Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 67: Kenapa?.


__ADS_3

...Chapter 67: kenapa?....


... Dia sudah berada di dalam bus menuju ke suatu tempat....


..."Apa polisi akan mempercayaiku. Jika aku meminta bantuan kepada mereka?" tanya Rumy. ...


... Tidak jadi menghubungi nomor polisi lewat ponsel....


..."Mereka melihat bukti bukan hanya apa yang akan aku katakan" kata Rumy....


... Gugup jauh lebih takut sudah pasti jika hal yang membuatnya khawatir bisa terjadi kapanpun tanpa dia inginkan....


... Dia tidak mungkin lupa dengan apa yang dilihatnya ketika berada didalam rumah sakit tadi masih teringat jelas di dalam isi pikirannya yang sedang panik....


... Mengambil nafas pelan mengatur nafas agar jauh lebih tenang....


... Menghembuskan nafas melalui mulut perlahan....


... Menenangkan diri....


..."Ok, Rumy" kata Rumy ...


..."Jangan panik, ok" kata Rumy....


... Waktu sebelum keluar dari dalam rumah sakit....


... Rumy pergi ke bagian keamanan rumah sakit untuk memastikan apa yang dilihatnya benar benar nyata terjadi di lorong bangsal rumah sakit tempatnya juga ada disana mengikuti seseorang yang membuatnya menjadi penasaran....


... Setelah memohon-mohon kepada para staf keamanan yang berada di dalam ruang pengawas. ...


... Di ruang security terlihat dari luar maupun didalam ruangan komputer komputer terpasang untuk memantau situasi dan kondisi semua sudut rumah sakit....


... Seorang security wanita dengan rambut sebahu lurus terikat ke belakang....


..."Disini tidak terjadi apapun, kau bisa melihatnya" kata salah satu security di ruang tersebut....


..."Tapi" kata Rumy....


... Rumy dibantu oleh tiga orang security yang sedang berjaga di depan layar monitor mencari sesuatu yang membuatnya sampai ditempat ini....


... Karena tidak ingin mengganggu pekerjaan mereka akhirnya gadis ini memutuskan untuk pergi meninggalkan ruang pengawasan rumah sakit tersebut....


... Melihat ke arah ruangan itu lagi dengan tangan kosong....


... Lirih berbicara....


..."Aku tidak salah lihat kok" kata Rumy....


... Berbalik tidak melihat ruang pengawasan rumah sakit itu dengan langkah kaki dipercepat untuk cepat meninggalkan tempat ini memutuskan untuk pergi menuju pintu keluar rumah sakit....


... Sambil menuju ke arah pintu keluar rumah sakit gadis ini merasakan perbedaan kondisi suhu tubuhnya jauh berbeda dari sebelumnya menjadi semakin berkurang suhu panas yang dirasakan juga rasa tidak nyaman yang mulai perlahan pergi kembali dengan kondisi suhu tubuhnya yang perlahan normal kembali....


... Heran sendiri sekaligus membuat banyak pertanyaan muncul di isi kepalanya....


..."Ini apa?" tanya Rumy....


..."Apa yang direncanakan olehnya?" tanya Rumy....


..."Kenapa orang itu muncul di depanku?" tanya Rumy....


... Selain mengkhawatirkan diri sendiri yang merasa tidak aman setelah melihat sesuatu yang tidak pernah dilihatnya yang dia tahu selama ini membuat tidak percaya hal mengerikan itu bisa dilihat secara langsung dengan kedua matanya sendiri benar benar nyata....


... Nawa juga menjadi salah satu dari hal yang sedang dipikirkan tentang bagaimana kondisinya saat ini membuatnya juga merasa khawatir....


..."Aku harap dia akan aman berada bersama mereka" kata Rumy....


... Waktu bertambah mundur satu kali lagi disaat Rumy melihat seseorang yang sangat mirip dengan Ren melakukan hal yang dianggapnya diluar nalar jika dilakukan manusia....


... Dia berbalik ke arah belakang menatap lurus Rumy yang terdiam dalam ketakutan melihat apa yang sedang dilakukan oleh seseorang yang mirip dengan Ren itu lalu menjatuhkan korbannya dilantai tanpa peduli kondisinya selanjutnya yang menjadi fokusnya kali ini adalah menangkap gadis yang bersiap lari dari situasi membahayakan nyawanya....


... Berbalik dengan cepat lari Rumy menjauhkan diri dari kejaran orang yang mirip dengan Ren....


... Terjadi aksi kejar-kejaran diantara mereka berdua....


... Langkah kaki Rumy terdengar suara tidak beraturan akan tetapi berbeda dengan langkah kaki seorang pria yang sedang mengejarnya tidak terdengar langkah kaki sama sekali yang terlihat oleh orang orang disekitar Rumy baru saja lewati hanyalah gadis ini saja yang berlari ketakutan akan suatu hal....


... Seseorang menemukan seorang wanita yang merupakan salah satu perawat yang bekerja di dalam rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri terlihat kembali oleh orang orang yang ada disekitarnya setelah ditemukan oleh wanita itu....


... Teriakkan minta tolong....


..."Tolong!" ...


..."Tolong, ada orang pingsan disini!" ...


... Orang orang datang termasuk tiga petugas medis yang berjaga di bangsal tempat Nora menemukan perawat wanita itu....


... Membantu memapah perawat tersebut naik ke atas ranjang yang tersedia untuk membawa para pasien....


... Perawat yang sedang tidak sadarkan diri tersebut dibawa ke salah satu ruang di bangsal untuk mendapatkan pertolongan segera....


... Nora kedua tangan berada diatas pinggang disisi kanan dan kiri melihat perawat tersebut yang sedang mendapat pertolongan dari para petugas medis....


... Berbalik arah berjalan memeriksa sesuatu yang membuatnya menjadi curiga....


... Berjalan lebih cepat gadis berpakaian setelan casual atasan hitam dan celana jeans berkesan casual elegan....


..."Siapa yang melakukan ini?" tanya Nora....


..."Tidak mungkin ini ulah Hoshie" kata Nora....


... Nora mengambil arah yang sama dengan arah yang diambil oleh Rumy yang sedang berlari melarikan diri dari kejaran seorang pria....


... Pria misterius yang mengejar Rumy sedang mencari gadis yang tadi melihatnya sedang mengambil aura milik orang lain yang tidak dikenalnya diambil secara acak....


... Menemukan apa yang sedang di cari ada didalam salah satu ruang di sederet ruang di bangsal yang didatanginya....


... Dia menemukan Rumy bersama dengan orang orang yang terlihat mengenalnya sehingga niatnya untuk menerobos masuk dibatalkan lalu gadis yang sedang ia cari melihat ke arah pintu jendela ruangan yang membuat pria ini langsung menghilang di udara tanpa jejak....


... Nora merasakan ada salah satu dari bangsa Blacwhe baru saja berada dekat disekitar lorong bangsal yang sedang dilaluinya sekarang....

__ADS_1


..."Dia pergi" kata Nora....


... Merasa kecewa dan bersalah kepada diri sendiri....


..."Ada apa denganku, aku terlihat payah sekali" kata Nora....


... Nora melakukan pencarian lagi bergerak dimulai dari bangsal tersebut akan bergerak lagi memeriksa lagi setiap bagian rumah sakit memastikan tempat itu aman kembali sebelum kejadian seorang perawat wanita yang tidak sadarkan diri akibat dari tindakan yang hampir merenggut nyawa seseorang itu....


... Salah satu dari bangsa Blacwhe itu sudah berada ditempat lain yang masih dalam area rumah sakit menghilang dengan cepat tanpa bayangan....


... Sedangkan untuk Rumy dan Nawa untuk sementara aman dari kejaran pria misterius yang tersimpan menjadi ketakutan tersembunyi gadis remaja menutupi perasaan takutnya didepan kedua penghuni ruang rawat yaitu Hoshie yang ditemani oleh Sahabatnya, Fable....


... Waktu kembali berjalan maju dengan Rumy yang sedang berpikir tentang keputusan yang harus diambilnya saat ini diantara alternatif keputusan yang harus dipilih....


... Melihat keluar jendela bus yang sedang berjalan....


..."Tidak, tidak. Itu terlalu terus terang" kata Rumy....


... Mempertimbangkan satu kemungkinan lagi keputusan yang akan diambil oleh Rumy....


..."Tunggu. Ayo berpikir lagi apa dampak yang ditimbulkan jika aku melakukan hal itu" kata Rumy....


... Bus yang digunakan sebagai alat transportasi gadis ini pergi membawanya sesuai arah bagian tugas sebagai alat transportasi publik kota....


... Di rumah sakit....


... Jarrel yang sudah selesai dengan urusannya memeriksa bagian managemen rumah sakit keluar dari ruang rapat bersama dengan para dokter yang juga berperan dalam managemen rumah sakit disaat yang bersamaan terlihat olehnya seseorang yang memang tidak asing....


... Gadis itu seperti sedang mencari sesuatu....


... Jarak mereka cukup jauh sekitar tiga puluh meter....


... Jarrel sudah mengambil langkah berpisah dengan orang orang yang melakukan rapat dengannya sebelumnya....


... ...


... Menepuk Nora dari pundak sebelah kanan belakang....


..."Nora!" sapa Jarrel....


... Kaget....


..."Oh. Jarrel, kau membuatku kaget" kata Nora....


... Memulai obrolan santai....


..."Kau sedang mencari siapa?" tanya Jarrel....


... Bertanya kepada dirinya sendiri....


..."Aku?" tanya Nora....


... Tidak bisa berbohong itu sengaja dilakukan oleh Nora dihadapan teman bosnya ditempat kerjanya....


..."Menjenguk temanku. Ya, menjenguk temanku yang sedang sakit" kata Nora....


... Curiga sedikit....


..."Apa ini. Aku merasa dispesialkan" kata Nora....


... Berkata mulai dengan karakter Jarrel....


..."Spesial. Semua orang didekatku berkata seperti itu" kata Jarrel....


... Tidak tahu akan bertemu lagi bersama sahabat perempuan yang merupakan sahabat sahabatnya....


... Aka semakin mendekat ke arah mereka berdua yang merupakan arah menuju pintu keluar rumah sakit....


... Ditarik Nora yang sudah terlihat tidak fokus mencari sesuatu hal yang tidak diketahui oleh Jarrel....


... Nora berada lebih dekat dengan Jarrel mencegah gadis yang berada disebelah kirinya yang ingin lari dengan urusannya yang belum terselesaikan....


..."Lepaskan aku, aku sedang sibuk" kata Nora....


..."Temani aku bermain" kata Jarrel...


... Tidak ingin menyapa lagi karena sudah menyadari hal apa yang akan terjadi ketika bersama dengan seorang Jarrel tapi mereka ditakdirkan untuk bertemu seperti yang terjadi saat ini....


... Aka dengan sebisa mungkin bersikap ramah kepada lawan bicaranya ini....


... Berpapasan dengan Jarrel dan Nora....


..."Kenapa kau selalu dikelilingi wanita cantik?" tanya Aka....


..."Termasuk kau juga kan?" tanya balik Jarrel....


..."Apa?" tanya Aka....


... Situasi ini langsung terbaca oleh Nora membuatnya ingin segera lari saja dari obrolan yang hanya mengganggu mental psikisnya namun tangan Jarrel menggenggam erat lengan kanan Nora kuat tanpa rasa sakit disadari olehnya seseorang ingin mengajaknya dalam suatu peran....


... Nora melepas tangan Jarrel dan lebih memilih kabur dari dekat keduanya pergi menuju pintu keluar rumah sakit....


... Melihat Nora pergi....


..."Dia terburu buru sekali" kata Jarrel....


... Melirik kepada Aka....


..."Bye bye temanku" kata Jarrel....


... Aka tak percaya bahwa hal cukup menyinggungnya ini menimpa dirinya dan dilakukan oleh orang terdekatnya....


... Jarrel mengikuti apa yang dilakukan oleh Nora mengambil jalan yang sama yang diambil oleh gadis itu meninggalkan Aka dibelakang mereka....


... Keluar dari dalam rumah sakit sudah terlihat Nora memakai motornya pergi melewati Jarrel dengan satu klakson dibunyikan melirik sedikit ke arah temannya itu....


..."Calon adik ipar Dashie" kata Jarrel....


... Jarrel dari arah belakangnya muncul dengan wajah cemberut tanpa ingin mengajak bicara Jarrel lalu mobil pribadinya datang tepat didepan mereka beserta bodyguard laki laki seperti biasa bertugas sebagai bodyguard sekaligus drivernya....

__ADS_1


... Benar benar tanpa sapaan dari Aka pergi melewati Jarrel....


... Bodyguard Aka membukakan pintu mobil sebelah kiri baris kedua mobil....


... Masuk kedalam mobil....


..."Inilah karakter yang ku kenal" kata Jarrel....


... Aka pergi....


... Jarrel menerima panggilan dari seseorang....


... Ekspresi yang cukup serius....


... Di sebuah event di pukul sembilan pagi....


... Dashie menggandeng erat jemari mungil Babe mengikuti kemana Hot pergi....


... Di sebuah event pengenalan produk produk baru yang diadakan oleh Presdir Jo yang menjadi penanggung jawab utama juga investor memberikan tugas kepada Hot untuk memantau kinerja para karyawan yang sedang bekerja dibagian tim produksi....


... Babe dengan jemari tangan sebelah kanan ditaruh diatas kepala bermain rambut keritingnya dengan bando stroberi memutar kecil mungil lalu Dashie menjadi penurut memperhatikan Hot yang sedang bekerja membantu saling berbagi ide dan tenaga mempersiapkan panggung pertunjukkan yang sedang dipersiapkan untuk pertunjukan musik nanti malam....


..."Aku seperti istri bersama anaknya disini" kata Dashie....


... Melirik Babe yang tidak banyak mengeluh lebih cenderung patuh tak rewel ketika berdekatan dengan pamannya yang ada diatas panggung sekarang membantu memeriksa bagian kelistrikan bersama teknisi listrik....


..."Ayo sayang kita jalan jalan sebentar" kata Dashie....


... Babe digandeng erat diajak pergi oleh Dashie melihat lihat sekitar area event diselenggarakan....


... Menjauh dari Hot yang sedang bekerja dari jarak mereka saat ini masih bisa dijangkau oleh indera penglihatan Hot yang melihat ke arah mereka yang sedang membeli camilan gurih masing masing ditangan mereka....


..."Bagaimana, Babe suka. Ini tidak pedas?" tanya Dashie....


... Mengangguk puas dengan camilan berbahan tepung jagung yang membalut sosis diberi bumbu lalu kemudian digoreng....


... Menghapus sesuatu yang menempel di pipi Babe....


..."Oh, ada mayonaise di pipi Babe" kata Dashie....


... Tanpa diduga seekor kucing putih berbelang abu abu di setiap bagian tubuhnya berlari dengan kalung berbunyi lucu merah menghampiri Babe....


..."Lexa!" kata Babe....


... Dashie mengambil makanan yang ada di tangan balita perempuan di dekatnya ini....


... Babe mengelus kepala kucing manis yang mendekat padanya manja....


... Dashie mencari pemilik kucing yang bisa dilihat bagaimana Babe menerimanya dengan mudah....


... Tidak akan lupa siapa yang datang siapa pemiliknya yang datang wajah menawan nan mempesona itu datang kembali....


..."Kak Ren!" sapa Dashie....


... Dia datang lebih terlihat lebih fresh jauh dari biasanya....


... Menyapa Dashie....


..."Dashie, sudah lama kita tidak bertemu" kata Ren....


... Mengangguk ceria lalu mengajak bicara Babe....


..."Sayang, lihat siapa yang datang" kata Dashie....


... Menengadah ke atas sambil memegang punggung Lexa....


... Bangun dari jongkoknya....


... Lalu memeluk Ren penuh semangat....


..."Kak Ren!" kata Babe....


... Sikapnya yang hangat sebagai ciri khas yang dimiliki oleh senior kampus Dashie sekaligus sahabatnya....


... Senyum ramah itu hadir kembali lalu Dashie mendekat kepada Babe....


..."Sayang" kata Dashie....


... Babe melepas pelukannya dari Ren kembali mengusap usap lembut bulu Lexa....


... Lalu Dashie menyuapi camilan yang tadi belum habis dimakan oleh Babe membantunya memakan sedikit demi sedikit....


... Mengajak bicara adik kelasnya lagi....


..."Dimana Hoshie, aku tidak melihatnya di sekitar sini?" tanya Ren....


... Berubah moodnya ketika ditanya tentang Hoshie....


..."Entahlah, dia sedang membuatku khawatir" kata Dashie....


... Memastikan akan suatu hal....


..."Sepertinya hubungan kalian semakin dekat" kata Ren....


... Merasa heran....


..."Aku juga heran kenapa orang-orang juga berkata begitu padahal kita biasa saja" kata Dashie....


... Sedikit tertawa kecil....


..."Kau terlihat lucu ketika menjelaskan hubungan kalian" kata Ren....


..."Lucu?" tanya Dashie....


... Di dalam hatinya berbicara tentang seseorang....


..."Kukira hanya dia yang berkata seperti itu padaku" kata Dashie....


... Orang yang dia maksud adalah Ten yang saat ini masih belum sadarkan diri dengan peralatan medis sebagai salah satu jalan untuk bertahan dari rasa sakit....

__ADS_1


... ...


__ADS_2