
...Chapter 135: Percaya diri....
..."Apa itu sulit?" tanya Jarrel....
... Mengangguk pelan....
..."Ehmm" jawab Owen....
..."Perlu bantuan ku?" tanya Jarrel....
..."Jangan ganggu aku terus" kata Owen....
... Dia yang sedang sibuk sendiri mempersiapkan diri untuk masuk kembali direncana perkuliahan yang sempat tertunda....
... Jarrel yang duduk di meja yang sama dengan Owen....
... Jarrel yang tidak mau pergi jika saja disuruh pergi tidak peduli dengan keberadaannya disana dengan Owen yang sibuk bagaimana caranya ia bisa mengerjakan latihan mata kuliah yang termasuk dalam jurusan yang ia pilih....
... Jarrel sambil duduk menyanggah wajahnya diatas meja dengan tangan kanannya....
... Minum pineapple ice tea....
... Jarrel belum ingin pergi terus melihat orang yang ia sayang....
... Sekali lagi....
..."Beneran nggak mau dibantu?" tanya Jarrel....
..."Iya. Eh, tapi jangan pergi dulu. Aku pasti membutuhkan bantuanmu" kata Owen....
... Sikap manis yang masih dipertahankan....
..."Aku tidak akan pergi" kata Jarrel....
..."Jangan sibuk dulu. Ok" kata ...
...Owen....
... Mengangguk untuk menjadi patuh....
... Jarrel tidak akan pergi kalau Owen sudah meminta ini darinya....
... Beberapa kendaraan lewat di depan bangunan yang masih dalam proses persiapan untuk pembukaan bisnis dalam bidang kuliner....
... Jarrel memperhatikan perkembangan sekitar bangunan dari arahnya duduk di waktu makan siang sebagai waktu untuk para pekerja sedang istirahat....
... Dia dengan peralatan makan berupa pisau ditangan kanan dan garpu di tangan kiri yang menahan makanan agar tidak bergerak ketika dalam proses pemotongan daging steak. Setelah daging sudah berhasil dipotong dengan pisau lalu memindahkan pisau ke tangan kiri dan garpu ke tangan kanan setelah itu ia memakan potongan daging tersebut dengan menggunakan garpu....
... Dia sedang merasakan rasa tiap bagian makanan yang sedang ia santap dari salah satu menu di kafe yang akan beberapa hari lagi dibuka untuk umum. ...
... Memberi kesempatan untuk Jarrel memberikan pendapatnya....
..."Bagaimana rasanya, apakah sesuai selera mu?" tanya Owen....
..."Good but not bad" kata Jarrel....
..."Ok. Kita terima penilaian ini" kata Owen....
... Membuka salah satu file dokumen yang ada di dalam tablet lalu memasukkan penilaian dari Jarrel barusan di daftar hal-hal yang perlu diperbaiki di dalam bisnis ini....
... Jarrel melanjutkan melakukan penilaian di menu-menu selanjutnya yang ada di sisi sebelah kanan wanita yang sedang bekerja sekaligus belajar itu....
..."Apa kau tidak lelah?" tanya Jarrel....
..."Tidak" jawab Owen....
..."Sibuk sekali. Ayo kita makan" kata Jarrel....
... Melihat Jarrel sambil menggelengkan kepala memperlihatkan dua lesung pipinya dengan sedikit tersenyum memberikan penolakan sementara waktu....
... Agak sedikit ngambek-ngambek lucu....
..."Kenapa?" tanya Jarrel....
..."Aku harus menyesuaikan dengan siapa aku sekarang berteman" kata Owen....
... Dia kembali dengan aktifitas yang membuatnya sibuk lagi....
... Minum pineapple ice tea lagi sambil melihat orang yang ia sukai dengan aktivitas yang tidak bisa diganggu....
..."Kau terlalu memujiku. Aku juga biasa saja" kata Jarrel....
... Jarrel tidak mendapatkan tanggapan atas pembelaan diri....
... Menyantap makanan dengan santai lagi sambil memberi penilaian seperti sebelumnya lalu dicatat oleh Owen dari setiap menu yang disantap oleh Jarrel satu persatu secara bergantian. ...
... Waktu yang semakin berkurang menuju hari pembukaan bisnis yang sedang dibangun oleh Ved dengan bantuan dari dua orang sahabatnya yang juga bisa dibilang sibuk tapi masih ingin dan mau untuk menyempatkan diri untuk membantu bisnis ini....
..."Aaaa" kata Jarrel....
... Owen menerima suapan dari Jarrel lalu melanjutkan bagian yang harus dipelajari dari materi kuliah yang harus ia pelajari bersama dengan buku-buku yang ia bawa mengisi sebagian sisi meja panjang di sisi kiri di sebelah kanan Jarrel....
... Pemuda ini sedang mencari cara bagaimana ia bisa menarik perhatian dari gadis yang ia sukai tapi setelah dari hasil analisis data yang ia dapat sepertinya ia harus berusaha lebih keras lagi sesuai analisis yang sudah ia lakukan sebelumnya....
... Dia dengan suara yang bisa sedikit didengar oleh wanita disebelah kirinya saat ini....
..."Meski dengan wajah ini tapi aku tetap melihatnya sebagai Callie" kata Jarrel....
... Dia dengan senyum tersembunyi dari apa yang barusan ia dengar dari lisan Jarrel. ...
... Owen mencatat lagi bagian yang penting dari buku tebal yang ia baca....
... Akan menarik buku yang sedang dipelajari oleh Owen....
..."Aku bantu" kata Jarrel....
... Dicegah oleh gadis ini langsung dengan jari tangan kanan yang masih memegang pulpen dengan warna bagian luar berwarna kuning dengan ujung atas hitam memutar....
... Dia menghela nafas kecil lalu memakan makanan yang ada di depannya lagi dengan menggunakan garpu....
... Dashie yang sudah lama tidak bisa berkomunikasi dengan sahabatnya ini berpikir orang lain bisa saja kecewa dan tidak ingin mengajaknya bicara lagi itulah yang ia takutkan....
... Nomor ponsel yang ia hubungi sedang dalam pengaturan untuk tidak bisa dihubungi olehnya dan orang lain juga menerima hal yang sama dengan apa yang diterima oleh Dashie....
__ADS_1
..."Kau kenapa terlihat gelisah?" tanya Hoshie....
... Dia kesal tapi tidak mungkin bersikap secara terus terang kepadanya bahwa ia sedang kesal kepada orang yang terlihat sedang peduli itu....
... Berbicara jujur....
... Menebak apa yang sedang dilakukan oleh Dashie....
..."Apa kau sedang menghubungi Callie?" tanya Hoshie....
..."Aku tidak ingin membahasnya" kata Dashie....
... Menarik tangan Dashie dengan lembut....
... Dia yang jauh lebih gelisah dari raut wajah yang diperlihatkan oleh gadis yang ia sayang....
..."Aku hanya tidak mau hari itu datang" kata Hoshie....
..."Aku sadar. Aku bukan pilihan yang tepat" kata Hoshie....
..."Hentikan. Ini akan melukai hatimu" kata Dashie....
... Melepas genggaman tangan Hoshie....
... Apa yang dikatakan oleh gadis yang ia sayang terdengar bukan berasal dari hatinya yang sesungguhnya itu yang ia tangkap dari sikapnya yang lebih memberi kesimpulan ia sangat sedih dengan semua kenyataan yang ia tahu dari masa lalu seseorang yang ia kenal dan menjadi salah satu orang terdekatnya tidak harus menjadi dalam sebuah hubungan asmara....
... Dia yang menjadi serba salah dengan sikap yang akan ditujukan kepadanya....
..."Aku belum game over kan?" tanya Hoshie....
... Dashie sedang fokus melihat ke atas langit dengan awan yang semakin terdorong mengarah berkumpul di atas langit menjadi hitam perlahan yang belum terlihat kilatan putih ada disaat langit akan mulai hujan....
... Disana orang-orang sudah mulai berlarian untuk menghindari datangnya hujan lebih awal....
... ...
... Melihat ke arah mereka dengan tongkat golf di tangan keduanya yang sudah bersiap pergi setelah bermain golf bersama beberapa jam yang lalu....
..."Mereka terlihat baik-baik saja. Ini mencurigakan" kata Ghazi....
..."Kali ini aku setuju dengan pendapatmu" kata Oryn....
... Melirik ke arah Oryn....
..."Aku justru lebih curiga dengan sikapmu ini" kata Ghazi....
... Dia mulai bergerak menjauh perlahan dengan gerak kaki pergi berusaha menghindari sesuatu yang masih bisa dihindarkan....
... Dia kabur dari kejaran Ghazi....
... Suara pertengkaran keduanya sampai terdengar oleh Dashie dan Hoshie....
... Mereka berdua melihat ke arah keduanya yang terlihat saling kejar-kejaran dengan arah yang tidak terkendali berganti di setiap arah yang mereka inginkan....
..."Apa mereka sekompak itu?" tanya Dashie....
... Hoshie yang belum ingin fokus dengan orang lain selain dirinya bersama dengan Dashie....
... Kembali Dashie dengan arah pandangan lurus dengan melihat rerumputan kecil yang luas berdampingan dengan pepohonan hijau....
..."Ayo kita berlindung mungkin sebentar lagi hujan" ajak Hoshie....
..."Sepertinya itu tidak buruk" kata Dashie....
... Perhatian....
..."Nanti kau bisa sakit" kata Hoshie....
..."Sakit?" tanya Dashie....
... Ia tertawa lembut tidak terkesan menyindir seseorang di sebelahnya itu....
... Dia jadi serba salah lagi....
..."Sorry" kata Hoshie....
... Menatap Hoshie dengan tatapan lembut juga senyum hangat di kedua sudut bibirnya....
..."Kenapa. Kau terus meminta maaf?" tanya Dashie....
..."Sudah berapa kali kau terus meminta maaf" kata Dashie....
... Kilatan putih dilangit sudah mulai muncul dan itu terlihat oleh keduanya....
... Masih melihat kedua mata Hoshie melihatnya secara dalam dalam detik ini mereka belum saling berpaling untuk menghentikan....
..."Aku tidak memaksa" kata Dashie. ...
..."Aku tidak terlalu suka dengan semua yang terdengar indah. Jika kau ingin mengatakan sesuatu, katakan saja" kata Dashie....
... Detik kedua....
..."Tapi, lebih baik jangan katakan. Itu jauh lebih baik" kata Dashie....
... Angin yang datang sebelum hujan ini membuat sedikit rambut di sekitar telinga Dashie mengenai wajahnya....
... Dia menatapnya hangat....
... Hoshie dengan tanpa kepura-puraan isi hatinya seakan sedang merapikan hatinya yang sedang hancur berantakan masih tidak ingin kehilangan penerimaan permintaan maaf dari seseorang....
..."Sebentar" kata Hoshie....
... Dia merapikan beberapa helai rambut yang berada disekitar telinga Dashie dengan jemari tangan kiri dari arah telinga kanan lalu ke kiri....
... Dari area tempat yang sama seseorang baru saja merapikan peralatan bermain golf bersama dengan para kolega di tempatnya bekerja yang baru saja berencana pergi karena langit yang bertambah gelap....
... Dia terhenti dengan aktivitas yang ia lakukan melihat hal ini dari arah sekitar dua puluh meter....
... Dia dengan tas yang ia bawa berisi peralatan bermain golf menyapa kembali dengan cara sengaja menyenggol lengan atas kiri rekan kerjanya sendiri dengan lengan atas sebelah kanan....
..."Kau sedang apa?" tanya salah satu rekan kerjanya....
... Mengikuti arah dimana Rio sedang melihat sesuatu....
__ADS_1
... Wanita dengan atasan kaos merah muda keunguan berlengan pendek dengan bawahan rok pendek dan sepatu serta kaos kaki panjang putih serta rambut panjang lurus terikat kebelakang....
..."Bukankah itu pacarmu?" tanya rekan kerjanya. ...
... Dia pergi setelah mengatakan itu kepada Rio....
... Rio yang tak perlu diperjelas dengan pertanyaan dari rekan kerjanya sudah langsung emosional dengan apa yang sedang ia saksikan bukanlah sebuah fiksi tapi real ada di depan matanya sendiri....
... Dia yang ingin menghajar seseorang yang bisa dibilang sebagai penyebab hubungannya dengan Dashie berakhir dengan sangat singkat menurut persepsi dirinya sendiri....
..."Dia memang benar ahlinya" kata Rio....
... Malu dan merasa terkalahkan oleh Hoshie jika ia datang untuk menghajar seseorang yang sudah jelas menjadi musuhnya sekarang jika rivalnya itu tahu kalau hubungan asmara mereka berdua sudah berakhir....
... ...
... Dia dengan tetap tenang dengan semua yang ia harus lakukan saat ini harus sesuai rencana dari rencananya yang lain tidak mengambil resiko yang membuat dirinya tidak aman....
... Hoshie yang melihat keberadaan seseorang yang sudah diketahui sejak awal memiliki hubungan khusus dengan gadis yang ia sayang sengaja memberikan perhatian itu kepada Dashie bukan hal yang bisa dibilang sebagai suatu kebohongan tapi ia sedang berusaha untuk melakukannya dengan setulus yang ia bisa....
... Dia yang baru saja melihat Rio pergi....
..."Aku harap dugaan ku benar" kata Hoshie....
... Dashie meraih tangan Hoshie untuk menghentikan perhatian yang ia berikan lalu akan melepaskan tangan Hoshie dari tangannya tapi ia tidak ingin Dashie segera melepas tangannya segera....
... Menyapa Dashie tanpa ekspresi kebohongan itu ...
..."Empat detik saja" kata Hoshie....
... Dia menunggu sampai Rio benar-benar tidak terlihat dari arah mereka....
... Tiga detik lalu empat detik terlewat untuk Dashie yang tidak ingin dibohongi oleh seseorang sebagai karakter miliknya itu memeriksa ke segala arah....
... Melepas genggaman kedua tangan Dashie yang terjadi dalam tiga puluh detik....
..."Dia tidak bisa menemukan Rio dibalik banyak orang itu" kata Hoshie....
... ...
... Riuh gemuruh datang beramai-ramai isi hatinya mengatakan....
..."Kita menang!" kata Hoshie....
... Hujan datang dengan deras lalu Ghazi datang meraih tangan adiknya dengan cepat mereka berlari dari derasnya hujan....
... Hoshie yang melihat keduanya berlari disusul dengan Oryn yang berada bersebelahan dengan Hoshie mengambil arah jalan yang sama yang sudah terlanjur terkena air hujan....
... Di bawah jalan dengan atap menuju ruang bersantai setelah bermain golf....
..."Kau seperti baru saja menang taruhan" kata Oryn....
..."Entahlah" kata Hoshie....
... Dia dengan nada penuh peringatan....
..."Kau tahu siapa aku" kata Oryn....
... ...
..."Kau memang kakak ipar yang baik" kata Hoshie....
... Dia dengan nada suara santai tapi jelas sekali tegas diucapkan kepada sahabatnya itu....
..."Kakak ipar. Kita tidak bisa memprediksi masa depan" kata Oryn....
... Tertawa....
..."Apa kita benar-benar manusia?" tanya Hoshie....
... Dibawah jalan yang terdapat atap teduh dengan suara air hujan turun diatasnya terdengar....
... Dia berbicara membalas sindiran halus dari Hoshie....
..."Apa kau tidak ingin menjadi manusia lagi?" tanya Oryn....
... Dia menghentikan langkah dengan tatapan sinis tergambarkan....
..."Kau sudah mempertegasnya beberapa kali" kata Hoshie....
... Berbalik melihat arah seseorang yang berada dua langkah di belakangnya....
... Dia yang yakin dengan sahabatnya itu. ...
..."Kau bukan tipe pemarah" kata Oryn....
..."Kenapa?" tanya Oryn....
..."Itulah Hoshie yang kukenal" kata Oryn....
... Dia berbalik dari pandangan lalu pergi untuk mengejar Ghazi dan Dashie....
... Dia terlihat terharu dengan motivasi yang ia terima....
..."Dia jangan sampai menyakiti Ghazi" kata Hoshie....
... Apakah waktu yang ia miliki cukup untuk membuat seseorang bisa memaafkan dirinya atas kesalahan yang sudah ia perbuat belum menyerah atau menyerah apa yang ia pilih tak berarti kesimpulan itu bisa pantas ia terima....
... Dia duduk di meja yang sama dengan kecanggungan yang sudah hadir sejak mereka ada di ruangan itu dalam pertemuan yang akhirnya terjadi....
... Hujan masih deras....
... Rio dan Dashie minum hampir secara bersamaan....
... Meneguk teh dari cangkir kecil putih dengan bagian sisi atas untuk minum berwarna emas belum ada yang ingin memulai sebuah obrolan....
... Hoshie yang berada diantara Ghazi dan Oryn....
... Melirik ke kanan dan ke kiri....
... Harapan penuh percaya diri....
..."Keberuntungan selalu memihak ku?" tanya Hoshie....
__ADS_1
... ...
... ...