Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 55: Tentang dirinya sendiri


__ADS_3

...Chapter 55: Tentang dirinya sendiri....


...Menu makanan sudah selesai dibuat saatnya sarapan pagi bersama....


...Dashie memanggil kakaknya yang sedang tidur didalam kamarnya mengetuk pintu dari luar kamar yang tertutup....


..."Ayo kita sarapan!" kata Dashie....


...Xie langsung terbangun dari tempat tidur menyingkirkan selimut merah muda milik Dashie....


...Pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat gigi....


...Menunggu diluar sampai kakaknya benar benar mau makan bersama....


...Lima menit kemudian....


...Keluar dari kamar....


...Lumayan kaget dengan ekspresi itu, ada....


..."Kapan kau datang?" tanya Xie....


..."Baru tadi pagi" kata Dashie....


...Beriringan pergi ke ruang makan....


...Makan bersama sedang dilakukan....


...Xie mengambil lagi makanan kesukaan Dashie dan adiknya sedang menahan lagi godaan ini sekali lagi tidak seperti biasanya dengan reaksi lebih dari ini yang menjadi mengalah tanpa kata kata penolakan....


..."Adikku sudah mulai dewasa" kata Xie....


...Dashie memakan potongan daging ikan dari sup yang ada di mangkuk miliknya....


...Xie memperhatikan tiap gerak yang dilakukan oleh adiknya yang tidak biasa yang masih diingatnya bahwa tadi pagi disaat meneleponnya, dia ada disebuah tempat makan dan kini makan lagi tak ada raut wajah sedih semua tampak baik baik saja ceria sikap Dashie membentuknya tanpa menimbulkan rasa curiga sangat halus isi hatinya untuk bisa terbaca....


..."Makan daging ini" kata ibu mereka....


..."Kau juga harus makan ini" kata Xie....


...Dashie menjawab mengangguk dengan satu suap nasi dengan sup ikan baru dimakan....


..."Dia tidak mau untukku saja" kata Xie....


...Xie mengambil bagian milik Dashie dan tak ada perlawanan sama sekali bahkan jika bagian miliknya akan diambil....


...Dia dengan apa yang sedang dibutuhkan dihadapannya dengan sepiring nasi dan satu mangkuk sup ikan....


...Ini membuat Xie curiga dengan kondisinya yang berubah drastis tidak biasa pasti telah terjadi sesuatu yang bisa mengubah seseorang hingga seperti ini....


...Menatap Dashie sambil makan daging panggang....


..."Dia sedang kerasukan apa sekarang?" tanya Xie....


..."Hingga menjadi sepatuh ini" kata Xie....


...Makan bersama yang cukup menyenangkan berbalut kerinduan anggota keluarga yang sudah beberapa bulan ini tidak bisa bertemu karena berbagai kesibukan yang harus dikerjakan menerima waktu yang berkurang kini sudah terbayarkan....


...Membantu mencuci piring keduanya saling membantu setelah selesai makan dan Xie sedang menyiapkan kalimat kalimat yang akan dikatakan kepada adiknya yang belum mau terbuka dengannya yang sedang menunggu sampai semua piring piring kotor yang selesai digunakan untuk makan sudah bersih dan dikeringkan dengan lap piring....


..."Ada apa dengan mu, apa kau ingin berkata sesuatu" kata Dashie....


...Menyangkal santai....


..."Tidak" kata Xie....


...Tetap penasaran....


..."Eh, tunggu justru aku yang seharusnya bertanya begitu" kata Xie....


...Meledek....


..."Kau sedang menjalankan peranmu" kata Dashie....


...Menaruh piring terakhir yang di lap ke rak piring....


..."Aku memang kakak mu" kata Xie....


...Dashie pergi menuju tangga yang mengarah ke atas rumah lalu Xie mengejar....


...Teriak Xie....


..."Tunggu!" kata Xie....


...Melihat ke arah sekitar rumah lebih teliti menemukan anak tangga yang basah seperti terkena tetesan air kecil kecil beberapa jam yang lalu dari langit mencondongkan kepala ke bawah sedikit lalu langsung ditarik kerah baju belakang Dashie oleh Xie....


..."Lepaskan!" kata Dashie....


...Tangan Xie melepas kerah kaos adiknya lalu berpindah di setiap sisi pinggang kedua tangan masing masing....


...Wajah agak sedikit marah tapi termaafkan....


..."Kau tidak ingin mengakhiri hidup tapi hidupmu bisa berakhir" kata Xie....


..."Sudahlah, aku tidak ingin bertengkar dengan mu" kata Dashie....


...Bersandar lagi di pembatas rooftop rumah melihat lebih luas dengan berbagai aktivitas yang terjadi terlihat dari atas sana lalu Xie demikian juga melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Dashie berada di sisi kanan menutup mata menghirup udara perlahan perlahan lalu mengeluarkannya dengan lembut....


...Dashie lebih awal membuka mata lalu empat detik kemudian disusul oleh Xie....


..."Ikuti aku!" perintah Xie....


...Penolakan jelas diterima oleh Dashie lalu Xie menarik kedua tangan adiknya itu membuka telapak tangannya....


..."Kau mau memberiku hadiah?" tanya Dashie....


..."Pikiran mu kenapa selalu hadiah jika bersama ku" kata Xie....


..."Ikuti aku!" perintah dari Xie masih berlaku....


...Dashie membuka telapak tangannya lalu melihat Xie yang sedang menutup mata....

__ADS_1


..."Tidak hujan kan" kata Xie....


...Menjawab dengan seadanya....


..."Ya" kata Dashie....


..."Apa inti dari semua ini?" tanya Dashie....


...Membuka mata....


..."Kau memang tidak romantis sama sekali" kata Xie....


...Mengangkat kedua bahunya keatas sedikit dengan wajah menjengkelkan memandang Xie....


..."Memang iya" kata Dashie....


...Xie tidak bersikap romantis lagi kembali bersandar di bagian besi dalam pembatas rooftop rumah....


...Melihat Dashie yang sedang berusaha menutupi kesedihan darinya tidak bisa tidak peduli dengan hal ini....


...Dashie tetap tenang memandang pemandangan bangunan bangunan diatas sana di pagi ini....


..."Menjadi orang baik itu bagus tapi" kata Xie....


...Langsung mata sedikit sinis dengan nasehat yang baru saja diterima dan belum selesai dikatakan....


..."Hentikan!" kata Xie....


..."Itu menakutkan" kata Xie....


...Menjadi seorang yang siap menerima nasihat dari orang yang lebih dewasa darinya dengan kedua mata menatap mata Xie, patuh....


...Melanjutkan kalimatnya yang belum selesai dikatakan kepada adiknya itu yang sedang menunggu....


...Xie kembali dengan ekspresi serius....


..."Jangan terlalu baik kepada orang lain dan kita lupa dengan kebahagiaan kita sendiri" kata Xie....


..."Dengar kan" kata Xie....


...Tatapan sinis itu datang lagi dari Dashie untuk Xie....


...Menebak isi pikiran kakaknya itu....


..."Dia kembali sedang membaca pikiranku dan entah kenapa dia selalu berkata ada benarnya" kata Dashie....


...Pipi Dashie dicubit oleh kedua tangan Xie untuk menyadarkan dirinya menghentikan wajah sinis itu....


..."Wajah sensitif ku" kata Dashie....


...Kedua tangan Xie melepaskan pipi adiknya dengan puas....


...Memegang kedua sisi pipinya sendiri sedih merasa kasihan dengan dirinya sendiri....


...Saling memandang satu sama lain dan tersadar lalu bersikap seperti tidak terjadi apapun tanpa ada kata kata yang memberi bukti mengalihkan situasi agak sedikit canggung ini sengaja agar pergi dengan sendirinya tanpa memberikan makna apapun....


...Bentuk hati yang baru muncul diantara mereka langsung meledakkan diri dengan cepat bersamaan tak meninggalkan getaran sedikit itu lagi....


..."Aku tidak punya rencana apapun" kata Dashie....


..."Lama-lama kalian jadian beneran" kata Xie....


..."Dengan siapa?" tanya Dashie....


..."Hoshie, siapa lagi?" tanya balik Xie....


...Melihat kakaknya dan tidak berkomentar lagi tentang masalah ini mengambil karpet lalu memulai kegiatan yoga disisi agak bagian kanan Xie berdiri bersandar di pembatas besi rooftop yang memperhatikan adiknya sedang berolahraga....


...Dia juga mengambil sarung tinju dan memulai memukul dengan pemanasan memukul benda berat itu menggantung kuat dipukul oleh Xie....


...Dashie seakan berada di dunianya sendiri disaat suara suara pukulan itu terdengar bahkan sampai ke bawah halaman rumah oleh Ayahnya yang sedang merapikan kebun bunga rumah....


...Dugaan Xie keliru....


..."Bisakah kau jangan menggangguku!" kata Dashie....


...Penuh bahagia....


..."Tidak bisa" kata Xie....


...Membuka mata sambil menghela nafas lalu lebih memilih pergi dari rooftop akan masuk kedalam rumah....


..."Mau kemana?" tanya Xie....


...Akan melewati pintu masuk rumah rooftop....


..."Tidur!" kata Dashie....


...Senyum kemenangan itu hadir dan Xie tetap melanjutkan olahraga tinjunya dengan lebih semangat pukulan pukulan itu terarahkan tanpa meleset tepat sasaran....


...Tak butuh waktu lama Dashie kembali lagi menemui kakaknya yang memukul benda keras itu....


..."Kau bilang akan tidur, kenapa datang lagi?" tanya Xie....


..."Berhenti sebentar, aku ingin bertanya sesuatu!" kata Dashie....


..."Bilang saja, aku pasti mendengarkan" kata Xie....


..."Apa Kak Luc masih bekerja di tempat kerjamu?" tanya Dashie....


...Berhenti memukul sejenak....


..."Dia sudah mengundurkan diri dari kantor" kata Xie....


...Dashie langsung pergi setelah mendapatkan jawaban dari Xie kabur masuk kedalam rumah dengan tujuan yang belum berubah untuk pergi ke kamar tidur untuk istirahat....


...Agak heran tapi itu Dashie mau bagaimana lagi aktivitas olahraganya dilanjutkan kembali....


...Kembali memukul lagi....


...Kaget....

__ADS_1


..."Astaga!" kata Xie....


..."Kau kenapa lagi?" tanya Xie....


..."Ada teman bisnis Ayah sedang bertamu" kata Dashie....


..."Oh" kata Xie....


...Dashie mengambil karpet untuk alas yang digunakan beryoga berwarna ungu menaruhnya kembali ditempat semula lalu duduk bermeditasi akhirnya keputusan yang diambil....


...Memukul lagi memukul lagi lalu sesekali melihat adik tirinya yang sedang berusaha tenang bermeditasi tidak peduli dengan suara pukulan tangan kakaknya yang jujur memang lumayan mengganggu....


...Suara pukulan berhenti sejenak menatap Dashie....


...Berpikir....


..."Benarkah?" tanya Xie....


..."Mungkin mereka akan syok tapi apakah ini sepenuhnya salah?" tanya Xie....


..."Jika itu kulakukan pasti mereka akan berdebat hebat" kata Xie....


..."Atau bisa saja bertengkar" kata Xie....


...Memukul lagi dan lagi dengan keringat yang bercucuran berhasil membakar lemak diawal menit ini dengan banyak hal yang sedang dipertimbangkan untuk diputuskan tentang kisahnya yang mungkin mustahil bisa terwujud....


...Ponselnya bergetar bukan tidak mendengar tapi lebih memilih membiarkan begitu saja berhenti terus bergetar sejak dua menit yang lalu setelah lima kali menelepon ponselnya yang diatas tempat duduk persegi panjang terbuat dari kayu dengan tinggi lima puluh sentimeter dekat dengannya yang sedang berolahraga tinju berjarak dua meter....


...Dia melihatnya dan dia juga mendengar suara obrolan mereka sejak mereka ada di rooftop rumah....


...Membungkuk sedikit dari arah belakang berbicara berbisik disisi kiri telinga Nora....


..."Kau lebih memilih menemui mereka dan menunda pekerjaan mu" kata Hot....


...Kaget....


..."Kau!" kata Nora....


...Kembali berdiri tegak dengan satu cup ice cappuccino diminum dengan tangan kanan....


..."Kau mengagetkanku" kata Nora....


..."Pantas saja Hoshie belum juga dibereskan ternyata ini alasannya" kata Hot....


...Mendorong lengan kanan Hot dengan tidak berhak melukai lalu terdorong kebelakang sedikit badannya satu langkah kebelakang....


...Dari arah mereka yang tersadar dengan gerak tangan Xie yang terhenti memukul dengan sarung tinju yang dilepas secara bergantian diawali dari tangan kiri mengambil sesuatu dari saku celana hitam sebelah kanan lalu membuka kotak berwarna merah muda pastel lembut mempertajam penglihatannya fokus dengan apa yang sedang dipegang oleh Xie....


..."Aku juga melihatnya" kata Hot....


..."Kurasa itu bukan untukmu" kata Hot....


...Xie membuka kotak yang berisi necklace gold dengan charm berbentuk gembok dan kunci merah muda juga kristal putih lalu menutupnya lagi ketika akan melihat Dashie....


..."Apa rencanaku selanjutnya?" tanya Nora....


..."Apa aku harus putus?" tanya Nora....


..."Tapi, aku masih cinta" kata Nora....


...Hot baru pertama kali melihat rekan kerjanya menangis hanya demi seorang pria....


...Menilai membiarkan lebih lama waktu terlewati untuk melihat tangisan ini tetap berjalan memberikan ruang untuknya meluapkan rasa sedihnya ini memang beralasan tanpa harus dijelaskan oleh Xie sudah jelas seseorang akan kapan saja kehilangan orang yang benar benar dicintainya....


...Hot sedang memilih cara agar bisa membantu meringankan rasa sedihnya yang sudah terlewat empat puluh enam detik yang lalu menangis belum berhenti tanpa isak tangis....


...Ragu dengan tangan kanannya yang akan mengulurkan meraih pundak gadis disebelahnya itu agar bersandar dipundaknya menenangkan diri yang sedang bersedih itu tapi dia berpikir lagi apakah niat baiknya akan diterima orang ini berpikir jika dia melakukan itu akan bisa menimbulkan salah paham....


...Niat baiknya dibatalkan menurunkan tangan kanannya lagi kembali memegang saku celana jeans biru panjang lalu mengambil ponsel menghubungi seseorang....


..."Nora, dia sedang bersantai menatap langit" kata Hot....


..."Ok" kata Hot....


...Melihat Nora dari posisi yang sama sedangkan Nora masih melihat Xie dari kejauhan yang kembali memasukkan kotak berwarna merah muda pastel itu disaku celananya lalu duduk di bangku disebelah kirinya untuk mengambil ponsel....


...Nora mendengar isi pembicaraan pacarnya yang berbicara dengan seseorang sambil melihat kearah bawah mencari seseorang yang berada tepat didepan gerbang rumah....


..."Seingatku tadi pagi kalian baru bertemu, kenapa sekarang ingin bertemu lagi?" tanya Xie....


...Belum menjawab pertanyaan dari Xie....


..."Kalian bertengkar lagi?" tanya Xie....


..."Begitulah" kata Hoshie....


...Nada suara terdengar marah....


..."Kalian seperti sepasang kekasih saja selalu bertengkar" kata Xie....


...Hot membaca situasi hubungan rekan kerjanya bisa berubah tergantung bagaimana mereka menjalaninya nanti kedepannya langkahnya yang diambil kali ini sudah tepat tak perlu memberi sebuah perhatian lebih sebelum semua yang ada jauh lebih ada mengisi ruang....


...Tertunduk sedikit tersenyum melihat perubahan ini akan bisa memberi kesempatan untuk orang lain bisa memiliki apa yang dia butuhkan sekali lagi....


...Menatap Nora belum bisa pergi meninggalkannya sendiri tidak semudah itu percaya akan tenang hatinya jika melihat karakter orang yang sudah dikenalnya cukup lama ini....


..."Bukan berarti orang ini sudah baik baik saja" kata Hot....


...Nora menghapus air mata lalu Hot menghilang bersembunyi menghindari seseorang yang akan melihat kearah mereka menyadari sedang di awasi membawa Nora pergi bersama disuatu tempat yang tidak bisa diketahui oleh Hoshie yang tertinggal adalah sebuah kabut hitam yang juga ikut menghilang dengan sangat cepat tak terlihat tak berjejak....


..."Seperti ada yang mengawasiku, siapa mereka?" tanya Hoshie....


..."Apa aku akan segera mati?" tanya Hoshie....


...Pintu gerbang dibuka oleh Xie melihat dan mengikuti arah kemana Hoshie melihat kearah sebuah bangunan yang tidak terlalu jauh dari arah rumah....


..."Kau sedang melihat apa, ayo cepat masuk" kata Xie....


..."Tidak" kata Hoshie....


...Masuk melewati pintu gerbang rumah dengan perasaan was was tentang dirinya sendiri....

__ADS_1


__ADS_2