Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 185: Smoothie.


__ADS_3

...Chapter 185: Smoothie....


..."Ada apa dengan wajahmu?" tanya Nawa....


..."Tidak ada apapun" kata Hoshie....


..."Jelas-jelas kau sedang sangat senang" kata Nawa....


... Jujur....


..."Happy. I am very happy" kata Hoshie....


... Dia berlari ke arah lain menuju ke arah tempat tinggal orang lain yang merupakan kakak dari kedua sahabatnya itu....


... Sedangkan untuk Nawa pergi ke arah tempat tinggalnya sekarang menuju ke salah satu kamar di gedung berlantai enam yang baru saja ia masuki itu....


... Dia ketemu dengan Ans yang dengan piyama hijau tosca dengan dompet di tangan dengan kondisinya yang masih mengantuk....


..."Mau pergi kemana?" tanya Nawa....


... Dia lewati begitu saja tidak mendengarkan apa yang ditanyakan oleh Nawa....


... Bentak....


..."Hai!" kata Nawa....


... Berhenti lalu berbalik melihat ke arah Nawa....


..."Pelankan suaramu. Ada balita di sebelah kamarku" kata Ans....


..."Ini sudah malam. Kau mau pergi kemana?" tanya Nawa....


..."Banyak nyamuk di kamarku. Aku mau beli lotion anti nyamuk" kata Ans....


..."Aku punya banyak. Kau mau?" tanya Nawa....


... Dia membuka matanya lebih jelas melihat Nawa....


... Suaranya tiba-tiba jelas dan percaya diri....


..."Jangan modus" kata Ans....


... Ekspresi kesal tapi itu juga ada benarnya jika dipikir lagi dengan pertolongan yang akan diberikan kepada gadis yang semakin menjauh akan menuruni anak tangga....


... Merasa ada yang aneh dari diri sendiri....


... Menunjuk ke diri sendiri....


..."Apa ada yang salah denganku?" tanya Nawa....


..."Dia memang" kata Nawa....


... Mengejar Ans....


... Nawa pergi mengikuti kemana Ans akan pergi untuk berjaga-jaga jika ada apa-apa bisa gawat apalagi dengan siapa orang yang akan jauh lebih marah dengan sekarang reaksi yang ia tunjukkan....


... Berada empat langkah dari arah gadis di depannya itu....


... Ans sadar ada Nawa yang sedang mengikuti kemana dia pergi....


... Tetap percaya diri....


..."Aku memang secantik itu" kata Ans....


... Nawa cuma menahan tawa sinisnya itu....


... Menuruni anak tangga....


... Hingga para anak tangga yang akan dilewati menuju ke lantai pertama dia segera berjalan bersebelahan dengan teman satu kelasnya itu....


..."Kau tidak takut malam-malam keluar" kata Nawa....


..."Kau hanya terlalu baik dengan orang lain" kata Ans....


... Heran....


..."Sejak kapan kau bisa selembut ini?" tanya Nawa....


..."Inilah yang dia suka dariku" kata Ans....


..."Tak perlu kau perjelas. Aku sudah tahu kau miliknya" kata Nawa....


... Dia kembali dengan karakter yang sedikit Nawa tahu....


..."Siapa bilang aku miliknya. Aku milik orang tuaku" kata Ans....


... Serpihan kesabaran mulai runtuh....


... Jiwa ngeselin yang dimiliki oleh Ans terus ia terima lagi dalam beberapa menit saja....


..."Ini tidak terdengar lucu" kata Nawa....


..."Tapi, dia tetap seorang wanita" kata Nawa....


... Dia tak tega membiarkan seorang wanita pergi keluar rumah meski hanya sekedar pergi ke warung depan rumah untuk membeli sebuah lotion anti nyamuk lalu remaja laki-laki itu masih berada disebelah kiri gadis dengan piyama tosca berlengan dan celana panjangnya oversize yang ia kenakan....


... Menunggu disebelah Ans di sebelah kiri....


... Ans sudah mendapatkan lotion anti nyamuk di tangannya lalu bergegas masuk ke dalam tempat kosnya diikuti oleh Nawa yang kini masih berada disebelah kiri gadis ini....


... Menaiki anak tangga lantai pertama....


... Menawarkan camilan....


..."Kau mau ini?" tanya Ans....


..."Apa kau tidak takut gemuk?" tanya Nawa....


... Dia dan memang dia....


..."Apa aku akan memakannya sekarang?" tanya Ans....


... Situasi sudah malam untuk apa berdebat lebih banyak lagi dengan kata-kata....


... Mengalah....


..."Terserah kamu mau bilang apa" kata Nawa....


... Dari arah belakang gerak kaki terbilang cepat berjalan ke arah mereka berdua....


... Mode waspada....


... Berbalik langsung keduanya ke arah belakang....


... Dia dengan pakaian serba hitam yang dia kenakan dan dilihat oleh Nawa untuk terakhir kali tetap sama....


..."Namir" sapa Nawa....


..."Ya. Ini aku" kata Namir....


... Melihat ke arah sebelah kanannya lagi untuk mengajak bicara teman satu kelasnya itu tapi dia sudah pergi lebih dahulu meninggalkan dua sahabat ini....


... Namir juga melihat Ans yang ada enam langkah lebih jauh didepan mereka berdua....


..."Dia tinggal disini juga?" tanya Namir....


..."Seperti yang kau lihat" jawab Nawa....


... Berjalan tidak terlalu santai tapi tetap tenang mengingat banyak penghuni kos-kosan itu sudah terlelap tidur setelah dengan aktivitas mereka seharian....


... Tidak terlalu terkejut....


..."Kenapa kau kemari?" tanya Nawa....


..."Aku tidak diperbolehkan masuk kerumah. Salahku sendiri yang pulang selarut ini" kata Namir....


..."Aku sudah sering mendengar alasan itu" kata Nawa....


... Melewati banyak anak tangga dan kamar yang ada di dalam gedung tersebut....


... Dia merasakan hal yang tidak biasa ketika mulai masuk kedalam gedung berlantai ini dengan udara yang tiba-tiba sedingin lebih dari saat berada diluar gedung juga aura horor tapi begitu kental terasa tapi tetap membuatnya sedikit takut....


... Tentang karakter seseorang....


..."Disini tidak ada hantu. Kau jangan khawatir" kata Nawa....


... Namir melihat sekitar dengan pemandang kamar-kamar yang berjajar di depan jendela-jendela yang ada di depannya terpasang tinggi dengan langit malam jelas langsung terlihat ketika keluar dari dalam kamar ketika malam hari....


... Membuka pintu kamar dengan kunci pintu yang ia ambil dari saku depan sebelah kanan celana hitam santai berbahan sejuk yang Nawa kenakan dengan kaos putih berlengan pendek itu....

__ADS_1


..."Kau tidak masuk?" tanya Nawa....


... Dia ikut masuk kedalam kamar Nawa menutup pintu kemudian menguncinya dari dalam kamar kos kosan tersebut....


... Menunjuk ke meja belajar di sebelah lemari tempat baju dan buku-buku sekolah....


..."Kau bisa taruh helm dan tasmu diatas meja itu" kata Nawa....


... Dia dan baju yang ia bawa dari dalam tas sekolah....


... Mengambil celana merah dan baju pink milik seseorang yang merupakan milik salah satu sahabatnya itu....


... Kaos milik Eir....


... Dia dengan peralatan mandi mini yang dia bawa sendiri....


..."Apa aku boleh menggunakan kamar mandimu?" tanya Namir....


..."Pakai saja" kata Nawa....


... Nawa menaruh ponsel di atas meja kecil dekat tempat tidurnya lalu mengambil tindakan untuk kembali mengambil persiapan untuk berbaring ditempat tidurnya itu....


... Dia tidak menyalakan kipas angin dengan kondisi suhu ruangan yang terbilang cukup dingin yang bisa dibilang membutuhkan penghangat ruangan....


... Melihat langit kamar....


... Mengingat lagi kejadian beberapa jam yang lalu dengan apa yang sudah ia alami....


..."Aku memang pernah melihat wanita itu" kata Nawa....


..."Dia juga tergolong bangsa manusia" kata Nawa....


..."Apa yang diincar dari gadis itu selain aura miliknya?" tanya Nawa....


... Enam menit kemudian....


... Namir selesai dari dalam kamar mandi....


... Mengeringkan rambut kepala sehabis keramas dengan handuk putih....


... Nawa....


... Menunjuk ke sebuah kue....


..."Di meja ada vanilla cake. Kau ambil saja" kata Nawa....


... Melihat Nawa yang sedang memikirkan sesuatu....


..."Benarkah. Bagaimana denganmu?" tanya Namir....


..."Ambil saja. Kau juga tidak mungkin menghabiskan semuanya" kata Nawa....


... Berjalan ke arah meja yang Nawa maksud....


..."Aku ambil ini" kata Namir....


... Namir memotong cake dengan ukuran besar....


..."Kau tidak mau?" tanya Namir....


... Masih serius melihat ke arah langit kamar lagi....


..."Aku sudah makan tadi" kata Nawa....


... Duduk sambil makan kue....


... Ikut melihat langit kamar....


..."Sepertinya tak ada apapun di atas sana" kata Namir....


... Ekspresi innocent....


... Satu suap lagi vanilla cake ia makan....


... Nawa masih dalam mode dengan dunianya sendiri....


..."Ya. Kau ada benarnya juga" kata Nawa....


... Mengambil bantal lalu menutup wajahnya dengan bantal putih yang ia pegang dengan kedua tangan....


... Duduk menghadap ke arah luar sambil Namir menghabiskan makanan yang ada dalam piring yang terbuat dari karton yang ada di tangan sambil melihat ke arah luar melalui bagian dalam jendela kamar....


... Melihat ke rumah itu lagi....


..."Pasti sulit untuknya menerima situasi ini" kata Namir....


... Rumah yang ia lihat adalah jelas rumah gadis yang pernah menjadi kekasihnya itu....


... Teriakkan dari tetangga sebelah....


... Untuk Nawa....


..."Kau tidak makan kue ku!" kata Ans....


... Dia tidak terkejut tapi terdengar berisik tapi tidak mengganggu....


... Langsung bangun....


... Lalu mengambil satu potong kue yang tadi diberikan oleh teman satu kelasnya itu....


... Namir....


... Dia melihat Nawa dengan kondisi ini seakan seseorang sedang dikendalikan oleh remote control....


... Memakan kue yang sama dengan apa yang dimakan oleh sahabatnya itu....


..."Apa ada hantu mampir di tubuhmu?" tanya Namir....


..."Ya. Dia hantu kesepian" kata Nawa....


... Agak menjauh dari dekat sahabatnya itu....


... Dia dengan satu sendok teh memakan kue di tangannya lagi....


..."Jika kau menjauh maka aku akan mengejarmu" kata Nawa....


... Namir kembali di posisi semula....


... Dia hampir selesai dengan apa yang sedang dia makan....


... Merasa ada sesuatu yang mengganjal di pikiran....


..."Apa kau tidak dengar. Seseorang baru saja berteriak?" tanya Namir....


..."Seperti ini" kata Namir....


... Memperagakan....


..."Kau tidak makan kue ku!" kata Namir....


..."Seperti itu" kata Namir....


... Dia dan sepotong vanilla cake ditangan....


... Melihat bagian lain dari ruang kamarnya....


..."Kau salah dengar pasti" kata Nawa....


... Mempertahankan opininya....


..."Tidak. Aku mendengar suara itu, dia seperti suara perempuan" kata Namir....


... Kesal tiba-tiba tapi tidak berlebihan....


..."Apa kau seorang cenayang atau anak indigo?" kata Nawa....


..."Aku tidak percaya sama sekali ada orang yang bisa membaca pikiran orang lain" kata Nawa....


..."Kenapa?" tanya Namir....


..."Aku bisa mendengarnya bukan berarti aku seorang cenayang ataupun anak indigo" kata Namir....


... Dia masih kesal tapi ini waktunya untuk istirahat....


..."Terserah kau saja. Cepat tidur, banyak hantu disini" kata Nawa....


... Melihat waktu di jam dinding kamar di sisi atas meja belajar berwarna biru muda....


... Pria berkaos putih ini mempercepat menghabiskan kue yang dia makan lalu bergegas pergi ke kamar mandi untuk menyikat giginya....

__ADS_1


... Dua jam kemudian....


... Dashie....


... Dia terbangun dari tidurnya lagi membuka mata melihat arah jarum jam di dinding kamarnya....


..."Jam dua lebih tiga puluh lima menit" kata Dashie....


... Dia bangun bersandar di sisi kanan jendela bagian dalam kamar....


... Menyadarkan diri....


... Mengambil ponsel di atas selimut....


... Kedua kakaknya sudah melakukan panggilan di nomor ponselnya tapi tidak diangkat hingga beberapa kali begitu juga dengan Hoshie....


..."Bukankah dia punya banyak bodyguard" kata Dashie....


..."Apa ini. Dia menelponku sebanyak lima kali" kata Dashie....


... Seseorang baru saja menelpon Dashie sebanyak lima kali dan itu bukanlah Hoshie....


..."Dia sedang berpura-pura" kata Dashie....


... Heran....


..."Dia wanita sempurna tapi kenapa selalu iri padaku" kata Dashie....


..."Apa sebenarnya maunya orang ini tiba-tiba butuh bantuanku?!" kata Dashie....


... Dia pergi ke kamar mandi sebentar....


... Tiga menit kemudian....


... Melihat cermin....


..."Dan aku insomnia lagi" kata Dashie....


... Melihat layar ponselnya lagi lalu membuka akun sosial medianya beberapa notifikasi masuk ke dalam ponsel....


... Dia melihat dan membuka postingan dari kedua saudaranya bersama dengan orang lain....


... Melihat lagi lebih lama lebih lama lagi lalu melihat ke arah lain selanjutnya melihat ke arah luar jendela kamarnya sendiri....


... Menutup akun sosial medianya lagi....


... Dia sudah mode offline....


... Berada seperti sendiri lagi menjalani hidup seperti tak ada yang tahu bagaimana dia menjalani hidup ini tetap saja hanya diri yang menyayangi dan selalu ada untuk diri sendiri....


..."Tuhan. Apa yang sedang kupikirkan?" tanya Dashie....


... Berpikir ulang tentang kondisi diri....


..."Apa yang membuatku sedih?" tanya Dashie....


..."Hidupmu akan jauh melelahkan jika membandingkannya dengan hidup orang lain" kata Dashie....


... Akhirnya, dia memutuskan untuk melakukan meditasi duduk diatas tempat tidur menghadap ke arah lemari baju dengan tirai jendela yang terbuka berada disebelah kanan jendela....


... Di luar gedung itu terlihat dinding pelindung dengan warna cahaya putih seperti kristal juga hijau seperti warna pelangi menyatu menjadi satu seperti cahaya aurora yang dibuat oleh seseorang....


... Tetangga baru Nawa terbangun seakan merasakan sesuatu yang berbeda telah terjadi diluar gedung tempat tinggalnya sekarang....


..."Apa yang kulihat ini?" tanya Ans....


... Dia akan menyentuh cahaya itu lalu serpihan es tajam menembus dinding pelindung itu tepat melewati dinding pelindung berhenti didepan jemari tangan gadis remaja ini....


... Terdiam....


... Tangannya terasa sangat panas dia dengan jemari yang belum bergerak berpindah posisi....


... Satu pesan masuk di ponsel Ans....


... Dia mengambilnya lalu membacanya....


..."Tidurlah. Jangan sentuh itu" kata Gan....


..."Kenapa dia sampai repot-repot begini!" tanya Ans....


... Dia mendapatkan satu pesan lagi dari orang yang sama....


..."Apa kau tidak lelah. Berhenti membuat masalah lagi" kata Gan....


... Balas Ans....


..."Ini alasanku … " kata Ans....


... Dia tidak melanjutkan pesan yang dikirimkan kepada Gan....


... Merasa bersalah lalu mengirimkan pesan suara....


..."Maaf. Aku sudah bicara kasar padamu" kata Gan....


... Balas Ans....


..."Tidak aku maafkan"...


... Ans melihat dinding pelindung yang dibuat oleh Gan sampai sebegitunya mengaktifkan salah satu kekuatan miliknya itu dibuat diluar sepengetahuan gadis ini....


... Curiga....


..."Apa yang sudah dia ketahui dan tidak aku ketahui?" tanya Ans....


... Senang....


..."Awas kau tidak jadi milikku" kata Ans....


... Mengirim banyak pesan kepada Gan....


... Berulang kali dengan pesan yang sama sebanyak sepuluh pesan....


..."Kau pelindungku" ...


... Di balas oleh Gan....


..."Berhenti menggangguku" ...


... Mengirim pesan lagi....


..."Tidak mau"....


... Sabtu....


... Pukul enam tepat....


... Dashie terburu-buru sambil membetulkan sepatu boots hitam yang dia pakai sambil menuruni anak tangga di lantai pertama....


... Berjalan sedikit lebih cepat dari biasanya lalu berhenti....


... Terdiam....


..."Pangeran langit" kata Dashie....


... Tersadar....


... Berjalan pelan....


... Berjalan lagi akan keluar dari lantai pertama gedung tersebut....


... Dia dan senyumnya yang tidak terlupakan....


... Melihat kekanan dan ke kiri....


..."Kau menatapku?" tanya Dashie....


..."Apa aku masih bermimpi?" tanya Dashie....


... Melempar helm hitam kepada Dashie....


... Langsung sigap menangkap helm tersebut....


..."Kau tidak naik?" tanya Shawn....


... Berbicara agak lirih terdengar....


..."Ku rasa aku akan mulai merepotkan mu?" tanya Dashie....


... ...

__ADS_1


__ADS_2