
Chapter 26: Impossible to be possible.
Pukul delapan pagi di toko penjualan barang barang elektronik.
Gantungan kunci tas Callie jatuh dan gadis ini tidak menyadarinya.
Hoshie mengambil gantungan kunci milik Callie yang jatuh dari gadis yang ia lihat sedang fokus memilih DVD player music portable.
Hoshie menghampiri Callie.
Memanggil Callie.
"Nona. Ini milikmu?" tanya Hoshie.
Diam menunggu apakah benar orang yang berada di belakangnya sedang memanggilnya.
Callie berbalik kepada seseorang yang baru saja mengajaknya bicara.
Berkata tanpa suara.
"Dia bisa mendengar kan" kata Hoshie.
Memanggilnya sekali lagi.
"Nona" kata Hoshie.
Setelah memastikan bahwa dia adalah orang yang dipanggil, Callie berbalik.
Diam tanpa kata.
Hoshie terpesona dengan orang yang baru saja ditemui.
Ramah.
"Ini benar milik Nona?" tanya Hoshie.
Menjawab Callie seperti sewajarnya seseorang yang belum saling kenal.
Menerima gantungan kunci tasnya dari Hoshie.
Membalas keramahan dari Hoshie.
"Ya. Terima kasih" kata Callie.
Callie sudah menemukan barang elektronik yang akan dibeli segera dia mengambil barang elektronik tersebut lalu pergi ke tempat pembayaran.
Hoshie menjadi penasaran dengan gadis yang baru ditemui itu padahal gadis itu adalah gadis yang sama yaitu mantan pacarnya dulu.
Callie sudah melakukan pembayaran di kasir lalu tanpa melihat ke arah Hoshie tadi langsung menarik pintu masuk toko yang terbuat dari kaca.
Rasa penasaran membuat pria ini ingin mengikuti kemana Callie pergi.
Jalan biasa Callie lakukan bergegas ke toko selanjutnya yang akan dia kunjungi.
Hoshie berlari dan berhasil mengejar Callie berjalan beriringan di sisi kanan Callie.
Kaget.
"Ya Tuhan" kata Callie.
Menjadi anak baik dengan pura pura akrab.
"Sendirian?" tanya Hoshie.
Mengikuti alur yang dibuat oleh Hoshie untuk sementara waktu.
"Ya" jawab Callie.
Dari sebuah cahaya datang seorang yang Callie kenal.
Dari arah yang cukup jauh juga tidak termasuk jauh Callie melihat Jarrel bersama dengan rekan rekan yang tadi pagi sebelum datang ke pusat perbelanjaan ini juga bersama dengan Jarrel bertemu Callie didepan rumah.
Mereka sudah semakin dekat akan berpapasan itu dugaan dari Callie saat ini.
"Dimana pacarmu?" tanya Hoshie.
"Pacar?" tanya Callie.
Callie agak sedikit panik namun itu tidak berlangsung lama saat Jarrel akan berpapasan dengannya tepat untuk gadis ini mengambil sebuah jawaban dari pertanyaan Hoshie.
Hoshie menunggu jawaban dari Callie.
"Dia pacarku" kata Callie.
Jarrel terkejut.
Callie merangkul lengan kanan Jarrel dengan lembut dan mesra di depan Hoshie dan karyawan Ayahnya Jarrel yang juga tercengang dengan suprise ini.
Memandang Callie tapi juga melihat dengan siapa sekarang Jarrel juga ada disana.
Mengikuti skenario dari Callie tanpa berlatih sebelumnya dengan gadis yang sedang merangkul lengan kanan Jarrel.
Membelai rambut kepala Callie.
"Dia siapa sayang?" tanya Jarrel.
Sudah mendengar langsung dari reaksi Jarrel lalu rekan rekan kerja Jarrel senyum senyum menutup mulut pergi meninggalkan Jarrel yang sedang berakting bersama Callie di hadapan Hoshie.
Menjadi akrab seperti biasa kepada teman temannya begitu juga kepada Hoshie.
Lebih ramah kepada Hoshie.
"Hoshie. Kau disini?" tanya Jarrel.
Menjadi cowok keren.
"Ini pacarmu" kata Hoshie.
Dan dia pergi begitu saja meninggalkan Callie bersama Jarrel.
Berbalik arah melihat Hoshie pergi dengan rasa tanpa rasa kerugian yang ia alami jika gadis yang tadi dia coba dekati sudah punya pacar.
Callie menunggu Hoshie pergi menjauh sampai tidak terlihat lagi oleh mereka.
Percaya diri.
"Aku tahu aku sangat tampan" kata Jarrel.
Setelah memastikan kalau Hoshie tidak terlihat lagi dari pandangan mata lalu Callie melepas lengan Jarrel.
Satu sama lain saling menatap.
Menjadi ramah.
"Tadi, sorry" kata Callie.
Menatap Jarrel kepada Callie.
"Terus?" tanya Callie.
__ADS_1
Masih ramah dengan Jarrel.
"Terima kasih sudah membantuku tadi" kata Callie.
"Ok. You're welcome" kata Jarrel.
Callie dan Jarrel pergi dengan urusan mereka yang harus diselesaikan lalu setelah melewati toko elektronik yang tadi Callie datangi Jarrel berbalik arah kembali menemui Callie.
"Ada apa?" tanya Callie.
Jarrel mengambil telapak tangan Callie memberikan kartu nama berwarna hijau dengan tinta putih sebagai warna tiap huruf huruf yang menyusun identitas dirinya dan perusahaan tempat dia bekerja.
Setelah memberikan kartu nama untuk Callie, pemuda ini langsung pergi buru buru mengejar rekan rekan kerjanya yang sudah lebih dulu pergi masuk ke area pusat perbelanjaan untuk mengadakan meeting di salah satu tempat di dalam sana.
Berbalik mengikuti arah Jarrel pergi Callie juga mendengar Jarrel yang berteriak kepada Callie.
"Kau bisa berteman denganku!" kata Jarrel.
Jarrel pergi dengan pekerjaan yang sedang menantinya.
Callie melihat kartu nama milik Jarrel.
Memasukkan nomor ponsel Jarrel di dalam ponsel.
Lalu pergi untuk mencari beberapa barang yang memang setidaknya harus dibeli oleh Callie.
Menghela nafas.
"Untung saja ada dia" kata Callie.
Hoshie sedang menunggu Aka yang masih dalam perjalanan untuk datang di tempat yang sama Hoshie sedang berada di sebuah toko gaun pesta.
Hoshie sedang memilih gaun yang sekiranya cocok untuk Aka.
Dia juga berbincang berbincang kepada karyawan toko yang anggun dengan seragam hitam rapi dengan rambut terikat menjadi satu ke belakang dengan jepit rambut putih seragam untuk pakaian dari atas hingga sepatu yang mereka pakai saat bekerja.
Hoshie bertanya bagaimana dengan pendapat mereka gaun model apa yang cocok untuk pacarnya dengan ciri ciri yang dia sebutkan.
Ramah.
"Pacar Anda pasti sangat cantik" kata karyawan yang sedang mengajaknya bicara.
"Dia" kata Hoshie.
Keren dengan ekspresi miliknya seperti biasa.
"Dia sangat cantik" jawab Hoshie.
Berada di toko buku.
Mencari buku buku yang pernah Dashie rekomendasikan kepadanya di hari hari kemarin mengingatnya lagi sebisa mungkin mencoba mencari agar dia bisa menemukan apa yang dia cari.
Callie tiba tiba menangis disaat mencari buku buku itu.
Jongkok dia disana.
Mengambil nafas menjaga agar dia tidak sedih lebih sedih dengan kenangan kenangan itu kenangan disaat masih bersama dengan Veer.
"Kenapa denganku?" tanya Callie.
"Seharusnya aku bahagia saat ini" kata Callie.
Rupanya dia teringat lagi kepada seseorang yang sudah menjadi mantan kekasihnya.
Terisak tangis Callie.
Di tempat sekarang dia berada disini adalah tempat dia pertama kali bertemu dengan mantan kekasihnya ketika kisah kisah menyedihkan belum di mulai di dalam kehidupan Callie.
"Sudah tidak ada waktu untukmu menangisi dia lagi" kata Callie.
Air matanya segera dia hapus bangkit lagi dan melanjutkan mencari buku buku yang harus dia dapatkan.
Mencari.
"Mungkin jika aku tidak menemukannya di tempat ini" kata Callie.
Lanjut berkata, dan dia berkata "Mungkin di tempat lain aku akan menemukannya".
Di tempat yang sama Hoshie menunggu Aka yang belum datang masih mengajak ngobrol para karyawan karyawan toko.
Mendengarkan dan menyimak isi kata kata yang keluar dari lisan gadis gadis yang sedang diajak bicara olehnya.
"Mereka memang mudah untuk dibodohi" kata Hoshie.
Tak berapa lama mereka bertemu lagi.
Ya, bertemu lagi di tempat yang berbeda dari sebelumnya dan sekarang bertemu di toko tempat Hoshie sedang menunggu pacarnya yang belum datang.
Satu karyawan toko menghampiri Callie menyapa dengan sopan dan ramah.
Dia dengan tinggi seratus tujuh puluh delapan sentimeter.
"Bisa saya bantu" kata karyawan wanita.
Ramah.
"Saya mencari beberapa gaun" kata Callie.
Hoshie tidak berkedip menatap Callie yang sedang berjalan ke arahnya bukan apa apa tapi dia tertarik dengan sebuah gaun yang terpajang di boneka manekin yang ada di belakang Hoshie.
Hanya berniat bersikap ramah kepada pengunjung toko tempat dia bekerja.
"Apa dia pacar Anda?" tanya karyawan wanita yang diajaknya mengobrol sedari tadi.
Percaya diri.
"Dia memang cantik" kata Hoshie.
"Cocok juga jika menjadi pacarku" kata Hoshie.
Callie tahu dia sedang melewati Hoshie yang belum berhenti fokus memandangnya terus sejak dia masuk ke dalam toko tersebut tapi dia tidak peduli yang dia pedulikan hanyalah gaun yang ada tepat di belakangnya.
Hoshie masih belum percaya kalau gadis yang baru saja datang di toko ini adalah pacar Jarrel.
Mendekat tidak ingin melepas kesempatan emas ini.
"Kau sendirian lagi?" tanya Hoshie.
Callie sibuk melihat setiap jahitan gaun cantik yang sedang ia pegang itu ketika mendengar Hoshie yang mengajak bicaranya saat ini.
Lebih mendekat lagi pada Callie.
Tatapan sinyal menjauh dari Callie untuk Hoshie.
Mengangkat kedua tangan keatas.
"Ok" kata Hoshie.
Callie yang sekarang tidak jauh berbeda cantiknya dari Callie yang sebenarnya dari ujung rambut sampai ujung kaki dia memiliki nilai hampir sempurna untuk kecantikan seorang wanita.
__ADS_1
Bahkan hanya dengan berkedip saja dia sudah cantik.
"Dia menggemaskan" kata Hoshie.
Menggoda lagi.
"Putus saja dengannya" kata Hoshie.
Anggun menjawab Hoshie.
"Tidak akan" kata Callie.
Jarrel yang juga harus mengecek perkembangan kemajuan toko gaun baru milik ibunya itu secara diam diam dari arah toko lain yang bisa digunakan untuk memantau toko ibunya itu melihat Hoshie yang belum berhenti menggoda gadis yang berpura pura menjadi pacarnya itu masih tetap tangguh dengan segala usaha rayuan Hoshie.
"Apa dia perlu diikat agar tidak mengganggunya lagi" kata Jarrel.
Geram dengan tingkah Hoshie pemuda yang juga seumuran dengan Hoshie itu sedang menahan agar tidak menghajar Hoshie.
"Dimana pawang cantiknya itu?" tanya Jarrel.
Dia akan menelepon Aka agar cepat datang ke toko itu tapi dia membatalkan niatnya itu.
Geram juga makin marah.
"Aku akan menghajar dia langsung" kata Jarrel.
Berhenti dalam langkah pertama karena pawang cantik Hoshie sudah terlihat dari arah Jarrel menuju ke arah toko tempat pacarnya ada di dalam sana.
Aka melewati Jarrel di belakangnya berdiri menghadap sebuah toko aksesoris dan perhiasan.
"Untung saja" kata Aka.
Jarrel tidak takut dengan seorang Aka tapi dia tidak ingin berada dalam masalah yang sama sekali dia tidak tahu akar permasalahannya seperti yang terjadi saat ini kepada Hoshie dan gadis tidak dia kenal bahkan namanya dia belum tahu.
Memantau perkembangan dari mereka semua bagaimana bereaksi selanjutnya.
"Jika memungkinkan aku harus menolongnya. Aku akan menolongnya" kata Jarrel.
Dengan santai bodyguard dari Aka berdiri di sebelah kiri Jarrel.
Menyapa Jarrel.
"Tuan Jarrel. Selamat pagi" kata Bodyguard Aka.
Jarrel menyuruh Bodyguard itu untuk ikut memantau dengan fokus Nona muda dan pacarnya bersama kompak.
Ekspresi dari bodyguard Aka datar datar saja.
Sudah Jarrel sedang berada dalam kondisi tidak bisa diajak bicara apalagi diganggu.
Dan pemuda ini pergi.
Ekspresi wajah bodyguard Aka masih datar.
Pintu masuk terbuka datang kemudian gadis seksi juga cantik pula.
Suara lembut apa adanya.
"Sayang!" kata Aka.
Hoshie langsung beranjak bangun dari kursi yang diduduki pergi menghampiri pacarnya itu.
Sapaan lembut dan penuh kasih sayang untuk Aka dilihat oleh seluruh pengunjung toko termasuk Callie.
Hoshie memeluk Aka mencium kening gadis anggun itu kasih sayang jelas diberikan oleh Hoshie dengan sikapnya yang diperlihatkan pada Aka.
Beberapa orang yang tadi melihat dan mendengar rayuan rayuan yang Hoshie lakukan kepada Callie merasa bahwa pemuda yang sedang bersama pacarnya itu telah mempermalukan gadis yang tadi dia rayu secara tidak langsung.
Hal itu juga dirasakan oleh karyawan toko yang sedang membantu Callie memilih gaun sejak tadi.
Hatinya penuh amarah untuk Hoshie.
"Dasar brengsek" kata karyawan wanita itu.
Itulah Callie tidak sadar lebih cepat masih tetap disana dengan memilih beberapa gaun lagi.
Beberapa ibu ibu juga memberikan respect yang hangat mengajak berinteraksi dengan Callie dalam situasi kurang menyenangkan dan diri gadis ini tetaplah Callie tidak berubah meski wajah dan identitasnya telah berganti menjadi orang lain.
Mereka berdua mengobrol mesra sambil melihat beberapa gaun dan Hoshie menjadi seseorang yang berubah tidak mengenal sama sekali ataupun memandang gadis yang tadi terang terangan di rayunya didepan banyak orang di dalam sana.
Dia juga tak segan memuji pacarnya itu.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Aka.
Menjaga agar selalu menawan di depan Aka.
"Kau selalu cantik memakai apapun" jawab Hoshie.
Perlakuan yang sudah dipersiapkan oleh Hoshie sebagai plan B dan rencana rencana yang tidak tahu berapa lagi rencana yang dia miliki.
Lama kelamaan akhirnya gadis itu sadar bahwa dirinya sedang dihina oleh orang lain yang bahkan baru ditemuinya di hari pertama dengan wajah barunya itu.
"Aku ingin menampar wajahnya" kata Callie.
Gaun yang sudah dia pilih diberikan kepada karyawan yang ada di depannya.
Bertanya.
"Nona mau kemana?" tanya karyawan wanita itu.
Dia sedang berjalan cepat siap dengan serangan yang cukup untuk membuat pemuda yang tadi merayunya menjadi kapok telah mengganggunya.
Jarrel berjalan lebih cepat setelah membaca langkah kaki kemana Callie akan pergi dengan wajah kesal seorang wanita kepada Hoshie.
Menebak.
"Kau pasti akan menamparnya" kata Jarrel.
Memberikan tawaran kepada Callie.
"Biarkan aku saja yang menamparnya" kata Jarrel.
Hoshie tidak peduli dengan Callie yang sedang berjalan ke arahnya dengan cepat.
Tangan kanannya siap melayang di wajah Hoshie.
Jarrel langsung meraih tangan Callie dan memberikan satu buket bunga mawar besar padanya dan aktingnya sedang di mulai lagi.
Mencubit kedua pipi Callie.
"Cantiknya pacarku" kata Jarrel.
Semua mata tertuju pada pasangan ketidaksengajaan ini.
Aka dan Hoshie sudah pasti kaget dengan kedatangan Jarrel.
Lanjut berakting.
__ADS_1
"Maaf telah membuatmu menunggu lama" kata Jarrel.