Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 116: Misteri.


__ADS_3

...Chapter 116: Misteri....


... ...


... Dia melihat adiknya semakin jauh pergi meninggalkan dirinya menuju ke arah jalan menuju tempat tinggalnya saat ini....


..."Aku harap ini tidak nyata tapi aku sadar ini nyata" kata Xie....


... Melihat diri sendiri yang terperangkap dengan es yang kuat mengikat tubuh seperti tali mengikat kuat tak bisa dilepas dengan kekuatan sendiri....


..."Kapan es ini akan mencair?" tanya Xie....


..."Apa yang akan orang lain katakan jika melihat hal ini?" tanya Xie....


..."Oh Tuhan. Aku sedang berusaha tetap waras setelah kejadian ini" kata Xie....


..."Aku harap aku tidak menjadi orang gila" kata Xie....


... Jarrel yang seharusnya tidur istirahat karena besok akan bertemu dengan Callie. Dia harus menjalankan tugas untuk meninjau kembali area yang sudah dipasang bentuk perlindungan dari berbagai sisi sudut disekitar saat ini Jarrel berada....


..."Ini akan mengurangi penampilan ku jika aku kurang tidur" kata Jarrel....


... ...


... Mengeluh kepada tugas yang ia jalankan dari seniornya....


..."Bagaimana aku bisa menghadap gadis yang ku sayang?" tanya Jarrel....


... Terdiam....


... Melangkah satu langkah demi langkah dengan berhati-hati dengan mode tidak terlihat oleh orang lain....


... Mengamati dengan teliti dengan segala kerusakan yang ia lihat cukup parah....


..."Apa baru saja telah terjadi pertarungan disini?" tanya Jarrel....


... Sedangkan untuk Dashie yang baru saja membersihkan diri dari darah yang menimpa dirinya akibat pertarungan tadi....


... Dia dengan setelan pakaian berwarna hitam kaos panjang dan celana berwarna hitam panjang....


... ...


... Mengelap wajahnya sendiri dengan handuk kering berbeda dengan handuk sebelumnya ia pakai....


... Dia melihat keranjang baju yang masih berlumuran dengan darah dan serpihan daging dari bangsa Blacwhe yang baru saja ia lawan dengan tatapan yang belum berubah ia masih belum sempurna mengingat siapa dirinya sebenarnya kenapa ia ada didalam ruangan itu....


... Melihat keranjang yang berisi pakaian yang tadi penuh darah dan serpihan daging....


... Darah dan serpihan daging dibaju dan celana itu sudah menghilang tak ada lagi terlihat dari keranjang putih didalam kamar mandi....


..."Apa yang ku lakukan ditengah malam begini?" tanya Dashie....


... Dia masih mengira bahwa ia masih berada di waktu pukul setengah dua belas malam sebelum pertarungan itu di mulai disaat ia terbangun dari dalam tidur memimpikan kejadian yang ia anggap hanya sebagai mimpi semata namun tidak untuk Hoshie....


... Dia pergi keluar dari kamar mandi....


... Menutup pintu kamar mandi dengan tanpa suara ia usahakan setelah melihat kakaknya masih sedang tertidur pulas ada disisi bagian dinding tempat tidur berselimut cukup tebal dengan selimut merah muda....


..."Kenapa aku berganti pakaian lagi?" tanya Dashie....


... Dia kemudian duduk disebelah kakaknya yang sedang tertidur itu lalu memutuskan untuk tidur juga....


... Di tempat Xie dan Jarrel berada saat ini....


... Jarrel yang sedang memeriksa sisa tempat perkelahian antara Dashie dan salah satu bangsa Blacwhe yang belum teridentifikasi siapa orang itu....


... Xie yang sedang berusaha keras terlepas dari es yang perlahan mencair yang masih mengikat ditubuhnya....


... Setelah berusaha terlepas dari ikatan es yang ada didalam tubuhnya....


..."Akhirnya, aku bisa melepaskan ikatan-ikatan ini" kata Xie....


... Jarrel melihat Xie lalu mengubah diri dari mode tidak terlihat menjadi mode bisa terlihat oleh manusia....


... Dia melangkah mendekat ke arah kakak sahabatnya itu....


... Dia terkejut melihat kedatangan dari Jarrel yang tiba-tiba hadir didepan mata....


..."Ya Tuhan!" kata Xie....


... Dia sampai menenangkan jantungnya yang terkejut sekali lagi....


... Pemuda dengan setelan serba hitam casual....


..."Hey. Kau seperti melihat hantu saja" kata Jarrel....


..."Ini aku. Jarrel" kata Jarrel...


... Dia sudah berhasil menenangkan diri dari kondisi terkejut....


..."Sedang apa kau disini?" tanya Xie....


... Nada suara merendah....


..."Kau lupa semua rumah dibelakang mu itu rumahku" kata Jarrel....


... Menanggapi dengan biasa berusaha bijaksana....


..."Kau tak perlu memperjelanya" kata Xie....


... Dia beranjak pergi ke arah tempat kos kosan Dashie....


... Xie menelepon pihak keamanan termasuk juga dengan Jarrel melakukan hal yang sama untuk melaporkan keadaan situasi disekitar mereka yang bisa dibilang cukup berantakan dengan mobil mobil yang rusak termsuk juga CCTV yang terpasang di setiap sudut area tempat mereka berhenti sejenak sedang menelepon....


..."Apa terjadi perampokan disini?" tanya Jarrel....


..."Mungkin saja atau mungkin terjadi perkelahian antar geng" kata Xie....


... Jarrel yang melihat sisa serpihan daging yang menghilang bersamaan dengan darah disekitarnya....


... Dia mencium bau amis khas dari bangsa Blacwhe....


... Dia masih berpura-pura tidak mengetahui siapa dalang dari sisa perkelahian ini....


..."Telah terjadi perkelahian antara salah satu bangsa Blacwhe dengan salah satu bangsa Xoco?" tanya Jarrel....

__ADS_1


... Dia melihat serpihan es yang mulai mencair yang bukan merupakan serpihan cair es biasa dari efek yang ia rasakan dengan rasa sakit dari es yang sudah mencair yang baru saja ia sentuh....


... Tangannya saja langsung berdarah akibat menyentuh es yang mencair tersebut....


... Xie baru saja selesai menelepon pihak keamanan dan kepolisian agar datang untuk memeriksa tempat tersebut....


... Berbalik melihat ke arah Jarrel dan apa yang ia lihat adalah semua tampak baik-baik saja tanpa ada kerusakan apapun disana seperti tidak pernah terjadi perkelahian apapun....


... Langsung Xie kembali dibuat syok dengan apa yang ia lihat sekarang....


..."Kau tadi melihat mobil mobil itu rusak parah kan?" tanya Xie....


..."Rusak?" tanya Jarrel....


... Dia berbalik ke arah kemana Xie lihat....


... Santai dengan memberikan jawaban yang ia berikan....


..."Tidak ada kerusakan apapun. Kau saja yang terlalu cemas dengan lingkungan sekitar tempat ini" kata Jarrel....


... Dia dengan sikapnya yang tak ingin banyak berkomentar dan bertanya tentang situasi disekitarnya....


... Jarrel masih santai....


..."Tenang saja. Aku sudah memberitahu mereka bahwa ada orang yang dalam gangguan kecemasan tinggi baru saja menelepon mereka" kata Jarrel....


..."Kau!" kata Xie....


... Xie menunjuk seseorang yang seumuran dengan kedua adiknya itu yang menganggapnya sebagai orang dalam gangguan kecemasan tinggi....


... Keduanya yang tidak mau ribet dan ribut tidak ingin memperpanjang masalah ini....


... Jarrel mencoba merelaksasi situasi di pukul setengah satu malam ini....


..."Ku dengar kau juga tinggal disini?" tanya Jarrel....


... Xie kembali dengan tujuannya untuk berjalan menyusuri jalan menuju ke arah tempat kos kosan adiknya....


..."Aku membeli salah satu rumahmu" kata Xie....


..."Yang mana?" tanya Jarrel....


..."Kau sudah tahu tak perlu tanya lagi" kata Xie....


..."Ini rasanya mengobrol dengan orang kaya" kata Jarrel....


... Berhenti dalam langkah ke delapannya....


... Menghadap ke arah Jarrel....


..."Ada apa. Aku berkata apa adanya" kata Jarrel....


... Berjalan lurus sambil berbicara kepada Xie tanpa menghadapnya....


..."Aku akan membeli mie jika kau lapar beli sendiri" kata Jarrel....


... Tidak mungkin untuk Xie meladeni seseorang yang jauh lebih muda dari usianya yang terpaut sekitar empat tahun....


... Jarrel kembali dengan tujuan menuju ke sebuah kedai mie yang berada sekitar dua ratus meter melewati tempat kos kosan Dashie....


..."Sorry. Aku mengganggu waktu tidur mu" kata Xie....


... Dia dengan mata yang masih tertutup setelah baru saja terlelap tidur lagi....


..."Ya. Apa telah terjadi sesuatu atau kau butuh bantuan ku?" tanya Dashie....


..."Tidak. Aku hanya ingin memastikan kalian baik-baik saja" kata Xie....


..."Kami baik-baik saja. Terimakasih sudah mengkhawatirkan kami berdua" kata Dashie ...


... Ponselnya masih tersambung dengan kakak laki-lakinya tapi Dashie kembali tertidur dengan pulas....


... Xie memanggil adik perempuannya....


..."Shie!" panggil Xie....


... Dia tidak menyahut panggilan dari kakaknya....


... Obrolan tatap muka berakhir dengan Dashie yang terlihat sudah tertidur bersebelahan dengan kakaknya, Ghazi....


... Belum puas dengan apa yang lihat dari kondisi adik-adiknya sekarang....


... Menghubungi nomor ponsel orang lain....


... Nomor ponsel yang ia hubungi masih aktif....


..."Apa kau sibuk?" tanya Xie....


..."Tidak. Ada apa?" tanya Hoshie balik....


..."Aku ingin bicara denganmu" kata Xie....


..."Sekarang?" tanya Hoshie....


... Xie yang akan pergi menemui Hoshie yang ada ditempat bermain biliar ditempat usahanya sendiri....


... Dia sudah berada tepat diluar disisi kiri tepatnya dibagian pintu mobil kursi kemudi yang tertutup memeriksa kembali keadaan disekitarnya....


..."Aku harap ini tidak akan terulang kembali" kata Xie....


... Xie masuk kedalam mobil lalu menyalakan mesin mobil bergerak pergi dari area dekat rumahnya....


... Jarrel yang sudah sampai di sebuah kedai yang sudah lama beroperasi di daerah tersebut....


... Membuka tirai bambu yang terpasang didepan toko....


..."Selamat malam, Bibi!" sapa Jarrel....


..."Wahhh. Ada Tuan Jarrel, silahkan duduk. Mau pesan apa?" tanya pemilik kedai....


..."Saya coba memilih. Ada menu apa saja hari ini" kata Jarrel....


... Memilih menu yang tertera di dinding kedai yang terbuat dari papan kotak persegi panjang....


... Jarrel sudah menemukan mie yang akan dia pesan....

__ADS_1


..."Saya pesan mie homemade ekstra daging udang ditambah sayurnya yang banyak seperti biasa" kata Jarrel....


... Masih semangat melayani pembeli di dalam kedainya....


..."Ok. Siap!" kata Bibi pemilik kedai....


... Jarrel menunggu mie siap dihidangkan untuk menu makan malamnya yang kedua kali....


... Jarrel menggeser posisinya sekarang ke arah dekat jendela kedai yang terkena angin sedikit....


... Dia melihat ke arah luar kedai yang hening tapi tidak untuk beberapa detik kemudian dengan datangnya para pekerja yang beristirahat setelah mengerjakan proyek baru disekitar kedai tempat mereka makan ditempat yang sama Jarrel ada didalam sana....


... Mereka memesan beberapa menu makanan untuk makan malam mereka dengan secara bergantian menunggu pelayan kedai mencatat permintaan menu makanan yang ingin mereka pesan....


... Tujuh menit kemudian pesanan makanan yang dipesan oleh Jarrel tiba siap dihidangkan di meja....


..."Ini pesanan Tuan Muda" kata pemilik kedai....


..."Silahkan dinikmati" kata pemilik kedai....


..."Makasih. Bibi" kata Jarrel....


... Sebelum menyantap makanan yang ada didalam mangkuk tersebut....


... Jarrel memfoto makanan yang ada didepannya lalu mengunggahnya di salah satu akun sosial media miliknya....


..."Sudah" kata Jarrel....


... Jarrel menikmati mie homemade yang sudah ada didepannya yang ia pesan tujuh menit yang lalu....


... Mengambil sumpit sekali pakai mengeluarkannya dari plastik....


... Mengaduk mie yang ada didalam mangkuk lalu mengambil satu suap mie dengan sumpit....


..."Rasanya tidak berubah" kata Jarrel....


..."Yummy" kata Jarrel....


... Dia memakannya sambil memikirkan banyak hal juga sambil mendengarkan apa yang dibicarakan oleh para pekerja bangunan disekelilingnya saat ini juga sedang menikmati makan malam....


... Jarrel sesekali menahan tawa lalu sesekali juga serius tapi lebih banyak serius mendengar curahan hati para pekerja yang ada disana....


... Satu udang dengan bumbu original ia makan menggunakan sumpit....


..."Kapan gaji kita naik?" tanya salah seorang pekerja bangunan....


..."Iya. Aku harus membayar sekolah anakku" kata salah satu pekerja yang lain lagi....


... Itu salah satu dari isi obrolan yang dibicarakan oleh para pekerja yang bekerja di perusahaan milik Ayah Jarrel....


... Pemuda ini kemudian memeriksa kembali laporan keuangan berapa jumlah gaji yang dibayarkan oleh pihak perusahaan untuk para pekerja di proyek disekitar Jarrel sedang menikmati makanan....


... Jarrel mengirimkan laporan yang ia tinjau langsung mengenai para pekerja yang bekerja di salah satu proyek ayahnya kepada ayahnya langsung secara pribadi melalui pesan dengan alamat surel yang hanya mereka berdua ketahui....


... Jarrel membayar makanan yang sudah habis ia makan secara cash....


..."Terimakasih. Makanannya selalu lezat" kata Jarrel....


..."Sama-sama. Nanti, mampir lagi kemari" kata pemilik kedai....


..."Siap, bibi" kata Jarrel....


... Jarrel pergi keluar dari dalam kedai....


... Dia sudah lima belas langkah jauh dari kedai pergi ke arah menuju akan melewati tempat kos kosan Dashie....


... Dari dalam sana berbisik membicarakan tentang siapa yang baru saja makan bersama satu meja bersama mereka....


..."Apa kalian tahu siapa pemuda tadi?" tanya pemilik kedai....


... Salah satu pekerja penasaran....


... Sambil makan mie....


..."Siapa dia?" tanya salah satu pekerja....


..."Dia anak pemilik perusahaan tempat kalian bekerja" kata pemilik kedai....


..."Benarkah. Jadi, sedari tadi anak itu mendengar semua keluhan kami" kata salah satu pekerja yang lain....


... Mulai khawatir dengan masa depan mereka....


..."Gawat" kata pekerja yang lain juga....


..."Jangan terlalu khawatir. Tuan Muda tahu, bagaimana harus bertindak, kalian harus bangga memiliki bos seperti mereka" kata pemilik kedai....


... Sedikit lega dengan pernyataan dari pemilik kedai....


... Dia yang sedang makan ayam kecap dengan nasi....


..."Kita berdoa saja. Kita tidak sampai dipecat" kata salah satu pekerja yang lain....


... Di rumah Po....


... Dia dengan ketakutan yang belum hilang masih menutup dirinya dengan selimut setelah melihat hantu yang sangat menakutkan berkeliaran disekitar rumah. Sedangkan, untuk Jarrel ia sedang berdiri diantara kedua bangunan yang sudah diberi perlindungan disetiqp sudut rumah agar terhindar dari serangan bangsa Blacwhe....


..."Apa salah satu dari mereka melihat sesuatu?" tanya Jarrel....


... Jarrel mendengar seseorang dalam situasi rasa takut tidak biasa sejak ia datang hingga saat ini ia selesai makan malam....


..."Ku rasa remaja putri itu sedang ketakutan tapi lihat remaja laki-laki itu. Dia tak terlihat terganggu sama sekali" kata Jarrel....


... Yang ia maksud adalah dari sisi kirinya ada Nawa yang sangat sibuk belajar dan disisi sebelah kanannya dengan lampu yang sudah dimatikan dari dalam kamar sedang ketakutan akan suatu hal....


..."Saudara kembar itu juga baik-baik saja" kata Jarrel....


... Ia tak merasakan permintaan tolong dari keduanya meski itu hanya sedikit keluar dari diri mereka berdua....


..."Ku pikir mereka sedang tidur" kata Jarrel....


... Jarrel berniat akan menghapus ingatan dari dalam diri Po yang berkaitan dengan bangsa Blacwhe....


... ...


... Dia agak ragu untuk melakukan hal itu....

__ADS_1


..."Ku pikir dia akan berguna di masa depan" kata Jarrel....


__ADS_2