Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 62: Kita.


__ADS_3

...Chapter 62: Kita....


..."Meski dia termasuk dari bangsa kami tapi benarkah dialah orangnya?" tanya Hot....


... Memikirkan hal lain dengan topik yang sama....


..."Apa keberuntungan juga menimpa kepada orang itu?" tanya Hot....


... Tidak rela....


..."Bukankah ini terlalu adil" kata Hot....


..."Sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik" kata Hot....


..."Tapi benar, dia memang sungguh beruntung" kata Hot....


... Masuk ke dalam halaman rumah berlantai empat melewati gerbang tinggi dengan pagar berbahan dominan semen dan batu bata merah berdiri setinggi dua meter dengan besi tajam di atas pagar hitam dengan para penjaga yang berpatroli berjaga di setiap bagian luar rumah dan dalam rumah....


... Turun dari atas motor hitam dengan roda jauh lebih besar keduanya lalu melepas helm hitamnya lalu pria berkemeja abu abu dengan kaos hitam dan celana jeans hitam serta sepatu boots hitam membawa helmnya dengan tangan kanan masih menggendong tas bohemian berjaring hitam polos berjalan mulai mendekati ke arah pintu depan rumah....


..."Sudah lama sekali aku baru kemari lagi" kata Hot....


... Akan membuka pintu lalu segera dari dalam rumah berlari seseorang datang membukakan pintu....


... Terbelalak ekspresi wajah gadis yang baru saja membukakan pintu untuknya akan jatuh sendiri sedikit tak sadarkan diri....


... Langsung Hot menangkap Dashie....


..."Hey, bangun!" kata Hot....


... Masih dalam tangkapan tangan Hot yang kemudian segera menyadarkan Dashie dengan menyentuh kedua pipinya dengan tangan kanan beberapa kali....


..."Kenapa ini tidak berhasil?" tanya Hot....


..."Hey, bangun!" perintah Hot....


... Memikirkan sebuah ide yang bisa membuat gadis yang sedang berada bersandar di lengannya itu langsung tersadar....


... Berteriak cukup keras....


..."Bangun atau akan ku cium!" kata Hot....


... Dashie tersadar kembali langsung menjauhkan diri dari orang yang sedang memegang dirinya agar tidak jatuh di lantai....


... Para penjaga rumah mulai berdatangan setelah mendengar sebuah keributan baru saja terjadi di depan pintu rumah ini....


... Dengan piyama merah muda berlengan panjang dan celana panjang berlari ke lantai bawah rumah, driver pribadi Nona Babe....


..."Tuan muda, apa telah terjadi sesuatu?" tanya Pax....


..."Pax, kenapa dia ada disini?" tanya Hot....


..."Dia pengasuh Nona Babe" jawab Pax....


... Para penjaga rumah yang berjumlah enam orang yang datang akhirnya kembali melanjutkan pekerjaan mereka meninggalkan ketiga orang yang ada di pintu masuk bagian dalam rumah sedangkan untuk Dashie harus menerima kenyataan bahwa orang yang dianggapnya hantu dan bukan seorang hantu datang ada di depannya sendiri....


... Pax belum bisa melanjutkan tidur malam yang di jeda ini datang dari dapur belakang dan mengambilkan tiga soda lemon dingin menaruhnya diatas meja ruang tamu....


... Sebagai seorang teman....


..."Biasanya kau menghubungiku lebih awal jika akan kemari?" tanya Pax....


... Orang yang sedang diajaknya bicara sedang melawan tatapan penuh banyak kecurigaan dari orang yang sekarang menatap tajam dirinya dari kursi sofa ruang tamu....


... Pax melihat keduanya seperti pernah bertemu sebelumnya dan sudah menjadi musuh dari awal pertemuan mereka....


..."Apakah kalian pasangan yang baru putus?" tanya Pax....


... Kompak menjawab mengagetkan....


..."Tidak!" kata Dashie dan Hot....


... Membuka kaleng soda lalu meminumnya....


..."Kalian terlihat seperti itu" kata Pax....


..."Tidak!" kata Dashie dan Hot....


... Pax sampai tersedak....


..."Ya ampun!" kata Pax....


... Mengusap soda yang membuat dagunya dipenuh soda akibat air soda yang ikut tergoncang dari dalam kaleng berisi air soda keluar mengenai dagunya....


..."Pelankan suara kalian" kata Pax....


... Melanjutkan mengusap air soda yang juga mengenai piyama merah mudanya....


..."Apa kau hantu jadi jadian atau apalah itu?" tanya Dashie....


... Menunjuk diri dengan jari telunjuk tangan sendiri....


..."Aku?" tanya Hot....


..."Hantu?" tanya Hot....


... Wajah menyangkal melihat kearah kiri....


... Menjadi pendengar yang baik, Pax....


... Lebih merendahkan nada suara ketika berbicara lagi....


..."Kalau kau bukan hantu lalu apa?" tanya Dashie....

__ADS_1


... Merendahkan suara lebih pelan dari Dashie....


..."Bisa tidak jangan membahas tentang hantu" kata Hot....


... Pax melihat jarum jam yang semakin malam sebagai waktu untuknya digunakan untuk beristirahat setelah seharian bekerja memisah keduanya yang lebih menikmati pertarungan yang tertunda ini....


..."Aku tidak ingin kehilangan pekerjaan ku" kata Pax....


... Pax meninggalkan keduanya lalu segera Dashie berjalan mengejar rekan kerjanya yang sudah lebih awal pergi....


... Gerakan tangan mengepal dan diangkat keatas mengancam Hot....


..."Urusan kita belum selesai" kata Dashie....


... Lalu mengejar berjalan lebih cepat mengejar Pax didepannya yang akan pergi menuju kamar Babe....


... Kedua tangan memegang setiap sisi pinggang....


... Dari lantai bawah ruang tamu Dashie terlihat menggandeng lengan tangan kanan Pax dengan lengan kirinya dengan berjalan melihat Hot yang belum berhenti melepas pandangannya dari dirinya....


..."Aku hanya beberapa bulan saja tidak kemari dan ketika aku datang langsung disambut olehnya" kata Hot. ...


... Ponsel berdering dari balik selimut....


... Melihat satu pesan dari satu nomor ponsel yang tidak diketahui siapa pemiliknya....


... Membaca pesan....


... Berkomentar tentang pesan yang baru saja dibaca olehnya....


..."Siapa yang mengirim pesan ini?" tanya Dashie....


... Tidak membalas pesan yang baru diterimanya dan memilih untuk tidur disamping kiri Babe merapikan selimut yang mereka pakai lagi....


... Selesai merapikan selimut lalu melihat Pax yang ada disisi kanan Babe yang sudah tertidur sejak tiga menit yang lalu....


... Menyusul kemudian Dashie yang juga tidur....


... Sudah berusaha untuk tidur tapi sepertinya usahanya belum berhasil untuk membuat dirinya tertidur....


... Bayangan bayangan itu datang lagi bayangan tentang seorang remaja yang menghilang di depannya sendiri tanpa sedikitpun dirinya menyentuh remaja laki laki itu langsung lenyap begitu saja membuat dirinya tidak bisa merasa aman dengan rasa bersalah ini ditambah lagi dengan pertemuannya dengan seorang pria yang kemarin malam menjadi penyebab kabur dirinya dari rumahnya sendiri....


... Keinginan diri untuk segera menghentikan bayang bayang ingatan itu serasa semua sia sia untuk Dashie tetap saja sesuatu bagian dari kisah hidupnya teringat kembali menjadi sebuah ketakutan tersendiri....


... Menerima notifikasi sebuah pesan on-line....


... Membacanya....


..."Aku tidak akan mengganggumu" pesan dari Hoshie....


... Menunggu pesannya yang belum dibalas oleh Dashie....


... Mengirim pesan lagi....


... Belum membalas pesan dari Hoshie bukan tanpa alasan tapi yang jelas Dashie sedang berada didalam ruang kesedihannya sendiri menutupi rasa takutnya dari semua kejadian itu....


... ...


... Memasukkan dua buah pil tidur kedalam mulut Hoshie kembali mengambil gelas berisi air mineral dari atas meja didekat ranjang tempat tidurnya lalu meminum dua pil obat tidur lagi dengan air dalam gelas yang ada ditangan kanannya....


... Obat sudah diminum lalu menaruh gelas berisi air mineral tadi diatas meja semula....


... Melihat ke arah luar jendela apartemen dengan tirai putih yang terbuka terlihat sangat cerah malam ini bahkan bintang bintang indah terlihat oleh Hoshie dari dalam kamar....


... Untuk dirinya sendiri....


..."Bagaimana reaksinya nanti jika mengetahui bahwa aku sudah menyakiti sahabatnya?" tanya Hoshie....


..."Rasa bencinya akan membuatku menyerah" kata Hoshie....


... Dashie juga tidak membalas pesan online dari Hoshie meski akun sosial media miliknya masih dalam keadaan aktif....


... Hoshie tidak akan bisa tidur sesuai apa yang pernah dikatakan oleh dari sebagain kecil informasi yang diberikan oleh Luc perlahan lahan satu persatu terbuka salah satunya adalah dengan kondisi dirinya yang akan sulit tidur seperti yang sedang terjadi itulah ciri ciri akan semakin dekat akhir dari seseorang dari bangsa Blacwhe jika tidak mengambil aura milik manusia....


... Gelisah....


... Keringat terus keluar dari raga Hoshie....


... Cemas dan seluruh badan terasa tidak nyaman dari setiap apa yang dilakukan olehnya baik itu berbaring duduk tengkurap dan kini menutup wajahnya sendiri dengan bantal....


... Mengasihani diri sendiri....


..."Kenapa sesakit ini?" tanya Hoshie....


... Tidak jauh berbeda dengan orang lain yang merupakan dari satu bangsa dengan Hoshie sedang merasakan kesakitan yang luar biasa hampir sama dengannya....


... Dosis obat yang sudah diberikan oleh seorang dokter yang juga dalam pengawasan bersama Ved dan Presdir Jo berada dalam ruang yang sama....


... Obat itu sudah di suntikan di selang infus secara berkala menghitung waktu jeda penyuntikan pada selang infus yang menempel mengalirkan cairan berwarna kuning dari botol berisi obat yang sama sudah kelima kalinya diterima oleh Ten....


... Rasa sakit yang membuatnya sulit untuk bergerak tak bisa bicara dengan alat bantu pernafasan masih dipasang dan mulut serta hidung genggaman tangan mencengkram ranjang tempat tidurnya....


... Nafas lemah sudah sewajarnya dengan kondisinya saat ini jauh lebih baik dari menit sebelumnya yang hampir saja nyawanya tidak bisa diselamatkan dan kini bisa tetap bertahan dari penderitaan belum berakhir dan tetap berlangsung hingga saat ini sudah pukul setengah dua belas malam sejak pagi tadi sekitar pukul setengah delapan pagi....


..."Bagaimana dengan Nona Babe?" tanya Ved....


..."Dia sudah aman" kata Presdir Jo....


... Dokter yang menangani Ten melewati masa kritis sudah selesai dengan pemberian obat pemulihan untuk Ten....


... Menunggu obat bekerja menolong rasa sakit yang diderita oleh Ten....


..."Ku dengar kau sudah mengawasinya sejak pagi ini" kata Ved. ...

__ADS_1


..."Ini sudah tugas ku" kata Presdir Jo....


..."Kulihat Ten cukup kuat tahan dengan penderitaan ini" kata Ved....


..."Ini akan sedikit menyakitkan dirinya" kata Presdir Jo....


... Berkata apa adanya seorang dokter yang berusia sekitar berkepala enam berkacamata dan berambut putih yang juga merupakan dari bangsa Blacwhe....


..."Kita harap usaha ini setidaknya bisa membantunya bertahan" kata Dokter tersebut....


..."Jika tidak kita sudah tahu apa yang akan menimpanya di masa depan" kata Dokter tersebut....


... Tiga puluh tiga detik kemudian dokter tersebut mulai merapikan peralatan medisnya ke dalam tasnya lagi dengan tugasnya yang harus menangani pasien pasien di rumah sakit tempatnya praktek memeriksa perkembangan kondisi mereka....


..."Dokter Clover biarkan saya mengantar anda" kata Ved....


... Ved pergi bersama dengan Dokter Clover berniat mengantarnya sampai dirumah sakit mengambil kursi kemudi dan duduk disebelahnya tentu ada Dokter Clover....


... Perjalanan ke tempat kerja Dokter Clover membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit cukup untuknya beristirahat bersandar di kursi penumpang tidak tertidur yang terlihat oleh Ved setelah sepuluh menit berlalu perjalanan sudah dilalui....


... Kemungkinan tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang akan diajukan olehnya sudah diketahui tapi Ved tetap ingin bertanya tentang kondisi Ten....


..."Apa kau juga takut jika hal itu menimpamu?" tanya Dokter Clover....


... Sebelum bertanya kepada Dokter Clover justru Ved mendapatkan pertanyaan yang benar benar akan dikatakan tidak jauh berbeda dengan apa yang diterima....


... Tertawa kecil....


..."Ternyata benar, kau juga memiliki rasa takut itu juga" kata Dokter Clover....


... Mengangguk mengiyakan....


..."Sekarang kau memiliki banyak waktu, bersyukurlah" kata Dokter Clover....


... Seseorang yang selalu menunjukkan sikap kuat kepada siapapun ini sedang membayangkan merasakan bagaimana apa yang dialami oleh Ten bisa saja terjadi pada dirinya entah kapan dan dimana rasa sakit itu akan dimulai....


... Menunggu lampu merah menyala berubah warna menjadi kuning....


..."Bukan berarti dia adalah orang yang jahat sehingga seseorang itu pantas mendapatkan rasa sakit" kata Dokter Clover....


..."Kau hanya butuh waktu untuk memahami semua ini" kata Dokter Clover....


... Lampu berubah warna menguning tanda kendaraan untuk melanjutkan perjalanan ketempat tujuan....


... Nasihat yang diberikan oleh Dokter Clover menjadi pembuka jalan dirinya memahami lagi makna mengambil jawaban dari pertanyaan ini....


... Sudah tiba di depan rumah sakit mobil berhenti dan Ved membantu Dokter Clover membuka pintu mobil dan membawakan tas yang berisi peralatan medisnya....


..."Terima kasih atas bantuan mu sampai disini saja, kau pulanglah dan istirahat" kata Dokter Clover....


... Dokter Clover berjalan masuk kedalam rumah sakit dan Ved masuk kedalam kursi kemudi lalu pergi kembali menuju rumah Ten....


... Perjalanan menuju rumah Ten masih butuh waktu lima belas menit....


... Mengemudi dengan kecepatan yang semakin berkurang sengaja dilakukan oleh Ved dengan kondisi yang tidak biasa melipir ke pinggir jalan....


... Melihat situasi kota yang belum terlihat sepi disepanjang jalan dengan toko toko yang sebagian sudah mulai menutup melihat situasi keamanan disekitar tempatnya memberhentikan kendaraan roda empatnya....


..."Ini sudah cukup aman" kata Ved....


... Mendapati kenyataan bahwa dua ban roda mobilnya terkena benda tajam langsung membuat Ved mengambil satu ban baru dari dalam bagasi mobil dan peralatan untuk keperluan mengganti ban mobil dari tempat yang sama....


... Dari dalam toko peralatan mobil sekaligus bengkel milik Ayahnya seorang gadis remaja yang belum tidur duduk melihat bersandar diatas etalase toko melirik kekanan dan kekiri para karyawan Ayahnya yang sedang menonton pertunjukan bola....


..."Kakak itu bahkan terlihat tampan didalam kegelapan" kata Rumy....


..."Lihat kedua tangannya yang cekatan memperbaiki mobilnya" kata Rumy....


..."Sudah jelas tidak membutuhkan jasa kami" kata Rumy....


... Melanjutkan mengerjakan soal soal latihan dari sekolah dan sepertinya dia sedang melawan rasa malasnya sendiri....


... Dia tahu besok adalah hari libur sekolah yang jatuh di hari senin hari dimana soal soal yang sedang dikerjakan akan dikumpulkan di jam pertama sekolah....


... Mengetuk kaca etalase toko....


..."Permisi" kata Ved....


... Rumy sedang bertempur untuk menyelesaikan tugas tugasnya yang sulit dikerjakan....


... Jarak mereka dekat sekali hanya berjarak setengah meter dari etalase toko sebagai pemisah....


..."Nona" panggil Ved....


... Terlihat sangat sibuk....


..."Jangan ganggu aku, aku sibuk" kata Rumy....


... Wajah yang pernah dilihatnya terlihat dari kaca etalase....


... Sangat ekspresif....


... Menjauh seketika karena tahu dengan siapa yang sedang berbicara dengannya....


... Padahal tak ada yang dilakukan oleh Ved untuk menarik hati seseorang merasa heran kenapa gadis remaja di depannya itu sangat terkejut....


... Ditarik oleh Ayahnya....


..."Kenapa belajar disini, sana masuk kedalam kamar" kata Ayahnya Rumy....


... Ayahnya mengambil alih pekerjaannya kembali dan Rumy mengambil buku buku pelajaran dan kotak pulpennya di atas etalase toko lalu pergi....


... ...

__ADS_1


... ...


__ADS_2