
...Chapter 60: Jaga dirimu baik-baik....
... Dia dengan sweater biru gelap membalut dirinya dengan kaos tak berlengan dengan kerah leher model high neck hitam dan rok jeans biru berwarna yang sama senada dengan sweater yang dipakai membawa kotak hitam berukuran cukup besar berisi coklat manis dengan sepatu merah muda bertali putih....
..."Nona cari siapa?" tanya seorang pelayan....
..."Nona Linus, dimana saya bisa bertemu?" tanya Dashie....
... Dashie mendapatkan sebuah telepon langsung dari Nona Linus menyuruhnya untuk menunggu di meja bar menunggunya yang sebentar lagi akan menemuinya lalu Dashie menuruti arah kemana dia harus pergi....
... Orang orang memperhatikan gerak langkah Dashie yang bersikap lebih tenang tidak merasa takut atau tidak nyaman masuk ditempat itu berjalan melihat suasana gemerlap malam didalam sana....
..."Tunggu disini, Nona Linus akan segera datang" kata pelayan wanita tersebut....
... Dashie berdiri dengan kotak berisi coklat di kedua tangan seperti tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh dirinya sendiri melihat lihat menyeluruh ke seluruh tempat dalam suara musik yang cukup keras sedang diputar dari DJ cantik dan tampan diatas panggung....
... Seseorang sudah mulai tertarik kepada Dashie sejak awal mulai kedatangannya ditempat itu akan langsung bergerak bersiap menghampiri gadis ini....
..."Kau mau pergi kemana?" tanya pria bertopi hitam....
... Jari telunjuk menunjuk ke arah Dashie....
..."Lihat gadis disana!" kata temannya yang memakai jaket kulit biru....
... Tersenyum tidak heran dengan kejelihan mata sahabatnya itu....
..."Gadis lembut nan seksi" kata temannya yang bertopi hitam....
... Kagum hanya satu kali melihat saja....
... Ibu jari dan telunjuk terbuka menyentuh dagunya masih....
..."Bahkan dilihat dari jarak ini, benarkan" kata pria berjaket kulit biru....
... Pria bertopi hitam ini duduk kembali mengambil satu gelas berisi minuman beralkohol yang dituangkan oleh seorang wanita bergaun putih....
... Minum bersama wanita disampingnya sambil melihat aksi sahabatnya itu....
... Pria berjaket kulit biru itu melancarkan niatnya untuk bisa mendekati gadis yang baru saja mereka temukan itu lalu seseorang datang setelah selesai pergi dari kamar kecil....
... Dia berpikir telah kehilangan sesuatu mencari satu sahabatnya yang tidak ada di kursi busa berlapis kulit hitam berjejer panjang dengan wanita wanita yang menemani mereka sedari tadi....
... Hoshie mengambil celah tempat duduk diantara para wanita yang sedang duduk di sofa....
..."Ble, kemana Poet?" tanya Hoshie....
... Mengambil gelas yang kosong tidak terisi minuman alkohol lalu menuang sendiri minuman dari dalam botol yang ada diatas meja....
... Menunjuk ke arah Dashie yang sedang didekati oleh Poet....
..."Disana!" kata Fable....
... Minum alkohol dari dalam gelas melihat siapa yang sedang didekati oleh Poet....
... Poet memesan sebuah koktail dengan kadar alkohol satu persen untuk Dashie yang duduk di kursi didepan meja bar....
... Koktail yang dipesan untuk Dashie sudah jadi dan disodorkan lebih dekat untuknya....
..."Untukmu" kata Poet....
... Dashie sedang sibuk dengan ponselnya sendiri mendengar suara orang lain sedang mengajaknya bicara membuatnya langsung pasang badan menjaga jarak sedikit perlahan-lahan menjauh....
... Poet yang sudah menargetkan Dashie tidak menyia-nyiakan kesempatan langka ini tidak langsung menyerah untuk melakukan aksinya lagi....
..."Aku tidak pernah melihatmu, kenalkan aku Poet" kata Poet....
... Belum ada respon dari Dashie....
..."Siapa namamu?" tanya Poet....
... Belum ada respon lagi hingga akhirnya Poet menarik kursi yang digunakan oleh Dashie menariknya agar lebih dekat jarak diantara mereka berdua dan akhirnya keduanya saling menatap satu sama lain....
... Hoshie sedang melihat ini masih tenang tenang saja tanpa memberikan komentar tentang usaha yang dilakukan oleh Poet yang sedang dihitung berapa lama waktu yang bisa dihabiskan digunakan untuk bisa mendapatkan gadis incaran sedangkan teman temannya sedang menunggu dari enam jumlah mereka termasuk Hoshie yang kembali menerima alkohol lagi dari wanita yang berbeda masih tetap dalam satu baris sofa....
... Poet sedang meraih helai rambut Dashie yang sedikit berantakan dirapikan dengan gerakan lembut tangan Poet....
... Mengajak bicara Poet....
..."Dimana pacarmu?" tanya Dashie....
..."Kau mau menjadi pacarku?" tanya Poet....
... Mencari sebuah ide....
..."Aku sudah punya pacar" kata Dashie....
... Tak sengaja melihat kearah dimana pria disebelahnya berasal dan apa yang baru saja ditemukan dilihat oleh kedua matanya sendiri....
... Suara musik yang cukup keras seakan seketika berhenti tak bersuara yang ada hanya dirinya yang sendiri tanpa siapapun mendapatkan sesuatu yang baru tentang orang lain yang biasa didengar dari banyak orang yang dikenalnya tidak terabaikan sepenuhnya namun kini dilihatnya sendiri....
... Mata itu juga melihat siapa yang sedang melihatnya sedang berusaha menyimpan rasa kecewanya kecewa dengan sikap seseorang yang dikelilingi banyak wanita yang sudah jelas jauh lebih sempurna menjadikan tidak percaya diri....
... Dashie berpura-pura lagi berpura-pura lagi tidak terjadi apapun....
... Poet melihat hal yang langsung membuat gadis didekatnya langsung berubah suasana hatinya namun terhalang dengan orang orang yang lewat menghalangi pandangan siapa yang baru saja dilihat oleh Dashie....
... Kembali berusaha meraih hati gadis disebelah kanannya itu....
... Meminum bir dari dalam gelas, Poet....
..."Jujur saja gadis itu cantik" kata Fable....
..."Dia juga cocok jika menjadi pacarnya Poet, benarkan Shie?" tanya Fable....
... Belum merespon pertanyaan dari Fable....
... Hoshie menghabiskan minuman dari dalam gelas ditangan....
..."Kenapa kau diam saja, bicaralah" kata Fable....
... Gelas ditangan lalu ditaruh diatas meja diantara botol botol yang berisi minuman dan gelas gelas lain yang kosong dan ada juga yang berisi minuman....
__ADS_1
..."Dia pacarku" kata Hoshie....
... Butuh empat detik saja....
... Semua terdiam setelah mendengar perkataan dari pria sahabat mereka ini....
... ...
... Lima detik berlalu waktu untuk Hoshie menerima....
... Fable sedang berusaha mengirim pesan sebanyak banyaknya untuk Poet agar pergi berhenti merayu pacar Hoshie begitu juga dengan ke empat sahabatnya yang lain....
... Berbicara diantara musik yang berputar....
..."Setidaknya angkat teleponku" kata Fable....
... Nona Linus datang menyapa Dashie terlihat dari arah Hoshie dan teman temannya yang belum berhenti memperhatikan mereka berdua....
... Hoshie pergi untuk mendatangi mereka langsung mendorong kursi Poet agar menjauh dari Dashie merangkul pundaknya dengan tangan kanan tidak ragu dengan tindakan yang akan dilakukan oleh Hoshie....
... Poet menahan diri agar tidak jatuh akibat didorong oleh Hoshie lalu melihat kearah keempat temannya yang sudah memberikan kode peringatan untuk sahabatnya itu dan mereka angkat tangan dengan hasil yang akan didapat oleh sahabatnya yang sedang sial....
..."Nona Linus, kenalkan ini pacarku" kata Hoshie....
... Melirik ke arah Poet dengan bangga....
..."Aunt ini coklat kesukaan Anda" kata Dashie. ...
..."Dashie datang sendiri, dimana kakakmu?" tanya Nona Linus....
... Xie datang dengan terburu-buru untuk menemui adiknya langsung dihadapkan dengan situasi yang mewajibkan dirinya untuk beradaptasi dengan cepat....
... Poet sekarang menjadi sahabat yang lebih baik lagi untuk Hoshie patuh dengan kacang panggang diatas piring kecil hal yang misterius hadir diantara hubungan ini....
... Menyapa Nona Linus....
..."Aunt" kata Xie....
..."Xie, kau datang diwaktu yang tepat" kata Nona Linus....
... Bau kecemburuan langsung tercium oleh Poet hanya dengan sekali saja melihat makna sikap ketiganya....
... Tertawa tanpa suara lalu meminum bir dari dalam gelas lagi mendengar percakapan Nona Linus bersama dengan gadis yang baru saja didekati dengan orang yang dipanggil kakak....
... Nona Linus kembali mengurus bisnisnya yang sedang berjalan ini sedangkan Xie duduk disebelah kanan Dashie dan Hoshie disebelah kirinya....
... Berteriak....
..."Kalian tidak sedarah kan!" kata Poet....
... Sudah lama sekali ada orang yang menanyakan hal ini lagi kepada mereka berdua ditempat dan waktu yang sama lalu Xie menarik tangan Dashie mengajaknya untuk segera pergi meninggalkan tempat tersebut tapi tangan kirinya tertahan oleh Hoshie....
... Pertanyaan untuk Hoshie....
..."Apa aku harus memilih?" tanya Dashie....
... Hoshie melepas tangan Dashie dan membiarkannya terlepas begitu saja dari genggaman....
... Poet belum pergi dan melihat ekspresi wajah Hoshie ini....
..."Kau tidak ikut dengan ku?" tanya Dashie....
... Mengangguk lalu pergi mengikuti Dashie yang masih digandeng oleh Xie....
... Poet dihampiri oleh Fable melihat ketiga orang pergi secara bersamaan dari arah belakang....
..."Aku kira dia tidak bisa jatuh cinta" kata Poet....
..."Aku juga tidak menyangka ini terjadi padanya" kata Fable....
... Tertawa dengan kekalahannya sendiri....
..."Kenapa kau tertawa?" tanya Fable....
..."Tidak" kata Poet....
... Hanya butuh waktu tiga puluh detik saja dan mereka kembali Dashie dibawa oleh Xie duduk di tempat duduknya yang tadi bersama menyusul Hoshie dibelakang mereka....
... Melepas sweater dengan warna dan model yang sama lalu menaruh di atas rok adik menutupi kakinya....
..."Thank you" kata Dashie....
... Sengaja membuat panas suasana di antara mereka....
..."Ini tidak pernah dilakukan oleh Hoshie" kata Poet....
..."Apa ini, apa aku harus kabur dari sini?" tanya Fable....
... Akan melarikan diri lalu dicegah oleh Poet memaksanya duduk di sebelah kiri tempat duduknya di satu meja bar....
... Poet memesan tiga gelas bir lagi untuk ketiga orang didekatnya ini lalu mengajak bicara lagi Dashie dengan jauh lebih ramah....
..."Apa kau mau juga?" tanya Poet....
... Hoshie akan memukul sahabatnya itu dengan tatapan menakutkan....
... Membela diri....
..."Aku hanya bercanda" kata Poet....
..."Dia juga tidak marah, kenapa malah kamu yang marah" kata Poet....
... Dashie menerima panggilan telepon dari seseorang....
..."Babe?!" kata Dashie....
..."Ok, ok. Aku segera datang tunggu kakak" kata Dashie....
... Dashie melihat semua yang ada disana sedang menatapnya....
..."Aku harus pergi, ada sebuah pekerjaan" kata Dashie....
__ADS_1
... Dashie pergi bersama Xie meninggalkan semua yang ada di meja bar yang merupakan sahabat dari Hoshie sedangkan untuk Hoshie pergi mengikuti kemana gadis ini pergi....
... Menjadi penonton kisah asmara orang lain tidak terlalu menghibur juga tidak terlalu membosankan bagi mereka, biasa saja....
..."Sejak kapan dia jadi seperti ini?" tanya Fable....
..."Aku berharap mereka tidak jadian" kata Poet....
..."Tapi, dia kan sahabat kita" kata Fable....
... ...
... Berbicara bercermin tentang dirinya sendiri....
..."Menurutmu kita orang orang yang bisa dipercaya?" tanya Poet....
... Serius....
..."Aku pikir akhir akhir ini Hoshie agak berbeda, bagaimana menurutmu?" tanya Fable. ...
... Mengumpulkan informasi yang dilihatnya sendiri sebelum berkomentar tentang Hoshie....
..."Banyak alasan seseorang bisa semakin berubah" kata Poet....
... Khawatir....
..."Apa ada hal yang disembunyikan oleh Hoshie dari kita semua?" tanya Fable....
... Seseorang menggendong seorang anak perempuan manis dengan setelan serba putih berbulu dan sepatu kerlap kerlip hitam balita itu dengan kedua sisi rambut di kepalanya terikat dengan ikat rambut bunga mawar dan hijau daun aksesoris langsung turun dari gendongan ayahnya berlari menuju Dashie memeluk tidak mau melepasnya....
..."Babe" sapa Dashie....
... Suara lucu seorang anak balita perempuan....
..."Aku akan ikut kakak lagi" kata Babe....
..."Ayah akan pergi ke luar negeri lagi dan aku sendirian dirumah" kata Babe....
..."Aku mau kakak yang menjaga ku" kata Babe....
... Dashie bersama driver pribadi Babe mengantarnya untuk sampai di rumahnya....
... Dua orang itu juga masih tetap mengikuti lagi kemana Dashie pergi. ...
... Apakah ini tidak menyebabkan kebosanan di antara mereka tentu tapi semua sedang berusaha untuk menahan dan memilih menjalani....
..."Apa mereka tidak lelah?" tanya Dashie....
..."Mungkin mereka sedang membutuhkan teman" kata Dashie....
... Langsung dalam beberapa menit saja Babe tertidur di atas pangkuan Dashie berselimut hangat memeluknya....
... Driver perempuan yang sekarang sedang mengantar mereka berdua agar sampai dirumah ikut merasa senang melihat ini....
..."Sedari tadi Babe tidak bisa diam terus menangis" kata driver perempuan itu....
..."Pantas saja matanya agak bengkak seperti baru berhenti nangis" kata Dashie....
... Belum juga berhenti untuk mengikuti seseorang yang sedang bekerja terlintas didalam pikirannya tentang mereka berdua yang sebenarnya sibuk tapi memberikan waktu mereka yang seharusnya untuk istirahat justru digunakan untuk menjaganya....
... Dashie juga tahu kalau tetap seperti ini dibiarkan tanpa di jeda mereka akan lupa tentang jati diri mereka sendiri dan dia tidak nyaman jika terlalu diperhatikan seperti terkesan hanya dia gadis di dunia ini....
..."Aku jadi merasa bersalah" kata Dashie....
... Akhirnya sampai di rumah Babe mereka sudah mendapatkan izin untuk mengantar Babe dan Dashie sampai dirumah oleh Presdir Jo....
... Membuka pintu mobil lalu menggendong membawa masuk putri bosnya ke kamar atas lantai kedua rumah yang berlantai empat tersebut....
... Menunggu diluar rumah Presdir Jo menunggu sampai Dashie keluar dari dalam rumah....
... Tujuh menit menunggu....
... Dashie akhirnya muncul menghampiri....
..."Sorry, tapi aku harus bekerja bisakah kalian pulang" kata Dashie....
... Merengek....
..."Tidak mau" kata Hoshie....
... Marah marah tidak jelas....
..."Kau bertingkah aneh" kata Xie....
..."Aku memang tidak mau pulang" kata Hoshie....
... Melerai dua orang yang akan mulai bertengkar lagi....
..."Hentikan, bisakah kalian tidak bertengkar" kata Dashie....
... Perhatian sebagai kakak....
..."Tapi, kau kan adikku" kata Xie....
... Dashie menunjukkan pesan pesan yang dikirimkan oleh Nora yang selalu menanyakan kakaknya yang sulit dihubungi meski sedang di hari libur....
... Membaca pesan pesan itu dan menjadi merasa bersalah....
..."Kau juga sedang membuka usaha baru mu lalu kenapa terus mengikuti ku?" tanya Dashie....
..."Aku takut kau diambil oleh orang lain" kata Hoshie....
... Dashie menghela nafas menahan segala sesuatu yang ingin diluapkan kepada Hoshie segera pemuda ini melangkah mundur untuk meredam kemarahan....
..."Kakak pulang" kata Xie....
... Sedangkan untuk Hoshie memeluk Dashie dalam waktu tiga detik lalu pergi mengikuti Xie yang sudah masuk kedalam mobil....
..."Aku juga pulang, jaga dirimu baik-baik" kata Hoshie....
... Xie dan Hoshie akhirnya pergi sesuai permintaan dari Dashie....
__ADS_1