
...Chapter 206: Rumah lain....
... Rumy terbangun di pukul sembilan malam....
... Bergerak menengok ke berbagai arah dan melihat Onyx sedang berkeliling melihat area sekitar meja-meja komputer....
..."Di luar hujan sangat deras" kata Rumy....
... Baru saja melihat luar halaman rumah dengan pintu kaca yang tertutup....
... Melihat di belakangnya....
..."Aku akan pindah di kamarku" kata Rumy....
... Ayahnya terlihat baru saja tiba setelah dari tempat bengkel dengan payung hitam yang digunakan di sandarkan di lantai bawah dekat pintu masuk rumah....
... Ved masih belum bisa pergi bergerak berpindah tempat dari beberapa kursi yang ada didepan komputer yang tidak disewa oleh para pengunjung warung internet yang belum tutup ini....
... Jarum jam masih terus bergerak dan sekarang sudah pukul sebelas malam kurang enam menit lagi....
... Tempat usaha rumahan ini mulai akan tutup dengan pemiliknya yang sedang membereskan kursi-kursi dibantu oleh Onyx yang juga sedang mematikan layar komputer. ...
..."Paman. Aku sudah selesai, apa aku sudah boleh pulang?" tanya Onyx....
..."Pulanglah. Biar Paman yang menyelesaikan sisanya" kata Ayahnya Rumy....
... Waktu bertambah lagi hingga kini sudah setengah dua belas malam....
... Dia masih disana sendiri dengan ruangan gelap lampu terang menyebar cahaya dari ruang tengah hingga ke bagian belakang rumah....
... Menatap waktu di layar ponsel dengan cahaya menyala ada didalam diri semakin menyebar perlahan membawa pergi....
... Di luar rumah....
... Oryn sengaja memindahkan Ved dipukul hampir tengah malam ini setelah menunggu pemiliknya mematikan ruang usaha mereka....
... Cahaya yang berasal dari raga Ved memecah halus menjadi cahaya putih butiran keunguan juga ada disetiap ruangan....
... Dia berpindah di luar rumah Rumy....
... Dari dalam kemudi mobil....
..."Kau berpikir seharusnya kau sudah mati?" tanya Oryn....
... Semua yang dilihatnya adalah sebuah keheningan malam sesuai apa yang ada di dalam isi pikirannya yang belum bisa menerima bahwa nasibnya akan berakhir seperti ini....
..."Kau tidak bisa sembarangan keluar menghirup udara bebas" kata Oryn....
... Dia belum berkomentar tentang dirinya yang bisa berada disana setelah mantra yang dikatakan oleh orang yang sedang berada didalam kursi kemudi....
... Oryn dan permen coklat yang dimakan dibuka baru saja dari bungkusnya yang mengikat....
... Lalu memakan satu buah coklat karamel....
... Taksi datang....
... Ved mendapatkan sebuah taksi yang baru saja dipesan melalui aplikasi online dari dalam ponsel....
... Dia dalam kondisi panik dengan perubahan diri berusaha tetap bersikap seperti biasa seolah tak terjadi apapun yang sedang membuatnya khawatir tentang dirinya....
... Oryn Mason sudah melihat Ved pergi dengan taksi....
..."Dia pikir sempurna saja cukup untuk menjalani hidup didunia ini" kata Oryn....
... Nada suara tegas....
..."Tidak!" kata Oryn....
..."Aku hanya menebak tapi aku yakin tebakan ku benar … kalau dia memang tidak beda jauh dengan seseorang" kata Oryn....
..."Dia ternyata meremehkan tentang kondisinya sendiri" kata Oryn....
... Beberapa detik kemudian lalu Oryn menelepon Hoshie....
..."Ya. Ada apa?" tanya Hoshie....
..."Kau dimana?" tanya Oryn....
... Sedang menunggu giliran bermain biliar....
..."Biasa di tempat bilyard" jawab Hoshie....
... Terdengar ruang bilyard yang cukup ramai....
..."Mungkin aku akan kesana" kata Oryn....
..."Ya datang saja" kata Hoshie....
... Obrolan berakhir....
... Di tempat bermain bilyard....
... Hoshie bersama dengan teman-teman satu tongkrongan sedang bermain bilyard setelah baru saja tertidur di ruangan pribadi di gedung bermain billiard untuk beristirahat setelah seharian beraktivitas....
... Salah satu dari mereka bertanya tentang seseorang....
..."Aku tidak melihat seorangpun gadis disekitar mu sekarang?" tanya seorang berkaos polos putih dengan celana jeans hitam serta sepatu kets hitam....
... Dia yang sedikit masih mengantuk setelah bangun dari tidur....
... Hoshie hanya dengan tawa kecil mendengar pertanyaan itu....
... Pria berkulit kuning Langsat berkomentar sambil memukul bola diatas meja bilyard dengan tingkat....
..."Kau hanya tidak peka saja" kata pria dengan topi hitam dengan kaos hijau dan celana kasual hitam pendek serta alas kaki coklat....
... Pria berkaos putih....
..."Aku?" tanya kepada diri sendiri....
..."Crew hanya berpura-pura" kata Crew....
... Dia memukul lagi bola dengan tongkat biliar....
... Pria berkaos hijau berlengan pendek melirik ke arah Hoshie....
..."Kau takut kami merebutnya darimu?" tanya pria ini....
... Jujur....
__ADS_1
..."Apa yang harus ku tanyakan lagi?" tanya Hoshie....
..."Ini hanya sebuah pertahanan diri" kata Hoshie....
... Kini giliran untuknya mengambil poin di permainan yang sedang mereka lakukan bertiga....
... Crew....
..."Sky" panggil Crew....
..."Kau tahu siapa gadis yang membuatnya menjadi seperti ini?" tanya Crew....
... Tertawa kecil meledek nada suaranya terdengar jelas....
..."Kau tertawa?" tanya Crew....
..."Aku hanya pura-pura tidak tahu saja" jawab Sky....
... Meledek belum selesai oleh keduanya....
... Memberikan giliran bermain untuk salah satu temannya itu....
..."Giliran mu!" kata Hoshie....
... Crew bermain lagi....
... Hoshie masih dalam mode tenang dan belum terusik dengan candaan teman-temannya itu....
... Memukul bola merah dengan tongkat mengarahkan bola putih tepat memasukkan ke lubang sisi bawah sebelah kanan satu poin lagi untuk Crew....
..."Kali ini dia sudah jatuh dipelukan gadis itu" kata Crew....
..."Sudahlah. Dia memang sudah menaklukkan teman kita ini" kata Sky....
... Dia yang sudah mulai bereaksi....
..."Aku juga tidak melihat pacar kalian" kata Hoshie....
... Sebuah pembicaraan ringan tapi sengaja digunakan untuk mengalihkan topik pembicaraan kedua teman tongkrongannya....
..."Ternyata dia tidak tergantikan" kata Crew....
... Sky tidak langsung memukul bola tapi merasakan hal yang sulit untuk dikatakan tiba-tiba terlintas didalam pikiran....
..."Aku seperti pernah melihat gadis itu tapi entah dimana aku lupa" kata Sky....
..."Bagaimana jika … tidak mungkin tapi … " kata Sky....
... Mengambil waktunya untuk memukul bola lagi....
..."Apa ada sesuatu yang sudah kamu ketahui?" tanya Hoshie....
... Tegas....
... Berhasil mengambil poin lagi dalam permainan kali ini....
..."Tidak ada apapun yang sedang kusembunyikan" kata Sky....
... Crew memilih untuk duduk di sofa panjang coklat semi kulit sambil meneguk bir yang ada di dalam gelas yang berukuran sedang....
... Dia sedang menenangkan diri lalu melihat ponsel sahabatnya itu sedang bergetar dengan nama seseorang yang tidak pernah diketahui olehnya dan itu adalah Dashie....
... ...
..."Siapa Dashie?" tanya Crew....
... Hoshie berbalik ke arah Crew yang sedang memegang ponselnya yang sedang menerima panggilan telepon dari seseorang....
... Mengambilnya dari tangan Crew....
... Ponsel itu tanpa suara meski belum diakhiri oleh Dashie....
... Hoshie memilih duduk dan bersandar di sofa menunggu seseorang mengucapkan kata-kata seperti biasa sering dialami ketika seseorang terbangun dan melakukan hal ini tanpa sadar sedang menghubungi nomor ponselnya....
... Sky sedang melanjutkan bermain bilyar lalu datang Oryn....
... Dia duduk di sebelah kiri Hoshie lalu menutup mata terus langsung bersiap untuk tidur....
..."Geser sedikit" kata Oryn....
... Pukul sepuluh lebih dua puluh menit....
... Di depan rumah bibi Yellow....
... Dia dengan satu koper berisi pakaian miliknya yang diambil oleh bibinya ketika waktu penyegelan rumah terjadi ketika gadis remaja ini sedang bekerja....
... Tak ada kata yang ingin diucapkan tentang tawaran dari saudara dari ibunya yang menawarkan untuk Yellow tinggal disana mengingat bagaimana bisa dia tinggal dengan keluarga yang tidak memiliki kamar untuknya bisa tidur....
... Dia tampak meminta izin lalu pergi keluar dari dalam rumah bibinya ketika semua anak-anaknya sudah tertidur lalu pergi menarik koper hitam yang tidak terlalu besar menuju ke arah perhentian bus....
... ...
... Orang-orang memperhatikan gadis remaja ini menyeret dengan semangat koper yang dibawa melewati gang sekitar rumah yang terbilang tidak terlalu sepi di waktu menjelang tengah malam....
... Bus datang dan dia pergi naik bus menuju ke suatu tempat yang berjarak tidak terlalu jauh untuk sampai disana....
... Sepuluh menit kemudian....
... Yellow turun dari dalam bus lalu berjalan dengan jalan yang sama digunakan oleh Dashie yang baru saja membeli sesuatu dari sebuah minimarket....
... Dia melihat seseorang yang pernah dia lihat sebagai seorang teman dari tetangga tempat tinggalnya sekarang dari dalam minimarket....
..."Terima kasih" kata Dashie....
... Dia menerima barang belanjaannya di kasir setelah proses pembayaran baru saja dilakukan lalu segera menuju ke pintu keluar untuk mengejar gadis yang baru saja lewat di depan minimarket....
... Mengikuti Yellow dari arah belakang tanpa harus menyapa lebih awal tapi tetap mengawal akan pergi kemana gadis remaja di depannya itu....
... Keduanya mengambil jalan di sebelah kiri bahu jalan dengan Dashie memberi jarak sekitar sepuluh langkah dari arah Yellow masih berjalan lurus sama juga jalan yang Dashie akan lalui....
... Berbalik....
... Saling melihat satu sama lain....
..."Kau mau pulang?" tanya Dashie....
... Agak terkejut....
... Mengangguk tanpa mengelak lalu Yellow menunggu untuk Dashie agar bisa berjalan beriringan dengannya tanpa rasa canggung mengajaknya lebih akrab....
__ADS_1
..."Kau sendirian saja?" tanya Dashie....
..."Ya bisa dibilang begitu" jawab Yellow....
... Dashie melihat barang bawaan dari Yellow yang bisa dibilang akan mencari sebuah tempat untuk menginap malam ini....
..."Kamu memiliki saudara di dekat sini?" tanya Dashie....
... Kurang bersemangat....
..."Tidak" jawab Yellow....
... Sedikit kesimpulan yang bisa diambil oleh Dashie bahwa dia sudah mendapatkan insting untuk memberikan batasan dalam obrolan mereka....
... Diam....
... Menikmati momen di kisah hidupnya sendiri....
... Didalam diri dengan isi pikirannya sendiri....
..."Apa dia sedang mencari tempat tinggal disekitar tempat ini?" tanya Dashie....
... Mengingat akan suatu hal yang pernah dilakukan olehnya untuk mencari sebuah tempat tinggal di area tempat dimana ia sekarang ini berada....
..."Apa ini hari buruk untuknya?" tanya Dashie....
..."Ku pikir dia membutuhkan tempat tinggal tapi apakah dia mau tinggal ditempat ku juga" kata Dashie....
..."Menurut ku, tempat tinggal ku sekarang cukup aman dan juga nyaman selain itu juga tidak terlalu menguras kantong" kata Dashie....
..."Tapi, aku tidak tahu apakah dia akan setuju jika aku tawarkan kepada gadis remaja ini" kata Dashie....
... Melihat waktu di layar ponsel....
... Sudah hampir akan pukul sebelas malam kurang dua menit lagi....
..."Ini sudah malam. Aku jadi khawatir" kata Dashie....
... Lima menit berlalu ketika mereka berdua berjalan beriringan dengan arah yang sama lalu saat ini tiba-tiba saja Dashie mendengar isi hati orang lain lagi....
... Masih belum percaya tapi dia mendengarnya....
..."Aku harap masih ada tempat untukku di tempat tinggal Nawa sekarang" kata Yellow....
... Suara mengeluh....
..."Ahh. Dimana lagi aku bisa mencari tempat tinggal ini sudah malam" kata Yellow. ...
..."Kenapa semua ini terjadi kepada ku?" tanya Yellow....
..."Aku tidak tahan lagi menjalani ini" kata Yellow....
... Hatinya yang terdengar sedang berteriak keras....
..."Ahhhhhh!" teriak Yellow....
..."Dia juga belum kembali. Pergi kemana dia sekarang" kata Yellow....
... Suara mulai pelan terdengar sekarang oleh Dashie....
..."Apa dia tahu kalau aku juga mencemaskan dirinya?" tanya Yellow....
..."Aku takut terjadi apa-apa dengannya" kata Yellow....
..."Aku bahkan tidak ada waktu untuk menangisi nasib sialku ini" kata Yellow....
... Merasakan kondisi dirinya sendiri....
..."Aku juga sampai lupa tubuhku sakit semua setelah seharian bekerja" kata Yellow....
..."Apakah dia tahu bagaimana keadaanku sekarang setelah dia pergi?" tanya Yellow....
... Dia tidak mendapatkan pesan dari ibunya setelah mengirim pesan dan menelepon sudah berapa kali tapi tidak mendapatkan respon balik dari orang yang sedang dia cemaskan....
... Dashie tetap berada disisi gadis disebelah kirinya itu....
... Melirik sedikit sesekali ke arah Yellow sambil jalan menuju tempat tinggalnya yang akan sampai di dua puluh langkah lagi....
... Tiga langkah lagi untuk sampai dia tempat yang sedang keduanya tuju....
... Sampai di depan sebuah gedung lalu Dashie berjalan melewati pintu masuk awal tempat tinggalnya sekarang....
... Yellow masih ragu berdiri didepan pintu masuk....
... Berbalik....
... Wanita berusia sekitar lima puluh tahun ke atas berada didalam sebuah ruangan yang terlihat sebuah kaca jendela luas....
..."Kau ingin mencari tempat tinggal disini?" tanya seorang wanita....
..."Masuklah" kata pemilik rumah....
... Yellow belum menghiraukan pemilik rumah yang sedang mengajaknya bicara karena dia sedang melihat ke sekitar gedung apakah sudah benar dia memilih tempat yang dia datangi untuk digunakan untuk tempat tinggal....
... Pemilik rumah datang menghampiri gadis remaja ini sedangkan untuk Dashie dia masih berdiri menunggu Yellow dari balik dinding mendengar isi percakapan keduanya....
..."Disini juga ada beberapa siswa sekolah menengah atas yang tinggal yang juga seumuran denganmu" kata pemilik rumah....
..."Kau jangan khawatir disini cukup aman untuk kalian para siswa tinggal" kata pemilik rumah....
... Yellow mulai mau masuk kedalam area lantai pertama gedung dengan disusul beberapa orang yang baru saja pulang setelah beraktivitas melewati keduanya yang sedang melakukan negosiasi....
... Sepuluh menit kemudian lalu Yellow diantar oleh pemilik rumah untuk melihat salah satu kamar di gedung tersebut....
... Dashie segera pergi menuju lantai dua menuju ke arah kamarnya dengan berjalan lebih cepat....
... Suasana yang bisa dikatakan cukup tenang menjelang tengah malam di sekitar tempat ini membuat isi percakapan kedua orang yang berada di lantai yang sama sekarang Dashie sudah berada di dalam kamarnya dengan dua orang yang sedang mengobrol baru saja melewati pintu kamarnya menuju ke arah utara lagi akan melewati beberapa kamar lagi yang terdengar dari langkah kaki mereka lalu terhenti dalam beberapa langkah yang masih dalam lantai dua di lantai yang sama....
... Membuka salah satu pintu kamar yang belum ditempati oleh penyewa kamar lain....
... Yellow melihat kamar yang ditawarkan oleh pemilik rumah....
... Dia melihat dari arah luar....
..."Saya ambil kamar ini" kata Yellow....
... Keduanya sedang melakukan negosiasi lalu proses transaksi berlangsung dengan pembayaran di awal bulan sedang dilakukan oleh Yellow yang memberikan uang tunai kepada pemilik rumah....
..."Terima kasih" kata Yellow....
__ADS_1
... Gadis remaja ini menerima kunci kamar dari pemilik rumah lalu masuk kedalam kamar menutupnya kembali lalu menguncinya langsung dari dalam kamar....