Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 124: Pendengar.


__ADS_3

...Chapter 124: Pendengar....


..."Tidak. Tidak mungkin" ...


... Dashie melihat sesuatu ada dalam diri kakaknya itu yaitu sebuah memori yang seharusnya sudah terhapus tanpa bisa diingat oleh pemiliknya. Ia bisa melihat bagaimana saat saat terakhir salah satu sahabatnya pergi didepan kakaknya sendiri yang bekerja ditempat yang sama dimana kakaknya sekarang bekerja....


... Dia melihat Luc pergi bukan seperti yang pernah ia alami ketika seorang remaja laki-laki didepan matanya lenyap dengan mudah....


..."Tapi, dia benar-benar pergi" kata Dashie....


... Bibirnya yang terkunci dengan diri yang semakin sadar setelah perubahan didalam dirinya kini semakin bertambah normal....


..."Dia pergi tanpa memberi pesan" kata Dashie lagi....


... Menghitung waktu hari itu peristiwa itu kapan terjadi adalah dihari ia masih dirumah sakit disaat kondisi Hoshie butuh perawatan medis dan itu sangat nyata terlihat oleh Dashie dalam tatapan matanya kepada Xie secara mendalam ia dapat menyaksikan situasi terakhir Luc sekarat tak berapa lama lalu hilang didepan mata kakaknya sendiri....


..."Dia bisa menghapus ingatan ini?" tanya Dashie....


... Dia juga melihat disaat-saat terakhir waktu kematian Luc yang sempat membuat ingatan dari kakaknya segera terhapus dengan waktu bersamaan dengan raganya yang hilang....


... Dashie dengan kesadaran yang perlahan kembali normal lalu memegang kepalanya yang agak pusing dengan tangan kanan tertunduk ke bawah menenangkan diri sendiri setelah apa yang ia lihat belum bisa dicerna secara mentah....


..."Kau baik-baik saja?" tanya berbarengan Xie dan Ten....


... Serpihan es berjatuhan ke bawah lantai....


... Ia juga menyaksikan ini begitu juga dengan Xie dan Ten....


... Dia mengangkat kepalanya melihat ke arah Xie yang sedang belum berhenti memperhatikan adiknya lalu melihat ke arah Ten yang juga dengan sikap yang sama membuatnya bertanya mengapa ada apa dengan mereka berdua dengan sikap mereka terhadap dirinya yang tidak biasa....


..."Kenapa kalian melihatku seperti itu?" tanya Dashie....


... Dia yang sudah kembali normal dari sikapnya yang hampir saja membuat kakak laki-lakinya jantungan ingin lari tapi bagaimana bisa ia meninggalkan adiknya yang ia sayang....


... Mengusap keringat di dahi adiknya yang sudah dalam kondisi bisa diajak bicara setelah dalam dua menit yang lalu berubah menjadi sisi lain yang ada dalam diri gadis berambut merah muda ini....


..."Tak ada apa-apa. Tadi, kau hanya kedinginan" kata Xie....


... Dia yang masih memakai jas yang dikenakan oleh Ten yang merupakan jas hitam milik pria di sisi kirinya masih berada didekatnya saat ini....


... Dia dengan nada suara menjaga tidak ingin orang yang ia sayang jauh lebih ketakutan dari ini yang sudah diprediksi jika ciri-ciri dari bangsa Xoco yang tiba-tiba muncul dalam diri Dashie....


..."Tidak apa-apa. Kita tidak akan pergi meninggalkanmu sendirian" kata Ten....


..."Aku" kata Dashie....


... Xie merapikan kepang pita adiknya dengan pita hitam yang ia jepit disisi bagian atas kanan kepala....


... Dia dengan senyum hangat asli miliknya yang ia lihat sejak ia kecil jika mendapat perhatian dari kakak laki-lakinya ini....


..."Ini bagus juga dipakai olehmu" kata Xie....


..."Aku suka jepitan ini. Ini hadiah dari Ghazi" kata Dashie....


... Padahal dari dalam hati Dashie ia ingin sekali menangis setelah mengetahui bahwa salah satu sahabatnya sudah pergi dia sedang masih belum percaya dengan realita yang ia dapat ketika ia masih berharap itu hanya sebuah ilusi dengan harapan agar Luc bisa kembali setelah melihat semua memori yang ada di dalam ingatan Xie....


... Dia membalas senyum hangat kakaknya yang tidak mungkin segera pergi untuk mengecek kinerja para karyawannya yang saat ini juga sedang bekerja setelah ia juga sudah tahu dari seseorang yang saat ini sebagai kekasih dari Nawa yang mengirim pesan padanya jika ia dan adiknya sudah ada di dalam cafe kira kira sejak satu jam lebih ada disana disusul datang juga ikut bergabung dengan mereka Ten dalam satu meja menikmati makan malam dari yang mereka pesan setelah kekasih dari Nawa itu keluar dari dalam cafe bersama Nawa tentunya setelah ia tiba....


..."Terima kasih sudah membantu menjaga cafe ini" kata Xie....


... Melihat keduanya tidak hanya memperhatikan adiknya....


... Dia juga melihat batasan ini sebuah batasan agar sisi dari dirinya yang menyukai adik tirinya ini tidak mudah untuk dibaca diketahui oleh orang-orang disekitarnya mereka termasuk ada Ten yang sedang merapikan jas yang dipakai oleh Dashie dengan hati-hati agar tidak menimbulkan hal yang bisa menimbulkan rasa ketidaknyamanan dengan perhatian yang ia berikan....


... Kedua tangan Dashie akan melepas jas yang ia pakai berniat ingin mengembalikan jas milik Ten....


..."Pakai saja. Kau bisa kedinginan" kata Ten....


..."Makasih" kata Dashie....


..."Rileks. Ok" kata Ten....


... Gadis ini mengangguk pelan kepada Ten....


... Xie yang melihat dan menyaksikan sendiri bersama juga dengan Ten menjadi pekerjaan rumah mereka untuk membahas apa yang baru saja mereka saksikan....


... Sedangkan untuk Dashie kembali mengirim pesan kepada Luc setelah ia mulai tenang dengan sedikit kepalanya yang masih terasa pusing....


... Hoshie yang masih ada diruang belajar bersama dengan Pax yang sedang belajar tes psikotes secara mandiri mendengar getar ponsel dari ponsel yang bukan miliknya....


..."Kak Luc, apa aku bisa bertemu denganmu?" ...


... Pesannya masih bisa terkirim dan itu dilihat oleh Hoshie yang menyimpan ponsel milik sahabatnya itu....


... Dia tidak mungkin membalas pesan yang ia terima dari sebuah notifikasi dilayar ponsel yang masih aktif....


..."Dia mengirim pesan lagi kepadanya" kata Hoshie....


..."Apa kau tidak merindukan adikmu yang usil ini?" tanya Dashie....


... Dia mengirim pesan lagi terlihat lagi dari layar ponsel milik Luc....


... Hoshie yang enggan untuk membalas pesan dari Dashie....


... Satu pesan lagi dari Dashie....


..."Aku ingin berbagi banyak cerita dengan mu. Kau ada dimana?" ...

__ADS_1


... Hoshie yang tidak pernah melihat seorang Dashie yang tiba-tiba ingin bersikap terbuka kepada Luc dengan sikap seperti ini membuatnya merasa bersalah jika yang akan diceritakan adalah tentang dirinya yang jahat....


..."Bagaimana jika dia tahu orang ini sudah tiada?" tanya Hoshie....


... Dia kembali melihat ke layar komputer dengan grafik saham yang sedang ia amati....


..."Jika aku membantunya untuk membalas pesan darinya maka ia akan sadar itu balasan pesan dariku" kata Hoshie....


... Di cafe....


..."Ini cake pop kesukaan mu" kata Ten....


... Menerima dari tangan Ten diterimanya dengan tangan kanan....


..."Makasih. Aku akan memakan ini" kata Dashie....


... Dia juga dengan memakan cake pop yang sedang Dashie makan menggigit dalam satu kali suap....


... Dia dengan penilaiannya terhadap Xie....


..."Kau sudah menjadi kakak yang baik" kata Ten....


..."Kau juga bisa dibilang kakak untuknya dengan usia kita yang seumuran" kata Xie....


..."Tak perlu dikatakan lagi siapa diriku" kata Ten....


... Sejenak berhenti dalam obrolan ini lalu Xie melihat layar ponselnya sedangkan untuk Ten duduk bersandar di kursinya sekarang....


... Dia yang setelah seharian bekerja mengambil nafas dalam diri menghirup udara merasa dalam kondisi yang jauh lebih baik dari hari hari kemarin setelah melewati masa-masa kritis sedang ia renungkan kembali....


... Hoshie membalas pesan dari Dashie....


..."Kenapa hari ini?" ...


... Dashie menjadi lega ketika mendapatkan balasan pesan dari seseorang yang ia anggap sebagai Luc....


..."Bisa kita bertemu?" tanya Dashie....


..."Dimana?" tanya Hoshie....


... Dia mengirim alamat kemana mereka akan bertemu....


... Hoshie mengirimkan pesan lagi....


..."Aku tidak ada di negara ini. Sorry, tidak bisa menemuimu" ...


... Dibalas oleh Dashie langsung....


..."Ini Hoshie kan. Katakan kalian ada dimana?!"...


... Dashie menerima pesan ini dan ia ingin menelepon nomor ponsel Luc....


... Dia menelepon Luc....


... Hoshie membiarkan seseorang tiga kali menelepon tanpa diangkat olehnya....


... Dashie yang berada diantara kedua orang yang sedang menunggu waktu agar bisa saling bekerjasama membahas apa yang baru saja mereka saksikan tidak bisa dianggap remeh berlalu begitu saja....


... Hoshie menelepon....


..."Ada apa?" tanya Dashie....


..."Apa kau tidak ingin mendengar suaraku?" tanya Hoshie....


... Gadis ini menarik nafas dalam-dalam....


... Menenangkan diri dalam tiga detik....


..."Ya Tuhan. Aku harus bagaimana kita baru saja bertemu tadi sore" kata Dashie....


... Santai nada suara Hoshie....


..."Aku tahu" kata Hoshie....


..."Dimana Kak Luc?" tanya Dashie....


..."Dia. Aku tidak akan memberitahu mu, kenapa?" tanya Hoshie....


..."Ya sudah kalau begitu. Aku tutup teleponnya" kata Dashie....


... Mereka tidak melanjutkan obrolan mereka berdua dari dalam ponsel....


... Melihat layar ponsel....


..."Apa salahnya aku khawatir padamu" kata Hoshie....


... Menaruh ponselnya diatas meja bersebelahan dengan tablet milik Ten disebelah kanan....


... Dashie melihat pria disebelah kanannya sedang memeriksa hasil laporan keuangan yang ia terima dari bisnis cafenya ini dari salah satu karyawan perempuan yang sedang menunggu belum pergi masih berdiri disisi kanan Xie....


... Ten terlihat sedang bersandar di kursi dengan memejamkan mata....


..."Sepertinya dia kelelahan setelah seharian bekerja" kata Dashie....


... Dashie melihat keluar cafe....


... Diantara lalu-lalang para pengunjung pusat perbelanjaan menembus sebuah bayangannya seseorang sebuah bayangan wanita bergaun hitam berambut panjang lalu menghilang....

__ADS_1


... Dia tidak tersenyum atau berusaha untuk ramah tapi datar sorotan matanya kearah Dashie....


... Dia melihat secara jelas kembali tapi bayangan itu tidak muncul kembali....


... Heran....


..."Kenapa ada hantu secantik itu?" tanya Dashie....


... Melihat kedua orang disisinya yang sedang menyibukkan diri dengan keadaan belum berubah....


..."Apa hanya aku yang melihatnya?" tanya Dashie....


... Melihat ke segala arah didepannya hingga kedalam ruangan....


... Dia belum kembali dengan orang-orang yang tetap berlalu-lalang orang-orang yang berbeda yang melewati cafe kakaknya yang juga beberapa orang pengunjung juga datang untuk makan atau sekedar minum atau makan camilan sambil mengobrol menghilangkan penat....


..."Hanya aku yang terlihat tidak baik-baik saja" kata Dashie....


... Ten yang membuka kembali kedua matanya yang dipejamkan dalam beberapa menit dan Xie yang sudah selesai melihat hasil laporan keuangan yang dilaporkan oleh salah satu karyawan yang baru saja pergi setelah memberikan sebuah laporan perkembangan bisnis milik Xie....


..."Apakah Rio tidak mencarimu?" tanya Ten....


... Sejak tadi tak ada pesan atau panggilan telepon dari kekasih yang dianggap masih menjadi pacar Dashie oleh Ten....


... Dashie harus dengan jawaban yang agar tidak membuat orang yang bertanya padanya mengira ia sebagai pelampiasan atas hubungan percintaan yang sudah berakhir....


..."Mungkin dia sibuk" kata Dashie....


... Ditanggapi oleh Xie....


..."Apa dia sesibuk itu?" tanya Xie....


... Dia dengan jawaban tidak bersemangat sambil memegang gelas yang berisi Fruity pebble....


..."Ehmm" jawab Dashie....


... Aroma manis dan harum dari dalam gelas berisi es krim....


... Dia dengan sparkle coklat berbagai warna yang ia ambil dengan sendok kecil juga es krim vanilla....


... Ten yang langsung membaca kalau percintaan orang lain sedang tidak berjalan dengan baik....


..."Dia tidak bersikap aneh kan?" tanya Ten....


... Dia yang sudah menyadari kalau hubungan asmara ini tidak bisa bertahan lama....


..."Putus saja" kata Xie....


... Semudah itu untuk kakak laki-lakinya memberikan sebuah nasihat....


... Dia dengan gesture tubuh yang galak ditunjukkan kepada Xie....


..."Aku akan melakukan itu jika itu aku" kata Xie....


... Dashie berhenti menatap tajam kakaknya....


... Ten yang berada didalam sebuah lingkaran keluarga yang kental dengan cara mereka saling berinteraksi memilih untuk mendengar dan melihat situasi yang sedang berlangsung didepan mata....


... Dia tetap dengan pertanyaan yang ingin ditanyakan sejak hari hari kemarin setelah melihat hal yang tidak beres dengan kisah asmara adik perempuannya itu....


..."Lalu kenapa kalian tidak pernah terlihat bersama?" tanya Xie....


..."Bertengkar lalu berteman lagi" kata Xie....


... Yang ia maksud adalah adiknya yang selalu berada disekitar Hoshie seperti yang terlihat tadi sore ini....


... Dia yang mengetahui maksud dari pesan yang dikirimkan oleh kakak perempuannya tentang Xie hampir dua jam yang lalu....


..."Hati-hati dengan Xie mungkin dia akan tiba dengan segala pertanyaan tentang kalian" kata Ghazi....


... Kalian yang ia pahami dari pemberitahuan ini ditangkap oleh Dashie tentang apa yang dilihat oleh kakak laki-lakinya tentang pertengkaran yang ia lihat secara langsung yang terjadi kepada mereka berdua....


... Ten mendengar tentang Hoshie yang selalu berada disekitar Dashie dimanapun ada gadis didepannya ini pasti ada pria yang ia maksud lalu ia dengan indera penglihatan dari bangsa Blacwhe yang ia miliki mengaktifkan kembali untuk mencari dimana keberadaan Hoshie....


... Seperti seakan ada hal yang menjernihkan udara dalam sekejap yang juga dirasakan oleh Dashie....


... Dia terdiam dalam satu detik lalu kembali dengan alam semesta yang sedang ia jalani mendengar segala pertanyaan dari kakaknya yang penuh kekhawatiran jikalau adiknya sedih akibat ulah orang lain....


..."Jangan perhatian seperti ini. Aku takut pacarmu pergi" kata Dashie....


... Xie yang mulai memahami arti kalimat yang cukup mendalam dari adiknya yang bersikap bukan sebagai adik perempuannya tapi sebagai perempuan....


..."Sorry" kata Xie....


..."Kau tidak salah. Kenapa harus meminta maaf?" tanya Dashie....


..."Aku juga minta maaf" kata Dashie....


..."Aku sudah terlalu sensitif" kata Dashie....


... Ten agak sedikit canggung tapi ia merasa apa yang dikatakan oleh Dashie yang tidak pernah ia dengar tak mungkin ia harus segera lari dari situasi ini. Kondisi akan semakin mendukung jika ia pergi tentang rasa simpati dan empati dari seorang kakak yang cukup berlebihan dengan mengingat kondisi keluarga mereka....


... Dia dengan layar tablet yang ia buka tentang sebuah proyek yang sudah berhasil dibuat yang juga sudah berhasil mendapatkan investor serta baru tadi pagi di luncurkan secara komersial....


... ...


... ...

__ADS_1


__ADS_2