Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 109: Berpikir ulang.


__ADS_3

...Chapter 109: Berpikir ulang....


..."Ku kira kau sibuk" kata Rio....


... Dia berusaha menarik memaksa mantan pacarnya untuk mau masuk kedalam mobilnya diantara banyak orang-orang disana juga didepan Hoshie. Namun, gadis itu belum juga mau menuruti maksud dari tindakannya saat ini untuk membicarakan bagaimana kelanjutan hubungan kisah asmara yang sudah berakhir bagi Dashie tapi tidak dengan Rio....


... Dashie masih dalam diam merespon tindakan dari Rio tidak banyak bicara atau lebih tepatnya tidak mau meladeni orang seperti Rio....


... Rio menatap Dashie sedangkan gadis itu sama sekali terlihat memalingkan wajahnya ke arah lain tidak ingin membuat obrolan yang lebih....


... Hoshie masih tahan dengan sikap Rio yang memegang pergelangan tangan kiri Dashie dengan kuat....


... Pikirannya yang mulai emosi dengan apa yang dilakukan oleh Rio....


..."Aku yakin itu pasti sakit" kata Hoshie....


... Rio yang beralih melihat Hoshie....


..."Ini pasti karena mu" kata Rio....


... Hoshie dengan sikapnya yang selalu percaya diri....


..."Jika iya kenapa. Lihat, aku lebih pantas untuknya" kata Hoshie....


... Hoshie menunggu Dashie untuk memberikan kata-kata dalam sikapnya yang enggan untuk memberikan banyak komentar untuk situasi ini karena jika ia berkata satu kata akan terbaca oleh Rio bahkan orang-orang disekitarnya saat ini bahwa itu benar semua alasan dari pertengkaran ini adalah karena Hoshie. Padahal sudah jelas semua ini karena sikap Rio terhadapnya yang sudah tidak bisa termaafkan lagi bagi Dashie ataupun jika dialami oleh wanita manapun pasti akan lebih memilih menjauh dari laki laki sepertinya untuk apa tetap dipertahankan lebih lama....


..."Kau tidak lihat bahkan dia tidak ingin bicara padamu" kata Hoshie....


... Dia memaksa untuk Rio melepaskan tangannya dari tangan Dashie....


... Tangan Rio behasil terlepas dari pergelangan tangan kiri Dashie....


... Wajah Rio yang masih terlihat luka lebam yang cukup kuat hasil dari pukulan pukulan yang belum terlalu lama diterima oleh orang didepan kedua orang ini....


..."Kau tidak membaca pesanku?" tanya Xie....


..."Maaf" kata Dashie....


..."Cepat naik!" perintah dari Xie....


... Xie datang dan Dashie tanpa mempedulikan keduanya yang akan berkelahi langsung masuk kedalam mobil kakaknya....


... Seorang kakak yang sedang serius mengajak bicara kedua laki-laki disebelah kiri mobil convertable hitam....


..."Siapa yang akan ikut dengan ku lagi?" tanya Xie....


... Disana yang tidak membawa kendaraan pribadi adalah Hoshie sengaja sehingga ia memilih untuk ikut kepada ajakan kakak beradik itu duduk di kursi belakang mobil....


... Hening....


... Dia berusaha tetap ramah dengan alasan kemanusiaan kepada Rio....


..."Kita pergi " kata Xie....


... Padahal tanpa harus bertanya bagaimana perasaan adiknya terhadap laki-laki itu sudah jelas Dashie tidak ingin banyak lagi saling mengenal satu sama lain dalam arti yang lebih lagi adalah perasaan tidak nyaman jika terus bersama Rio....


... Mereka bertiga meninggalkan Rio yang lebih memilih untuk pergi lebih awal dari tempat mereka ada disana didekat tempat perhentian bus....


... Rio sudah pergi menyusul pergi kemudian Xie melanjutkan perjalanan menuju ke arah tempat kerja Hot dimana disana ada adik perempuannya yang lain....


... Hoshie yang masih dengan pengaruh obat dari resep dokter yang ia dapat yang baru ia minum sepuluh menit yang lalu sebelum bertemu dengan mereka tanpa harus banyak hal yang harus dilakukan langsung dalam proses untuk memejamkan mata mengistirahatkan tubuh dengan sendirinya duduk di belakang mobil yang sedang melaju dengan kecepatan sedang....


..."Apa dia sedang dalam pengawasan dokter?" tanya Xie....


..."Sepertinya dugaanmu benar" jawab Dashie....


..."Dia lumayan gigih tehadap mu" kata Xie....


..."Aku sudah terbiasa dengan sikap ini" kata Dashie....


... Menggoda lagi adiknya....


..."Kau yakin tetap dengan pilihan mu?" tanya Xie....


... Dashie tidak ingin membahas lebih jauh terbuka tentang hubungan percintaan dirinya untuk saat ini dengan orang lain meski itu kakaknya sendiri....


..."Kau pantas mendapatkan yang jauh lebih baik" kata Xie....


... Tanpa harus bertanya kepada adiknya itu tentang hubungan kelanjutan kisah mereka sudah jelas hubungan percintaan itu sudah berakhir dengan sikapnya yang tak ingin banyak bicara membahas tentang dirinya sendiri....


..."Aku tahu adikku tahu bagaimana harus bersikap" kata Xie....


... Hoshie sedang dalam mode tertidur pulas meski mereka berdua sedang ngobrol ternyata obat yang diresepkan oleh dokter pribadinya berhasil membuat dirinya menjadi seorang yang penurut tidur tanpa gangguan nyaman dengan kondisinya. ...


... Dashie melihat ke arah Hoshie....


..."Aku baru melihatnya seperti ini" kata Dashie....


..."Kita seperti sedang mengasuh bayi" kata Dashie....


... ...


... Mengajak adiknya bercanda....


..."Tidak mungkin kita menurunkannya di sembarang tempat kan" kata Xie....


..."Dia kan pintar pasti bisa pulang sendiri" kata Dashie....


... Menggoda adiknya lagi dengan tawa kecil dari kedua sudut bibirnya terlihat sambil tetap terus fokus menyetir mobil....


..."Ku tebak mungkin saja kalian bisa bersama" kata Xie....


... Melihat wajah kakaknya yang sedang menggoda dirinya. ...


..."Bukan berarti aku juga orang yang baik tapi aku takut menjadi orang baik" kata Dashie....


... Memberi dukungan....


..."Pertahankan itu" kata Xie....


... Dia mendapatkan beberapa pesan lagi dari Ghazi dan dia baru sempat membacanya setelah tadi bekerja....

__ADS_1


... Dengan pesan yang berisi hal yang sama maknanya dari pesan sebelum sebelumnya pesan sudah dikirim dengan isi pesan yang disimpulkan bahwa kekasih dari kakak laki-lakinya sedang membutuhkan perhatian darinya tapi lebih memilih untuk menjemputnya yang baru selesai pulang kerja....


... Melihat ke arah kakaknya tanpa berkata tanpa suara....


..."Bukankah ini berlebihan" kata Dashie....


..."Dia juga harus lebih peduli dengan hidupnya sendiri" kata Dashie....


... Berpikir ulang untuk dirinya mengatakan apa yang ingin dikatakan kepada Kakaknya itu....


..."Jika aku menyuruhnya untuk menjemput Nora, itu akan membuat kakak jauh lebih tidak memilihnya" kata Dashie....


..."Dia kan orang seperti ini" kata Dashie....


... Berhenti untuk memperhatikan kakaknya yang sedang fokus menyetir....


..."Setelah ini kau akan pergi kemana?" tanya Xie....


..."Pulang" kata Dashie....


... Gerak mata menunjuk ke arah Hoshie....


..."Bagaimana dengan orang itu?" tanya Xie....


..."Kita antar dia pulang" kata Dashie....


... Menebak....


..."Dia pasti akan menolaknya" kata Xie....


..."Ahh. Sepertinya dia membutuhkan banyak istirahat" kata Dashie....


... Hoshie masih tertidur lelap didalam perjalanan menuju even pameran....


... Ada yang ingin dikatakan oleh Xie kepadanya tanpa ragu hanya ingin membutuhkan waktu yang tepat dalam beberapa detik selanjutnya akan segera diambil sebagai keputusan bukan hanya untuk Dashie tapi juga untuk Ghazi....


... Dashie langsung menangkap hal ini dengan dirinya merasa ada hal yang membuat kakaknya ini tidak nyaman untuk mengatakan sesuatu hal yang serius....


..."Kau ingin mengatakan sesuatu?" tanya Dashie....


..."Ada tapi nanti saja" kata Xie....


..."Apa itu sangat penting?" tanya Dashie....


..."Bukankah harus dikatakan sekarang" kata Dashie....


..."Kita bisa bicarakan nanti" kata Xie....


... Untuk Xie tidak percaya bahwa seseorang yang berada di belakang kursi mobilnya sedang benar benar tertidur terlebih itu seorang pria menarik bagi adiknya....


... Mengalihkan pembicaraan kepada Hoshie....


..."Sepertinya dia tidak pernah mau jauh darimu" kata Xie....


..."Dia. Aku tidak tahu, padahal aku tidak seistimewa itu" kata Dashie....


... Xie sedang berpendapat tentang kedekatan adiknya bersama orang lain yang terdengar lebih mendukung orang yang sedang tertidur dibelakang kursi mobilnya....


..."Entah kenapa kakak lebih setuju kau dekat dengan orang ini ketimbang yang tadi" kata Xie....


..."Aku tidak tahu harus berkomentar apa" kata Dashie....


... Dashie tentu tidak mungkin akan menjelaskan kepada kakaknya bahwa ia sudah putus dengan Rio terlebih ada Hoshie yang juga bersama dengan mereka dalam satu mobil yang sama....


... Melewati lima perjalanan lagi untuk ke tempat kerja Hot....


... Dashie melihat ke arah belakang untuk memeriksa apakah Hoshie sudah bangun apa belum dan yang terlihat ia masih terlelap tidur....


... Dashie melihat tas milik Hoshie jatuh ke bawah karpet mobil....


... Dia berusaha untuk mengambilnya dari arah kursi depan mobil di sebelah kursi kemudi....


..."Dapat" kata Dashie....


... Dia mengambil tas dengan obat yang keluar dari dalam tasnya yang tidak sengaja jatuh ke bawah karpet mobil....


... Memegang botol kecil berukuran lima puluh mililiter yang berisi obat belum habis terminum salah satu obat yang ada didalam tas selempang hitam Hoshie....


... Memeriksa obat milik Hoshie....


... Dia kemudian mengecek indikasi obat yang Hoshie minum dalam kategori obat apa secara online dari layar ponsel....


... Raut wajah Dashie yang sedih dan khawatir tentang kondisi kesehatan Hoshie....


..."Dia sedang sakit parah tapi tetap beraktivitas seperti biasa" kata Dashie....


... Xie yang melihat perubahan ada pada diri adiknya....


..."Kenapa kau terlihat sedih?" tanya Xie....


..."Obat ini tergolong untuk pasien dalam kondisi perlu perawatan ekstra" kata Dashie....


..."Kau sudah memeriksanya dengan teliti?" tanya Xie....


... Wajah itu melihat Hoshie dengan perhatian....


..."Sudah. Baru saja" kata Dashie....


..."Ayo kita antar dia pulang dulu?" tanya Xie....


... Hoshie terbangun karena sebuah obrolan yang sedang menyebut namanya....


..."Tidak. Aku tidak mau pulang" kata Hoshie....


... Xie agak tidak heran dengan respon teman adiknya ini....


... Hoshie kembali melanjutkan tidurnya lagi dengan sabuk pengaman yang masih terpasang melindungi tubuhnya dari goncangan dalam perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda empat itu....


... Perhatian....


..."Sungguh kau tidak apa-apa sebaiknya kau pulang, kami akan mengantarmu?" tanya Dashie....

__ADS_1


... Masih dengan berusaha ingin tertidur lagi dengan mata tertutup....


..."Aku baik-baik saja. Jangan khawatirkan aku" kata Hoshie....


... Jadi kesal dengan sikap Hoshie....


..."Ya sudah" kata Dashie....


... Dia terlihat senang mendengar Dashie mulai kesal dengannya yang tidak mau menuruti saran yang ia berikan tanpa harus berkata banyak untuk mengungkapkan hal itu secara langsung sedangkan untuk Xie yang melihat Hoshie dari kaca yang terpasang diatas kemudi mobil ketengah sedikit untuk melihat ke arah belakang kursi mobil melihat kenyataan bahwa teman adiknya senang jika diperlakukan seperti itu dari adiknya....


... Xie yang ingin usil....


..."Biarkan saja" kata Xie....


... Lalu Dashie segera memasukkan obat milik Hoshie yang terjatuh dari tas selempangnya ke dalam tasnya lagi....


... Dashie tersadar dengan bunyi yang ditimbulkan dari tas selempang hitam Hoshie....


... Dia mengguncangkan lagi isi dari dalam tas....


..."Kau dengarkan. Sebagian besar isinya adalah obat semua" kata Dashie....


... Suara dari obat berbentuk tablet dan kapsul terdengar dari dalam tas Hoshie....


... Lalu tas itu ditaruh ...


...di bagian depan mobil oleh Dashie bersebelahan dengan tas miliknya juga tas minimalis kuning dengan pegangan warna hitam milik kakak laki-lakinya....


..."Kita sudah sampai" kata Xie....


... Dia mulai memarkirkan mobil ditempat parkir area event pameran....


... Dashie lalu menelpon kakak perempuannya untuk menanyakan keberadaannya saat ini....


..."Kau tidak bersama dengan Oryn lalu dimana aku harus mencarimu?" tanya Dashie....


..."Tidak perlu. Aku sudah dalam perjalanan menuju tempat kalian" kata Ghazi....


... Ghazi dan Babe baru saja selesai melakukan spa bersama di sebuah tempat spa khusus balita dan wanita disekitar area event pameran tempat mereka bertiga baru saja datang....


... Suara mesin mobil dimatikan....


... Mengambil avocado ice dari cup didepan alat kemudi tempat menyimpan barang-barang....


... Kakak laki-lakinya sedang haus yang baru selesai memarkirkan mobilnya sejak kedua adiknya melakukan percakapan ditengah-tengah waktu yang mereka gunakan barusan....


..."Kita tinggal dia disini?" tanya Xie....


..."Tinggal. Kau tak mungkin setega itu pada orang lain" kata Dashie....


..."Mungkin saja" kata Xie....


... Hoshie masih tertidur pulas sesuai dengan rencananya terlihat oleh Dashie....


... Xie ikut memperhatikan Dashie yang begitu perhatian kepada temannya itu lalu melepas sabuk pengaman miliknya....


..."Kita bisa bicara sebentar" kata Xie. ...


... Dashie melepas sabuk pengaman lalu membuka pintu mobil keluar secara bersamaan kedua kakak beradik ini dari dalam mobil....


... Kaca jendela yang telah terbuka setengah batas luas jendela yang digunakan untuk keluar masuknya sirkulasi udara kedalam mobil dengan adanya Hoshie yang masih tertidur....


... Jarak mereka mengobrol tidak terlalu jauh bisa dihitung sekitar lima enam meter jarak mereka dari mobil tempat Hoshie ada didalam sana....


..."Kau sudah dapat pekerjaan untuk kakakmu?" tanya Xie....


..."Ada apa. Kenapa kakak terlihat khawatir?" tanya Dashie....


..."Tentu khawatir. Aku juga seorang pria, bagaimana aku tidak khawatir dengan adikku sendiri" kata Xie....


... Mengambil ruang waktu lebih banyak untuk mereka melanjutkan pembicaraan mereka lagi....


... Tiga puluh detik berlalu Xie mulai melanjutkan obrolan mereka lagi....


..."Terserah sebaik apapun pacarnya itu tapi itu tidak boleh terus dibiarkan. Benar tidak?" tanya Xie....


... Kata-kata dari kakak laki-lakinya ini tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Jarrel tempo hari berpendapat tentang hubungan percintaan kakak perempuannya....


... Dashie masih mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh kakak laki-lakinya tersebut....


..."Entah kau sependapat atau tidak menurut kakak dia harus punya kesibukan sendiri tanpa harus selalu berada disekitar pria baik itu" kata Xie....


..."Apa aku sudah boleh berpendapat?" tanya Dashie....


... Untuk Xie yang lupa adiknya yang satunya lagi tidak jauh berbeda dengan adiknya yang sedang ia khawatirkan itu....


..."Bisa tidak jangan sebaik ini" kata Xie....


... Tatapan mata kejam dari Dashie kembali untuk Xie....


..."Lalu kau maunya apa?" tanya Dashie....


... Ini jauh lebih menakutkan dari dugaan kakak laki-lakinya itu....


..."Jangan begitu juga. Hentikan, kau seperti akan melenyapkan seseorang" kata Xie....


... Melunak lagi sikap adiknya kepada kakaknya yang harus berpura-pura tidak banyak komentar dengan kedekatan adik perempuannya dengan kekasihnya yang terlihat tanpa sebuah masalah....


..."Kau ingin aku membuat mereka putus?" tanya Dashie....


... Melirik ke arah Hoshie....


..."Itu akan membuat kakakmu sedih" kata Xie....


... Berpikir ulang dengan idenya itu....


..."Tapi, ada benarnya juga. Dia juga akan cepat mencurigai kita" kata Dashie....


... ...


... ...

__ADS_1


__ADS_2