
...Chapter 212: Aku tenang berada didekat mu...
..."Dia ada dua?" tanya Crew....
...Dia dengan ekspresi polos baru tahu kalau pacar dari salah satu teman mereka adalah kembaran dari gadis yang disukai oleh sahabat mereka sendiri....
...Ghazi dengan cepat membawa kekasihnya pergi dengan memberikan sapaan kepada ketiga orang dalam baris yang sama di bagian dalam balkon lantai ketiga pusat perbelanjaan....
...Sapaan yang bisa membuat siapapun meleleh dari wanita dengan gaun biru dengan high heels hitam juga tas hitamnya itu....
...Hoshie memberikan lambaian tangan sebagai sapaan hangat sebagai seorang sahabat kepada Ghazi seperti biasa....
..."Kau juga mengenalnya?" tanya Sky....
..."Kalian bisa melihatnya sendiri" kata Hoshie....
...Kedua sahabatnya pergi meninggalkan ketiga orang yang belum ingin pergi masih disana dengan aktivitas mereka....
...Melihat ke arah Dashie lagi yang masih di meja tempat para pengunjung untuk beristirahat seperti yang dilakukan oleh ketiga orang yang sejak tadi diperhatikan oleh ketiga orang ini duduk bersantai membicarakan hal yang terlihat cukup mengasyikkan....
..."Jangan terlalu menganggap ini terlalu serius" kata Sky....
..."Benar. Dari pandangan ku, dia tipe gadis yang mudah berbaur dengan orang lain" kata Crew....
...Khawatir....
..."Dia terlalu baik sehingga banyak orang yang berbuat jahat padanya" kata Hoshie....
...Agak ingin ketawa dengan sikap yang terbilang asing untuk seorang sahabat mereka....
..."Cinta memang merubah segalanya" kata Sky....
..."Aku juga merasakan aura positif itu" kata Crew....
...Ghazi dan Oryn....
...Oryn merapikan jaket jeans hitam oversize yang dikenakan oleh kekasihnya itu....
..."Sudah" kata Oryn....
..."Thank you" kata Ghazi....
...Menggandeng tangan Ghazi lagi dengan lembut menatapnya dari arah kanan dengan perasaan bahagia bisa kembali melihat kekasihnya tidak jauh apalagi menjauh lagi....
..."Sayang. Kamu sudah makan?" tanya Ghazi....
..."Sudah" jawab Oryn....
..."Kamu mau makan malam apa?" tanya Oryn....
...Menunjukkan lengannya yang terlihat agak gemukan....
..."Kau melihatnya kan. Aku butuh diet sekarang" kata Ghazi....
..."Diet apa lagi. Mau gemuk atau nggak gemuk apa bedanya tetap kamu" kata Oryn....
..."Beneran?" tanya Ghazi....
..."Padahal aku dulu gendut banget" kata Ghazi....
...Realita....
..."Dulu aku … tidak jadi" kata Oryn....
..."Tidak jadi?" tanya Ghazi....
...Dia tidak mau berdebat lagi tentang fisik kekasihnya yang dulu takut jadi berantem seperti yang sudah-sudah terjadi tempo hari....
..."Aku cuma mau bilang kalau aku sayang Ghazi" kata Oryn....
..."Kau sedang merayu ku?" tanya Ghazi....
...Tidak ingin berdebat lagi....
..."Iya. Tapi, aku benar-benar sayang sama kamu. Beneran" kata Oryn....
...Ekspresi memelas....
..."Aku jadi tidak tega melihatmu serba salah begini" kata Ghazi....
...Menggunakan eskalator berpegangan dengan erat di pegangan eskalator mall menuju lantai kedua....
...Bersandar di pundak kekasihnya dengan manja....
..."Aku tidak ingin pulang" kata Oryn....
...Dia dengan karakternya yang seperti ini....
..."Tapi, aku mau pulang" kata Ghazi....
...Tertawa kecil....
...Tidak bersandar di pundak kekasihnya lagi....
..."Oke. Oke" kata Oryn....
...Masih dengan karakternya itu....
..."Kalau kau tidak mau pulang terus kita mau ngapain disini?" tanya Ghazi....
...Jadi, ketawa lagi....
..."Kamu memang lucu banget dari dulu" kata Oryn....
..."Apanya yang lucu. Aku hanya bicara seperti orang lain katakan" kata Ghazi....
...Makin sulit tambah sulit jika terus membahas dengan tema yang sama seperti topik pembicaraan kali ini....
...Tiba-tiba topik pembicaraan berubah....
..."Sayang" panggil Ghazi....
..."Ya. Ada apa?" tanya Oryn....
..."Kenapa aku tadi melihat Hoshie ada yang beda?" tanya Ghazi....
...Memberi waktu untuk dirinya berpikir harus menjawab pertanyaan itu....
...Ramah....
..."Kalau benar-benar sahabat memang beda" kata Oryn....
..."Serius. Dia kelihatan sedih" kata Ghazi....
...Akan melewati sebuah tempat yang tidak direncanakan oleh Ghazi....
...Dia tidak mau diarahkan ke arah sebuah toko perhiasan lebih jelasnya akan kabur melepas genggaman tangan dari kekasihnya itu....
...Menarik kembali pacarnya agar tidak akan pergi menjauh dari tempat yang akan mereka datangi tapi dia berhasil kabur sesuai rencananya sendiri....
...Dia pergi menuju lantai pertama dimana ada adiknya disana yang juga ada Hoshie terlihat di eskalator yang berbeda menuju arah yang sama dengan mereka....
..."Dia terlihat memiliki sifat ini" kata Ghazi....
__ADS_1
..."Ini berbahaya" kata Ghazi....
...Oryn berhasil mengejar pacarnya berada di belakangnya mengikuti kemana dia pergi setelah menolak untuk pergi ke toko perhiasan yang terdapat di lantai kedua gedung tersebut....
...Dia melihat layar ponselnya sebentar lalu memperhatikan kekasihnya lagi....
...Melihat Hoshie juga yang terlihat sangat menjaga dan melindungi orang yang dia sayang....
...Oryn berjalan dengan cepat mengejar Ghazi agar tidak terlalu ikut campur hubungan percintaan mereka....
...Merangkul Ghazi....
..."Kita lihat mereka dari kejauhan saja. Oke" kata Oryn....
..."Tapi kan?" tanya Ghazi....
..."Kamu sayang Dashie kan?" tanya Oryn....
...Turun dari eskalator pergi ke arah lain dengan tetap mengawasi keduanya yang akan bertemu dengan situasi yang tidak bisa diprediksi oleh siapapun....
...Sky dan Crew menyusul kemana arah Hoshie pergi untuk berjaga-jaga jika terjadi hal yang tidak menyenangkan yang bisa dilakukan oleh pria berkaos putih dengan kerah leher dan lengan berwarna hijau melingkar serta celana panjang bergaya casual hitam serta alas kaki hitam....
...Dia membetulkan kacamata minus yang dia pakai serta snapback yang sama model dan mereknya yang dipakai oleh Dashie sekarang....
...Duduk di satu meja yang sama mengambil tempat duduk yang ada di sisi kiri Ten....
..."Kalian ngobrol saja" kata Hoshie....
..."Anggap aku tidak ada" kata Hoshie....
...Merasa bersalah....
..."Gimana sih. Kok bisa anggap kamu nggak ada" kata Dashie....
...Mereka jadi kurang leluasa tentu setelah kehadiran seseorang yang sedang asik dengan layar ponselnya yang sedang membalas pesan dari kedua sahabatnya yang sedang mengawasinya berkomunikasi dari arah lain yang tidak ingin sahabatnya itu kembali seperti seseorang yang mereka kenal seperti dahulu....
...Dashie meminum minuman yang tadi diberikan oleh Ten....
...Minum dalam satu tegukan lalu untuk yang kedua....
...Pergi menerima panggilan telepon dari seseorang mencari tempat yang berada tidak jauh dengan ketiga orang yang sedang mengobrol....
..."Kakak sedang kencan" kata Hoshie....
..."Tapi, siapa yang menghiburku?" tanya Soft....
..."Ren berulah lagi?" tanya Hoshie....
...Menangis....
..."Tidak. Dia lebih memilih wanita itu" kata Soft....
..."Percayalah. Dia tetap jadi milikmu" kata Hoshie....
...Dia tidak mungkin meninggalkan Dashie dan pergi untuk menemui seseorang yang membutuhkan bantuannya lalu bagaimana dengan dirinya sendiri yang saat ini juga sedang mempertahankan hubungan percintaan antara dia dan gadis yang dia suka....
...Menghampiri Dashie....
...Ekspresi memelas....
..."Aku sakit antar aku pulang" kata Hoshie....
...Dia terdengar seperti seorang anak kecil sedang merengek ingin pulang....
...Dua orang dewasa disekitar mereka agak merasa tidak nyaman jika terus menahan untuk Dashie tetap berada disana hingga situasi berubah memberikan waktu untuk dua orang yang tak bisa terpisahkan meski hanya sebagai teman biasa....
..."Dia sedang memujamu" kata Ten....
...Bersikap lebih manja lagi....
..."Kau tidak ingin pulang. Ayo kita pulang" kata Hoshie....
...Masih tidak nyaman jika langsung meninggalkan dua orang yang bisa dibilang dekat dengannya melebihi berapa waktu lamanya dari waktu kedekatannya dengan Hoshie....
..."Kenapa kulihat kau baik-baik saja" kata Dashie....
..."Dimana yang sakit?" tanya Dashie....
...Menunjuk ke bagian hatinya....
..."Disini" kata Hoshie....
...Dia mencoba untuk memeriksa bagian tubuh Hoshie yang dibilang sedang merasakan sakit....
..."Disini?" tanya Dashie....
...Menunjuk lagi bagian hatinya yang sakit....
..."Ya. Disini" kata Hoshie....
..."Lukamu sudah mulai mengering saat terakhir diperiksa oleh dokter" kata Dashie....
...Serasa siapapun tidak boleh masuk dalam kisah mereka berdua....
...Menatap wajah Dashie....
..."Kau mendengarnya?" tanya Hoshie....
...Masih dengan sifatnya itu....
..."Dengar apa?" tanya Dashie....
...Tulus berkata dalam kata-kata yang tidak terlalu cepat dalam tempo yang diucapkan oleh Hoshie....
..."Hatiku bilang, aku mencintaimu" kata Hoshie....
...Dua orang sedang tidak ingin lagi mendengar apa yang akan mereka bicarakan memutuskan untuk segera pergi dari dekat mereka....
..."Kalian mau kemana?" tanya Dashie....
...Lambaian tangan dari keduanya didepan mereka semakin menjauh....
...Mereka dan jas mereka yang ditaruh di lengan sebelah kiri dan minuman yang mereka bawa pergi untuk lebih menghayati peran mereka dalam episode ini....
...Tidak serius kesal....
..."Ini semua gara-gara kamu" kata Dashie....
..."Aku minta maaf sudah mengatakan itu" kata Hoshie....
..."Aku tidak bohong kalau aku sayang kamu" kata Hoshie....
...Menghela nafas panjang memegang dahinya lalu menatap lagi Hoshie....
..."Kau sedang cemburu?" tanya Dashie....
...Jujur....
..."Iya" jawab Hoshie....
..."Sorry sudah membuatmu tidak nyaman" kata Hoshie....
..."Kau boleh menghukumku" kata Hoshie....
__ADS_1
...Memeluk Hoshie dan tiba-tiba saja Dashie jadi nangis setelah mendengar semua yang dikatakan oleh Hoshie....
...Tidak tahu akan membuat seseorang menangis akibat kata-katanya itu....
...Melepas pelukan dari Dashie....
..."Kenapa kamu jadi nangis?" tanya Hoshie....
...Menghapus air mata sendiri lalu meraih lengan tangan sebelah kanan pria yang sedang berada di dekatnya saat ini....
..."Ayo kita pulang" kata Dashie....
...Hoshie merasa dia masih belum mengerti dengan respon yang diberikan oleh Dashie di momen ini tapi dia baru saja mengatakan apa yang ingin dikatakan terlepas dari itu tak ada hal lain yang ingin dilakukan bersama dengan Dashie selain mengajaknya pergi menjauh dari dua orang yang merupakan rivalnya itu....
...Sky dan Crew tidak percaya kalau Hoshie bisa berbuat seperti ini kepada seorang wanita meski ini hanya sebuah akting tapi ini terlalu sempurna bagi seorang Hoshie....
..."Aku pikir dia bukan sahabat kita" kata Crew....
..."Bisakah kita percaya bahwa seseorang bisa berubah?" tanya Sky....
...Menebak....
..."Apa dia sedang sakit parah atau dia sudah berbuat kesalahan kepada gadis itu?" tanya Sky....
..."Terdengar sangat jahat tapi aku lebih memilih pilihan pertama yang kau berikan" kata Crew....
..."Ayo kita pergi" kata Sky....
...Mereka berdua pergi dari pusat perbelanjaan tersebut pergi ke arah jalan tempat perhentian bus yang ada di dekat gedung dengan lantai yang masih beroperasi di pukul sembilan lebih empat puluh menit. Begitu juga dengan Ghazi dan Oryn yang menyusul keduanya pergi tidak berada terlalu jauh akan pergi di perhentian bus juga....
..."Apa hanya aku yang merasa ini seperti berada di negeri dongeng?" tanya Ghazi....
..."Kau khawatir?" tanya Oryn....
..."Entahlah. Mungkin, Aku terlalu berlebihan dalam memikirkan masa depan" kata Ghazi....
..."Sudah sewajarnya kalau kau cemas. Dia kan adikmu sendiri" kata Oryn....
...Di tempat kost kostan....
...Pukul sembilan lebih lima menit....
..."Kau sedang apa disini?" tanya Yellow....
...Melirik sedikit ke arah gadis ini....
..."Aku hanya ingin mencari udara segar" kata Nawa....
...Mengikuti kemana temannya ini melihat pemandangan malam dari atas rooftop gedung tempat tinggal mereka....
...Nawa dengan kedua tangan dimasukkan kedalam saku celana depan bergaya casual pendek berwarna khaki remaja laki-laki dengan kemeja hijau pendek serta celana pendek serta beralas kaki coklat ini tampak tenang seperti biasa....
..."Bagaimana dengan kabar ibumu?" tanya Nawa....
..."Aku sudah melaporkan kasus hilangnya ibuku kepada polisi" kata Yellow....
..."Mereka sedang menyelidikinya" kata Yellow....
...Melihat ke arah Nawa....
..."Wait!" kata Yellow....
..."Darimana kau tahu kalau ibuku tidak ada dirumah?" tanya Yellow....
..."Aku mendengar dari orang-orang yang berada disekitar rumahmu" kata Nawa....
...Curiga....
...Melihat ke arah temannya itu....
..."Aku mendengar mereka berbicara tentang ibumu ketika mengantar Jeje pulang selesai bekerja kemarin malam" kata Nawa....
..."Jeje tidak bercerita tentang hal itu" kata Nawa....
...Rasa curiga berhenti dari sikap Yellow terhadap temannya ini....
...Nawa seakan agak tidak nyaman membahas seseorang yang sudah membuatnya merasa kalau mereka akan terasa canggung jika saling bertemu lagi nanti setelah kejadian beberapa menit yang lalu....
...Di belakang mereka....
..."Kalian tidak mau?" tanya Gan....
...Mereka masih menikmati pemandangan malam dari atas rooftop....
..."Terkadang aku berpikir kalau aku bisa cemburu jika kau berada didekatnya" kata Ansel....
..."Apa yang kau khawatirkan?" tanya Gan....
..."Dia tidak berbuat kesalahan apapun" kata Gan....
..."Aku tahu maka dari itu aku jealous padanya" kata Ans....
...Heran....
..."Kok ada orang kaya dia" kata Ans lagi....
..."Kalau aku jadi cowok pasti aku langsung jadiin pacar" kata Ans....
...Dia malah yang jadi balik cemburu....
..."Lalu aku gimana?" tanya Gan....
...Sambil memegang pangsit goreng....
..."Oh ya. Kok aku jadi lupa sama kamu" kata Ans....
...Ekspresi kasih sayang untuk Si Ketua Kelas dari Ansel....
...Dua teman mereka ada sudah di atas bangku lebar yang berbahan kayu menyaksikan kemesraan dua orang yang bisa dibilang sebagai pasangan kekasih tapi terlihat tidak ingin mempublikasikan bahwa mereka sudah jadian kepada orang banyak....
...Nawa akan memakan mie yang dibawakan oleh Gan begitu juga dengan Yellow....
..."Makan saja. Aku sengaja memesankan ini untuk kalian" kata Gan....
...Ceria....
..."Wahhh. Ini sangat lezat sama sekali tidak berubah rasanya" kata Yellow....
...Dua orang yang tidak mungkin tidak tahu masalah yang sedang dihadapi oleh Yellow sedang berusaha untuk memerankan peran mereka mengikuti situasi apa yang diinginkan oleh sahabat perempuannya itu....
...Nawa sedang sedikit demi sedikit menikmati mie di dalam mangkuk yang juga dengan rasa yang sama di makan oleh mereka bertiga....
..."Aku tidak tahu selera Tuan Muda" kata Yellow....
...Nawa sedang tanpa terganggu dengan pertanyaan itu....
..."Not bad" jawab Nawa....
...Ansel dan Gan masih santai memakan menu makan malam yang sedang mereka nikmati....
..."Kau pesan ini di kedai Jeje kan. Aku yakin itu" kata Yellow....
...Nawa tiba-tiba tersedak ketika mendengar apa yang dikatakan oleh temannya itu....
__ADS_1