Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 192: Jangan pergi.


__ADS_3

...Chapter 192: Jangan pergi....


... Gan bersandar di kursi yang diduduki sekarang sambil baca berita dari dalam layar ponsel....


... Eir sedang mendapatkan tontonan gratis....


..."Kau tidak mau denganku?" tanya Ans....


... Terdiam dua detik....


..."Biaya hidup mu mahal" kata Nawa....


... Melihat ke arah Gan....


..."Tapi, dia mau denganku" kata Ans....


... Realita....


... Menunjuk ke arah Gan....


..."Dia. Dia kan pekerja keras" kata Nawa....


..."Berhentilah merengek. Aku tidak ingin menjadi musuhmu" kata Nawa....


... Eir sudah selesai dengan menu makanan yang dia makan berbalik ke arah belakang disana ada seseorang yang sedang bersama dengan dua orang teman sekolah Nawa....


... Seperti seakan dipaksakan untuknya kembali akrab dengan kedua orang yang pernah satu arah dengan mereka....


... Dia berada di tengah diantara Yellow disebelah kanan dan Jeje di sisi kirinya....


... Gestur jabat tangan....


..."Kita bertemu kembali" sapa Soft....


... Menatap kedua mata gadis yang baru saja menyapanya itu....


..."Apa kita pernah dekat?" tanya Nawa....


... Dia bangun dari tempat duduknya dengan jemari tangan kanan dimasukkan ke saku bagian kanan depan celana....


... Dia benar-benar pergi tanpa berbalik atau sepatah katapun keluar dari lisannya itu....


... Soft mengejar Nawa....


... Memberhentikan remaja laki-laki itu yang ingin segera pergi....


... Semua melihat ini....


... Suara lirih....


..."Kau yang tadi malam menyerangku lagi?" tanya Nawa....


... ...


... Terkejut....


..."Apa?!" kata Nawa....


..."Aku tahu kau juga sama sepertiku. Jangan berpura-pura!" kata Soft....


... Ekspresi tidak heran....


... Melihat ke arah lain mengartikan kemarahan....


... Menatap wajah Soft lagi dengan perasaan ingin sekali memberi pelajaran kepada orang didepannya itu....


..."Kau akan mengelak lagi. Ini sudah kedua kalinya kau melakukan itu" kata Soft....


... Kesal....


..."Bersihkan isi kepalamu itu!" kata Nawa....


... Akan pergi tapi Soft tetap menahan Nawa agar tidak pergi....


... Membentak....


..."Apa maumu sebenarnya. Aku sudah pergi dari hidupmu!" kata Nawa....


..."Apa mau ku?" tanya Soft....


... Tatapan kemarahan....


..."Jangan dia. Kau boleh bersama dengan gadis lain asalkan jangan dia!" kata Soft....


..."Kenapa?" tanya Nawa....


..."Karena dia pacar Bloom. Picik sekali pikiranmu itu" kata Nawa....


... Memberikan pilihan....


..."Ya" kata Soft....


..."Aku memang picik. Benar, Aku mau denganmu asal kau tinggalkan dia" kata Soft....


... Suara rendah menekan....


..."Hentikan!" kata Nawa....


..."Kau sudah mendapatkan orang yang lebih baik dariku. Berhenti mempermainkan perasaan orang lain" kata Nawa....


... Dari sisi lain Ans ingin segera membantu teman satu kelasnya itu yang sedang berada dalam situasi yang tidak menguntungkan sama sekali....


... Gan menahan untuk Ans pergi menatapnya dengan tatapan tidak mengizinkan dia untuk melakukan tindak empatinya yang terlalu baik....


... Ans duduk kembali sambil menyaksikan pertengkaran ini....


..."Kau ingin aku berbuat apa agar kita tidak saling bicara lagi?" tanya Nawa....


..."Hah" kata Nawa....


... Dia tahu kalau ada orang lain yang bisa disebut sebagai pacar dari gadis yang ada di depannya sekarang....


... Menyaksikan dan mendengarkan pertengkaran di depan matanya sendiri dengan jarak sebelas langkah dari arah mereka dari arah utara menghadap ke arah selatan....


... Nawa mencium bibir Soft didepan mata Stud....


... Satu dua hingga empat detik....


... Soft dengan tatapan tak bisa berkata apa-apa menjauh dari Nawa....


..."Ini yang kau inginkan bukan. Kenapa kau menjauh?" tanya Nawa....


... Untuk kedua kalinya Nawa akan melakukannya lagi....


... Satu tamparan dia terima dari Soft....


... Pipi sebelah kirinya memerah....


... Semua syok. Tentu....


... Tidak percaya dengan apa yang mereka lihat....


... Nawa seperti tidak ada kata menyesal telah melakukan hal itu kepada gadis di depannya itu....


... Berbisik....


..."Dia ada dibelakangmu" kata Nawa....


... Soft....


... Berbalik ke arah belakang dan disana ada Stud yang masih menggunakan identitas Ren sekali lagi dengan wajah kesal cemburu....


... Berbalik ke arah Nawa lagi....


... Dia juga memiliki senjata lain yang juga akan membuat keduanya sama-sama terluka....


..."Dia ada dibelakangmu" kata Soft....


... Berbalik ke arah belakang Nawa dan disana ada Rumy yang juga melihat dan mendengar isi pertengkaran mereka....


... Dia yang langsung tanggap dengan situasi dan kondisi seseorang yang sudah dianggapnya sebagai sahabatnya sendiri berjalan ke arah Nawa tanpa ragu....


..."Kau ingin pergi denganku?" tanya Rumy....


... Mengangguk pelan penuh keyakinan....


... Menyapa wajah Soft....


..."Kau sudah melihatnya bukan. Jadi, berhenti terus mengganggunya lagi" kata Rumy....

__ADS_1


..."Ayo kita pergi" kata Rumy....


... Rumy membawa pergi Nawa jauh dari Soft yang terlihat sedang menyadari saat ini bukanlah hari kemenangan untuk segala strategi perang yang sudah dilaksanakan....


... Rumy dan Nawa berlalu pergi begitu juga dengan Stud yang pergi tidak ingin menyaksikan apa yang bukan hanya membuat indera penglihatannya sakit tapi perasaanya juga....


... Tidak peduli dengan kelima remaja yang masih ada disana dia pergi melewati mereka semua untuk mengejar kekasihnya yang marah akibat kejutan yang diberikan oleh Nawa untuk kekasihnya itu....


..."Dia mendapatkan bibir seksi teman kita" kata Ans....


... Tatapan peringatan diterima oleh gadis ini oleh orang tersayang....


... Membela diri....


..."Apa?" tanya Ans....


..."Lagian kamu juga tidak pernah mau melakukannya denganku" kata Ans....


... Dia pergi dari gadis yang mengajaknya berciuman didepan ketiga teman itu....


... Melihat orang yang dia sayang semakin menjauh pergi ke arah selatan berada tidak jauh dari Rumy dan Nawa yang sudah pergi lebih awal....


... Teriak....


..."Kau malu!" kata Ans....


... Sekali lagi berteriak....


..."Aku mau melakukannya dengan mu!" kata Ans....


... Lambaian tangan datang dari seorang Gan yang tidak berbalik setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang yang dia sayang....


... Mengambil yogurt dari dalam kantong plastik milik Nawa tadi sambil melihat sungai di suasana mendung pagi....


... Eir dengan susu rendah lemak yang dia minum hampir habis diminum....


... Melirik ke arah dua remaja putri yang belum bisa percaya dengan apa yang baru saja dilihat oleh mereka....


..."Ini yogurt untuk kalian" kata Eir....


... Menerima yogurt masing-masing dengan kejutan listrik yang mereka terima yang belum pergi berhenti memberi kejutan....


... Kepada Yellow dan Jeje....


..."Hidup kalian pasti sangat bahagia" kata Eir....


... Si polos yang tiba-tiba bersuara tanpa diduga....


... Eir sedang menghabiskan minuman yang tinggal satu tegukan untuk minum....


..."Sepertinya aku ingin melakukannya" kata Jeje....


... Eir tersedak....


... Yellow dengan sikapnya yang tambah tidak bisa berkata apapun dengan salah satu sahabatnya lagi....


..."Aku tidak akan menceritakan ini kepada orang tuaku" kata Yellow....


..."Sepertinya, aku sudah beranjak dewasa" kata Yellow....


... Mengambil tempat duduk yang tadi digunakan oleh Nawa duduk dikursi yang sama dari kedua orang didekatnya itu....


... Ans melihat isi pikiran dari teman sekolahnya dengan berbagai rencana yang sedang dibangun....


..."Duduklah" kata Ans....


..."Pertunjukan sudah berakhir" kata Ans....


... Jeje duduk di sebelah kanan Eir yang sedang menikmati yogurt dengan rasa buah anggur....


... Menilai jujur....


..."Namamu Jeje kan. Sepertinya, kau belum terlalu mengenal dunia luar yang kejam itu" kata Ans....


..."Aku takut mereka akan menyiksa dan menginjakmu dengan mudah" kata Ans....


... Soft dan Stud....


... Pria berjaket jeans putih dan kaos putih lengan pendek serta celana panjang serta sepatu sneakers putih memegang topi hitamnya itu lalu akan segera berbalik pergi dari kerumitan kisah orang lain....


... Soft berhasil mengejar kekasihnya yang tiba didepan mobil hitamnya itu....


... Akan membuka pintu mobil kemudi lalu dicegah oleh pacarnya itu....


..."Kau marah padaku?" tanya Soft....


... Memegang dahinya dengan mengeriyat ke atas....


..."Kau tidak sadar apa yang kau tanyakan barusan" kata Stud....


... Membela diri....


..."Tapi, itu hanya sebuah kecelakaan" kata Soft....


... Masih dalam situasi marah....


..."Ya. Hari ini adalah kecelakaan lalu bagaimana dengan besok?" tanya Stud....


... ...


... Hening....


..."Apa?" tanya Soft....


..."Maksudmu?" tanya Soft lagi....


... Tidak ingin melanjutkan perdebatan ini lalu akan membuka pintu mobil kemudi lagi tapi dicegah oleh Soft lagi....


... Masih dalam kondisi emosi....


..."Apa lagi?" tanya Stud....


..."Aku yang salah. Hanya aku yang salah?" tanya Soft....


... Menyadari bahwa dirinya salah dalam masalah ini....


..."Sorry. Aku telah berbuat salah" kata Soft....


... Menatap kekasihnya dengan tatapan belum memaafkan kesalahan orang lain....


..."Aku sudah memaafkan mu" kata Stud....


... Belum percaya....


..."Tidak. Kau belum memaafkanku" kata Soft....


..."Sudah. Aku sudah memaafkan mu" kata Stud....


..."Hanya aku yang salah disini?" tanya Soft....


... Nada suara menekan dengan kemarahan....


..."Apa harus memaafkan mu?" tanya Stud....


..."Kau jelas menikmati situasi itu" kata Stud....


... Seakan sudah puas dengan jawaban dari kekasihnya yang membuatnya terluka....


... Menghela nafas panjang mengusap rambut kepalanya sendiri dengan kedua tangannya ke belakang....


... Melihat Stud lagi....


..."Apa aku tidak tahu, apa yang sudah kau lakukan dibelakangku?" tanya Soft....


..."Kau sedang membalikkan keadaan padahal jelas kau yang salah" kata Stud....


... Emosi dengan suara menekan memberi kesan bahwa argumen yang dia katakan benar adanya....


..."Berapa kali kau juga berciuman dengan wanita itu?" tanya Soft....


..."Siapa yang kau maksud?" tanya Stud....


... Kesal....


..."Pergilah. Dia memang lebih hebat dariku dari segi apapun tapi … " kata Soft....


..."Apa dia bisa lebih baik dariku?" tanya Soft....


..."Ya. Dia lebih cantik darimu" kata Stud....

__ADS_1


..."Tidak. Itu tidak mungkin. Jelas-jelas aku lebih cantik darinya" kata Soft....


..."Lalu apa lagi yang ingin kau tanyakan?!" kata Stud....


... Suara keras....


..."Aku yakin kau sedang berbohong" kata Soft....


... Teriak....


..."Ya!" kata Stud....


... Suara merendah....


..."Aku sedang berbohong" kata Stud....


..."Kau puas sekarang. Biarkan aku pergi" kata Stud....


... Stud meninggalkan pacarnya pergi dengan mobil hitamnya itu....


... Keempat remaja putri yang duduk di kursi yang sama di pinggir sungai....


... Eir yang sengaja usil kepada teman barunya....


... Melihat ke arah Ans....


..."Kau tidak mengejarnya?" tanya Eir....


..."Siapa?" tanya Ans....


..."Dia terlihat sangat sayang sekali padamu" kata Eir....


... Tersadar....


..."Ahhhh. Dia … " kata Ans....


... Tanpa menjelaskan apa yang sudah membuat orang yang Eir maksud bisa sepatuh itu....


... Ikutan usil....


... Melirik ke arah Eir....


..."Kau tidak cemburu dengan gadis itu?" tanya Ans....


... Tertawa....


... Merasa konyol....


..."Aku?. Tidak mungkin, dia bukan tipeku" kata Eir....


..."Dan lagi. Aku masih polos sepolos Nona Jeje" kata Eir....


... Dia yang polos ketika berbohong dan semua orang percaya dengan apa yang dia katakan....


... Orang-orang semakin banyak terlihat wara-wiri disekitar mereka....


..."Aku tidak sepolos yang kalian pikirkan" kata Jeje....


..."Bagaimana jika nanti aku juga berciuman?" tanya Jeje....


..."Berapa kali aku harus melakukannya?" tanya Jeje....


..."Agar aku tidak terlihat polos" kata Jeje....


... Ans jadi merasa bersalah dan sedih tiba-tiba....


... Dia mendekat ke arah Jeje jongkok lalu memegang kedua tangan teman barunya itu....


... Tatapan malaikat....


..."Sorry. Aku tidak bermaksud untuk menyinggungmu" kata Ans....


..."Aku tidak bohong" kata Ans....


..."Sungguh semua itu ku katakan karena aku sayang" kata Ans....


..."Aku tidak memiliki pikiran dan keniatan untuk melakukan itu" kata Ans....


... Eir dan Yellow dengan santai menunggu respon yang akan diberikan kepada Ans dari teman mereka langsung....


..."Sorry. Oke" kata Ans....


... Senyum keramahan....


..."Apa yang kau lakukan. Sepertinya ini alasan ketua kelas kita menyukai mu" kata Jeje....


... Tak disangka juga seseorang kembali untuk menjemput orang yang dia sayang....


... Jeje melihatnya....


..."Dia sudah kembali. Jangan biarkan dia menunggu lama" kata Jeje....


..."Terima kasih" kata Ans....


... Gadis ini mencium pipi sebelah kanan teman sekolahnya itu....


... Gestur salam perpisahan dengan kedua lambaian tangan kepada ketiga gadis remaja yang ada di kursi panjang yang sama....


... Dia dengan jaket Hoodie ungu dan celana olahraga pendek hitamnya serta sepatu sport hitamnya dibalut dengan kaus kaki putih sepanjang diatas mata kaki membawa tas selempang hitam milik Ans....


... Senyum hangat itu membuat iri siapapun yang melihatnya dengan siapa hal positif itu ia bagikan....


... Ans pergi setelah dijemput oleh Gan....


... Mereka berdua sangat serasi meski hanya dilihat dari arah belakang berjalan meninggalkan ketiga gadis remaja itu....


..."Apakah aku terlihat bodoh?" tanya Jeje....


..."Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri" kata Jeje....


... Berbicara jujur....


..."Jangan berbicara lagi. Kau semakin memperjelas segalanya" kata Yellow....


... Satu permen karet dimakan di dalam situasi bisa dibilang sad ending bagi seseorang tak ingin berkomentar dengan semua yang dia saksikan....


... Eir kali ini berperan sebagai penonton di kisah orang lain....


... Hati dan pikirannya beserta hasil analisisnya mengatakan bahwa ini tidak sesuai dengan ekspektasi orang lain....


... Bersyukur....


..."Cintaku tidak ada disini. Entahlah" kata Eir....


..."Aku harus segera pergi" kata Eir....


... Eir pergi meninggalkan mereka berdua yang selanjutnya disusul oleh keduanya dibelakang gadis remaja ini....


... Melihat dari arah belakang Nawa dan Rumy juga Ans dan Gan....


... Gadis ini lebih sibuk dengan dunianya sendiri memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya di sisi kanan dan kiri sambil sesekali melihat langit yang bertambah gelap tapi belum gerimis atau bahkan hujan....


... Ans dan Gan....


... Mereka berdua terlihat lebih terbuka dari biasanya dilihat ketika di sekolah oleh kedua temannya itu....


..."Apa kita yang tidak peka?" tanya Jeje....


..."Peka ataupun tidak kita memang harus berpura-pura tidak tahu" kata Yellow....


..."Apakah dia seseorang yang selalu ada didalam postingan bocah itu?" tanya Jeje....


... Tawa kecil....


..."Bocah itu. Akhirnya, aku bisa melihat sisi savage mu itu" kata Yellow....


... Heran....


..."Aku tidak tahu kenapa semua orang bilang bahwa aku anak baik-baik" kata Jeje....


..."Padahal aku biasa-biasa saja. Sama seperti kalian" kata Jeje....


... Yellow memperhatikan sahabatnya itu dari atas kepala hingga ujung kaki....


... Proses penilaian....


..."Kau tahu apa jawaban dari semua pertanyaanmu itu" kata Yellow....


..."Aku tidak tahu. Semua akan terjawab dengan sendirinya. Jadi, bersabarlah" kata Yellow....

__ADS_1


... Gerimis....


... Semua pergi untuk menyelamatkan diri dari gerimis yang mengarah ke hujan yang cukup lebat....


__ADS_2