Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 82


__ADS_3

...Chapter 82: Misteri....


...Tahap interogasi belum selesai....


...Jarrel sedang meeting menanyakan kondisi Callie tanpa suara yang menganggu sekitar....


...Rio sedang santai menikmati jus Watermelon....


...Menggabungkan kedua jemari tangan menjadi satu dengan tatapan serius tajam terjuju kepada Rio....


..."Apa perasaanmu ketika diterima Dashie?" tanya Ved....


...Meminum jus Watermelon lagi dalam satu tegukan lalu menaruh gelas diatas meja....


...Akan menjawab pertanyaan dari Ved....


...Melakukan gerakan tangan yang sama seperti yang Ved lakukan....


..."Yeay!" kata Rio....


...Ekspresi lumayan mengejutkan untuk mereka yang ada disana....


..."I'm happy" kata Rio....


..."But, I'm not happy" kata Ved....


...Rio senang dalam tawa yang tertahan....


...Pukulan ringan datang dari Dashie mengenai bahu sebelah kanan pacarnya....


...Rio tidak bisa menghindar....


...Menatap Dashie yang sedang mengobrol dengan Jarrel....


..."Ya. Begitulah" jawab Rio....


...Makan malam tetap berjalan lalu menyuapi Dashie dengan salmon panggang....


...Menerima suapan kedua....


...Dashie kemudian lanjut mendengarkan curahan hati Jarrel....


...Rio juga makan potongan salmon panggang yang sama seperti yang Dashie makan....


...Ved sedang sibuk dengan segala urusannya dengan bisnis makanan yang akan dibangunnya yang semakin dekat hari kapan dibuka untuk umum....


...Jarrel terlihat sedang sangat sedang merindukan seseorang dan itu tidak bisa dibohongi....


...Rio menyuapi lagi pacarnya dengan nasi dan potongan salmon beserta sayuran segar....


..."Ini terlalu banyak" kata Dashie....


...Tersenyum Rio....


..."Oh sorry" kata Rio....


...Tapi, Dashie tetap memakan suapan dari Rio....


..."Sebentar" kata Dashie....


...Dashie melihat ada nasi di baju kemeja biru putih kotak kotak yang Rio kenakan lalu mengambilnya....


..."Sudah" kata Dashie....


...Rio memeriksa lagi kemejanya barangkali ada sesuatu lagi selain nasi telah menempel di baju yang ia pakai....


...Lanjut lagi mendengarkan apa yang diceritakan oleh Jarrel....


...Ved sambil mengobrol dari dalam ponsel dengan seseorang sesekali sedikit demi sedikit menghabiskan makanan yang tadi dia pesan bersama Jarrel dan akhirnya orang yang sedang berbicara dengannya didalam ponsel sadar Ved sedang makan....


..."Kau sedang makan?" tanya Callie....


..."Ehmm" jawab Ved....


..."Kau lanjutkan lagi makan nanti kita bicara lagi" kata Callie....


..."Tak apa. Kita lanjutkan lagi pembicaraan kita" kata Ved....


...Ved membahas kapan cafenya akan dibuka....


...Kapan hari pembukaan dan siapa saja yang akan diundang di pesta pembukaan dengan daftar nama yang juga sudah diketahui oleh Callie....


...Sibuk sekali, Ved sampai makanan yang dia sedang santap tinggal sepertiga bagian piring....


...Diskusi keduanya masih berlangsung serius pula tidak tergantikan itulah Ved....


...Kali ini sedang membahas siapa pengisi acara yang akan dipilih dari daftar siapa saja yang sudah diketahui oleh Ved dari semua daftar nama yang Callie ajukan....


...Ved melihat lembar dokumen yang berisi daftar nama-nama calon pengisi acara....


..."Bagaimana kalau … ?" tanya Ved....


..."Kurasa … " kata Callie....


...Ved tidak sadar kalau ketiga temannya sedang memperhatikan sahabat mereka yang mengobrol dengan wanita terhitung cukup lama selain dengan Dashie....


...Sadar dan juga terkejut....


..."Ya ampun" kata Ved....


...Menutup speaker ponselnya dengan telapak tangan agar Callie tidak mendengar apa yang terjadi pada Ved....


..."Kalian sedang apa?" tanya Ved....


...Penuh curiga kepada sahabatnya ini....


..."Kita lanjutkan lagi nanti" kata Ved....


..."Sudah dulu. Bye" kata Ved....


...Obrolan diantara keduanya tidak dilanjutkan dengan adanya kecurigaan para sahabatnya dengan siapa Ved mengobrol....


...Geleng-geleng kepala dengan situasi diri sendiri....


...Kecurigaan dihentikan dan mereka bertiga melanjutkan aktivitas mereka begitu juga dengan Ved sibuk dengan pekerjaan lagi sambil menyantap makanan....


...Masih serius membaca dokumen tanpa disengaja dari kaca etalase kedai Ved melihat gambaran sebuah bus kota yang berhenti di perhentian bus didekat tempat mereka berada sekarang....


...Disana terlihat dengan memusatkan pandangan tajam ke arah objek yang dilihat lalu dugaannya ternyata benar gadis itu adalah seseorang yang pernah ditemui di sebuah restoran juga cafe tempo hari berbarengan dengan pertemuannya kembali dengan Ren yang sebelumnya bukan pemilik identitas sahabatnya itu....


...Bukan hanya ada gadis itu melainkan juga ada orang yang barusan Ved pikirkan, ya benar dia adalah Ren....


...Dia ada dibelakang gadis yang Ved maksud yang juga masih didalam penyelidikan dengan hadirnya dirinya di circle bangsa Blacwhe....


...Bus kembali bergerak pergi membawa para penumpang didalamnya....


..."Aku harus pergi" kata Ved....


...Dia membawa tas beserta dokumen yang sejak tadi dibaca tidak lupa kunci mobil yang ada diatas meja....

__ADS_1


...Berlari cepat meninggalkan ketiga orang di meja tersebut....


..."Tidak biasa dia tidak menghabiskan makanannya ini" kata Dashie....


..."Apa telah terjadi sesuatu?" tanya Rio....


...Menenangkan suasana....


..."Kalian tenang saja. Dia pasti bisa menangani masalahnya sendiri" kata Jarrel....


..."Semoga saja tidak terjadi hal-hal buruk" kata Rio....


...Ved membuka pintu mobil dengan cepat lalu menutup kembali segera menyalakan mesin kemudian pergi dari depan kedai untuk mengejar dua orang yang sudah lebih dulu pergi menggunakan transportasi publik....


...Mengejar....


...Ved mengemudi dengan mempercepat laju kendaraannya dengan terjadi aksi menyalip beberapa mobil didepannya saat ini menyalip lagi....


...Dan ketika mobilnya berdekatan dengan bus yang dia kejar dengan berhati-hati melihat ke arah para penumpang didalam bus....


...Dua orang yang ia cari telah menghilang tidak terlihat sama sekali didalam kendaraan transportasi publik disebelah kirinya sekarang sedang mengemudi....


...Ved tidak ingin kehabisan akal untuk kehilangan jejak mereka....


...Mencari lagi segala petunjuk yang bisa di jadikan cara untuk menemukan mereka kembali....


...Dengan nomor ponsel milik gadis itu yang sudah disimpan didalam ponselnya untuk berjaga-jaga dihubungi nomor ponselnya dari ponselnya tersambung namun belum diangkat suara getaran dari berbagai ponsel di sekitarnya dengan detail Ved mencari dimana letak pemilik dari nomor ponsel seseorang yang sedang dihubunginya saat ini....


...Sinyal tidak begitu sempurna didapat tapi cukup untuk dirinya untuk mengejar dimana letak Ren telah membawa Rumy....


...Mobilnya dikemudian melipir di pinggir jalan memberi pesan singkat kepada Jarrel agar datang segera di alamat yang sudah di kirim....


...Ved menghilang dari dalam mobil....


...Satu menit kemudian Jarrel tiba dan berada di kursi kemudi mobil Ved....


..."Sudah ku duga pasti terjadi sesuatu" kata Jarrel....


...Jarrel pergi meninggalkan tempat mobil Ved masih menyala ditinggalkan oleh pemiliknya mengemudi dengan kecepatan sedang untuk pergi ke rumah seseorang yang masih menerima perawatan medis dirumah....


...Belum panik....


...Di tempat taman bermain yang terbengkalai gadis itu dibawa disana dalam kondisi sadar melihat kesekitar mencari alasan kenapa dia bisa ada disana sedangkan tadi dia sedang berada didalam bus untuk perjalanan pulang setelah mengikuti tambahan belajar di tempat kursus....


...Kini Rumy mulai panik terlebih dengan mata kepalanya sendiri terdengar suara langkah kaki menyentuh rerumputan tapi tidak terlihat hanya dedaunan kecil yang bergerak seperti terinjak oleh sesuatu....


...Segera Rumy berlari sekuat tenaga dari kejaran seseorang yang tidak terlihat oleh mata....


...Suara getar ponsel Rumy terdengar dari saku jaketnya lalu dia mengambil ponselnya segera menjawab panggilan telepon yang dia tidak tahu itu adalah Ved....


...Ved muncul dalam mode yang sama tidak terlihat menarik pergerakan lengan Rumy membawanya pergi dari kejaran seseorang....


...Rumy dan Ved menghilang dari jangkauan Ren....


...Dia memperlihatkan wujudnya lagi....


..."Pemuda itu lagi" kata Ren....


...Ved membawa Rumy pergi sampai didepan rumah gadis ini....


...Rumy terkejut tidak percaya dengan apa yang telah dialaminya baru saja....


...Dia masih tidak bisa terlihat oleh Rumy....


...Ved masih memegang tangan Rumy lalu setelah itu langsung melepaskan....


...Ved akan pergi....


...Rumy mendengar suara seseorang sedang berbicara persis didepannya tanpa memiliki wujud....


..."Aku percaya hantu tapi dimana hantu itu?" tanya Rumy....


...Rumy akan kabur selangkah mundur setelah mendengar Ved berbicara....


..."Tunggu!" kata Ved....


...Rumy mencari lagi siapa yang mengajaknya berbicara....


...Ved berpikir percobaannya kali ini bisa berhasil jika melakukan ide yang terlintas begitu saja disaat ini....


..."Kau hantu?" tanya Rumy....


...Ved melangkah maju ke arah gadis ini....


..."Bukan" jawab Ved....


...Ved meraih pergelangan tangan Rumy lagi dan keajaiban terjadi didepannya sendiri....


...Ved kembali perlahan terlihat sebagai wujud manusia yang ia miliki yang sempat menghilang barusan....


..."Kau?" tanya Rumy....


..."Aku tidak percaya penyihir" kata Rumy....


...Membantah tuduhan dari gadis remaja sekolah menengah atas ini....


..."Aku bukan penyihir" kata Ved....


..."Aku tidak percaya!" kata Rumy....


...Dia berlari pergi meninggalkan Ved sendirian didepan rumah....


...Tangan kanan memegang kepala bagian belakang dengan situasi tidak terduga semacam ini bisa terjadi padanya....


...Akhirnya, Ved memutuskan untuk pergi dari depan rumah Rumy....


...Kembali muncul di rumah Ten....


...Ved datang....


...Jarrel tersedak ketika sedang meminum kopi....


...Dia dengan tenang membersihkan mulutnya yang terkena tumpahan kopi....


..."Untung saja bajuku selamat" kata Jarrel....


...Melihat Ved....


..."Semua sudah beres?" tanya Jarrel....


..."Beres?" tanya Ved....


..."Ya. Beres?" tanya Jarrel....


...Jarrel menunggu pertanyaannya dijawab oleh sahabatnya itu....


...Ved duduk di kursi kamar Ten yang masih dirawat dan tertidur dengan alat bantu pernafasan dimulut dan hidung....


...Memejamkan kedua mata....

__ADS_1


..."Aku ingin tidur sebentar" kata Ved....


...Tak ada jawaban yang ia terima....


...Jarrel menaruh cangkir yang berisi kopi diatas meja kayu persegi disebelah kirinya itu....


...Tidak biasa untuk seorang Ved yang sedikit cemas dalam situasi apapun....


...Masih memejamkan mata....


..."Kau tidak apa-apa?" tanya Jarrel....


..."Hmmm" jawab Ved....


..."Ya sudah" kata Jarrel....


...Mengejutkan lagi dalam lima menit yang sudah berlalu....


..."Eh … eh!" kata Ved....


..."Apa?" kata Jarrel....


..."Apa kau pernah menghilang lalu tidak bisa terlihat lagi?" tanya Ved....


...Berpikir sebentar....


..."Bisakah kau seperti itu?" tanya Jarrel....


...Lawan bicaranya sudah menduga orang cerdas seperti Jarrel pasti akan bertanya seperti ini....


...Melanjutkan apa yang ingin didiskusikan....


..."Anggap saja seperti itu" kata Ved....


...Terkejut berlebihan....


..."Jangan lakukan itu lagi. Kau bisa selamanya menghilang" kata Jarrel....


..."Responmu berlebihan sekali" kata Ved....


...Sengaja merespon berlebihan....


..."Benarkah?" tanya Jarrel....


..."Aku berhenti bertanya lagi" kata Ved....


...Menjadi teman yang baik....


..."Jangan lakukan itu lagi. Jika kau tidak mau menghilang" kata Jarrel....


...Mengulang mengingat lagi apa yang sudah dilakukan selama ini dengan siapa dia bertemu dan perubahan terkecil apa yang tidak disadari olehnya....


...Dia ingat terkahir kali ketika bersama dengan Ren juga bersama dengan Aka ketika berada di kafe untuk makan siang bersama kala itu....


..."Orang yang paling ku curiga jelas dia" kata Ved....


...Kembali di waktu ketika sedang makan bersama di kafe yang Ved maksud untuk makan siang....


...Dia tidak sadar bahwa Ren tanpa gerakan-gerakan mencurigakan bahkan disaat sedang berbincang bersama dengan Aka, dia bisa mengambil perlahan kekuatan yang Ved miliki tanpa diketahui sebagai tanda bahwa kekuatan telah pergi diambil oleh Ren....


...Ved menghilang lagi disebelah Jarrel....


..."Dia kemana lagi?" tanya Jarrel....


...Dia kembali di rumah Rumy dengan kondisi yang diluar dugaan terjadi kepada keluarga gadis yang baru saja di tolong olehnya tadi....


...Darah berceceran di lantai rumah yang dalam kondisi gelap berantakan barang barang yang berkaitan dengan komputer seperti seseorang sudah mengamuk didalam sana....


...Ved akan menghubungi pihak kepolisian dan apa yang terlihat darah di lantai mulai menghilang secara perlahan tak ada bau amis atau anyir khas darah bersih tak berbekas....


...Dia mulai penasaran dengan mengikuti arah darah selanjutnya yang semakin menghilang sebagai ciri khas bangsa Blacwhe dalam menjalankan aksi hampir sama persis dengan apa yang terlihat oleh Ved....


...Langkah kaki terhenti....


...Ved mendengarnya....


...Mendengar suara benda seakan jatuh kebawah lantai....


...Dia bergerak masuk kedalam rumah Rumy lagi....


...Semua pintu terbuka dengan jejak darah seperti tangan menempel disebagian pintu tidak terlihat sama darah yang menempel semua terlihat acak....


...Dia mendengar suara orang minta tolong. Suara seorang yang tadi berbicara dengannya setelah mengantarnya pulang Samapi didepan rumah....


...Kaki melangkah lebih cepat menuju sumber suara yang barusan terdengar oleh Ved....


...Dia melihatnya....


...Dia melihat seorang gadis remaja menusukkan pisau panjang tepat di perut orang yang dianggapnya sebagai sahabatnya sendiri....


...Rumy melakukan perlawanan ketika benda tajam keluar dari tangan Ren lebih tajam dari pusat yang sudah menancap di perutnya berambisi ingin melukai gadis ini....


...Rumy melihat ke arah Ved....


...Ren mengikuti arah mata gadis ini melihat....


...Ved langsung mengilang lagi dari hadapan mereka bukan tanpa alasan jika dia tetap menampakkan diri didepan Ren lalu bagaimana dengan tindakan berbahaya yang bisa dilakukan oleh Ren kepada yang lainnya....


...Ren ditendang oleh Ved dari arah kanan dan dia terpental menjauh dua meter dari Rumy....


...Ved melihat luka yang didapat bersembunyi dari perut bawah sebelah kanan Rumy....


..."Pergi!" teriak Ved....


..."Tapi … " kata Rumy....


...Berbicara tegas....


..."Kubilang pergi!" kata Ved....


...Dia mengikuti perintah dari Ved untuk segera pergi dari dalam rumah....


...Senjata itu berhasil menusuk perutnya Ved....


...Suara kesakitan itu terdengar oleh Rumy....


...Rumy berbalik melihat ke arah belakang....


..."Tidak. Dia tidak boleh pergi" kata Rumy....


...Berbalik dengan senjata yang masih berada ditangan Rumy bersiap untuk melawan seseorang yang dianggapnya sebagai monster itu dari arah belakang berlari lalu menusuk bagian punggung belakang Ren....


...Rumy menarik pisau panjang yang menusuk pria yang ada didepannya itu....


...Lalu menusuk lagi dibagian punggungnya yang lain....


...Ren terjatuh....


...Kesakitan tubuhnya terluka cukup parah....

__ADS_1


...Disana hanya terlihat Ren yang melemah kesakitan dan suara orang lain yang tidak terlihat oleh Rumy yaitu Ved....


__ADS_2