Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 91: Tak jauh berbeda.


__ADS_3

...Chapter 91: Tak jauh berbeda....


... Dia akan menghubungi rumah sakit agar datang membawa ambulans....


... Callie berusaha untuk memapah Jarrel untuk keluar dari area yang luas sebuah bangunan apartemen yang sudah ditinggalkan oleh pihak penyewa....


... Dalam keadaan setengah sadar Jarrel dibawa oleh Callie dengan sekuat tenaga terseret ditarik agar bisa keluar dari tempat yang bisa dibilang angker....


... Ditarik keduanya dari sebuah celah atmosfer oleh kedua orang lalu kembali ke tempat lain dan itu ada di dalam mobil seseorang....


... Berbicara kepada Callie....


..."Kau baik-baik saja?" tanya Ghazi....


... Hot sedang berusaha untuk menghancurkan senjata yang menembus dada Jarrel....


..."Aku ingin membawanya ke rumah sakit" kata Callie....


..."Bantu aku pegang kedua tangannya!" perintah Hot....


... Callie dan Ghazi menahan kedua tangan Jarrel masing-masing dari rasa sakit yang mungkin akan membuat Jarrel memberikan pemberontakan tanpa terkendali....


... Kedua tangannya benar-benar terluka tanpa menyentuh senjata yang menembus dada Jarrel....


... Senjata itu didepan mata Callie sendiri tercabut perlahan dan perlahan juga menghilang sendiri....


... Darah juga keluar bersama dengan terambilnya senjata tajam beracun yang melukai Jarrel....


... Dia kesakitan sudah pasti rasa sakit yang jauh lebih kuat yang pernah melukai kedua orang yang tadi ditemui oleh kekasihnya....


..."Sayang. Buat suaranya tidak terdengar oleh orang lain" kata Hot....


... Ghazi melakukan perintah yang diinstruksikan oleh Hot....


... Mengambil senjata itu perlahan sekaligus menghancurkan racun di dalam raga Jarrel dengan segera secepat mungkin dilakukan untuk menjaga pertahanan kekuatan yang dimiliki oleh Jarrel benar-benar hilang terserap dengan cepat oleh racun yang tinggal seperempat lagi dihancurkan oleh Hot....


..."Owen" panggil Jarrel....


..."Bertahanlah" kata Callie....


..."Aku mohon" kata Callie....


... Dia terlihat sangat ketakutan yang belum usai dari derita yang sedang dialami oleh sahabatnya ini....


... Jarrel sudah sulit terasa untuk bernafas tubuhnya sangat dingin sangat pucat....


..."Tidak. Tidak, kau belum boleh pergi" kata Callie....


... Dia dengan senyum dari wajah pucatnya mendominasi menyemangati gadis yang ia sayangi tidak ingin melihatnya menangis lagi seperti sekarang....


... Dia semakin sulit bernafas dan semua yang ada disana sedang berusaha untuk menyelamatkan Jarrel dari kematian tanpa jejak yang bisa saja dialami oleh Jarrel seperti seorang sahabat dari salah satu bangsa Blacwhe yaitu Luc....


... Darah yang keluar dari tangan Hot semakin keluar lebih banyak dia menambah usahanya lagi untuk bisa menghancurkan segera senjata yang belum hancur dari tubuh Jarrel....


... Hot menghela nafas bersambung berkeringat setelah berhasil menyelamatkan Jarrel....


... Luka yang dimiliki oleh Jarrel menghilang sembuh bersamaan dengan hancurnya senjata yang baru saja menembus bagian dada Jarrel....


... Tangan Hot yang terluka sembuh dengan sendirinya begitu cepat....


... Jarrel dibantu duduk bersandar di kursi belakang mobil oleh Callie....


..."Kau beruntung senjata itu tidak menembus bagian jantung mu" kata Hot....


... Melihat Pak Oryn Mason....


..."Terimakasih atas bantuan mu" kata Jarrel....


..."Aku hanya membantu. Santai saja" kata Hot....


... Hot sedang menilai bagaimana bisa seorang manusia biasa bisa menjadi target dari bangsa Blacwhe....


... Hening....


... Tatapan yang tidak jauh berbeda dari pacarnya sekarang....


... Satu fokus yang sama kepada Callie....


... Terlebih lagi bagi Ghazi yang jauh lebih penasaran lebih khawatir dengan gadis yang juga seumuran dengannya ini....


... Jarrel menyesuaikan diri dengan darah yang telah banyak keluar dari tubuhnya....


..."Kenapa kalian melihatku seperti itu?" tanya Callie....


... Kompak menjawab....


..."Tidak ada apa-apa" kata pasangan kekasih itu....


... Kembali dari sikap mereka yang curiga sekaligus khawatir kepada gadis yang mereka belum sempat berkenalan....


..."Hot. Dimana kau menyimpan kartu kredit mu?" tanya Ghazi....


... Dia mengambil dompet dari bagian dalam sebelah kiri saku jaket jeans hitam yang dia pakai....


... Memberikan kartu kreditnya kepada Ghazi....


..."Ini" kata Hot....


..."Password-nya?" tanya Ghazi....


..."Biasa" kata Hot....


... Callie merasa pasangan didepannya ini berlebihan dalam masalah keuangan....


... Membuka pintu mobil dengan payung merah muda yang dibuka keluar dari dalam mobil....


... Turun dari dalam mobil....


... Hujan masih deras....


... Berbalik kepada mereka yang ada didalam mobil....


..."Sayang. Kau ingin sarapan apa?" tanya Ghazi....


..."Seperti biasa" jawab Hot....


..."Bagaimana dengan kalian?" tanya Ghazi....


... Mereka belum ingin menyantap sesuatu setelah baru saja melewati hal mengerikan yang hampir saya merenggut nyawa....


... Tidak menerima jawaban....


... Ceria seperti biasa....


..."Ok" kata Ghazi....


... Jarrel yang baru saja melihat seseorang yang sangat sangat mirip dengan sahabatnya yang bernama Dashie masih bertanya tentang siapa gadis itu....


... Yang terkahir dilihatnya dengan outfit yang sama itu memakai masker hitam sehingga ia tidak melihat siapa dibalik wajah gadis yang ternyata mirip dengan seseorang....


... ...


... Callie melihat Jarrel sama penasarannya dengan dirinya sebelum ia tahu bahwa dia adalah kakak kembarnya Dashie....


... Satu detik Ghazi pergi....


... Memulai obrolan....


..."Aku akan menyusulnya" kata Callie....


... Mengejar Ghazi....


... Dia pergi begitu saja dari dalam mobil pintu yang belum tertutup....

__ADS_1


..."Kau siapanya Dashie?" tanya Jarrel....


... Pergi mengambil alih kursi kemudi....


... Menunggu lagi dalam beberapa detik....


..."Dia sahabat ku jangan sampai kau jahat padanya" kata Jarrel....


... Sengaja melihat seberapa tingkat emosi orang baru saja ditemuinya ini....


... Menghela nafas....


..."Aku berterima kasih kau sudah menolongku tapi awas saja kau sakiti dia" kata Jarrel....


... Dia bertambah emosi....


... Menghela nafas lagi....


..."Harus bagaimana aku jelaskan" kata Jarrel....


... Hot sedang menerima laporan perkembangan even pameran tadi malam dari salah satu staf yang tugaskan memeriksa lapangan....


... Satu pertanyaan dari Hot....


..."Kau menyukainya?" tanya Hot....


..."Akhirnya, kau bicara juga" kata Jarrel....


..."Jawab aku dulu. Apakah kau menyukainya?" tanya Hot....


..."Tidak" kata Jarrel....


..."Ya sudah. Dia juga tidak menyukai ku" kata Hot....


..."Jelas-jelas tadi dia memanggil mu sayang" kata Jarrel....


... Hot menjelaskan tentang siapa yang tadi memanggilnya sayang menjawab pertanyaan dengan jawaban yang sama bahwa dia adalah orang yang berbeda dengan wajah yang sama....


... Dia datang bersama dengan Callie, dia adalah seorang gadis yang sejak tadi mereka bicarakan seperti akan berkelahi....


..."Makanan kesukaan mu" kata Ghazi....


... Makanan dan juga dua tempat minum milik mereka dengan warna yang sama silver yang sudah berisi minuman hangat....


..."Kamu yang paling baik" kata Hot....


..."Terimakasih sayang" kata Tuan Oryn Mason....


... ...


... Mengangguk sambil makan sandwich....


... Callie ada disebelah Jarrel memberikan makanan puding susu yang biasa sering terlihat dimakan olehnya....


... Wajah patuh....


..."Terimakasih" kata Jarrel....


... Lembut mengangguk....


..."Ya. Sama-sama" kata Callie....


... Keduanya melihat kedua orang didepan mereka jauh berbeda dengan kisah hidup orang lain yang mereka anggap sebagai sahabat....


... Meminum teh hangat dari Callie dan Callie juga....


... Hampir lupa Ghazi tidak mengembalikan kartu ATM milik Tuan Oryn Mason....


... Mengambil kartu tersebut dari dalam saku sweater....


..."Ini milikmu. Aku hampir lupa" kata Ghazi....


..."Pegang saja" kata Hot....


... Memakan pudding....


..."Ok" kata Ghazi....


... Kartu ATM milik Tuan Oryn Mason dipegang dimasukkan kedalam dompet putih milik pacarnya....


... Geleng-geleng kepala dengan gaya pacaran ini....


... Keduanya melihat kedua orang yang sedang memperhatikan mereka....


..."Kalian kenapa?" tanya Hot....


..."Kurasa kita lupa memperkenalkan diri" kata Jarrel....


... Mereka saling memperkenalkan diri masing-masing dan juga bertanya secara langsung dengan sikap yang ditunjukkan oleh Callie seperti telah terbiasa melihat situasi semacam ini dengan kondisinya panik sesudah itu langsung menerima tanpa pergi kabur ketakutan dengan lingkaran kehidupan dari bangsa Blacwhe....


... Dia belum memberi ruang untuk menjelaskan bagaimana ia bisa terlihat setenang ini....


... Jarrel yang memahami alasan mengapa Callie tidak mau terbuka....


..."Sorry. Kami sudah membuatmu kurang nyaman" kata Ghazi....


..."Ya. Sorry" kata Hot....


... Callie dengan sikapnya....


..."Tenang saja. Jangan terlalu mengkhawatirkan ku" kata Callie....


... Hujan belum reda tapi Callie memutuskan untuk pergi dari dalam mobil lalu akan dikejar oleh Jarrel....


..."Kita bertemu lagi nanti" kata Jarrel....


... Akan mengingatkan lagi rasa trauma jika menyangkut dengan menceritakan bangsa Blacwhe bagi seseorang yang dikejar oleh Jarrel....


... Dia melepaskan jasnya memberikan perlindungan dari hujan untuk Callie....


..."Kau akan kehujanan" kata Jarrel....


... Menerima pertolongan dari Jarrel....


... Dari dalam mobil Ghazi merasa ada sesuatu yang luput dari penyelidikan mereka tentang bangsa Blacwhe....


... Membagi sandwich kesukaan kekasihnya....


..."Ini" kata Ghazi....


... Menerima makanan dari Ghazi....


..."Apa kita harus menyelidikinya?" tanya Hot....


..."Dia memiliki aura tidak memihak siapapun" kata Ghazi....


..."Kau benar. Lalu, mengapa menargetkan gadis itu?" tanya Hot....


..."Dia juga bukan bangsa Xoca" kata Ghazi....


... Waktu bertambah berharga....


..."Ayo kita habiskan makanan ini" kata Hot....


..."Ehmm" kata Ghazi....


... Di sisi dalam rumah sakit....


... Dia disana berada di baris kursi rumah sakit bersama dengan Jarrel tapi hanya ingin bersandar tanpa harus mengajaknya untuk mengerti dan memahami dirinya....


... Bersandar di dinding rumah sakit....


... Tak ada kata yang ingin dikatakan oleh Callie untuk mencurahkan isi hatinya yang ada dia hanya terdiam tanpa kata tanpa tangis tetap dalam sandaran seseorang yang berusaha untuk menjadi pelindung....

__ADS_1


..."Semua akan baik-baik saja" kata Jarrel....


... Dia jelas sedang merasa tertekan akan hal yang tidak ingin hadir didalam dirinya yang terluka....


..."Aku tidak memaksamu untuk tetap disini" kata Callie....


..."Kau boleh pergi" kata Callie....


... Mana tega untuk Jarrel meninggalkan wanita yang dia sayang sendirian dalam keadaan sedih....


... Dia yang menjadi sandaran gadis yang ada di sebelah kirinya bersandar....


... Mengusap kepala Callie lembut perhatian....


... Tanpa kata terucap dari lisannya....


..."Dia akan mudah pergi jika aku pergi" kata Jarrel....


... Apa yang ingin diungkapkan tentang dirinya yang lelah akan segala cerita yang hanya akan membuatnya terluka ketika siapapun sengaja atau tanpa sengaja membahas sesuatu yang tidak perlu diceritakan atau diperdebatkan sudah sulit jalan yang ia jalani saat ini untuk apalagi membahasnya....


... Semua sia-sia untuk hanya sekedar menyebut namanya yang dulu terlanjur dicintainya....


... Ghazi dan Hot....


... Hot akan memberikan minuman dari tangannya untuk kekasihnya lalu dia pergi tanpa pamit....


..."Dia sudah pergi" kata Hot....


... Yang ada di atas kursi mobil sebelah kemudi hanya kartu kredit miliknya yang tadi diberikannya kepada Ghazi....


... Dia mengambilnya lagi....


..."Ghazi membuatku merindukannya lagi" kata Hot....


..."Sudah lama sekali kami baru bisa bertemu" kata Hot....


... Pesan dari Ghazi diterima oleh Tuan Oryn Mason....


... Dia dengan ekspresi penuh cinta membaca pesan dari orang yang selalu di hatinya selama ini....


... Sedang melakukan video call....


..."Aku mencintaimu. Ghazi" kata Hot....


..."I love you too" kata Ghazi....


... Dia melambaikan tangan dengan senyumnya yang tidak boleh tergantikan oleh siapapun....


..."Bye bye" kata Ghazi....


... Dia akan terkesan berbohong jika mengatakan dia tidak boleh tergantikan oleh siapapun kepada orang lain tapi inilah yang sesungguhnya dirasakan oleh Oryn Mason yang hanya memiliki teman sekaligus sahabatnya dalam hidup....


... Dia adalah salah satu orang yang menjadi sandarannya tetap bertahan menjalani hidup....


... Setiap melihat segala tentang dirinya membuat Tuan Oryn Mason menjadi berpikir ulang agar tidak menyerah....


..."Tidak apa-apa" ...


... Itulah yang selalu membuat hati dan pikirannya tenang ketika bersama dengannya kata kata itu dari semua kata penenang jiwa ketika bersama dengan Ghazi....


... Sambil memakan sandwich kesukaan Hot....


..."Jangan pernah pergi" kata Tuan Oryn Mason....


... Dia merasa sesedih itu ingin menangisi dirinya sendiri. ...


... Waktu berharga yang didapat oleh Jarrel kembali mundur ketika hal itu ia dapat....


... Sekitar pukul delapan kurang dua puluh menit malam....


..."Habisi saja aku!" kata seorang pria....


..."Kau yakin?" tanya Jarrel....


... Telapak tangannya siap dengan senjata yang muncul siap menggores wajah pria tersebut....


... Tanpa perlawanan dengan apa yang akan dilakukan oleh Jarrel tidak peduli apakah nyawanya akan menghilang atau masih bisa merasakan udara yang sama seperti orang lain rasakan....


... Ujung senjata menguap panas berada hanya berjarak satu sentimeter....


... Dia tidak berdaya dengan tindakan segala kemarahan seseorang akibat dari tindakannya diakui memang sangat jahat....


... Jarrel menarik kembali senjata yang keluar dari telapak tangan kanannya mengenyahkan raga yang ingin sekali menghajarnya disetiap bertemu dengan pria didepannya itu....


... Dia tersenyum seakan semua yang diperbuatnya bukan sepenuhnya adalah salahnya hanya sebuah kesalahpahaman yang terbaca ia isyaratkan....


..."Kau tidak akan menghabisiku?" tanya pria tersebut....


..."Setiap kata yang dikeluarkan olehmu tidak berguna sama sekali" kata Jarrel....


... Tertawa sinis....


... Melirik Jarrel....


..."Kau tahu alasanku tidak mengakhiri semua itu?" tanya pria tersebut....


... Jarrel kesal dan menghajar wajah pria itu....


..."Bug!" ...


... Pukulan keras dari Jarrel mengenai wajahnya sebelah kiri lalu sudah jelas darah itu keluar dari sudut kiri mulutnya lalu diusap oleh genggaman tangan pria tersebut. ...


... Bicara realita tentang lawan bicaranya....


..."Kau tidak bisa melawanku atau kau sedang berpura-pura saja" kata Jarrel....


..."Kau tahu semua yang kulakukan adalah kebohongan" kata pria tersebut....


... Menghajar lagi pria tersebut di wajah sebelah kanan dan kiri bergantian berulang kali hingga kelima kali....


... Menghempas pria tersebut....


... Dia tidak membalas pukulan dari Jarrel justru dia tertawa puas dengan apa yang ia terima....


..."Kenapa berhenti?!" kata pria tersebut....


... Menjelaskan apa yang membuat Jarrel semarah ini kepada orang tersebut....


..."Aku akui aku bersalah padanya lalu … " kata Hoshie....


..." … Apa alasanku tidak menghabisinya?" tanya Hoshie....


... Dia mencengkram kerah baju Hoshie lalu Hoshie berusaha melepaskan kedua tangan Jarrel dari kerah bajunya....


... Kedua tangan Jarrel terlepas dari kerah baju Hoshie....


..."Alasannya adalah aku terlalu bodoh membuatnya terluka" kata Hoshie....


..."Omong kosong!" kata Jarrel....


... Dia dengan karakter Hoshie....


..."Berhenti berpura-pura baik padanya. Kau sama sepertiku" kata Hoshie....


..."Hentikan jika kau hanya ingin menjadi seperti ku" kata Hoshie....


... Mengajar Hoshie lagi dalam satu pukulan di wajah....


..."Diam!" kata Jarrel....


..."Kau hanya banyak bicara saja" kata Jarrel....


... Darah sudah banyak keluar dari mulut Hoshie....

__ADS_1


... Menyadarkan Jarrel....


..."Dengar. Kau sama sepertiku!" kata Hoshie....


__ADS_2