
...Chapter 36: Seharusnya?....
..."Bunga apa yang kau suka?" tanya Ved....
..."Bunga?" tanya Callie....
..."Ya. Bunga apa yang kamu suka?" tanya Ved....
... Callie melepaskan genggaman tangan dari Ved....
... Hangat senyum sahabat untuk sahabat barunya itu yang mulai menghilangkan sad moment itu....
..."Aku tidak mau mengatakannya" kata Callie....
..."Kenapa?" tanya Ved....
..."Nanti kau membelikan bunga untukku" kata Callie....
... Dia seakan masih takut dengan bunga bunga dan segala macam jenisnya setelah mengenal mantan kekasihnya yang dulu penuh cinta manis di setiap tindakan dan perilakunya kepada Callie....
..."Dia juga dari bangsa kami juga. Aku baru tahu" kata Ved....
... Wajah itu masih terkunci rapat oleh Callie belum terbuka bercerita meski dengan kedua penglihatan yang dia miliki melihat sendiri bahwa Hoshie adalah Veer orang yang sama sebagai mantan kekasihnya dahulu....
..."Apakah Dashie akan baik baik saja dengan ini?" tanya Callie....
..."Kau jangan khawatir ingatan itu akan perlahan menghilang oleh mantra yang diberikan oleh Hoshie sendiri" kata Ved....
... Callie merasa jauh lebih tenang jika sesuatu hal dipastikan oleh dia sendiri lalu dia menghubungi nomor ponsel sahabatnya itu didepan Ved....
... Ponsel Dashie aktif dan dia mengangkat panggilan telepon dari Callie....
... Tersambung ponsel Callie dengan ponsel Dashie....
..."Kau ada dimana?" tanya Callie....
... Dashie akan menjawab pertanyaan dari Callie tapi dia menjadi bingung sendiri kenapa dia ada didalam bus yang juga bukan bus sesuai arah rute pulang....
... Terbata bata....
..."Aku … aku sedang didalam bus" jawab Dashie....
... Obrolan singkat mereka berakhir dan tidak berlangsung lama....
... Dashie melihat arah rute bus yang ada di papan petunjuk yang ada di bagian dalam depan bus di atas driver bus kota itu tulisan dipapan digital itu bergerak ke arah yang dia tahu adalah arah yang akan melewati tempat kerja kakaknya....
..."Kakak lembur lagi?" tanya Dashie....
... Sedang sibuk membuka buka membaca lembaran dokumen dari sebuah map kuning tebal dari salah satu file perusahaan yang ada di meja kerja yang menumpuk menjawab panggilan telepon dari adiknya....
..."Ya. Ada apa?" tanya Xie....
..."Baiklah. Jangan lupa makan" kata Dashie....
... Menutup obrolan dari pihak Dashie....
..."Dia kenapa lagi?" tanya Xie....
... Sedang sibuk dan tidak bisa diganggu dengan banyak pekerjaan yang harus dikerjakan di lembur kerja malam ini begitu juga dengan Xie yang masih sempat mendapatkan mantra dari Luc agar bisa melupakan kejadian hilangnya dirinya sendiri tanpa lagi Xie mengingat lagi kejadian itu sama dengan apa yang telah dialami oleh Dashie....
... Mengerikan untuk hati para bangsa Blacwhe yang harus kuat bahkan tutup mata jika ada salah satu dari mereka pergi dengan kode tanda di tangan kanan....
..."Tak ada kabar dari orang itu mungkin dia benar benar pergi" kata Hoshie....
... Di dalam bus Dashie masih terasa tidak percaya dia sudah berada ada di dalam sana....
..."Bukankah aku tadi bersama dengan Hoshie" kata Dashie....
... Udara mendingin sangat mendingin masuk ke dalam ruang bus yang sedang berjalan cepat Hoshie ada disana di sebelah kiri Dashie dengan mantra tidak terlihat duduk menatap gadis di sebelahnya yang menyebut namanya dalam kata kata yang baru saja didengar langsung dari lisannya....
... Dia juga mencari nomor ponsel Hoshie dari dalam kontak nama ponsel dan akhirnya menemukan nomor ponsel Hoshie lalu menghubungi nomor ponsel Hoshie terdengar nada dering seperti milik ponsel orang yang dia hubungi lewat ponsel mencari mencari di ruang sepi bus itu dengan tiga orang penumpang termasuk dirinya tapi dia tidak melihat seseorang pun yang melakukan panggilan telepon dari siapapun hanya dia yang sedang terlihat masih menghubungi seseorang....
... Ponsel Hoshie masih di tangan dengan layar ponsel terdapat nama Dashie yang terus menghubunginya sedangkan Dashie tidak bisa melihatnya meski dia berada tepat di sebelah kanannya sendiri tapi ini jauh lebih membuatnya bahagia dengan pertemuan sederhana ini dan ponselnya berhenti berdering gadis disebelah kanannya berhenti menghubungi nomor ponselnya untuk yang ketiga kali setelah menghubungi nomor ponsel Hoshie....
..."Apa yang terjadi denganku?" tanya Dashie....
... Hoshie menjadi senyum senyum sendiri melihat ekspresi Dashie saat ini yang dianggap sangat lucu....
__ADS_1
... Jemari tangan menyentuh helai demi helai rambut diatas kepala Dashie yang lembut terkena angin yang masuk kedalam bus lewat kaca jendela yang terbuka di sebelah kanan Dashie....
..."Kau tidak akan pernah tahu bahwa dia sudah pergi" kata Hoshie....
..."Ya" kata Hoshie....
..."Kita tidak akan melihatnya lagi" kata Hoshie lagi....
... Luc....
... Jemari jemari tangan ikut mendingin membeku butiran butiran es datang disaat dia mulai menyentuh lembut helai rambut gadis disebelah kanannya dia tahu pasti dia akan mengalami hal ini es es itu merambat terus menembus dingin kedalam pori pori kulit menjalar sampai ke lengan tangan lalu sekarang terus mengarah ke arah bahu tangan kanannya itu....
..."Perlukah aku berlari pergi berlari darimu" kata Hoshie....
... Menghentikan langkah jari jari tangan menyentuh tiap helai helai rambut Dashie lalu semua berjalan seperti biasa tanpa dinginnya es es yang menjalar di tangannya lagi....
... Dashie terlihat sedang memikirkan seseorang....
..."Seharusnya kita berdua tidak harus jadian" kata Dashie....
... Menggerutu berbicara sendiri....
..."Sekarang, dia tidak mengirim pesan atau bahkan meneleponku" kata Dashie....
..."Dan aku tetap merindukan orang itu" kata Dashie....
... Pemuda di sebelahnya sadar bahwa bukan dirinya yang sedang dibicarakan oleh Dashie yang sedang merindukan seseorang....
... Membuat terkejut....
..."Dan lagi. Kenapa Hoshie memutuskan pacarnya tepat disaat aku sudah putus dengan Ten?" tanya Dashie....
..."Aku tahu dia hanya ingin putus tapi bagaimana denganku?" tanya Dashie....
..."Aku seperti berteman dengan seseorang yang kapan saja bisa meledak" kata Dashie....
..."Lalu, kenapa kau nyaman berteman dengannya?" tanya Dashie....
... Salah satu orang yang sedang dibicarakan ada di sebelahnya tidak marah tapi malah menjadi pendengar yang baik seperti hari hari biasa ketika dia mengikuti Dashie pasti akan menemukan hal hal baru seperti semacam ini di dapat dari Dashie....
... Menatap Dashie dengan perasaan yang sama dengan kondisi yang berubah di setiap waktu saat bersama dengannya membuatnya bersemangat lagi untuk membuka hadiah baru di esok hari....
..."Bisakah kita bersama" kata Hoshie....
..."Aku tidak peduli dengan mantan kekasihmu" kata Hoshie....
..."Jangan pergi jika saat hari itu tiba" kata Hoshie....
... Gadis disebelahnya sedang memandang keluar bus hujan deras datang dengan cepat membuat embun memburamkan dalam kaca jendela menghapus perlahan dengan telapak tangan kanan tampak terlihat lagi apa yang terlewati oleh bus yang bergerak pergi....
... Kembali lagi memandang lurus diawal melihat ke depan setelah berhenti sejenak membuka pintu bus masuk kemudian beberapa orang naik ke dalam bus....
... Dia memanggil nama Dashie....
..."Dashie" sapa Ren....
... Ren merasakan keberadaan seseorang yang tidak asing di sekitar dalam bus....
...Sapaan dari Ren mungkin juga sebagai sapaan terakhir untuk gadis ini dari berbagai pasang mata ada disana orang itu cepat sekali pergi dari hadapan mereka dan senyum itu ikut bersama dengan waktu hilangnya Ren dikala berjalan mendekat padanya....
..."Dia pergi" kata Dashie....
... Hari itu teringat kembali disaat pergi dalam perjalanan berwisata menggunakan kereta bawah tanah mengingat kejadian disaat teman sekolah Rumy seorang gadis menengah atas yang hampir diambil aura miliknya dari pemuda itu seorang pemuda yang tiba tiba lenyap tepat didepan Dashie hampir sama halnya dengan cara menghilangnya Ren baru saja terjadi di depannya sendiri....
..."Siapa yang bisa menjelaskan semua ini?" tanya Dashie....
...Tangan Dashie gemetar menyentuh kursi bus berbaris di depannya kosong tidak ditempati oleh para penumpang dalam baris yang sama di baris kursi tempat Dashie ada disana duduk di sebelah kanan Hoshie....
..."Sudah kuduga dia juga sama halnya denganku" kata Hoshie....
..."Penyamarannya telah berakhir" kata Hoshie....
... Mengapa Hoshie berkata seperti ini, itu karena dia tahu orang yang dianggap Dashie adalah Ren bukanlah Ren melainkan orang lain yang juga berasal dari bangsa Blacwhe yang menggunakan identitas dari Ren....
..."Dia tidak tahu kalau Ren telah tiada sejak lama" kata Hoshie....
... Pemuda di sebelah Dashie merasa lega walaupun sesama dari bangsa Blacwhe karena dia tahu tidak mungkin jika seseorang dari bangsanya jika mendekati manusia pasti memiliki suatu maksud tersembunyi yang selama ini dicurigai oleh Hoshie tentang orang yang bernama Ren ini....
__ADS_1
..."Apa aku melenyapkan sebuah nyawa?" tanya Dashie....
..."Siapa dia?" tanya Dashie....
... Wajahnya berekspresi berubah melihat seluruh isi sekitar bus yang dinaiki dan semua tidak menyadari hilangnya Ren di hadapan orang orang didalam bus hal ini bisa terjadi karena Hoshie langsung mengambil tindakan langsung menghapus ingatan mereka tentang kejadian hilangnya Ren didepan mereka....
..."Dashie pasti sedang syok" kata Hoshie....
... Hoshie memperhatikan terus Dashie disepanjang bus masih berjalan....
... Tidak semudah itu masalah akan selesai tapi kejadian ini membuat seseorang dari bangsa Blacwhe mengirimkan senjata senjata mereka mengikuti bus yang sedang berjalan cepat membawa mereka dan para penumpang lain di dalam bus dengan senjata senjata tajam besi panjang terlihat dari luar bus seperti bernyawa melihat ke dalam bus menembus kaca dalam bus menemukan seseorang yang selama ini mereka cari dari munculnya aura kuat milik Dashie yang tanpa niat dan kesengajaan melenyapkan salah satu bangsa Blacwhe yang sedang mendalami perannya sebagai orang lain....
..."Aku setuju jika ini adalah mimpi" kata Dashie....
... Senjata itu hampir saja menembus punggung Hoshie yang menerima dan menahan rasa sakit itu darah keluar mengenai wajah Dashie diwaktu yang bersamaan bayangan raga Hoshie muncul dilihat oleh Dashie dengan kejutan baru ini keduanya saling menatap satu sama lain....
..."Hoshie" kata Dashie....
... Hoshie tumbang dipelukan Dashie lalu jatuh dipelukannya darah itu tangan Dashie merasakannya mengalir dari punggung Hoshie tanpa sebuah jeda datang kembali senjata yang sama akan mengarah pada Hoshie....
... Dalam hitungan bagian detik yang diambil oleh Hoshie untuk melarikan diri dari tempat itu berpindah tempat membawa Dashie sekaligus menjauh dari datangnya senjata senjata tadi yang ingin mengambil nyawa pemilik aura yang baru saja mengambil nyawa teman mereka....
... Sebuah pemilihan tempat yang tidak diduga dengan kondisi Hoshie yang terluka memberikan fakta baru bahwa seseorang baru saja mengetahui identitasnya yang sebenarnya senjata senjata itu pergi hilang dengan sendirinya tapi tidak dengan luka luka yang didapat oleh Hoshie.....
..."Wajahmu sudah sangat pucat" kata Dashie....
... Hoshie terbaring lemah diatas lantai di sebuah rumah yang sama yang ditinggali oleh Hoshie yang menyamar sebagai Veer mantan kekasih Callie....
... Dashie membantu Hoshie bangun dari atas lantai jejak jejak darah berceceran dari tubuh Hoshie ada di atas lantai ruang tamu dengan kondisi Hoshie yang semakin melemah....
..."Kita pergi kerumah sakit" kata Dashie....
... Tangan Hoshie menahan Dashie agar tidak membawanya pergi ke rumah sakit....
... Menggelengkan kepala saat sudah duduk di atas sofa....
..."Ini akan baik baik saja" kata Hoshie....
..."Aku tidak yakin" kata Dashie....
... Dashie melihat sendiri dengan kedua matanya melihat darah darah dari atas lantai dan luka luka di punggung Hoshie menghilang berangsur juga menutup sendiri luka luka tadi dengan hampir bersamaan waktu....
..."Pergilah" kata Hoshie....
..."Tidak" jawab Dashie....
..."Kau harus pergi" kata Hoshie....
... Dashie ingin tetap disana untuk menolong temannya yang sedang terluka parah tapi rupanya keberadaanya jauh lebih berbahaya untuknya sendiri jika dia tetap berada didalam sana....
... Wajah pucat itu berkata dengan kalimat yang sama lagi....
..."Pergi" kata Hoshie....
... Pemuda ini memindahkan Dashie sekaligus menghapus kembali ingatan peristiwa ini dari memori ingatan Dashie....
... Dengan jarak kekuatan yang tersisa oleh Hoshie dia berhasil memindahkan Dashie hingga sampai selamat sampai di depan kantor kakaknya bekerja sesuai arah yang Hoshie tahu kemana Dashie sebelumnya akan pergi dengan rute bus yang diambil tadi....
..."Kenapa kepalaku pusing?" tanya Dashie....
... Dia sudah sampai di depan kantor kakaknya dengan keadaan sedikit bingung yang merupakan salah satu efek dari perpindahan dirinya dari tempat satu ke tempat lain seperti yang terjadi saat ini yang dilakukan oleh Hoshie....
..."Sudah jelas aku akan mengganggunya" kata Dashie....
... Dashie mengubah tujuannya untuk tidak menemui kakaknya yang sedang lembur bekerja dan mengambil arah menuju arah pulang tapi dia tidak pergi ke tempat perhentian bus tapi berjalan terus yang juga tetap mengarah ke tempat arah pulang perasaannya tetap saja tidak nyaman dengan kondisinya saat ini yang terhapus ingatannya tentang Hoshie tentang kondisinya yang sedang sekarat sendirian di dalam rumahnya sendiri dengan kekuatannya yang melemah karena memilih untuk terus berdekatan dengannya ditambah lagi dengan luka luka baru yang seharusnya diterima Dashie namun diambil oleh Hoshie agar gadis ini tidak terluka mengambil resiko rasa sakit itu....
..."Kenapa aku kepikiran Hoshie terus?" tanya Dashie....
..."Seharusnya dia sudah sampai dirumah setelah pulang dari rumah sakit tadi" kata Dashie....
... Belum sampai disitu gerakan tangannya juga memutuskan untuk menghubungi nomor ponsel orang yang membuatnya kepikiran sejak berada memandang ke atas gedung tempat kerja kakaknya yang masih menyala lampu lampu di sana di ruangan tempat kakaknya bekerja mengkhawatirkan Hoshie....
... Ponsel itu terhubung dengan Hoshie....
..."Ya. Ini aku?" tanya Hoshie....
... Dashie tiba tiba menangis tanpa sebab yang jelas setelah mendengar suara dari Hoshie terdengar jelas dengan suara yang dia usahakan baik baik saja jika terdengar oleh Dashie yang terisak menangis tanpa sebab itu yang dilakukan oleh Dashie....
__ADS_1
... Ponsel mereka masih terhubung....