
...Chapter 112: Mengetuk pintu....
..."Kau tidak menangis lagi seperti waktu itu?" tanya Hoshie....
..."Jangan bercanda. Seharusnya, aku yang berkata seperti itu padamu" kata Ghazi....
..."Terimakasih sudah mau menjadi sahabatku" kata Hoshie....
... Melihat ke arah Hoshie....
..."Terimakasih sudah melindungi ku selama ini" kata Ghazi....
..."Jangan seperti itu. Kau terkesan seperti sangat tergantung padaku" kata Hoshie....
..."Aku memang selalu bergantung pada mu" kata Ghazi....
... Melirik balik sahabatnya itu saling melihat satu sama lain....
..."Jangan seperti ini lagi orang lain akan selalu meremehkanmu" kata Hoshie....
... Dia membentangkan tangannya mengizinkan dirinya untuk dipeluk oleh Ghazi secara sukarela....
... Ghazi ragu akan menerima simpati ataupun empati orang lain yang menyebut ini tapi Hoshie mendekat dan memeluk sahabatnya itu lagi seperti saat Ghazi sedang sedih jika tanpa diminta ia langsung tahu kalau sahabatnya sedang sangat sedih tanpa harus banyak bertanya ia langsung paham....
..."Jangan menangis lagi" kata Hoshie....
..."Orang lain akan salah sangka dengan kita" kata Ghazi....
..."Memang orang lain selalu merendahkan kita seenaknya sendiri" kata Hoshie....
..."Berhenti berkata itu. Kita akan bertambah sedih" kata Hoshie....
... Melepas pelukan Hoshie....
..."Katakan padaku seseorang menyakitimu lagi?" tanya Ghazi....
... Menatap Hoshie....
..."Aku tidak ingin kau terlibat banyak masalah lagi" kata Hoshie....
..."Tapi, setidaknya aku bisa berguna untuk orang lain" kata Ghazi....
..."Jangan menjadi orang lain. Jadilah orang yang selalu menjadi alasan diriku bertahan" kata Hoshie....
... Menatap meyakinkan bahwa ia akan baik-baik saja....
..."Ok?" tanya Hoshie....
..."Baiklah" kata Ghazi....
... Mereka sedang melihat arah lain dari sebuah jembatan penyeberangan yang berada dekat dengan arah rumah masa kecilnya....
... Sebuah pemandangan indah jalanan yang bercabang menghubungkan berbagai arah rute yang teratur dengan berbagai macam kendaraan melintas dengan lampu lampu mereka yang bergerak secara berganti dengan kendaraan kendaraan lain. Bertambah terang jalanan dengan setiap lampu tiang yang terpasang berbaris disana dengan tumbuhan indah yang tertanam memberikan warna dari semua kesibukan yang datang dan pergi dengan cepat tapi ia tidak pergi tetap di sana menjalankan tugasnya....
..."Hoshie" panggil Ghazi....
..."Apa ini sebuah fiksi?" tanya Ghazi....
..."Maksudmu?" tanya Hoshie....
..."Dunia ini?" tanya Ghazi....
... Menangkap maksud dari pembicaraan sahabatnya itu....
..."Aku selalu menganggap dunia ini tidak pernah nyata" kata Hoshie....
..."Mungkin aku terlalu percaya diri tapi aku pastikan datang diwaktu yang tepat" kata Ghazi....
... Langsung paham maksud dari apa yang Ghazi katakan....
..."Aku juga tidak tahu kau juga ada disini. Tapi, aku juga merasa datang diwaktu yang tepat" kata Hoshie....
... Meyakinkan diri sendiri....
..."Be mine. Mengapa dunia ini penuh dengan ketidakpastian?" tanya Ghazi....
... Khawatir tentang kondisi sahabatnya....
..."Mengapa aku jauh lebih khawatir dengan keadaanmu?" tanya Hoshie....
... Menatap dengan senyuman yang tidak pernah biasa dilihat oleh salah satu orang yang ia sayang....
..."Jangan menyerah. Aku tidak memiliki banyak orang yang selalu mendukungku" kata Ghazi....
... Membuat sahabatnya tidak berpikir macam-macam tentang dirinya dalam bertindak diluar kendali batas kuasa dirinya....
... Hoshie memegang kedua bahu Ghazi....
..."Kau mau apa dariku. Katakan, asalkan jangan lakukan hal itu" kata Hoshie....
..."Aku belum kepikiran akan melakukannya" kata Ghazi....
... Dia syok dengan jawaban dari Ghazi....
..."Masih belum katamu!" kata Hoshie....
... Melepaskan kedua tangan Hoshie yang sedang memberikan empati pada sahabatnya yang terlihat baik-baik saja tapi tidak dengan hati dan pikirannya....
... Berkata jujur kepada dirinya sendiri tanpa bersuara kepada Hoshie....
..."Aku bahkan tidak tahu harus berkata apalagi untuk menguatkan diriku lagi" kata Ghazi....
... Hoshie memegang kedua bahu Ghazi lagi menguatkan lagi hati dan pikiran sahabatnya yang sedang kacau tidak bisa lagi mengungkapkan isi hatinya kepada siapapun bahkan kepada Hoshie....
..."Tidak seperti ini. Kau jangan seperti ini lagi" kata Hoshie....
... Dia memeluk sahabatnya erat yang tidak mau mengungkapkan isi hatinya. Ini jauh lebih membuat dirinya takut lebih dari rasa takutnya untuk sekian kalinya kehilangan sahabatnya lagi seperti tempo hari....
..."Tidak. Jangan seperti ini, hentikan. Aku sudah cukup kehilangan banyak orang yang ku sayang" kata Hoshie....
... Dia, sahabatnya tidak menangis sama sekali dalam diam dengan tatapan matanya yang kosong....
..."Aku ingin sekali mengakhiri semua ini" kata Ghazi....
..."Tapi, aku ingin orang lain menghentikan rencanaku" kata Ghazi....
... Meyakinkan diri lagi....
..."Aku tidak akan mengizinkan dirimu pergi" kata Hoshie....
__ADS_1
..."Biarkan hidupmu terus mengalir sesuai keinginan takdir" kata Hoshie....
... Menyemangati sahabatnya lagi....
..."Bukankah kau selalu berkata takdir bisa diubah jika kau sendiri ingin mengubahnya" kata Hoshie....
..."Jangan lupakan kata-kata itu" kata Hoshie....
... Justru kali ini Hoshie yang meneteskan air mata tanpa sepengetahuan dari orang yang dipeluknya itu tanpa merespon menerima perhatian dari sahabatnya diam terpaku tanpa ada reaksi yang ada dia sudah tidak memiliki rasa semangat lagi tentang menjalankan hidup....
..."Aku juga takut akan kehilangan orang-orang yang aku sayang" kata Ghazi....
..."Mungkin aku terlalu erat memegang mereka" kata Ghazi....
..."Sudah. Aku tetap disini, tidak akan pergi selalu mendukungmu" kata Hoshie....
... Menatap mata Hoshie....
..."Denganku yang tidak berguna?" tanya Ghazi....
..."Siapa yang bilang begitu jahat sekali mereka?" tanya Hoshie....
..."Semua makhluk didunia ini terlahir sempurna dan bermanfaat untuk orang lain" kata Hoshie....
... Mungkin dia memang sangatlah hina tapi dari dalam lubuk hatinya dia juga ingin membahagiakan orang lain meski itu hanya satu orang didunia ini yang mau menerimanya dan bisa membuatnya bahagia lalu kenapa tidak....
..."Ada apa dengan tatapan ini?" tanya Hoshie....
... Sadar maksud dari tatapan rasa curiga yang diberikan oleh sahabatnya itu....
..."Aku tidak sedang mabuk. Sungguh, aku dalam kondisi sadar" kata Hoshie....
... Raut wajah Ghazi kembali ceria seceria yang Hoshie selalu lihat dari pemilik wajah itu. Dia memeluk sahabatnya lagi karena merasa ada orang yang selalu mendukungnya....
... Melepaskan pelukan dari Hoshie....
..."Ini Ghazi yang kukenal" kata Hoshie....
... Menatap Hoshie....
..."Apa ini, aku selalu menjadi kakakmu" kata Hoshie....
..."Kau memang selalu menjadi pelindungku" kata Ghazi....
... Menggoda sahabatnya itu....
..."Dan Oryn selalu menjadi kekasih terbaikmu" kata Hoshie....
..."Tentu saja. Jangan sampai dia di miliki oleh orang lain" kata Ghazi....
... Oryn ada di belakang mereka tapi tidak akan marah semarah-marahnya setelah melihat kekasihnya dipeluk oleh orang lain....
..."Sudahlah. Aku tidak ingin kehilanganmu" kata Oryn....
... Dia berjalan mendekat ke arah keduanya tanpa rasa cemburu yang membuatnya terlihat aneh dimata keduanya karena yang ia yakini adalah bahwa kekasihnya sangat mencintainya sejak dulu....
... Dia memberikan jaket jeans berwarna hitam dan putih sebagian secara adil warna pada jaket yang dipakaikan kepada kekasihnya untuk mengurangi rasa dingin di pukul setengah tujuh malam ini....
..."Kau pasti kedinginan" kata Oryn....
... Orang-orang dibelakang mereka mulai berdatangan kembali setelah sejak tadi dalam mode tidak terlihat oleh indera penglihatan manusia pada umumnya....
... Dia pergi menghilang didepan mereka....
... Terkejut tanpa kata....
..."Kemana dia pergi?" tanya Oryn....
..."Mungkin saja kau yang memindahkan sendiri" kata Hoshie....
..."Kau berkata seakan-akan aku orang yang pencemburu" kata Hot....
..."Terserah kau saja" kata Hoshie....
... Memperhatikan sahabatnya yang terlihat tidak ingin diganggu oleh siapapun selain kekasihnya yang sudah pergi....
... Oryn menghubungi nomor ponsel Ghazi untuk memastikan dia baik-baik saja....
... Ponselnya aktif tapi belum diangkat oleh Ghazi....
... Tersambung dengan Ghazi....
..."Kau dimana?" tanya Oryn....
..."Aku juga tidak tahu kenapa ada didalam kamar Dashie" kata Ghazi....
... Dashie sepertinya ada didalam sebuah ruangan sedang membersihkan diri terdengar dari suara air yang keluar dari shower yang dinyalakan di dalam ruangan kamar mandi....
..."Nanti kita ngobrol lagi" kata Ghazi....
... Menutup ponselnya dan duduk di depan meja belajar ruangan kos kosan adiknya sambil mengambil satu buku yang terpajang di rak lemari kecil di sebelah meja belajar yang terbuat dari kayu bercat coklat gelap sebelah kiri....
... Oryn selesai menutup obrolan dengan kekasihnya....
..."Dimana dia?" tanya Hoshie....
..."Dia ada kos kosan adiknya" jawab Oryn....
..."Katanya tiba-tiba saja dia ada disana" kata Oryn....
... Pura-pura bertanya tentang siapa Dashie sebenarnya kepada Oryn....
..."Menurutmu, apakah dia juga salah satu bangsa Xoco?" tanya Hoshie....
... Melihat Hoshie dengan tanggapan gestur tubuh yang mengalihkan enggan untuk menjawab pertanyaan dari orang didepannya itu....
..."Xoco. Menurutmu, kau yang selalu bersama dengannya seharusnya kau yang lebih tahu" kata Oryn....
... Agak malas berdebat dengan orang didepannya sekarang....
..."Kau kan tinggal jawab iya atau tidak. Kenapa panjang sekali jawabanmu" kata Hoshie....
... Bertingkah seperti orang yang menjadi korban....
..."Aku takut kau masih marah ketika aku dekat dengan pacarmu" kata Hoshie....
..."Cemburu. Aku jauh lebih keren darimu, kenapa aku harus cemburu" kata Oryn....
... Tatapan dingin....
__ADS_1
..."Ya. Terserah kau saja" kata Hoshie....
..."Apa dia sedang sedih?" tanya Oryn....
... Dia dengan seorang Hoshie ada dalam dirinya....
..."Aku bukan pacarnya" kata Hoshie....
... Dia juga pergi dari sana tepat ketika akan ditanya sesuatu hal lagi tentang Ghazi....
... Menyusul Oryn juga pergi menghilang dari jembatan penyeberangan dipukul tujuh kurang lima belas menit....
... Di kamar Dashie....
... Dia teringat tak mungkin dalam kondisi kamar yang terkunci dari dalam sedangkan penghuninya ada di dalam kamar mandi sedang mandi bisa dengan mudah dengan dirinya ada masuk ke dalam sana. Itu akan membuat kecurigaan mengapa dia ada disana tanpa memiliki kunci cadangan kamar....
... Menaruh kembali buku dalam rak lemari lalu menghilang pergi dalam mode tidak terlihat berpindah tempat ada didepan kamar adiknya....
... Dashie baru selesai membersihkan diri dengan setelan kaos putih pendek dan celana hitam panjang sambil mengeringkan rambutnya setelah keramas....
... Pintu kamarnya diketuk dari arah luar....
... Belum juga terbuka karena tak ada suara orang yang memanggilnya....
... Suara yang ia kenal terdengar memanggil namanya ...
..."Shie!" panggil Ghazi....
..."Kau didalam kamar?" tanya Ghazi....
... Dashie mengenal suara itu dan itu adalah suara kakak perempuannya....
... Membukakan pintu kamar untuk kakaknya....
..."Masuklah" kata Dashie....
..."Sendirian saja?" tanya Dashie....
..."Aku tidak melihat bodyguard mu" kata Dashie....
... Ghazi duduk di kursi semula tempatnya duduk tadi sebelum berpindah tempat di depan kamar kos kosan adiknya....
..."Boleh aku menginap disini?" tanya Ghazi....
... Agak terkejut dengan ide kakaknya itu....
..."Disini?!" kata Dashie....
..."Iya. Disini, kenapa harus terkejut begitu?" tanya Ghazi....
... Dashie seakan tidak percaya dengan ide kakaknya itu mengingat bagaimana hidupnya sejak dulu seperti apa tidak langsung percaya dengan ide ini....
..."Ada apa. Sepertinya, hal itu sangat mustahil untukku" kata Ghazi....
... Dia mengangguk pelan sambil mengeringkan rambut kepala....
..."Cepat keringkan rambutmu lalu lekas tidur" kata Ghazi....
... Dia pergi ke kamar mandi sebelum tidur untuk menyikat gigi....
... Menutup kamar mandi menguncinya dari dalam....
..."Aku ambil sikat gigimu yang baru ini" kata Ghazi....
..."Pakai saja" kata Dashie....
... Dia mengambil satu sikat gigi yang ada masih terbungkus plastik baru yang tergantung diatas alat gantung baju ruang kamar mandi....
... Dashie duduk di meja belajar mengambil tonernya lalu menuangkan di telapak tangan secara langsung tanpa menggunakan kapas....
... Menepuk-nepuk toner yang ada di wajah dengan lembut dan dengan kecepatan ringan keseluruh wajah....
... Langkah selanjutnya adalah memakai sleeping mask....
... Dua menit berlalu ia selesai dengan skincare malam yang harus dipakai jika masih ada stoknya....
... Dia berpikir sambil melihat wajahnya dari cermin kecil didepannya saat ini....
..."Aku baru saja kepikiran tentang Ghazi dan dia langsung datang" kata Dashie....
..."Apa ini yang namanya kebetulan?" tanya Dashie....
... Masih berpikir positif....
..."Anggap saja begitu" kata Dashie....
... Bagaimana dengan kondisi Nora saat ini....
... Di depan kos kosan seseorang yang ia kenal saat ini tinggal disana, dia dengan minuman dari dalam cup yang ia minum memandang beberapa kamar yang masih menyalakan lampu di pukul tujuh kurang sepuluh menit....
... Dia dengan satu kantong makanan sudah dipersiapkan untuk menjadi camilan dimalam ini ketika niatnya untuk menginap datang....
..."Dia sudah membaca pesanku" kata Nora....
... Dia meminum minuman ice tea sambil melihat layar ponselnya dengan mengirimkan satu pesan lagi kepada Dashie bahwa ia sudah tiba di depan pintu masuk kos kosannya sekarang....
... Dia melihat ke sekeliling yang cukup aman untuk seorang gadis tinggal di area sekitar tempat kos kosan itu....
... Banyak orang-orang juga berlalu-lalang dengan toko-toko yang juga masih terbuka cukup ramai dengan para pembeli yang berdatangan tapi juga tidak terlalu bising dengan lingkungan yang bisa tergolong ramai ini....
... Dia selesai memeriksa keamanan sekitar tempat tinggal Dashie saat ini lalu masuk untuk melewati pintu masuk tempat kos kosan tersebut....
... Mulai menaiki anak tangga satu persatu suara langkah kakinya terdengar cukup menggema sekitar....
... Melewati banyak kamar lalu ia akan segera melewati anak tangga lagi untuk sampai ke lantai kedua gedung tersebut....
..."Apakah tempat ini benar-benar aman untuknya?" tanya Nora....
... Dari atas sana ia juga melihat pemandangan indah malam hari dari depan kamar kamar dari jendela kaca panjang dan tinggi yang terpajang di depan deretan kamar....
..."Untuk biaya sewa sebesar itu ini bisa dibilang nyaman khususnya para perantau sepertiku" kata Nora....
... Dia melewati jendela-jendela itu tanpa menyadari dengan tanpa suara kaca-kaca jendela yang ia lewati diselimuti es es lalu dengan mudahnya tanpa sebuah tanda tanda bahaya datang disana lalu mencair dengan mudah menghilang terbawa udara dengan kondisi yang sebenarnya itu bukanlah kekuatan yang ia miliki sedang diaktifkan....
... Dia terhenti ketika sudah didepan pintu kamar nomor dua ratus sepuluh sebuah kamar yang ditempati oleh Dashie....
... Dia mengetuk pintu....
..."Dashie. Ini aku, Nora!" panggil Nora....
__ADS_1
... ...