Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 72: Aku kita, dia.


__ADS_3

...Chapter 72: Aku kita, dia....


... Percaya diri....


..."Aku?" tanya Aka....


... Aksi memperhatikan Rumy berhenti sejenak setelah mendengar pertanyaan ini....


... Ved dengan ekspresi tidak terlalu tertarik dengan jawaban dari Ren....


..."Kamu?" tanya Ren....


... Meminum coffe ice....


..."Mmmm" kata Ren....


..."Cantik. Kamu juga cantik kok" kata Ren....


... Ved seharusnya harus pergi di dalam situasi ini akan tetapi bukankah menunggu sebentar tidaklah mengganggu mereka terlebih dengan kabar datangnya Ren kembali dengan segala perubahan yang berbeda dari Ren yang mereka kenal membuat rasa ingin tahunya bertambah....


... Yang lebih membuat terheran untuk seorang Aka tidak memiliki rasa cemburu sama sekali ketika Ren lebih memperhatikan gadis lain selain dirinya tidak seperti ketika bersama dengan Hoshie sebelum dan sesudah jadian jauh berbeda sikap yang dilihat oleh Ved....


... ...


... Memikirkan seseorang sekaligus juga bersimpati....


..."Kasihan sekali Dashie" kata Ved....


..."Harus menerima segala kesalahan yang tidak sepenuhnya dilakukan olehnya" kata Ved....


... Di dalam isi pikiran Ved tentang seseorang yang mirip dengan sahabatnya....


... Belum bisa percaya dengan seseorang yang ada di depannya ini adalah sahabatnya, Ren....


..."Bagaimana orang ini bisa bangkit kembali?" tanya Ved....


... Memikirkan topik yang sama....


..."Lalu, siapa yang ku bereskan tempo hari?" tanya Ved....


... Mengambil kentang goreng milik Aka....


... Tenang menikmati makan siang hari ini sambil memperhatikan keduanya saling berkomunikasi memperhatikan setiap detail setiap obrolan yang mereka lakukan tanpa lebih banyak ikut menyumbang kata....


... Di meja yang berbeda ditempat yang sama....


... Po sedang menenangkan segala pikiran negatifnya tentang hubungan Rumy dengan pacarnya....


... Rumy sedang mengambil satu sendok sedikit cake mint chocolate....


... Menikmati kue kesukaannya tanpa berpikir lebih bahwa orang di depannya tidak mudah menerima situasi yang bisa menimbulkan pertengkaran....


..."Kenapa melihat ku seperti itu, kau tidak suka kuenya?" tanya Rumy....


... Mengangguk dan melakukan apa yang dikatakan oleh Rumy memakan kue yang sama yang dipesan olehnya dengan ekspresi menyesuaikan diri dari orang yang bersikap friendly padanya ini....


..."Bagaimana?" tanya Rumy....


..."Woah!" kata Po....


..."Hmmmm, yummy" kata Po....


..."Benarkah. Ini kue kesukaan pacarku" kata Rumy....


... Rumy mengingat kapan terakhir dia makan bersama ditempat yang sama meski di meja yang berbeda tidaklah masalah yang terpenting adalah menikmati cake mint chocolate....


... Mulai melepaskan pikiran negatif di dalam pikirannya tentang Rumy....


... Bersemangat ...


..."Benarkah. Ini tidak buruk" kata Po....


... Senyum lebar gembira dengan kabar baik ini untuk Po yang sudah mulai tidak marah kepada Rumy....


... Ketidaktahuan Po menjadikan dirinya bertanya tentang kedekatan kedua orang yang juga baru dikenalnya ini....


..."Kalian satu sekolah?" tanya Po....


... Langsung menjawab penuh antusias....


..."Tidak. Kami di sekolah yang berbeda dan lebih tepatnya sekolah kami bersebelahan persis" kata Rumy....


... Mengangguk sambil memakan ayam goreng....


..."Oh, begitu. Lalu, bagaimana kalian bisa saling kenal?" tanya Po....


..."Singkatnya, dia adalah adik dari pacar seseorang yang kukenal" kata Rumy....


... Masih penasaran....


..."Kakakmu?" tanya Po....


..."Aku tidak mempunyai kakak tapi dia sudah seperti kakak ku sendiri" kata Rumy....


... Dari luar kafe ada seseorang yang terlihat ragu-ragu akan masuk ke dalam cafe atau tidak dengan melihat layar ponsel dan sedang menghubungi orang lain yang sejak tadi tidak merespon panggilan darinya....


... Menghela nafas kecil pria berkaos putih dengan celana panjang berwarna khaki serta sepatu sport hijau kehitaman tak sadar sedari tadi banyak wanita terus memperhatikan, dia malah lebih fokus dengan apa yang sedang dikerjakan....


..."Nora, angkat ponselnya" kata Xie....


... Nomor ponsel Nora masih aktif tapi setiap di telpon oleh pacarnya itu belum juga mau diangkat....


..."Dimana akal sehatmu. Dia pasti sedang marah" kata Xie....


... Rumy yang melihat Xie sedang ada di depan cafe memperhatikan menunggu dalam beberapa menit dan orang yang sedang diperhatikan olehnya tidak juga memilih keputusan apakah akan masuk kedalam cafe atau tidak tetap di depan cafe sibuk sendiri....


... Memiliki sebuah ide....


... Tidak sengaja Xie menatap ke arah Rumy yang sedang bersama seorang gadis yang duduk bersebelahan dengan Rumy dengan arah yang berlawanan....


... Rumy dari arah mereka duduk di meja cafe melambaikan tangan kanannya kepada Xie....


... Wajah ceria menyapa tak ketinggalan suara yang bernada ceria pula....


... Tidak terlalu keras atau pelan....


..."Ka Xie!" kata Rumy....


... Dia melambaikan tangan kepada Xie lalu pria ini melihat ke kanan dan ke kiri untuk memastikan dirinyalah yang dipanggil oleh seseorang yang juga dikenalnya lewat adiknya waktu lalu....


... Membalas sapaan dari Rumy dengan lambaian tangan kanannya ke atas lalu berjalan datang ke arah kedua remaja ini....


... Rumy berdiri dan menuju Xie....


... Xie agak sedikit terkejut dengan sikap Rumy padanya seperti mirip dengan seseorang yang menjadi bagian dari keluarganya....


... Meraih tangan kanan Xie lalu kemudian mengayunkan kekanan dan kekiri....

__ADS_1


... Agak heran tapi terkesan lucu untuknya bisa menerima perhatian orang lain....


..."Ayo ikut bergabung dengan kami" kata Rumy....


... Isi pikiran dan hati pria ini langsung berkata jujur....


..."Sepertinya aku memiliki adik baru" kata Xie....


... Dan mau tidak mau Xie harus menuruti kemana gadis kecil ini akan membawanya pergi....


... Tanpa berkata menggunakan suara lisan....


... Sudah barang tentu Ved melihat keberadaan tetangga dirumah masa kecilnya dulu yang merupakan kakak dari sahabatnya, Dashie....


... Xie sedang dibawa oleh Rumy duduk bersama dalam satu meja yang sama begitu juga dengan Ren dan Aka sedang menikmati makan siang sambil sesekali memperhatikan keakraban yang sudah terlihat dalam sekilas....


... Pelayan dari cafe tersebut langsung datang mendatangi Xie memberikan menu makanan yang tersedia berbicara ramah menunggu Xie memilih makanan....


..."Kalian ingin makan apa, pilih saja?" tanya Xie....


... Tidak ada jawaban dari keduanya kompak....


..."Kalian mungkin sedang diet tapi kakak akan memesan makanan untuk kalian juga" kata Xie....


... Xie memesan lumayan banyak untuk makan siang lebih dari porsi untuk tiga orang lalu waiters itu mencatat setelah itu kembali menerima daftar menu dari tablet dari tangan Xie....


... Ramah....


..."Sudah Bos, apa ada lagi?" tanya waiters perempuan tersebut....


..."Tidak. Ini saja" kata Xie....


... Rumy tidak tahu kalau tempat yang didatangi oleh mereka berdua adalah tempat usaha milik Xie....


... Niatnya ingin saling menyapa biasa menjadi seperti ini....


... Rumy dan Po menjadi sedikit tidak nyaman dengan kebaikan dari Xie ini menjadikan Xie juga harus bertindak sebagaimana mestinya....


..."Kalian santai saja. Kakak memang berniat makan siang disini" kata Xie....


... Menunggu pesanan makanan yang dipesan oleh Xie....


... Lalu Xie melihat layar ponsel mencari informasi untuk memberikan hadiah apa yang dibutuhkan oleh seorang pacar yang sedang ngambek tentu untuk pacarnya, Nora....


... Dia belum menemukan apa yang dicari sedangkan untuk Rumy sibuk dengan obrolan mereka sendiri....


... Suasana bisa dibilang boring dan tidak bersahabat jika kondisi ini tetap dilanjutkan oleh mereka....


... Selain mengobrol dengan Po, Rumy sesekali memperhatikan ke arah Ren yang sedang bersama dengan Aka diperhatikan juga ada orang lain yang pernah dilihatnya di suatu tempat dan itu adalah Ved yang juga memperhatikan dirinya balik tanpa memberikan respon lebih hanya sekedar melihat apa yang ada di sekitarnya seperti melihat pengunjung lain yang juga ada disana....


..."Kakak pergi sebentar" kata Xie....


... Rumy mengangguk manis....


... Xie terlihat sedang memeriksa setiap sudut dari tempat usahanya berkeliling sebentar lalu melihat ada Ved di salah satu meja di dalam kafe bersama dengan dua orang lain sedang makan siang bersama menyapa Xie kepada Ved dan kedua teman temannya tidak melakukan banyak obrolan dan kembali lebih fokus memeriksa perkembangan usahanya itu....


... Rumy dan Po melihat keakraban keduanya yaitu Xie dan orang yang pernah dilihat oleh Rumy di sebuah restoran....


..."Dunia ini luar biasa dan mereka sudah saling kenal" kata Rumy....


... Po mendengar celetukan dari lisan Rumy....


... Melihat ke arah yang sama dengan apa yang dilihat oleh Rumy....


..."Kau sedang membicarakan siapa?" tanya Po....


..."Tidak" kata Rumy....


... Sebuah komentar dari seorang gadis yang wajar didengar oleh remaja di usia mereka....


..."Kenapa dunia ini dipenuhi dengan pria tampan" kata Po....


... Belum merespon....


..."Ya kan, Rumy?" tanya Po....


... Tidak ingin mengecewakan teman barunya itu....


... Sambil minum cucumber ice mengangguk menjawab pertanyaan dari Po....


... Dari sedari tadi Rumy juga berpikir apa perlu menceritakan kondisi kesehatan pacarnya yang sedang ada dirumah sakit....


... Maju mundur ragu akan mengatakan hal tersebut dengan mulut yang masih terkunci....


..."Jika aku cerita pasti gadis ini akan segera lari menemui Nawa" kata Rumy....


... Berpikir ulang....


..."Sebentar lagi, aku butuh waktu sedikit lagi" kata Rumy....


... Po membaca dengan cepat apa yang sedang membuat Rumy bersikap ragu-ragu sedikit melamunkan sesuatu....


..."Kau ingin cerita apa?" tanya Po....


... Tidak sampai tersedak Rumy meminum cucumber ice lagi dari dalam cup miliknya....


..."Habiskan kue mu" kata Rumy....


... Di sisi lain akhirnya Xie bisa menghubungi nomor ponsel pacarnya dan mendengar segala kemarahan dari Nora....


... Suaranya terdengar sedih dalam kata kata....


... Dua puluh detik berlalu lalu suaranya berubah kini pacarnya sedang memarahinya....


... Dia sedang diam mendengarkan segala kekesalan dari Nora....


... Lebih lucu lagi responnya ketika hal ini terjadi dia tidak marah malah terlihat senang mendengar Nora mau bicara lagi padanya....


... Kini Xie kembali mengambil kursi duduk di meja semula dimana masih ada Rumy dan Po....


..."Sudahlah jangan menangis lagi. Sekarang, kau ada dimana?" tanya Xie....


..."Aku. Aku ada di dekat pusat perbelanjaan" kata Nora....


... Nora menyebutkan nama pusat perbelanjaan tempat dimana dirinya sekarang berada....


..."Datanglah. Jika tidak aku akan cari pacar lagi" kata Xie....


... Tidak percaya....


..."Tidak mungkin. Jangan bercanda" kata Nora....


... Tersenyum menawan....


..."Ya. Sayang ku" kata Xie....


... Rumy dan Po menjadi jauh lebih patuh lagi ketika mendengar pacarnya akan datang....

__ADS_1


... Siapa yang pernah melihat dua marmut yang sedang makan camilan dengan tatapan tidak bersalah....


... Rumy dan Po itulah ekspresi mereka saat ini didepan Xie....


..."Kalian jangan khawatir. Pacarku tidak seganas itu" kata Xie....


... Entah kenapa seseorang yang mendengar kalimat yang dikeluarkan oleh Xie membuatnya mengingat seseorang dan menahan tawa ketika mengingat apa yang dilakukan oleh sahabat perempuannya tempo hari itu....


... Sudah tentu dengan letak meja mereka yang tidak terlalu jauh membuat kedua orang yang sedang menunjukan kemesraan mendengar juga apa yang didengar oleh Ved....


..."Kau sedang menertawakan ku?" tanya Aka....


... Menunjuk diri sendiri dan juga bertanya kepada diri sendiri pula....


..."Aku?" tanya Ved....


..."Apa disini ada yang lucu?" tanya Ved balik....


... Aka tidak bisa berkata lagi memang obrolan di antara mereka sedang tidak dalam momen lucu atau membuat kelucuan....


... Dia cemberut dengan dirinya sendiri lalu Ren kembali memberikan perhatian pada gadis di sebelah kanannya dengan mengusap sedikit kue yang menempel di pipi sebelah kirinya itu....


..."Ada sesuatu dipipimu" kata Ren....


... Mengambil kue dari pipi Aka dengan jemari tangan kanan lembut....


..."Terimakasih" kata Aka....


... Hatinya yang ingin lari dari mereka akan tetapi berbeda dengan isi pikirannya yang mencegahnya untuk pergi....


... Tidak ingin berkomentar dengan lisan bersuara....


..."Aku sadar kehadiranku tidak diinginkan disini" kata Ved....


... Butuh waktu sekitar lima menit untuk Nora sampai di kafe untuk menemui pacarnya yang mengundangnya untuk makan siang bersama....


... Rumy menghitung waktu kapan pacar dari Xie akan datang ikut bergabung bersama dengan mereka....


... Dua menit sudah berlalu....


... Tiga menit....


... Dan akhirnya orang yang ditunggu oleh mereka datang dengan Xie yang datang menjemputnya di depan pintu masuk membawanya mengarah ke arah meja mereka....


... Xie mempersilahkan untuk Nora duduk disebuah kursi....


... Nora menerima perbuatan baik dari pacarnya itu duduk kemudian....


... Inilah waktu yang ditunggu oleh Rumy....


... Lumayan canggung sudah hal yang wajar....


..."Sayang. Mereka siapa?" tanya Nora....


... Xie akan menjelaskan kepada Nora siapa mereka berdua....


..."Oh, aku lupa seharusnya aku memperkenalkan diri lebih awal. Sorry" kata Nora....


... Dia mulai memperkenalkan diri dengan wajah tidak marah sama sekali....


... Mengulurkan tangan kanan kepada keduanya....


..."Saya Nora pacar dari pria baik hati ini" kata Nora....


... Rumy lebih awal memperkenalkan diri dengan sikap terbuka ....


... ...


..."Saya Rumy" kata Rumy....


... Melepas bersamaan jabat tangan mereka....


... Sekarang bergantian Po memperkenalkan diri dengan ekspresi yang sama seperti yang ditunjukkan Rumy kepada Nora....


... Berjabat tangan keduanya....


..."Saya Po" kata Po....


... Melepas jabat tangan bersamaan waktu....


... Xie tidak ingin kesalahpahaman muncul diantara para wanita di depannya ini lalu segera mengambil kesempatan waktu untuk menjelaskan apa yang seharusnya diketahui oleh pacarnya....


... Menunjuk ke arah Rumy....


..."Dia adalah gadis yang pernah ditolong oleh adikku" kata Xie....


... Kemudian, menunjuk ke arah Po....


... ...


..."Dan ini temannya Rumy" kata Xie....


... Situasi kemungkinan akan jauh berubah berbalik jika semua ini tetap berlanjut begitu saja dan akan menimbulkan hal-hal yang bisa membuat beberapa orang tersakiti secara tidak langsung....


... Waktu yang ditunggu oleh Rumy akhirnya benar-benar tiba....


... Menatap sedih Po....


..."Oh ya, sorry" kata Rumy....


... Menjadi khawatir....


..."Ada apa cerita saja" kata Po....


... Rumy dengan ekspresi serius bercampur sedih yang kebetulan berada didepan keduanya, Nora dan Xie ikut menjadi pendengar dalam obrolan ini....


..."Aku sebenarnya ingin mengatakan ini sejak tadi tapi tidak tega" kata Rumy....


... Menghela nafas panjang....


... Menatap lebih perhatian Po kepada Rumy....


..."Tadi, aku melihat pacarmu sedang dirawat dirumah sakit" kata Rumy....


... Po terkejut dan langsung membawa tasnya pergi....


... Berteriak kepada Po....


..."Hey, kau tidak tahu dimana rumah sakitnya!" kata Rumy....


... Po berbalik dan membawa Rumy pergi untuk mengantarnya ke rumah sakit tempat pacarnya sedang dirawat....


... Dari jauh dua langkah Rumy memberikan salam perpisahan kepada kedua pasangan yang tercengang melihat kehebohan mereka berdua....


... Menatap Xie....


..."Sayang. Apa ini rasanya mempunyai adik perempuan" kata Nora....

__ADS_1


__ADS_2