
...Chapter 171: Kamu dan sahabatku....
..."Apa tadi malam kau tidur nyenyak?" tanya Ans....
...Sedikit tidak bersahabat....
..."Untuk apa kau menanyakan itu" kata Gan....
..."Bagaimana tadi malam, kau pasti dimarahi oleh ibu mu?" tanya Gan....
..."Tadi malam, setelah kau pulang, itu sudah pasti" kata Ans....
...Heran....
..."Isi kepalamu tidak ada yang geser kan" kata Gan....
...Dia jujur dan sedikit kesal....
..."Kepala ku tak pernah beres. Puas kau!" kata Ans....
..."Ini masih terlalu pagi untuk marah-marah" kata Gan....
...Beriringan di arah jalan yang sama yang mereka ambil untuk menuju ke kelas....
...Akan menaiki anak tangga didepan deretan kelas kakak kelas mereka....
..."Jangan sampai orang orang mengira kita sebagai pasangan kekasih" kata Ketua kelas....
...Ketua kelas memilih berjalan meninggalkan Ans yang berjalan di belakangnya....
...Dia menaiki anak tangga dengan langkah dipercepat terlihat oleh Ans....
...Dari arah belakang karena penasaran ia melihat ada salah satu teman sekolahnya yang berjarak lima meter dari arah mereka berdua semula berjalan santai beriringan bersama....
...Ans mengejar Gan yang masih belum terlalu jauh dari arahnya berhenti dengan cepat ia harus bisa mengejar....
...Berlari menaiki anak tangga....
...Dan akhirnya....
...Merangkul dari arah belakang dengan tangan kanannya dengan usaha yang diperlihatkan sehingga oleh ketua kelas agar perbuatannya cepat diakhiri....
..."Aku salah apa kenapa aku ditinggal?!" kata Ans....
...Ketua kelas mode penyabar level pertama....
..."Lepas" kata Gan....
...Menggelengkan kepala kepada ketua kelas tidak mau patuh....
...Mode savage....
..."Lepas!" kata ketua kelas....
...Melepas rangkulan dari dekat ketua kelas....
...Nawa dengan langkah tenangnya itu berjalan ke arah yang sama di arah yang mereka ambil....
...Berbalik mereka ke arah Nawa....
..."Wajah pucat itu" kata Ans....
...Dia menunggu Nawa yang berjalan ke arahnya agar mereka bisa berjalan bersama menuju ke kelas....
...Nawa dengan jaket Hoodie biru yang ia pakai juga penutup kepalanya dengan kedua jemari tangan dimasukkan kedalam saku bagian depan sweaternya itu....
...Mereka berjalan beriringan menuju ke kelas....
...Saling memberikan senyum hangat persahabatan keduanya....
..."Pagi Nona Muda and Rookies!" kata Nawa....
...Ketua kelas yang kembali dari sedikit sifat aslinya....
...Diam lebih terkesan cuek....
..."Pagi Tuan Muda!" kata Ans....
...Bertugas berjalan beriringan dengan Ans berada diantara Nawa dan ketua kelas....
...Dia dengan dirinya yang dingin sedang dalam situasi bahagia....
...Serius....
..."Kau tidak takut aku akan melukaimu" kata Nawa....
..."Kenapa kau tiba-tiba berkata seperti itu?" tanya Ans....
...Dia yang jadi aneh....
..."Senangnya menemukan orang yang sampai kapanpun pasti akan membelamu" kata Nawa....
..."Memang sulit untuk memilikimu" kata Nawa....
...Dia yang merasa teman sekelasnya perlu di upgrade ulang....
..."Kenapa tiba-tiba isi kepalamu hampir sama denganku?" tanya Ans....
...Menggoda lagi....
..."Ternyata ini. Pantas" kata Nawa....
...Belum sampai di kelas mereka lalu ini menjadi kesempatan dari ketiganya untuk saling lebih dekat sebagai teman yang baru kenal....
...Ans sibuk dengan gelang soulmate yang baru ia beli kemarin siang di salah satu toko kecil pedagang kaki lima....
...Memuji tidak ada kepura-puraan....
..."Gelang mu terlihat unik" kata Nawa....
...Dia terlihat sangat senang....
..."Benarkah. Orang yang ku suka menyukai gelang seperti ini" kata Ans....
...Ketua kelas yang tetap keren dengan kacamata khas kutu bukunya itu....
...Nawa melihat ke arah Gan yang lebih sibuk dengan layar ponselnya entah apa yang sedang ia kerjakan disaat keduanya sedang asik mengobrol....
...Kepada ketua kelas....
..."Bagaimana menurutmu?" tanya Ans....
...Dia jelas mengacuhkan pertanyaan dari Ans....
...Tetap melihat layar ponsel tidak melihat gelang yang dipakai di pergelangan tangan kirinya itu....
..."Hmmm" jawab Gan....
...Kesal dan marah....
..."Kau pikir kau yang paling cool disini?!" kata Ans....
...Santai melihat Ans dua detik lalu fokus lagi dengan ponselnya....
__ADS_1
..."Iya" jawab Ketua kelas....
...Dia tambah kesal lalu merebut ponsel milik ketua kelasnya itu....
...Membaca siapa yang sedang berkirim pesan secara online dengannya....
...Terkejut....
..."Oh. Ini Po Sansa?" tanya Ans....
...Dia yang hanya pernah melihat fotonya yang diunggah oleh Yellow dan Jeje yang juga merupakan teman dekat si ketua kelas itu tidak pernah bertemu dengannya secara langsung....
...Nawa jauh lebih cepat langkahnya meninggalkan percakapan yang membahas tentang kekasihnya itu....
...Dia pergi....
...Ketua kelas merebut kembali ponsel miliknya dari tangan gadis di sebelah kanannya itu....
...Kembali berjalan beriringan bersama menuju kelas mereka....
...Nawa dan isi hati serta pikirannya sendiri....
..."Dia bahkan tak pernah membalas ataupun mengangkat panggilan telepon dariku" kata Nawa....
...Dua kelas lagi remaja laki-laki ini akan tiba di kelas sedangkan di belakangnya dua orang baru akan menaiki anak tangga bersama para siswa dan siswi lain....
...Mulai sadar dengan perbuatan yang tanpa sadar telah membuat orang lain pergi tanpa lagi ingin ia membahasnya lagi bukan karena ia membencinya tapi seakan waktu ketika mereka bersama hanya sebuah mimpi yang datang lalu pergi dengan cepat ketika ia terbangun dari tidurnya itu....
..."Dia pasti sangat membenciku benar-benar sangat membenciku" kata Nawa....
..."Aku tidak tahu bagaimana hari ini. Apakah dia bisa tersenyum seperti dahulu?" tanya Nawa....
..." … sudah pasti semua itu telah mengubah segalanya" kata Nawa....
...Melihat ke arah salah satu teman sekelasnya itu....
...Entah apa yang membuat salah satu teman sekelasnya itu memutar sebuah lagu sedih di pagi hari ketika ia sedang memikirkan orang yang sudah ia sakiti tanpa ia sadari sejak awal mereka menjadi sepasang kekasih....
...Dia kembali dengan fokusnya dengan ponsel miliknya sendiri....
..."Aku ingin kecewa padanya tapi rasa bersalahku jauh lebih besar" kata Nawa....
...Ans dan Gan datang ke kelas bersama....
...Siapa yang melakukan sebuah sihir untuk membangkitkan sisi jahat dari dalam Nawa hingga sekarang sedang diselidiki siapa pelakunya oleh Nawa....
...Dia dengan lirikan mata yang ngeselin yang dilakukan oleh Ans kepada Nawa....
...Dia bisa langsung membaca salah satu karakter dari seseorang yang sedang melamun dari sisi manusia yang tergolong sempurna yang ada disebelahnya itu. Tak ada yang diharapkan dari seseorang yang serba hidup menyenangkan sekali sejak kecil meski kini ia terlihat mulai berubah sedikit demi sedikit tapi ia sebagai salah satu dari mereka ingat betul harus bagaimana bersikap dengan orang sejenis Nawa ini....
..."Kalau tidak sabar sabar banget. Dia bisa setiap hari dihajar oleh orang lain" kata Ans....
..."Dia ingin menyalahkan orang lain atas perginya seseorang tidak melihat bagaimana ia seharusnya bersikap dengan orang lain" kata Ans....
..."Apa kau merasa paling hebat. Dasar sok tampan sok berkuasa" kata Ans....
...Nawa....
...Dia merasa sesuatu ada yang mengganjal pikiran orang lain mengenai keberadaannya di dekat orang lain....
...Tatapan tidak suka ketika melihat Ans lalu menebak....
..."Hentika!. Kau bisa membuat masalah tanpa harus orang lain memicunya" kata Ans....
..."Kenapa?. Kau seperti menyimpan dendam padaku" kata Nawa....
..."Kau sedang bermain "Siapa yang menjadi korbannya lagi?" kata Ans....
...Tetap disana dengan suara getar ponselnya yang terus bergetar tapi tidak disangka orang yang meneleponnya datang masuk ke dalam kelas....
...Nawa melihat sorot mata kebencian dari seseorang di pagi yang sangat cerah dengan seragam abu-abu kotak bergaris hitam rok yang dia pakai dengan kemeja putih berlengan pendek dan blazer abu-abu dengan dasi kupu-kupu bermotif sama dengan rok yang dipakainya sekarang....
...Gadis bersepatu hitam dan kaos kaki putih setinggi dibawah lutut....
...Nawa bangun dari tempat duduknya itu....
..."Soft" kata Nawa....
...Dia mematikan ponsel begitu juga Soft....
...Mendekat dengan cepat marah kepada remaja laki-laki ini....
...Tidak membentak tapi terasa menekan Nawa....
..."Kau pura-pura tidak tahu atau bodoh. Hah!" kata Soft....
...Tepat didepan Nawa....
...Mendorong bahu atas kanan Nawa dengan tangan kanannya itu....
..."Kau ingin membalasnya!" kata Soft....
..."Kau pasti merasa paling benar" kata Soft....
...Marah....
...Menunjuk ke arah mata Nawa dengan telunjuk tangan kanan....
..."Kau merasa tidak pernah melakukan kesalahan dan aku yang selalu salah" kata Soft....
...Dia benar-benar tidak tahu alasan gadis yang pernah menjadi mantan sahabatnya itu datang ke kelasnya dengan marah-marah seperti ini....
...Meraih tangan Soft....
...Nawa....
..."Apa ada kesalahan ku yang membuatmu terluka?" tanya Nawa....
...Jeda empat detik....
..."Kau ingin bicara apa. Katakan saja?" tanya Nawa....
..."Tidak mau cerita?" tanya Nawa....
...Tatapan bersahabat....
..."Kau mau menjadi pacarku?" tanya Nawa....
...Tawarannya kali ini diluar pikiran dari pikiran teman-temannya yang ada disana ketika melihat pertengkaran ini....
...Soft masih berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan Nawa....
...Nawa melepas tangan Soft tanpa kasar....
..."Hari ini aku ada waktu. Kita bisa bicarakan ini baik-baik" kata Nawa....
...Membentak....
..."Lupakan itu!" kata Soft....
...Dia merasa sedang berbicara dengan dinding yang terbuat dari beton yang sangat kuat....
...Tertawa sinis melihat ke arah lain dalam satu detik lalu menatap Nawa dengan tatapan yang sama penuh kebencian yang selama ini ia simpan....
__ADS_1
..."Ya. Ya, aku lupa siapa Nawa yang kukenal. Dia memang seperti ini" kata Soft....
..."Kau sudah memulainya lagi!" kata Soft....
...Tamparan pertama untuk Nawa....
...Dia menerima itu tanpa perlawanan....
...Semua orang disana melihat itu dengan reaksi yang tidak percaya bahwa ada seseorang yang melakukan itu tanpa sebuah ketakutan terhadap orang lain yang bukan siswa dari sekolahnya itu....
...Tamparan kedua akan diterima oleh Nawa....
...Dia langsung meraih tangan Soft lagi....
...Dia kini terlihat lebih hangat sikapnya itu terlihat kepada Soft....
..."Kita tidak bisa berteman lagi?" tanya Nawa....
...Dia masih tidak menerima tawaran ini lagi....
...Berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Nawa....
..."Lepaskan tanganku!" kata Soft....
...Dia belum ingin berdamai dengan seseorang yang masih membuat dirinya kesal....
...Suara lirih tapi sangat menekan mental orang lain yang mendengarnya....
..."Simpan semua kisahmu itu!" kata Soft....
..."Itu bukan urusanku. Enyahlah, pergi dari hidupku!" kata Soft....
...Dia berbalik dan pergi meninggalkan Nawa yang masih menjadi pusat perhatian teman-teman satu kelasnya itu....
...Soft pergi keluar dari dalam kelas dengan membawa tas backpack sekolah berwarna orange biru sebagai bagian dari tiap warna buah jeruk yang mendominasi....
...Dia juga terlihat melewati kelasnya terlihat oleh Nawa dari dalam kelasnya sendiri....
...Teman-temannya mulai meninggalkan sisa pertengkaran ini melakukan aktivitas mereka lagi di waktu yang masih butuh sepuluh menit lagi untuk pelajaran pertama disekolah akan di mulai....
...Nawa duduk kembali di tempat duduknya itu....
...Ans....
...Duduk lagi ditempat duduknya dengan ketua kelas duduk di depan tempat duduk gadis dibelakang kursinya itu....
..."Aku tidak peduli" kata Ans....
..."Urus saja masalah mu sendiri" kata Ans....
...Melihat ketua kelas....
...Dia sedang memperhatikan orang yang sedang berbicara lirih mengomentari kisah orang lain....
...Berkata apa adanya....
..."Jangan menatapku seperti itu. Kau terlihat sangat tampan jika masih seperti ini" kata Ans....
...Ketua kelas tidak lagi menatap gadis didepannya sekarang beranjak pergi menuju ke bangkunya sendiri....
...Pukul delapan lebih dua puluh menit....
...Nora dan Hoshie....
...Dia sedang melanjutkan pekerjaan yang sama seperti yang ia lakukan kemarin menjadi sales penjualan rumah....
...Di salah satu pusat perbelanjaan yang berbeda dari hari kemarin....
...Dia yang sedang beristirahat sebentar bertemu secara tidak sengaja dengan kekasih kakak laki-laki dari gadis yang ia sayang....
...Agak canggung untuk saling menyapa terlebih mereka memang tidak pernah seakrab yang sudah terlihat sejak awal....
...Melihat satu sama lain sama sama enggan menyapa tapi tidak nyaman jika tidak melakukan hal itu....
...Akhirnya, mereka saling menyapa dengan tangan kanan keduanya saling dinaikkan ke atas dengan telapak tangan terbuka menggerakkan sedikit ke arah orang yang mereka kenal....
...Duduk didepan sebuah kedai rice bowl berwarna merah tempat mereka menjual makanan di salah satu bagian dari bisnis di pusat perbelanjaan tersebut....
...Bersandar keduanya....
...Melihat ke arah lurus kedepan masing-masing dengan satu cup fresh mango juice with cream cheese float....
...Hoshie....
...Menyeruput minuman dengan sedotan putih dari gelas plastik yang ada ditangan kanannya itu....
...Nora juga melakukan hal yang sama dengan jeda waktu lebih pendek dari Hoshie....
..."Kenapa kau belum mengantarku pergi?" tanya Hoshie....
..."Kita tak seakrab itu tapi bukankah obrolan kita agak sedikit horor" kata Nora....
..."Biasa saja. Tapi, apakah kesempatan ini tanpa syarat?" tanya Hoshie....
...Melirik ke arah Hoshie agak senyum sinis tapi tidak menunjukkan keramahan yang bertahan lama....
..."Kau bicara apa sih?" tanya Nora....
..."Kalau ada juga apa untungnya untuk ku" kata Nora....
...Melihat ke arah depannya lagi sedangkan Hoshie melihat ke arah wanita di sebelahnya itu....
..."Kau paling tahu bagaimana dunia ini" kata Hoshie....
...Sekali lagi melihat Hoshie dengan kesan yang belum berubah tak ingin berteman dengan orang ini....
..."Aku seperti berusia ribuan tahun lebih awal darimu" kata Nora....
...Nora....
...Melihat ke arah depan lagi melihat area bermain futsal mini untuk anak-anak....
...Hoshie....
...Dia juga memperhatikan wahana bermain yang sama dengan apa yang sedang dilihat oleh Nora....
...Merendah suaranya lebih mengajak lebih akrab....
..."Tugasmu pasti berat" kata Hoshie....
..."Terkadang aku berpikir bahwa hidupku tidak ada apa apanya dengan jalan hidup orang lain" kata Nora....
...Melihat ke arah kanan....
...Hoshie berjalan melambaikan tangan membelakangi wanita yang masih duduk di tempat semula di depan wahana bermain bola futsal anak-anak itu....
..."Dia memang" kata Nora....
..."Aku juga tidak tahu. Kenapa dia tidak lagi menjadi salah satu orang yang ada di daftar hitam ku" kata Nora....
..."Ku rasa dia salah satu orang yang beruntung" kata Nora....
...Mereka berdua berpisah di tempat itu dengan pekerjaan mereka yang harus diselesaikan di hari yang masih pagi pukul setengah sembilan ini....
__ADS_1