
...Chapter 68: Dia kenapa lagi?....
... Datang Hot menghampiri keponakannya yang bermain dengan seekor kucing lalu meraih kemudian menggenggam tangan Dashie yang sedang memegang camilan milik keponakannya sendiri....
... Jongkok mengikuti apa yang dilakukan oleh keponakannya itu....
..."Berikan padaku" kata Hot....
... Hot menggigit camilan milik Babe dari tangan Dashie....
... Tatapan itu belum berakhir untuk Hot....
... Melepas kemudian genggaman tangannya dari tangan Dashie tidak lupa mengambil camilan milik Babe....
... Tak berkomentar apapun dengan apa yang dilakukan oleh Hot kali ini....
... Menerima keramahan dari kedua orang dewasa di sisi balita di depannya sekarang....
..."Apa aku mengganggu kalian?" tanya Hot....
... Belum ada komentar lagi....
..."Kalian juga bukan pasangan kekasih" kata Hot....
... Belum ada komentar lagi....
... Lalu Dashie memberikan camilan yang sama milik Babe juga dirinya yang sudah dipesan oleh Dashie untuk rekan kerja barunya ini....
..."Untukku, terima kasih" kata Hot....
... Empat camilan yang ada di dalam sebuah cartoon makanan berwarna hijau....
..."Aku akan memesankan ini juga untukmu" kata Dashie....
... Dashie akan membeli makanan di penjual camilan tersebut yang berada disisi kanan tepat gadis ini berbicara menghadap Ren....
... Mencegah....
..."Tidak perlu. Aku baru saja makan tadi" kata Ren....
... Tidak jadi memesan camilan untuk Ren....
... Hot dengan camilan yang kedua diambil dari dalam cartoon hijau mengajak belum memakannya mengajak bicara Ren....
..."Kalian terlihat cukup dekat" kata Hot....
... Hampir lupa memperkenalkan Ren kepada Hot....
..."Kenalkan, ini sahabat ku. Ren" kata Dashie....
... Ren sudah mengulurkan tangan kanannya untuk mengawali perkenalan sedangkan untuk Hot masih memakan camilan lalu Dashie memindahkan camilan ditangan kanannya ke tangan kirinya Hot....
..."Astaga" kata Hot....
... Tangan Hot ditarik paksa oleh Dashie untuk mau berjabat tangan dengan Ren....
..."Panggil aku Ren" kata Ren....
... Mengangguk dengan pipi sebelah kiri yang terisi makanan didalam mulutnya....
..."Hot" kata Hot....
... Lalu Hot melepas jabat tangan dari Ren lebih dulu....
... Ren menerima perlakuan dari Hot dengan sikap ramah tidak terlihat bahwa dia merasa sedang di singgung....
... Suasana ini mulai membiasakan mereka yang belum pernah bertemu sebelumnya....
... Menggigit lagi camilan di tangan berbicara dengan diri sendiri....
..."Kurasa aku tidak perlu bersikap ramah padanya" kata Hot....
... Camilan miliknya sudah habis lalu Hot kemudian menyuapi Babe dengan camilan yang baru dari cartoon hijau yang ada di tangan kirinya....
... Ren tidak bisa berada lama lama bersama dengan mereka dan dia pergi dengan menggendong Lexa kucing bermata indah itu....
... Babe melambaikan salam perpisahan kepada Lexa....
..."Bye bye Lexa" kata Babe....
... Akhirnya apa yang diharapkan oleh Hot terjadi juga dengan melihat sendiri kepergian Ren dari Dashie....
... Suara yang terdengar oleh telinga Dashie....
..."Aku tidak yakin dia sahabat mu" kata Hot....
... Menghela nafas pendek....
..."Huffft"...
..."Untung saja pagi ini penuh cinta" kata Dashie....
... Setelah mendengar pendapat Hot tentang Ren....
... Ren semakin menjauh dari pandangan mereka bertiga lalu dari arah jalan yang sama keduanya saling berpapasan satu sama lain. Berbeda dengan Nora yang tidak menyadari tentang keberadaan dari bangsa Blacwhe tersebut akan tetapi seseorang yang memanfaatkan indentitas milik orang yang bernama Ren tersebut menyadari kehadiran dari Nora yang sedang mencarinya sebagai target daftar pencarian bangsa Blacwhe yang berbahaya....
... Melirik Nora dan tetap tidak berhenti melangkah saling menjauh pergi dan senyum misterius itu terkesan membuat orang takut ada didalam orang yang memakai identitas diri dari Ren....
... Nora berhenti seakan telah melewatkan sesuatu berbalik kearah belakang....
... Memperhatikan dengan seksama menyeluruh diantara banyak orang-orang dan tak ada yang ditemukan dalam pencarian....
... Ren sudah menghilang bersama dengan kucing peliharaannya....
... Berbalik ke arah semula....
... Nora melanjutkan pencarian di tempat event yang baru diselenggarakan pada hari ini sejak pagi pukul delapan tepat tadi. ...
... Di tempat yang sama ada seseorang yang sedang menunggu pacarnya yang mengajaknya bertemu tapi tidak kunjung datang dari satu jam yang lalu....
... Belum ingin pergi masih menunggu dengan menghubungi nomor ponsel pacarnya yang aktif namun tidak mengangkat panggilan darinya....
... Memeriksa pesan yang diterima dari pacarnya lagi....
..."Aku tidak salah tempat. Disini dia menyuruhku menunggu" kata Xie....
... Berjarak sekitar sepuluh meter Dashie sedang bersama dengan Babe juga Hot ada disisi sebuah tempat salah satu produk baru yang di pamerkan yang bergerak di bidang tekstil....
... Di tarik oleh Dashie dengan cepat Hot mencegahnya terus berjalan mengarah ke kakaknya itu....
..."Kenapa menarikku sekuat itu?" tanya Hot....
... Babe berada di gendongan Hot yang sedang terlelap tidur....
..."Ikuti aku!" perintah Dashie....
__ADS_1
... Penolakan datang dari suaranya yang lirih....
... Tetap akan pergi ke arah kakaknya Dashie berada saat ini....
... Ditarik lebih kuat oleh Dashie....
... Arah mereka berdua pergi sudah berubah dengan Dashie yang mendapatkan sebuah kemajuan dari hubungan percintaan kakaknya bersama dengan temannya....
... Pesan yang diterima oleh Dashie dari Nora....
..."Aku membuat janji berkencan dengan Xie, tapi aku tidak yakin dia akan datang" ...
... Dashie masih mengingat pesan yang dibacanya ini tadi pagi....
... Hot dengan terampil menggendong keponakannya juga ingin bertanya tentang alasan rekan kerjanya melamun pada saat ini tapi berpikir lagi kalau itu tidak perlu untuk dipertanyakan....
... Ingin mengambil Babe dari gendongan Hot bergantian menjaga keponakannya lalu tidak diberikan izin oleh paman dari balita perempuan ini....
..."Biarkan aku menjalankan tugasku" kata Hot....
..."Ya sudah" kata Dashie....
..."Anggap saja kau sedang beruntung" kata Hot....
... Berjalan beriringan menatap lurus kedepan....
..."Aku bisa bernafas hari ini juga adalah keberuntungan" kata Dashie....
... Terharu dalam empat detik selebihnya tidak sama sekali....
..."Kamu terdengar seperti mahasiswa jurusan psikologi" kata Hot....
... Menanggapi obrolan dari Hot....
..."Jokes mu terdengar lucu" kata Dashie....
... Menanggapi dengan senang hati....
..."Katakan saja garing" kata Hot....
... Akhirnya Nora ponselnya yang bergetar dengan dering dari panggilan telepon dari Xie mengangkat segera setelah kabar tentang keberadaan dari pacarnya itu ada ditempat yang sama dengannya berada sekarang....
... Nora tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan pacarnya....
... Menggenggam kedua tangan pacarnya dengan lembut senyum menawan dari Nora....
..."Kau pasti sudah menunggu lama" kata Nora....
... Dingin sifatnya belum ada perubahan....
..."Tidak, aku baru saja" jawab Xie....
... Baru saja bertemu....
..."Bisakah kita tidak sering bertemu?" tanya Xie....
... Melepas kedua tangan pacarnya dari genggaman....
... Suasana sudah mulai berubah....
..."Jarang bertemu?" tanya Nora....
..."Kita juga baru bertemu hari ini" kata Nora....
..."Sorry, aku memang selalu memaksakan pendapat ku" kata Nora....
... Emosi memuncak....
... Sulit untuk melanjutkan percakapan yang diprediksi akan berakhir dengan pertengkaran....
..."Baiklah" kata Nora....
..."Kita harus jarang bertemu" kata Nora....
..."Terus besok kamu mau kita putus?" tanya Nora....
..."Aku nggak mau" kata Nora....
... Menunggu Xie bicara lagi....
..."Katakan, apa kesalahan ku?" tanya Nora....
..."Bicara Xie!" kata Nora....
... Nora pergi dengan kondisi menahan amarahnya yang kian memuncak dengan sikap pacarnya yang akan membuatnya bertambah tertekan sedih jika terus berada disisinya saat ini....
... Tak ada air mata yang tumpah tapi tidak dengan kedua hati masing-masing pasangan ini....
..."Kenapa hanya aku yang merasa cintaku hanya untuknya" kata Nora....
..."Sikapnya tetap sama" kata Nora....
... Orang orang disekitar mereka tentu melihat pertengkaran kecil ini terlihat Xie yang membiarkan pacarnya berjalan jauh pergi tanpa ada reaksi peduli belum melangkah pergi untuk mengejar Nora yang berharap lebih bahwa pacarnya akan mengejarnya dan meminta maaf dari sikapnya ini....
... Nora menoleh ke arah Xie yang terlihat tanpa merasa dirinya juga bersalah di dalam hubungan ini....
... Arah mereka memang berbeda akan tetapi jarak mereka tidak terlalu jauh dengan bagian event di dekat kedua pasangan yang baru saja bertengkar dari salah satu peserta pameran ini sehingga Dashie juga Hot yang bersikap seperti tidak tahu menahu tentang permasalahan percintaan seseorang mendengar isi obrolan pertengkaran dari sepasang kekasih tadi....
... Hot melirik ke arah Dashie....
..."Nora. Aku berharap kau bisa bertahan dengan sifatnya ini" kata Dashie....
... Dashie terlihat seperti melamun....
... Sengaja membuat kaget Dashie....
..."Dor!" kata Hot....
... Menghela napas panjang....
... Memukul pundak sebelah kiri Hot cukup kuat terasa sakit setelah mendapatkan pukulan dari Dashie....
... Menerima rasa sakit dengan lapang dada....
... Berpendapat tentang kebanyakan wanita....
..."Kenapa wanita suka memukul jika mengobrol dengan teman laki-lakinya?" tanya Hot....
..."Aku tidak akan meminta maaf" kata Dashie....
..."Instingku mengatakan kau sedang tidak ingin dekat dengan siapapun" kata Hot....
... Dashie berada dalam dunianya sendiri ketika diajak bicara oleh Hot membahas tentang dirinya....
... Gadis ini belum keluar dari dunia yang dikendalikan olehnya tanpa mengizinkan siapapun untuk datang bahkan untuk mengajaknya berteman seperti yang sedang di usahakan oleh Hot....
__ADS_1
... Xie setelah tidak melihat jejak pacarnya yang baru saja pergi dari pertengkaran yang terjadi diantara mereka, pergi tanpa ada rasa penyesalan yang bisa dilihat oleh orang lain namun tidak dengan Dashie yang tahu dan menyadari inilah caranya untuk menutupi semua yang tidak ingin diungkapkan kepada siapapun tersimpan didalam diri....
..."Sampai kapan dia akan seperti ini?" tanya Dashie....
... Melirik ke arah Dashie yang baru saja berbicara sendiri....
..."Kau bicara dengan siapa?" tanya Hot....
..."Tidak bicara denganmu tapi denganku sendiri" kata Dashie....
..."Kurasa kau perlu istirahat" kata Hot....
... Menyadari....
..."Ayo hentikan kegilaanku" kata Dashie....
... Dashie mengambil Babe dari gendongan pamannya lalu tetap Hot tidak mau melepaskan keponakannya ada dalam gendongan. ...
..."Aku harus bekerja" kata Dashie....
... Hot yang terheran dengan perubahan sikap rekan kerjanya yang berubah begitu cepat melepas Babe dari gendongan tangannya kepada Dashie bukan dengan alasan perkataan yang baru saja diucapkan olehnya tapi karena proses analisisnya sedang mengumpulkan banyak informasi....
... Mengikuti Dashie yang menggendong Babe mengambil tas milik keponakannya yang dibawa oleh Dashie....
... Tak ada obrolan di menit menit ini berjalan pelan menikmati suasana di dalam acara event memeriksa kondisi perkembangan jalannya pameran itu yang dilakukan oleh Hot....
... Dia juga mengetahui kisah mereka berdua melalui data informasi yang dikumpulkan oleh rekan kerjanya, Nora....
... Memperhatikan Dashie secara diam-diam berada disebelah kanannya....
..."Pasti dia sedang lelah" kata Hot....
..."Disisi lain dia menyukai orang lain dan disisi lain dia juga mulai ragu" kata Hot....
... Belum berhenti diam diam memperhatikan Dashie....
..."Terlepas dari segala masa lalunya" kata Hot....
..."Orang yang bernama Hoshie itu juga tidak akan menyerah terlepas juga dari niat tersembunyi yang tidak diketahui oleh orang lain" kata Hot....
... Menebak....
..."Termasuk gadis ini" kata Hot....
..."Hari menakutkan itu pasti tiba" kata Hot....
... Mengakhiri perhatian yang diberikan oleh rekan kerjanya itu menatap balik Hot....
..."Aku tidak secantik itu" kata Dashie....
... Tidak basa basi berpendapat....
..."Hey, semua itu relatif" kata Hot....
... Rasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Hot barusan meski itu alasan yang masuk akal untuk diterima oleh Dashie....
... Memulai obrolan lagi dengan Dashie....
..."Siapa pria tadi?" tanya Hot....
... Menjawab langsung....
..."Kakak ku" jawab Dashie....
..."Pantas saja kau paling mengerti" kata Hot....
... Berkata cukup jujur....
..."Tidak juga" kata Dashie....
... Menawarkan pekerjaan baru untuk Dashie sekaligus menguji rekan kerjanya itu....
..."Aku memiliki lowongan pekerjaan lain yang jauh dari gaji yang kamu terima saat ini. Apa kau tertarik?" tanya Hot....
... Respon yang diberikan oleh Dashie setelah mendengar tawaran dari Hot....
..."Gaji yang lebih besar tentu aku sangat tertarik" kata Dashie....
..."Tapi, balik lagi aku berpikir inilah kemampuanku yang ku terima" kata Dashie....
... Saling melihat satu sama lain....
..."Sorry" kata Hot....
... Tersenyum hangat Dashie kepada rekan kerjanya yang tidak bermaksud menyinggung dirinya....
..."Sudahlah" kata Dashie....
... Hot mendapatkan jawaban yang cukup puas lalu melanjutkan mengantar Dashie menuju mobilnya mengantar Babe yang sudah tertidur sedari dua puluh menit yang lalu....
... Di rumah sakit....
... Hoshie terlihat tidak nyaman dengan kondisinya yang sangat sakit seluruh sekujur tubuhnya ditambah lagi hari ini atau bisa jadi dalam beberapa hari tidak akan bertemu dengan orang yang di sayang tangannya sedang menahan diri agar tidak memanggil nomor ponsel gadis itu....
... Poet sama halnya dengan Fable masih belum percaya dengan sikap sahabatnya ini....
..."Kau tidak memberitahu dirinya kalau kau ada disini" kata Poet....
..."Poet, menyerah lah. Dia tidak melakukan itu" kata Fable....
... Tertawa, Poet ...
..."Hahahaha"...
..."Orang ini bisa cemburu rupanya. Aku kira tidak" kata Poet....
..."Sudahlah. Kita seperti musuhnya bukan sahabatnya" kata Fable....
... Di area event pameran....
... Di tempat parkir sudah ada Pax yang datang bersamaan dengan kedatangan ketiga orang lainnya yaitu Babe dan Dashie serta Hot....
... Pax datang merangkul Hot selayaknya teman akrab bersikap setelah selesai mengikuti sebuah wawancara kerja perasaan gembira dengan harapan bisa mendapatkan kabar baik bahwa dirinya akan segera diterima di perusahaan tempatnya melakukan sesi wawancara kerja tadi pagi bersama para pelamar pekerja lain yang melamar di perusahaan yang sama....
... Kebahagiaan belum sempurna yang dimiliki Pax jelas sedang diperankan oleh temannya ini tak mungkin Hot memperjelas kondisinya saat ini bersikap membaur menjadi ramah berperan meninggalkan rasa canggung itulah yang sedang diusahakan oleh paman dari balita perempuan di dekatnya itu....
... Sebagai rekan kerja yang mendapatkan pesan ketika obrolan sedang berlangsung diantara mereka bertiga di luar mobil dengan kaca jendela terbuka separuh di sisi kanan baris kedua....
..."Kau sibuk?" tanya Nora....
... Balas rekan kerjanya....
..."Kita berdua sangat sibuk" jawab Hot....
... ...
__ADS_1