Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 79: Dia dan aku.


__ADS_3

...Chapter 79: Dia dan aku....


..."Aku tak menargetkan mu lagi" kata Nora....


... Meringkuk dibalik selimut rumah sakit....


... Dia menutup mata....


..."Ini pilihanmu. Kau bertanggungjawab atas dirimu sendiri" kata Nora....


... Dia berada di gedung lain melihat ke arah Hoshie yang ada di dalam salah satu ruang rawat rumah sakit dengan tirai putih yang terbuka sinar matahari yang mulai tenggelam tergambar di kaca jendela yang baru saja ditutup oleh Poet....


... Nora belum pergi dan Hoshie mendengar kata-kata yang diucapkan oleh gadis ini dimana dirinya berada sudah diketahui oleh Hoshie....


..."Kau sedang mengasihani ku" kata Hoshie....


..."Tidak. Takdir sedang memilihmu" kata Nora....


... Dia dengan jarak yang tidak terlalu jauh melihat diri Hoshie yang tetap sendiri....


... Di bagian dalam pembatas balkon sebuah apartemen....


... Seketika Nora pergi menghilangkan diri dari tempat disebuah gedung di lantai keempat sebuah apartemen tidak berpenghuni....


... Dashie bersama dengan Rio beranjak keluar dari area lantai rumah sakit....


... Rio terlihat sangat bahagia dengan adanya Dashie disisinya lagi setelah sekian lama menunggu momen ini kembali....


..."Apa riasan wajah ku berantakan?" tanya Dashie....


... Rio menahan tawa kecil dengan pertanyaan dari Dashie....


..."Cobalah perhatikan aku!" kata Rio....


... Memeriksa suhu tubuh Rio memegang kedua pipinya dengan telapak tangan....


..."Rio ku tidak sakit kan?" tanya Dashie....


..."Bukan itu sayang" kata Rio....


... Tidak ingin berdebat....


..."Sudahlah" kata Rio....


... Melepas kedua telapak tangan dari kedua pipinya memegang lembut penuh perhatian sorot matanya menggambarkan suasana hatinya sedang penuh cinta....


... Menggandeng tangan kiri Dashie....


..."Kita mau pergi kemana sore ini?" tanya Rio....


..."Sesuai rencana kita" kata Dashie....


... Taksi yang dipesan mereka sedang dalam perjalanan menuju depan rumah sakit....


... Rio bermain cardigan yang dipakai oleh pacarnya dengan bulu-bulu lembut putih....


..."Jaket mu lucu" kata Rio....


..."Mulai kan" kata Dashie....


..."Lucu seperti Lexa" kata Rio....


... Rio menyamakan pacarnya selucu Lexa yang merupakan kucing peliharaan Ren....


... Rio sengaja membuat Dashie badmood....


... Dia belum berhenti bermain menyentuh cardigan putih....


..."Kenapa kau tidak mau selucu Lexa. Padahal kalian memang selucu itu" kata Rio....


..."Taksi sudah datang" kata Dashie....


... Kini tangan Rio yang ditarik oleh pacarnya bergerak cepat masuk kedalam kursi taksi bagian belakang....


... Perjalanan menuju tempat yang sudah mereka rencanakan masih membutuhkan waktu cukup lama untuk sampai disana....


... Rio melihat layar ponsel begitu juga Dashie....


..."Sayang" panggil Rio....


..."Hmmm" kata Dashie....


..."Kau sudah tahu Ren sudah pindah rumah?" tanya Rio....


..."Aku baru tahu darimu" kata Dashie....


..."Tadi tidak sengaja aku bertemu dengan Aka dan dia … " kata Rio....


... Rio menjelaskan bahwa Aka mengirimkan alamat tempat tinggal dan nomor ponsel baru sahabatnya yang baru muncul kembali....


... Pendengar yang baik....


... Rio sudah selesai mengirim pesan kepada Ren....


... Memperhatikan Dashie yang belum berhenti menatap layar ponsel....


... Penasaran....


... Lalu bersandar di bahu sebelah kanan Dashie melihat apa yang sedang dilakukan oleh pacarnya yang sudah lima menit menatap layar ponsel ketimbang dirinya....


... Mengetik sebuah kata....


..."Tampan" ...


... Mengikuti arah pencarian yang diketik dalam tombol keyboard ponsel....


... Belum bertanya lagi....


... Dashie memulai percakapan lagi....


..."Aku baru tahu salah satu artinya ini" kata Dashie....


... Rio membaca salah satu arti dari kata yang masuk dalam pencarian secara online yang dilakukan pacarnya....


..."Sepertinya itu aku" kata Rio....


... Tidak bersandar di bahu pacarnya lagi....


... Dashie tersenyum dengan sikap Rio....


..."Iya. Pacarku yang tampan" kata Dashie....


... Rio bersandar lagi di bahu Dashie lebih manja lalu suara batuk sengaja dibuat oleh driver taksi yang mereka tumpangi....


... Rio berhenti bersikap manja kepada Dashie tidak bersandar di bahu pacarnya duduk bersandar di kursinya sambil melihat keluar jendela dengan menggigit jari telunjuk atas tangan kanan....


... Dashie meraih lengan Rio agar tidak merasa malu berlebih karena ditegur oleh orang lain dan dia sedang beradaptasi dengan perubahan situasi ini....


... Pertanyaan untuk driver taksi....


... Bersemangat....


..."Paman. Apa kita serasi?" tanya Dashie....


... Pengemudi taksi menanggapi dengan pola pikir yang lebih terbuka....


..."Kalian seperti pasangan yang baru jadian saja" kata driver taksi....


... Rio senang dengan pengakuan yang tidak langsung dikatakan oleh pacarnya....


..."Benarkah" kata Dashie....


... Perjalanan menuju tempat tujuan mereka terus berlanjut....


... Pria berjaket biru jeans masih melihat keluar jendela mobil lagi dengan sesekali melihat Dashie yang sedang membaca bukunya lagi yang belum selesai dibaca dengan tangan kanan menyilang ke lengan kiri Rio....


... Ingin mengutarakan sesuatu yang membuat Rio sedikit tidak nyaman pikiran mengenai seseorang....


... Membalik halaman buku....

__ADS_1


..."Katakan saja" kata Dashie....


... Melihat Dashie yang sedang membaca buku....


... Rio belum yakin ingin mengatakan apa yang harus dikatakan kepada pacarnya itu....


... Kemudian ikut membaca buku yang Dashie baca....


..."Apa buku ini sangat menarik?" tanya Rio....


..."Beberapa hari lagi aku akan masuk kampus lagi" kata Dashie....


..."Bagaimana jika aku siap mengajarimu untuk persiapan materi semester selanjutnya?" tanya Rio....


..."Boleh saja. Tapi, kau selalu lembur" kata Dashie....


..."Kenapa?" tanya Rio....


..."Aku tidak ingin merepotkanmu" kata Dashie....


... Dashie melanjutkan membaca buku lagi bersandar di kursi penumpang taksi....


... Perjalanan menunggu sepuluh menit lagi untuk sampai ditempat tujuan....


... Langit sudah mulai agak gelap dengan matahari yang akan benar-benar tenggelam di bagian langit sebelah barat....


... Suara klakson mobil terdengar meramaikan jalan panjang yang sedang mereka lalui....


... Kaca jendela dibuka lebih terbuka dari dalam separuh menjadi lebih jelas suara suara klakson mobil dan orang orang yang mulai mengeluh karena jalanan yang macet sering terjadi di jam jam ini....


... Driver taksi melihat kaca di depannya yang menyoroti para penumpang bagian kursi belakang....


... Dashie memperhatikan pacarnya yang lebih memilih untuk tidur bersandar di kursi taksi dengan kedua tangan menyilang....


..."Kau pasti lelah setelah lembur di hari libur" kata Dashie....


... Menutup mata sambil tersenyum kepada Dashie....


..."Hmmm" kata Rio....


... Bibirnya yang membiru lalu Dashie menyentuh leher sebelah kiri pacarnya dengan tangan....


... Berbicara kepada Driver taksi....


..."Paman bisa turunkan suhu AC nya. Tolong" kata Dashie....


... Suhu didalam mobil taksi diturunkan agar tidak terlalu dingin....


... Mengingat sesuatu yang jauh lebih membutuhkan jaketnya daripada dirinya lalu melepas jaket yang dipakainya untuk menutupi bagian rok Dashie....


..."Kau pasti sedang kedinginan" kata Rio....


... Lalu Rio menutup matanya lagi diam patuh dengan segala kebisingan suara di situasi macet yang belum terlewati oleh mobil yang mereka tumpangi....


... Memperhatikan Rio....


..."Kamu yang tersayang" kata Dashie....


..."Tentu" kata Rio....


... Menahan rasa dinginnya udara malam ini dengan tangan menyilang di bagian depan atas perutnya. Pria berkemeja kotak biru dan putih membuat gadis disebelah kirinya ini tidak ingin berhenti menatapnya....


..."Kau membuatku malu" kata Rio....


..."Selama ini aku kemana" kata Dashie....


... Membuka mata lalu mengambil buku yang ada di tangan Dashie setelah itu menutup wajahnya yang tidak bisa ditutupi sedang malu ketika diperhatikan oleh kekasihnya....


... Rio kemudian mengambil tas selempang kuning dengan tali hitam panjang yang dipakainya sekarang....


... Membuka isi tas lalu memberikan satu set make up....


..."Aku pernah melihatmu memakai ini jadi aku membelinya untuk mu" kata Rio....


... Dashie terharu....


..."Woahh. Kau membelinya untuk ku" kata Dashie....


..."Tadi sebelum menjemputmu aku pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli ini" kata Rio. ...


... Di salah satu toko make up di pusat perbelanjaan....


... Rio yang baru pertama kali datang di pusat perbelanjaan di bagian toko yang menjual perlengkapan rias wanita sudah tentu canggung....


... Di hampiri oleh salah satu karyawan perempuan di toko tersebut....


..."Kakak sedang mencari make up untuk pacar?" tanya Karyawan perempuan tersebut....


... Kembali di waktu ketika berada didalam taksi....


... Rio bercerita penuh antusias dengan pengalaman pertamanya ini....


..."Mereka langsung menebak seperti itu" kata Rio....


..."Lalu?" tanya Dashie....


..."Aku mengiyakan saja" kata Rio....


... Wajah terharunya belum berhenti memandang Rio....


..."Hentikan. Senyummu sudah membuatku tak berdaya" kata Rio....


... Suara penuh semangat....


... Memukul bahu Rio tidak sakit tapi cukup membuat kaget....


..."Ok!" kata Dashie....


... Memegang bahunya yang baru saja dipukul oleh pacarnya....


... Membaca isi hati dan pikiran Dashie dengan tebakan yang diketahui baru saja....


..."Apa aku sudah membuatnya nyaman?" tanya Rio....


... Dashie sedang memeriksa make up yang diberikan oleh Rio dan Rio juga sedang menunggu apakah semua make up itu sudah sesuai apa yang dibutuhkan oleh kekasihnya....


... Satu lip tint diambil oleh Dashie langsung dicobanya didepan Rio dengan cermin yang diambil dari dalam tas merahnya....


... Lip tint coklat gelap menambah keindahan ciptaan Tuhan yang ada di depannya sekarang....


..."Rio. Kau melamun lagi, bagaimana menurutmu?" tanya Dashie....


... Memalingkan muka....


..."Seperti biasa" kata Rio....


... Dashie ingin kesal dengan pendapat dari pacarnya tapi tidak tega....


... Cemberut....


..."Sudahlah" kata Dashie....


... Tidak ingin ini berlanjut lebih lama pacarnya cemberut lalu mencubit pipinya dengan berusaha tidak menimbulkan rasa sakit....


... Bersandar lagi di bahu kekasihnya yang sedang cemberut....


... Panggil Rio....


..."Dashie ku" kata Rio....


..."Aku merindukanmu" kata Rio....


..."Maafkan aku sudah membuat dua orang sedih" kata Rio....


... Menatap Dashie. Rio....


..."Dia akan mengerti" kata Dashie....


... Angin dingin dari luar jendela datang masuk kedalam taksi sejuk berhembus pelan....

__ADS_1


..."Aku merasa bersalah padanya" kata Rio....


..."Dia akan mengerti" kata Dashie....


..."Seharusnya kau bisa saja memilihnya tapi kenapa kau memilihku?" tanya Rio....


..."Secret" kata Dashie....


... Berbalik bertanya kepada Rio, menatap tatapan kekasihnya....


..."Aku juga penasaran kenapa kamu memilih ku?" tanya Dashie....


... Langsung menjawab....


..."Sudah jelas karena aku mencintaimu" kata Rio. ...


... Rio kembali malu lagi ketika ditanya tentang bagaimana perasaannya kepada Dashie lagi....


..."Aku jadi cemburu jika kalian seakrab itu" kata Rio....


..."Sayang sekali dengan pacarku yang sangat sangat sabar" kata Dashie....


..."Itu karena aku tidak mau kamu pergi" kata Rio....


... Waktu kembali di saat kejadian sehari setelah insiden tamparan yang didapat dari Aka di pesta ulang tahun teman kampusnya ini....


... Memilih waktu sendiri di sore hari ketika memiliki kepentingan pekerjaan bersama para komunitas yoga....


... Di pantai....


... Menatap luasnya laut dari bibir pantai duduk diatas pasir putih....


..."Kau disini?" tanya Dashie....


..."Pesanku tidak dibalas aku tebak kamu disini dan ternyata benar" kata Rio....


..."Hanya beberapa menit saja" kata Dashie....


... Ikut duduk disebelah Dashie di sebelah kanan....


... Kedua tangan kebelakang menopang raga lalu fokus kepada Dashie....


... Gadis disebelahnya belum ingin berbicara lagi dengan ekspresi wajah sedih tidak bisa disembunyikan disaat hanya ada mereka berdua disana dengan jarak para pengunjung pantai lain dengan aktivitas waktu untuk mereka sendiri....


..."Apa kau benar-benar menyukai Hoshie?" tanya Rio....


... Belum menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu....


..."Rupanya kau masih ragu bukan hanya dengannya tapi juga denganku" kata Rio....


... Melihat ke arah sahabatnya....


..."Lihat aku?" tanya Dashie....


... Meminum cola dari dalam botol berukuran sedang dalam genggaman tangan....


... Mengguncang Rio yang sedang minum....


..."Jawab aku!" kata Dashie....


... Rio batuk karena terguncang oleh gerakan tangan Dashie yang mengguncang lengan bagian kiri ketika sedang minum barusan....


... Mengusap cola dari bawah mulut sampai bawah dagu yang tumpah dengan tangan kanan....


... Mengambil nafas pelan....


..."Aku janji kurang dari satu minggu ini aku akan menjadi karyawan tetap" kata Rio....


... Bingung....


..."Apa yang kau bicarakan?" tanya Dashie....


... Tidak mengambil pusing dengan respon Dashie yang seperti ini....


... Memegang kedua bahu Dashie dengan kedua tangan....


..."Intinya. Terimalah aku jadi pacarmu" kata Rio....


... Dashie terpaku harus menjawab apa....


... Rio belum menyerah....


..."Aku mencintaimu" kata Rio....


... Dashie menjadi sedih....


..."Ternyata benar kau mendekati ku karena alasan ini" kata Dashie....


... Berbicara jujur sekaligus memohon....


..."Anggap saja semua itu benar tapi aku mohon berikan aku waktu satu minggu saja" kata Rio....


..."Hmmm?" tanya Rio....


... Masih sedih dengan masalah yang sedang dihadapi ini....


..."Terserah kau saja" kata Dashie....


... Rio menggenggam kedua tangan Dashie....


..."Masih ingat kan sejak kapan aku mulai menyukaimu" kata Dashie....


... Menjawab jujur....


..."Tapi aku lupa bagaimana?" tanya Dashie....


..."Terserah yang terpenting aku tidak lupa" kata Rio....


... Banyak orang berteriak memanggil Dashie sebagai waktu yang dimiliki untuk Dashie di bibir pantai sudah habis....


... Rio mengantar Dashie menuju ke tempat orang orang yang merupakan anggota dari komunitas yoga yang dia ikuti sekaligus sarana untuk pekerjaan part time....


... Menyemangati....


..."Dimana wajah ceria milik Dashie?" tanya Rio....


... Waktu kembali di hari Hoshie mendapatkan jawaban dari jawaban yang sudah diketahuinya tentang harapan yang diberikan oleh Dashie untuk Rio pacarnya sekarang....


... Di rumah sakit....


... Poet belum bisa percaya seratus persen dengan penjelasan dari kedua orang yang tadi sore menyaksikan kisah patah hati sahabat mereka yang tidak dipilih menjadi kekasih ideal....


... Menarik paksa selimut yang dipakai Hoshie....


... Tertahan kuat oleh tangan kiri Hoshie....


..."Hey. Bangun!" kata Poet....


..."Astaga. Aku sudah seperti ibu mu saja" kata Poet....


... Fable dan Nawa menyimak teguran yang diberikan oleh Poet untuk Hoshie....


..."Apa kau akan terus seperti ini?" tanya Poet....


... Menarik lagi selimut Hoshie....


..."Bangun. Kau bahkan tidak mau minum obat" kata Poet....


... Kemarahan mulai memuncak dari senior kakak kelasnya sejak sekolah menengah pertama ini....


... Bukankah dia harus menerima semua keputusan yang diambil oleh Dashie keputusan kenyataan bahwa dia tidak dipilih....


... Mengambil obat yang sudah disediakan oleh Fable untuk Hoshie....


... Mengambil air hangat dari atas meja sebelah kanan....


... Obat sudah diminum oleh Hoshie....


..."Aku sudah sembuh. Aku mau pulang" kata Hoshie....

__ADS_1


... ...


... ...


__ADS_2