Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 125: Happiness in the night.


__ADS_3

...Chapter 125: Happiness in the night....


... Dia yang sudah berhasil kabur dari kedua orang yang bisa dibilang mencurahkan segala simpati dan empati mereka....


... Dia yang sedang dengan menikmati suasana malam yang menyenangkan dengan penampilan para pemain skateboard oleh para pemuda juga berbagai usia yang masih meluangkan waktu untuk salah satu bidang olahraga yang membutuhkan kelincahan perhitungan waktu yang tepat dalam segala rintangan yang akan dihadapi memperhatikan seseorang yang sama yang baru saja tiba ditempat yang sama terlihat dua orang yang mereka lihat dengan salah satu dari mereka sudah mereka kenali....


... Gadis itu dengan masker merah muda berpadu dengan gaun dengan model kerah halter gaun putihnya berpadu dengan chic bunga sakura di setiap tepi sisi bawah panjang gaun setumit kaki yang ia kenakan duduk di kursi panjang taman di antara kursi yang tersedia untuk umum yang juga digunakan oleh orang-orang yang juga mengisi penutup hari mereka dengan rekreasi salah satu wisata malam....


... Dashie yang masih memakai masker putih dan jas milik Ten yang ia pakai....


..."Wangi parfumnya seakan selalu berada didekatnya setiap saat" kata Dashie....


... Dashie mencium bau harum parfum dari jas milik Ten....


..."Apa yang sedang kupikirkan?" tanya Dashie....


... Kembali dengan fokusnya kepada permainan skateboard yang sedang dimainkan oleh salah seorang wanita dengan masker hitam dengan gaya khas anak skateboard dengan mix bunga dengan arti cinta yang sempurna dengan warna orange sebagai arti dari sebuah penghiburan jika ada seseorang yang sedang bersedih memberikan kesan menghibur semangat sesuai dari makna senyum yang ia berikan kepada sekitarnya yang sedang menyadari atau tidak tergantung bagaimana menyimpulkan....


... Dashie sedang menunggu sebuah momen emas tentang dirinya yang yang tidak sepenuhnya bersalah....


... Gadis remaja itu terjatuh yang terlihat pasti sakit setelah menabrak dinding sebagai salah satu fasilitas untuk meningkatkan kualitas permainan para pemain skateboard di area fasilitas umum yang mereka gunakan untuk berlatih....


... Dia dengan kucing manis yang ia gendong menghampiri segera dengan rasa panik perhatian yang tergambar jelas dari raut wajah seorang pria....


..."Sayang. Kau tidak apa?" kata Ren....


... Soft yang berusaha tetap mengontrol emosinya didepan banyak orang yang juga melihatnya dengan rasa simpati....


... ...


... Melihat kondisi yang dialami oleh pacar kesayangan setelah peristiwa yang menimpa lalu menaruh Lexa yang masih digenggam juga tali panjang yang terpasang di lehernya tanpa sebuah ketidaknyamanan disisi mereka dengan langkah kaki berjalan kesana kemari....


..."Berdarah" kata Ren....


... Suaranya lirih didengar oleh kekasihnya yang memberikan perhatian....


..."Stud. Ini akan sembuh dengan sendirinya. Kau lupa" kata Ren....


... Soft kembali menjadi salah satu sisi dirinya yang juga separuh manusia....


... Manja....


..."Sayang. Tanganku berdarah" kata Soft....


... Ren dengan Lexa yang masih dalam kendali pemantauan dirinya membawa Soft juga ke pinggir wahana bermain skateboard untuk duduk di salah satu kursi taman yang tersedia juga di sana tidak ditempati oleh pengunjung taman....


... Dashie agak sedikit merasa berlebihan dengan sikap seseorang yang baru saja dilihat ada bersama dengan Ren yang merupakan sahabatnya sendiri hingga sekarang ia belum tahu bahwa ia bukanlah sahabatnya yang ia kenal dua tahun yang lalu. ...


... Ke arah lain juga ia melihat seseorang yang ia kenal dan akan pernah menjadi teman dekat lebih ekspresif dengan reaksi yang ia berikan dari kemesraan sepasang kekasih itu....


... Bulan sangat cerah bertabur bintang di cuaca sudah tentu sangat cerah....


... Dashie melihat tasnya yang berisi permen lolipop yang tadi diberikan secara paksa oleh Hoshie dimasukkan kedalam tas selempang yang ia pakai....


..."Coba kulihat" kata Ren....


... Dia melihat luka yang bisa dilihat dengan goresan di siku tidak sedikit tapi cukup lebar sekitar delapan sentimeter dari yang terlihat oleh Ren....


... Ren segera mengambil peralatan medis yang ia bawa dari dalam tas ransel yang sudah ia siapkan sejak awal sebelum mereka datang untuk bermain skateboard sesuai daftar list kencan mereka hari ini....


... Soft yang semakin menjauh ketika akan diberikan obat merah dari Ren....


... Ren diam sesaat sambil menatap gadis yang terluka ini....


... Soft mendekat kepada Ren....


... Obat merah sedikit demi sedikit diteteskan diatas luka milik Soft....


... Mode manusia pada umumnya....


..."Pelan-pelan sakit" kata Soft....


... Ren merawat Soft dengan service penuh meniup luka yang dimiliki oleh kekasihnya dengan lembut sambil meratakan obat merah menyeluruh di bagian luka tak ingin sampai terlewatkan....


... Dashie melihat ketulusan dari seseorang yang ia kenal memiliki ketulusan ini yang sudah lama sekali ia belum melihatnya lagi dari orang yang sama....


..."Bukankah ini orang yang kukenal itu" kata Dashie....


..."Tapi, aku masih merasakan hal aneh. Apa ini hanya perasaanku saja" kata Dashie....


... Berbeda dengan tanggapan yang diperlihatkan oleh seseorang yang juga sedang memperhatikan mereka berdua yang tidak bisa diganggu oleh siapapun yang berniat jahat dalam hubungan ini....


... Aka dengan air mata berbinar sudah mulai terasa kesedihan dari realita yang ia terima dari sisi orang lain yang belum pernah ia lihat dan selalu ia bela bahwa ia adalah orang terbaik yang pernah ia kenal dan temukan di muka bumi....


..."Ini terlalu kentara untuk menyakiti hati orang lain" kata Dashie....


... Menginginkan sebuah bukti lebih dengan jawaban yang tanpa perlu mencari harus diterima oleh keduanya belum cukup puas dengan jawaban yang mereka dapat belum memutuskan untuk pergi itu yang diputuskan oleh kedua teman dengan hubungan pertemanan yang bisa dibilang renggang akhir-akhir ini karena sebuah kesalahpahaman....


... Berpindah di landscape lain dengan pengisi gambar bergerak didepan mata penuh aura positif saling memberikan rasa cinta keduanya tidak bosan untuk disaksikan kisah romantis dalam genre hubungan asmara yang mereka jalin....


..."Stud" panggil Soft....

__ADS_1


..."Ya" jawab Stud....


... Dia mencium pipi sebelah kiri kekasihnya lalu Stud terdiam sesaat....


... Dia menunjuk ke sisi wajahnya disebalah kanan....


..."Disini belum" kata Ren....


..."Sudah" kata Soft....


... Ren tersenyum dengan pemilik wajah orang lain yang bukan miliknya....


... Stud melihat reaksi dari wajah kekasihnya yang sedang menahan rasa sakit luka dibagian sikunya....


..."Ada apa dengan pacarku?" tanya Ren....


... Dia sedang berkata jujur....


... Ngambek suaranya terdengar oleh pria yang sedang memberikan perhatian....


..."Aku lebih suka wajah pacarku yang sebenarnya" kata Soft....


... Dia memberikan pilihan....


..."Benarkah. Tapi, ini terlihat lebih sempurna" kata Stud....


... Belum berhenti ngambek....


..."Kata siapa. Aku lebih suka wajah itu" kata Soft....


..."Ok. Tapi, aku mulai menikmati wajah ini" kata Stud....


... Menepuk lengan sebelah kiri pacarnya dengan lucu manja dari gestur tubuhnya memukul terlihat oleh Aka juga Dashie....


..."Aku tidak mau yang aku mau adalah Stud" kata Soft....


..."Sudah. Ini akan sembuh lebih cepat" kata Stud....


..."Tentu saja. Ini berkat perhatianmu" kata Soft....


... ...


... Dia melihat kekasihnya lagi dengan tatapan mesra....


..."Kenapa?" tanya Soft....


... Dia melihat Stud memberikan kesempatan untuk dirinya dipeluk oleh kekasihnya....


..."Tidak. Aku akan memeluk Lexa" kata Soft....


... Belum berhenti untuk dipeluk....


..."Peluk aku!" kata Stud....


... Belum direspon oleh pacarnya yang lebih memilih bermain bersama dengan kucing kesayangan dari pemilik raga yang digunakan oleh Ren palsu yang kedua ini....


... Hentakan pukulan keras menimpa hati seseorang yang baru saja melihat semua ini jelas bukanlah sebuah akting yang dilakukan oleh seseorang kemesraan yang benar-benar dilakukan oleh sepasang kekasih yang tidak ia duga seseorang yang ia suka ternyata sudah memiliki seorang pacar tapi bagaimana dengan gadis yang terlihat sedih itu....


... Tetap keras kepala bahwa apa yang ia lihat bukanlah nyata....


..."Kenapa dia selalu bersikap baik padaku?" tanya Aka....


..."Apa dia menganggapku seperti orang bodoh?" tanya Aka....


..."Tidak. Aku yakin bukan aku yang salah melainkan gadis itu yang mengambil Ren dariku" kata Aka....


... Dia dengan tangan mengepal geram tidak tahan melihat kebahagiaan orang lain terus bertahan lama....


... Dashie mulai menebak apa yang akan dilakukan oleh Aka tentu sudah jelas tidak beda jauh dengan apa yang pernah ia terima tempo hari di momen yang tidak akan pernah terlupa dari bagian hidupnya hingga kini meski hal itu sudah termaafkan....


... Dia dengan emosi mulai bergerak dengan aksinya bangun dari tempat duduknya akan menghampiri sepasang kekasih yang tidak memiliki niatan untuk bertengkar dengan Ren atau Stud yang sedang memohon untuk dipeluk oleh kekasihnya yang sedang bermain dengan kucing peliharaan yang manis dengan kalung merah berbentuk hati berbentuk cooper hitam sebagai kalung melingkar....


..."Aku hanya ingin melihatnya menderita sekali saja" kata Dashie....


... Dia datang dengan kemarahan tanpa bertanya lebih awal apa yang sedang terjadi dengan bagaimana kejelasan status ...


...kedua orang yang ia hampiri penuh emosi....


... Aka mendorong lalu Soft dengan dirinya yang merupakan bangsa Blacwhe itu tidak langsung jatuh dari dorongan kuat tangan Aka bertahan dengan kuat kedua kakinya bertumpu melirik dengan tatapan menakutkan khas bangsa Blacwhe....


... Aka menangkap balasan dari tindakan gegabah yang ia lakukan....


..."Apa yang kau lakukan?" tanya Stud....


... Dia meminggirkan Stud ke arah kanan menjauh dari sisi kedua wanita yang akan segera berkelahi ini....


... Dia membentak seorang Ren didepan banyak orang....


..."Jangan ikut campur!" kata Aka....


... Geleng-geleng kepala itulah yang dilakukan oleh Dashie....

__ADS_1


... Dia dengan permen lollipop kesukaan yang ia makan manis....


... Pertunjukan belum berakhir....


... Soft yang sudah diketahui oleh pacarnya bagaimana jika ia dalam kondisi marah entah hal apa yang bisa terjadi diluar kendali yang bisa diprediksi....


... Menebak....


..."Siapa yang akan dibela oleh orang itu" kata Dashie....


... Orang-orang juga tidak ingin ikut campur dalam perbuatan seorang wanita yang sudah mereka tebak hanya dalam satu kali lihat merebutkan seorang pria yang bernama Ren itu....


... Dia ditampar oleh Soft....


... Suara tamparan yang keras dari remaja itu terdengar menggema disekitar mereka....


..."Itu pasti sakit" kata Dashie....


... Stud melerai....


... Tapi, apa yang terjadi. Dia tersingkir dari pertarungan sengit ini....


... Dashie ingin tertawa tapi ia tahu tawanya bisa termasuk sangat jahat....


... Melihat sekitar yang juga bereaksi agak tidak jauh berbeda dari reaksinya....


... Aka denga sikapnya yang tidak mau dikalahkan ataupun tidak mau tidak dihargai oleh orang lain merasa dirinya yang paling benar dan orang lain selalu salah tidak mau menyerah dengan tamparan yang ia terima....


... Tamparan balik diterima oleh Soft langsung ditangkis oleh gadis remaja itu dengan cepat tidak ada satupun orang lain yang boleh mengalahkan dirinya menghempaskan tangan Aka kebawah lalu kerah gaun Aka ditarik oleh jemari tangan kanan Soft hingga bunyi gaun yang robek terdengar oleh orang-orang....


... Melihat sendiri tindakan yang ia terima oleh seseorang bahkan tidak ia kenal....


... Dia merobek juga kaos gadis yang berwarna oranye didepannya dengan sekuat tenaga dan baju yang ia pakai benar-benar robek sebagai balasan dari robekan baju yang dialami oleh Aka....


... Apakah ini akhir dari pertarungan untuk memperebutkan seorang pria yang sedang orang-orang saksikan tidak juga mereka kembali saling mencakar....


... Dashie akan segera ikut melerai perkelahian ini tapi dicegah oleh seseorang yang tidak ia duga ada disana juga ikut menyaksikan peristiwa ini....


..."Biarkan saja mereka" kata Rio....


... Rio dengan papan skateboard yang ia bawa baru saja datang dan langsung menyaksikan fenomena semacam ini membuat moodnya berubah....


... Dia datang dengan mengubah cara berpikir Dashie sekali lagi dengan pola pikir yang ia lihat kembali dari dalam diri orang yang pernah ia sayang tapi ingatan itu membuatnya melepas lagi tangannya dari sisi lengan atas tangan sebelah kanan yang merangkulnya dari arah abelakang....


... Dia dengan tatapan emosi yang belum selesai untuk Rio....


..."Lepas!" kata Dashie....


... Melepas rangkulan tangan dari mantan kekasihnya itu lalu segera akan melerai perkelahian dua orang yang seharusnya bisa dibicarakan baik-baik masalah tanpa harus berkelahi....


... Menarik kedua bahu wanita yang sedang bertengkar itu agar segera berhenti berkelahi....


..."Lepaskan aku!" teriak Aka....


... Dia masih tidak terima dari serangan dari wanita yang tidak selevel dengannya itu....


... Ikut berteriak....


..."Aku tidak akan melepasmu!" kata Soft....


... Bukan hanya Dashie yang sudah lelah dengan apa yang sedang mereka lakukan akan tetapi juga Ren yang tidak lelah untuk melerai keduanya yang bertengkar....


... Mereka akan kembali berkelahi lalu dicegah oleh Dashie dengan sekuat tenaga memisahkan kembali keduanya agar tidak mengulangi lagi tindakan merugikan itu....


... Dia dengan suara yang tetap lantang....


..."Bayar ganti rugi!" kata Aka....


... Dia yang tidak merasa bersalah atas sebuah tuduhan dari seorang Aka....


..."Apa!" kata Soft....


..."Siapa yang memulai. Hah!" kata Soft....


... Soft yang dipegang oleh Ren dari sisi kanan ditahan agar tidak kembali membalas serangan dari Aka....


... Hening dalam sebuah emosional....


... Dia menuduh lagi bahwa Soft yang bersalah dalam masalah yang ditimbulkan oleh ulahnya sendiri....


... Dia berbicara dengan nada datar suara tidak terdengar emosi tergambarkan....


..."Kau yang menampar ku. Kau yang harus membayar ganti rugi padaku" kata Aka....


... Dia yang tidak terima dengan klaim yang ditujukan padanya tidak akan menyerah lagi berusaha akan menendang lawannya itu lalu dengan usaha yang keras Stud mencegah hal itu bisa terjadi mengingat ia juga harus menahan batasan perkelahian ini agar sisi dari bangsa Blacwhe yang pacarnya miliki tidak muncul di waktu yang tidak tepat....


..."Ya. Kau harus membayar ganti rugi" kata Aka....


... ...


... ...

__ADS_1


__ADS_2