Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 132: Sorry.


__ADS_3

...Chapter 132: Sorry....


..."Berikan tanganmu" kata Po....


..."Tidak" kata Nawa....


..."Aku ingin lihat" kata Po....


..."Tidak" kata Nawa....


...Nawa masih tetap menyembunyikan telapak tangannya meski kekasihnya terus memohon untuk bisa melihatnya agar bisa memastikan bahwa apa yang dilihatnya memang tidaklah nyata....


..."Apa menu makan kita siang ini?" tanya Nawa....


...Dia masih tidak memperbolehkan kedua tangannya disentuh oleh kekasihnya meskipun kekasihnya terus bersikap penasaran tingkahnya yang lucu mengikuti Nawa pergi dengan tujuan tetap ingin melihat tanda yang sama mungkin dimiliki oleh kekasihnya itu....


..."Satu kali saja" kata Po....


..."Tidak" kata Nawa....


..."Sayang" kata Po....


..."Tidak" kata Nawa....


...Di kantin sekolah....


...Mereka berdua dengan menu makanan yang siap disantap dalam satu meja yang sama dengan teman satu kelas juga ada Yellow dan Jeje di depan Po yang duduk disebelah kanan Nawa yang sedang memakan sup telur jagung....


..."Sekali saja. Ok" kata Po....


...Nawa tersedak....


...Po memberikan air mineral yang masih dalam kemasan....


...Teman sekelas mereka batuk batuk ketika menyaksikan momen ini....


...Membuka tutup air mineral yang ia terima....


...Nawa tersedak ketika ia mendengar permohonan dari kekasihnya lagi untuk tetap ingin melihat telapak tangannya....


...Dia minum air mineral yang ada dalam botol kemasan yang diberikan oleh Po....


..."Sorry" kata Po....


...Po mulai menikmati menu makan siang menunda sebentar untuk tidak melihat apa yang ingin ia lihat dari kekasihnya....


...Nawa kembali menikmati makan siang yang ada di depannya dengan ketenangan dalam versi dirinya sendiri....


..."Makan ini juga. Ini makanan kesukaanmu" kata Nawa....


...Memberikan sayur bening bayam dalam sebuah mangkuk kecil....


...Nawa yang tidak biasa terlihat oleh teman-temannya terlihat berbeda dari seorang teman sekelas yang pernah mereka kenal....


..."Terima kasih" kata Po....


...Memulai lagi permintaan yang belum di kabulkan oleh kekasihnya....


...Nawa kembali dengan menu makanan bola bola ikan yang ia ambil bersama dengan nasi merah dalam satu suapan sendok makan....


...Melihat wajah kekasihnya dari arah samping kanan....


..."Sekali saja. Boleh ya" kata Po....


...Dengan mulut yang terisi dengan makanan menggelengkan beberapa kali kepalanya dengan ritme yang tenang....


...Menyerah untuk menang nada suara untuk Po....


..."Ok" kata Po....


...Memakan sup yang diberikan oleh Nawa....


...Di sekolah Rumy....


...Di kelasnya terlihat dua bangku yang tidak ditempati oleh dua orang siswa yang merupakan siswa di dalam kelas tersebut....


...Mereka seakan tidak peduli dengan dua meja yang ada di sana tak ada yang membicarakan keduanya dengan segala aktivitas yang mereka kerjakan tanpa sadar kehilangan rasa simpati dan empati mereka secara perlahan....


...Di kantin sekolah....


...Soft mengirim pesan kepada salah satu temannya yang bersekolah di sekolah sebelah tempatnya bersekolah....


...Dia terlihat malas jika membahas orang yang sudah sepantasnya untuk dibenci....


..."Aku malas membahas gadis konyol itu" kata Soft....


...Yellow membalas pesan dari Soft....


..."Apa dia keren?" tanya Yellow....


...Soft mengirim potret diri Rumy....


...Yellow melihat foto Rumy yang dikirimkan oleh sahabatnya itu....


..."Apa yang membuatnya spesial?" tanya Yellow....


...Mengirim pesan lagi kepada Soft....


..."Kau kalah dengan gadis seperti ini"...


...Satu pesan lagi datang dari Yellow untuk Soft....


..."Hahahaha"...


...Soft yang sedang makan siang....


...Dia kesal dan menekan makanan yang ada di dalam mangkuk dengan sendok makan secara kuat....


...Balas Soft....


..."Kau lupa siapa aku?!"...


...Pesan dibaca oleh Yellow....


...Yellow membalas pesan dari sahabatnya itu....

__ADS_1


..."Sorry" kata Yellow....


...Pesan diterima lagi oleh Soft dari Yellow....


..."Kau juga cantik tapi dia lebih cantik"...


...Yellow kembali dengan menu makan siang duduk manis didepan Po dan Nawa bersama yang lain juga dalam satu meja yang sama dengan topik obrolan yang berbeda pula....


...Yellow yang menerima pesan dengan banyak sekali emoticon marah dari Soft....


...Yellow membalasnya dengan gif gambar orang sedang berlibur di pantai....


...Di luar gedung yang masih dengan hujan deras belum berhenti tidak ada petir yang menyambar tawa dari mereka para siswa di setiap bagian sekolah masing-masing tersebar para siswa dengan kegiatan mereka terlihat tak ada yang ingin dilakukan oleh orang dengan seragam sekolah yang merupakan salah satu siswa dari tempat Soft bersekolah duduk bersama para anggota gengnya....


...Dia dengan menu makan yang ia bawa dengan satu mangkuk nasi merah dengan beberapa menu makanan yang ia bawa dalam satu nampan silver beserta air mineral yang berada dalam satu nampan yang sama mengambil tempat duduk di antara para siswa yang lain yang ada di dalam kantin sekolah....


...Dia mendapatkan tempat duduk....


...Musik terdengar di dalam kantin sekolah yang diputar jenis musik elektronik dengan sentuhan lirik yang dinyanyikan dengan kecepatan tiap liriknya lebih dipersingkat memberikan semangat berapi-api bagi pendengarnya....


...Dia mengambil satu suap makanan pedas asam manis daging beserta nasi merah tak ada yang spesial cara makan remaja laki-laki ini sama halnya dengan siswa lain yang juga ada disana sedang memakan menu makanan yang juga ia makan....


...Melihat ke arah luar gedung tempat makan para siswa jendela jendela yang terdapat embun dari hasil hujan sejak beberapa menit yang lalu....


...Dia meminum air dalam botol dengan tutup warna abu-abu....


...Suara tegukan air terdengar renyah nyaman melewati tenggorokan remaja ini....


...Memulai menikmati makan siangnya lagi....


...Dia juga melihat sesuatu yang sering ia lihat tentang seseorang dengan aura miliknya yang bukan sepenuhnya sebagai aura milik manusia....


..."Gadis itu" kata remaja laki-laki tersebut....


...Dia melihat sekilas Soft yang sedang dalam kondisi emosional yang stabil tanpa kelabilan yang biasa ia lihat dari seorang gadis remaja yang memiliki paras good girl tapi tidak dengan apa yang ia sembunyikan selama ini dari banyak orang....


...Secara alami dia tampak seperti siswa lainnya yang datang untuk menikmati makan siang mereka....


...Soft melihat ke arah remaja laki-laki ini....


..."Siapa dia?" tanya Soft....


..."Dia. Kudengar ada siswa baru disekolah ini, kurasa itu dia" kata salah satu temannya....


..."Stev. Dia cukup keren. Sayang, aku sudah punya pacar" kata Soft....


..."Dia memang tipe semua wanita" kata Stev....


...Lagu yang berputar di dalam kantin telah berganti kini lebih bergenre pop....


...Suara para siswa dan siswi jauh lebih jernih terdengar pembicaraan yang sedang didengar oleh remaja laki-laki itu....


...Suara bisikan tentang dirinya ia dengar lebih sering sejak awal ia berada di dalam kantin hingga kini sedang menghabiskan sedikit demi sedikit menu makanan yang ada diatas meja....


...Mereka dengan isi obrolan mereka....


..."Kalian masih ingat gadis itu?" tanya Stev....


..."Siapa?" tanya Soft....


...Belum langsung percaya dengan informasi yang diberikan oleh salah satu teman satu gengnya itu....


..."Dari mana kau tahu?" tanya remaja putri dengan rambut bergelombang berponi....


..."Helen. Kau meremehkan ku" kata Stev....


...Menjadi pendengar yang baik Soft melanjutkan makan siang sambil menyimak....


..."Aku lupa pamanmu pemilik rumah sakit itu" kata Helen....


...Penasaran....


..."Lalu kapan dia akan benar-benar keluar dari sana?" tanya Helen....


...Soft menerima informasi ini dengan sangat mudah tanpa harus ia bersusah payah tapi ia merasa apakah dia ada waktu banyak untuk melanjutkan kekesalan yang harus ia berikan kepada gadis yang sama yang sedang mereka bicarakan....


...Remaja laki-laki yang tadi mereka bicarakan melewati para gadis remaja ini setelah selesai dengan menu siang yang ia makan....


...Stev terdiam tiba-tiba ketika ia lewat di sebelah kirinya....


...Dia melihatnya sampai ia terlihat semakin menjauh....


...Dia jatuh cinta tergila-gila hanya dengan melihat cara berjalannya saja....


...Mengetuk dahi sahabatnya itu dengan jemari tangan....


..."Arghhh!" kata Stev....


..."Ini sakit" kata Stev....


...Helen yang merasa ia pantas untuk mendapatkan peringatan dari Soft....


..."Rasakan itu" kata Helen....


...Menyantap lagi ayam bakar yang ia makan begitu juga dengan Soft yang ikut saling berbagi menu makanan bersama....


...Akan tetapi sahabat mereka belum ingin berhenti melihatnya hingga sampai melewati salah satu pintu masuk dan keluar kantin sekolah....


..."Dia akan menjadi budak cinta" kata Helen....


..."Ya. Sama sepertiku" kata Soft....


...Di kantin sekolah lain....


...Mereka berdua sudah selesai dengan menu makan mereka selesai juga baru saja mencuci kedua tangan mereka....


...Nawa memberikan beberapa lembar tisu kepada kekasihnya....


..."Kau tahu ini untuk apa" kata Nawa....


...Dia menerima tisu dari Nawa lalu menggunakannya untuk mengeringkan kedua tangan sama dengan apa yang dilakukan oleh Nawa....


...Selesai mengeringkan kedua tangan mereka masing-masing lalu membuang tisu-tisu itu ke dalam tempat sampah yang berada tidak jauh dari wastafel yang tersedia di dalam kantin....


..."Tunggu aku!" kata Po....

__ADS_1


...Dia berbicara sambil berjalan akan keluar dari dalam kantin....


..."Jangan ikuti aku!" kata Nawa....


...Dia tidak mau menyerah terus mengejar dengan tujuan yang sempat terjeda....


..."Tidak mau!" kata Po....


...Yellow dan Jeje melihat sahabatnya yang bisa dibilang cepat sekali berubah dengan kondisi emosional dari super dingin sedingin salju kini hangat seperti musim panas di negara tropis....


...Geleng-geleng kepala....


..."Aku suka dengan sikapnya yang tadi pagi" kata Yellow....


..."Aku juga cemas. Dia bisa saja akan membuatnya terluka tapi kita harus menerima semua ini" kata Jeje....


..."Aku cinta kalian semua" kata Yellow....


..."Aku cinta pacarku nanti" kata Jeje....


...Yellow yang melihat salah satu temannya yang kambuh dengan karakter yang bisa dibilang melihat setiap hal dengan logika....


...Dia tertawa dengan realita yang dikatakan oleh Jeje lalu mengejar sahabatnya itu yang akan pergi meninggalkan area kantin....


...Nawa yang tidak bisa dan mungkin melepaskan kekasihnya untuk jauh menjauh darinya yang terus mengejarnya hingga sampai ia mendapatkan apa yang dia mau....


...Teman teman sekolah melihat ini melihat mereka yang terlihat seperti bertengkar tapi tidak juga dibelakang mereka juga dengan jarak tidak terlalu jauh kedua sahabat dari kekasih Nawa tetap ada disana bukan menjadi pengikut tapi arah tujuan yang sama menjadi alasan untuk memilih jalan itu....


..."Aku hanya ingin melihat tanganmu" kata Po....


..."Kau gigih sekali" kata Nawa....


...Dia meraih tangan Nawa secara paksa....


...Berhenti belum melanjutkan langkah lagi pergi ke kelas....


...Memperhatikan kedua telapak tangan yang terbuka secara detail....


..."Tak ada apapun" kata Nawa....


...Dia tidak menyangka dengan apa yang ia lihat sebuah tanda dari kedua telapak tangan yang memiliki tanda yang sama dengan apa yang ia miliki membandingkan kedua telapak tangannya juga....


..."Sayang" panggil Po....


..."Apa lagi?" tanya Nawa....


...Menunjuk kode tanda yang ia lihat dengan telapak tangannya yang menyala tanda yang mereka miliki keunguan putih redup lalu nyala lagi berbentuk serpihan es....


...Nawa yang tidak melihat sesuatu yang kekasihnya maksud ada tergambar di atas kedua telapak tangannya....


..."Aku tak melihat apapun" kata Nawa....


...Dia bersikeras dengan pendapatnya lagi....


..."Perhatikan lagi. Lihatlah!" kata Po....


...Menuruti perintah dari kekasihnya itu....


..."Tak ada apapun" kata Nawa....


...Po yang merasa kebingungan sendiri dengan apa yang ia lihat tidak bisa dilihat oleh kekasihnya itu....


...Nawa yang terlihat menurut dengan apa yang dilakukan oleh kekasihnya yang terus memeriksa garis tangan yang ada di kedua telapak tangan berbeda dengan salah satu sahabat dalam satu gengnya yang datang menghampiri....


...Mereka berdua kompak melakukan tos kepada keduanya secara bersamaan memisahkan secara langsung merebut sahabat mereka dari dekat Nawa....


...Po dibawa pergi oleh Yellow dan Jeje meninggalkan Nawa....


..."Sepertinya aku tidak perlu mengejar mereka" kata Nawa....


...Mereka pergi ke arah menuju kelas sedangkan untuk Nawa pergi ke arah yang sama dengan langkah kaki yang berjalan dengan gayanya yang tidak berubah santai dengan kedua jemari tangan berada diantara kedua saku celana....


...Dia melihat kekasihnya beberapa kali melihat ke arah belakang tentu melihat Nawa yang berjalan sendirian memberi gambaran tanpa ingin memiliki seorangpun teman....


...Nawa tak mempermasalahkan dengan apa yang baru saja dilakukan oleh kekasihnya yang memaksa untuk melihat kedua telapak tangan yang ia lihat tidak ada satu hal apapun yang mencurigakan dari dugaan yang dikatakan oleh Po....


...Dia yang baru saja melihat kekasihnya lalu melihat ke depan lagi berjalan beriringan dengan kedua sahabatnya....


..."Apa ini artinya aku dan Nawa harus berpisah?" tanya Po....


..."Apa ini sungguh akan terjadi?" tanya Po....


..."Apa dia akan baik-baik saja?" tanya Po....


..."Dia takkan menangis jika aku pergi" kata Po....


...Di rumah sakit....


...Ghazi yang tidak bisa menghubungi nomor ponselnya sejak tadi pagi membuatnya panik....


...Dia terlihat berulang kali melakukan hal yang sama dengan perhatian yang sama belum usai ia berikan dengan rasa takut akan hal-hal yang tidak diinginkan tidak ingin itu menimpa kepada pria itu....


...Ved yang melihat kondisi teman masa kecilnya yang panik akan suatu hal....


..."Duduklah. Tenangkan pikiranmu" kata Ved....


...Rumy yang juga ingin berkata dengan kalimat yang hampir sama dengan apa yang dikatakan oleh Ved....


...Ghazi yang juga sulit untuk menghubungi nomor ponsel Hoshie begitu juga dengan adiknya yang sulit untuk dihubungi secara bersamaan....


...Di tempat kerja....


..."Jangan marah nanti aku ganti" kata Hoshie....


...Berada dalam situasi sulit....


...Ponsel Dashie baru saja terjatuh oleh Hoshie secara tidak sengaja dari kedua tangannya dengan kondisinya retak terbagi dua layar ponsel tersebut....


...Merebut ponselnya dari tangan Hoshie....


..."Aku sudah pernah melakukan ini. Sorry" kata Hoshie....


..."Aku melakukannya lagi" kata Hoshie....


...Sekali lagi....

__ADS_1


..."Sorry. Ok" kata Hoshie....


__ADS_2