Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 106: Wajahnya yang dingin.


__ADS_3

...Chapter 106: Wajahnya yang dingin....


..."Aku bahkan belum percaya jika Xie benar-benar mencintai ku. Apalagi dia" kata Nora....


... Tentang Hoshie yang kembali mendengar sebuah komentar kritik yang memang benar itulah karakter dirinya yang kapanpun bisa saja datang kembali....


..."Bisakah kita bekerjasama" kata Hoshie....


... Nora yang tahu siapa itu Hoshie....


..."Ini tidak berhasil padaku" kata Nora....


..."Semua tentangku adalah kejahatan" kata Hoshie....


..."Kau sadar juga" kata Nora....


... Tegas menjawab kata-kata dari Hoshie baru saja dikatakan didengar oleh Hoshie lagi....


..."Kau sudah selesai dengan urusanmu" kata Hoshie....


..."Apa urusannya denganmu?" tanya balik gadis bangsa Xoco itu....


..."Kau tidak boleh melunak padaku. Jangan pernah" kata Hoshie....


... Kata-katanya kini terdengar bukan sebagai ancaman melainkan sebuah peringatan keras bagi seorang teman sekaligus sahabat melihat siapa Nora yang merupakan bangsa Xoco yang masih aktif melaksanakan tugas untuk memburu para penjahat dari bangsa Blacwhe....


... Perhentian bus selanjutnya Nora turun dari sana untuk memulai pekerjaannya sebagai manusia biasa seperti yang pada umumnya....


..."Dashie. Aku pergi, jaga dirimu" kata Nora....


... Lambaian tangan tanda persahabatan untuk Dashie....


..."Bye bye" kata Nora....


... Dibalas dengan lambaian tangan ceria....


..."Bye bye" kata Dashie....


... Jangan menghitung pekerjaan yang ia lakukan bukan hanya bekerja tetapi itu salah satu usahanya agar misinya bisa berjalan lancar sesuai dengan target siapa saja bangsa Blacwhe yang akan di bereskan olehnya....


... Salah satu dari bangsa Blacwhe yang ia ikuti sejak di perhentian bus tempat Dashie dan Hoshie tadi mulai menaiki bus yang mereka tumpangi belum mendarat di tempat tujuan mereka. Bus melaju pergi meninggalkan Nora yang sedang memperhatikan seksama lingkungan sekitar dengan rasa aman dirinya untuk tetap melanjutkan misi....


..."Dia tidak bisa lepas dari ku" kata Nora. ...


... Dia dengan mode tidak kasat mata dilakukan untuk terus mengejarnya tak ingin basa basi atau menunda untuk menyelesaikan misi....


... Dia bertingkah seperti selayaknya manusia biasa tapi tidak untuk Nora yang telah mengikutinya dalam waktu lama dengan kekuatan sekuat ini dalam setiap langkah yang ia ambil sebagai tanda dia bukanlah bangsa Blacwhe yang bisa dianggap remeh....


... Dia mulai merasakan seseorang sedang mengikutinya berhenti sejenak untuk berbalik memeriksa apakah dugaannya benar....


... Nora juga ikut berhenti di jarak dua puluh tiga meter jarak keduanya....


... Nora di antara banyak orang-orang yang sedang lalu lalang dengan aktivitas manusia dipagi hari....


... Bangsa Blacwhe itu kembali melanjutkan pergi dengan langkah yang sama menakutkan setiap pijakan kakinya bergetar hingga sampai kepada Nora jika dilihat itu berarti salah satu bangsa Blacwhe tersebut sudah siap siaga untuk melenyapkan seseorang baik itu Nora atau siapapun yang dia kehendaki....


..."Aku yakin itu bukan wajah satu-satunya yang ia gunakan untuk penyamaran" kata Nora....


... Dia menghilang dari pandangan Nora....


... Mulai menyadari bangsa Blacwhe tersebut akan kehadiran dari Nora membuatnya jauh lebih waspada dalam setiap langkah yang akan dia ambil dalam detik detik waktu berharga ini....


... Seseorang diantara banyak orang-orang yang berlalu-lalang di sekitar matanya melihat, dia mengambil secara acak salah satu dari mereka terang-terangan di depan mata dengan aura milik seorang wanita akan segera habis dalam waktu tiga detik saja lalu Nora segera mencegah hal itu terjadi dengan gerak cepat mendekat memegang tangan wanita paruh baya itu yang akhirnya jatuh pingsan....


... Dia menghindar jauh dari gadis bangsa Xoco ini....


... Nora kembali menyebarkan kekuatannya dengan lembut menyusup dengan cepat ke seluruh atmosfer mengejar bagian raga bangsa Blacwhe itu dengan kondisi tubuhnya hampir sama dengan apa yang pernah dialami oleh Hoshie....


... Dia terkapar dengan darah perlahan keluar dari setiap pori-pori yang ada di dalam tubuhnya....


... Bangsa Blacwhe tersebut melihat manusia yang tadi diserangnya kembali pulih meski tidak sepenuhnya ada berada dalam pertolongan orang-orang yang datang menghampiri untuk menolong dengan kondisinya seperti orang yang baru saja terkena serangan jantung duduk di pinggiran jalan untuk pejalan kaki....


... Beberapa menit kemudian datang ambulan dari rumah sakit yang dipanggil dari Nora yang masih dalam mode tidak terlihat untuk membawanya pergi ke rumah sakit akan jauh lebih baik seperti ini untuk mengurangi kecurigaan bagi orang-orang yang ada disana jika tiba-tiba orang tersebut langsung sembuh dengan sendirinya dengan bantuan yang akan diberikan oleh Nora....


... Bagaimana dengan kondisi bangsa Blacwhe yang sedang sekarat itu menyeret dirinya dengan banyak darah yang ia miliki menjauh pergi dari dekat Nora dengan usahanya tetap menghapus setiap darah yang jatuh tercecer di tanah dengan tujuan jelas agar tidak bisa terdeteksi keberadaannya oleh salah satu bangsa Xoco ini....


... Nora mencari tanpa sebuah wujud yang terlihat semakin itu pula dia sekarat rapuh menghilang kekuatan yang ia miliki terkikis dengan mudah dengan tatapan mata yang semakin tidak jelas melihat apapun yang ada di depan mata....


..."Aku harus segera pergi" kata salah satu bangsa Blacwhe tersebut....


... Dia pergi dari sana dengan menyisakan beberapa darah tercecer akibat serangan halus kekuatan dari Nora....


... Melangkah pergi mencari dimana letak bangsa Blacwhe yang berhasil diserang olehnya....


..."Seharusnya ia sudah menjadi debu" kata Nora....


..."Tapi, aku terlalu percaya diri" kata Nora....

__ADS_1


... Ia menemukan ceceran darah milik bangsa Blacwhe yang sudah berhasil pergi dari kejaran bangsa Xoco ini....


... Darah-darah itu lalu lenyap bergabung dengan udara dipagi ini....


... Situasi di sana tak ada yang berbeda semua berjalan sebagaimana mestinya tak ada keanehan apapun tapi tidak dalam pandangan mata mereka....


..."Sepertinya aku perlu meningkatkan kekuatan ku lagi" kata Nora....


... Sebuah rasa penyesalan karena tidak bisa menyingkirkan salah satu dari bangsa Blacwhe yang memiliki aura negatif jauh melebihi batas yang seharusnya dimiliki oleh mereka....


..."Dia pasti akan mudah menyembuhkan diri" kata Nora....


..."Dengan memilih banyak aura manusia" kata Nora....


... Dia mencari aura negatif itu yang masih terasa berada di sekitar area tempat dirinya berdiri mengawasi setiap orang-orang disana....


... Lampu perhentian penyebrangan sudah berubah menjadi menguning sebuah tanda yang tepat ketika berubah menjadi menghijau ketika ia akan menyebrang setelah ia mengikat bangsa Blacwhe tersebut dengan serangan kekuatan yang ia berikan akan menyulitkan dirinya untuk lebih leluasa mengambil banyak aura milik manusia....


... Menyebrang bersama para pejalan kaki lain di tempat penyeberangan di sana yang membutuhkan beberapa langkah untuk sampai di tempat kerjanya....


... Nora dalam beberapa langkah lagi sudah akan melewati jalan penyeberangan seperti para pejalan kaki yang lain....


..."Kau baik-baik saja" kata Jarrel....


... Dia tiba-tiba saja akan jatuh untung saja ada Jarrel yang berada disekitarnya yang juga sedang menyeberang di jalan yang sama....


..."Ayo kita harus cepat" kata Jarrel....


... Membawa Nora agar berjalan cepat meninggalkan area penyebrangan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas yang bisa saja menimpa Nora dan juga dirinya....


... Berada sudah tidak di tempat penyeberangan jalan....


..."Terima Kasih atas pertolonganmu" kata Nora....


..."Sama-sama" kata Jarrel....


... Mereka berjalan beriringan dengan arah yang sama dengan obrolan kecil yang mereka lakukan untuk menjalin keakraban di antara dua orang yang bisa dibilang dalam kategori pertemanan baru....


..."Kau sendirian saja?" tanya Jarrel....


..."Seperti yang kau lihat" kata Nora....


..."Nanti siang aku bertemu dengan Xie. Apa kau tidak ingin ikut?" tanya Jarrel....


... Menolak secara halus ajakan Jarrel....


..."Hey. Tidak sama sekali, kalau kau tidak sibuk" kata Jarrel....


..."Kau terlalu baik. Benar apa yang dikatakan oleh orang-orang" kata Nora....


..."Baik. Aku hanya mengatakan apa yang seharusnya kukatakan" kata Jarrel....


... Enam langkah lagi Nora akan sampai di tempat kerjanya sedangkan untuk Jarrel berjalan lurus menuju cabang butik milik ibunya....


... Nora sudah sampai di langkah yang ke enam tepat didepan tempat kerja....


..."Aku duluan" kata Nora....


... Lambaian tangan dari Jarrel dan akhirnya mereka berdua berpisah....


... Bengkel mobil milik Ved sudah terbuka dengan kendaraan roda dua milik para staf yang sudah terparkir di depan garasi bengkel....


... Nora tak mendengar orang-orang saling berinteraksi seperti sebagaimana biasanya terjadi pada pagi hari....


... Mesin mesin yang mati belum dinyalakan untuk memperbaiki mobil-mobil....


... ...


... Dalam mode tak terlihat yang langsung diaktifkan seketika oleh gadis ini mencari jawaban atas kecurigaan ini....


... Melewati pintu masuk lantai pertama dengan darah mulai tercecer di atas lantai....


... Menyentuh darah dibawah sepatu....


... Mencium aroma darah yang baru saja ia sentuh....


..."Ini darah manusia" kata Nora....


..."Tidak salah lagi dan siapa pemilik darah-darah ini?" tanya Nora....


... Kekuatan indera penglihatan miliknya diaktifkan segera lalu apa yang ia lihat adalah mereka sedang dalam pengaruh sebuah mantra yang membuat mereka tidak bisa terlihat sebuah mantra dari seorang bangsa Blacwhe....


... Nora menetralkan mantra yang menyelimuti semua para staf yang terluka dengan aura hitam menjadi semakin putih sebuah tanda bahwa mereka semua harus ditolong sebelum mantra itu semakin berubah menjadi memutih sepenuhnya dan jika tidak maka mereka akan pergi menjadi abu tanpa sebuah jejak....


... Mantra itu sekaligus melukai rekan rekan kerjanya hanya dengan waktu beberapa detik saja darah yang mereka miliki langsung keluar dari dalam mulut tanpa harus melakukan sebuah pukulan berkali-kali....


..."Racun didalam tubuh mereka sudah ku netralkan" kata Nora....

__ADS_1


... Dan kini ia segera membuat mereka bisa terlihat lagi seperti sedia kala agar bisa mendapatkan sebuah pertolongan dari pihak rumah sakit yang akan Nora hubungi....


... Nora berpindah tempat masuk kembali dari pintu masuk bengkel seperti seseorang yang baru saja melihat kejadian mengerikan kepada rekan rekan kerjanya itu....


... Menghubungi rumah sakit terdekat untuk membawa beberapa ambulan untuk membawa rekan kerja mereka yang berjumlah lima orang yaitu empat laki-laki dan satu perempuan dengan masing-masing mengeluarkan darah dan busa putih dari dalam mulut....


..."Apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Nora....


... Salah satu dari rekan kerjanya menjawab pertanyaannya itu....


..."Kami tidak tahu tapi setelah kami tersadar kondisi kami sudah seperti ini" kata Ove....


... Semua mengerang lirih kesakitan dengan apa yang menimpa mereka....


..."Benar kata Ove. Aku juga tidak tahu kenapa bisa begini" kata Zhey....


..."Tahan sebentar lagi. Ambulans segera akan datang" kata Nora....


... Sambil menunggu ambulans datang Nora membantu mereka agar bisa duduk bersandar di dinding bengkel dari posisi mereka yang sedang berbaring terkulai lemah membutuhkan pertolongan....


... Delapan menit kemudian lima ambulans datang siap untuk membawa mereka....


... Dia akan menghubungi nomor ponsel Hot tapi hal itu diurungkan karena dia tahu saat ini bukanlah tugasnya menangani misi ini....


... Dia membantu rekan-rekan kerjanya dibawa didorong menggunakan meja lipat masuk kedalam mobil ambulans....


... Bersamaan dengan para polisi yang juga datang bersamaan dengan mobil mobil ambulans....


... Orang-orang juga datang berkerumun untuk melihat apa yang sebenarnya telah terjadi kepada para pekerja di bengkel yang baru saja membuka bisnisnya di pagi hari ini....


... Nora ikut salah satu mobil ambulans yang membawa rekan kerjanya, yaitu ikut bersama mobil ambulans yang membawa Ove....


... Hot yang sedang menyuapi keponakannya bersama dengan Ghazi melihat ponselnya mendapatkan panggilan dari Nora dalam beberapa detik lalu berhenti untuk memanggil dirinya sebelum ia sempat untuk mengangkat panggilan dari nomornya itu....


..."Nora memanggilmu" kata Ghazi....


..."Ya. Nanti aku telepon balik" kata Ghazi....


..."Aku pikir itu penting. Biar aku saja yang menghubunginya" kata Ghazi....


... Dengan ponsel milik Hot, Ghazi membantu kekasihnya untuk menghubungi balik nomor rekan kerjanya itu....


... Dalam beberapa detik dengan nomor ponsel yang masih aktif tapi belum juga diangkat oleh rekan kerjanya tersebut....


..."Ponselnya aktif tapi tidak diangkat" kata Ghazi....


..."Nanti aku hubungi dia lagi" kata Hot....


... Menyuapi keponakannya dengan ikan panggang yang dibuat oleh Ghazi....


..."Dia selalu sibuk tidak mungkin bisa menghubungimu kalau bukan hal urgent" kata Ghazi....


... Ghazi yang menghubungi nomor ponsel rekan kerja pacarnya dengan ponselnya sendiri....


... Tersambung dengan nomor ponsel Nora....


..."Ya. Ghazi" kata Nora....


..."Tadi, sorry. Hot sedang tidak bisa mengangkat panggilan darimu. Apa kau butuh bantuan kami?" tanya Ghazi....


... Melihat kondisi temannya yang sedang berada di dalam ambulans menuju ke rumah sakit....


..."Ini masalah pekerjaan tapi sudah kutangani. Sorry, aku sudah mengganggumu" kata Nora....


... Waktu obrolan mereka tidak berlangsung lama....


... Mereka berdua mengakhiri obrolan secara bersamaan. ...


... ...


... Sudah terbiasa untuk seorang Nora menjalani misi yang hampir sama kejadian dari peristiwa yang baru saja menimpa para rekan kerjanya di tempat kerja sebuah resiko jika mereka dekat dengan Nora maupun bangsa Xoco yang sedang menjalani sebuah misi lainnya. Sebuah hal biasa yang tidak biasa bagi mereka yang menerima tugas pekerjaan dengan akibat yang mereka terima tentang mereka yang tidak bersalah menjadi korban membuat hati dan pikirannya tentu terguncang tapi dengan siapa ia ingin bercerita berkeluh kesah tentang permasalahan yang sedang dihadapi jika tidak diri sendiri yang menguatkan lalu siapa lagi....


... Dia tertunduk dengan sendirinya menangis dengan kisah hidupnya sendiri yang harus tetap dijalani meski ia tidak mau tapi hanya ini yang membuatnya tetap bertahan dengan segala permasalahan....


... Ove meraih tangan rekan kerjanya dengan alat bantu pernafasan yang masih terpasang di mulut....


... Nora melihat ke arah Ove....


..."Kenapa kau menangis. Aku tidak apa-apa" kata Ove....


... Dia mengusap air matanya sendiri....


..."Aku baik-baik saja" kata Nora....


... Wajahnya yang dingin sesuai dugaan dialah yang paling parah terdampak dari mantra dari salah satu bangsa Blacwhe yang menyerang mereka....


... Nora meletakkan tangan kanan Ove kembali dengan jarum infus yang sudah terpasang oleh bantuan tenaga medis yang ada di dalam ambulans bersama mereka di atas meja lipat yang digunakannya untuk berbaring untuk sementara waktu....

__ADS_1


__ADS_2