Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 17: Bukan Milikku.


__ADS_3

Chapter 17: Bukan Milikku.


 Tanpa jejak dia melangkah maju juga tanpa ragu ataupun takut di malam pukul setengah tujuh tak ada seorangpun selain Callie yang sedang bekerja.


 Suasana ini kembali datang tanpa suara tapi merasa tidak bisa meremehkan waktu dan kondisi yang tenang tanpa bayangan seseorang muncul datang menghampiri Callie.


 Wajah berubah menjadi tahap waspada dengan fokus melihat sekitar.


 Memanggil seseorang yang merupakan mantan kekasihnya.


"Veer!" kata Callie.


 Orang yang ia panggil benar sesuai dugaan dari Callie.


 Veer atau Hoshie tidak terkejut jika gadis yang ada di depannya sekarang bisa mengetahui kedatangannya tanpa bayangan.


 Senyum mematikan Veer.


 Berteriak.


"Tunjukkan dirimu!" kata Callie.


 Kini Veer ada disebelah kanan Callie.


 


 Gadis ini tidak menyadari posisi dimana Veer berdiri tidak jauh dari dirinya dengan ekspresi wajah dingin ingin mengambil aura milik Callie.


 Tatapan mata kebencian hadir lagi di mata gadis ini.


 Tak ada sesuatupun sebagai tanda hadirnya mantan kekasihnya yang kembali datang.


 Veer juga tak memberikan tanda yang membuat keberadaanya bisa diketahui oleh Callie tapi hal ini sudah pernah ia alami ketika dulu masih bersama dengan gadis ini.


 Senyum mematikan lagi.


"Gadis ini masih tetap secerdas dulu" kata Veer.


 Jemari tangan Veer akan menyentuh wajah Callie lalu Callie dengan cepat menghindar dari tindakan Veer.


 Veer dengan senyum dirinya kembali akan mencoba mengambil aura milik dari Callie lalu gadis ini mundur ke arah belakang menjauh dengan tatapan semakin waspada dengan apa yang tidak terlihat belum tentu tidak ada.


 Veer mengikuti langkah kaki Callie kemana ia pergi berusaha menjauh darinya.


"Berhenti bermain main!" kata Callie.


 Dia makin ingin mengejar Callie dalam setiap langkah yang gadis ini ambil.


 Tangan kanan Veer dengan senjata yang muncul tanpa Callie bisa lihat akan menggores pipi sebelah kanan gadis ini dan darah mengalir dari sebuah pisau.


 Veer melihat ke arah perutnya.


 Pisau ditangan Callie menusuk bagian perut tubuh Veer.


 Veer memandang lagi wajah Callie.


 Berbicara tepat didepan Veer.


"Kau tidak akan mati jika aku melakukan ini" kata Callie.


 Callie menarik pisau yang menusuk seseorang yang ia anggap sebagai mantan pacarnya yang sedang mencoba mengganggu dia lagi dengan sengaja datang dan ternyata dugaannya benar wajah itu muncul kembali tepat didepan gadis ini.


 Pisau ditangan Callie sudah dengan darah milik Veer mengalir sampai di genggaman tangan erat gagang pisau yang terbuat dari kayu.


 Apa yang dikatakan oleh Callie tidak salah luka yang Veer atau Hoshie dapat darinya tidaklah seberapa luka itu hanya sebuah luka kecil tidak berdampak lebih untuk pemuda ini dan akan sembuh dengan sendirinya seperti detik detik ini mulai bergerak maju.


 Seseorang datang memanggil nama Callie.


"Callie!" kata Ibunya Jarrel.


 Segera  Veer menghilang dari hadapan Callie lalu pisau masih dengan berlumuran darah milik Veer ia sembunyikan di bagian dalam jaketnya.


 Tangan kanan ia sembunyikan di bagian belakang punggung di sebelah kanan.


 Ekspresi wajah ceria kembali untuk Callie.


 Ibunya Jarrel datang sendirian setelah membeli bahan bahan makanan di supermarket tidak jauh dari tempat tinggal sekaligus tempat usaha itu.


 Membawa bahan bahan makanan yang akan ia masak untuk besok pagi kedalam dapur lalu Callie mengambil kesempatan ini untuk ke kamar mandi untuk membersihkan darah milik Veer yang menempel di bagian tangan dan baju serta pisau yang baru saja ia gunakan untuk menahan Veer akan kembali melukai dirinya.


 Dia segera membersihkan darah darah itu dengan cepat.


"Jangan sampai dia melihat darah darah ini" kata Callie.


 Ibunya Jarrel sedang memasukkan bahan bahan makanan kedalam lemari es.


 Callie keluar terlihat oleh Jarrel yang menjadi lega setelah mendapati kalau tidak terjadi sesuatu kepada mereka berdua.


 Menghela nafas.


"Kau kenapa?" tanya ibunya Jarrel.


 Jarrel menaruh tas selempang hitam berisi laptop diatas meja toko lalu mengambil kursi kayu bercat abu abu kemudian duduk disana.


 Rasa khawatir hilang disaat ini.


"Mah, aku lapar" kata Jarrel.


 Di rumah Hoshie.


  


 Luc di depan layar laptop sibuk dengan diagram yang bergerak.


 Hoshie datang di rumahnya sendiri menggunakan wajah Hoshie tidak menggunakan wajah Veer sambil memegang perut.


 Melewati Luc yang sibuk dengan diagram saham.


 Tidak terlalu sakit luka yang ia terima dari Callie barusan akan tetapi cukup membuat banyak darah keluar dari dalam perut.


 Luc tidak terkejut.


"Kau bertarung dengan siapa kali ini?" tanya Luc.


 Naik tangga menuju kamar.


"Tidak penting" kata Hoshie.


 Melalui tangga rumah lalu masuk kedalam kamar untuk mengambil baju ganti untuk mengganti baju yang terkena darahnya sendiri.


 Empat menit kemudian.


 Hoshie keluar dari kamar dengan sweater berwarna lemon dan bawahan celana bahan coklat serta slipper boneka berwarna putih.


 Membuka satu kotak coklat.


"Ambil saja kalau kau mau" kata Hoshie.

__ADS_1


 Sambil menatap layar laptop.


"Aku sudah menghabiskan satu kotak" kata Luc.


 Hoshie menjauhkan satu kotak coklat yang baru dibuka di meja menjauh dari Luc.


 Luc mengambil satu truffle coklat milik Hoshie.


"Gadis bernama Aka itu masih hidup?" tanya Luc.


"Masih. Kenapa?" tanya Hoshie.


 Menggigit setengah buah coklat.


"Hanya penasaran saja" jawab Luc.


 Kembali bertanya, dan berkata "Tidak. Tidak,  kenapa?" tanya Luc.


 Menggigit lagi setengah coklat ditangan menikmati manis coklat.


"Rasanya sayang masih banyak pilihan selain mengambil aura miliknya" kata Hoshie.


 Cukup aneh untuk rasa iba Hoshie menurut pandangan dari sahabatnya itu dan sulit untuk dipercaya.


"Selain dia sexy. Dia juga elegan" kata Luc.


 Tanpa berpikir ulang mengatakan realita pendapatnya tentang pacar barunya itu.


"Lebih tepatnya bodoh. Mungkin" kata Hoshie.


 Melihat sahabatnya yang sibuk sekali dengan saham miliknya itu.


 Mengajukan sedikit pertanyaan.


"Kau tidak pernah terlihat punya pacar?" tanya Hoshie 


 Menunjuk diri menatap layar laptop.


"Aku" kata Luc.


"Untuk apa, aku lebih memilih mengambil aura orang lain" kata Luc.


 Yang ada di pikiran Hoshie setelah mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu adalah, dan ia berkata " Dia tidak suka basa basi sama sekali".


 Mikir sambil makan coklat di sebelah teman yang sibuk dengan pekerjaan tapi juga sesekali ngajak ngobrol.


 Mikirin sesuatu.


"Dia sama kaya cewek tadi nggak pakai basa basi" kata Hoshie.


 Makan coklat lagi.


 Dia juga lagi banyak pikiran Si Hoshie pusing dibuat sendiri bikin masalah sendiri dan tidak tahu diri adalah sebuah kebiasaan yang biasa dilakukan disaat dia sedang bosan kayak waktu sekarang sekarang ini.


 Menebak.


"Cewek mana lagi yang buat kamu kayak gitu?" tanya Luc.


 Spontan menjawab.


"Nggak ada" kata Hoshie 


 Bertanya asal.


"Bagaimana kalau aku balikan sama mantan?" tanya Hoshie.


"Apa dia mau?" tanya Luc.


"Pasti tidak mau" kata Hoshie.


 Mengambil tiga coklat dari kotak di tangan Hoshie.


"Dan dia akan lari ketika melihatmu" kata Luc.


"Sudah ada dan pernah" kata Hoshie.


 Tanda tanda belum bisa melupakan terlihat oleh seorang Hoshie.


 Apakah Luc yakin dengan kata kata yang Hoshie tanyakan padanya yang jelas sembilan puluh delapan persen jawabannya adalah tidak.


 Penasaran.


"Cewek yang mana yang mau diajak balikan?" tanya Luc.


 Hoshie membawa coklat truffle yang ada di tangan dibawa ikut akan masuk kedalam kamar.


 Merasa di hiraukan.


"Hey!" kata Luc.


 Berteriak.


"Hoshie!" kata Luc.


 Hoshie masuk kedalam kamar tidak peduli teriakan dari Luc.


 Di sekitar hotel.


 Aka masih ikut menyisir daerah pantai bersama dengan para petugas kepolisian dan kedua orang tua  dari gadis yang menghilang belum ditemukan ketika menjadi pengunjung hotel bersama keluarganya beberapa hari lalu.


 Semua masih sibuk mencari gadis yang berusia tujuh belas tahun itu yang belum ditemukan hingga malam ini di pukul tujuh malam.


 Pantai terlihat dengan banyak polisi disana mencari dan mencari.


 Ved datang untuk kembali membantu mencari lagi keberadaan gadis yang hilang itu bersama para penyelam lain dari relawan dan pihak kepolisian yang belum berhenti mencari.


 Ombak pantai sudah mulai tinggi sejak lima belas menit yang lalu dan cuaca malam ini sedang tidak baik untuk melakukan penyelaman jadi karena demi keselamatan bersama pencarian terpaksa dihentikan sementara.


 Gerimis mulai memberikan tanda tanda semakin akan hadirnya hujan deras orang orang mulai berjalan lalu berlari menjauh dari area pantai ombak juga semakin bertambah tinggi dan ganas.


 Orang orang dengan peralatan menyelam mulai naik ke atas kapal untuk menghentikan pencarian.


 Ved naik diatas kapal lalu melepas alat menyelam.


 Kembali mereka menuju daratan dekat pantai.


 


 Di hotel.


 Kakak laki laki Aka sedang mempersilahkan para relawan dan pihak kepolisian yang baru saja istirahat setelah terpaksa menghentikan pencarian korban menghilang yang belum juga ditemukan untuk makan malam sebagai asupan energi setelah seharian mencari gadis yang mereka cari.


 Suasana sedih terasa dalam ruangan itu lalu Aka juga memberikan minuman hangat kepada kedua orang tua gadis itu yang belum putus harapan menunggu putri mereka ditemukan.


 Dia juga terlihat duduk disebelah mereka diikuti dengan kakak laki laki Aka yang duduk disebelah kiri adiknya.


"Kau juga harus makan" kata Kakaknya Aka.

__ADS_1


"Nanti saja" kata Aka.


 Ved datang memberikan camilan untuk Aka lalu mencari tempat duduk lain diam tenang dengan makan malam yang sehat di tangan.


 Tak membuat banyak obrolan lalu dua menit kemudian Hoshie datang masuk ke ruang utama tempat para relawan dan polisi sedang istirahat sekaligus makan malam.


 Dia memeriksa ponsel mengirim pesan kemudian memfoto dimana dia sedang berada dan sedang apa kepada Dashie lalu mengirim melalui chat.


 Dashie sedang menggendong putri senior dari Ved sekaligus bos pemilik usaha tempat Dashie bekerja ikut bersama dengan dirinya yang sedang bersama dengan Callie ditempat kerja.


 Dashie sedang menyuapi pudding susu untuk putri bosnya dan pesan dari Ved masuk kedalam ponsel.


 Dia sepertinya kesulitan untuk mengambil pesan dari saku jaketnya.


 Menatap Callie dan dia langsung mengambil langkah apa yang harus ia lakukan.


 Jarrel memperhatikan.


"Ayo ikut bibi sebentar" kata Callie.


 Callie menggendong putri senior dari Ved.


 Membuka pesan dari Ved.


 Melihat kepada Jarrel.


"Butuh pertolongan?" tanya Jarrel.


 Dashie tidak menjawab penawaran pertolongan dari Jarrel.


 Sedang memilih kata yang harus ia kirim untuk membalas pesan dari Ved dan dia tidak tahu harus membalas apa kepada Ved.


 Dia hanya melihat pesan dari Ved tanpa membalasnya.


 


 Kembali menggendong balita yang digendong oleh Callie dan menyuapi lagi pudding sedikit demi sedikit kepada balita yang sedang ada dalam gendongannya.


 "Ada tiga wanita di rumahku. Kenapa?" tanya Jarrel.


 Menutup panggilan dari Ved langsung.


 Mengambil pudding susu di meja lalu memakannya.


 Sambil makan pudding mengajak bicara Dashie.


"Jangan balas pesan dari Ved. Biarkan saja!" kata Jarrel.


 Balita itu mengajak bicara Jarrel.


"Paman itu milikku. Jangan dimakan" kata putri seniornya.


 Padahal semua pudding yang ada diatas meja adalah milik Jarrel yang dibuat ibunya sendiri untuk Jarrel yang memang menyukai pudding itu.


 Masa Jarrel harus bertengkar dengan seorang gadis lagi cukup untuk Dashie saja itu juga karena sering di lerai oleh mendiang neneknya.


 Kembali Jarrel dengan mengetik sesuatu di layar laptop dengan dia dan berkas berkas materi kuliah.


 Callie sedang ikut membaca berkas materi milik Jarrel.


 Sedangkan untuk Ved masih menunggu balasan pesan dari Dashie.


"Tidak biasanya dia seperti ini" kata Ved.


 Menghabiskan makan malam dengan cepat. 


 Dashie belum membalas pesan darinya ketika Ved memeriksa isi ponsel.


 Mencari cari letak kesalahan apa yang dia perbuat kepada Dashie lalu ia tersadar bahwa tidak seharusnya mengatakan bahwa dia bersama dengan Aka saat ini sedangkan yang dia tahu orang yang dulu Dashie suka lebih memilih sahabatnya itu.


"Aku melukai hati seseorang secara tidak langsung" kata Ved.


 


 Di luar hotel hujan cukup deras meski tak ada petir terdengar tapi cukup berbahaya jika mengendarai motor di cuaca seperti ini.


 Melihat hujan yang cukup deras membuat Dashie memprediksi kalau hujan akan lama berhenti sehingga dia memutuskan untuk pulang bersama dengan Bebe nama balita yang sedang ia gendong.


 Meminjam payung.


"Apa ada payung yang lebih besar?" tanya Dashie.


 Mengambilkan payung untuk Dashie.


"Pakai ini" kata Jarrel.


 Jarrel juga sedang bersiap dengan payung hitam yang ia pegang.


 Payung dibuka lalu Dashie pergi untuk pulang bersama Bebe diantar oleh Jarrel.


 Jarrel menggunakan payung sendiri sedangkan untuk Dashie menggunakan payung transparan berukuran besar.


 Melewati tiga rumah berjalan diantara derasnya hujan.


"Dia akan bersama mu beberapa hari?" tanya Jarrel.


"Dia akan kembali setelah perjalanan bisnis" kata Dashie.


"Kau tidak ingin tahu kemana Ibu dari gadis kecil ini?" tanya Jarrel.


 Tersenyum kepada Jarrel.


"Tugasku hanya menjaga gadis ini" kata Dashie.


 Agak kesal.


"Sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Dashie.


 Berpura pura tidak paham maksud pertanyaan dari Dashie.


"Maksudmu?" tanya balik Jarrel.


 Sengaja membuat bad mood  Dashie.


"Sudahlah" kata Dashie.


 Membuat sebuah tema obrolan di sepanjang perjalanan pulang ke rumah.


 Tawa yang sudah lama Jarrel tunggu  saat ini hadir kembali di wajah gadis yang selalu diajaknya bertengkar hampir setiap hari.


 Jarrel tidak tahu pasti mengapa orang yang diajaknya bercanda saat ini lebih sedikit tertutup akhir akhir ini.


 Isi pikirannya ingin berkata sesuatu.


"Dia pasti membutuhkan seseorang untuk menjadi tempat bercerita tapi dia tidak ingin cerita dengan siapapun" kata Jarrel.


"Sepertinya aku tidak perlu bertanya terlalu jauh tentang masalah pribadinya" kata Jarrel.

__ADS_1


 Melihat gadis yang ada di sebelahnya saat ini tertawa dengan candaan yang ia buat saja sudah cukup untuk pemuda yang terlindung dari hujan dengan payung hitam.


__ADS_2