
...Chapter 208: Menoleh....
... Bus pergi begitu juga Jeje kembali dengan arah menuju arah rumah....
..."Apa dia akan baik-baik saja sampai dirumah?" tanya Nawa....
..."Ini sudah malam" kata Nawa....
... Lalu segera bergegas untuk Nawa turun dari dalam bus lalu mengejar Jeje....
... Berteriak....
..."Jeje!" panggil Nawa....
... Dia mendengar ada seseorang memanggil namanya tapi pura-pura saja tidak dengar....
... Nawa....
... Remaja laki-laki ini tahu jalan disekitar arah yang sedang dilalui oleh teman sekolahnya itu terbilang tidak sepi dengan aktivitas di malam hari yang cukup ramai dengan pedagang kaki lima....
..."Hey!" panggil Nawa....
... Sedikit tekejut dengan raut wajah yang sedih tapi terlihat sudah terbiasa memberikan kesan wanita kuat itu yang dilihat oleh temannya itu....
... Dia mengubah wajah sedihnya setelah bertemu dengan Soft tadi dengan ekspresi wajah ceria....
... Melihat tas yang dibawa oleh Jeje....
..."Sepertinya kau butuh bantuan ku" kata Nawa....
... Dia belum berhenti dengan tatapan datar tanpa senyum ceria yang biasa dilihatnya setiap hari....
... Agak canggung tapi tetap dengan tujuan Nawa untuk mengantar sahabat kekasihnya dulu ini untuk sampai selamat didepan rumah....
..."Jangan khawatir. Aku hanya mengantarmu pulang" kata Nawa....
... Akhirnya, dia mau diajak bicara oleh teman sekolahnya itu....
... Nada suara datar....
..."Aku tahu. Kau juga tidak akan menjadi orang jahat" kata Jeje....
... Lawan bicaranya belum ingin melakukan banyak interaksi dengak orang lain....
... Nawa tidak bisa membaca isi hati dan pikiran Jeje tapi memang yang ada didalam tujuannya saat ini sangat simpel yaitu bagaimana bisa sampai dirumah segera mungkin....
... Didalam pikiran Nawa....
..."Ada apa dengan orang-orang disekitar ku?" tanya Nawa....
..."Ternyata tak semua orang menunjukkan diri mereka yang sesungguhnya ketika bersama dengan orang lain" kata Nawa....
... Melirik ke arah Jeje lagi dengan salah satu kesimpulan yang sama seperti sebelumnya....
... Dia dengan sikap dinginnya menyimpan sejuta perhatian....
..."Dia tidak terlihat sedang patah hati" kata Nawa....
..."Dia lebih terlihat sedang memiliki banyak masalah" kata Nawa....
..."Lalu apa. Dia membuatku cemas" kata Nawa....
... Sepuluh menit menuju tempat tinggal Jeje....
... Melihat temannya itu....
... Diam satu sama lain belum berkata sepatah katapun keluar dari lisan kedua remaja ini lagi....
..."Aku baru sadar ternyata kau sebaik ini" kata Jeje....
... Ekspresi dan suara datarnya masih melekat kuat didalam diri Jeje....
..."Terima kasih sudah mengantar ku" kata Jeje....
... Mengangguk pelan dengan senyum tipis ditunjukkan dari raut wajah remaja laki-laki ini....
... Dia melambaikan tangan kanan lalu berjalan masuk melewati pintu gerbang rumah....
... Berbalik melihat Nawa....
..."Hati-hati di jalan" kata Jeje....
... Nawa pergi setelah mengantar Jeje lalu mencari tempat yang aman untuk melakukan mode menghilang menuju tempat kosnya....
... Kini dia sudah didalam kamarnya sendiri....
... Memeriksa keadaan disekitarnya apakah sudah dalam kondisi lebih baik....
..."Sepertinya mereka sudah tidak menangis lagi" kata Nawa....
... Dia juga tidak merasakan kehadiran dari bangsa Blacwhe selain dari Ans tetangga sebelah kirinya itu....
..."Dia juga perasa sekali" kata Nawa....
..."Padahal bukan masalahnya sendiri" kata Nawa....
..."Yellow kasihan. Dia juga kehilangan rumahnya" kata Nawa....
... Dia melihatnya sendiri disaat mengantar Jeje hingga sampai didepan rumah disaat melintas didepan rumahnya yang sudah tersegel dengan tanda merah didekat gerbang menjelaskan bahwa rumah itu sudah bukan miliknya lagi....
... Sepuluh menit selanjutnya dia tertidur dengan lelap sudah berganti pakaian santai kaos dan celana panjang hitam berselimut hitam dan merah dengan garis vertikal....
... Ved....
... Dia dengan kondisi yang sulit untuk tidur sulit juga untuk mengatakan bahwa semua baik-baik saja mengingat semua bagian tubuhnya terasa sakit untuk digerakan seperti biasanya terasa lebih ke arah sekarat agak mirip rasa sakit yang dialami oleh Hoshie yang seringkali akhir akhir ini dirasakan dalam waktu tidak singkat....
... Menatap langit kamar....
..."Siapa yang bisa menjelaskan semua ini?" tanya Ved....
..."Apa aku akan mati sekarang?" tanya Ved....
..."Sepertinya iya" kata Ved....
... Memejamkan kedua mata dan membuka matanya lagi....
..."Aku kira aku sudah mati nyatanya aku belum mati" kata Ved....
..."Aku bahkan sulit untuk memejamkan kedua mataku" kata Ved....
__ADS_1
... Mengingat tentang dirinya dalam sebuah pilihan yang sudah dibuat tentang alasan kenapa dirinya tidak bisa dekat dengan Rumy....
... Dia tertawa menertawakan dirinya sendiri....
... Masih melihat ke arah langit kamar....
..."Bagaimana bisa aku langsung berpindah ke lain hati?" tanya Ved....
..."Sedangkan aku masih belum bisa menerima kalau Dashie lebih memilih Hoshie" kata Ved....
..."Kenapa aku jadi terkesan sangat jahat sekali kepada Rumy?" tanya Ved....
... Tatapan datar serius....
..."Salahkah aku memilih untuk jauh dari gadis remaja itu?" tanya Ved....
..."Aku juga harus memilih apa yang seharusnya ku pilih" kata Ved....
... Perasaan tetap sama tidak berubah untuk orang lain dengan tubuhnya yang sulit untuk digerakkan dia lebih merasakan rasa sakit itu di setiap bagian tubuh di setiap arah darahnya mengalir ke segala bagian tubuh berputar secara terus menerus dalam setiap nafas belum juga hilang rasa sakit itu menyiksa tak kenal ampun....
..."Kenapa aku tidak mati dan aku masih hidup?" tanya Ved....
... Sebuah pertanyaan yang juga pernah dilakukan oleh Hoshie tempo hari ketika merasakan rasa sakit yang sama tidak jauh berbeda dengan apa yang sedang dialami oleh pemuda ini tentang perasaan abu-abu berada dalam ambang kematian yang tak berujung....
... Tidak bisa berteriak bahkan bicara pun terasa sulit....
... Berbicara didalam hati....
..."Sungguh ini sungguh sakit sekali" kata Ved....
..."Siapa yang bisa jelaskan semua ini?" tanya Ved....
... Waktu terus bergerak maju tapi Ved masih dalam kondisi yang belum berubah dengan rasa sakit yang dia miliki di dalam diri belum pergi semudah yang dipikirkan oleh siapapun baik bukan hanya seorang Ved....
... Dia seperti kehilangan sisi lain dari dalam diri dalam memandang masa depan mulai berpikiran lebih jelas berkecil hati....
..."Aku tidak mungkin menanyakan ini kepada siapapun apalagi Jarrel" kata Ved....
..."Ahhhh. Rasa sakit ini sangat menyiksaku" kata Ved....
... Mengatur nafas yang sulit untuk dikendalikan....
..."Aku pasti bisa melewati semua ini" kata Ved....
... Dia dengan rasa optimis yang dimiliki bangkit untuk bangun dari tempat tidur untuk melepas sepatunya yang belum sempat dilepas tapi apa yang terjadi. ...
..."Argh!"...
... Terjatuh diatas lantai di bawah ranjang tempat tidurnya sendiri....
... Terbangun sendiri menyadarkan diri lagi membuka matanya yang kabur dalam memandang ke segala arah berusaha untuk duduk diatas ranjang tempat tidur meski itu sulit tapi dia harus terus berusaha....
... Menyemangati diri....
..."Aku adalah seorang Ved" kata Ved sendiri....
... Dia dengan jemari tangan yang menekan busa kasur dengan selimut tebal diatasnya lalu perlahan berhasil duduk diatas ranjang tempat tidurnya bersandar diusahakan menghadap ke arah selatan dekat dengan pintu masuk kamarnya lalu mengatur nafasnya lagi yang terengah-engah karena terjatuh barusan....
... Semua terlihat sama dengan apa yang dilihat olehnya tapi tidak dengan dirinya yang bergerak ke belakang tertinggal dari setiap kemajuan orang lain dengan cepat merebut waktu yang seharusnya miliknya kini bukanlah apa-apa selain kesehatannya sendiri tak ada yang lain....
..."Apa ini akan berlarut-larut?" tanya Ved....
... Memikirkan kondisi diri....
..."Aku ingat mantra ini pernah ku pelajari" kata Ved....
..." … dan kemungkinan kalau aku bisa mati dengan sangat cepat" kata Ved....
... Terasa lagi....
... Terasa lagi rasa sakit di setiap bagian sendi di dalam tubuhnya ditambah lagi rasa sakit tulang bagian dalam yang seakan remuk setiap bagiannya di menit-menit terakhir....
... Menelepon sahabatnya....
... Ponselnya diambil dari dalam ...
...saku celana jeans hitamnya itu dibagian depan sebelah kanan....
..."Aku merasakan seseorang menerima sebuah mantra kematian" kata Jarrel....
... Datar....
... Menanggapi informasi dengan kenyataan yang didapat bahwa orang itu adalah sahabatnya sendiri....
..."Ved!" panggil Jarrel....
..."Kau masih hidup kan?" tanya Jarrel....
... Dengan usaha yang sangat keras....
..."Ya" jawab Ved....
... Suara rileks....
..."Aku kira … " kata Jarrel....
... Suara kesakitan dengan rasa sakit yang dimiliki berusaha bersikap seperti biasa....
..."Aku belum mati" kata Ved....
... Obrolan keduanya sudah berakhir diakhiri oleh Jarrel....
... Jarrel....
... Dia berada disebuah bangunan cukup tinggi yang hampir selesai dibangun didekat tempat tinggal Callie....
... Mengawasi lingkungan sekitar untuk mencari sesuatu yang bisa memberikan ciri sebagai tanda bahaya yang bisa saja datang kapan saja....
... Dia duduk dengan wine yang diminum dari dalam botolnya langsung meneguknya beberapa kali terlihat belum terlalu mabuk dalam tiga tegukan secara bertahap sambil duduk disana dengan pakaian berlapis menahan angin malam....
..."Siapa yang sudah mendapatkan mantra itu?" tanya Jarrel....
..."Aku tidak melihat tanda-tanda aneh terjadi terhadap Callie" kata Jarrel....
..."Apa aku seorang stalker?" tanya Jarrel. ...
..."Aku hanya melihat pemandangan di malam hari di atas rumahku sendiri" kata Jarrel....
... Merasa aneh dengan suasana yang tidak menyenangkan ini ketika semua pertanyaan yang diajukan oleh nya disambut oleh rekan sesama Blacwhe disambut dengan lebih ramah....
__ADS_1
... Jarrel menghilang tepat ketika seseorang membuka tirai jendela kamarnya untuk melihat situasi di luar rumah dari lantai dua kamar dengan desain dominasi kayu....
... Dia dengan gaun putih berenda bebungaan berlengan pendek dengan rambut lurus tergerai jatuh ke bawah dengan lembut menyeka sedikit dari arah wajah ke belakang telinga sebelah kanan....
... Masih orang yang sama....
..."Aku rasa tadi ada salah satu bangsa Blacwhe di sekitar sini" kata Owen....
..."Apa ini hanya perasaanku saja?" tanya Owen....
... Selesai memeriksa bagian luar rumah dari atas kamar lalu menutup kembali tirai kamarnya beranjak pergi melewati pintu terkunci dari dalam terbuka oleh gadis ini setelah pergi ke arah dapur untuk mengambil sesuatu....
... Dinding pelindung yang dibuat oleh Jarrel telah berhasil dibuat sejak ia berada disana yang disiapkan untuk berjaga-jaga ketika Jarrel pergi....
... Sesuai dugaan dari Callie salah satu dari bangsa Blacwhe memang berada di sana selain Jarrel yang baru saja pergi. Dia seperti bayangan hitam berdiri di salah satu bangunan tinggi yang berjarak lima puluh meter dari arah rumah Callie terus mengawasi pergerakan dari apa yang dilakukan oleh gadis ini seperti melihat bayangan polaris biru menembus dinding rumah gadis ini seperti yang sedang dilakukannya sebelumnya belum berhenti....
... Berbalik ke arah dimana salah satu bangsa Blacwhe itu melihat ke arahnya tepat akan menatap matanya secara tidak langsung tanpa disadari sedang dilakukan oleh Callie....
... Bangsa Blacwhe itu segera menyadari kalau keberadaannya bisa ditemukan oleh salah satu bangsa manusia langsung mengubah diri dalam mode tidak terlihat lagi seperti beberapa menit yang lalu akan tetapi tetap disana terus mengawasi Callie....
... Satu botol air dari dalam kulkas baru saja diambil setelah itu membuka penutup botolnya lalu diminum dalam satu tegukan sambil melihat ke arah luar jendela dengan tirai sedikit terbuka....
... Berbicara di dalam isi kepalanya sambil meneguk air mineral dari dalam botol lagi....
..."Aku hanya perlu diam dan mengabaikannya saja" kata Callie....
..."Aku pikir dia bukan Hoshie" kata Callie....
..."Dia tidak akan mengikutiku seperti dulu" kata Callie....
... Membawa air dalam botol menuju ke dalam kamar....
... Melewati pintu kamar yang terbuka lalu menutup dan mengunci kembali dari dalam....
... Menaruh air dalam botol yang dia bawa diatas meja dekat tempat tidurnya di sebelah kanan ranjang yang menghadap ke arah selatan menghadap meja rias minimalis serba putih....
... Menarik selimut dan bergegas untuk tidur kembali....
... Melihat waktu di layar ponsel pukul berapa sekarang....
..."Ini hampir setengah dua pagi" kata Callie....
... Ved menelepon nomor Callie....
... Dia melihat layar ponsel yang menyala akibat panggilan telepon dari seseorang....
..."Ved" kata Callie....
... Tersambung....
..."Ya. Ada apa?" tanya Callie....
..."Bisa tolong aku?" tanya Ved....
..."Apa yang bisa aku bantu?" tanya Callie....
... Ved meminta tolong Callie untuk menjadi perwakilan dirinya sebagai pemilik usaha cafe nya yang baru yang akan dibuka besok pagi....
..."Aku bersedia membantumu tapi apa kau sedang tidak baik-baik saja?" tanya Callie....
... Suara serak seperti orang yang sedang batuk....
..."Aku … " jawab Ved....
..."Aku hanya sedikit kurang enak badan. Bisa kau tolong aku kan?" tanya Ved....
..."Oke. Aku akan membantumu besok" jawab Callie....
... Ini pertama kalinya seorang Callie menghubungi nomor ponsel seseorang dan itu adalah Jarrel. Namun, setelah dipikir ulang tindakannya ini akan berdampak lain yang jelas bisa membuat kesalahpahaman diantara keduanya terlebih Ved adalah sahabatnya....
... Memegang ponsel bersandar di tempat tidur dengan pandangan lurus ke cermin rias....
..."Aku tidak boleh memberi kabar kepada Jarrel. Ini belum waktunya untuk sedikit terbuka kepada orang lain selain Ved" kata Callie....
..."Pasti sudah terjadi sesuatu dengan orang itu" kata Callie....
... Mengirim pesan kepada Jarrel....
... Menggunakan ponsel milik Owen....
..."Aku tadi mendapat telepon dari Ved. Cobalah kau datang dan periksa bagaimana kondisinya sekarang" ...
... Terkirim....
... Di read dalam beberapa detik selanjutnya....
... Di tempat bermain bilyard....
... Mereka belum pada tidur kecuali Oryn yang sudah tertidur duduk di sebelah kiri Hoshie....
... Iseng....
..."Aku ingin tahu alasanmu tak memperkenalkan gadis itu kepada kami?" tanya Crew....
... ...
... Belum menjawab pertanyaan itu....
... Ikutan iseng....
..."Dia memang sedang benar-benar jatuh cinta" kata Sky....
..."Sudah. Tak bisa ditanya lagi, itu sudah sangat jelas" kata Crew....
... ...
... Jujur....
..."Katanya, dia cuma mau ketemu sama aku nggak mau yang lain" kata Hoshie....
... Antusias....
..."Itu maunya kamu" kata Sky....
... Percaya diri....
..."Sudah pasti" kata Hoshie....
... Menoleh....
__ADS_1
... Crew dan Sky yang sedang minum lalu Crew menunjuk ke arah Hoshie....
..."Don't believe him" kata Crew....