
...Chapter 121: Dinner....
..."Kau tetap percaya dengan pembunuh itu"...
...Dashie melihat ke sekeliling dari jalanan yang ramai oleh para pejalan kaki dengan segala urusan mereka ramai terlihat dari dirinya ada disana sedang menunggu bus datang....
..."Kau ingin terus bersama dengannya maka kau akan mati cepat atau lambat"...
...Dia dengan suara menggema tapi gadis ini merasa hanya dirinya yang mendengar suara misterius itu. Semua seperti berjalan dengan normal tak ada hal aneh apa lagi rasa takut yang sedang dialami oleh Dashie dengan suara-suara yang begitu mengerikan yang didengarnya kembali oleh orang-orang disekitar....
..."Kau pasti ingin tahu siapa diriku"...
..."Kau akan segera bertemu denganku"...
...Suara itu lenyap diantara banyak suara orang-orang juga kendaraan yang ada disekitar Dashie....
...Dia melihat jalanan yang dilalui oleh banyak kendaraan dengan toko toko yang berdiri saling menawarkan barang yang mereka jual yang berada dalam etalase....
...Dunia yang ia rasakan sunyi lengang diantara keramaian itu yang dirasakan oleh Dashie....
..."Mengapa aku?" kata Dashie....
...Tatapan kosong itu ada lagi didalam diri gadis ini....
...Waktu seakan berjalan dengan sendirinya tanpa campur tangan dirinya yang memutuskan untuk berhenti dari segala aktivitas menyibukkan diri....
...Masih tetap disana dengan apa yang ia lihat tapi ia tetap merasakan hal yang tidak biasa ada didalam dirinya yang merasa asing dengan dunia yang ia jalani....
...Ingin segera pergi berlari sejauh mungkin tanpa seorangpun yang ia kenal bisa menemukan pemikiran ini seakan terlintas ada didalam diri....
...Dia ada disebelah kanan Dashie....
..."Kau ingin mengakhiri semua ini?"...
...Kali ini seorang wanita terdengar berbicara kepadanya dengan jarak cukup dekat terdengar sengaja mengajaknya untuk bicara....
..."Ini belum terlambat. Lakukanlah"...
...Dia berkata seakan mengetahui apa yang akan dilakukan oleh gadis disebelah kirinya itu....
...Dashie yang sadar belum ingin mengakhiri semua yang ia jalani....
..."Kau siapa menyuruhku untuk mengakhiri hidupku" kata Dashie....
...Tawanya terdengar seperti diantara keduanya begitu akrab sudah saling mengenal lama....
..."Jika kau tidak diberhasil dilenyapkan maka pilihanmu cuma satu"...
...Suaranya semakin berbisik terdengar ditelinga Dashie....
..."Mati"...
...Dashie menggeser posisi dimana dirinya berada saat ini....
...Melihat ke arah sebelah kanan dengan tak terlihat tanda-tanda orang lain ada disana selain dirinya dengan orang-orang yang juga sedang menunggu bus di tempat perhentian bus sedang mengobrol juga dengan aktivitas mereka sendiri....
..."Orang lain akan menganggap ku apa jika terus seperti ini" kata Dashie....
...Fokus dengan menunggu bus lagi....
...Hoshie masih memperhatikan dari jauh Dashie yang sedang menunggu alat transportasi publik ditempatnya saat ini dengan jarak tiga puluh langkah kaki memandang untuk memastikan Dashie tetap selamat....
..."Apa yang dia lakukan?" tanya Hoshie....
..."Dia seperti sedang mencari sesuatu" kata Hoshie....
...Dashie dari arahnya berdiri sedang menunggu bus melihat ke arah Hoshie dengan tatapan mata yang belum berubah mengubah dirinya untuk mengurungkan menghubungi nomor ponsel gadis yang sedang melihatnya sekarang dengan ponsel siap memanggil....
...Satu motor matic berwarna kuning datang....
..."Kak Dashie!" sapa Po....
...Dia dengan wajah yang tidak asing diingat kembali dengan siapa orang yang baru saja mengajaknya bicara....
...Dia berhenti dipinggir jalan masih dengan helm putih yang ia pakai....
..."Ikut denganku. Kakak mau kemana akan aku antar?" tanya Po....
..."Kau pacarnya Nawa kan?" tanya balik Dashie....
...Wajah itu tetap sangat ceria dan cantik....
...Sedikit malu-malu....
..."Begitulah" jawab Po....
..."Beneran ini mau kemana. Aku antar?" tanya Po....
...Dia langsung saja menarik Dashie agar mau naik di motornya....
..."Eh" kata Dashie....
...Po memakaikan helm kepada wanita yang tiga tahun lebih dewasa dari usianya sekarang....
..."Ayo kita pergi!" kata Po....
...Dashie pergi bersama dengan Po lebih tepatnya mereka saling bertanya akan pergi kemana....
...Hoshie melihat sendiri kemana dan dengan siapa wanita yang ia sayang pergi....
...Kepada diri sendiri....
..."Apa aku juga akan marah jika ia pergi dengan Po?" tanya Hoshie....
...Dia melihat semakin jauh Dashie pergi membonceng motor Po....
..."Apa yang sedang kupikirkan saat ini?" tanya Hoshie....
...Po yang sedang berkendara melakukan perjalanan untuk sampai di tempat yang akan mereka tuju bersama tapi sebenarnya itu tempat tujuan kemana Dashie ingin pergi kalau Po ikut saja....
...Po ingin bertanya sesuatu tapi jalanan sedang sangat ramai banyak pengendara roda dua juga kendaraan pribadi juga menggunakan jalan yang mereka gunakan....
..."Nanti pas sampai disana saja ceritanya" kata Po....
__ADS_1
...Agak mulai sesak untuk menyalip sehingga Po mencari cara agar bisa berkendara lebih berhati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan ketika sedang dalam kondisi seperti ini....
...Jalan yang ia lewati bersama dengan Dashie sudah mulai tidak dipadati oleh banyak kendaraan....
..."Maaf telah merepotkan mu" kata Dashie....
..."Tidak juga. Santai saja" kata Po....
...Membutuhkan waktu lima menit untuk sampai disebuah pusat perbelanjaan....
...Mereka menuju area tempat parkir....
...Melewati banyak kendaraan yang sudah terparkir disana juga melewati beberapa kendaraan pribadi yang berbaris di bagian area parkir khusus mobil....
...Po melewati itu lalu memarkirkan motornya di tempat parkir khusus kendaraan roda dua sesuai aturan dari pihak tempat pusat perbelanjaan modern yang mereka datangi....
...Motor berhenti lalu mesin dimatikan setelah itu Dashie turun dari motor segera melepas helm yang ia pakai di kepalanya saat ini....
...Motor sudah terparkir lalu Po turun dari motor lalu juga melepas helm....
...Po menaruh helm di atas motor....
..."Terima kasih" kata Dashie....
...Dia memberikan helm milik Po kepada pemiliknya....
..."Sama-sama" kata Po....
...Mereka berdua berencana untuk pergi ke suatu tempat yang ada berada didalam pusat perbelanjaan yang mereka datangi....
...Berjalan beriringan diantara para pengunjung yang lain....
...Menunggu didepan pintu lift....
...Po yang sedang melihat layar ponsel sambil mengirim pesan kepada seseorang....
...Selesai mengirim pesan lalu melihat ke arah Dashie juga ke sisi lain secara hati-hati....
...Saling melihat satu sama lain juga memberi senyum ramah sebagai cara mereka berkomunikasi....
...Pintu lift terbuka....
...Menerobos dua orang wanita dari arah belakang....
...Dashie dan Po agak terkejut....
...Dua ibu rumah tangga masuk kedalam dengan salah satu sambil menggandeng anak kecil yang kemungkinan bisa dibilang putra dari ibu yang memakai dress kuning berlengan pendek dengan panjang gaun dibawah lutut memakai tas hitam dan ibu yang satunya lagi dengan dress putih berlengan dan panjang selutut membawa tas berwarna coklat....
...Salah satu dari keduanya memencet nomor lantai yang akan mereka tuju dan itu adalah nomor lantai yang juga akan mereka tekan....
...Tujuan yang sama....
...Menunggu sampai lift sampai terbuka....
...Hening dalam bisik bisik dua orang yang berbicara dibelakang mereka berdua....
..."Ada apa?" tanya Po....
..."Aku tahu. Sudah dulu yah, aku ada janji" kata Po....
...Melirik Dashie melihat kekasih dari Nawa ini. Dia agak sedikit tersenyum ketika mendengar penjelasan dari Nawa tentang dirinya yang sedang sibuk....
..."Itu Nawa?" tanya Dashie....
..."Iya. Dia selalu dengan buku-bukunya" kata Po....
..."Ok" kata Dashie....
...Meski ia tidak tahu bagaimana sifat dari Nawa secara langsung tidak seperti orang lain yang ia maksud adalah Hoshie, tapi dilihat dari perubahan remaja laki-laki itu kini jauh lebih teratur sesuai apa yang diceritakan oleh Hoshie....
...Dia kembali dengan realita yang ia tahu tentang sifat seseorang yang ia takuti juga bisa menjadi sebuah karakter....
..."Untuk apa aku mengingat orang itu" kata Dashie....
...Po sedikit mendengar gumaman lirih yang terucap dari lisan Dashie....
..."Siapa yang sedang kau bicarakan?" tanya Po....
...Mencegah menimbulkan sebuah masalah yang tidak perlu untuk diketahui oleh gadis remaja didepannya itu....
..."Lupakan itu. Aku tadi sedang asal bicara saja" kata Dashie....
...Po mengangguk pelan menyetujui saran dari wanita yang ia panggil sebagai kakak itu....
...Pintu lift terbuka....
...Mereka keluar dari dalam lift lalu disusul kedua ibu rumah tangga dan satu anak kecil dibelakang mereka....
..."Ikat rambutmu lucu sekali. Beli dimana?" tanya Dashie....
..."Ini" kata Po....
...Memegang pita rambut berwarna merah gelap yang ada mengikat rambut dikepala....
...Ramah menjawab pertanyaan dari Dashie....
..."Aku buat sendiri" kata Po....
..."Sungguh, ini keren. Bisakah, aku memiliki satu" kata Dashie....
...Dia malu-malu....
..."Tapi, aku tak yakin dengan karyaku. Apakah bisa sesuai selera kakak?" tanya Po....
..."Tentu. Buatkan sepasang dengan warna yang sama. Seseorang pasti suka dengan karyamu ini" kata Dashie....
..."Baiklah. Aku akan membuatnya tapi aku belum memiliki nomor ponsel kakak" kata Po....
...Mereka berdua saling bertukar nomor ponsel satu sama lain....
...Menyimpan nomor ponsel....
..."Sudah. Nanti, kabari aku kalau karya cantikmu sudah jadi" kata Dashie....
__ADS_1
...Po yang juga sudah menyimpan nomor ponsel Dashie....
...Semangat....
..."Siap!" kata Po....
...Dashie melihat sebuah cafe yang pernah juga didatangi oleh Po bersama dengan Rumy yang juga pada saat itu ada seseorang yang merupakan kakak laki-laki dari orang yang ada berjalan menuju tempat yang sama bersama dengan remaja putri ini....
...Dashie yang langsung masuk ke dalam cafe menggandeng Po....
..."Kau duduk disini sebentar. Aku akan segera kembali" kata Dashie....
...Po yang patuh duduk disalah satu meja cafe yang terlihat ramai oleh para pengunjung....
...Tiga menit berlalu datang salted caramel pretzel dibawa oleh Dashie....
..."Coba ini" kata Dashie....
..."Terimakasih" kata Po....
...Lalu dia dengan apron hitam yang dipakai kembali pergi kedalam dapur cafe bergabung dengan karyawan yang lain yang sedang bekerja....
...Po melihat ke arah lain didalam cafe....
...Dia dengan buku matanya yang lentik seperti boneka dengan bola mata bulat dengan dua lipatan kelopak mata....
...Mencicipi minuman yang dibawakan oleh Dashie barusan....
...Melihat arah jam ditangan yang menunjukkan belum banyak waktu ia habiskan didalam tempat tersebut....
...Melihat isi tasnya yang berisi beberapa buku dari pacarnya....
...Mengambil salah satu buku dari dalam tas....
..."Ya Tuhan. Apa yang ia baca selain ini" kata Po....
...Buku yang ia baca adalah sebuah buku yang mempelajari sesuatu yang seharusnya dibaca oleh para mahasiswa tapi sudah menjadi buku bacaan pacarnya yang sedang sibuk itu....
...Po membuka halaman buku yang ia ambil dari dalam tas kuning ranselnya berusaha untuk memahami isi dari buku yang ia baca....
...Sepuluh menit kemudian....
..."Ini aku yang kurang pintar atau dia yang terlalu pintar" kata Po....
..."Aku jadi insecure nanti kalau ketemu dia setelah membaca buku ini" kata Po....
...Dashie yang sedang ikut membuat sebuah makanan pesanan dari para pelanggan di dalam cafe menuruti perintah dari chef yang sedang membuat menu dari daftar menu yang harus ia buat dibantu juga oleh asisten yang bekerja disisi mereka bersama juga para karyawan lain berusaha menjaga kerjasama tim yang dibentuk oleh Xie....
...Dia dengan seragam chef hitam dengan apron hitam yang sama bentuk dan warnanya yang digunakan oleh Dashie juga karyawan yang membantu memasak di dalam dapur....
..."Kau sendirian?" tanya seorang laki-laki yang berusia sudah sekitar kepala lima....
..."Tidak. Aku bersama temanku" jawab Dashie....
...Empat menu sudah selesai dibuat lalu Dashie mengambil langkah untuk memberikan pesanan makanan itu kepada karyawan yang sudah datang baru saja untuk mengambil pesanan tersebut untuk salah satu meja di cafe....
..."Tolong. Antar di meja nomor sebelas" kata Dashie....
...Karyawan perempuan dengan seragam biru dengan rambut terikat ke belakang rapi....
..."Siap!" kata karyawan tersebut....
...Dia dengan pekerjaan yang terlihat masih harus diselesaikan yang sudah dikerjakan langsung lagi oleh Chef dan kedua asistennya setelah pesanan makanan sebelumnya sudah jadi....
...Dashie sudah tiga puluh menit di dalam dapur Cafe sedangkan untuk Po dia mulai menikmati buku yang ia baca. Dia bahkan seakan lupa kalau dia tidak datang sendirian di tempat makan tersebut....
...Dashie yang juga masih sibuk dengan banyak pekerjaan dari pesanan makanan yang harus dibuat....
...Di meja salah satu Cafe....
...Salah satu waiters menunggu dua orang pengunjung cafe memilih menu makanan....
..."Kita akan pesan apa?" tanya Owen....
..."Coba kulihat" kata Jarrel....
...Memilih beberapa menu yang akan mereka pesan....
..."Aku tertarik dengan cookie monster, kalau kamu?" tanya Jarrel....
..."Mangonada?" tanya Owen....
..."Ok. Lalu, coba kita lihat lagi" kata Jarrel....
...Memilih menu makanan yang lain yang juga tersedia didalam daftar menu....
...Jarrel menunjukkan nama menu makanan yang akan mereka pesan....
..."Ini bagaimana?" tanya Jarrel....
..."Baiklah. Aku juga mau ini" kata Owen....
...Menunjukkan menu makanan yang ingin ia pesan....
..."Tapi, ini juga. Aku sepertinya butuh banyak asupan makanan" kata Owen....
...Jarrel menyebutkan menu makanan yang ingin dipesan oleh mereka berdua kepada waiters yang sedang mendengar lalu mencatat menu makanan yang disebutkan oleh pria berpakaian casual dengan kemeja hijau tropis dan celana panjang serta alas kaki casual juga berwarna coklat bukan sepatu....
...Waiters perempuan itu sudah selesai mencatat menu makanan yang mereka pesan lalu pergi menuju dapur cafe untuk memberikan daftar menu makanan yang harus dibuat....
..."Kau suka tempat ini?" tanya Jarrel....
..."Suka" kata Owen....
...Dia sedang duduk manis dengan baju ungu lengan panjang yang ia pakai serta celana casual hitam diatas lutut serta sepatu sport hitam bertali merah....
...Dia yang sedikit salah tingkah ketika ditatap oleh Jarrel....
..."Apa aku terlihat aneh?" tanya Owen....
..."Tidak pernah" kata Jarrel....
...Merasa ada sesuatu dari jawaban yang ia dapat dari Jarrel....
__ADS_1