Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 146: Sulit untuk percaya.


__ADS_3

...Chapter 146: Sulit untuk percaya....


... Sulit untuk percaya....


..."Apa alasanmu memilihnya dan meninggalkan pria tampan tadi?" tanya Jeje....


..."Aku berkata benarkan. Gan memang lebih keren daripada kakak tadi" kata Murid baru....


... Akhirnya, dia angkat bicara....


..."Berhenti menjadikanku sebagai tumbal" kata ketua kelas....


... Dia dan tawa sinisnya itu....


..."Kau memang pantas dijadikan tumbal" kata Yellow....


... Ketika si polos mengambil alih perkara yang diperdebatkan oleh dua gadis di dekatnya ini....


... Memegang bawah dagu ketua kelas mereka....


..."Coba kulihat" kata Jeje....


... Yellow dan murid baru agak terkejut dengan tindakan Jeje....


..."Apa?" tanya Gan....


..."Murid baru benar. Kau jauh lebih tampan" kata Jeje....


... Tatapan menakutkan untuk si gadis polos....


..."Lepaskan!" perintah ketua kelas....


... Jeje melepaskan tangan kanannya dari bawah dagunya....


..."Sorry" kata Jeje....


... Dia pergi setelah mengantarkan minuman kepada ketiga remaja putri ini....


... Dengan apron hitam dia kembali bekerja....


... Mereka dengan rencana mereka belajar bersama membahas beberapa tugas sekolah terutama untuk murid baru yang juga harus beradaptasi dengan mata pelajaran yang ia terima sebagai siswa baru disekolah....


... Dashie melewati ketiganya duduk disana dimeja disebelah kanan ketiga remaja ini....


... Beberapa menit kemudian....


... Ketua kelas datang menghampiri dengan senyum ekstra ramah kepada wanita yang menjadi pusat perhatian ketiga teman sekolahnya itu....


..."Hanya ini. Ada yang lain?" tanya Gan....


..."Ya" kata Dashie....


... Dashie memberikan beberapa kotak berisi coklat dari sepuluh kotak yang ia bawa dari persediaan di toko sesuai apa yang dikatakan oleh ibunya untuk memberikannya kepada para karyawan cafe milik kakaknya....


... Ketua kelas menerima semua coklat itu....


..."Itu kan mereka coklat yang terkenal di kota ini" kata Yellow....


..."Ya. Benar, ibuku juga sering membelinya" kata Jeje....


... Strawberry horchata....


... Dia selesai dengan minuman yang ia minum tidak berhenti dengan fokusnya beberapa saat kepada wanita yang berambut merah muda dengan setelan kemeja hitam crop dan rok pendek hitam diatas lutut....


... Dia melihat sepatu sport yang digunakan Dashie yang berwarna putih....


... Murid baru ini seakan berada dalam situasi yang tenang disaat semua masalah yang ada tapi hilang begitu saja disaat melihat sosok ini....


..."Aku menyukai wanita ini" kata Murid baru....


... Kedua teman mereka yang sedang memakan mango pudding tersedak spontan dengan cara pikir teman baru mereka ini....


..."Aku tidak tahu apa isi kepalanya" kata Yellow....


..."Ini lebih dari pendapatnya tentang ketua kelas kita" kata Jeje....


..."Setuju!" kata Yellow....


... Tak berapa lama makanan yang mereka pesan datang dengan orang yang sama juga yang mengantar pesanan kepada mereka....


... Dia dengan sigap sudah ahli melayani para pengunjung di tempatnya bekerja. Satu persatu makanan ditaruh diatas meja tapi ada hal lain yang membuatnya mengikuti fokus murid baru teman satu kelasnya itu....


... Jari telunjuk mendorong menyentuh dahi Murid Baru....


..."Kau sedang apa?" tanya Gan....


... Tersadar....


..."Ahhh. Aku, ehh Gan. Dia siapa?" tanya Murid baru....


... Dia menjawab dengan meninggalkan sebuah teka-teki....


..."Kenapa?" tanya balik Gan....


... Selesai melakukan obrolan yang sangat singkat ini ia kembali dengan pekerjaan lain tidak menjawab pertanyaan yang mungkin akan ia dapat dari temannya ini....


... Sambil makan puding dan juga mendengarkan penjelasan dari Jeje yang juga diperhatikan penjelasan yang ia terangkan tentang salah satu mata pelajaran oleh Yellow. Sesekali murid baru itu tetap dengan salah satu fokusnya kepada Dashie yang sedang melihat laporan hasil penjualan dari cafe hari ini....


...Dia mulai dengan cara berpikirnya yang tidak terduga....


..."Andai aku terlahir sebagai pria. Aku akan memilihnya sebagai pacarku" kata Murid baru....


... Ide yang juga datang dari salah satu kedua teman barunya....


..."Tak perlu terlahir kembali. Sekarang saja" kata Yellow....


... Jeje yang geleng-geleng kepala mendengar dua orang yang mulai dengan cara unik mereka melihat dunia....


... Menjawab jujur....


..."Benarkah?" tanya murid baru....


... Dia yang langsung akan mempraktekkan saran dari salah satu teman barunya....


... Rio tiba-tiba datang duduk didepan wanita yang akan dihampirinya....


... Dia seperti langsung merubah mood orang lain dalam sekejap tak ada hal lain yang bisa ia lakukan....


... Kedua tangan menyilang ke atas ia melihatnya raut wajah cemas dengan mengarah kepada dua orang yang ia maksud adalah Dashie dan Rio....


... Yellow mendapatkan kode dari ketua kelas mereka dari arah pintu masuk bagian dalam cafe yang merupakan area dapur....


... Menarik kedua temannya ini dengan sedikit kata-kata yang sudah seharusnya ia sampaikan menunjuk ke arah Gan yang masih memberikan kode....


... Mereka melihat kode dari ketua kelas....

__ADS_1


..."Kita jangan melihat ke arah mereka. Bahaya" kata Yellow....


... Mematuhi apa yang dikatakan oleh ketua kelas....


... Perang dingin dimulai....


... Dashie yang enggan lagi berurusan dengan mantan kekasihnya yang membuatnya ingin melempar gelas di depannya sekarang kepada Rio....


... Dia tak sengaja melihat mantan kekasihnya yang ada di dalam cafe yang juga diketahui sebagai cafe milik kakak dari wanita yang pernah ia sayang....


... Jari telunjuknya menyentuh bibir Dashie....


... Dia langsung menghindar tidak ingin hal itu berlangsung lebih lama dengan raut wajah malas untuk meladeni orang yang membuat hidupnya terusik....


... Kembali melihat laporan penjualan cafe....


... Keduanya belum saling melakukan interaksi dengan kata-kata dan Rio belum ingin menyerah dengan apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan hati mantan kekasihnya itu lagi....


... Dia dengan lip tint warna Ruby tipis digunakan di bibir kecilnya....


..."Aku suka warna lipstik mu hari ini" kata Rio....


... Dia tetap Rio yang selalu mempesona sebagai pria tanpa harus banyak kata sudah bisa membuat wanita tertarik adalah hal yang tidak mustahil....


... Jaket hitam dengan dua kalung panjang melingkar di lehernya. Pria dengan kaos hitam dan juga celana jeans hitam datang terdengar langkah kaki sepatu sneaker putih yang terhenti tepat di sebelah kursi sebelah kiri Dashie....


... Melihat ke arah Hoshie....


..."Kau sedang apa?" tanya Dashie....


... Dia langsung memeluk Dashie dari arahnya sekarang....


... Dashie terkejut tapi tidak mungkin ia menolak pelukan dari Hoshie didepan banyak orang....


... Dia tidak sedang berpura-pura dengan tindakan yang ia lakukan kepada Dashie....


..."Kesayangan ku" kata Hoshie....


... Melepas pelukannya dari Dashie....


... Dia meninggalkan kesan penuh cinta kembali kepada orang yang baru ia peluk itu....


... Duduk di sebelah kiri Dashie....


... Rio kembali dengan dirinya yang mereka tidak lupa....


..."Kau memang seperti ini" kata Rio....


... Hoshie mengambil satu buah berry milik Dashie dari atas piring dengan garpu....


... Memakannya perlahan sambil melihat ke segala arah didalam ruangan cafe....


..."Aku tetap suka dia" kata Hoshie....


... Saling melihat satu sama lain antara Hoshie dan Rio....


... Kini lebih saling menekan....


..."Kau juga menyukai hal itu. Apa kau lupa?" tanya Hoshie....


..."Simpan nasihat itu untukmu sendiri!" kata Rio....


... Hoshie yang mulai emosi dengan apa yang sudah Rio mulai untuk memicu pertengkaran di pertemuan ini tangan Dashie menahan tangan Hoshie yang sudah siap untuk menghajar orang yang membuatnya kesal....


... Amarahnya meredam seketika ketika Dashie mengatakan hal itu tidak perlu ia lakukan hanya saja kata-kata yang tidak jauh berbeda dengan pertengkaran di tempat permainan golf tempo hari masih membuatnya terus mengingat bahwa ia tidak bisa membiarkan hal itu mudah untuk dimaafkan....


... Mungkin akan terasa aneh jika seseorang merasa ini membuat iri dengan seseorang yang melihat kemesraan yang terlihat oleh keduanya tapi itu dirasakan oleh Rio secara tidak sadar ia mulia terkalahkan dengan ketulusan yang diberikan oleh seorang Hoshie....


..."Apa karena dia lebih kaya dariku. Jadi, kau lebih memilihnya?" tanya Rio....


... Dashie seakan benar-benar malas jika terus menanggapi orang yang ada di depannya sekarang....


... Diam tanpa komentar untuk Rio....


... Hoshie dengan santai mewakili apa yang harus ia lakukan untuk membela Dashie kepada orang seperti Rio ini....


... Dia bersandar di bahu Dashie sambil melihat ke arah pekerjaan yang sedang dikerjakan oleh orang yang berada di dekatnya sekarang....


... Rio yang sudah mendapatkan sebuah kode dari Hoshie bagaimana harus ia bersikap dan lakukan langsung pergi tanpa meminta izin kepada mereka yang ada di depannya yang sudah membuatnya kesal....


... Pria bersetelan formal itu pergi dari hadapan Dashie dan Hoshie....


... Dua puluh detik kemudian setelah Rio pergi....


..."Aku ingin tetap seperti ini" kata Hoshie....


... Dia tidak bisa berpura-pura sangat merindukan Dashie....


..."Sebentar saja" kata Hoshie....


..."Aku merindukanmu" kata Hoshie....


... Dashie sudah selesai dengan pemeriksaan laporan penjualan dari cafe....


... Menaruh dokumen itu di sisi kanan bagian kursi panjang di bagian atas tas silver ransel miliknya itu....


... Dashei merasakan seseorang yang sedang kembali mengalami demam yang cukup tinggi....


... Mengambil termometer dari dalam tas ranselnya....


... Memberikan termometer itu memasukkannya di mulut Hoshie....


..."Sebentar" kata Dashie....


... Menunggu beberapa menit....


... Menyentuh dahi Hoshie yang sangat panas....


..."Ayo kita pergi kerumah sakit" ajak Dashie....


... Dia menjawab manja kepada orang yang ia sayang....


..."Tidak mau" kata Hoshie....


... Dashie sudah tahu pasti ini respon yang akan ia terima dari orang yang tanpa perlu dijelaskan lagi bahwa ia sedang sakit....


..."Lihat suaramu saja sudah beda" kata Dashie....


... Kedua matanya terpejam....


..."Tidak mau" kata Hoshie....


... Perhatian kepada Hoshie....


..."Tidak mau?" tanya Dashie....

__ADS_1


... Mengangguk pelan lembut....


..."Ehmmm" jawab Hoshie....


... Mengambil termometer yang ada di mulut Hoshie....


... Dia melihat sudah tiga puluh delapan derajat Celcius suhu tubuh yang ada dalam diri Hoshie....


..."Aku tidak mau kerumah sakit tapi aku hanya butuh kamu" kata Hoshie....


... Dia membuka mata ketika Dashie mencoba menyandarkan Hoshie di kursi yang mereka duduk saat ini....


... Mengambil beberapa lembar tisu dari dalam tasnya lalu mengusap keringat yang datang terlihat dari beberapa bagian pelipisnya....


..."Disini juga" kata Hoshie....


... Menunjuk ke pelipis sebelah kiri dirinya sendiri....


... Berhenti sesaat ketika masih mengusap keringat dari sisi pelipis kepala bagian kanan pria yang sedang sakit ini....


... Lanjut mengusap keringat di pelipis sebelah kiri....


..."Ayo kita pergi kerumah sakit" kata Dashie....


... Dia masih sempat bersikap manja kepada Dashie....


..."Aku tidak mau. Aku tidak suka rumah sakit" kata Hoshie....


..."Biasanya kau pergi kerumah sakit sendiri tanpa mengatakan padaku" kata Dashie....


... Menatap Dashie....


..."Kali ini aku tidak akan melakukannya lagi" kata Hoshie....


... Menghentikan mengusap keringat yang ada di beberapa bagian pelipisnya....


... Memberikan satu bungkus tisu kepada Hoshie....


... Tanpa sebuah kata yang mengartikan dia harus melakukannya sendiri....


... Hoshie melakukannya sendiri sambil melihat ke arah Dashie yang terlihat kembali tidak ingin mengungkapkan isi hatinya yang masih sedih....


..."Apalagi?" tanya Hoshie....


..."Kau boleh memarahiku atau memukul ku jika itu membuatmu bahagia" kata Hoshie....


..."Dia sudah pergi dan aku disini" kata Hoshie....


... Mengalihkan pembicaraan....


..."Kau sudah makan?" tanya Dashie....


..."Sudah" jawab Hoshie....


... Meraih tangan kanan Hoshie lalu memberikan obat penurun demam kepada Hoshie yang ia buka dari tablet langsung dibuka di depan Hoshie bungkus dari obat yang ia berikan....


... Dia sudah siap membuka tutup botol air mineral di tangan....


... Membuka tutup botol lalu menunggu Hoshie yang belum meminum obat yang ada ditangan kanannya itu....


..."Kau tidak minum obatnya?" tanya Dashie....


... Patuh....


..."Aku minum" kata Hoshie....


... Dia meminum obat yang Dashie berikan dengan air mineral dari tangan wanita yang ada di dekatnya sekarang....


..."Terima kasih" kata Hoshie....


... Hoshie menaruh air mineral yang ada dalam botol diatas meja dekat buah berry di atas piring milik Dashie lalu menutupnya kembali dengan tutup yang sama yang ia ambil didekat piring yang berisi buah berry....


... Mengetuk meja dengan jemari tangan kanan....


... Dia melihat Dashie yang belum lagi mengucapkan beberapa kata lagi....


... Dia mulai cemas....


... Melirik kepada Dashie lagi tapi dia masih seperti semula tidak mau mengajaknya bicara lagi....


... Didalam hati Hoshie....


..."Berapa lama lagi ini akan bertahan?" tanya Hoshie....


..."Astaga. Ternyata seperti ini jika seorang wanita sedang sedih" kata Hoshie....


... Sadar diri....


..."Berarti dulu aku sangat jahat kepada wanita" kata Hoshie....


..."Dashie saja langsung tak mau banyak bicara bagaimana dengan mereka?" tanya Hoshie....


... Hoshie yang tidak ingin kesedihan terlalu bertahan didalam kehidupan orang yang ia sayang....


... Menunggu beberapa detik sudah terlewati lalu beberapa menit hingga akhirnya ia tidak tahan lagi tapi dia juga berpikir jika ia memaksanya untuk langsung semangat lagi itu juga bisa saja dia sama dengan para pria brengsek yang hanya memanfaatkan kesempatan bagus di momen yang sangat tepat untuk merayu wanita....


... Jadi serba salah mau ngomong apa juga bagaimana harus ia bertindak untuk menghibur orang yang sedang patah hati....


... Didalam hatinya....


..."Aku harus tahu bagaimana rasanya patah hati. Baru bisa tahu cara mengatasi hal ini" kata Hoshie....


... Hoshie yang hanya berpikir untuk melakukannya tanpa sebuah ekspektasi akan berhasil menghibur orang yang ada di dekatnya ini....


... Buah berry yang ia dekatkan lagi kedepan Dashie....


... Mendekat....


... Dia dengan siku tangan kirinya lalu menyanggah kepala bagian sisi kiri dengan telapak tangan sambil memandang wajah Dashie....


... Satu buah berry ia ambil lalu memakannya sambil melihat ke arah Dashie....


... Dia belum merespon senyum penyemangat yang diberikan oleh Hoshie....


... Satu buah berry ia ambil lagi kemudian disantap kembali begitu seterusnya hingga buah berry yang ke lima....


..."Hentikan itu. Kau membuatku salah tingkah" kata Dashie....


... Dia memberikan satu buah berry kepada Dashie....


... Menerima buah berry yang diberikan oleh Hoshie dalam satu suapan....


..."Jangan sedih lagi. Aku tidak ingin melihatmu seperti ini" kata Hoshie....


... ...

__ADS_1


... ...


__ADS_2