirian ditempat penitipan anak tempat Dashie masih bekerja....
..."Semua luka yang kumiliki juga hampir sembuh total, seharusnya aku senang" kata Hoshie....
... Memikirkan banyak hal sendirian di kondisi petir datang menyambar saling mengejar diatas langit. Dia mendengarnya tapi lebih sibuk dengan kecemasannya sendiri tentang masa depan kapan waktunya pasti hal itu akan terjadi padanya....
... Terkadang menangkap air hujan yang jatuh dari atas langit dengan telapak tangan terkadang juga menghirup lagi menarik nafas udara hujan yang mulai reda dengan gerimis yang belum pergi menemaninya seakan waktu berjalan sangat tenang di hati dan mata di rasakan....
..."Aku tidak percaya orang sepertiku bisa merasakan semua ini" kata Hoshie....
... Dia sendirian seperti anak kecil yang sedang melamun sedih di saat seperti ini dihampiri oleh beberapa anak yang siap untuk pulang dengan satu persatu orang orang yang mereka kenal dan sayang datang menjemput melewati Hoshie sambil memberi salam senyum manis imut mereka berpamitan kepada Hoshie....
... Suara cinta dan teriakan kasih sayang tumpah terlalu melimpah menciptakan mood baru memberi energi yang hampir saja runtuh menjadi dunia penuh cinta yang nyata....
... Sifat Hoshie yang membuat seseorang bereaksi tetap tidak percaya tidak bisa mengubah pandangannya terhadap orang ini cepat berubah tetap saja berkesimpulan bahwa Hoshie adalah seorang ahli yang harus di jauhi....
..."Mereka belum tahu saja siapa orang itu" kata Nora....
... Dari arah lain ada Nora yang sudah sejak tadi melancarkan niatnya untuk cepat menjalankan tugasnya dengan cepat tanpa harus membuang banyak tenaga yang berdampak pada Hoshie mengalir segala serangan halus kedalam raganya oleh Nora yang sedang menghitung mundur waktu yang tersisa tanpa dirasa oleh Hoshie bahwa nyawanya sedang ada ditangan Nora menunggu dalam beberapa detik lagi akan segera berakhir....
... Tak ada pesan tersirat ataupun tersurat yang di tunjukan oleh gadis ini yang sedang bekerja menyusun laporan pekerjaan hari ini di tempat usaha Ved ditempatnya bekerja sekarang....
... Di setiap gerakan yang di kerjakan oleh Nora selayaknya sedang bekerja seperti biasa tapi tidak jika hal seperti ini dilihat oleh sesama orang yang juga memiliki takdir yang sama seperti Nora....
... Kepalanya terasa berat tapi tidak terasa pusing atau sakit kedua matanya satu kali getaran menyebar entah kekuatan apa yang dalam waktu detik waktu singkat terekam tanpa sengaja olehnya dengan melihat memeriksa sekitar semua yang didapat tanpa ada apapun perubahan yang terlihat aneh dan sekali lagi memeriksa kejadian yang membuatnya bertanya tentang gambaran yang tidak biasa itu....
... Dengan hujan sudah reda dengan sisa hawa udara dingin menjadi bukti datangnya hujan di udara rasa dingin yang luar biasa datang menjalar naik datang dari ujung kedua tangan miliknya menjaga agar tidak panik dengan kondisinya yang tidak biasa sedangkan Nora masih dengan menghitung mundur waktu detik sisa waktu yang dimiliki oleh Hoshie dengan hati belum penuh kepuasan dari pemilik wajah anggun serta cerdas ini....
..."Dua puluh lima, dua puluh enam, … " kata Nora....
... Rasa tidak sabar dengan tugasnya untuk melenyapkan Hoshie dengan cepat membuatnya mantap untuk melaksanakan misi yang sudah mencapai batas akhir untuk Hoshie....
... Berbeda dengan yang merasakan sesuatu yang luar biasa akan terjadi tapi dia masih menebak apa itu dari instingnya yang tidak biasa hadir di detik detik yang sungguh berharga untuk seseorang dan orang itu ada disebelahnya melambaikan tangan penuh aura positif kepada anak anak yang memberinya kebahagiaan sederhana itu....
... Waktu seakan berjalan untuk Hoshie seperti biasa dan sewajarnya dilalui namun perasaan kehilangan tiba tiba datang mengetuk memberi kesempatan kepada Dashie untuk merasakan kekuatan itu datang menyelimuti seluruh raga Hoshie tanpa memberi kejutan sedikitpun baginya datang merobek luka lukanya lagi yang sudah sembuh itu luka yang dimiliki oleh Hoshie....
... Kaos putih berlengan pendek itu menembus berwarna merah tanpa dirasakan oleh pemiliknya dalam detik setelah semua telah pergi dan hanya ada mereka berdua di depan halaman gedung itu Hoshie akan berbalik menatap Dashie lalu pandangan mata itu berubah dengan kekuatan seseorang yang berhasil masuk merusak raganya....
..."Kau melihatnya?" tanya Hoshie....
..."Aku melihatmu menangis" kata Dashie....
... Hoshie jatuh di pundak Dashie begitu saja tanpa tenaga yang tersisa hanya menunggu waktu beberapa detik lagi maka pemuda ini sudah pasti segera pergi dari hadapan Dashie....
... Darah yang ada di tubuh Hoshie mengenai pakaiannya mengalir merembes bau darah segar kuat tercium oleh Dashie....
..."Apa yang terjadi kali ini?" tanya Dashie....
... Lirih menjawab pertanyaan dari Dashie....
..."Sepertinya aku akan segera pergi" kata Hoshie....
..."Jangan bercanda, kau ingin pergi kemana" kata Dashie....
... Jemari tangan berhenti menuliskan kata kata di notebook berwarna kuning di tangan kirinya sambil melihat memalingkan muka ke arah Hoshie yang sudah akan berhasil dimusnahkan oleh dirinya secara sengaja merasakan tekanan kekuatan berbeda dari milik orang lain yang muncul di dekat target misi memberi dampak waktu miliknya melambat untuk menghabisi nyawa dari salah satu bangsa Blacwhe....
... Semua serangan kekuatan milik Nora diserap tanpa terkendali oleh Dashie dari raga Hoshie yang mulai tidak sadarkan diri dan hal ini diketahui oleh Nora yang juga memanfaatkan kesempatan langka ini dengan hadirnya Dashie yang juga memiliki takdir yang sama sepertinya menguji seberapa besar tingkat kekuatan yang dimiliki oleh Dashie....
..."Sudah terlalu lama aku menunggu" kata Nora....
... Kembali menuliskan beberapa kata di notebook bercover kuning tersebut menyelesaikan pekerjaan yang sedang dikerjakan hampir saja selesai....
... Ten yang baru saja selesai mengfotokopi beberapa lembar file pekerjaan segera menaruh itu di meja kerjanya lalu meninggalkan kantor dalam sekali mantra yang diucapkan datang didepan Dashie dan Hoshie....
... Mendorong jauh Hoshie menjauh dari dekat Dashie agar nyawanya bisa terselamatkan....
... Dashie jatuh di pundak kanan Ten tak sadarkan diri....
... Semua luka luka yang dimiliki oleh Hoshie kembali sembuh dengan sendirinya akibat terserap semua kekuatan serangan mematikan dari Nora oleh Dashie....
..."Kau sedang bermain main dengan nyawa orang lain!" kata Ten....
__ADS_1
... Membentak marah Ten kepada Hoshie yang kembali mulai sadarkan diri setelah terdorong dan terpental membentur tembok gedung....
... ...
... Pandangan yang kabur terbuka melihat lebih bertambah jelas melihat semua yang ada Ten yang datang sedang ada disisi Dashie untuk melindunginya....
..."Hari ini dia selamat, bagaimana besok?" tanya Ten....
... Ten memeriksa denyut nadi di tangan Dashie sebelah kanan dengan jemari tangan dan tak lupa memeriksa udara di hidungnya dengan kedua jemari tangan kanan....
... Rasa cemas sudah pasti ada dalam diri Ten yang melihat orang yang disayang sedang dalam kondisi tidak baik baik saja....
... Orang lain akan melihat merasakan kekuatan cinta yang dimiliki oleh Ten kepada Dashie sangat besar tidak hanya Hoshie yang pada saat ini melihatnya secara langsung hatinya langsung terluka nyata tanpa ada rencana begitu terluka dengan rasa optimisnya yang menjadi berkurang tentang cintanya kepada Dashie setelah orang lain jauh lebih terlihat tulus bagaimana seharusnya mencintai orang lain....
..."Belum waktunya menyerah" kata Hoshie....
... Hoshie beranjak bangun dari tempat dimana dia terbentur keras di dinding barusan kembali lagi dengan kondisi jauh lebih baik baik saja seperti semula sebelum mendapatkan serangan kekuatan dari Nora....
..."Kau sudah selesai bicara" kata Hoshie....
... Berjalan percaya diri ke arah mereka berdua....
..."Serahkan dia padaku!" kata Hoshie....
... Dengan tegas Ten menolak perintah dari Hoshie....
..."Tidak!" kata Ten....
... Terjadi perebutan diantara keduanya mengguncang kondisi Dashie yang belum terbangun dari sisi perlindungan Ten yang menjaga agar gadis yang tetap disayang olehnya tidak berdekatan dengan Hoshie lagi....
... Saling dorong diantara mereka mempertahankan diri masing masing bahwa mereka layak untuk gadis yang ada berada didekat mereka yang memberikan tanda tanda akan terbangun bulu matanya bergerak sedikit demi sedikit akan membuka mata....
... Dalam pertengkaran awal yang baru berjalan cukup singkat ini lalu Dashie terbangun setelah dua menit tidak sadarkan diri....
... Orang yang pertama kali dilihat oleh Dashie setelah tidak sadarkan diri barusan adalah Ten yang sedang menjaga Dashie di pangkuannya....
..."Dashie" panggil Ten....
... Tangan Ten masih menggenggam erat tangan kanan Dashie lembut memberikan bukti bahwa dihatinya masih ada seseorang yang saat ini menatap wajah yang Dashie sudah pasti kenal....
..."Ten" kata Dashie....
... Siapa yang dicari oleh Dashie, orang itu adalah Hoshie....
... Sentuhan perhatian diberikan oleh Dashie kepada Hoshie dengan memeriksa bagian dada dan punggung Hoshie yang tadi penuh darah terluka....
..."Apa aku bermimpi tadi … " kata Dashie....
..."Tadi, kau terjatuh pingsan disini dan ditangkap olehnya" kata Hoshie....
... ...
... Hoshie sedang berkata adil dengan posisi mereka saat ini yang tidak mungkin menjelaskan secara langsung terburu buru tentang apa yang baru saja terjadi padanya yang akan bisa saja membuat Dashie bereaksi lebih dari ini....
..."Tidak, aku tidak bermimpi. Itu nyata" kata Dashie....
..."Coba kuperiksa lagi" kata Dashie....
... Menenangkan Dashie....
..."Sungguh aku baik baik saja, lihat!" kata Hoshie....
... Isi hati Ten seperti diputar putar lalu terjatuh lalu terbangun lagi dengan kekuatan sendiri dengan perhatian yang diberikan oleh Dashie kepada Hoshie didepan matanya sendiri....
... Situasi ini membuat Ten ragu, apakah dia bisa mendapatkan hati gadis yang masih ada menjadi ...
...orang yang meluluhkan hatinya selama ini belum tergantikan oleh siapapun....
... Tak ingin terlalu lama melewati momen momen menyedihkan ini lalu Ten menjaga hatinya agar tetap tegar dengan perubahan yang bersifat memaksanya untuk menerima konsekuensi sebuah keputusan meski rasanya sungguh menyiksa entah apa yang membuat hatinya bisa sebaik itu dengan tanpa kemarahan yang hadir meminta izin kepada mantan kekasihnya itu untuk segera pergi....
..."Jagalah dia, aku pergi" kata Ten....
... Ten benar benar pergi meninggalkan keakraban yang diperlihatkan oleh Dashie dan Hoshie ini....
... Tanpa harus ditanyakan oleh Hoshie yang sudah tahu isi hati gadis yang ada didepannya sekarang siapa diantara mereka berdua yang lebih paling dicintai olehnya dalam satu kali tatapan ini sudah mengartikan semua dan senyum itu datang di wajahnya....
__ADS_1
... Berkata tanpa suara untuk diri sendiri....
..."Kali ini aku kalah lagi" kata Hoshie....
... Untuk menjaga perasaan Hoshie lalu Dashie terbangun dari lantai saling membantu keduanya untuk bersiap di rencana mereka selanjutnya....
..."Kau bilang akan pergi ke suatu tempat" kata Dashie....
... Menggelengkan kepala manja....
..."Mmmmm" kata Hoshie....
... Menjadi penasaran....
..."Kemana, jawab aku?" tanya Dashie....
... Dashie merengek seperti gadis yang merengek kepada pacarnya saja....
..."Tidak jadi" kata Hoshie....
..."Tidak biasanya, apa telah terjadi sesuatu?" tanya Dashie....
... Hoshie sedang berusaha menghindar dari tingkahnya yang dianggap oleh Hoshie sangat menggemaskan menolak terus menolak sebisa mungkin untuk tidak menjawab pertanyaan dari gadis yang terus merengek memegang tangan kanannya mengayun dengan senang hati dan dia menerima dengan senang hati....
..."Ayo kita pulang saja" kata Hoshie....
..."Pulang" kata Dashie....
..."Karena kamu tidak mengatakan mau pergi kemana, bagaimana dengan rencana ku?" tanya Dashie....
..."Rencana mu?" tanya Hoshie....
..."Ya, aku punya sebuah rencana" kata Dashie....
... Memasang wajah curiga dan merasa akan dijebak oleh Dashie lalu segera dibantahkan oleh kata kata Dashie....
... Menjadi patuh dalam beberapa detik menatap wajah Hoshie yang belum berubah dengan ekspresi itu....
..."Kenapa?" tanya Hoshie....
..."Tidak" jawab Dashie....
... Lalu, Dashie kabur meninggalkan Hoshie yang merasa ada sesuatu hal yang unik yang sedang disembunyikan oleh Dashie tentang dirinya....
... Berjalan mulai melambat setelah berlari tadi....
... Berbicara pelan tapi akhirnya didengar oleh Hoshie....
..."Kenapa dia sangat tampan bahkan ketika wajahnya seperti itu?" tanya Dashie....
... Kata kata pujian dari Dashie menjadi ledakan percaya dirinya yang akhirnya terbayarkan lagi sebagai suatu hal umum bahwa kaum laki laki akan senang jika dipuji salah satunya dengan apa yang dilakukan secara tidak sengaja keluar dari lisan gadis yang bertambah lagi kecepatan langkah kakinya karena malu pujiannya didengar sedangkan Hoshie tetap mengejar tanpa lelah....
..."Kita akan makan dimana?" tanya Hoshie....
... Berteriak lagi penuh semangat....
..."Aku akan mengikutimu!" kata Hoshie....
... Nora yang sudah menyadari bahwa misinya kali ini belum sepenuhnya berjalan lancar sesuai dengan rencananya membuatnya untuk tidak putus asa secepat ini masih ada hari dan waktu yang dimiliki....
... Memikirkan ulang rencananya kenapa masih belum berhasil terlaksana....
..."Apa aku hanya banyak bicara tanpa bertindak lebih?" tanya Nora....
..."Atau aku sedang tidak beruntung?" tanya Nora lagi....
..."Dan bisakah keberuntungan tidak menimpanya?" tanya Nora....
... Rasa kecurigaan juga hadir dalam benak Nora dengan sikap Dashie kepada Hoshie yang terkesan sangat natural tapi apakah semua yang ditunjukkan oleh Dashie benar benar dari dalam gadis itu yang menjadi satu catatan untuk analisanya saat ini setelah uji coba yang baru saja dilakukan memberikan sebuah gambaran tentang keduanya meski itu belum memuaskan....
..."Jika dia tahu siapa dia sebenarnya bisa saja dia akan menghabisinya" kata Nora....
... Nora menaruh hasil kerjanya lalu mengambil dokumen terakhir yang berisi pekerjaan yang harus diselesaikan lagi menunggu sampai jam tujuh malam waktu jam kerjanya berakhir bersama dengan satu karyawan perempuan yang juga sama sama baru bekerja di bengkel Ved....
... ...
__ADS_1
... ...
... ...