Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 76: Sahabatku.


__ADS_3

...Chapter 76: Sahabatku....


... Ingin mengulang waktu untuk mengubah yang sudah terjadi sudah berlalu lalu bagaimana caranya agar cita-cita itu bisa terwujud seperti tidak punya harapan untuk sendiri menjadi pesimis padahal didunia ini bertaburan harapan harapan yang terkadang begitu indah yang bisa dikatakan sebagai keajaiban untuk semua yang yakin bahwa hal menakjubkan itu benar ada....


... Dashie berpikir jika terlalu lama bersama dengan Pax semakin mengulang momen yang hampir sama dengan kisah yang pernah dialaminya yang juga tidak mungkin lupa tentang perasaan bahkan bukan sepasang kekasih walaupun itu hanya serpihan daun kering yang terbang di udara tentang perasaan itu sungguh menyesakkan hati terlalu sulit untuk menjelaskan kondisi hatinya saat itu tentang dirinya dan orang lain....


..."Menyayangi orang lain tidaklah salah" kata Dashie....


..."Jangan menangis atau menangis itu adalah pilihanmu" kata Dashie....


... Menatap Pax lalu Pax juga menatap Dashie sambil menghapus air mata....


..."Dia akan kembali padamu jika memang dia terlahir untukmu" kata Dashie....


... Pax tertawa kecil mendengar perhatian dari sahabatnya itu....


... Memuji tidak berbohong....


..."Aku tidak percaya bahkan kakak sangat cantik ketika menangis" kata Dashie....


..."Kau selalu berkata seperti itu" kata Pax....


..."Kenapa tidak itu benar kan?" tanya Dashie....


... Hot melihat dari jauh mereka berdua saling tertawa kembali setelah percakapan menyedihkan terlihat dari arahnya sedang mengajak bermain keponakannya....


... Pax berbagi sedang berbagi lebih banyak makanan kepada Dashie yang juga belum menghabiskan banyak makanan miliknya juga makanan pemberian dari Pax dengan candaan tawa menambah keakraban....


..."Kita bisa dimarahi bos jika terlalu lama mengobrol" kata Pax....


... Kedua wanita itu berlari mendatangi Babe yang sedang bersama dengan Hot....


... Babe yang patuh sekali dengan pamannya sama seperti kepada Dashie dan Pax seperti hari-hari biasa....


... Memuji rekan kerjanya....


..."Aku merasa pekerjaan ku terancam" kata Dashie....


... Dia tidak yakin dengan hal itu....


..."Aku hanya serba bisa" kata Hot....


... Pax membela Dashie....


..."Berapa lagi pekerjaan yang akan kau ambil?" tanya Pax....


... Teman mereka senyum senyum sendiri ketika melihat kedua orang temannya begitu akrabnya....


... Satu pesan diterima Dashie....


... Belum dibaca....


... Tanpa diduga oleh kedua karyawannya tidak dengan Hot yang sudah mengetahui jadwal bahwa di jam ini di pukul tiga sore Presdir Jo akan datang setelah melakukan perjalanan bisnis....


... Dia menggendong dan mencium kedua pipi putrinya....


..."Putri kesayangan Ayah" kata Presdir Jo....


... Dua karyawannya patuh berdiri berbaris sejajar memperhatikan putri dan ayahnya bertemu lagi....


... Bergeser pelan Hot ikut berbaris dengan Dashie dan Pax....


... Mendekat kepada ketiganya lalu mendekat Presdir Jo dengan membawa Babe dalam gendongan....


..."Terima kasih sudah menjaga putriku" kata Presdir Jo....


... Mereka kira bos mereka akan melakukan perjalanan bisnis sesuai rencana selama satu minggu yang sering dilakukan tapi ini tidak sampai penuh satu hari....


... ...


... Tidak ingin berkomentar dengan perubahan waktu pekerjaan....


... Keduanya menjadi patuh....


... Tiba-tiba suasana menjadi horor....


... Hening....


..."Kalian bisa beristirahat dan mulai bekerja besok pagi" kata Presdir Jo....


... Dia membawa putrinya pergi dan Babe melambaikan salam perpisahan dari kedua tangannya yang lucu senyum dari gadis kecil itu....


..."Bye bye" kata Babe....


... Hot masih disana bersama dengan kedua rekan kerjanya lalu Presdir Jo berhenti berbalik melihat ke arah mereka lagi....


..."Kau tidak ikut?" tanya Presdir Jo....


... Hot ikut bersama dengan Presdir Jo pergi dari area parkir tempat event pameran....


... Dashi dan Pax memperhatikan keduanya yang beranjak pergi dari hadapan mereka lalu ketika bersama dengan Hot dari kejauhan saja sudah terlihat gambaran sikap yang ditunjukkan kepada Hot seperti sedang berbicara kepada adik sendiri....


... Di rumah sakit....


... Nawa yang sudah pulih lebih cepat dari Hoshie....


... Ingin melihat reaksi orang yang disayang olehnya lalu menghubungi Dashie....


... Ponselnya aktif....


... Tombol speaker diaktifkan oleh Nawa....


... Menunggu diangkat oleh Dashie....


... Ruangan dalam keadaan hening sudah tidak ada Rumy dan Po yang ada di dalam sana hanya dia, Hoshie lalu Poet juga Fable....


... Dashie mengangkat panggilan dari Nawa....


..."Ya. Nawa, ada apa?" tanya Dashie....


..."Kakak, apa kau ada waktu?" tanya Nawa....

__ADS_1


..."Ada. Kenapa?" tanya Dashie....


..."Kak Hoshie sedang dirawat lagi di rumah sakit. Apa kau bisa datang kemari?" tanya Nawa....


... Diam dalam lima detik....


..."Oh. Sepertinya aku tiba-tiba sibuk" kata Dashie....


... Seketika sinyal koneksi ponsel mereka terganggu padahal cuaca sore ini sangat cerah....


... Setelah mendengar penjelasan dari Dashie hilang sudah rasa penasaran semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut terkecuali Hoshie yang sudah menebak akan mendapatkan respon seperti ini jika bercerita berada di rumah sakit lagi dan tanpa memberitahu Dashie....


... Memeriksa kondisi Hoshie....


..."Luar biasa" kata Poet....


..."Apanya?" tanya Hoshie....


... Pasrah dengan karakter yang dimiliki sahabat mereka....


..."Sudah. Aku tidak akan menjelaskan" kata Poet....


... Ruangan didalam sana bertambah hening setelah mendengar jawaban dari seseorang yang disayang oleh Hoshie....


... Bagaimana dengan perasaan Hoshie setelah menerima kenyataan ini jauh lebih pendiam menahan rasa sakit itu semua bukan tanpa alasan dengan sikap yang ditunjukkan oleh Dashie kepadanya kondisinya berbeda ketika ada bersama dengan Luc ketika sakit tempo hari. Mengingat bukan hanya dirinya di dalam ruang rawat rumah sakit sendirian melainkan masih ada yang lain yang sedang menjaga membuat Dashie tidak begitu sekhawatir dulu....


... Dashie yang sedang dalam perjalanan menuju toko ibunya sendirian dengan menggunakan bus sedang bersandar di dekat jendela yang terbuka tidak sepenuhnya menatap keluar dengan angin lembut tidak lupa menyapa di sore hari....


..."Jika dia tidak menghubungi ku berarti dia tidak membutuhkanku" kata Dashie....


... Kepada diri sendiri....


..."Apa aku bukan siapa-siapa untuknya?" tanya Dashie....


... Sikap yang ditunjukkan oleh Hoshie kepada gadis yang disayang bukanlah tanpa alasan sudah menjadi alasan yang sudah diketahui tentang dirinya yang jika dalam kondisi sakit separah ini akan membuat Dashie terluka jika gadis ini memilih untuk berada dekat dengan dirinya....


... Pilihan yang Hoshie ambil menurutnya adalah yang terbaik meski sudah jelas Hoshie bersikap seperti ini akan mengecewakan hati seseorang seakan kehadirannya tidak begitu penting....


..."Dia sudah memulainya lagi untuk ku" kata Dashie....


... Orang yang biasa menjadi tempat curahan hatinya sudah sulit untuk dihubungi dengan nomor ponsel yang sama masih aktif akan tetapi tidak ada jawaban ataupun balasan darinya....


... Dashie tidak tahu kalau ponsel milik Luc ada di atas meja kamar ruang kamar rawat Hoshie dalam mode bergetar dan Hoshie melihat sendiri ponsel milik Luc terus bergetar tanda Dashie terus memanggil....


..."Kau sangat menyukainya hingga kau bertindak seperti ini" kata Poet....


..."Siapa yang akan disalahkan. Aku?" tanya Fable....


... Hoshie sedang sibuk dengan rasa sakitnya sendiri tidak peduli dengan segala kata kata yang memang semua disadari adalah kesalahannya telah membuat hati orang lain bergantung dengan sebuah harapan....


... Nawa dengan dirinya nada suara mengancam....


..."Apa kau berpikir hanya kau pria terhebat satu-satunya?" tanya Nawa....


..."Lalu, aku harus bagaimana?" tanya Hoshie....


..."Telepon dia lalu minta maaf. Apa sulitnya" kata Nawa....


... Diam menahan rasa sakit....


..."Mereka pikir aku tidak takut dia akan pergi" kata Hoshie....


... Dari luar ruangan tersebut seseorang yang menggunakan identitas milik Ren tidak merasa senang dengan keputusan yang dilakukan oleh Hoshie. Ini membuatnya belum berhasil menghabisi nyawa salah satu keduanya dengan keputusan yang diambil Hoshie tanpa harus bertindak menghabisi nyawa mereka tanpa mengotori tangannya....


... Akibat kedatangan dari dirinya disekitar kamar tempat Hoshie dan Nawa dirawat membuat kondisi kesehatan Nawa kembali menurun akibat kekuatan jiwa yang terlalu kuat dari orang yang menyamar sebagai Ren menekan energi milik Nawa dalam hitungan detik. Tidak dengan Hoshie yang memang sedang sakit akibat terlalu lama tidak mengambil aura milik manusia....


... Hoshie menyadari salah satu dari bangsa Blacwhe datang berada di sekitar mereka dengan mengaktifkan mantra beracun yang dimilikinya sengaja menekan energi Nawa tidak menargetkan dirinya yang sudah sekarat tanpa harus mendapatkan serangan mantra beracun dengan energi yang tersisa Hoshie mendorong dengan tanpa terbaca oleh orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut menerobos udara menembus pintu tepat melewati raga seseorang yang memakai identitas Ren....


... Mulutnya langsung mengeluarkan banyak darah muntah lebih banyak....


... Dia menghilang....


..."Siapa dia?" tanya Hoshie....


... Menebak siapa yang ditargetkan untuk menjadi korban....


..."Dia sepertinya mengincar nyawa salah satu dari kami" kata Hoshie....


... Untuk Dashie....


... Sepuluh menit kemudian Dashie sampai di toko ibunya....


... Ibunya sedang melayani para pembeli dibantu dengan satu karyawan yang bertugas membantu di dalam toko....


... Ibunya Dashie melihat putrinya yang sedang mencari-cari coklat Truffle dengan rasa klasik dan ternyata sudah habis terjual....


... Menunggu para pembeli sampai selesai bertransaksi berbelanja di dalam toko....


... Menebak apa yang sedang dicari oleh putrinya lalu pergi ke ruang bagian penyetokkan coklat yang siap dijual....


... Satu kotak coklat truffle klasik ...


...yang dicari oleh Dashie diberikan kepada putrinya yang cemberut....


..."Kau mencari ini kan?" tanya Ibunya Dashie....


... Mengangguk....


..."Kau dan Hoshie bertengkar lagi?" tanya Ibunya Dashie....


..."Tidak. Kami tidak bertengkar" jawab Dashie....


... Mengambil satu kotak berisi tiga puluh coklat lalu menyandarkan dagunya di depan kotak diatas kaca etalase toko....


... Memandang ibunya lalu memanggil....


..."Mah" kata Dashie....


... Ibunya menaruh lagi beberapa kotak berisi coklat di dalam etalase toko....


..."Dia selalu menolak kebaikan ku dengan alasan tidak ingin selalu merepotkan" kata Dashie....

__ADS_1


... Ibunya mulai menangkap inti dari pembicaraan putrinya yang sedang kesal sekaligus cemas....


..."Padahal jelas-jelas dia membutuhkan bantuan ku sekarang" kata Dashie....


... Menghela napas pelan....


..."Sudah berapa kali jika dia dirumah sakit sendirian tak memberitahuku" kata Dashie....


... Ibunya Dashie memberikan beberapa lembar uang untuk putrinya....


... Tidak bisa membaca maksud dari niat baik ibunya....


..."Aku tidak meminta uang" kata Dashie....


... Geleng-geleng kepala melihat putrinya yang lambat tanggap....


... Memberi saran....


..."Pakai uang ini untuk membeli buah dan bawa untuk Hoshie" kata Ibunya....


... Berkata apa adanya....


..."Aku malu karena aku merasa bukan siapa siapa untuk Hoshie" kata Dashie....


..."Pantas saja sudah beberapa hari dia tidak datang membeli coklat ternyata dia sedang sakit" kata Ibunya....


... Putrinya sedang cemberut tetapi ada beberapa pelanggan datang untuk memilih coklat dan juga cup cake....


... ...


... Menyimpan uang yang diberikan ibunya untuk membeli buah lalu Dashie mengambil coklat kesukaan temannya itu memisahkan dari coklat yang lain....


... Seketika mengubah ekspresi wajah ketika di depan para pembeli mengubah wajah cemberutnya menjadi lebih ceria setulus mungkin diusahakan agar tidak terkesan dibuat-buat ataupun dipaksakan....


... Membantu mengambil beberapa kotak lagi dari dalam ruang stok coklat yang siap dipajang di ruang utama toko....


... Menebak dengan jumlah sepuluh jari di tangan....


..."Pergi"...


..."Tidak"...


..."Pergi"...


..."Tidak"...


... Jadi bingung dan gelisah sendiri....


..."Ahhhh. Apa yang aku pilih?" tanya Dashie....


... Merapikan coklat-coklat di bagian etalase lain di bagian depan di mulai dari paling ujung sebelah kanan....


... Satu per satu dirapikan agar tertata sesuai nama dan rasa coklat yang di pajang....


... Menghitung waktu yang terus berjalan sesekali melihat jam dinding merah muda berbentuk bundar yang terpajang di sisi kiri atas dinding toko....


... Bergeser merapikan bagian yang lain dari dalam etalase toko coklat-coklat yang berada dalam box dengan hati-hati terus merapikan coklat-coklat terus ke arah kiri etalase toko....


... Hoshie belum juga menelepon atau mengirim pesan kepada Dashie hingga akhirnya Dashie mengambil bukunya lagi untuk melanjutkan membaca....


... Duduk disana sendirian berjaga sedangkan untuk ibunya bersama dengan karyawan perempuannya pergi untuk berbelanja kebutuhan membuat coklat....


... Suara pesan masuk....


..."Tidak peduli kamu marah"...


..."Tidak peduli kamu sedih" ...


..."Jangan kemari" ...


..."Aku sayang kamu" ...


... Empat pesan yang dikirimkan oleh Hoshie untuk Dashie baru saja dibaca dan apakah pesan ini akan dibalas....


..."Ya" balas Dashie....


... Membalas dengan satu kata tanpa emotikon apapun....


... Di rumah sakit....


... Poet yang tidak biasa melihat sahabatnya bersikap seperti ini ketika berbicara tentang wanita yang disukainya memikirkan sebuah ide untuk menghiburnya yang tak ingin banyak bicara....


..."Kau terlihat sangat menyukai gadis itu" kata Poet....


..."Sudah tidak perlu ditanyakan lagi" kata Nawa....


..."Bagaimana jika dia lebih memilihku?" tanya Poet....


... Membalik buku komik yang dibaca oleh Rumy sebelumnya ada berkunjung disana....


..."Mungkin saja, iya" kata Fable....


... Hoshie mulai terguncang dengan kata-kata dari semua orang yang sedang berusaha menghiburnya yang diketahui oleh si pemilik topik pembicaraan....


... Menutup kepalanya dengan bantal yang tadi dilempar dari Poet dari sofa yang keduanya gunakan sejak tadi duduk disana bersantai sambil membaca buku....


..."Ternyata dia gadis yang kau sembunyikan selama ini dari kami" kata Poet....


..."Sudahlah. Kita semua tahu tipenya sama dengan tipe gadismu" kata Fable....


... Nawa merasa kasihan kepada seseorang yang sedang menahan segalanya bukan hanya tekanan secara eksternal barusan juga tekanan internal dalam diri sendirilah yang membuatnya tak ingin meladeni serius semua kata-kata hiburan para sahabatnya sendiri tapi apa dia akan segera pergi, tidak juga....


... Berpendapat dengan kondisi Hoshie lagi....


..."Lalu dia kenapa terlihat pesimis sekali tidak dapat ditutup-tutupi" kata Nawa....


... Sikap Nawa yang tiba-tiba menakutkan seperti ciri-ciri perubahan yang dimiliki oleh bangsa Blacwhe pada umumnya yang tidak sengaja dilihat oleh Hoshie....


... Berkata cukup keras....


..."Kendalikan dirimu!" kata Hoshie....

__ADS_1


... ...


__ADS_2