
...Chapter 110: Sebuah halusinasi....
... ...
... Berbicara memelankan suaranya lagi lebih pelan dari sebelumnya....
..."Kau juga benar-benar menyukainya. Apa kau yakin dia menjamin semua itu nyata?" tanya Xie....
... Xie menjadi serius seseriusnya tanpa ada sebuah hal yang ditutup-tutupi dari pandangan Dashie menilai bahwa kakaknya sedang memberikan nasihat sesuai perannya sebagai kakaknya sendiri....
... Dashie sedang mendengarkan kakaknya yang sedang memberikan nasihat lalu datang saudara perempuan mereka bersama dengan Babe yang sedang digendong patuh dengan es krim rasa strawberry jam....
... Babe yang beberapa kali memeriksa kedua orang dengan wajah yang sama ada didepannya....
... Ghazi yang cepat membaca situasi....
..."Kalian sangat serius. Apa ada yang perlu aku bantu?" tanya Ghazi....
... Mode seperti tidak ada hal yang mengganggu mereka berdua tanpa ada masalah....
..."Biar aku yang gendong Babe" kata Dashie....
... Ghazi menolak....
..."Setelah seharian bekerja. Kau masih tetap bekerja lagi. Tidak kali ini" kata Ghazi....
... Rasa ingin tahu Babe dengan apa yang ia lihat....
..."Kak Dashie ada dua?" tanya Babe....
... Dia menjelaskan dengan menunjuk satu persatu bergantian nama mereka masing-masing....
..."Sayang. Ini kak Gahzi dan ini Kakak Dashie" kata Dashie....
... Menatap mata Ghazi dengan tatapan mata jernih....
..."Maaf ya kakak Ghazi. Aku memanggilmu Kak Dashie" kata Babe....
... Tersenyum ceria kepada Babe....
..."Tidak apa sayang. Kamu suka es krimnya?" tanya Ghazi....
... Mengangguk lucu....
..."Ehmmm" kata Babe....
... Memakan es krimnya lagi sedikit demi sedikit....
... Hoshie baru saja terbangun terlihat keluar dari dalam mobil Xie datang menghampiri orang-orang yang ada berada berjarak lima hingga enam meter darinya berdiri di sebelah kiri mobil....
... Babe yang melihat Hoshie langsung menyapanya dengan gemas tingkahnya seperti biasa mungkin karena telah terbiasa dengan kehadirannya bersama dengan Dashie. Tapi, jauh lebih berbahaya jika ia harus menggendong balita lucu itu mengingat gadis kecil itu adalah termasuk dari bangsa Xoco dengan usianya yang masih sangat kecil membuatnya khawatir akan hal mengerikan apa yang bisa saja muncul tanpa diduga....
... Dashie langsung mengambil peran menggendong balita manis itu mengingat yang ia tahu Hoshie dalam kondisi sakit....
..."Sayang ikut kakak saja. Ok" kata Dashie....
..."Ok" jawab Babe....
... Dia lega dengan bantuan tidak terduga dari Dashie....
... Ghazi yang belum berhenti dengan rasa penasaran yang ada dalam diri sahabatnya itu yang sedang berusaha ditutup-tutupi dari semua orang termasuk dirinya....
... Hoshie yang berada semakin mendekat kepada mereka membalas tatapan dari Ghazi....
..."Aku seperti berhutang nyawa padamu" kata Hoshie....
..."Apa nyawamu masih ada?" tanya Ghazi....
..."Kau bercanda" kata Hoshie....
..."Lihat dirimu pucat seperti orang sudah mati saja" kata Ghazi....
..."Sekalian saja bilang aku mayat" kata Hoshie....
... Tiba di sisi kanan Ghazi didepan Dashie dan Babe yang sedang digendong juga Xie yang sedang menjalankan perannya mengikuti alur cerita didepannya sekarang....
... Dashie dan Xie melihat keakraban diantara mereka yang sudah berteman sejak kecil secara natural terbiasa dalam membaca perubahan kondisi mereka seperti saat ini dialami oleh Hoshie....
... Melirik keduanya ke arah kakak beradik didepan mereka....
..."Sudah makan belum?" tanya Hoshie....
..."Aku akan makan bersama Oryn" kata Ghazi....
..."Oryn" kata Hoshie....
..."Berhenti meledekku terus" kata Ghazi....
..."Aku suka meledek mu" kata Hoshie....
... Tanpa mereka sadari ketiga orang didepan mereka perlahan menjauh pergi dari sisi mereka dengan tujuan yang tetap sama untuk berjalan jalan di area even pameran sambil membawa Babe mengajaknya mencari makan malam....
... Menyadari kepergian mereka bertiga....
..."Kita perlu mengikuti mereka" kata Hoshie....
... Beranjak pergi meninggalkan Hoshie....
..."Aku akan pergi menemui Oryn" kata Ghazi....
... Ditarik oleh Hoshie....
..."Lepaskan!" kata Ghazi....
..."Kau akan mengganggu pekerjaan orang lain" kata Hoshie....
... Ghazi berhasil ditarik oleh Hoshie....
... ...
... Sahabat perempuannya itu dibawa mengikuti kemana ia pergi yaitu tentu mengikuti ketiga orang didepan mereka....
..."Lepaskan tanganmu!" kata Ghazi....
... Hoshie belum melepas genggaman tangan dari sahabatnya itu....
..."Iya. Iya, aku akan mengikuti mu" kata Ghazi....
... Hoshie mulai melepaskan tangan kanan Ghazi....
... Mereka berdua berjalan beriringan berada semakin mengejar ketiga orang didepannya yang kini berjarak sepuluh meter tiba tiba saja orang disampingnya membuat pengandaian....
..."Anggap saja aku asal bicara, ok" kata Hoshie....
..."Jangan bicara aneh-aneh" kata Ghazi....
__ADS_1
..."Belum juga ngomong" kata Hoshie....
... Berbicara lebih pelan sengaja ia lakukan agar hanya mereka berdua yang saling mendengar....
..."Tidak jadi" kata Hoshie....
... Menarik Hoshie sampai jaketnya ketarik melewati jemari tangannya sebelah kanan....
... Menarik kembali jaketnya yang baru saja ketarik oleh Ghazi....
..."Aku bakalan mati" kata Hoshie....
... Dia diam tanpa ekspresi lalu menepuk keras bahu atas sebelah kanan Hoshie....
..."Ahhhh!" kata Hoshie....
... Dia benar-benar kesakitan setelah terkena pukulan dari sahabat perempuannya itu....
..."Makhluk sepertimu tidak akan mati" kata Ghazi....
..."Ini beneran loh" kata Hoshie....
..."Tidak. Tidak mungkin, aku tidak percaya" kata Ghazi....
... Menutup kedua telinganya ketika sahabatnya akan menjelaskan lagi bahwa ia tidak sedang akan berbohong....
..."Anggap saja kata-kata mu itu adalah doa untuk ku" kata Hoshie....
... Ghazi dan Hoshie sedang asik menikmati jajanan yang di jual sebagai produk baru dari salah satu bagian event pameran sedangkan untuk ketiga orang lainnya berperan sebagai penonton sambil membawa jajanan yang tadi mereka beli....
... Ikut saja kemana mereka akan pergi tanpa bertanya membeli jajanan yang juga mereka makan....
..."Ini tidak buruk" kata Xie....
..."Bilang saja suka" kata Dashie....
..."Kau jujur sekali" kata Xie....
..."Ya harus. Kalau suka ya suka saja jangan gengsi" kata Dashie....
... Berpikir sambil memakan jajanan yang ditusuk dengan sebuah lidi....
..."Wait!" kata Xie....
..."Sepertinya kata-kata itu ditujukan padaku" kata Xie....
..."Intinya kau suka" kata Dashie....
... Hoshie yang ada disebelahnya sedang menikmati makanan yang sama dengan apa yang dimakan oleh Xie....
... Melirik lagi kepada Hoshie yang tenang dan kalem yang sedang menikmati makanan seakan tidak mau diganggu oleh siapapun....
... Nada suara polos seorang Hoshie....
..."Kau mau ini?" tanya Hoshie....
..."Aku juga membeli banyak" kata Xie....
... Makanan yang ada ditangan mereka cukup banyak untuk disantap hanya untuk satu orang saja....
... Menggodanya lagi....
..."Aku masih banyak. Kau boleh mengambilnya sendiri" kata Hoshie....
..."Dia bukan Oryn tapi dia kakakku" kata Ghazi....
... Ghazi sambil makan juga menunggu pesanan makanan yang sama lagi dari kedai tersebut....
..."Oryn suka makanan ini?" tanya Xie....
..."Ini salah satu makanan kesukaan kami" kata Hoshie....
..."Dalam inovasi baru" kata Ghazi....
... Dashie sedang menjadi penonton yang diam dan ikut tertawa ketika mereka bercanda bersama dengan Babe yang juga menyukai makanan yang mereka makan dengan taste tidak pedas....
... Dashie meniup pelan makanan yang berbahan daging sapi giling yang dibumbui dibalut dengan tepung juga telur ada juga homemade sosis dengan dibalur telur dengan berbagai macam topping sesuai yang mereka inginkan dari mulai asam manis pedas atau telur asin. Ada juga dengan isian seafood terutama cumi dan udang menjadi salah satu pilihan....
... Kemasannya yang lucu dengan cara penyajian dan pembuatannya yang fresh dibuat secara langsung menjadikan para pembeli datang bukan hanya mereka yang ada duduk didepan kedai tersebut....
..."Aku mau yang isi ikan" kata Babe....
..."Babe mau yang ini" kata Dashie....
... Dashie meniup makanan yang ia ambil sedikit dari tangannya yang akan diberikan kepada Babe....
... Meniup makanan yang ada ditangan perlahan....
..."Aaaaa" kata Dashie....
... Babe menerima suapan dari Dashie balita ini memakannya dengan lahap....
... Hoshie yang terdiam dengan pemandangan yang baru saja ia lihat....
..."Aku juga mau" minta Hoshie....
... Dashie berbicara sesuai realita....
..."Lihat!" kata Dashie....
... Dia menunjuk ke arah deretan anak anak yang sedang berusaha untuk makan sendiri makanan yang ada ditangan mereka meski mereka sebenarnya juga masih butuh disuapi oleh orang dewasa....
... Xie dan Ghazi sedang menahan tawa....
..."Jangan tertawa" kata Xie....
..."Aku ingin tertawa" kata Ghazi....
... Lalu mereka akhirnya tertawa meski tanpa suara mereka sudah berusaha agar tidak membuat seseorang ngambek....
... Menenangkan suasana hati Hoshie....
..."Kakak Hoshie jangan nangis" kata Babe....
... Membela diri sendiri....
..."Tidak. Kakak tidak nangis" kata Hoshie....
... Kembali kepada Xie yang sedang menikmati makanan di tangannya terlihat lahap dengan makanan yang sedang dimakan saat ini tapi ada sesuatu yang membuatnya menjadi kepikiran akan sesuatu....
... Dia melihat jarum jam di pergelangan tangan kanan yang berputar terus maju belum berhenti....
... Kepada diri sendiri....
..."Apa aku melupakan sesuatu?" tanya Xie....
__ADS_1
... Dia melanjutkan makan sambil melihat ke sekeliling tempat mereka sedang menikmati jajanan. ...
... Lampu lampu sudah menyala terang dari tiap kedai dengan kondisi sekitar mulai ramai bertambah ramai oleh para pengunjung yang datang yang ikut meramaikan event ini....
... Xie masih merasa raganya ada disana tapi tidak hatinya....
..."Kau kenapa?" tanya Ghazi....
..."Kenapa aku merasa ada yang berbeda dari diriku?" tanya Xie....
..."Tidak ada yang kurang dari mu. Kekuranganmu hanya satu" kata Ghazi....
... Melirik adik perempuannya yang ada di sebelah kirinya itu....
..."Apa?" tanya Xie ...
..."Handsome?" tanya balik Ghazi....
... Xie geleng-geleng kepala mendengar pujian dari adiknya tersebut....
..."Benarkan. Aku tidak salah, kau itu sangat sangat … tampan" kata Ghazi....
..."Sungguh. Aku tidak berbohong" kata Ghazi....
... Xie mengalihkan pembicaraan mereka lalu menunjuk ke arah Hot yang masih bekerja....
..."Lihat orang itu. Dia bahkan sampai kotor begitu, apa kau tidak kasihan padanya" kata Xie....
..."Dia memang suka bermain listrik dan teman-temannya" kata Ghazi....
... Hoshie ikut menambahkan lagi....
..."Kurasa dia juga sedang memperbaiki panggung itu. Lihat, dia dengan para stafnya" kata Hoshie....
... Ghazi yang langsung tanggap kemana arah pembicaraan mereka saat ini....
..."Iya. Iya, aku akan cari kerja" kata Ghazi....
... Lalu Ghazi membayar makanan yang ia pesan barusan....
... Kartu elektronik sudah digunakan lagi dan mereka melihat ke arahnya terutama kakak laki-lakinya itu. Dia terlihat lebih serius dan terkesan lebih menakutkan dari tatapan semua orang yang sedang melihatnya....
..."Kenapa lagi, tadi dia memberikan ini padaku" kata Ghazi....
... Dashie dan Hoshie menjadi sibuk saling bergerak perlahan menjauh dari kedua orang yang sedang membicarakan hal yang terdengar cukup serius....
... Hoshie terlihat kembali patuh terbawa kemana langkah kaki Dashie pergi bersama dengan menggendong Babe ke tempat lain masih dengan area yang sama....
..."Aku harap dia tidak akan menangis jika putus dengan Oryn" kata Hoshie....
..."Itu hal terburuk yang bisa saja terjadi" kata Dashie....
..."Dia harus bersiap jika hari itu tiba. Bukan hanya Ghazi tapi juga Oryn" kata Hoshie....
..."Kau memang sahabat mereka" kata Dashie....
... Menyiakan pendapat dari Dashie dengan ditambahkan tentang perubahan apa saja yang akan terjadi dimasa depan....
..."Aku harap juga begitu" kata Hoshie....
..."Aku tidak tahu tentang masa depan itu. Aku juga sedikit cemas" kata Hoshie....
... Dashie yang lebih cemas dari sebelumnya....
..."Aku pesankan taksi untuk mu. Kau terlihat pucat lagi" kata Dashie....
..."Aku tidak mau" kata Hoshie....
... Hoshie makan lagi makanan miliknya makanan yang sama dengan cara pengolahan yang berbeda tidak digoreng melainkan direbus sama seperti yang saat ini dimakan oleh Babe tanpa topping pedas....
... Babe menunjuk makanan yang merupakan miliknya dari tangan Dashie. Ia memeriksa makanan yang akan diberikan kepada Babe apakah sudah dingin atau masih panas....
... Sudah tergolong hangat sudah bisa langsung dimakan lalu Dashie menyuapi balita perempuan yang ada digendongnya ini lagi....
... Dashie memberikannya lagi satu cemilan dengan isian daging sapi....
... Menerima suapan dari Dashie lalu Babe juga sedang berusaha untuk memakannya sendiri....
..."Dia akan mencabik mu" ...
... Dashie mencari suara yang sama yang pernah ia dengar tepat saat ia ada di wahana outbound ketika masih bekerja....
..."Dia akan membunuhmu" ...
... Dashie melihat ke arah lain mencari di antara para pengunjung event acara....
... Hari mulai gelap dengan lampu lampu yang sudah menyala akan tetapi usahanya untuk mencari belum berhasil....
... Suara itu semakin dekat menakutkan terdengar....
..."Dia sangat dekat denganmu"...
..."Dia akan menghabisimu" ...
... Dashie sudah mencarinya tapi yang ia lihat bukanlah apa yang membuat dirinya merasa khawatir juga ketakutan seperti saat ini. Mereka adalah orang-orang biasa pada umumnya sedang melakukan aktivitas mereka tanpa ada hal-hal yang mencurigakan ataupun aneh itu yang ditemukan saat ini oleh gadis di sebelah kanan Hoshie....
... Dia menemukan sesuatu hal yang aneh muncul dari raga Hoshie....
..."Tubuhmu berasap?" tanya Dashie....
... Hoshie terhenti dalam aktivitasnya sedang mengetik sebuah pesan dari dalam ponselnya....
... Dia mulai melihat dirinya yang benar mengeluarkan aura hitam yang dianggap oleh Dashie sebagai asap....
..."Asap?" tanya balik Hoshie....
..."Tak ada asap ditubuhku" kata Hoshie....
... Dia berbicara apa adanya dengan apa yang ia lihat saat ini....
..."Aku tidak salah lihat. Ada asap hitam keluar dalam ragamu" kata Dashie....
..."Kau pasti lelah bekerja pasti itu hanya halusinasimu saja" kata Hoshie....
... Bagaimanapun caranya ia harus segera mengembalikan semula kondisi raganya yang sedang mengeluarkan aura hitam yang diaktifkan oleh salah satu bangsa Blacwhe yang ia yakini ada disekitar mereka....
..."Bangsa Xoco tidak akan bisa melakukan ini" kata Hoshie....
... Ia berhasil menarik aura hitam miliknya dengan kekuatan dari dalam tubuh yang juga mengembalikan lagi menekan kekuatan yang sedang perlahan mengambil kekuatan miliknya itu mengunci kembali....
..."Tubuhmu sudah tidak berasap lagi" kata Dashie....
..."Itu hanya sebuah halusinasi" kata Hoshie....
..."Tidak. Tidak, aku melihatnya lagi" kata Dashie....
__ADS_1