
...Chapter 137: Sekarang....
..."Aku sudah selesai mengikuti permainan Hoshie" kata Oryn....
..."Aku terkesan seperti orang yang paling jahat sedunia" kata Hoshie....
... Ghazi datang bersama Xie....
... Menarik Oryn....
..."Ayo kita pulang" kata Ghazi....
... Bersemangat....
..."Ok" kata Oryn....
... Kali ini Hoshie berhadapan dengan kakak dari orang yang ia sayang....
... Dia dengan telapak tangan kanan naik ke atas menyapa Xie....
..."Kau tidak pulang?" tanya Xie....
... Lalu pergi berjalan pelan dengan disusul oleh Hoshie dibelakang mereka....
... Berharap seseorang untuk menanyakan kabar atau tidak sama sekali. Ingin diperhatikan tapi kini semakin sadar dan paham semua pengakuan dari orang lain tidak sepenuhnya penting....
... Dia hanya menginginkan waktu yang bisa membuatnya jauh lebih menerima segala apa yang telah dijaga dan miliki....
...Terkadang sebagai manusia biasa mungkin membandingkan kehidupan sendiri dengan orang lain itu semakin lama semakin melelahkan dan tidak begitu banyak berdampak positif bagi diri sendiri....
..."Aku ingin tidur lebih lama" kata Dashie....
... Ia kembali mendengarkan podcast yang sering didengar berulang kali untuk melatih kemampuan bahasa asing lebih baik lagi....
... Kepada diri sendiri....
..."Jangan nyerah dulu" kata Dashie....
..."Jangan nyerah dulu" kata Dashie....
... Dashie yang sibuk dengan persiapan perkuliahan yang akan datang beberapa Minggu lagi....
... Di kamar sebelah tidak jauh berbeda dengan remaja laki-laki yang kini ia tahu sebagai tetangganya....
... Sibuk seperti biasa dengan kegiatan belajar secara mandiri....
... Di depan pintu masuk kos kosan mereka....
... Hujan sudah mulai berhenti dengan gerimis dengan intensitas sedikit cukup lebat tapi tidak sampai hujan deras....
... Suasana hening setelah hujan selesai turun....
... Air hujan yang jatuh ke papan nama tempat penyewaan tempat tinggal para perantau seperti Dashie dan Nawa....
... Orang-orang mulai dengan aktivitas mereka yang sempat tertunda....
... Udara sangat dingin dengan langit yang terbilang masih mendung dipukul dua lebih lima belas menit siang....
... Dashie sudah disana sejak satu jam yang lalu datang menggunakan mobil milik kakak laki-lakinya yang terparkir di parkiran kos kosan ini bersama kendaraan dan mobil lain yang sudah ada disana....
... Jalanan gang tempat itu mulai berdatangan orang-orang yang melintas terlihat disana satu dua serta kendaraan kendaraan yang kembali melintas meski itu terlihat cukup jarang....
... Dashie mulai membuka akun sosial media miliknya dan melihat profil seseorang yang sudah tidak memiliki status apapun dengan dirinya....
... Ya, dia Rio. Akhirnya, telah mengakhiri sendiri permasalahan yang seharusnya sudah selesai lebih cepat tanpa sebuah drama yang sengaja atau tidak sengaja dibuat tidakkah penting siapa yang menjadi aktor dibalik kisah ini yang jelas hubungan asmara mereka memang sudah berakhir karena ulahnya sendiri....
..."Dia juga menghapus fotoku" kata Dashie....
..."Bahkan foto sebelum kita jadian" tambah Dashie....
... Dia agak lega tapi kemungkinan di hari kedepannya mereka sudah pasti akan sulit untuk bertemu dan berinteraksi seperti yang biasa mereka lakukan. ...
..."Tapi, ia masih tetap mengikuti akun sosial mediaku" jelas Dashie....
... Begitu juga Dashie yang belum unfollow akun sosial media milik mantan kekasihnya itu....
... Ponselnya yang tenang tak ada seorangpun diantara mereka yang menyaksikan kejadian tadi siang di pusat permainan olahraga golf....
..."Setidaknya aku tahu siapa orang yang benar-benar peduli dengan ku" kata Dashie....
... Dia melihat foto mereka yang ia ambil tadi siang sebelum kejadian itu terjadi....
... Ekspresi kedua sudut bibir yang menarik ke atas membentuk dua lesung pipi yang tersembunyi....
..."Oh so cute" kata Dashie....
... Dua menit kemudian....
... Diatas tempat tidur melihat langit kamar....
... Dia menangis tanpa suara tapi dia tetap menangis....
..."Tapi, aku nggak mau cerita siapa siapa kalau aku sedang sedih" jelas Dashie....
..."Kemana aku harus pergi?" tanya kepada diri sendiri....
..."Salahku sendiri yang bodoh banget. Ya Tuhan" kata Dashie....
... Menghapus air mata yang belum berhenti keluar....
..."Sungguh itu memalukan. Bagaimana aku bisa bicara dengan mereka?" tanya kepada diri sendiri....
... Ponselnya berbunyi....
... Dashie mendapatkan sebuah pesan....
... Dia mengambil ponselnya yang berada di sisi kiri buku tebal yang juga ada disisi lengan bagian dalam sebelah kiri....
... Terkejut....
..."Nawa?!" kata Dashie....
... Membuka pesan dari Nawa....
..."Pelankan suaramu. Aku sedang belajar"...
... Dashie tambah malu jadi berhenti menangis seketika....
... Balas Dashie....
..."Tadi. Pura-pura saja tidak dengar" ...
... Dibaca oleh Nawa....
... Dibalas....
..."Terserah" kata Nawa....
... Dashie menerima pesan ini lalu membacanya....
... Menaruh ponsel di tempat semula....
... Mendapat pesan lagi....
... Dibuka oleh Dashie....
..."Berhenti menangis. Orang-orang akan menilai mental mu lemah" ...
... Nawa yang tetap dengan layar laptop yang sedang ia gunakan untuk mengetik mengerjakan sebuah tugas....
__ADS_1
... Soft menelepon Nawa....
... Tetap dibiarkan oleh remaja laki-laki ini seperti biasa ketika ia menerima telepon dari salah satu teman dari bangsa Blacwhe itu....
... Soft yang sedang bersama dengan Stud....
... Duduk didepan sebuah lapangan basket....
..."Siapa orang yang membuatmu gelisah?" tanya Seymour....
... Bersandar di bahu sebelah kanan kekasihnya sambil menutup mata dengan realita bahwa Stud yang baru saja pulang setelah lembur di hari minggu di tempat kerja....
... Mengirim pesan lagi tapi belum juga dibalas....
..."Temanmu belum merespon?" tanya Stud....
..."Dia tidak pernah merespon" jelas Soft....
... Masih dengan mata tertutup dan bersandar di bahu pacarnya....
..."Dia pasti teman baikmu" kata Stud....
..."Tidak juga" kata Soft....
..."Masih anak itu kan?" tanya Stud....
..."Ya. Teman Bloom" jawab Soft....
... Mendengar kata Bloom dari lisan adik perempuannya itu langsung kakak perempuannya, Seymour memberikan reaksi yang bisa dibilang agak berlebihan dengan apa yang ia perlihatkan dengan wajahnya yang sedikit tidak senang....
... Sambil menonton pertandingan basket yang dilakukan oleh rekan-rekan satu kampus....
..."Jangan dekati mereka. Kakak sudah bilang berapa kali" kata Seymour....
..."Ya" kata Soft....
... Soft masih menunggu temannya itu untuk membalas atau menelepon balik dirinya tapi hal itu tidak dilakukan oleh Nawa....
... Dia dalam pikiran gadis remaja ini....
... Masih penasaran siapa yang seharusnya bertanggung jawab dengan kepergian seseorang yang mereka kenal....
..."Kenapa semua itu terkesan ditutup-tutupi dan lagi kakaknya sendiri terlihat tak bereaksi ketika adiknya telah pergi?" tanya Soft....
... ...
..."Aku sadar. Aku bukan siapa-siapa tapi bukankah ini mencurigakan sekali" kata Soft....
... Stud yang terlihat memejamkan mata bersandar di bahu kekasihnya....
..."Kau sepertinya sedang banyak pikiran?" tanya Stud....
... Naluri bangsa Blacwhe miliknya muncul....
..."Rasa penasaran itu bagus tapi tidak baik jika itu berlebihan" kata Stud....
..."Ok. Aku tidak akan melakukan ini lagi" kata Soft....
... Apa gadis remaja dengan jepit rambut kelinci ini akan mendengarkan nasihat dari kedua orang dewasa di dekatnya. Ya, tidak....
... Dia tetap melanjutkan mengirimkan pesan kepada Nawa dengan topik yang sama yaitu tentang siapa yang melenyapkan Bloom adik kandung dari Hoshie....
... Nawa tetap tidak peduli dengan pesan yang dikirimkan oleh gadis remaja ini....
... Dia hanya sesekali melihat bahwa Soft masih mengirim pesan kepadanya dengan layar ponsel yang menyala dengan notifikasi pesan dari gadis ini....
... Bergumam....
..."Apa dia tahu bahaya apa yang akan diterima jika terus membahas masalah ini?" tanya Nawa....
... Lanjut fokus lagi dengan apa yang ia kerjakan di layar laptop....
... Dirumah Hoshie....
... Hoshie sedang melihat layar komputernya lagi melihat grafik nilai sahamnya lagi....
..."Kau sibuk tapi tidak sibuk" kata Hoshie....
... Dia dengan dirinya yang lain muncul kembali....
..."Kau mau aku perbaiki ini atau tidak?" tanya Hot....
..."Kau membuatku takut" kata Hoshie....
... Hot yang sibuk dengan satu set alat yang reparasi yang ia gunakan untuk memperbaiki laptop....
... Hoshie yang belum menelpon dan mengirim pesan kepada Dashie baik itu online maupun offline....
... Melihat layar komputernya....
..."Dimana Ghazi sekarang?" tanya Hoshie....
..."Dia di rumah sakit" jawab Hot....
..."Siapa yang sakit?" tanya Hoshie....
..."Teman kuliahmu" jawab Hot....
... Dia mengingat siapa teman kuliahnya yang sedang sakit....
..."Tak ada teman kuliah ku yang sakit" kata Hoshie....
..."Aku tidak akan menjelaskan lagi" kata Hot....
... Cuek....
..."Terserah" kata Hoshie....
... Dibalas dengan sikap cuek sama dengan apa yang dilakukan oleh sahabatnya itu....
..."Ya sudah" jawab Hot....
... Berbalik kepada Tuan Oryn Mason....
... Dia yang sibuk tidak mau diganggu oleh orang yang terlihat sedang senggang itu....
... Tatapan mengerikan dari mata Hot....
..."Apa lagi. Disana ada mantan mu itu. Apa aku juga harus cerita?" tanya Hot....
... Membela diri....
..."Ya. Kenapa kau jadi marah, aku hanya sedang bosan saja" kata Hoshie....
... Dia tidak akan pergi sampai emosi orang yang sedang duduk di kursi meja belajarnya itu sudah mulia menurunkan jumlah aura bangsa Blacwhe miliknya menjadi lebih stabil....
... Kembali Hoshie dengan layar komputer dengan grafik yang terus bergerak....
..."Aku tidak bisa bertindak sesuai apa yang kau inginkan" kata Hot....
..."Apa ini juga salah satu pekerjaan mu?" tanya Hoshie....
... Tidak mendapatkan respon dari Hot....
... Dia ingin lari menemui Rio sudah tentu ini diketahui oleh Hot atas tindakan apa yang dilakukan oleh sahabatnya itu setelah kejadian tadi siang yang diantara Dashie dan Rio....
... Hoshie membuka box yang berisi coklat truffle dengan rasa mint....
... Memakan satu....
__ADS_1
... Lalu satu lagi sambil melirik ke arah orang yang sangat serius dengan pekerjaan di kedua tangan....
... Hot sudah selesai memperbaiki laptop milik Hoshie....
..."Kau bisa memeriksanya lagi" kata Hot....
... Hoshie pergi ke meja tempat sahabatnya baru saja selesai memperbaiki laptopnya....
... Hoshie menyalakan lagi laptopnya yang baru saja diperbaiki oleh Oryn....
..."Wahh. Ini sudah kembali seperti baru lagi" puji Hoshie....
... Datar dengan pujian yang diberikan oleh sahabatnya itu....
... Melihat layar laptop....
... Hoshie memberi respon atas raut wajah yang ditunjukkan Hot padanya....
..."Ada apa dengan wajah itu. Kau memang hebat" kata Hoshie....
..."Apa ada yang perlu diperbaiki lagi?" tanya Hot....
..."Hasil kerjamu selalu profesional" kata Hoshie....
... Tak ada yang harus dikerjakan lagi oleh Hot....
... Dia membereskan peralatan reparasi elektronik miliknya....
... ...
..."Aku akan pergi" kata Hot....
..."Titip ini dirumah mu" kata Hot....
..."Ya. Taruh saja di tempat biasa" kata Hoshie....
... Aura negatif yang dimiliki oleh Hoshie sudah kembali normal ini membuatnya memutuskan untuk segera pergi....
... Masih dengan laptop yang ia periksa....
..."Terimakasih untuk ini" kata Hoshie....
... Di stadion lapangan basket....
... Orang-orang bersorak memberikan support kepada para pemain dari kedua grup masing-masing pemain....
... Ramai bisa dibilang seperti itu dengan kursi kursi stadion yang hampir terisi penuh dengan para penonton....
... Soft melirik ke arah orang lain yang datang bersamaan dengan kekasihnya yang baru saja lembur kerja....
..."Jangan terlalu lama melihatnya. Kau bisa jatuh cinta" kata Stud....
... Berbisik kepada pacarnya....
..."Sayang. Apa kita perlu berteman dengan orang itu?" tanya Soft....
... Jujur dengan circle pertemanan ini....
... Berbicara berbisik....
..."Mungkin ini hanya sementara" kata Stud....
... Sambil makan popcorn yang ada di dalam genggaman tangan sebelah kiri dari dalam box....
..."Kau mau popcorn?" tanya Soft....
..."Tidak. Aku hanya ingin istirahat" jawab Stud....
... Dia yang kembali perhatian kepada kekasihnya itu....
..."Aku sudah menyuruhmu jangan datang lebih baik istirahat di rumah" kata Soft....
... Membuka mata lalu menatap ke arah Soft....
... Tidak bersandar lagi di bahu kanan kekasihnya itu....
..."Aku hanya ingin melihatmu" kata Stud....
... Dia sedikit geleng-geleng kepala mendengar penjelasan dari kekasihnya....
... Melihat ke arah Rio yang sedang dengan dirinya sendiri untuk ikut menonton pertandingan bola basket didepannya saat ini....
... Stud yang belum tahu cerita kisah asmara sahabat dari pemilik identitas yang ia gunakan untuk penyamaran....
..."Dia sudah seperti mayat" kata Stud....
... Makan popcorn sambil juga melihat ke arah Rio....
..."Sejak kalian datang kemari" kata Soft....
..."Dia juga tidak bisa menjadi target dari bangsa Blacwhe. Ini membuatku heran, kenapa ini bisa terjadi?" tanya Stud....
..."Manusia yang beruntung" kata Soft....
... Berkata jujur mengenai orang yang sedang mereka perhatikan....
..."Dia beruntung tapi tidak dengan sikapnya yang menjengkelkan" kata Stud....
..."Tapi, dia terlihat seperti pria baik-baik" kata Soft....
..."Meski dia manusia tapi kelakuannya tidak jauh berbeda dengan bangsa Blacwhe" jelas Stud....
... Jiwa kejam dan sadis Soft kembali....
..."Apa aku perlu memberinya pelajaran?" tanya Soft....
..."Hentikan. Itu tak ada gunanya sama sekali" kata Stud....
..."Sudah lama sekali aku tidak memukul seseorang" kata Soft....
..."Simpan tenagamu" kata Stud....
... Dia menarik tangan kekasihnya agar tidak bertindak gegabah untuk memukul seseorang yang bahkan mereka tidak kenal sama sekali....
... Stud melihat waktu yang masih harus dinikmati untuk menonton jalannya pertandingan di pukul lima lebih dua puluh menit sore....
..."Jangan melihatnya terus. Sudahlah, ayo duduk dengan tenang" kata Stud....
... Seymour terlihat tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi dengan adiknya tapi sebenarnya ia sangat peduli bahkan ketika ia tahu adiknya akan menghajar seseorang ia sudah bersiap dengan tindakan yang juga tidak bisa ditebak oleh siapapun bahkan Stud....
..."Perhatikan saja adik ku. Kau bahkan takut aku bertindak sesuatu" kata Seymour....
..."Apa aku salah. Ini hanya peringatan saja" kata Stud....
... Menyaksikan sendiri kedua orang yang sedang mempertahankan pendapat mereka....
..."Berhentilah. Kalian tidak perlu seserius itu" kata Soft....
... Mereka berdua akhirnya menonton pertandingan basket dengan lebih menikmati dari setiap detik jalannya pertandingan di sore ini....
... Di pekerjaan yang sudah dikerjakan meski di hari libur....
... Pukul lima lebih dua puluh menit di jalan yang sama yang mengarah ke tempatnya bekerja sekaligus tempat seseorang tinggal sekarang....
... Ia melihat ke sebelah kiri atas dari salah satu kamar dari tempat penyewaan tempat tinggal di depannya sekarang menghadap ke arah selatan....
... Menelepon Dashie....
..."Kau akan mengurung dirimu terus?" tanya Jarrel....
__ADS_1
..."Keluarlah" kata Jarrel....
... ...