Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 127: Pernah disayang.


__ADS_3

...Chapter 127: Pernah disayang....


..."Kau tidak bersama dengan Ghazi?" tanya Jarrel....


..."Tidak" jawab Dashie....


..."Aku juga tidak melihat Hoshie mengantarmu pulang?" tanya Jarrel....


..."Dia sedang sibuk" kata Dashie....


...Hoshie yang ia tahu selalu ada waktu untuk Dashie meski dalam waktu sesibuk apapun pasti selalu bisa disempatkan untuk mengantar pulang wanita yang ada disisinya sekarang....


...Jarrel merasa kasihan kepada Dashie hingga sampai kapan ia harus berada dalam keadaan seperti ini dibuat bingung oleh orang lain yang seharusnya ia tinggalkan pergi sejauh mungkin itu yang terbaik pilihan yang harus ia pilih tapi itu akan terasa kejam untuknya menerima sebuah kenyataan lalu jika ia juga dihadapkan akan sebuah rasa yang masih juga butuh validasi dari seseorang yang juga mengarahkan diri menggiring sebuah opini betapa dirinya yang terlalu berpikir secara subjektif tanpa mau mengerti dan memahami apa yang seharusnya menjadi hak dari dirinya sebagai seseorang yang berhak memiliki sebuah kebahagiaan tanpa harus menanggung sebuah beban yang bukan miliknya....


...Jarrel yang berjalan disisi Dashie dengan lisannya yang terkunci bukan berarti ia tak peduli....


..."Jika aku katakan kasihan kepadanya. Aku takut ini awal dari diriku yang sebenarnya mengaggap remeh orang lain" kata Jarrel....


...Dia yang tidak mendengar Jarrel bicara sepanjang perjalanan menyusuri jalan yang sedang mereka lalui....


..."Sedari tadi kau diam saja" kata Dashie....


..."Apa kau pernah percaya cinta sejati?" tanya Jarrel....


..."Tidak. Tapi, aku yakin itu ada" kata Dashie....


..."Dan pasti itu sulit" kata Dashie....


...Jarrel yang sedang berhati-hati ketika mengajak bicara sahabatnya itu berusaha agar jangan sampai lawan bicaranya merasa sedang diselidiki mencari sesuatu yang menjadi tujuan dari dirinya mengajak bicara....


...Dashie yang tertawa kecil ketika Jarrel sedang melakukan hal ini sebaik mungkin....


..."Kau sudah bersikap menjadi Jarrel bukan orang jenius yang sedang melakukan sebuah penelitian" kata Dashie....


...Baru dari dalam hati dan pikiran Jarrel berpikir pasti sahabatnya ini akan merasa bahwa dirinya sedang berusaha agar tidak memberi kesan seperti ini langsung terbaca olehnya....


...Berbalik tertawa sebagi balasan dari keramahan sewajarnya dengan orang yang sudah dibilang dekat....


..."Aku tidak ingin menjadi pemeran utama dalam kisah apapun" kata Dashie....


...Itu yang ada didalam isi hati gadis yang berjalan beriringan dengannya saat ini. Dia yang terlihat lelah dengan semua hidup yang ia jalani tapi juga tak bisa berhenti di tempat dengan segala kisah sedih yang ia alami terkadang senyum terkadang tertawa terkadang sedih semua yang ia perlihatkan bukan secara terpaksa tapi ia hanya sedang menjalankan perannya yang harus ia tunjukkan disetiap tempat ataupun dengan siapapun yang ia temui agar kesan yang ditimbulkan memang seperti apa yang ia ingin tampilkan tapi bagaimana dengan sisi dirinya yang sebenarnya....


..."Apakah dia terjamin bahagia melakukan itu semua?" tanya Jarrel....


...Dashie yang tidak mendengar banyak kata dari salah satu sahabatnya itu melihat ke arah Jarrel....


..."Ku lihat kau baik-baik saja tak kurang sesuatu pun" kata Dashie....


...Dia juga dengan kesibukan yang harus dikerjakan belum usai ia selesaikan....


..."Aku ya seperti ini" kata Jarrel....


..."Kau yang sedang dilatih menjadi penerus" kata Dashie....


...Dia tertunduk agak tertawa sedikit menanggapi apa yang dikatakan oleh Dashie....


..."Aku hanya melakukan apa yang seharusnya kulakukan" kata Jarrel....


..."Kenapa jadi begini?" tanya Dashie....


...Suasananya seakan menjadi kisah cinta yang tidak memiliki harapan apapun untuk bisa bersama akan tetapi salah satu pihak tidak ingin pergi dari nostalgia yang sudah ada menjadi sebuah kisah yang tetap ada dalam memori tapi tidak dengan pihak yang lain yang ingin lari pergi meninggalkan kisah lama yang ia pikir hanya akan membuat hatinya menjadi rapuh tak bisa menjadi kekuatan diri untuk tetap bertahan ini sungguh menyakitkan....


..."Kita harus berpisah sampai disini" kata Jarrel....


..."Kau sedang bicara apa. Kita memang harus memilih ini" kata Dashie....


..."Kau bicara seakan kita tidak pernah bertemu lagi" kata Dashie....


..."Pemilihan kata yang ku pilih sepertinya terlalu berlebihan" kata Jarrel....


...Tertawa sedikit lagi dari akhir pertemuan ini....


..."Tidak juga tapi nada dan suasana disini mendukung semua itu" kata Dashie....


...Mereka berdua berpisah didepan tempat kos kosan Dashie....


...Dashie terlihat masuk kedalam gedung berlantai lima yang juga dihuni oleh beberapa orang yang keluar dan masuk saat ini juga dilakukan oleh wanita yang sedang masuk akan segera menaiki anak tangga pertama untuk lantai pertama....


...Satu dua tiga empat lima enam tujuh anak tangga yang ia naiki berhenti sejenak....


...Melihat jendela disisi kanan atas dengan sinar langit malam yang masuk kedalam ruangan....


..."Aku sungguh tidak ingin menjadi peran utama dalam kisah ini" kata Dashie....

__ADS_1


...Kembali melanjutkan langkah kakinya menaiki anak tangga menuju lantai dua tempat pintu kamarnya yang bernomor dua ratus sepuluh ada didepan pintu tepat searah dengan arah matanya melihat pintu kamar yang tertutup yang saat ini ada di depannya akan segera dibuka dengan kunci yang baru saja diambil dari dalam tas selempang yang ia bawa di bahu lalu pintu terbuka....


...Dashie masuk kedalam rumah ternyaman itu langsung menutup pintu kembali dari dalam kamar lalu segera menguncinya dari dalam ruangan....


...Pintu sudah terkunci lalu bergerak menuju meja belajar untuk menaruh tas selempangnya diatas meja....


...Mengambil handuk dan baju ganti dari dalam lemari kecil disebelah meja belajar....


...Masuk kedalam kamar mandi lalu menutup pintu kamar mandi....


...Sepuluh menit ruangan itu ditinggalkan oleh penghuninya yang sedang terdengar membersihkan diri....


...Wanita yang menggunakan kaus hitam dan memakai celan kuning setelan serba panjang casual tanpa motif....


...Dashie selesai membersihkan diri....


...Mengeringkan rambut kepalanya dengan handuk putih....


...Bernafas dalam lalu berbaring menatap langit kamar....


...Hening tanpa suara....


..."Dunia ini begitu indah" kata Dashie....


..."Aku kenapa sangat ketakutan mendengar suara-suara itu" kata Dashie....


..."Siapa orang-orang itu?" tanya Dashie....


..."Aku dengan segala teka-teki ini" kata Dashie....


...Memejamkan mata menghirup udara yang segar ia rasakan dari dalam sana jendela kamar yang tertutup rapat dengan masih bisa cahaya malam ini masuk kedalam ruangan....


..."Aku tidak suka peran utama ini" kata Dashie....


...Darah mengucur jatuh ke bawah lantai dari leher seseorang....


...Ia melihatnya....


..."Hari itu" kata Dashie....


...Semua benda yang ada di dalam sana berantakan acak berjatuhan dari tempatnya semula ada di sekitarnya yang sudah tidak sesuai tempatnya berada....


...Satu kali lagi untuk Dashie melupakan apa yang ia lihat dari seseorang....


...Gambaran itu mengerikan terus terbayang dalam pikiran tidak mau pergi ataupun diusir secara paksa semua yang ia lakukan sia-sia memaksa dirinya untuk tetap mengingat semua itu....


..."Aku seperti tidak mempunyai harapan bahwa itu semua tidak nyata" kata Dashie....


..."Ya Tuhan. Apa yang sebenarnya terjadi padaku?" tanya Dashie....


...Masih tidak ingin percaya dengan apa yang ia lihat dari memori dari milik orang lain....


..."Kenapa dia ada didalam sana?" tanya Dashie....


..."Mereka berdua ada disana" kata Dashie....


..."Dengan luka yang ia miliki" kata Dashie....


...Darah segar yang ada dalam diri seseorang yang belum berhenti mengalir membuat sekarat perlahan seperti segera cepat ingin mengambil nyawa seseorang dalam tatapan menakutkan disaat-saat detik terakhir seseorang dalam menghirup udara....


...Kedua mata yang terbuka melihat itu kembali dalam ingatan yang langsung datang masuk kedalam pikiran sejak pertemuan di taman kota tadi....


..."Apa yang dilakukan Hoshie disana?" tanya Dashie....


..."Dia juga ada disana" kata Hoshie....


..."Ini apalagi setelah sesuatu yang kulihat dari sisi lainnya yang baru kuketahui" kata Dashie....


...Bagi Dashie ini adalah waktu yang sungguh membuatnya sangat ketakutan ingin cepat lari dari hidup yang ia jalani setelah melihat ingatan ingatan yang tidak pernah ia lihat terlihat datang didepan mata tanpa tidak tahu bagaimana hal itu bisa terjadi kepada dirinya mengikat kuat seperti sebuah perangkap yang memang disiapkan untuknya membuatnya enggan bersemangat menjalani segala aktivitas menyibukkan diri....


..."Aku merasa semua orang disekitar ku sedang memainkan peran mereka sendiri" kata Dashie....


..."Kenapa semua seakan tak pernah terjadi apapun dan hanya aku yang tidak tahu apa-apa" kata Dashie....


...Dashie merasa dirinya tidak berguna dalam dunia yang ia jalani....


..."Aku tidak suka peran utama" kata Dashie....


...Callie yang sulit dihubungi meski ponselnya aktif ketika ditelpon oleh Dashie untuk menanyakan kebenaran yang ia lihat itu dengan menguji seseorang secara langsung tentang kisah mereka berdua yang tidak diketahui lalu secara sendirinya diketahui tanpa salah satu keduanya menceritakan kisah masa lalu mereka yang pernah saling mencintai....


...Untuk diri sendiri....


..."Apa aku harus membenci semua ini atau aku hanya bisa mengambil keuntungan diatas penderitaan orang lain?" tanya Dashie....

__ADS_1


...Dia yang sedang memikirkan Hoshie....


..."Membuat orang lain seperti ini memang menyenangkan untuk orang itu" kata Dashie....


..."Semua yang ia katakan adalah kebohongan" kata Dashie....


..."Berhenti. Aku mohon berhenti!" kata Dashie....


...Dia membantu seseorang yang sedang terluka parah dengan lehernya yang penuh darah darah segar tercecer diatas lantai sebuah kamar yang ada disana tidak ada dirinya yang belum datang....


...Suasana hatinya yang ia manage agar menjadi lebih ceria tidak terlalu ngeri dengan segala pikiran kejadian negatif tentang orang lain dari bagian kecil kisah orang lain yang selalu bersikap manja ingin disayang olehnya tapi darah-darah itu terlalu membuatnya takut tidak pernah ia lihat dari kehidupan yang ia jalani tidak pernah menyaksikan kejadian itu benar-benar nyata bukan sebuah adegan peran....


...Mengatur nafas sendiri....


...Menghirup udara secara dalam lalu melepasnya melalui mulut perlahan juga dilakukan untuk beberapa kali....


..."Jangan buru-buru nyerah" kata Dashie....


..."Jangan buru-buru nyerah" kata Dashie....


..."Ini bukanlah awal yang buruk. Ok" kata Dashie....


...Dia dengan segala usahanya sendiri agar tidak panik menyerah dengan masalah yang mencekik perlahan membuat jantung dengan ritme tidak berjalan baik tak mengenal waktu seperti saat ini seakan siap merenggut nyawanya kapanpun....


..."Apa aku harus berteriak?" tanya Dashie....


..."Tidak. Itu hanya membuat seisi bangunan panik" kata Dashie....


...Sekali lagi Hoshie membuat hatinya bingung apakah harus terus berada disekitarnya atau pergi tanpa memberi pesan sebagai pilihan....


...Dia juga berpikir ulang apakah ini jalan yang terbaik untuknya menyelesaikan masalah....


...Mengingat lagi betapa mengerikan darah-darah itu mengalir dari leher Rio yang ada dalam bantuan Hoshie menutup dengan tangan kanannya dengan kausnya sendiri yang sudah berlumuran darah dengan tetap membuat Rio agar bisa bernafas usahanya dilakukan hingga ia ada disana membuka pintu kamarnya sendiri menyaksikan situasi kacau itu. Dia yang tidak ingin dan mau melihat itu ketakutan tidak bisa menerima kenyataan seseorang sedang sekarat tidak jauh sangat dekat ada didepan matanya sendiri....


...Dia mengingat lagi kapan Hoshie mengajaknya bicara agar segera membantunya menahan darah yang keluar deras dari leher Rio....


...Mengangkat jemari tangan membolak balikkan telapak tangan mengingat ketika darah milik Ren yang disentuh masih terasa pernah disentuh dengan tanpa pelindung warna merah itu seakan terlihat kembali datang lalu pergi dalam bayangan beberapa kali....


..."Darah-darah itu juga hilang dengan sendirinya" kata Dashie....


...Memikirkan dia dan Hoshie....


..."Siapa aku dan siapa Hoshie sebenarnya?" tanya Dashie....


..."Dia seperti bukan musuh tapi seakan semua sedang diperbaiki olehnya tanpa kusadari" kata Dashie....


..."Apa yang direncanakan oleh Hoshie sebenarnya?" tanya Dashie....


...Dia juga melihat Hoshie yang meminta tolong kepada dirinya agar segera membantu dirinya yang sedang menolong Rio yang sedang sekarat dengan darah yang terus pergi dari dalam raga mantan kekasihnya itu....


...Sisi lain yang membuatnya bertambah ragu dengan siapa orang yang selalu berada disisinya disaat ia sedang sangat sedih sekalipun seakan berat untuknya pergi meninggalkan seseorang yang seharusnya ditinggalkan setelah apa yang ia lihat dari kisah masa lalunya yang begitu kejam kepada sahabatnya sendiri....


..."Bisakah. Aku mohon, jangan terus membuat diriku menjadi seperti ini" kata Dashie....


..."Untuk apa semua kebaikan yang kau berikan. Semua itu seakan sia-sia" kata Dashie....


...Dia akhirnya menangis tanpa suara dengan sendirinya....


..."Aku juga takut jika hanya aku yang jauh lebih mencurahkan hidupku untuk orang lain" kata Dashie....


...Segala pertanyaan apakah dia benar-benar dengan apa yang sudah ia katakan jika mengingat tentang siapa orang yang sedang ia pikirkan membuat sulit untuknya percaya dengan mudah tidaklah salah jika seseorang yang sudah mengenal dengan siapa orang yang sedang pikirkan....


..."Aku takut dengan segala sifat dan karakter orang itu" kata Dashie....


..."Tapi, aku juga seperti orang jahat jika aku pergi sekarang" kata Dashie....


...Nawa yang baru saja pulang lalu melihat ada seseorang yang ada di depan pintu kamar kosnya sedang berdiri dengan layar ponsel menyala....


...Hoshie yang dalam mode tidak terlihat bisa dilihat oleh Nawa....


...Belum menyapa....


...Dia dengan kunci kamar yang ia keluarkan dari dalam tas lalu pintu kamar dibuka oleh penghuni kamar tersebut....


...Berjalan akan melewati pintu kamar....


...Berhenti sejenak....


..."Aku melihatmu" kata Nawa....


...Hoshie yang masih dalam mode tidak terlihat mengikuti arahan dari seseorang yang dianggapnya sebagai adiknya....


...Hoshie yang mendengar semua keluhan dari orang yang ia sayang membuatnya sadar bahwa ia sedang melukai wanita yang pernah ia sayang untuk kedua kalinya....

__ADS_1


__ADS_2