Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 107: Tidak berubah.


__ADS_3

...Chapter 107: Tidak berubah....


... Nora sudah memberi kabar tentang insiden ini kepada Ved dengan kondisi bengkel yang saat ini diserahkan kepada Jarrel sebagai penanggung jawab sementara selagi pemilik aslinya sedang menjalani perawatan medis dirumah sakit untuk dilakukan penyelidikan oleh para pihak kepolisian mencari sebab akibat insiden tadi pagi bisa terjadi....


... Jarrel yang menyaksikan sendiri proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian....


... Mereka tidak menemukan barang bukti apapun yang tertinggal di dalam tempat kejadian semuanya dalam kondisi baik-baik saja tak ada kerusakan atau jejak yang memberikan bukti siapa yang telah melakukan hal kejahatan itu di tempat tersebut....


... Untuk Jarrel tentu berpikir dengan ciri-ciri yang ia lihat sendiri jejak darah yang berceceran hilang dengan sendirinya bersama aura hitam berubah memutih hilang mengudara dengan cepat sebagai salah satu ciri bahwa ini adalah perbuatan dari bangsa Blacwhe....


..."Baru saja ada dari bangsa Xoco turut andil dalam peristiwa ini" kata Jarrel....


... Dengan bukti sebuah kristal es mengikat mantra dari mantra bangsa Blacwhe yang hancur seketika dalam butiran-butiran es yang hanya bisa dilihat oleh bangsa Blacwhe dan Xoco tentunya ada disekitar tempat terjadinya perkara....


..."Para bangsa Xoco sudah turut andil" kata Jarrel....


..."Siapa yang sedang mereka incar?" tanya Jarrel....


... Dengan kasus yang tidak bisa dianggap remeh ini membuktikan bahwa dalam situasi yang tenang tanpa sebuah masalah seperti saat ini tidak menjamin bahwa semua terjamin berlangsung tanpa adanya suatu masalah. Itu yang langsung ditangkap oleh Jarrel. Mengingat lagi dengan semua bangsa Blacwhe yang selalu memiliki cara mereka untuk berkamuflase sesuka hati membuat cerita dan melaksanakan rencana mereka tanpa pertimbangan secara manusiawi....


..."Jika sudah sampai menyerang tempat ini lalu siapa diantara kami yang menjadi sasaran utama?" tanya Jarrel....


..."Setelah sebelumnya Ved juga mengalami sebuah penyerangan" kata Jarrel....


... Untuk sementara waktu bisnis bengkel tidak beroperasi untuk sementara waktu dengan garis polisi yang terpasang memutar tempat usaha pribadi milik sahabatnya itu....


... Hasil pemeriksaan selanjutnya akan dilaporkan kepada pihak Jarrel setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendalam oleh pihak kepolisian....


... Pihak kepolisian sudah pergi setelah melakukan penyelidikan selama dua jam lamanya lalu Jarrel dengan mobil pribadi beserta driver pribadinya pergi dari tempat tersebut dengan empat bodyguard Jarrel yang bertugas berjaga di tempat terjadinya penyerangan bersama empat polisi yang bertugas berjaga....


..."Kita pergi ke rumah sakit" kata Jarrel....


... Driver pribadinya mengangguk dan segera pergi menuju rumah sakit untuk menemui kelima karyawan Ved yang sedang mendapatkan pertolongan medis....


... Kelima karyawan Ved....


... Mereka terlihat sudah sadarkan diri dengan alat infus yang ada terpasang di setiap tangan kanan masing-masing....


... Ada Nora yang ada disana berjaga sendirian....


... Dia sedang bersandar dengan kedua tangan menyilang di bagian perut sambil melihat ke arah langit kamar pasien tempat kelima rekannya sedang menjalani perawatan....


... Setelah melewati waktu perjalanan selama sepuluh menit akhirnya Jarrel tiba dirumah sakit melihat Nora sendirian disana dengan kelima karyawan Ved yang lain....


... Nora ada di sebelah ranjang pasien dengan Ove yang berbaring di sana menggunakan alat bantu pernafasan....


..."Ini untuk mu" kata Jarrel....


... Melihat Jarrel yang baru saja datang di ruangan tersebut....


... Menerima satu cup hot tea dari Jarrel....


..."Terima kasih" kata Nora....


... Jarrel mengambil tempat duduk lain sebuah kursi besi khas rumah sakit yang juga tersedia di dalam ruangan duduk disebelah kanan Nora....


... Menikmati hot tea sedikit demi sedikit....


..."Apa kau tidak suka film misteri?" tanya Jarrel....


... Di meneguk hot tea dari dalam cup miliknya lagi....


..."Minumlah selagi masih hangat" kata Jarrel....


..."Film misteri ini akan segera selesai ditayangkan" kata Jarrel....


... Dia akhirnya mau merespon perkataan dari Jarrel....


..."Aku suka film romantis" kata Nora....


..."Film romantis. Kurasa itu cocok dengan karaktermu" kata Jarrel....


..."Ku rasa kau lebih suka film Action" kata Nora....


... Dia meneguk hot tea lagi....


..."Aku suka film Action juga" kata Jarrel....


... Nora meneguk hot tea yang tadi diberikan oleh Jarrel....


..."Hot tea ini lumayan juga" kata Nora....


..."Ini produk terbaru ku" kata Jarrel....


... Dia tertawa kecil dengan pujian kecil kepada Jarrel....


..."Aku lupa berbicara dengan siapa" kata Nora....


..."Aku hanya berbicara apa adanya" kata Jarrel....

__ADS_1


... Dia lalu pergi mencari udara segar yang ada di bagian luar balkon ruangan rawat pasien tersebut....


... Di tempat wahana bermain outbound....


... Dia mendengar seseorang seakan berbisik padanya sekali lagi dalam samar-samar terdengar dengan angin lembut terbawa pergi mencari sumber suara itu tapi lebih cepat dari dugaannya menghilang sudah....


..."Kau pembunuh" kata seseorang lagi....


..."Kau pembunuh" kata seseorang dengan suara yang sama....


... Dashie melihat ke segala arah mencari lagi....


..."Siapa yang baru saja berbicara padaku?" tanya Dashie....


... Dia bersama dengan anak anak bermain bola plastik kecil dengan sebuah papan triplek yang dibuat menjadi lingkaran tiap kelompok beradu cepat ke arah finis dengan syarat bola tidak boleh sampai jatuh. Mengulang lagi jika bola yang mereka bawa terjatuh dengan masing-masing regu terdiri dari delapan sampai sepuluh anak....


... Dashie mengikuti tiap anak yang ada dalam regunya disaat mereka berlari secara satu persatu di setiap momen bagian mereka mengikuti permainan bom atom....


... Hoshie yang dari kejauhan sedang memperhatikan Dashie dari arah lantai dua tempat usahanya yang dekat dengan area outbound....


..."Berapa kali dia berlari?" tanya Hoshie....


..."Apa seasik itu?" tanya Hoshie....


..."Apa aku perlu bergabung tapi sepertinya aku tidak dibutuhkan disana" kata Hoshie....


... Dia melihat layar ponsel lagi melihat berita yang ia baca secara online....


... Berita tentang terjadinya penyerangan dengan modus hipnotis yang menimpa lima orang sekaligus dalam sebuah bengkel kendaraan roda empat yang merupakan tempat usaha teman kuliahnya itu ...


..."Dia salah memilih target" kata Hoshie....


... Hoshie sedang menunggu orang yang ia maksud akan segera datang melakukan penyerangan dari berbagai arah yang ia tahu orang sepertinya akan bertindak sesuka hati....


..."Dia juga tidak bisa diremehkan" kata Hoshie....


..."Apa yang ia tunggu lagi?" tanya Hoshie....


..."Kenapa dia tidak segera melenyapkan diriku?" tanya Hoshie....


... Dia masih diatas sana sambil terus mengawasi Dashie yang sedang bekerja....


... Di tempat lain....


... Seseorang yang Hoshie tunggu untuk bergerak dalam menjalankan aksinya menghabisi nyawa orang lain sedang melakukan pengawasan kepada Dashie dengan tujuan yang berbeda....


..."Dia pikir tujuannya sangat mulia. Sejak kapan dia akan menjadi seorang malaikat?" tanya seorang pria....


..."Kalau kau tidak mengambil kekuatan orang lain pasti kau akan menjadi debu dengan mudah" kata seseorang itu....


... Orang yang sama dengan pelaku yang menyerang lima karyawan Ved yang saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit juga seseorang yang hampir saja kehilangan nyawanya akibat kekuatan salah satu bangsa Xoco, yaitu Nora....


... Seseorang itu akan pergi meninggalkan mereka dari tempatnya berada memantau Hoshie dan Dashie dari arah tempat gedung tinggi yang berada tidak jauh dari mereka saat ini....


..."Kau tidak terganggu denganku?" tanya Hoshie....


..."Ini bukan cinta tapi ini alasanmu mendekatinya" kata Nora....


..."Karena kau takut ku habisi" kata Nora....


... Dia tertawa kecil tersenyum menanggapi apa yang dikatakan oleh Nora....


..."Aku suka segala kesempatan baik" kata Hoshie....


..."Berhenti memanfaatkan orang lain" kata Nora....


... Tertawa suaranya terdengar dari dalam ponsel Nora....


..."Ku kira kita hanya sebuah kolega tapi kau jauh memahami diriku" kata Hoshie....


..."Kau tidak pernah bisa dipercaya!" kata Nora....


... Percakapan mereka berdua berakhir dari pihak Nora yang lebih dulu memutus obrolan mereka....


... Dia yang akan pergi meninggalkan keduanya dari pengawasan membatalkan niatnya untuk pergi dari sana mencari-cari cara untuk menyerang secara samar salah satu bangsa Blacwhe yang ada di atas lantai kedua sebuah tempat bermain bilyard....


..."Ku dengar Callie sudah meninggal. Apakah benar, dia gadis yang sangat kau sayang" kata seseorang itu....


..."Seseorang yang membuatnya ingin selalu berbuat kesalahan" kata seseorang itu....


... Wajah sinis menyeringai....


..."Gadis yang malang" kata seseorang itu....


..."Jika ia tidak pergi, seharusnya saat ini menjadi milikku" kata seseorang itu....


... Dashie tidak sengaja melihat ke arah Hoshie yang sedang memperhatikan dirinya sejak tadi diatas lantai dua sebuah bangunan berlantai tiga dan lambaian tangan datang dari Hoshie yang menyadari bahwa gadis yang ia sayang ada sedang memperhatikan dirinya balik dari arah kejauhan....


... Dia berbisik lagi dari arah yang tidak tahu sumbernya terdeteksi padahal jarak diantara mereka tidak terlalu jauh....

__ADS_1


..."Dia akan membunuhmu" kata seseorang itu....


..."Kau tidak tahu saja" kata seseorang itu....


... Dashie berbalik mencari ke segala arah mencari lagi siapa yang mengajaknya bicara tapi tidak menemukan seseorang pun yang bisa dicurigai adalah pemilik suara itu....


... Dia membawa rasa takut untuk orang lain....


..."Dia akan membunuhmu" kata seseorang itu....


..."Membunuhmu!" kata seseorang itu lagi....


..."Membunuhmu!" kata seseorang itu....


... Dia berhasil membuat orang yang mendengarnya berbisik dalam keramaian itu menjadi ketakutan jelas bukan sebuah halusinasi akan tetapi suara itu jelas baru saja mengajaknya bicara....


... Dashie melihat ke arah Hoshie lagi yang masih tetap disana memperhatikan dirinya yang tidak memiliki ciri-ciri orang yang baru saja berbicara padanya....


..."Siapa orang yang dia maksud?" tanya Dashie....


..."Apa itu Hoshie?" tanya Dashie....


..."Kali ini apa yang sudah dia lakukan dan rencanakan" kata Dashie....


..."Apa hubungannya denganku?" tanya Dashie....


... Segala misteri yang tidak diketahui oleh Dashie tapi semua itu tanpa harus diceritakan kepadanya membuatnya kembali membuat dirinya berada dalam ruang kehampaan yang mewajibkan dirinya untuk berjuang di jalannya sendiri berjuang untuk dirinya sendiri....


..."Ruang harapan ini" kata Dashie....


..."Dia kembali lagi" kata Dashie....


... Meski sudah beberapa kali berjumpa menjadi sebagai teman yang tak ingin pergi jikalau dalam keadaan sedih tapi untuk seorang Dashie belum yakin belum bisa diizinkan untuk memahami sosok misteri itu....


..."Aku tidak yakin bisa" kata Dashie....


..."Bisa menjadi sandaranmu" kata Dashie....


... Hoshie yang sedang mendengar dan membaca isi keraguan yang dimiliki oleh Dashie dengan segala kata-kata yang diucapkan oleh gadis yang masih dalam pengawasannya....


..."Aku memang sejahat yang kau duga maka … " kata Hoshie....


..."Jangan percaya padaku" kata Hoshie....


... Dashie kembali dengan pekerjaannya dengan lebih bertambah fokus lagi....


... Dengan ingatan yang ia dapat ketika berjalan beriringan dengan Hoshie tak sempat untuk ditanyakan dengan tanpa alasan hanya sebuah halusinasi itu anggapan dari Dashie ketika melihatnya tentang orang lain yang ada disisinya bukanlah Hoshie melainkan wajah orang lain dalam beberapa kali terlihat olehnya sendiri tapi ketika ia perhatikan lagi wajah itu kembali menjadi seorang Hoshie yang merupakan pemilik wajah malaikat yang ia tahu tidak berubah lagi dalam waktu sebelumnya ia lihat sebagai wajah orang lain....


..."Mungkinkah ia memiliki banyak wajah dan yang kuketahui manusia biasa hanya akan memiliki banyak karakter di dalam dirinya" kata Dashie....


..."Aku melihatnya" kata Dashie....


..."Ada apa denganku. Kenapa aku menjadi takut?" tanya Dashie....


..."Sadarlah. Dia tetaplah Hoshie yang kau kenal" kata Dashie....


... Dari semua perkataan yang diungkapkan oleh Dashie tentang keraguan dirinya kepada Hoshie kini bertambah membuat dirinya tanpa sadar ingin menjauh dari seseorang yang dikatakan sudah menjadi seseorang yang dekat dengan dirinya itu tapi ia juga sadar tak ingin pernah menjauh dari seseorang itu seseorang yang selalu dipertimbangkan untuk tetap berada disisinya dalam kondisi apapun sejak pertama mengenalnya tanpa harus berada dalam sebuah alasan hubungan percintaan hanya untuk menjadi saling dekat saling mengenal dan melindungi....


... Hoshie masih mengawasi Dashie dari tempat dan arah yang sama menunggu seseorang dari bangsa Blacwhe datang dengan segala tindakan spontanitasnya menyerang mereka sambil melihat layar ponsel ataupun laptop dengan segala aktivitas menyibukkan diri sesekali juga menerima panggilan telepon dari mitra usaha dalam bisnis yang ia jalani yang baru ia rintis saat ini....


... Kini sudah pukul lima sore anak anak sudah berada didalam bus dengan tujuan rumah mereka masing-masing akan diantar oleh Pax sebagai driver pribadi yang khusus bertugas dalam hal ini....


..."Sungguh aku tidak ikut?" tanya Dashie....


..."Serahkan padaku" kata Pax....


... Dia dan para pengasuh lain sesuai pesan yang diberikan oleh Presdir Jo agar Dashie datang untuk menjemput putrinya yang kini bersama dengan pamannya sedang bekerja di area event pameran....


... Hoshie yang sudah berada didekat Dashie menunggu mereka berdua selesai mengobrol dengan sabar sambil memakai outfit sweater Hoodie hijau ke abu abuan....


..."Okey. Bye bye!" kata Dashie....


... Ramai bersama menjawab salam perpisahan dari pengasuh mereka....


..."Bye bye!" kata anak anak yang berada didalam mini bus yang dikemudikan oleh Pax....


... Mereka pergi menjauh dari keduanya....


... Dia memberikan dua pilihan untuk Dashie....


..."Aku harus mengikuti mu atau mengikutimu sudah takdir ku" kata Hoshie....


... Menarik tangan kanan pria yang tak ingin membuat Dashie pergi dari dirinya sama sekali lantas tak ingin memilih salah satu dari dua pilihan yang diberikan olehnya akan dipilih oleh Dashie....


... Dia membiarkan untuk Hoshie memilih sendiri jalan hidup yang ingin dijalani tanpa harus mengikat kehidupan orang lain dalam genggaman tangan seperti sebuah sindiran untuk dirinya sendiri bukan karena dua pertanyaan itu tapi ia harus tahu diri ada dalam posisi ini....


... Mengikuti Dashie kemana ia ingin pergi....


... Entah perasaan ini datang disaat seperti ini sebuah perasaan rasa bersalah tanpa sebab hadir dalam situasi ini....

__ADS_1


... Berbalik ke arah Hoshie....


..."Dia tetap Hoshie yang kukenal" kata Dashie....


__ADS_2