
...Chapter 75: Tentang kita....
... Di rumah sakit....
..."Apa yang kau lihat sebenarnya?" tanya Poet....
... Tubuh Hoshie terlihat oleh Rumy mulai menguap dengan sendirinya seperti asap menghitam perlahan pergi lalu berhenti secara tiba-tiba kembali tidak lagi menguap ke udara kembali tubuh Hoshie menjadi utuh....
... Menerima semua yang dilihatnya secara mentah-mentah akan membuatnya syok ingin segera berlari tapi orang yang membuatnya terkejut berbalik dan menatap semua orang yang duduk di sofa yang sedang memperhatikan dirinya....
... Terlihat lemas selayaknya orang yang sedang sakit....
..."Aku ada dimana?" kata Hoshie....
... Rumy terlihat sedang akan mencari perlindungan dari sisi Poet dengan bangkitnya Hoshie....
... Poet melempar bantal dari sofa yang digunakan untuk bersandar kepada Hoshie....
..."Aku adalah malaikat maut mu!" kata Poet....
... Bantal itu mengenai kaki Hoshie tidak terlalu keras melempar tapi terasa seperti pukulan yang amat sakit diterima oleh Hoshie....
..."Aku kira ini bukan duniaku" kata Hoshie....
... Dia mengambil bantal yang tadi di lempar oleh Poet lalu dipeluk erat bantal itu sambil menahan rasa sakit di seluruh badan menatap langit kamar....
... Kembali melihat Rumy....
..."Kau lagi" kata Hoshie....
... Rumy kembali ketakutan jika akan diajak bicara oleh Hoshie....
... Poet melihat reaksi ini....
... Tidak ada pembelaan sama sekali untuk Hoshie....
..."Dia memang menakutkan kita sudah terbiasa" kata Poet....
... Hoshie tentu akan bereaksi dengan dunianya yang tidak banyak pembelaan untuk dirinya....
..."Aku memang menakutkan" kata Hoshie....
... Rumy menjauh dari sisi Poet dari pencarian perlindungan....
... Dia kembali mengajak bicara Rumy....
..."Jangan berlindung padanya. Dia sahabat ku pasti tidak jauh berbeda denganku" kata Hoshie....
... Tidak peduli dengan semua yang dipedulikan Rumy adalah bagaimana bisa tubuh manusia bisa menguap ke udara perlahan menghilang dan kini kembali seakan-akan tidak terjadi hal apapun....
... Imajinasinya sedang diuji dengan apa yang baru saja dilihatnya terjadi kepada Hoshie....
..."Dunia khayal ku luar biasa" kata Rumy....
... Lanjut membaca komik yang diberikan oleh Poet....
... Dari pihak Hoshie yang secara sadar baru saja melihat dirinya sendiri tubuhnya mulai menguap ke udara lalu kembali menyatu seperti semula mempertahankan diri agar tidak menyerah dengan kondisi terburuk....
..."Bagaimana kalau Dashie terus mencariku?" tanya Hoshie....
..."Jika aku pergi tanpa pamit sama seperti Luc" kata Hoshie....
... Melihat kondisi Hoshie saat ini membuat Rumy berpikir lagi untuk memberitahu seseorang mengenai kondisinya yang sedang sakit....
... Mempertimbangkan lagi orang yang dimaksud oleh Rumy akhirnya juga membutuhkan seseorang....
... Dua orang disisinya menjaga sepertinya tidak perlu....
... Melihat Hoshie yang sedang menatap langit kamar rawat rumah sakit....
..."Apa aku perlu memberi tahu Kak Dashie kalau kau sedang sakit?" tanya Rumy....
... Suara berat menahan rasa sakit....
..."Tidak boleh" kata Hoshie....
..."Kau yakin?" tanya lagi Rumy....
..."Ya" jawab Hoshie....
... Fable membiarkan mereka berdua berinteraksi untuk mengurangi perselisihan yang terjadi sebelumnya di antara mereka....
... Lalu menunggu waktu yang tepat untuk dirinya berbicara....
..."Kau hanya demam saja tapi bisa separah ini?" tanya Fable....
... Hoshie menanggapi pertanyaan ini....
..."Aku tidak mungkin menjelaskan detail penyakitku" kata Hoshie....
..."Lihat kau kembali dengan dirimu" kata Fable....
... Poet menaruh buku komik yang selesai dibaca lalu mengambil satu buku lagi di series dan judul yang sama komik yang akan dibaca selanjutnya....
..."Setidaknya kau masih bisa marah-marah lagi itu berarti kau sudah mulai membaik" kata Poet....
... Rumy bertanya lagi dengan tema pertanyaan yang sama....
..."Kau yakin tidak akan memberitahu sedang disini?" tanya Rumy....
... Dia tidak ingin menjawab lagi dengan ekspresi wajah kesal yang bukan berarti membenci. ...
..."Kau akan terbiasa jika menghadapinya setiap hari" kata Poet....
... ...
... Menjadi seperti robot hati dan pikirannya menerima....
..."Ok" kata Rumy....
... Rumy sudah melihat profil Dashie yang saat ini sudah tidak berpacaran dengan seseorang dan tidak memiliki pacar tapi ada satu hal yang membuatnya penasaran dengan seseorang yang selalu menandai di setiap unggahan selalu menandai orang yang sudah dianggapnya sebagai kakak perempuannya selama ini dan orang itu adalah Hoshie....
... Menghitung berapa hari Dashie berpacaran dengan Ten sungguh menyesakkan jika berada di posisi yang menyedihkan seperti itu tapi sebagai orang yang menyayanginya Rumy baru mengetahui kabar ini....
... Sedih tanpa kata....
..."Kemana saja aku selama ini?" tanya Rumy....
... Semua orang yang berada di sana sedang membujuknya untuk memberitahu Dashie agar dia bisa datang menjenguknya sedangkan untuk Hoshie sedang menahan diri agar tidak selalu bergantung kepada Dashie....
... Nawa yang sedang sakit menjadi lebih manis dari Hoshie patuh diatas tempat tidur menikmati buah menggigitnya secara perlahan sambil mendengar percakapan mereka....
... Juga dengan Po setelah perkenalan mereka dia memfokuskan diri untuk merawat pacarnya yang sedang sakit....
__ADS_1
..."Sayang. Ini minumnya" kata Po....
... Nawa menerima air hangat yang diberikan oleh Po lalu meminumnya sedikit....
..."Sudah" kata Nawa....
... Tidak sengaja melihat mereka berdua dalam situasi seperti itu, Hoshie melihat Nawa dengan tatapan seperti akan marah....
... Nawa juga sengaja iseng dengan pertanyaan dengan tema yang sama....
..."Kenapa kau tidak berkata jujur saja?" tanya Nawa....
... Memeluk bantal lalu tidak menjawab pertanyaan dari Nawa....
... Di event pameran....
... Dashie yang merasa perasaannya tidak nyaman sejak tadi malam menjadi khawatir tanpa sebab terlebih dengan lamunan yang didapat dengan memori yang tidak tahu darimana asalnya tentang dirinya yang selama ini seingatnya tidak pernah ada tiba-tiba saja muncul lumayan membuat menambah segala pikiran acak yang berputar diisi kepala....
... Ponselnya berdering lalu Dashie bersemangat lagi untuk menjawab panggilan dari seseorang....
... Menggendong Babe yang sudah anteng dalam gendongan....
... Ten memanggil Dashie yang dia kira itu adalah Hoshie....
..."Ya. Ini aku?" tanya Dashie....
... Ten senang disaat seperti ini kondisinya yang jauh lebih membaik dan bisa mendengar suara Dashie lagi....
... Dia ada didalam kamarnya sendiri dengan selang infus masih menempel ditangan sebelah kanan....
..."Kenapa kau diam saja. Bicaralah" kata Dashie....
..."Aku tidak akan menutupnya. Katakan saja" kata Dashie....
... Ten sudah mau berbicara dengan kondisinya yang belum sepenuhnya pulih tidak mudah untuk berbicara seperti kondisinya disaat sedang sehat tidak jauh berbeda dengan kondisi yang dialami oleh Hoshie....
..."Aku hanya ingin mendengar suaramu" kata Ten....
... Dashie merasa tidak nyaman jika diperlakukan istimewa oleh orang lain....
..."Hmmm" kata Dashie....
..."Aku tutup teleponnya" kata Ten....
... Sudah menutup teleponnya hanya untuk mengatakan hal itu kepada Dashie....
... Untuk mantan kekasihnya yang merasa agak aneh dengan sikapnya yang seperti ini lalu melihat layar ponsel yang sudah berakhir panggilan telepon dari mantan kekasihnya itu....
..."Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi kepadanya" kata Dashie....
..."Sudahlah" kata Dashie....
... Di rumah Ten....
... Dia tidak sendirian kini ada Jarrel di ruangan tersebut dengan asik bermain game di layar ponsel....
... Presdir Jo dan Ved sudah pergi dengan urusan pekerjaan yang harus dikerjakan meski di hari libur....
... Ten melihat Jarrel....
..."Kau butuh sesuatu?" tanya Jarrel....
..."Saat ini belum" jawab Ten....
..."Aku tidak akan membuatnya harus memilih seperti tidak ada kerjaan saja" kata Jarrel....
... Logikanya berjalan lebih dominan menguasai diri....
..."Siapa harus pilih siapa. Semua itu tidak penting" kata Jarrel....
..."Yang disini takut memperjuangkan" kata Jarrel....
..."Dan yang satunya lagi selalu sibuk dengan urusannya sendiri" kata Jarrel....
... Untuk Dashie yang lebih memilih untuk menghubungi nomor ponsel Hoshie yang masih aktif tapi tidak mau menjawab panggilan dari dirinya membuatnya memiliki perasaan bukan marah lebih cenderung khawatir....
..."Dia kenapa lagi sih?" tanya Dashie....
..."Kalau sampai terjadi sesuatu dan dia tidak memberitahuku lagi. Awas saja!" kata Dashie....
... Segala kekesalan dengan suara lirih dikatakan olehnya didengar oleh Pax yang sedang membereskan dokumen dokumen yang akan digunakan untuk melamar pekerjaan lagi....
... Menutup map yang berisi beberapa dokumen....
..."Kau masih berteman dengan Hoshie?" tanya Pax....
... Melihat ke arah Pax....
... Mengangguk....
..."Begitulah" kata Dashie....
..."Dia tidak buruk juga" kata Pax....
... Pax akan pergi sebentar....
... Memperhatikan Babe yang tenang didalam gendongan Dashie....
... Mengelus ubun-ubun balita perempuan didekatnya....
..."Sayang ingin es krim coklat?" tanya Pax....
..."Babe suka es krim" kata Babe....
... Dashie terlihat menutupi segala kekhawatirannya tentang orang lain dari mereka semua tapi tidak dengan Pax yang membaca ekspresi yang sedang ditutupi sudah terbaca....
..."Aku ingin membeli sesuatu sebentar, kau ingin ku belikan apa?" tanya Pax....
..."Apapun pilihan mu pasti lezat" kata Dashie....
..."Ok" kata Pax....
... Pax berpikir bahwa temannya tidak lebih tepatnya dia menganggapnya lebih dari sahabatnya itu sudah semestinya gambaran dari hubungan pertemanan yang sedang terjalin....
... Wanita berpakaian formal itu berjalan pergi keluar dari area parkir....
... Sudah mulai masuk di area pameran yang khusus menjual makanan memilih mana yang harus dibeli lalu dia mengirim pesan kepada Hot untuk menanyakan makanan yang ingin di makan....
..."Cepat balas. Aku tidak punya banyak waktu" kata Pax....
... Pax melihat tempat penjual makanan yang diinginkan sedang banyak para pembeli yang mengantri bukan hanya dia saja....
... Akan membalas pesan dari Pax....
__ADS_1
..."Kenapa semua wanita didekatku sangat galak?" tanya Hot....
... Hot sudah membalas pesan yang dikirimkan oleh teman perempuannya itu....
... Lalu, Pax berjalan maju beberapa langkah didalam antrian menunggu para pembeli didepannya mendapatkan makanan yang mereka inginkan....
... Pax tertawa kecil dengan balasan yang diterimanya dari Hot....
..."Dia pasti sedang marah sekarang" kata Pax....
... Hot menuruti perintah yang diberikan oleh temannya untuk datang ketempat dimana sekarang temannya berada....
... Dia mencari....
... Mencari temannya yang belum ketemu di situasi yang cukup ramai ini....
... Dia belum menyerah mencari sedangkan untuk Pax sengaja membiarkan temannya itu mencarinya....
..."Kenapa dia belum menemukan ku padahal jarak kita tidak terlalu jauh" kata Pax....
... Pax menerima pesanan yang sudah selesai segera dibayar lalu akan menemui Hot setelah pembayaran selesai....
... Tiba-tiba muncul di depannya....
..."Astaga!" kata Pax....
..."Berikan padaku" kata Hot....
..."Baiklah" kata Pax....
... Hot mengikuti kemana Pax pergi untuk membeli beberapa cemilan lagi. ...
... Dua kedai dilewati lalu di kedai yang ketiga....
... Hot melihat kedua tangan sudah hampir penuh dengan makanan....
... Mengeluh....
..."Ayo kita kembali ini sudah cukup" kata Hot....
..."Tunggu. Kita belum beli es krim" kata Hot....
... Hot membayar minuman yang dipesan oleh Pax....
... Membeli lima es krim coklat dan juga tiga taro latte ice....
... Keluar dari toko es krim....
..."Kau kan tidak suka ini" kata Hot....
..."Tapi, Dashie suka" kata Pax....
..."Kita sudah selesai. Ayo pergi" kata Pax....
... Hot memperhatikan temannya yang tidak menunjukkan siapa kekasihnya selama ini padahal sudah empat tahun berteman sejak mereka kuliah bersama....
... Inilah yang selama ini yang membuatnya berpikir alasan apa yang membuat temannya tiba-tiba membeli banyak makanan dan akhirnya siapa yang akan menghabiskan semuanya. ...
..."Aku lupa membeli tisu untuknya" kata Pax....
..."Ini sudah lama sekali. Kau tidak bisa berbagi dengan ku" kata Hot....
... Hot berjalan beriringan menemaninya hingga sampai ke tempat parkir tempat disana keponakannya sedang bermain bersama dengan Dashie....
... Pax membuka kemasan plastik es krim....
..."Ini es krim untuk kesayangan ku" kata Pax....
... Babe menerima es krim dari Pax....
..."Terima kasih, kakak cantik" kata Babe....
... Menyentuh pipi balita polos itu....
..."Sama-sama sayang" kata Pax....
... Pax memberikan taro latte ice untuk Dashie dari tangan Hot yang sedang berperan menjadi teman yang sangat baik....
... Hot dan Dashie saling membantu menaruh makanan yang baru saja dibeli oleh Pax dan juga Hot....
... Hot melirik es krim yang dibawa Pax....
..."Aku juga ingin itu!" kata Hot....
... Dashie tertawa sambil memakan es krim coklat yang diberikan oleh Pax....
... Pax yang lupa kalau temannya itu sangat menyukai es krim lalu memberikan satu buah es krim coklat untuk pria yang sedang merengek lucu didepan para wanita....
... Menerima es krim dari Pax....
..."Terimakasih" kata Hot....
... Dia menjadi patuh mengajak bermain keponakannya agak menjauh dari mereka berdua yang mulai akan mengobrol tentang masalah pribadi....
... Dashie yang juga tahu akan seperti apa jika rekan kerjanya membeli banyak makanan sebanyak itu mengambil tisu dari dalam tas yang kemudian diberikan kepada Pax....
... Berbalik agar tidak terlihat oleh Babe....
... Dia sudah mulai menangis....
..."Aku tidak tahu aku belum bisa melupakannya" kata Pax....
... Mendengar curahan hati rekan kerjanya yang sedang sedih kembali....
..."Dia tiba-tiba berubah seakan tidak mengenaliku lagi" kata Pax....
... Terisak menangis....
..."Aku ingin percaya bahwa dia bukanlah orang seperti itu tapi nyatanya" kata Pax....
..."Nyatanya, dia langsung menjauh dariku dan lebih memilih gadis itu" kata Pax....
... Dashie belum tahu harus memberi nasehat atau kata-kata apa didalam situasi sedih yang sudah terlalu lama terpelihara bukan karena dia begitu jahat tapi perubahan yang tidak nyata yang terjadi sangat drastis kepada seseorang bahkan untuk Dashie yang juga mengenalnya lama juga belum bisa menerima fakta yang terjadi di dunia mereka....
..."Aku hanya bisa melihatnya dari jauh" kata Pax lagi....
..."Jika aku punya kesalahan seharusnya dia jujur padaku tapi ini" kata Pax....
..."Tak ada kata putus seakan kita berdua tidak pernah saling kenal" kata Pax....
... Dashie juga sedih melihat perubahan yang terjadi kepada sahabatnya yang kini telah kembali lagi. Ren....
... ...
__ADS_1
... ...