Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 120: Bertahan satu sama lain.


__ADS_3

...Chapter 120: Bertahan satu sama lain....


... Dashie bersama dengan Hoshie berada jauh dari tempat mereka berempat sedang menikmati makanan yang dipesan....


..."Bagaimana lagi aku harus jelaskan?" tanya Hoshie....


... Hoshie merasa sangat bersalah atas apa yang dilakukannya di masa lalu yang sudah sepantasnya melukai wanita yang sangat ia sayang....


..."Katakan padaku. Kau sudah mengenal Callie tanpa sepengetahuan ku?" tanya Dashie....


... Belum selesai dengan pertanyaan selanjutnya datang dari Dashie lagi....


..."Kamu mengenalnya tapi kamu tidak cerita padaku?" tanya Dashie....


... Hoshie tidak ingin bertanya darimana Dashie sudah mendapatkan berita itu yang jelas apa yang ditanyakan oleh Dashie semua itu adalah kebenaran....


... Hoshie sudah tidak tega melihat gadis yang ia sayang sudah menahan tangisnya sejak awal mengajaknya bicara secara empat mata....


..."Aku sadar. Aku bukanlah siapa-siapa bagimu tapi bukankah ini seperti seakan … " kata Dashie....


..."Apa kau tahu?" tanya Dashie....


... Apa yang harus dijelaskan bahwa ini semua sebuah kesalahpahaman tapi ini juga kesalahan yang pernah dilakukan oleh Hoshie yang tidak bisa dihapus dengan mudah didalam hati seseorang yang pernah dilukai berulang kali oleh sikapnya yang sangat jahat kepada Callie sahabat dari gadis yang sangat berarti untuk hidupnya....


... Hot sudah menduga hari seperti ini akan tiba juga waktunya untuk sahabatnya harus bagaimana bertanggung jawab atas semua masa lalu yang pernah diperbuat memang tidak bisa dengan mudah untuk dimaafkan oleh orang lain....


..."Apakah kau tahu aku tidak suka kita selalu bertengkar seperti ini. Aku sudah mengatakannya berulang kali dan kau" kata Dashie....


... Dia yang sudah pasrah mau dimarahi atau dimusuhi oleh wanita yang ia sayang....


..."Lalu aku harus bagaimana agar kau bisa memaafkan ku?" tanya Hoshie....


..."Maaf. Selalu melukai hatimu" kata Hoshie....


... Dashie yang selalu ingin terbuka dan menerima bagaimanapun Hoshie terus saja mengalami hal semacam ini dan itu membuatnya terluka sekali lagi meski ia tahu saat ini orang yang membuatnya sedih ada didepannya tidak akan pergi lagi itu tidaklah cukup untuk membuktikan dan menjamin sebuah hubungan persahabatan mereka akan berlangsung lama sebagaimana harapan semua orang jika berteman dengan siapapun orangnya terlepas itu seorang Hoshie....


... Dia memegang kedua sisi pipi Dashie yang memerah karena menahan tangisnya sedari tadi membalikkan posisi dimana Dashie menghadap agar tidak terlihat oleh keempat orang yang ada di dalam kedai masih dengan terus memperhatikan keduanya yang tanpa harus dijelaskan sedang bertengkar lagi....


..."Aku bukan hanya mencintaimu tapi aku juga menyayangimu" kata Hoshie....


..."Aku tidak bisa berjanji tetapi aku aku akan selalu melakukan apa yang aku katakan padamu" kata Hoshie....


... Melepas kedua tangan Hoshie dari wajahnya....


... Dashie yang akan menangis dengan kondisinya yang sangat sedih....


..."Jangan menangis banyak orang disini" kata Hoshie....


..."Aku tidak menangis" kata Dashie....


... Dia dengan tatapan kemarahan kepada orang yang ada di depannya....


..."Katakan, kalian pernah menjadi pasangan kekasih kan?" tanya Dashie....


... Hoshie tidak ingin membahas hal ini lagi dengan masa lalu yang sudah membuatnya sangat tersiksa dengan rasa bersalah yang tidak pernah hilang hingga kini....


... Menghela nafas sedih terdengar dari suara Hoshie....


..."Apa perlu aku menjawabnya?" tanya Hoshie....


..."Itu sudah masa lalu" kata Hoshie....


... Dia yang belum bisa menerima kenyataan dari masa lalunya bersama dengan sahabatnya sendiri....


... Udara semakin dingin dan gelap di penutup hari ini....


... Dia yang sudah sangat marah....


..."Masa lalu" kata Dashie....


... Hoshie tak bisa marah kepada wanita yang sedang marah kepadanya saat ini. Justru dia sangat sedih menjadi seseorang yang sangat jahat kepada wanita yang ia sayang....


... Menatap Dashie secara dalam kedua bola matanya....


..."Jangan seperti ini" kata Hoshie....


..."Aku tidak ingin kau pergi" kata Hoshie....


... Dia masih menahan air matanya sekali lagi....


..."Apa kau sadar bagaimana perasaan Callie. Dia pasti sangat sedih" kata Dashie....


... Dia dengan gemetar berbicara kepada Hoshie nada suara yang tidak meninggi tapi berarti begitu dalam....


..."Aku terlihat seperti orang jahat. Apa kau tahu itu?!" kata Dashie....


..."Hah!" kata Dashie....


..."Aku baru sadar aku sudah sangat jahat" kata Dashie....


... Dia meraih tangan kanan Dashie berusaha untuk membuat gadis di depannya jauh lebih tenang....


..."Maafkan aku" kata Hoshie....


... Suasana jauh lebih horor bagi pria yang memegang tangan gadis yang bernama Dashie itu....


... Seakan kata maaf yang diucapkan oleh orang didepannya saat ini tidak lagi berarti sama sekali setelah mengetahui betapa tidak berbelas kasihan seorang pria didepannya ini....


... Dia melepas tangan Hoshie dari pergelangan tangannya....


..."Kenapa harus aku yang menerima permintaan maaf mu?" tanya Dashie....


..."Aku tahu aku salah. Sorry" kata Hoshie....


... Hoshie tidak mungkin untuk meminta maaf kepada seseorang yang pergi baik itu meninggal maupun tidak yang ia tahu bahwa kini ia belum bisa menemukan gadis yang pernah hadir didalam hidupnya....

__ADS_1


... Hoshie berusaha akan memeluk Dashie tapi niatnya untuk membuat gadis ini tenang sia-sia belum bisa semudah itu menerimanya dengan segala macam kerumitan yang bahkan Dashie akan lelah jika mendengar semua itu diceritakan kepadanya satu persatu....


..."Aku tidak ingin kau menangis" kata Hoshie....


... Hoshie mengeluarkan lolipop yogurt dari saku celana pendeknya untuk Dashie....


..."Ini permen kesukaanmu" kata Hoshie....


... Dashie justru bertambah marah ketika sedang marah malah dikasih permen....


..."Kau pikir aku anak kecil" kata Dashie....


... Sedangkan ke empat orang yang ada di dalam kedai sudah tak bisa menahan tawa setelah melihat keduanya bertengkar sampai sejauh ini tanpa mendengar isi pembicaraan mereka hanya melihat bagaimana cara Hoshie menghibur Dashie yang sedang marah dengan menggunakan permen lolipop....


... Dashie jauh lebih melunak dari detik sebelumnya sebuah perkembangan yang bagus untuk keduanya meski itu hanya sedikit tapi ini juga sangat membantu bagi hubungan persahabatan mereka terutama untuk Hoshie yang sedang terlihat dari arah kedai sedang terus menggoda Dashie dengan menggunakan banyak permen lolipop dari permen lolipop satu persatu diambil dari dalam saku celana....


..."Hentikan!" kata Dashie....


..."Sudah tidak marah lagi kan?" tanya Hoshie....


... Dia sesenggukan akan menangis....


..."Masih" kata Dashie....


... Ia sadar kembali melakukan kesalahan kepada Dashie....


..."Maafkan aku. Oke" kata Hoshie....


..."Belum bisa" kata Dashie....


... Hoshie melihat tanda tanda kalau wanita yang ia sayang akan menangis jika ini dibiarkan akan membuat orang-orang di dalam kedai sana seratus persen menyalahkannya tapi itu terlambat dia menangis lagi karena sikap dan tindakannya sendiri....


..."Ya kan. Sekarang, dia jadi nangis" kata Oryn....


... Ghazi dengan cepat mencegah agar kakak laki-lakinya tidak berbuat gegabah mengambil sikap untuk membantu adiknya yang sedang bertengkar dengan seorang pria....


..."Duduk!" kata Ghazi....


... Nora menikmati Cherry pie milik Xie dengan tanpa merasa terganggu....


..."Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri" kata Ghazi....


..."Kau hanya akan membuat semuanya bertambah rumit" kata Ghazi....


... Tuan Oryn Mason tidak ingin memilih harus pro ke kubu yang mana yang jelas ia hanya ingin menjadi penonton yang baik. Ia melihat Nora yang sedang menyantap makanan milik pacarnya yang terlihat lezat untuk dimakan lalu ia juga mencobanya dari piring Ghazi....


... Mencoba satu suap....


..."Astaga" kata Oryn....


... Dia mengunyah berusaha terus menghabiskan makanan yang sudah masuk kedalam mulutnya dengan usaha yang lumayan keras....


..."Ini tidak biasanya seperti ini" kata Oryn....


... Dia berhasil menelan habis kue yang sama yang dimakan oleh Nora....


..."Gawat ini" kata Oryn....


..."Si Hoshie bukannya lebih baik jangan berantem di depan kakaknya ini" kata Oryn....


..."Dia malah terang-terangan" kata Oryn....


... Dashie sedang berada dalam situasi yang sulit ketika melihat Hoshie dengan segala usahanya untuk meraih hatinya agar bisa memaafkan kesalahannya dengan mudah....


... Dia dengan menggenggam tangan kanan Dashie dengan tangannya yang dingin sedingin es juga wajahnya yang bertambah pucat....


... Bagi Dashie tentu ia melihat wajahnya yang bertambah pucat tapi bagi Hoshie ini adalah perjuangan untuknya agar tetap bisa bersama didekat gadis yang ia sayang....


... Situasi bertambah asik ketika Ren datang bersama kucingnya yang dibawa oleh Soft dalam gendongan....


..."Kita datang di situasi tidak tepat" kata Soft....


..."Ini mengasyikkan" kata Stud pemilik identitas asli dari Ren palsu....


..."Ini akan membuat orang ini bertambah dirugikan. Ayo kita pergi" kata Soft....


... Mereka berdua tidak jadi untuk kencan bareng berdua di salah satu cafe di dekat tempat permainan bilyard....


... Berbicara didepan dua orang yang sedang bertengkar....


..."Tunggu sayang. Bagaimana kalau kita pergi bermain billiard saja?" tanya Soft....


..."Tunggu. Kau kan belum cukup umur untuk masuk ke dalam sana" kata Ren....


... Berbicara bertambah keras sambil melihat ke arah Hoshie dan Dashie....


..."Tenang saja. Pemiliknya adalah mantan pacar kakakku" kata Soft....


... Mereka pergi dengan membawa kucing peliharaan Ren santai meninggalkan mereka berdua yang terlihat baru saja bertengkar....


... Dashie sudah lelah dengan berita buruk yang membahas tentang sahabatnya itu....


... ...


... Dia pergi....


... Berteriak kepada Dashie....


..."Kau mau kemana?" tanya Hoshie....


... Dijawab oleh Dashie....


..."Jangan ikuti aku!" kata Dashie....


..."Aku takut nanti kamu diambil orang" kata Hoshie....

__ADS_1


..."Tak ada yang … " kata Dashie....


... Berhenti sebentar dalam langkah yang ia ambil belum berbalik menjadi salah tingkah....


..."Lanjutkan kalimat itu" kata Hoshie....


..."Aku ingin mendengarnya" minta Hoshie....


... Belum berbalik ke Hoshie lalu melanjutkan melangkah untuk meninggalkan Hoshie....


..."Jangan ikuti aku!" kata Dashie....


... Dengan perintah ini Hoshie stop tidak melanjutkan langkahnya lagi untuk mengejar wanita yang ia sayang dengan tetap memperhatikan terus langkah kaki gadis itu berhenti di tempat perhentian bus....


... Dia akan melanjutkan kalimat yang akan dikatakan kepada Hoshie tapi tidak jadi diucapkan lalu bagaimana reaksi dari Hoshie sudah jelas senang dengan apa yang baru saja akan dikatakan oleh Dashie padanya yang juga disaksikan dan didengar oleh Soft....


... Mereka mendapatkan jeda waktu selama empat detik....


... Ren berpikir untuk membatalkan niat mereka bermain bilyard....


... Soft yang mengajak Ren untuk pergi bermain bilyard tapi dibatalkan oleh pacarnya yang lebih memilih untuk pergi ke tempat lain selain bermain bilyard....


... Terjadi perdebatan dan akhirnya gadis remaja itu mengalah kepada Ren untuk membatalkan bermain billiard bersama....


... Terlihat seperti pasangan yang manis keduanya menuruni anak tangga depan bangunan berlantai tiga tempat bermain biliar....


..."Salah atau tidak tapi ini akan menyakiti hatimu" kata Ren....


... Dengan kata-kata yang dikatakan oleh Ren yang merupakan Stud pacarnya membuatnya sadar agar tidak datang ditempat dimana saudara perempuannya pernah berseteru dengan pemilik bisnis tersebut bukan dengan alasan kebencian sebagai dasar tapi tidak akan mudah mengubah isi hati seorang wanita....


... ...


..."Soft tambah sayang sama Ren" kata Soft....


..."Ayo kita pergi" kata Ren....


... Di dalam kedai....


... Hot sedang beradaptasi dengan situasi yang sudah mulai meredam dari emosional seseorang terhadap adiknya yang baru saja selesai bertengkar dengan Hoshie....


... Dia memakan potongan ayam dengan tepung dari sebuah mangkuk....


... Dia menikmatinya dengan damai....


... Melihat Nora sedang menenangkan diri menghabiskan Cherry pie yang sudah ia makan milik Xie....


... Ghazi yang sedang memakan mie homemade dengan rasa manis lebih dominan dari rasa original....


... Menunggu pacarnya menghabiskan mie yang baru saja ia ambil dari mangkuk berisi mie tanpa kuah dengan berbagai macam topping sayuran dan daging sapi bumbu rempah ditaburi biji wijen diatasnya....


... ...


..."Coba ini" kata Oryn....


... Dia memberi satu potong ayam yang sama yang ia makan....


... Ghazi menerima suapan dari Oryn....


..."Ini lezat" kata Ghazi....


... Memberikan satu potong olahan cumi dengan cara ditumis dengan saus tomat....


..."Kalau ini bagaimana?" tanya Oryn....


... Satu suapan lagi dari Oryn....


..."Kita tidak salah tempat" kata Ghazi....


..."Aku suka" kata Ghazi....


... Mereka sepertinya lupa bukan hanya mereka berdua yang ada di dalam satu meja kedai tempat mereka makan akan tetapi ada Nora dan Xie juga sedang makan malam bersama keduanya yang belum memberikan banyak kata seperti pasangan yang sedang menikmati makanan diatas meja ini....


... Oryn orang yang memang suka makan sengaja memesan banyak makanan untuknya makan bersama ketiga orang yang sedang dalam situasi canggung jika berpikir sesuatu hal tidak pernah terjadi....


..."Kata Mama kau sulit makan. Makanlah" kata Ghazi....


... Xie belum menyentuh makanan yang sudah datang dari tujuh menit yang lalu begitu juga dengan Nora yang belum menghabiskan kue yang disantap sedari tadi....


... Memberikan ayam bakar kepada Kakaknya....


..."Makanlah" kata Ghazi....


... Dia menerima suapan dari adik perempuannya secara langsung lebih tepatnya dipaksa agar tidak tetap mempertahankan sikap cueknya kepada orang-orang disekitarnya saat ini....


..."Lezat kan. Jadi, makanlah selagi hangat" kata Ghazi....


... Kepada Nora....


..."Kau juga harus makan" kata Ghazi....


... Nora mulai mengambil nasi dengan lauk ayam bakar yang sudah ada diatas meja secara terpisah sesuai jumlah orang yang sedang makan di meja makan minimalis coklat itu....


... Menilai dari dua orang dengan kepribadian yang berbeda di depan Hot....


... Dalam hatinya menyatu dengan akal pikirannya tentang kisah asmara dua orang yang belum terlihat mesra jika dibilang sebagai sepasang kekasih....


..."Yang satu selalu jaga gengsi dan yang satunya lagi ingin dihargai" kata Hot....


..."Apa seperti ini bisa tetap bertahan?" tanya Hot....


... Ghazi juga sedang memikirkan perkembangan hubungan percintaan kakaknya itu....


..."Mereka terlalu sempurna untuk menjadi sepasang kekasih" kata Ghazi....


... Tidak sengaja saling melihat satu sama lain....

__ADS_1


..."Oryn Mason" panggil Ghazi....


..."Ya" jawab Oryn....


__ADS_2