Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 202: Chewy Candy.


__ADS_3

...Chapter 202: Chewy Candy....


..."Kau juga disini?" tanya Hot....


... ...


... Mode sopan....


... Melihat dengan siapa sekarang dia bicara, akhirnya dia memutuskan untuk pergi lebih awal....


..."Aku pergi. Aku harus menemui pacarku" kata Hot....


... Dia dan karyawan toko yang membawa pakaian yang sudah dipilih pergi ke arah kasir lalu terlihat Owen sudah dengan barang belanjaan yang dibeli pergi membuka pintu depan toko yang sebagian terbuat dari kaca....


..."Ayo kita pergi" kata Ans....


... Ditarik oleh Ans....


..."Kau jadi tidak beli itu" kata Gan....


..."Kita harus hemat" kata Ans....


... Keduanya melanjutkan rencana mereka untuk mengikuti kemana Owen pergi lagi....


... Oryn sedang menunggu semua barang belanjaannya dimasukkan kedalam tas berukuran besar dengan label toko secara eksklusif....


... Transaksi berhasil dilakukan lalu dia segera pergi ke arah dimana kendaraannya sedang di parkirkan di depan toko....


... Gan dan Ans mengikuti kemana Owen pergi setelah berada ditempat yang sama pergi menggunakan kendaraan roda dua....


... Ans membonceng Gan dengan berkendara menyesuaikan kecepatan taksi yang sedang diikuti oleh mereka....


... ...


..."Kau merasakan keberadaan mereka?" tanya Ans....


... ...


... Gan mengangguk sambil fokus berkendara....


... Mengikuti Owen berbaur dengan para pengendara motor yang lain yang juga menggunakan fasilitas umum dengan kondisi jalan yang terbilang ramai tapi tidak sampai terjadi kemacetan....


... Turun di depan sebuah toko barang-barang antik....


... Owen keluar dari dalam taxi....


... Segera cepat disusul oleh Gan dan Ans...


... ...


... Motor berhenti dengan jarak mereka bertiga tidak jauh hanya tujuh langkah berlari gadis remaja ini untuk mengejar Owen....


... Pukul empat lima sore....


... Di depan kost kostan Dashie....


... Dia sibuk terus dengan layar ponsel....


... Hoshie sedang berusaha melihat apa yang sedang dilakukan oleh Dashie tanpa pencegahan diperbolehkan untuk melihat....


..."Cara buat orang lain kesal" kata Hoshie....


... Jadi ikutan baca artikel yang dibaca oleh perempuan di sebelah kirinya itu....


... Hening....


... Sedang duduk keduanya diantara Ghazi sebelah kiri Hoshie serta ada Jarrel di sisi kanan Dashie....


... Keduanya sibuk dengan ponsel mereka masing-masing juga....


... Dashie sudah selesai baca artikel yang dia klik barusan tadi lalu ganti lagi judul artikel yang berbeda tapi masih dengan topik yang sama....


..."Jika belum berhasil juga maka suruh dia pergi" kata Hoshie....


... Mode melankolis....


..."Aku emang ngeselin tapi … " kata Hoshie....


..."Sudah cukup. Aku nggak mau pergi" kata Hoshie....


... Dashie berhenti membaca artikel yang sedang dibaca melirik ke arah Hoshie lalu menatapnya tanpa kata, sementara....


... Perhatian....


..."Hoshie kenapa?" tanya Dashie....


... Ghazi....


... Dia cuma geleng-geleng kepala mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu....


... Berbicara tanpa melihat ke arah teman kuliahnya itu tetap dengan menatap layar ponsel....


... Tidak berlakunya kata-kata basa-basi....


..."Kau kenapa lagi?" kata Jarrel....


... Ghazi sibuk mencari pekerjaan yang tersedia di segala website....


... Setelah membaca artikel yang dibaca oleh Dashie....


... Jujur....


..."Semuanya mengarah ke arahku!" kata Hoshie....


... Semuanya kata-kata dari Hoshie jadi bahan tawa ketika dia berkata seperti itu....


..."Aku nggak bakalan pergi kok" kata Dashie....


... Penuh harapan....


..."Janji" kata Hoshie....


..."Nggak" jawab Dashie....


... Tidak habis pikir alasan apa yang membuat sahabatnya itu tetap mau berteman dengan teman kuliahnya itu yang terbilang menjengkelkan jika dijadikan teman terutama oleh kaum hawa....


... Jarrel....


... Melihat sekilas artikel yang dibaca oleh Dashie....


... Dia tanpa dosa tertawa setelah membaca apa yang dibaca oleh sahabatnya itu....


..."Hahahaha!" ...


... Ketawanya keras pula sengaja ditunjukkan kepada Hoshie sebagai respon setelah semua yang gadis di sebelah kirinya itu baca dari artikel yang terakhir itu mengarah ke Hoshie semua isinya tanpa pertolongan terbawa sempurna....


..."Gentleman?" tanya Jarrel....


..."Smart and funny?" tanya Jarrel lagi....


..."Aku juga punya. Dia juga, tapi kita tahu itu" kata Jarrel....


..."Bendera merah atau bendera hijau" kata Jarrel....


..."Semua tahu jawabannya" kata Jarrel....


... Hoshie akan mengajak berantem teman kuliahnya itu tapi segera dicegah oleh Dashie dengan pergelangan tangan kanannya yang menahan menekan leher pria yang kesal tapi tidak berlebihan dalam merespon perkataan candaan dari Jarrel....


... Ghazi jadi ikutan baca artikel dengan topik yang sama dengan apa yang dibaca oleh adiknya itu....


..."Toxic well" kata Ghazi....


..."Mengapa jurang neraka adalah orang terdekat kita?" tanya Ghazi....


..."Aku juga tidak tahu" kata Dashie....


... Insecure....


..."Aku memang tidak pantas untukmu" kata Hoshie....


... Kesal....


..."Apa kau tidak takut kalau aku pergi?" tanya Hoshie....


... Realita....


..."Kau pasti dengan mudah mendapatkan orang lain" jawab Dashie....


... Dia yang sedang berusaha jujur dengan apa yang dikatakan oleh dirinya sendiri....


... Berusaha untuk mendapatkan balasan tatapan hangat lebih mendalam tanpa kepura-puraan diberikan kepada gadis itu....


... Senyum itu datang lagi....


..."Ayo kita menikah?" tanya Hoshie....


... Dua orang di sekitar mereka tambah dibuat tidak habis pikir dengan ajakan sahabatnya itu....


..."Sepertinya kau terlalu lelah bekerja. Kau harus istirahat" kata Dashie....


... Menggoda....


..."Aku tidak pernah lelah untuk melakukan ini" kata Hoshie....


... Menjauh sedikit dari depan Hoshie....

__ADS_1


..."Sekali saja percaya padaku" kata Hoshie....


..."Oke?" tanya Hoshie....


... Jarrel yang mulai kurang nyaman memanfaatkan situasi ini membuat seseorang menerima keusilannya....


... Bicara percaya diri....


..."Kalau ekstrovert sudah bicara pasti kayak gini" kata Jarrel....


... Membela....


..."Kau juga sama-sama ekstrovert" kata Ghazi....


... Dia pergi meninggalkan mereka bertiga lalu menyusul kemudian menuruni anak tangga yang sama keduanya tidak berjalan bersamaan meski mengambil arah yang tidak jauh berbeda....


... Hoshie semakin mendekat ke arah wajah Dashie....


... Kedipan lembut dari gadis di depannya itu....


..."Kau mau apa?" tanya Dashie....


... Berhenti dengan jarak sepuluh sentimeter keduanya saling menatap satu sama lain....


..."Kau mau melakukan itu?" tanya Dashie....


... Tanpa pura-pura mengangguk pelan dengan senyuman hangat....


..."Sekali saja atau lebih?" tanya Dashie....


... Dia akhirnya tertunduk sambil menahan tawa dibalik senyum manisnya itu....


... Memeluk Dashie dengan penuh cinta yang dia mampu berikan tanpa mendorong seseorang untuk menganggap dirinya hanya ingin sesuatu yang melebihi apa yang seharusnya diterima dari perhatiannya selama ini....


..."Aku tidak ingin membuatmu takut" kata Hoshie....


..."Kenapa kau?" tanya Dashie....


... Dia tertawa kecil manis terdengar....


... Tiga detik kemudian....


..."Jangan sekarang" kata Hoshie....


..."Tunggu" kata Hoshie....


... Melepas pelukan....


... Menatap kedua mata gadis di depannya itu....


..."Jangan tanya seperti itu lagi. Oke" kata Hoshie....


... Wajah lucu....


..."Kenapa?" tanya Dashie....


... Akan menjawab pertanyaan dari Dashie tapi dia terdiam sesaat berpikir apakah itu bisa dikatakan sekarang....


... Saling menatap....


... Beberapa detik kemudian sekitar enam detik....


..."Aku juga pria" jawab Hoshie....


..."Kau sedang butuh banyak istirahat" kata Dashie....


... Kedua tangan Dashie digenggam dengan kedua tangannya lalu diizinkan untuk memeriksa suhu tubuhnya dari lehernya yang terasa panas....


..."Kau merasakan ini?" tanya Hoshie....


..."Aku masih sakit. Aku juga tidak mau pergi" kata Hoshie....


... Masih menganggap hal ini adalah efek dari penyerangan yang dialaminya ketika di rumah sakit ketika sedang mendapatkan penyerangan oleh salah satu bangsa Blacwhe....


..."Sudah kubilang. Kau perlu banyak istirahat tapi datang kemari" kata Dashie....


... Sadar diri....


..."Apa yang spesial dariku hingga kau jadi seperti ini?" tanya Dashie....


... Bersandar di pundak sebelah kiri Dashie sambil melihat ke arah wajahnya....


..."Apa perlu istimewa untuk membuat orang lain nyaman?" tanya Hoshie....


... Melihat ke arah yang sama ketika matahari mulai terbenam....


..."Pertanyaan ku terdengar seperti seorang playboy" kata Hoshie....


..."Aku memang playboy" kata Hoshie....


..."Tapi, … " kata Hoshie....


..."Aku tetap sayang dan cinta kamu" kata Hoshie....


... Jujur....


..."Tapi, aku adalah orang jahat" kata Dashie....


..."Orang jahat yang lebih mencintai dirinya sendiri" kata Dashie....


..."Orang jahat?" tanya Hoshie....


... Geleng-geleng kepala....


..."Ayo kita pergi!" kata Hoshie....


... Hoshie beranjak bangun dan meraih pergelangan tangan kanan Dashie....


... Diam....


... Hening....


..."Kenapa?" tanya Dashie....


..."Aku juga pria. Ayo kita pergi" kata Hoshie....


..."Tak ada yang kita lakukan disini kenapa kau sangat khawatir?" tanya Dashie....


... Memaksa....


..."Ayo kita pergi!" kata Hoshie....


... Dia memaksa Dashie untuk pergi dengan cepat dari atas rooftop gedung menuju ke bawah lantai pertama sesuai rencana mereka....


... Menuruni anak tangga bersama saling berdampingan lalu Dashie mengajak bercanda Hoshie....


... Pergelangan tangan Dashie masih dalam genggaman erat Hoshie....


..."Kau tidak mau?" tanya Dashie....


... Santai....


..."Banyak CCTV disini" jawab Hoshie....


... Tersenyum menahan tawa....


..."Ohhhh. Gitu" kata Dashie....


... Dengan wajah malu-malu, dan dia berkata "Tidak begitu"....


... Menunjuk wajah Hoshie yang terlihat memerah di kedua pipinya....


..."Apa ini?" tanya Dashie....


... Tambah memegang erat pergelangan tangan gadis di sebelah kirinya itu....


..."Perhatikan jalanmu" kata Hoshie....


... Ingat sesuatu....


..."Oh ya. Kemarin, waktu aku pingsan di depan rumah sakit aku ditolong oleh seseorang" kata Dashie....


..."Siapa?" tanya Hoshie....


..."Dia yang waktu itu berpapasan di dalam pusat perbelanjaan di lantai dua" kata Dashie....


..."Kau tahu namanya?" tanya Hoshie....


..."Coba ku ingat" kata Dashie....


... Teringat kemudian....


..."Ahh. Namanya, Grady. Ya, itu namanya" kata Dashie....


... Agak terkejut....


..."Beneran dia?" tanya balik Hoshie....


... Mengangguk dengan wajah lucu....


..."Ehmm" jawab Dashie....


... Tanpa diduga dan baru diketahui oleh Dashie bahwa orang yang ada sedang berjalan menuju ke arahnya adalah seseorang yang pernah dia lihat di tepi sungai ketika dia masih bersama dengan Nawa dan Hoshie....


... Tatapan tanpa arti yang mendalam tertuju kepada gadis yang sedang berjalan beriringan bersama dengan Hoshie....

__ADS_1


... Dashie mengambil jalan lebih didepan Hoshie....


... Orang itu melewati mereka berdua tanpa sebuah keakraban dengan kenyataan memang mereka bertiga tidak pernah akrab....


... Hatinya berbicara, dan dia berkata "Ada apa dengan diriku?"....


..."Siapa orang itu?" tanya Dashie....


..."Bukankah, dia adalah orang yang sama yang pernah kulihat waktu itu" kata Dashie....


... Berhenti sejenak mengikuti apa yang dilakukan oleh Dashie lalu Hoshie membaca isi pikiran gadis di depannya itu....


..."Kau kenal orang tadi?" tanya Hoshie....


..."Sepertinya aku harus menambah kasih sayangku padamu" kata Hoshie....


... Melanjutkan menuruni anak tangga mengambil jalan lagi berjalan disebelah kiri Hoshie sambil memegang tangan kiri Hoshie....


... Senyum cinta....


..."Always you" kata Dashie....


..."Sure?" tanya Hoshie....


... Menarik tangan Hoshie agar berjalan lebih bersemangat lagi akibat hal ini yang membuat hati dan pikirannya sedikit tidak nyaman setelah bertemu salah satu tetangga Dashie....


... Menebak....


..."Sepertinya, dia tinggal di salah satu tempat ini" kata Hoshie....


..."Entahlah. Aku belum memastikan hal itu benar" kata Dashie....


... Mengalihkan pembicaraan....


..."Kau mau chewy candy?" tanya Hoshie....


..."Candy?" tanya Dashie....


... Di sengaja....


..."Hahahaha"...


... Diam berpikir lalu bertanya tentang alasan kenapa dia tertawa....


..."Kenapa kau tertawa?" tanya Hoshie....


..."Inilah tempat ku. Kenapa?" tanya balik Dashie....


..."Aku juga menerima ini" jelas Dashie....


... Ekspresi wajah sedih....


..."Padahal aku sudah menaruh rasa" kata Hoshie....


... Senyum ceria....


..."Iya. Aku tahu" kata Dashie....


..."Ayo kita cepat turun. Mereka sudah menunggu kita" kata Dashie....


... Menggandeng menarik tangan Hoshie dengan sikap bersahabat ditujukan kepada orang yang berada di dekatnya saat ini....


... Hoshie sedikit sedih tapi karena sudah terbiasa jadi semakin tidak terlalu dibawa perasaan....


... Sekali lagi kisahnya sendiri sedang bertahan di dalam sikapnya yang seperti tak mempunyai banyak masalah....


..."Apakah kita akan berpisah semudah itu?" tanya Hoshie....


..."Aku tidak mau hari itu datang lebih cepat" kata Hoshie....


..."Bersama mu hari ini adalah hal yang berharga" kata Hoshie....


... Berbalik Dashie ke arah Hoshie....


... Berhenti melangkah untuk menatapnya....


..."Apakah kau baru saja bicara padaku?" tanya Dashie....


..."Tidak" jawab Hoshie....


..."Tapi, aku harap iya" kata Hoshie lagi....


... Berbalik ke arah dimana keduanya berjalan menuruni anak tangga lagi....


... Nada suara memohon....


..."Aku mau chewy candy" kata Hoshie....


..."Tidak hari ini" jawab Dashie....


... Suara memohonnya tambah terdengar lucu....


..."Beneran?" tanya Hoshie....


..."Nanti aku minta lebih banyak" kata Hoshie....


... Mengalihkan pembicaraan dengan sikapnya yang sengaja dibuat marah yang lucu....


..."Nanti" jawab Dashie....


... Sambil menuruni anak tangga....


... Menggoda....


..."Sekarang?" tanya Hoshie....


..."Nanti" jawabnya sekali lagi oleh Dashie....


... Belum berhenti untuk menggoda lagi....


..."Sekarang?" tanya Hoshie....


... Berhenti lalu menatap wajah Hoshie....


... Kesal....


..."Kau ingin meninggalkan ku saat ini juga" kata Dashie....


..."Aku tak mau!" kata Dashie....


... Ngambek....


... Dia terlihat sedih....


... Lalu, dia berjalan tidak lagi menggenggam tangan kanan Hoshie lagi pergi lebih awal meninggalkan orang yang belum berhenti untuk mencari perhatian....


... Mengejar gadis yang disayang yang sedang berjalan lebih cepat darinya menuruni anak tangga....


... Dia jadi tambah senang disaat gadis yang dia sayang ternyata juga memiliki perasaan yang tidak jauh berbeda dengan dirinya selama ini....


..."Dashie!" panggil Hoshie....


... Dia belum berbalik untuk menanggapi....


... Sekali lagi....


... Suara kasih sayang lembut terdengar....


..."Dashie!" panggil Hoshie....


... Melakukan inisiatif untuk berjalan lebih cepat mengejar lalu menggenggam tangan kiri Dashie dengan lembut menatapnya sekali lagi dengan ekspresi yang tidak berubah sejak dia mulai dekat dengannya sejak pertama kali mereka saling dekat....


... Sampai di depan gedung kost kostan dengan ekspresi sedikit kemarahan yang tersisa belum hilang meski tangannya diizinkan untuk digenggam erat oleh orang disisinya sekarang....


... Curiga....


... Berbicara lirih kepada Ghazi....


..."Ku rasa mereka tak pernah akur" kata Jarrel....


... Melirik ke arah orang di sisi kanannya itu....


..."Kenapa kita bisa seakrab ini?" tanya Ghazi....


... Tanpa basa-basi....


..."Dia membuatmu sedih lagi?" tanya Jarrel....


... Dashie tidak ingin menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu....


... Hoshie akhirnya menjelaskan....


..."Ya. Dia marah karena aku selalu menyebalkan" kata Hoshie....


... ...


..."Kalian pantas marah padaku" kata Hoshie....


... Menebak....


..."Dia sudah menemukan orang yang dia cari selama ini" kata Ghazi....


... Jarrel ketika logikanya berbicara....


... Entah siapa yang dia maksud dari salah satu keduanya tapi hal ini akan membuat sangat bahagia jika itu adalah Dashie sebagai orang yang dicari oleh Hoshie selama ini....

__ADS_1


__ADS_2