Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 85: Kembali lagi.


__ADS_3

...Chapter 85: Kembali lagi....


..."Aku minta sleeping mask mu" kata Nora....


..."Ambil saja" kata Dashie....


... Nora sedang memakai sleeping mask tiba-tiba terbesit dipikiran Dashie untuk menanyakan suatu hal....


..."Aku ingin bertanya padamu" kata Dashie....


..."Tanya saja" kata Nora....


... Agak ragu tapi hal itu sedikit mengganggu pikiran....


..."Kau percaya tidak jika ada seorang pria berkata "Aku akan menunggu mu sampai kau putus" kata Dashie....


... Tanpa basa-basi....


..."Kurasa dia penipu" kata Nora....


... Mendengar penjelasan dari Nora membuat moodnya tidak ingin membicarakan Hoshie....


..."Sudah itu saja pertanyaan mu?" tanya Nora....


..."Ya" kata Dashie....


... Dashie jadi kepikiran bagaimana kondisinya sekarang....


... Teringat kembali dengan siapa ia bicara mengingat lagi kalau Bos ditempatnya bekerja sedang dalam keadaan sakit tapi ia rasa tidak harus malam ini untuk memberitahukan kabar ini karena disana sudah ada kakaknya yang siap siaga....


... Waktu yang pas....


..."Shie!" panggil Nora....


..."Aku tidak tahu dengan Xie. Dia mulai lagi sulit dihubungi" kata Nora....


..."Dia baik-baik saja. Jangan khawatir" kata Dashie....


... Hatinya berbicara....


..."Apalagi membicarakan tentang Xie. Itu jauh lebih berbahaya" kata Dashie....


... Rumah kos bertingkat dengan desain rumah bercat putih dan kendaraan para penghuni kos yang berjajar terparkir didepan rumah....


... Dari dalam kaca jendela pemilik rumah dan teman-temannya terlihat sedang berjaga sambil bermain catur ditemani minuman kopi dan camilan kacang panggang....


..."Kau sedang apa?" tanya Nora....


..."Aku hanya melihat-lihat saja" kata Dashie....


... Memberikan sleeping mask milik Dashie....


..."Oh. Ini milikmu" kata Nora....


..."Sorry. Aku ambil banyak, makasih ya" kata Nora....


... Melihat sleeping mask dalam tube....


..."Sama-sama" kata Dashie....


... Dashie melihat Nora tidak memakai sleeping mask tidak sebanyak yang ia katakan....


... Menaruh kembali di dalam tas totebag bersama skincare yang lain....


... Beberapa buku bertumpuk di meja sebelah kanan Nora yang sedang duduk membaca buku sambil memakai kacamata....


... Waktu yang menyenangkan untuk membaca buku....


... Suara serangga malam terdengar sampai ke dalam kamar....


... Tiba-tiba Nora merinding....


... Menebak pikirannya....


..."Apa ada hantu disekitar sini?" tanya Nora....


... Memeriksa situasi....


..."Ku rasa tidak ada" kata Nora....


... Melihat ke arah samping kiri....


... Terdiam sesaat....


..."Dia kenapa nangis?" tanya Nora....


... Tidak cukup sopan jika bertanya sekarang menurut temannya ini lalu akan pergi keluar kamar....


... Langkahnya terhenti....


..."Jangan hubungi kakak ku nanti dia marah" kata Dashie....


..."Ok" jawab Nora....


..."Sorry" kata Nora....


... Berbalik arah untuk kembali ke tempat tidur dengan selimut tebal berwarna putih mengambil selimut menyelimuti diri sendiri kembali membaca bukunya lagi....


... Menebak....


..."Apa gara-gara Hoshie?" tanya Nora....


... Berpikir ulang....


..."Tidak mungkin. Justru saat ini dia sedang sangat membutuhkan gadis ini" kata Nora....


..."Lalu dia kenapa?" tanya Nora....


... Nora jadi bingung sendiri darimana harus mulai menghibur temannya yang sedang sedih....


... Lebih-lebih lagi dengan ini....


..."Kau tidak dipecat dari pekerjaan kan?" tanya Nora....


... Masih dengan posisinya tidur memunggungi Nora dengan selimut menyelimuti separuh tubuh Dashie....


..."Tidak juga" kata Dashie....


..."Lalu apa?" tanya Nora....


... Di rumah sakit....


... Xie yang samar-samar melihat seorang gadis yang juga seumuran dengan adiknya datang semakin mendekat kepada mereka langsung mengambil masker sekali pakai dari dalam tas selempang lalu memaksa Ghazi untuk memakai masker yang ia berikan....


... Hot tak berkutik sekaligus geleng-geleng kepala melihat ulah keduanya dalam menjalin hubungan persaudaraan....


..."Pakai saja!" kata Xie....


... Ghazi akan membuka masker yang dipakaikan oleh kakaknya itu tapi dibatalkan ketika datang orang yang pernah ia dengar sebagai teman kuliah adiknya itu....


... Ghazi menjadi patuh....


... Hot merapikan masker yang dipakai kekasihnya....


..."Sadar tidak. Ini miring?" tanya Hot....


... Menatap tajam kedua mata pacarnya....


..."Kau selalu keren di mataku" kata Hot....


..."Kalian berisik sekali" kata Xie....


... Menengok siapa yang lebih dulu membuat kegaduhan di depan ruang rawat seseorang....


... Xie kembali melanjutkan istirahat bersandar di kursi pengunjung lalu memejamkan mata lagi....


... Aka semakin mendekat ke arah mereka....

__ADS_1


... Dua langkah lagi melewati ketiganya sedang di depan ruang rawat Rumy sekaligus Ved....


... Langkah kaki itu melewati ketiganya....


... Hot lebih memilih diam bermain ponsel....


..."Luar biasa" kata Ghazi....


... Melihat pacarnya....


..."Hentikan" kata Hot....


..."Kenapa?" tanya Ghazi....


..."Dia membuatku pusing" jawab Hot....


..."Masa?" tanya Ghazi....


... Tanpa ditutup-tutupi....


..."Iya" kata Hot....


..."Sekali lagi kau merayuku!" kata Ghazi....


... Hot menjauh sedikit lagi dari kekasihnya setelah mendapatkan kode harus waspada....


... Xie menonton sebuah reality show dengan genre berbeda di kisah percintaan ini....


..."Ini sudah malam. Kalian memang tidak ingin istirahat" kata Xie....


..."Tenang saja. Kami selalu sehat" kata Ghazi....


..."Istirahat jika sudah lelah bertengkar" kata Xie....


..."Siap!" jawab keduanya kompak....


... Melakukan apa nasehat yang diberikan oleh Xie segera menjadi hening tanpa suara obrolan diantara mereka sepi....


... Disusul oleh orang lain yang juga merupakan sahabat Dashie dan itu adalah Ren bergerak mengejar Aka....


... Tapi, langkahnya terhenti ketika melihat ada Hot....


... Dia sempat menyapa orang yang tidak ingin akrab kepada orang lain selain yang dia butuhkan....


..."Hey bro!" kata Ren....


..."Hey Ren" kata Hot....


... Untungnya Ghazi sudah diberi briefing agar tidak ikut dengan circle yang tidak sesuai dengan jati dirinya itu....


..."Dimana Dashie. Aku tidak melihatnya?" tanya Ren....


..."Dia" kata Hot....


..."Dia sudah pergi" jawab Ren....


... Ren melihat seorang gadis dengan pakaian kerlap-kerlip dengan celana jeans hitam ke abu abuan ada disebelahnya....


... Hanya melirik tidak bertanya banyak....


... Hot melihat Ren yang berfokus ke arah pacarnya....


..."Ada lagi yang ditanyakan?" tanya Hot....


..."Tidak. Aku akan pergi menemui Ved dulu" kata Ren....


..."Ya" kata Hot....


... Menunggu sekitar hampir sepuluh menit di luar tak sengaja Aka melihat seseorang yang ia anggap adalah Dashie dengan style yang berbeda akan dimulai lagi karakternya yang menjengkelkan tapi terhenti oleh lima bodyguard yang datang berpakaian formal berperawakan para binaragawan....


..."Tuan menyuruh Nona untuk pulang" kata salah satu bodyguard berwajah tirus berkulit putih Langsat....


..."Bilang ayah aku tidak ingin pulang" kata Ghazi....


..."Dia bilang jika tidak pulang semua warisan anda akan disumbangkan" kata bodyguard berkulit putih....


..."Baiklah. Aku pulang" kata Ghazi....


..."Tapi, sebelum itu aku akan menemui ibuku terlebih dahulu" kata Ghazi....


... Ghazi menemui ibunya yang sedang ada di cafetaria rumah sakit sedang makan malam bersama dengan suaminya....


... Para bodyguard Ghazi juga mengikuti kemana putri bosnya pergi....


... Aka terlihat masih melongo seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat....


... Bertanya kepada diri sendiri....


..."Apa ini mimpi buruk?" tanya Aka....


... Xie yang tidak tahan sekali harus merasakan suasana yang tenang damai menjadi berubah dengan kehadiran gadis yang bernama Aka belum berpindah tempat dari sekitar matanya melihat pemandangan yang tidak seharusnya tidak ada disana....


... Harapan yang ingin sekali dikabulkan....


..."Bisakah dia pergi dari pandangan mataku" kata Xie....


..."Dia punya semua yang harus dimiliki oleh wanita" kata Hot....


..."Apa kau tertarik?" tanya Xie....


... Menunjuk dirinya sendiri....


..."Aku bisa sekaya yang ku mau" kata Hot....


..."Ingat. Aku jauh lebih berumur darimu" kata Xie....


..."Aku tahu kau jauh berpengalaman" kata Hot....


... Jika melihat realita yang ada....


..."Kenapa aku tidak percaya?" tanya Xie....


... Emosi langsung....


..."Sekaya apa dia?!" kata Hot....


... Ghazi datang ada dibelakangnya mendengar sedikit obrolan dari kedua orang didepannya....


..."Apa yang kalian bicarakan, sekaya apa?" tanya Ghazi....


... Dia juga melihat ada seorang yang tidak dikenal olehnya sedang memperhatikan mereka bertiga....


... Dia memberanikan diri mendekat kepada Ghazi....


... Ghazi dan para bodyguard dan hal yang sama juga ada pada pihak Aka....


... Akan menyentuh baju Ghazi....


..."Jangan sentuh bajuku!" perintah dari Ghazi....


... Dia tetap menyentuh baju yang dikenakan oleh Ghazi....


... ...


... Ghazi terpaksa melepas paksa tangan Aka menjauh dari dirinya....


... Aka masih menganggap gadis di depannya adalah Dashie....


... Terpaku....


... Hot yang sudah tahu sedikit karakter dari kekasihnya itu sedang melihat seberapa jauh bisa terkendali tanpa harus dirinya harus turun tangan....


... Xie sedang menilai pihak mana yang harus dilindungi....


..."Menjauhlah dariku. Aku tidak mengenalmu!" kata Ghazi....


... Inilah waktunya untuk Hot turun tangan membawa pergi Ghazi yang mulai emosi....

__ADS_1


..."Sudah" kata Hot....


... Hot meraih tangan kiri Ghazi lalu...


... membawanya pergi dari circle toxic dengan tanpa berbicara banyak untuk saat ini gadis ini mempercayai tindakan pacarnya yang memberikan banyak alasan mengapa hal ini tidak perlu diperpanjang olehnya....


... Xie tidak perlu memilih siapa yang perlu diadili....


... Ghazi pergi dengan Hot dan para bodyguard....


... Aka belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi lalu melihat ke arah Xie yang memejamkan mata ketika peristiwa itu baru saja selesai....


... Kesal baru kali ini dia dibentak oleh orang lain apalagi jika orang itu adalah Dashie....


... Berjalan cepat langkahnya untuk mengejar Ghazi....


... Ghazi berhasil dikejar oleh Aka yang berada tepat di depannya....


... Ghazi belum seemosi Aka....


... Tamparan diterima oleh Ghazi tanpa sebab yang masuk akal....


... Orang-orang terhenti sejenak dari aktivitas mereka melihat pertunjukan tidak nyaman dilihat oleh indera penglihatan....


... Ini luar biasa di atas luar biasa dilakukan oleh Aka....


... Dia dengan emosi langsung naik level....


..."Apa yang kau lakukan padaku?" tanya Ghazi....


... Para bodyguard Ghazi akan bertindak dengan apa yang barusan menimpa kepada putri bos mereka....


... Hot tidak ingin kemarahan pacarnya memuncak....


..."Tapi ini apa. Dia … " kata Hot....


... Satu tamparan lebih kuat mengenai pipi gadis seksi di depannya dilakukan oleh Ghazi....


... Mereka dipisahkan secara paksa sebelum pertengkaran yang lebih kacau merusak citra juga fisik dari gadis yang bisa dibilang sempurna seperti mereka....


..."Hey Dashie. Dasar ******!" kata Aka....


..."Apa?!" kata Ghazi....


... Ghazi lebih emosi lagi ketika mendengar adiknya sendiri dipanggil ******....


... Ghazi melepas genggaman tangan pacarnya lalu akan menyerang lagi Aka lebih dari yang sudah pacarnya tebak akan jauh lebih berbahaya. Dia bergerak jauh lebih cepat dari pencegahan sebelumnya agar tebakan itu tidak terjadi....


..."Hentikan!" kata Hot....


... Ditarik dengan sekuat tenaga agar pacarnya berjalan pecat menjauh dari Aka....


... Para petugas keamanan sudah berdatangan setelah Ghazi dengan cepat dibawa oleh Hot dengan para bodyguard yang berhasil melerai keduanya agar tidak berkelahi....


... Aka belum bisa menerima keberanian dari seorang Dashie yang membalas tamparan yang diberikan padanya cukup membuat pipi sebelah kirinya sangat merah....


... Wajah merahnya menyatu dengan emosi yang dimiliki lebih naik drastis....


... Nafas kemarahan ada pada diri Aka....


... Orang-orang sudah mulai sibuk dengan kepentingan mereka masing-masing tak perlu melihat perkelahian yang terjadi diantara dua gadis muda lagi....


... Dia juga pergi keluar dari rumah sakit dengan menggunakan pintu yang sama yang digunakan oleh orang yang membalas tamparan darinya barusan....


... Di perjalanan menuju arah rumah....


... Ghazi yang sedang emosi duduk di kursi belakang bersebelahan dengan pacarnya....


... Mobil bergerak pergi dengan satu bodyguard ada kursi kemudi dan satunya lagi ada di kursi sebelah kemudi. Sedangkan tiga bodyguardnya yang lain ada di mobil pribadi Ghazi di belakang mobil yang mereka naiki....


... Akan memeriksa pipi sebelah kiri Ghazi....


..."Apa ini sakit?" tanya Hot....


... Ghazi menjauhkan dirinya dari perhatian pacarnya....


..."Ini bukan pacarku" kata Hot....


... Mengganti arah pandangan....


..."Tapi, sayang. Dia sudah keterlaluan" kata Ghazi....


..."Coba kulihat wajahmu" kata Hot....


... Di rumah sakit yang berbeda....


... Jarrel masih menunggu Hoshie yang sedang menjalani operasi akibat serangan kriminal dari seseorang....


... Di tempat terjadinya penyerangan di sana sudah tidak ada lagi Nawa yang telah dipindahkan di ruang rawat pasien lain....


..."Bagaimana hasil pemeriksaan CCTV di kamar tersebut?" tanya Jarrel....


... Informasi yang didapat adalah CCTV tidak menangkap gambar tentang penyerangan yang diterima oleh Hoshie sebagai bukti lain yang menguatkan temannya itu....


... Ruang tunggu yang tidak ada satupun orang disana menunggu Hoshie yang sedang menjalani operasi....


... Jarrel pergi dengan urusan pekerjaan yang masih harus diselesaikan olehnya sebagai permintaan dari ayahnya yang baru saja datang memeriksa langsung tentang tindakan kriminalitas yang menimpa kepada salah satu pasien....


... Dua jam berlalu operasi dilakukan dengan keajaiban yang diterima oleh Hoshie....


... Setelah menjalani banyak operasi bahkan ia bisa langsung sadar dalam tingkat pemulihan yang jarang dialami oleh banyak pasien....


... Realita yang dihadapi oleh Hoshie dilihatnya sendiri sekali lagi tanpa siapapun yang menunggu dirinya yang keluar dari ruang operasi sama seperti malam ini....


... Dia dibawa di bangsal yang sama dengan berbeda ruangan dengan ruangan tanpa adanya Nawa seperti waktu sebelum penyerangan yang sudah berlalu....


..."Dunia ku sedamai ini" kata Hoshie....


... Melihat layar ponselnya melihat potret dirinya bersama dengan Dashie....


... Tak ada pesan masuk kedalam ponsel hanya ada panggilan masuk dari gadis yang dia tunggu....


... Hoshie melakukan video call dengan Dashie....


... Panggilan telepon dari Hoshie diangkat oleh Dashie....


... Dia malu-malu ketika berbicara dengan Hoshie....


..."Kau habis nangis?" tanya Hoshie....


... Ada mata panda di bawah kedua mata Dashie....


... Hoshie memperhatikan background dibelakang Dashie sedang bersandar di sebuah ranjang kayu....


..."Dimana kau saat ini?" tanya Hoshie....


... Berbisik mencegah suaranya mengganggu seseorang yang sedang sibuk membaca buku....


..."Nora" kata Dashie....


... Dia juga memperlihatkan visual pacar kakaknya yang pernah berencana membereskan dirinya di waktu yang sudah berlalu....


... Dia memperhatikan leher Nora sekilas....


..."Dia bukanlah orang yang menyerangku" kata Hoshie....


... Tak ada bekas goresan yang tertinggal di leher Nora yang dilihat oleh Hoshie....


... Kembali Dashie mengajak bicara Hoshie....


..."Itu pasti sakit" kata Dashie....


..."Lumayan" kata Hoshie....


... Perban putih melingkar di bagian tubuhnya yang terlihat oleh Dashie....


... ...

__ADS_1


__ADS_2