Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 45: Ada apa denganku?.


__ADS_3

...Chapter 45: Ada apa denganku?....


... Jarrel sedang melakukan dribble dengan sebuah bola basket berwarna merah dengan garis hitam sebagai ciri khas bola berwarna merah itu memegang kendali berusaha untuk memasukkan bola kedalam jaring jaring yang ada di atas tiang lapangan basket di depan tempat penitipan anak di belakang gedung dengan lawan main yang tidak mau menyerah untuk merebut bola itu kembali dari tangannya dan kini bola itu berhasil direbut oleh lawan mainnya lagi kemudian pria itu melompat lalu memasukkan bola merah tersebut ke dalam jaring jaring itu....


..."Slap!" ...


..."Dug!"...


... Hoshie berhasil mencetak skor terbaru lagi....


..."Apa kau sedang balas dendam denganku?" tanya Jarrel....


... Wajah bangga kemenangan....


..."Kapan lagi?" jawab Hoshie....


... Kedua pemuda ini datang menghampiri Dashie yang sedang bersama dengan Ved yang sedang membagikan juga menyuapi anak anak dan balita yang ada disana sembari menonton pertandingan mereka....


... Jarrel mengambil sendiri minuman dari dalam box yang tersedia disana dekat Dashie sebelah kanan diatas kursi di pinggir lapangan yang tersusun rapi berbaris....


... Dashie sedang mengusap salah satu pipi seorang balita yang sedang mengunyah sandwich berisi ikan salmon panggang dengan pipi yang tembem terisi makanan....


..."Hey!" kata Dashie....


... Hoshie mengambil botol tumbler milik Dashie yang sedang dipegang gadis ini....


..."Aku haus" kata Hoshie....


... Tidak hanya itu dia juga mengambil sandwich kesukaan Dashie yang juga diketahui hal itu olehnya....


... Semua mata orang dewasa disana sedang memandang keduanya menjadi akrab seperti ini seperti biasa dan tidak merasa heran dengan sikap mereka....


... Satu gigitan menggigit sandwich milik Dashie dengan sengaja....


..."Itu sandwich kesukaan ku, jangan dihabiskan" kata Dashie....


... Situasi ini menjadi canggung apalagi dengan ekspresi Ved dan juga Jarrel yang sedang memperhatikan sikap Dashie kepada Hoshie yang dirasa seseorang harus meminta maaf dengan kesalahan yang tidak disengaja itu melihat ke segala arah dengan dampak akibat kata kata yang diucapkan olehnya baru saja....


... Hoshie sedang memakan pelan sandwich yang baru saja digigitnya akan mendapatkan sebuah respon balik dari Dashie....


... Lalu, Dashie meraih tangan Hoshie yang sedang tenang dengan tindakannya detik itu juga Dashie langsung memakan sebagian sandwich yang tadi di makan oleh Hoshie dalam satu gigitan....


..."Sorry" kata Dashie....


... Hoshie langsung tersenyum kegirangan dengan tindakan gadis yang masih memegang pergelangan tangan kanannya itu....


..."Kau tidak akan melepaskan tanganku?" tanya Hoshie....


... Segera tangan gadis itu melepas tangannya sambil menghabiskan makanan yang ada di dalam mulut rasa malu jelas ada didalam wajahnya yang menjadi sedikit memerah terutama di bagian kedua pipi itu amat jelas....


... Menggigit sandwich ditangan duduk bersebelahan dengan sahabatnya yang sudah tahu akan berakhir seperti ini jika mereka bersama....


..."Sudah ku duga" kata Ved....


... Jarrel juga tidak memungkiri ini bisa saja rencana Hoshie dari setiap langkah yang diambilnya ketika bersama dengan Dashie....


..."Terbiasa mungkin tak apa untuk mu, sepertinya tidak juga" kata Jarrel....


..."Aku juga sudah terbiasa dengan kata katamu" kata Ved....


... Sahabatnya itu juga belum mau menyerah dengan keusilannya itu seperti biasa....


..."Sorry untuk kali ini mereka memang terlihat serasi" kata Jarrel....


..."Hina aku sepuasmu" kata Ved....


... Jarrel melaksanakan lagi permintaan dari seniornya itu....


..."Ini aku sedang lakukan dan ini menyenangkan" kata Jarrel....


... Kembali kepada Dashie dan Hoshie....


... Hoshie menggoda lagi gadis yang sedang malu itu....


..."Kau mau aku suapin lagi?" tanya Hoshie....


... Sudah tentu sikapnya ini membuat malu Dashie terlebih apalagi di depan banyak anak anak disana juga para pengasuh yang lain....


... Dashie menghentikan sikap Hoshie....


..."Jangan disini, kau tidak lihat banyak orang yang memperhatikan kita" kata Dashie....


... Hoshie yang berdiri di depan Dashie merasa ini adalah waktu yang dianggapnya sangat berharga untuk melihat sikap lucu Dashie lagi....


... Wajah merayunya kembali....


..."Memangnya kenapa?" tanya Hoshie....


... Dashie dengan malu malu berusaha tidak menjawab pertanyaan dari Hoshie yang bertambah mendekat lagi jarak diantara mereka....


..."Lalu, kau ingin kita bagaimana katakan saja?" tanya Hoshie....


..."Kemari!" kata Dashie....


... Dashie lalu menarik tangan Hoshie agar duduk disebelah kirinya persis agar menjadi tenang dan tidak terus mengatakan hal hal yang akan terdengar mereka terlihat benar benar seperti sedang menjalin asmara....


... Seseorang sedang menjadi patuh begitu saja dengan Dashie....


..."Pipimu bertambah memerah" kata Hoshie....


... Dashie menutupi kenyataan ini dengan sikapnya yang berusaha tidak peduli dengan tingkah Hoshie....

__ADS_1


..."Lihat, aku berkata benar" kata Hoshie....


... Dengan kode yang diberikan oleh Hoshie gadis ini tahu harus bagaimana menghadapi tindakan lain yang bisa saja muncul mengejutkan apalagi yang akan dilakukan oleh pria di sisi kirinya itu lalu satu baris kalimat terucap oleh Dashie....


..."Besok, kamu boleh datang kemari lagi" kata Dashie....


... Memberi satu pertanyaan lagi kepada Dashie, dan dia berkata "Sore ini, kita pergi ke suatu tempat?"....


..."Kemana?" tanya balik Dashie....


..."Tidak terlalu istimewa tapi pasti kamu suka" kata Hoshie....


... Menaruh curiga kepada Hoshie....


..."Kau tidak akan menggunakan ku untuk putus dengan pacarmu kan" kata Dashie....


... Menjawab dengan santai....


..."Tidak, sekarang pacarku adalah kamu" kata Hoshie....


... Wajah lucu milik Dashie kembali....


..."Lihat, kau melakukan lagi" kata Dashie....


..."Itu benarkan" kata Hoshie....


... Benar langsung Hoshie menjadi diam dan jauh lebih tenang ada disisi Dashie....


... Sandwich di tangan mereka hampir habis dimakan....


..."Dia seperti biasa" kata Jarrel....


... Ved menghabiskan satu suapan sandwich di tangan dengan lahap....


... Di tempat lain, dia belum memakai benda yang diberikan oleh mantan kekasihnya terlihat pergelangan tangan yang masih kosong tak nampak benda yang melekat yang dimaksud yang terlihat hanya jam tangan berbeda yang juga jam tangan yang biasa dipakai olehnya sebuah jam tangan yang dikenal kini sudah tidak dipakai lagi rupanya pria ini harus siap terbiasa dengan ini....


..."Hey, kau sedang melihat apa?" tanya rekan kerja Ten....


... Rekan kerjanya ikut bergabung menatap keluar gedung melihat pemandangan kota dari dalam ruang kerja di pagi hari menjelang waktu jam makan siang....


... Ten kembali dengan situasi di dalam ruang kerja biasa di ruang kantor dengan dinding kaca melihat ke arah luar jauh memperhatikan mantan kekasihnya yang sedang bersama dengan orang lain yang sudah tentu siapa lagi selain Hoshie....


... Mata itu memalingkan muka kepadanya seketika memberitahukan bahwa tindakannya kali ini disadari oleh salah satu orang yang sedang diperhatikan olehnya dengan wajah merasa bahwa dialah orang yang selalu menjadi pemenang dan Ten menangkap pesan ini dari Hoshie....


..."Singkirkan wajah menyebalkan mu itu" kata Ten....


... Lalu rekan kerjanya yang berkemeja putih dengan tanda pengenal yang dikalungkan menggantung di lehernya menanggapi perkataan Ten yang ada berdiri di sebelah kirinya itu dengan kata kata sederhana....


..."Barusan kau bicara apa?" tanya rekan kerja Ten....


... Sedikit menunduk menatap kopi yang ada dalam gelas ditangan kanannya itu lalu menjawab pertanyaan dari rekan kerja yang ada di sebelahnya....


..."Tidak" kata Ten....


... Semua membantu anak anak menggandeng mereka untuk masuk ke dalam tempat yang lebih aman dari hujan dan yang lain juga mengamankan makanan makan siang....


... Hujan kali ini menyebar juga jauh sampai ke area tempat kerja Ten dan sekitarnya dengan lebat....


..."Kita pesan makanan saja" kata salah satu rekan kerja Ten....


... Ten membalas perkataan dari pria berkemeja kotak kotak hitam dan putih tersebut....


..."Kita makan di kantin saja, makanan disini lezat dan juga sehat" kata Ten....


..."Baiklah, ada benarnya juga. Lagian, diluar hujan cukup deras" kata rekan kerja berkemeja putih....


..."Oke" kata pria berkemeja kotak kotak putih dan hitam....


... Niat makan siang di tempat makan diluar kantor dibatalkan dan lebih memilih makan di kantin tempat kerja mereka bukan masalah gimana dan bagaimana tapi lihat apa yang terjadi ketika mereka bertiga tiba di kantin kantor....


... Semua mengantri penuh sesak dan jika tidak lebih cepat sedikit mereka bisa kehabisan makanan di dalam sana seperti yang terjadi seringkali ketika akan makan ditempat yang bernama kantin kantor tempat mereka bekerja....


... Hal itu lantas tak ingin terulang kembali kepada mereka dan bisa ditebak apa yang akan mereka lakukan selanjutnya....


... Menengok lagi kondisi mereka yang baru saja lari mengamankan diri dari derasnya hujan siang ini dengan perubahan langit yang gelap mendung masih terjadi di atas atap gedung tempat mereka bernaung....


... Para pengasuh memberikan baju hangat masing masing kepada anak anak di dalam sana agar tidak kedinginan juga menyalakan penghangat ruangan menyetel mengatur agar udara di dalam ruangan tersebut cukup hangat....


... Pertanyaan usil untuk Hoshie....


..."Kau tidak sibuk?" tanya Jarrel kepada Hoshie....


... Seakan tidak mau mengalah dengan serangan pertanyaan dari Jarrel....


..."Lihat dirimu kenapa ada disini?" tanya balik Hoshie....


... Sang Dewa kedamaian kembali....


..."Kalian tidak malu bertengkar didepan anak anak kecil" kata Ved....


..."Aku memang tidak punya malu" kata Hoshie....


..."Benar, bagus kau mengakuinya" kata Jarrel....


... Dashie dan pengasuh yang lain sedang sibuk dengan tugasnya bersama dengan memakaikan baju baju hangat kepada anak anak disana yang juga diajarkan untuk terbiasa memakai baju sendiri yang kemudian akan dibantu secara bergantian bagaimana cara memakai baju hangat dengan benar seperti yang dilakukan para pengasuh pengasuh di dalam sana melakukan tugas pekerjaan....


..."Pakai jaketmu sendiri" kata Hoshie....


... Ved dan Jarrel tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh teman kuliahnya yang berbicara sendiri....


..."Aku ingin menjadi anak anak lagi" kata Hoshie....

__ADS_1


... Hoshie memakai jaketnya sendiri sambil melihat perhatian Dashie diberikan kepada anak anak di depannya....


... Menunggu hujan yang belum reda sambil melihat Dashie yang sedang menenangkan anak anak....


..."Aku juga ingin punya anak darinya" kata Hoshie....


... Kata katanya ditanggapi oleh Ved....


..."Perkataan mu terdengar ambigu" kata Ved....


..."Apa salah?" tanya Hoshie....


... Kata katanya cukup sederhana dan tidak bertele-tele....


..."Meragukan" kata Ved....


... Merasa tidak terima dengan kata kata dari lisan Ved....


..."Maksudmu, aku … " kata Hoshie....


... Menjadi penengah diantara keduanya....


..."Jangan bertindak aneh aneh kalian!" kata Jarrel....


... Ved yang harus kembali ke tempat kerja tanpa meminta izin kepada yang lain langsung pergi begitu saja dari pertikaian yang terlihat tidak akan berakhir sampai besok pagi ini....


..."Kau mau kemana?" tanya Jarrel....


... Satu jawaban dari Ved....


..."Kerja" kata Ved....


... Ved pergi makin menjauh pergi dari ruangan tersebut....


..."Kita tidak bekerja?" tanya Hoshie....


... Menjadi emosi dengan pertanyaan yang Hoshie katakan itu....


..."Kita juga tidak menganggur!" kata Jarrel....


... Memperjelas situasi....


..."Kenapa jadi marah?" tanya Hoshie....


... Mengelak kuat tuduhan Hoshie....


..."Siapa yang marah?" tanya Jarrel balik....


..."Lalu, kenapa kau tetap disini?" tanya Hoshie....


..."Aku?" tanya Jarrel....


..."Aku hanya sedang bosan saja" jawab Jarrel....


... Menjadi tersinggung....


..."Maksudmu, hidupku membosankan" kata Hoshie....


... Setiap mengobrol dengan teman kuliahnya ini Jarrel harus benar benar menjaga kesabarannya agar tidak meledak dan kali ini terjadi lagi....


... Sedangkan, untuk Hoshie sengaja melakukan ini lagi ketika mengobrol dengan Jarrel menguji untuk sejauh mana orang yang diajak bicara olehnya tetap tidak terpancing amarah olehnya....


... Isi pikirannya bicara....


..."Sampai dimana dia akan bertahan" kata Hoshie....


...Berbeda dengan isi pikiran Jarrel....


..."Ved benar, orang ini sepertinya sengaja sedang mengujiku" kata Jarrel....


..."Round the twist" kata Jarrel....


... Ved yang kembali di tempat kerja langsung menyibukkan diri sendiri untuk memeriksa hasil pekerjaan dari para karyawannya yang sedang makan siang di tempat kerja begitu juga dengan Nora yang sedang duduk berjejer bersama rekan kerjanya yang lain yang sedang menikmati menu makan siang mereka....


... Nora melirik sambil memakan brokoli sesekali memperhatikan bosnya tersebut....


..."Dimana yang lain?" tanya Nora....


..."Hoshie juga belum terlihat" kata Nora....


... Nora ingin membuatkan air madu untuk bosnya itu tapi berpikir ulang lagi untuk melakukan niat baiknya....


..."Jika aku melakukan hal itu lalu yang lain juga akan meminta tolong hal yang sama yang aku akan lakukan kepada Bos" kata Nora....


..."Tidak, tidak jadi" katanya akhirnya....


... Niat baiknya diurungkan kembali melanjutkan menghabiskan makan siang....


... Dua menit kemudian ponselnya berdering lalu Nora mendapat informasi bahwa paket makanan yang dipesankan untuk pacarnya sudah sampai ditempat kerja pacarnya dan sudah diterima oleh Xie langsung....


..."Sayang, aku sudah menerima makanan darimu. Terima kasih" kata Xie....


... Xie juga mengirim foto bukti bahwa makanan yang dikirim oleh Nora sedang dimakan oleh Xie dan Nora juga membalas pesan dari pacarnya segera dengan emoticon cinta begitu banyak....


... Dia senyum senyum sendiri menyimpan kasih sayang yang diberikan oleh pacarnya itu lalu melanjutkan makan siang dengan cepat melihat pekerjaan yang masih harus diselesaikan menunggu....


... Satu hal tentang Nora bahwa dia lupa siapa dirinya sebenarnya jika berada dekat dengan salah satu bangsa Blacwhe seperti saat ini ketika berada lima meter jarak diantara Ved yang sedang memeriksa beberapa mobil yang belum selesai sedang diperbaiki hasil kerja dari para karyawannya kondisinya sedikit makin melemah dan tidak bisa berkonsentrasi lebih seperti biasanya ketika ada didekat Nora....


..."Apa yang terjadi denganku?" tanya Ved....


..."Apa aku terlalu rajin bekerja, kurasa biasa saja" kata Ved....

__ADS_1


... ...


... Pandangan mata mulai bertambah kabur sulit lebih fokus untuk menjaga keseimbangan diri dan keputusan untuk beristirahat di dalam ruang kerja itu dilakukan oleh Ved....


__ADS_2