
...Chapter 193: Jangan bohong....
... Hujan berhenti dengan cepat setelah tiga menit....
... Empat menit kemudian....
... ...
... Xie memarkirkan mobilnya didepan tempat kost kostan adiknya....
... Ghazi akan bawakan tas milik Dashie....
... Tatapan mematikan....
..."Kenapa?. Aku hanya ingin bawakan tas mu ini" kata Ghazi....
... Dia langsung merebut dan membawanya sendiri....
... Tawa kecil dari kakak laki-laki mereka....
... Ghazi melihat Xie....
... Dashie keluar dari dalam mobil lalu kakak laki-lakinya menyusul setelah itu adik perempuannya yang pertama keluar dari mobil juga....
... Nawa dan Rumy....
..."Itu sudah berakhir mau sampai kapan kamu memegang tanganku" kata Nawa....
... Ekspresi malu-malu....
..."Sorry" kata Rumy....
... Temannya itu jadi salah tingkah didepan Nawa....
... Memanfaatkan situasi....
..."Kenapa kau jadi salah tingkah seharusnya itu aku?" tanya Nawa....
... Berhenti sejenak....
... Meledek....
... Kedua telapak tangan memegang pipi Nawa yang sedikit chubby itu....
... Tatapan mencurigakan....
..."Kenapa?" tanya Nawa....
..."Ada sedikit lip gloss dibawah bibir mu" kata Rumy....
... Mengusap lip gloss dibawah bibir disebelah kiri Nawa....
... Santai sekaligus malu tapi sudah terlanjur tak bisa ditutupi oleh orang didepannya itu....
..."Sudah?" tanya Nawa....
... Mengangguk sambil tersenyum....
... Melepas tangan kirinya dari pipi disebelah kanan Nawa....
... Dan akhirnya Rumy tertawa juga begitu juga orang yang sedang ditertawakan malah kompak keduanya ikut tertawa bersama....
... Menahan tawa....
..."Aku tidak habis pikir ada orang sepertimu" kata Rumy....
... Dia dan tawa kecilnya itu....
..."Sorry sudah membuat keributan dipagi hari" kata Nawa....
... Jujur....
... Percaya diri....
..."Aku adalah second lead terbaik" kata Nawa....
... Menunduk sambil tertawa....
..."Kau percaya diri sekali" kata Rumy....
..."Haruslah. Aku kan tampan" kata Nawa....
... Tambah tidak percaya akan adanya kata-kata itu datang dari lisan sahabatnya itu....
... Jujur....
..."Yah. Kau memang keren" kata Rumy....
..."Oh ya. Apa ada sesuatu kenapa kau tidak mengabari ku kalau akan datang?" tanya Nawa....
..."Aku mau menjenguk Kak Dashie" kata Rumy....
..."Dia kenapa?" tanya Nawa....
..."Aku juga baru dengar beberapa menit yang lalu … . Itu dia!" kata Rumy....
... Rumy melihat Dashie baru keluar dari dalam mobil lalu menarik cepat Nawa agar mau ikut menghampiri orang yang dia maksud....
... Nawa dibawa pergi oleh Rumy dengan pasrah....
... Mode anak baik....
..."Ada Tante Copeland" kata Rumy....
... Memberi salam kepada ibunya Dashie dan Ghazi....
... Menunduk sedikit ke bawah....
..."Selamat pagi, Tante" kata Rumy dan Nawa hampir berbarengan....
..."Oh kalian juga datang kemari" kata Tante Copeland....
... Rumy akan membantu ibunya Dashie untuk membawakan barang bawaan yang cukup berat jika dibawa sendiri....
..."Aku bantu bawakan" kata Rumy....
... Dicegah oleh Nawa....
..."Biar aku saja" kata Nawa....
... Suara merendah....
..."Oke" kata Rumy....
... Tatapan pujian dari Ibunya Dashie....
... Dashie menghampiri mereka lalu memeluk ibunya....
..."Mah. Kenapa tidak istirahat saja dirumah?" tanya Dashie....
... Melepas pelukan....
... Ghazi juga memeluk ibunya setelah hal itu dilakukan oleh adik perempuannya itu....
... Melepas pelukan....
... Xie siap dengan segala konsekwensi....
..."Si Xie baru ngabarin tadi pagi. Dia memang" kata Ibu mereka....
... Wajah malaikat dengan suara merendah lembut....
..."Aku tidak ingin mengganggu istirahat mamaku tersayang" kata Xie....
... Mereka kemudian masuk kedalam gedung kost kostan didepan mereka diikuti oleh Rumy dan Nawa dengan pembicaraan lirih keduanya diusahakan agar tidak terdengar orang lain selain mereka berdua....
... Rumy yang baru saja mengirim pesan kepada Ved....
... Nawa tahu akan hal itu bahkan isi pesan yang dikirim kepada orang yang sedang berkomunikasi dengan gadis disebelahnya itu....
... Dia dengan kata-katanya yang terdengar menakutkan....
..."Jika kau lepas dari mulut singa bukan berarti kau tidak akan masuk ke mulut harimau" kata Nawa....
... Belum paham....
..."Hah?" tanya Rumy....
..."Tidak. Aku hanya suka singa dan harimau" kata Nawa....
... Sambil berjalan menaiki anak tangga sambil berpikir apa makna yang baru saja dikatakan oleh sahabat barunya itu....
... Nawa memperhatikan bagaimana reaksi Rumy setelah mengatakan kalimat apa yang baru saja dikatakannya kepada Rumy....
... Melihat ke arah anak tangga lagi lalu melihat ke arah luar jendela tinggi disisi lantai bagian lantai dua tempat Dashie menyewa salah satu kamar....
... Tiba di depan pintu kamar Dashie....
... Pintu kamar dibuka....
... Dashie masuk lebih awal lalu kemudian disusul ibunya setelah itu Ghazi....
__ADS_1
... Xie menaruh kebutuhan yang dibutuhkan oleh adik perempuannya itu....
... Nawa menaruh makanan ditempat yang sama saling bersebelahan tertata rapi diatas meja dekat lemari....
... Duduk sejenak....
... Dashie mengambil tempat duduk disebelah kanan bagian dalam jendela....
... Saling mengobrol dengan Nawa yang mengambil kursi yang ada didepan kamar mereka....
... Lima belas menit kemudian....
..."Kak aku ada keperluan mendesak. Sorry, tapi aku harus segera pergi" kata Rumy....
..."Pergilah. Terima kasih sudah menjengukku" kata Dashie....
... Nawa juga pergi dari ruangan tersebut untuk mengantar Rumy sampai didepan gedung kost kostan meminta izin dan kini dia pergi berjalan dibelakang Rumy....
... Sepuluh menit kemudian ibunya Dashie juga pergi dengan pekerjaan yang masih harus dikerjakan dengan diantar oleh anak laki-lakinya itu....
... Diluar gedung masih ada Nawa yang mengajak bicara Rumy terlihat cukup serius duduk didepan warung kecil disebelah kiri tempat kost kostan....
... Keluar terlihat ibunya Dashie lalu dibelakangnya ada Xie....
... Mereka masuk kedalam mobil lalu pergi dari depan gedung melewati Nawa....
... Xie mengklakson mobilnya ketika melihat ada Nawa bersama dengan Rumy....
... Kedua remaja ini mengangguk pelan sambil melihat ke kaca jendela kemudi yang terbuka dengan kemudinya yang menyapanya lalu pergi....
... Dashie....
... Sekarang, tinggal ada Ghazi yang sudah tertidur di sisi sebelah kiri tempat tidur....
..."Apa dia tidak takut gemuk tidur di pagi hari?" tanya Dashie....
..."Tidurnya juga lelap sekali" kata Dashie....
... Melihat ke arah luar jendela kamar....
... Tidak heran....
... Dia dengan jiwa petualangnya tidak bisa tidak mudah dikenali dengan jarak sekitar tujuh meter dari arah Dashie melihatnya....
... Memberikan kode cinta dengan kedua tangan membentuk hati kearah atas kepala....
... Teriak....
..."Dashie!" kata Jarrel....
..."Ayo kita berpetualang lagi!" kata Jarrel....
... Suaranya jelas terdengar oleh Nawa yang sedang membetulkan helm yang dipakai oleh Rumy....
... Melihat seseorang disebrang jalan....
..."Apa dia ingin dihabisi oleh seseorang" kata Nawa....
..."Tapi memang dia jauh lebih tampan dari orang itu" kata Rumy....
... Menambahkan tentang karakter seseorang....
..."Juga terlihat lebih tulus" kata Rumy....
... Nawa sudah selesai....
..."Sepertinya aku juga harus mengantarmu untuk sampai dirumah" kata Nawa....
... Tiba-tiba galak....
..."Tuan muda. Aku bisa sendiri!" kata Rumy....
... Melunak....
..."Oke" jawab Nawa....
... Rumy pergi membawa skuter warna kuningnya sendirian tanpa diantar oleh remaja yang melihatnya pergi semakin jauh itu....
... Dilihat lagi seseorang yang masih mengajak bicara seseorang yang ada di lantai ke dua yang merupakan salah satu tetangga sebelah kanannya itu....
... Jarrel melihat ke arah Nawa....
..."Apa lagi?" kata Nawa....
... Setelah melihat sahabatnya pergi dan dua orang yang dia tahu dari anggota keluarga Dashie lalu dia tak mau berdebat dengan orang yang jauh lebih dewasa dengan dirinya pergi masuk kedalam membiarkan Jarrel mengajak ngobrol Dashie....
... Melihat ke arah Dashie lagi....
... Suaranya terdengar hingga Nawa akan naik anak tangga lantai pertama....
... Kode senyap dari gestur tangan kanan Dashie....
..."Oke!" kata Dashie....
... Jarrel pergi untuk mengecek pekerjaan para buruh pekerja di proyeknya disekitar tidak jauh dari tempat kost kostan yang baru saja dia lewati yang sedang mengambil lembur kerja akhir pekan....
... Pergi ke arah utara di jalan disebelah kiri dengan menggunakan motor sport merahnya itu....
... Dashie kembali duduk diatas tempat tidur lalu kemudian berbaring di sebelah kanan kakak perempuannya yang sedang tertidur pulas....
... Nawa....
... Sudah melewati anak tangga Nawa akan masuk kembali ke dalam kamarnya....
... Dashie yang selesai mencuci kedua tangannya lalu membuka tempat makan bertumpuk lima yang berukuran lumayan besar yang bisa dimakan untuk dua orang....
... Bersiap....
... Dia akan melakukan sebuah live story....
... Momen live story berlangsung....
... Ada di lain tempat yang juga sedang menonton live story yang dilakukan oleh Dashie termasuk juga Hoshie....
... Sambil makan coklat truffle classic....
..."Wahhh. Dia terlalu cute bahkan ketika sedang makan" kata Hoshie....
..."Apa aku perlu mengusir semua orang yang memberinya komentar dan like itu?" bertanya kepada diri sendiri....
... Tiba-tiba insecure....
..."Bisa saja salah satu dari mereka merebutnya dariku" kata Hoshie....
... Dashie sedang memakan roti isi daging yang berisi olahan daging dan keju kemudian di oven cukup membuat mulutnya terisi penuh....
..."Aku bahkan ingin sekali mencubit pipinya itu" kata Hoshie....
..."She's so real" kata Hoshie....
... Lirikan ke arah kiri....
... Dia yang baru sadar kalau ada ayahnya di sebelahnya itu yang sedang minum kopi sambil baca koran dengan santai membalikkan kemudian halaman buku yang baru selesai dibaca....
... Jadi salah tingkah....
... Menjauh jarak mereka duduk dalam sofa hijau yang sama....
... Hoshie....
... Mode senyap....
... Tapi, kembali melanjutkan menonton live story yang dilakukan oleh Dashie tanpa memberi like ataupun komentar tapi langsung menelpon berjalan keluar dari ruangan salah satu ruangan billiard....
... Dashie....
... Dia berhenti untuk melakukan siaran langsung....
... Minum sejenak lalu beranjak pergi untuk pergi menuju rooftop gedung tempatnya tinggal sekarang....
... Akan membuka pintu kamarnya lalu dia berhenti melihat ke arah kakak perempuannya yang masih tertidur lelap....
... Dia tidak jadi pergi dan tetap didalam kamar tidak kemana-mana....
... Dashie dan Hoshie....
... Keduanya sudah terhubung secara langsung dengan ponsel mereka....
... Dashie tiba-tiba bingung ingin berkata apa kepada Hoshie....
... Menunggu saling menatap satu sama lain didepan layar mereka yang masih saling terhubung....
..."Bicaralah" kata Dashie....
... Menggelengkan kepalanya sambil tersenyum....
... Menatap balik Hoshie lagi dengan tatapan sebisa mungkin tidak menunjukkan berarti lebih sebagai seorang teman biasa seperti biasanya....
... Hoshie....
... Dia tetap tenang dengan apa yang dilakukan sejak dua menit yang lalu tapi tidak dengan Dashie yang segera mengakhiri obrolan mereka....
__ADS_1
... Jujur....
..."Kenapa aku jadi malu gini?" tanya Dashie....
... Meledek....
..."Aku berhasil menyihirmu" kata Hoshie....
... Membuat kesepakatan....
..."Bagaimana kalau kita jangan bertemu dahulu?" tanya Hoshie....
..."Memangnya kenapa kalau kita sering bertemu lagi?" tanya Dashie....
... Tidak ingin membahas lebih rinci dengan pertanyaan yang Dashie ajukan....
... Kini lebih dengan tatapan penuh cinta....
... Menggerakkan kepalanya ke kanan dan kiri....
... Menutup matanya sekali menunduk sambil tersenyum hangat lalu menatap Dashie lagi....
..."Tidak ada apa-apa" kata Hoshie....
... Membahas topik lain....
..."Oh ya. Kenapa kau tidak berkomentar atau like di postingan ku?" tanya Dashie....
... Memegang helai rambut kepalanya di sebelah kanan telinga bagian dalam....
..."Ahhhhh. Itu" kata Hoshie....
..."Aku tidak ingin kau berada dalam masalah karena aku" kata Hoshie....
..."Oooo. Kamu tipe pacar yang perhatian" kata Dashie....
... Green flag....
... Seneng....
..."Sepertinya kau akan segera menjadi milikku" kata Hoshie....
... Membayangkan sesuatu....
... Hoshie masih memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Dashie....
..."Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Hoshie....
..."Aku. Aku sedang membayangkan jika aku menjadi pacar Hoshie" kata Dashie....
... Serius....
..."Bagaimana?" tanya Hoshie....
... Merasa kesulitan....
... Kepada diri sendiri....
..."Ini?" tanya Dashie....
..."Aku tidak bisa membayangkan hal yang belum terjadi" kata Dashie....
... Antusias....
..."Yang jelas. Aku akan mungkin mengurangi berteman dengan sahabat-sahabat ku" kata Dashie....
... Hoshie berpikir ulang setiap apa yang dilakukan oleh Dashie....
... Teringat akan sesuatu realita yang baru saja dinyatakan oleh orang yang dia sayang....
... Tambah seneng....
..."Tapi, seingatku sejak kita berteman kau sudah mulai menjauh dari para sahabat-sahabatmu" kata Hoshie....
... Jujur dan kesal....
..."Tapi kau malah terus sibuk dengan pacar-pacarmu" kata Dashie....
... Senyum bahagia untuk Dashie....
... Dia menahan tawa keras yang ingin dilepaskan dari perkataan Dashie barusan yang diutarakan secara langsung....
..."Ohh. Ini alasan mu kenapa tidak langsung menerima ku" kata Hoshie....
..."Seharusnya kau bilang padaku kalau kau tidak suka jika aku dekat dengan wanita lain" kata Hoshie....
... Bersekutu dengan diri sendiri....
..."Untuk apa lalu apa hakku" kata Dashie....
... Jujur....
..."Aku pasti akan menjauh dari semua gadis-gadis yang kudekati" kata Hoshie....
... Belum percaya....
... Menghela nafas panjang lalu ekspresi wajah merasa sedang dirayu oleh seseorang....
..."Oke. Iya deh, aku salah. Sorry" kata Hoshie....
... Tidak bohong....
... Mengubah suasana menjadi lebih menyenangkan....
..."Aku tambah sayang sama Dashie" kata Hoshie....
... Jujur....
..."Aku juga takut dengan rasa percaya diriku ini bisa menjatuhkan diri sendiri" kata Hoshie....
..."Tapi, akhirnya aku sadar kalau aku memang menyukaimu" kata Hoshie....
... Ceria....
..."Woah. Kini hatiku penuh dengan cinta" kata Dashie....
..."Apa aku juga harus memberikan gesture love dengan tanganku?" tanya Dashie....
..."Ho ho. Apa ini Dashie yang aku kenal?" tanya Hoshie....
... Tersadar....
... Berpikir realistis....
..."Ahhhh. Aku terlalu banyak memberikan cinta" kata Dashie....
..."Itu juga alasanmu selalu menolak ku sejak awal rupanya" kata Hoshie....
... Membela diri....
... Mengingat awal pertama kali mereka jadi dekat....
..."Siapa yang tiba-tiba bawa satu box mobil berisi skincare di depan orang banyak sudah gitu didepan Mamanya Jarrel lagi" kata Dashie....
... Jadi ingat masa itu....
... Malu tentang reaksi seseorang setelah mendapatkan perhatian darinya....
..."Aku ingat. Siapa yang akan lari pada saat itu" kata Hoshie....
... Mengobrol santai lagi....
..."Siapa juga yang memberikan ide begitu?" tanya Dashie....
... Masih ingat hari itu....
... Jujur....
..."Aku tak sengaja melihatmu di kelas disaat kau memesan skincare dengan layar ponselmu" kata Hoshie....
..."Mulai sekarang. Aku harus menyembunyikan apapun yang aku inginkan darimu" kata Dashie....
... Wajah menggerutu lucu....
..."Apa kau lampu ajaib ku. Sungguh aku tidak percaya" kata Dashie....
... Tersenyum dengan mulut mengecil dengan kedipan mata menatap lagi gadis yang disayang....
..."Ya. Anggaplah, aku adalah lampu ajaib mu" kata Hoshie....
..."Jeezz" kata Dashie....
..."Kau sudah makan?" tanya Dashie....
..."Sudah barusan" jawab Hoshie....
..."Jangan bohong" kata Dashie....
... Jujur....
..."Beneran nggak bohong" jawab Hoshie....
__ADS_1