
...Chapter 142: Berpindah tangan....
..."Alasanku melakukan ini pada Dashie adalah … karena ayahnya menyinggung ku. Menyinggungku disaat pesta itu" kata Rio....
...Suara yang sudah ingin pulang kerumah lalu tidur....
..."Menyinggung mu. Bagaimana bisa?" tanya Jarrel....
..."Menyinggungku disaat aku dan Dashie datang dipesta bisnis ayahnya" kata Rio....
...Melihat ke arah sahabatnya itu....
...Jarrel sudah tertidur disana bersandar dibagian sofa disebelah kanan....
...Dari arah luar pintu masuk melirik dua bodyguard Jarrel setelah mendapatkan kondisi dari bos mudanya yang sudah mabuk berat mereka segera masuk dan membawanya untuk pulang kerumah sesuai yang diperintahkan oleh pimpinan mereka jika bos muda mereka mabuk dan dalam kondisi seperti ini....
...Dua bodyguard Jarrel yang lain bertugas sesuai dengan perintah dari Jarrel sebelum mabuk untuk membantu kedua orang yang ada dalam ruangan itu yaitu Rio dan temannya untuk diantar pulang. Seperti yang terlihat dari keduanya yang dibantu masing-masing bodyguard Jarrel dibawa keluar dari dalam ruangan tersebut....
...Didepan bar....
...Jarrel dengan mobil pribadi yang siap mengantar pulang kerumah bersama kedua bodyguardnya itu....
...Jarrel yang sudah berada di kursi belakang drvier sekaligus bodyguard juga satu bodyguard lagi disebelah kursi kemudi....
...Gadis itu dibantu masuk kedalam mobil bersama dengan Rio ikut bersama di mobil di kursi baris kedua....
...Rio dengan mobilnya yang dibawa oleh salah satu bodyguard Jarrel...
...Mereka pergi meninggalkan tempat hiburan malam tersebut....
...Di tempat bermain bilyard....
...Di tempat Hoshie masih menutup matanya merenungi jalan hidupnya yang rumit itu....
...Membuka kedua matanya lagi melihat jarum jam di dinding di sisi tembok bercat putih gading diruangan dengan penerang putih hangat....
..."Aku sampai lupa tentangnya" kata Hoshie....
...Dia menelepon seseorang....
...Ponsel nomor ponsel yang ia hubungi masih aktif dipukul setengah sebelas malam ini....
...Tersambung....
...Dia yang akan tertidur lagi di kursi dari salah bagian kursi tunggu untuk para calon penumpang pesawat....
...Ponselnya sudah tersambung kepada seseorang yang ia khawatirkan tentang kondisi dan keberadaannya sekarang....
...Ponselnya yang tersambung akan tetapi wanita ini teralihkan oleh seseorang dalam beberapa waktu yang tetap berjalan tapi tidak dengan hatinya yang sudah lama mati....
..."Kakak. Kau mendengarnya kan?" tanya Hoshie....
...Dia melihat seseorang sedang dengan pakaian jas yang biasa para karyawan yang bekerja disalah satu kantor di sebuah maskapai penerbangan....
...Dia bersama para staf lain yang terlihat rekan kerjanya saling mengobrol tentang pekerjaan mereka sambil bergerak pergi melewati wanita yang belum ingin melepas seseorang yang sangat ia sayang....
..."Kakak. Tidak terjadi apa-apa kan?" tanya Hoshie....
...Dia menanggapi obrolan ini....
..."Ya. Ada apa?" tanya Pax....
..."Kau masih bekerja?" tanya Hoshie....
..."Ya. Kau belum tidur?" tanya Pax....
..."Belum. Aku masih bekerja" jawab Hoshie....
...Hoshie melihat waktu yang terlihat semakin bertambah malam....
...Dia dan kekhawatiran akan sesuatu yang tidak diinginkan bisa saja terjadi kepada orang yang dia khawatirkan....
..."Berhentilah dari pekerjaanmu. Aku takut kau bisa sakit" kata Hoshie....
..."Aku menyukai pekerjaan ini" kata Pax....
...Wanita ini melihat Ren yang ia kenal yang kini semakin berubah semakin bertambah menjauh bersama rekan-rekannya menjauh dari pandangan....
..."Pakai uangku saja. Jangan seperti ini terus" kata Hoshie....
..."Kau kambuh lagi" kata Pax....
...Obrolan mereka berakhir diakhiri oleh wanita yang dihubungi oleh Hoshie....
...Dia tidak melihat Ren dia sudah hilang dari pandangannya sekarang....
...Semua baginya tak ada perubahan atau kemajuan tentang hubungan percintaan yang sudah lama berakhir....
..."Tak ada harapan lagi" kata Pax....
...Dia dengan pekerjaan untuk menjemput Presdir Jo dan putrinya yang baru saja pulang dari luar negeri untuk berlibur bersama....
...Waktu yang digunakan untuk menunggu ia gunakan lagi untuk membuka rangkuman tes psikotes yang ia pelajari sebelumnya....
...Membuka lagi buku yang ia baca duduk diantara para orang-orang disana yang memiliki kepentingan sendiri....
...Ren dari lantai atas melihat ke arah Pax kembali sesaat untuk melihatnya setelah ia juga sadar setelah melewati wanita yang tidak ia kenal itu yang terus memperhatikan dirinya ketika akan masuk kerja lagi....
..."Siapa wanita itu?" tanya Stud....
..."Apa dia juga orang yang dikenal dari Ren itu?" tanya Stud....
...Sebagai Ren baru sudah seharusnya ia beradaptasi dengan kehidupan orang yang diambil identitas milik Ren asli yang sudah pergi yang masih ia gunakan....
...Waktu yang digunakan untuk melihat Pax sudah berakhir lima menit lagi ia harus segera bekerja....
...Dia pergi lalu Pax melihat ke arah atas tempat tadi ada seseorang yang memakai identitas Ren....
...Kembali dengan latihan psikotes yang ia baca....
__ADS_1
...Stud dan dua orang rekan kerjanya itu....
..."Wanita yang kau lihat tadi sangat cantik. Apa dia pacarmu?" tanya pria berambut cepak....
...Jujur dengan jawaban yang ia berikan....
..."Aku tidak mengenalnya" kata Ren....
...Pria rekan kerjanya yang lain....
..."Dia cantik bahkan jika tidak memakai riasan" kata pria dengan potongan rambut yang sama....
...Didalam hatinya bicara....
..."Tapi, aku sudah punya Soft" kata Stud....
...Ponselnya yang dalam mode getar diambil dari saku celana hitam formalnya....
...Pria dengan kemeja putih ini melihat nama siapa yang sedang berulang kali meneleponnya terus....
..."Untuk apa dia terus menghubungi nomor ponselku" kata Stud....
...Hoshie kembali lagi menghubungi nomor ponselnya sekali lagi....
...Panggilan telepon dari Hoshie tidak ditanggapi ole Stud....
...Hoshie menelepon lagi....
...Tetap tidak dipedulikan sekali lagi oleh Stud....
...Stud kembali dikantor tempatnya bekerja....
...Di tempat tinggal Nawa sekarang....
...Dia sudah selesai dengan tugas-tugas sekolah yang baru saja ia kerjakan diatas meja....
...Memilah buku-buku yang harus ia bawa nanti disaat hari senin mengikuti pelajaran di sekolah sebagai para siswa lainnya yang biasa lakukan....
...Berbaring diatas tempat tidur dalam suasana yang cukup tenang dengan sedikit suara-suara yang terdengar dari bawah gedung yang ia tempati tapi tidak begitu mengganggu justru mengisi ruang yang terbilang sunyi....
...Dia tak mendengar tangis orang lain dari sebelah kamarnya lagi sejak satu setengah jam yang lalu....
..."Aku ingin merasakan bagaimana rasanya sedih" kata Nawa....
...Dia terlahir dengan seperti ini mungkin bisa menangis adalah keajaiban....
...Untuk diri sendiri....
..."Apa aku tidak menyukai gadis itu atau aku memang terlahir menjadi orang jahat?" tanya Nawa....
..."Dia tega sekali meninggalkan ku" kata Nawa....
..."Dia bahkan sulit ku hubungi" kata Nawa....
..."Jika ada sesuatu yang membuatnya terluka dengan sikapku ini" kata Nawa....
...Memberi jeda waktu dua detik....
..."Aku tidak tahu. Apa ini yang dinamakan patah hati?" tanya Nawa....
..."Berapa lama ini akan bertahan?" tanya Nawa....
...Ia tidak tahu apakah rasa sakit ini akan bertahan sampai kapan butuh berapa hari berapa minggu atau lebih dari itu. Dia tidak bisa memprediksi kapan semua rasa sakit yang ia rasakan akan berakhir....
...Hari senin....
...Mendung....
...Nawa baru saja tiba disekolah sedang memarkirkan motornya ditempat parkir sekolah seperti biasa....
...Disana hanya ada dia....
...Sekolah dengan aktivitas orang-orang disana....
...Para siswa-siswi lain juga mulai berdatangan berada diantara remaja laki-laki ini....
...Dia dengan pandangan lurus dagu sedikit keatas dan tas ransel hitam yang ia pakai tak ada yang berani menyapa Nawa dengan sikapnya yang belum berubah dingin sangat tidak peduli dengan sekitar ditambah lagi wajah pucatnya yang memberikan kesan segan untuk mereka mengajaknya untuk berteman....
...Berpikir tentang seseorang yang tidak ada lagi di sisinya lagi....
...Kepada diri sendiri....
..."Aku tidak mendengar suaranya lagi" kata Nawa....
..."Ya. Benar" kata Nawa....
...Lapangan sekolah ia lewati juga para siswa lainnya yang tiba disekolah menuju kelas mereka....
...Kabar mengenai pindahnya Po pasti akan segera tersebar di seluruh sekolah. Itu sudah pasti, apalagi situasi saat ini bahwa Nawa adalah siswa pindahan baru disana yang merupakan pacar barunya....
...Meski ini hanya dugaan tapi ia harus siap dengan tudingan negatif yang mengarah kepada Nawa sebagai penyebab kepindahan dari salah satu siswa di tempat Nawa bersekolah sekarang....
...Ia akan sedikit menahan segala komentar orang lain untuk sementara waktu sampai berita ini mereda dengan sendirinya....
...Dari arah anak tangga menuju ke kelas....
...Berjarak tujuh belas meter dari arah Nawa berjalan menuju ke kelas melewati batas kelas bagian depan menaiki anak tangga....
..."Dua orang sudah menghadang ku" kata Nawa....
...Dia tak mungkin kabur dengan jalan yang sudah ia pilih....
...Jalan yang tidak berubah untuk ia lalui selesai menaiki anak tangga didepan deretan kelas lalu terus ia lalui kelas-kelas itu untuk menaiki anak tangga....
...Benar apa yang diprediksi olehnya dua remaja putri menarik dirinya untuk mengikuti kemana mereka inginkan dengan tujuan yang tentu tidak jauh dari pembahasan mengapa sahabat mereka pergi bahkan tanpa memberi tahu....
..."Apa aku seperti buronan. Lepaskan!" kata Nawa....
...Kedua tangannya terlepas dari genggaman tangan yang menariknya untuk menjalani introgasi....
__ADS_1
...Introgasi dimulai....
..."Kau tidak bertindak aneh-aneh kan?" tanya Yellow....
..."Dia tidak akan pergi kalau seseorang tidak memulainya" kata Jeje....
..."Dia bukan tipe orang yang suka membuat masalah" kata Yellow....
...Nawa pergi tidak menjawab pertanyaan dari kedua sahabat kekasihnya yang telah pergi tanpa pamit untuk kembali....
...Remaja laki-laki ini tidak ingin menjelaskan apapun tentang kisah asmaranya kepada siapapun....
...Kedua remaja putri itu mengejar kembali Nawa yang sudah menjauh tiga langkah mengejarnya dengan cepat....
...Belum menyerah....
...Berbicara didepan Nawa....
..."Kau ingin kabur!" kata Yellow....
..."Katakan. Apa salahnya padamu, kita akan memaafkan mu jika itu adalah kesalahannya sendiri" kata Jeje....
...Mereka sedang dikendalikan oleh emosi membuat Nawa segera ingin menghindar dari pertengkaran yang bisa dimulai di pagi hari ini....
...Nawa pergi menerobos dua orang yang ada didepannya....
..."Minggir!" kata Nawa....
...Keduanya memisahkan diri setelah mendengar peringatan dari pacar sahabatnya yang terlihat marah....
...Wajahnya lebih pucat menakutkan terlihat tidak biasa ia terlihat seperti ini baik itu dihadapan Po sejauh mereka tahu....
...Pergi Nawa dengan tujuan yang belum berubah....
...Dia pergi menaiki anak tangga menjauh dari mereka untuk menuju ke kelas....
...Mereka tidak tahu bagaimana isi hatinya setelah ditinggal pergi oleh kekasihnya sendiri disaat ia sudah mulai menyayangi orang tersebut kini ia harus menerima bahwa orang tersebut telah pergi tanpa sepasah katapun ia terima sebagai kata perpisahan....
..."Ini salahku atau semua ini direncanakan agar semua menjadi salahku?" tanya Nawa....
...Nawa rasanya ingin menghancurkan segala apapun yang membuat dirinya seperti ini dengan mudah dikendalikan oleh orang lain....
..."Apa aku sebodoh itu hingga mereka dengan mudah mempermainkan hidupku?" tanya Nawa....
...Dia yang ingin menghancurkan semua hal yang sudah membuatnya menjadi seperti ini terkurung dalam sebuah pikiran idealisme yang sudah mengikat pola pikirnya menjadi sebuah batasan bagaimana ia harus bersikap dan bertindak tidak bisa semudah itu bertindak semaunya tanpa berfikir bagaimana dampak sebab akibat dari perbuatan-perbuatan yang bisa memuaskan kekesalannya tapi kemungkinan terburuk akan merugikan diri dan orang lain dalam jangka waktu yang tidak singkat....
...Dia masuk kedalam kelas....
...Didalam sana teman-teman satu kelasnya yang sudah datang mengisi kursi-kursi terlihat bersembunyi berbisik tetap terlihat jelas melirik ke arahnya dengan arah pembicaraan tuduhan secara tidak langsung bahwa keputusan yang diambil oleh Po adalah kesalahan yang telah diperbuat oleh Nawa....
..."Seumur hidupku. Ini kisah asmaraku yang terburuk" kata Nawa....
...Dia melihat kursi yang biasa ditempati oleh Po tanpa siapapun mungkin akan diduduki dalam beberapa hari ini....
...Dia kembali dengan komik yang ia bawa dari rumah untuk mengisi waktu luang....
...Dia dengan suara lirih....
..."Apa mereka tidak ada kesibukan lain?" tanya Nawa....
...Dia ada diseberang gedung tempatnya sekarang sedang membaca komik....
...Dia dengan permen lollipop yang ia makan mengajaknya untuk mendiskusikan hal yang sekali lagi dikatakan oleh Hoshie....
...Nawa mendengarkan nasihat nasihat itu lagi terdengar dari ponsel yang menyala terhubung kepada orang itu....
...Dia mendengarnya sesuai apa yang ia harus lakukan....
..."Kau harus ingat ini terus jika kau ingin menyelamatkan banyak orang selain gadis itu" kata Hoshie....
...Nawa belum merespon hingga kalimat itu dikatakan oleh Hoshie....
..."Ini akan sedikit membuat terbakar hatimu itu. Kuatkanlah dirimu" kata Hoshie....
...Dia menghilang dari atas rooftop gedung sekolah diseberang gedung sekolah Nawa....
...Waktu butuh sepuluh menit lagi untuk jam pelajaran pertama disekolah dimulai....
...Dia dengan tas ransel putih backpack bergaya classy hitam edisi terbatas juga terlihat dari rancangan desainer terkenal....
...Para siswa melihatnya yang bisa dibilang sebagai siswi baru....
...Dia dengan wajah bulat tapi dagunya tirus dengan poni depan serta bibir merah kecil penuh....
..."Dia akan bersaing dengan Po Sansa" kata salah satu remaja laki-laki yang melihatnya....
...Dia tanpa ragu untuk melangkah pergi melewati siswa dan siswi lain....
...Kedua tangan memegang erat tasnya lalu ia menghampiri salah satu remaja laki-laki yang kebetulan ada disana berada di lapangan sekolah sedang sibuk dengan buku buku yang ia bawa dari ruang guru....
..."Aku akan membantumu" kata siswi tersebut....
...Remaja laki-laki berkacamata minus ini dengan responnya untuk pertama kali....
...Dia mengangguk....
...Berjalan beriringan....
..."Kau siswi baru disini?" tanya remaja laki-laki itu....
..."Ya" jawab siswi baru tersebut....
...Nawa yang berada dibelakang mereka dengan buku-buku yang sama pula yang dibawa oleh ketua kelasnya....
...Dia merebut buku-buku yang dibawa oleh siswi baru itu....
..."Berikan padaku" kata Nawa....
...Kepada ketua kelas....
__ADS_1
..."Kau juga cepat ikut aku" kata Nawa....
...Buku-buku itu berpindah tangan ditangan Nawa....