Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 180: Bukan musuh.


__ADS_3

...Chapter 180: Bukan musuh....


..."Hiduplah dengan nyaman" kata Hoshie....


... Dia akan pergi....


..."Maafkan aku. Callie" kata Hoshie....


... Dia terhenti dari langkah kakinya yang akan pergi meninggalkan pria ini....


... Hening diantara suara bising kendaraan....


..."Bagaimana aku menjelaskan kalau semua tentang ku adalah sangatlah hina untukmu?" tanya Hoshie....


..."Sekali lagi. Aku minta maaf" kata Hoshie....


... Dia tidak berbalik lagi dimana mereka saling bertemu dan melihat satu sama lain dengan identitas asli mereka masing-masing....


... Gadis ini memilih pergi meninggalkan pembicaraan yang sudah jelas tidak perlu di lanjutkan lagi....


... Hoshie yang tahu akan posisinya saat ini yang jelas-jelas sembilan puluh persen memiliki kesalahan didalam hubungan percintaan mereka yang tak perlu ada kata putus berakhir dengan cukup mereka menjadi orang asing....


... Pukul sembilan lebih dua menit pagi....


... Callie semakin jauh pergi meninggalkan Hoshie dengan langkah kaki tanpa ragu dengan pilihan yang ia pilih....


... Kepada diri sendiri....


..."Kau yang paling menyedihkan" kata Hoshie....


... Dia dan pekerjaan yang dilanjutkan di waktu pagi menjelang siang ini....


... Pukul sembilan lebih empat puluh menit....


... Di ruang kelas....


... Ketua kelas akan melepas kaos olahraga yang baru saja ia pakai setelah selesai jam olahraga selesai tadi di pukul sembilan lebih tiga puluh menit....


... Mencari sesuatu....


... Menunjukkan sebuah satu set mini peralatan mandi masih baru....


..."Kau cari ini?" tanya Ans....


... Semua melihat perhatian yang diterima oleh ketua kelas....


... Melihat kesana kemari melihat situasi yang menambah kesalahpahaman jika terlalu lama ini dibiarkan....


... Mau ditolak takut menyinggung perasaan gadis didepannya ini dan akhirnya ia menerima bantuan dari Ans....


... Menerima bantuan dari Ans....


..."Thank you" kata ketua kelas....


... Dia pergi bersama teman-temannya yang lain pergi menuju ke toilet umum sekolah untuk mengganti seragam yang dia bawa ditangan mereka....


... Nawa yang masih didepan kelas sedang bersantai setelah selesai berolahraga dengan seragam sekolah yang sudah ia ganti tidak menggunakan setelan olahraga....


... Percakapan diantara diantara para remaja laki-laki....


..."Apa dia yang selalu ada dipostinganmu?" tanya remaja pria berambut keriting....


..."Aku harus segera mandi" kata Gan....


... Nawa cuma terdiam mendengar penjelasan ini belum berkomentar ataupun ikut campur sebelum ia tahu apa masalah yang sebenarnya mereka simpan....


..."Memikirkan mereka hanya membuat kepalaku pusing" kata Nawa....


... Mode seseorang tidak bisa membaca isi hati dan pikirannya lalu Nawa langsung masuk kedalam kelas mencari Ans yang dia temukan sedang di mejanya sendiri....


... Dia mengambil kursi tempat duduknya lalu menaruhnya di sebelah meja teman satu kelasnya ini menghadap ke arah Utara....


..."Kau butuh sesuatu?" tanya Ans....


..."Jangan seperti itu lagi" kata Nawa....


..."Kenapa?" tanya Ans....


..."Kalian belum jadian. Kau pasti paham apa maksudku" kata Nawa....


... Tiba-tiba menjadi patuh....


..."Okey" jawab Ans....


... Menawarkan potongan buah dari dalam box yang ia bawa dari rumah....


..."Ayo kita makan ini" kata Ans....


... Nawa akan memakan apa yang dimakan oleh Ans....


... Satu pesan diterima dan itu dari Si ketua kelas....


... Menaruh buah leci yang diberikan oleh gadis teman satu kelasnya itu....


... Dia tidak jadi makan....


..."Kau tidak suka?" tanya Ans....


..."Ini milik Si Ketua Kelas" kata Nawa....


... Gan menyuruhnya untuk berhati-hati jika gadis didepannya sedang menunjukkan sebuah hal-hal baik apapun itu terutama kepada bangsa Blacwhe ataupun Xoco sama saja terkecuali bangsa manusia hukum aturan yang dibuat olehnya tidak akan berlaku....


... Tidak langsung paham jika tidak menyaksikannya langsung dan bila sudah tahu jangan pernah coba-coba untuk mengusik gadis didepannya itu....


... Senyum sangat cantik....


..."Beneran nggak mau?" tanya Ans....


..."Untukmu saja" kata Nawa....


... Dia dengan mantra didalam hati yang sudah dibaca untuk makanan yang ia sajikan baru saja di atas meja ketika ada salah satu bangsa Blacwhe yang memberikan perhatian padanya apapun bentuknya itu hal ini dia lakukan untuk tujuannya sendiri mempertahankan diri....


... Mantra itu tidak berlaku untuk Si Pembaca....


... Dia memakan buah-buahan manis dan asam menyegarkan itu dengan mulut mengecil lesung pipi sebelah kiri terlihat dengan kedua pipi yang lucu terisi buah-buahan yang dia makan....


... Tentang Gan menurut Nawa....


..."Dia pelit sekali dalam berbagi ilmu" kata Nawa....


... Untuk Nawa dengan jiwa penasaran yang tidak bisa dihentikan meski ia sudah diberikan peringatan dari ketua kelas akan tetapi peringatan itu dilanggar oleh remaja laki-laki ini....


... Menikmati apa yang dimakan oleh Ans tanpa ragu dan tak ada efek apapun yang dia rasakan setelah memakan apa yang dimakan oleh Ans....


... Satu menit hingga sepuluh menit berlalu membuat peringatan dari Si ketua kelas hanya benar-benar bualan belaka....


... Dua menit kemudian dia datang reaksi yang agaknya sudah mulai terlihat oleh Nawa dan dilihat oleh Gan yang baru saja datang kedalam kelas....


... Berdiri didepan Ans dengan peralatan mandi milik gadis itu....


... Curiga....


... Berbisik kepada Ans....


..."Tak ada yang kau lakukan kan?" tanya Gan....


..."Senyum tak berdosa" kata Gan....

__ADS_1


... Melirik ke arah Nawa....


... Belum terlihat hal lain selain diri Nawa yang sedikit tengil....


..."Aku selalu mencintaimu" kata Ans....


..."Aku sudah tahu. Aku tanya tak ada yang kau lakukan kan?" tanya Gan....


..."Tak ada. Beneran" kata Ans....


... Dia tidak berbohong mengatakan ini kepada Ans....


..."Kita bisa jadian asalkan kau mau bicara jujur" kata Gan....


... Menunjuk ke arah Nawa....


... Lalu dia dengan satu kali tunjuk mantra yang ia miliki tanpa harus membacanya segera membuat jati diri dari bangsa Blacwhe yang dimiliki oleh Nawa terlihat perlahan muncul tanpa disadari oleh pemiliknya sendiri....


... Kulitnya mulai mengelupas perlahan dengan darah yang mengalir menembus kerah leher bajunya yang berwarna putih semakin menyeluruh aktif mantra itu mengikat diri Nawa....


... Tangan Ans dan Nawa ditarik bersamaan pergi bersama ketua kelas untuk meninggalkan kelas dengan kondisinya yang seperti ini membuat Nawa yang cenderung bisa mengendalikan diri ini jauh lebih dingin menuruti apa yang diperintahkan oleh Ketua kelas....


... Dia marah-marah kepada Ans....


..."Hentikan mantra ini!" kata Gan....


... Dia belum mau menghentikan mantra yang terus bekerja didalam raga teman satu kelasnya yang bertingkah seperti anak kecil menjadi jauh lebih patuh dari biasanya sangat dingin dan kasar....


... Nawa....


... Dia masih dalam kondisi seperti orang dalam kondisi mabuk tak perlu diceritakan bagaimana detailnya ini yang dilihat oleh keduanya yang sulit untuk seseorang yang sulit untuk mengendalikan diri dari rasa sedihnya yang tidak pernah diungkapkan kepada orang lain dan untuk apa mereka berdua yang sudah tahu permasalahan ini untuk membahasnya dengan orang didepan mereka lagi....


... Dia sambil jongkok disana sedih dengan kisahnya sendiri....


... Si Ketua kelas....


... Dia jadi kesulitan mencegah orang ini berteriak sesuka hati didepan banyak orang dengan menutup mulutnya sebisa mungkin agar tidak mengatakan hal apa yang membuat hatinya sedih kepada siapapun karena tidak semua orang peduli dengan hal itu....


... Dia berlari ditengah lapangan seperti seorang yang tidak waras saling mengejar ketiga orang ini dan dilihat oleh teman-tema mereka yang menyaksikan peristiwa langka ini disana ada sisi lain dari Nawa yang begitu lucu menghempas semua sisi dinginnya itu bersama dengan kedua orang itu yang sulit sekali mengejar lagi mengendalikan dia yang terus berlari tanpa arah yang jelas benar-benar seperti orang yang sedang mabuk....


... Berteriak....


..."Untung saja dia tidak menunjukkan sisi Monsternya itu!" kata Gan....


... Ikut berteriak....


..."Rencanaku gagal!" Kata Ans....


... Mengejar lagi remaja laki-laki salah satu bangsa Blacwhe itu....


..."Ayo kita jadian?" tanya Ans....


... Sambil mengejar Nawa lagi....


..."Aku sudah bilang iya" kata Gan....


... Belum juga percaya....


... Menggelengkan kepalanya....


..."Kamu bohong!" kata Ans....


... Ancaman....


..."Hentikan ini!" kata Gan....


... Dia terdiam....


..."Oke" jawab Ans....


... Menunjuk ke arah Nawa sambil membaca mantra tanpa suara ia lakukan di depan ketua kelas....


... Nawa....


... Bingung....


... Melihat sekitar....


..."Siapa yang membawaku kemari?" tanya Nawa....


... Dia mulai dengan emosi yang dikuasai dalam diri ingin menghabisi dua orang di depannya sekarang....


... Kini berbalik dua orang ini yang dikejar oleh Nawa....


..."Akan kuhabisi kalian!" kata Nawa....


... Ketua kelas yang tahu ini adalah waktunya untuk mereka segera masuk kedalam kelas dengan bunyi bel masuk kedalam kelas yang baru saja terdengar dari segala arah....


... Teriak....


..."Aku dengar semuanya!" kata ketua kelas....


... Dia juga ikutan....


..."Aku juga!" kata Ans....


... Teriak....


... Membela diri....


..."Kalian sudah tahu segalanya tak perlu bilang lagi!" kata Nawa....


... Teriak sambil akan menaiki anak tangga....


..."Kita sudah tahu isi hatimu!" kata Gan....


... Gan menarik tangan Ans berlari bersama dengan masih mengejar orang dibelakang mereka berdua menuju melewati anak tangga....


... Mengulang lagi apa yang sudah ia dengar dari Nawa langsung barusan....


..."Don't leave me alone!" kata Gan....


... Tambah heboh sendiri dari keseruan yang terjadi diantara mereka bertiga lalu sampai di pintu kelas dengan mereka berdua yang tanpa sadar masih saling berpegangan tangan....


... Seisi kelas terdiam....


... Salah satu guru mereka sudah masuk di dalam kelas lalu datang Nawa dibelakang mereka....


..."Lepaskan tangan kalian!" kata Nawa....


... Mereka baru ngeh kalau dunia ini bukan hanya milik mereka bertiga masih ada banyak orang lain yang ingin hidup bersama berada disekitar ketiganya dan mereka bukan berada di antara para robot yang semuanya sedang terus memandang tanpa ekspresi....


..."Kalian cepat masuk" kata guru seni mereka....


... Mereka bertiga diperbolehkan untuk masuk ke dalam kelas pukul sepuluh lebih sepuluh menit dengan jam pelajaran yang sudah dimulai di menit-menit yang lalu....


... Duduk ditempat duduk masing-masing....


... Nawa....


... Dia terasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya yang seperti baru sadar dari mabuk padahal dia tidak mabuk....


... Melirik ke arah Ans....


... Kesal....


... Berbicara tanpa suara....

__ADS_1


..."Kau berencana membunuhku?!" Kata Nawa....


... Jujur....


..."Seharusnya begitu tapi aku masih merasa kasihan padamu" kata Ans....


..."Kasihan?!" kata Nawa....


... Dia dengan wajah tidak bersalah....


... Tersenyum cantik tapi berarti mematikan....


..."Selamat. Kau sudah menjadi sahabat ku" kata Ans....


..."Crazy girl!" kata Nawa....


... Dia mencengkram bukunya sendiri setelah mendengar apa yang dikatakan oleh orang yang diajaknya bicara itu....


..."Oh ya. Apa aku perlu mengatakan isi hati mu kepada gadis itu?" tanya Ans....


... Masih kesal....


..."Tidak perlu!" jawab Nawa....


... Dia malah mempertegas....


..."Ternyata benar kau memang ditolak olehnya" kata Ans....


..."Apa ini menyenangkan untukmu?" tanya Nawa....


..."Sangat menyenangkan" kata Ans....


... Dia menulis sesuatu di secarik kertas kecil dengan pulpen gliternya itu....


... Bersemangat....


... Lalu memberikannya kepada Nawa....


..."Sorry. Aku hanya ingin membantumu" kata Ans....


... Dia belum tahu maksud dari permintaan maaf ini tapi yang jelas gadis ini tulus melakukan itu semua....


... Dia dan aura positifnya hadir kembali....


... Proses belajar mengajar terus berlangsung tanpa sebuah gangguan di kelas mereka....


... Gadis disebelah kanannya itu tak sabar lagi dengan waktu yang akan terjadi beberapa jam yang akan datang....


... Didepan sana seseorang sedang cemas dengan sikap yang diberikan oleh Ans kepada Nawa kali ini....


..."Dia sedang merencanakan apa lagi sekarang" kata Gan....


... Pukul setengah enam sore. ...


..."Apakah baginya semua sangatlah mudah?" tanya Dashie....


..."Siapa yang kakak bicarakan?" tanya Nawa....


..."Kau juga tahu siapa orang itu" kata Dashie....


... Dia tertawa kecil sambil tersenyum lalu melirik ke arah orang disebelahnya itu....


..."Kau sudah mulai menerima orang itu rupanya" kata Nawa....


... Dia belum berhenti dengan tawa kecilnya itu....


..."Ahhh. Kamu tipe orang yang sulit untuk mengungkapkan perasaanmu" kata Nawa....


... Menebak....


..."Sepertinya kau juga agak mirip denganku" kata Dashie....


... Niat berbuat baik....


..."Bolehkan aku memberimu nasihat?" tanya Nawa....


..."Silahkan saja" kata Dashie....


... Dia menatap sungai yang jernih diantara dua bagian membelah dua bagian gedung-gedung di setiap sisi....


..."Berikan luka kecil untuk orang itu maka dia akan merasakan bagaimana rasanya kehilangan" kata Nawa....


..."Tinggalkan dia. Ini belum terlambat" kata Nawa....


... Dia ada disana dengan jumpsuit peach pendek yang ia kenakan dengan rambutnya yang terurai panjang....


... Tak ada air mata tak ada ekspresi wajah sedih terlihat dari wajahnya itu....


..."Aku ingin sesuatu yang bertahan lama" kata Dashie....


... Dia dengan wajah dingin melihat luasnya sungai yang mengarah ke laut itu....


..."Bertahanlah. Ini akan sulit tapi itu akan memuaskan hatimu" kata Nawa....


... ...


..."Jangan pernah mau berkorban untuknya karena … " kata Nawa....


... Melanjutkan kalimat selanjutnya....


..." … dia tidak pernah membutuhkan itu" kata Nawa....


..."Hanya karena kau mencintai orang itu" kata Nawa....


... Menyebarkan segenggam remahan roti sedikit demi kedalam permukaan air sungai dan langsung di ambil oleh ikan-ikan yang muncul dipermukaan sedari tadi mereka ada disana....


... Dia yang sedari tadi menggunakan mode introvert akhirnya bersuara....


..."Aku memang sejahat itu" kata Hoshie....


... Masih menyebarkan serpihan roti dari dalam kantong Tote bag hitam....


..."Kalau kalian tidak percaya aku. Ya, terserah" kata Hoshie....


..."Aku memang bukanlah orang baik sesuai harapan semua orang" kata Hoshie....


... Diam tiga detik....


..."Aku mendengar suara misterius. Apa kau juga mendengarnya?" tanya Nawa....


..."Ya. Aku dengar" kata Dashie....


... Orang yang sedang dibicarakan oleh kedua orang ini akhirnya angkat bicara lagi....


..."Kenapa kalian membicarakan aku di depan tidak dibelakang?" tanya Hoshie....


... Ngambek dengan suara semakin pelan....


..."Itu kurang menyakitkan" katanya lagi....


... Kini giliran Hoshie yang ingin membicarakan orang lain didepan orangnya sendiri....


... Dia membaca sebuah ciri-ciri seseorang seperti sehabis mabuk....


..."Kau melakukan itu lagi?" tanya Hoshie....


... Belum paham....

__ADS_1


..."Apa?" tanya Nawa....


__ADS_2