
...Chapter 178: All about you....
..."Aku akan berusaha semaksimal mungkin" kata Gan....
... Dia mulai mengobati Oryn Mason dengan detik waktu tinggal dua belas detik lagi....
... Telapak tangan Gan berada diatas perut dengan memberi jarak lima sentimeter perlahan mengeluarkan aura berwarna hijau kristal menekan aura milik Oryn yang tenggelam tidak menampakkan diri berbeda ketika pada saat ini terlihat didalam diri Hoshie dari telapak tangan Gan yang menyentuh bahu sebelah kanan pemilik kemeja disebelah kirinya itu....
... Detik detik semakin berkurang dengan tanda-tanda kesadaran yang terlihat dari diri Oryn Mason gerak wajah yang mulai muncul meski tidak menunjukkan kesadaran yang sempurna tapi ini jauh lebih baik dengan perlahan kedua jemari tangan mulai bergerak memberikan sebuah harapan akan pulihnya seseorang yang sedang dalam kondisi tak sadarkan diri berbaring diatas ranjang didepan keempat orang yang berada dalam satu ruangan itu....
..."Siapa aku?" tanya Oryn Mason....
... Seorang pasien yang berhasil melewati masa-masa kritis....
... Sinis tapi tetap peduli....
..."Kau tidak hilang ingatan. Jadi, hentikan itu" kata Hoshie....
... Gan yang bersiap akan mengambil tas miliknya....
..."Terimakasih sudah menolong Tuan Oryn Mason" kata Hoshie....
... Dia mengangguk dengan gestur rendah hati sedikit senyum tapi tetap bersikap biasa tak senang tak berlebihan....
..."Dia?" tanya Oryn....
..."Ya. Dia orang yang selama ini kau cari" kata Hoshie....
..."Terima kasih sudah menyelamatkan nyawa ku" kata Oryn....
... Dokter Malachi memeriksa infus yang dipasang di tangan kiri Oryn....
... Memeriksa perkembangan kondisi Oryn lagi dengan mengisi data kedalam dokumen yang ada diatas papan yang ia bawa beserta dengan lembaran diatasnya yang merupakan milik Oryn....
... Dia terlihat sudah selesai dengan pekerjaannya malam ini....
..."Kalian bisa mengajak bicara Tuan Oryn tapi ingat dia masih termasuk pasien" kata Dokter Malachi....
... Semangat....
..."Siap!" kata Hoshie....
..."Terima kasih sudah memberi perawatan medis kepada saya" kata Oryn....
... Dia mengangguk sedikit dengan senyum ramah tidak tertinggal....
..."Sama-sama. Cepat sembuh ya" kata Dokter Malachi....
... Dokter Malachi pergi meninggalkan ruangan tersebut sedangkan ketiga orang yang sedang menemani Tuan Oryn Mason setelah baru saja sadar dari koma masih didalam ruangan rawat orang yang sudah tidak dibantu dengan alat bantu pernafasan di hidungnya itu....
... Mengisi waktu untuk memberikan refreshing di situasi ini....
..."Dia" kata Nawa....
..."Dia bersama dengan seorang wanita" kata Nawa....
... Melihat ke arah Hoshie....
..."Siapa?" tanya Nawa....
..."Mungkin bisa jadi pacarnya selanjutnya" kata Nawa....
... Hoshie yang baik-baik saja merasa ada sesuatu yang telah membuat nama baiknya kembali menjadi dia yang dulu....
... Tatapan tajam untuk Nawa....
..."Siapa yang kau ajak bicara?" tanya Hoshie....
..."Dashie" jawab Nawa....
... Helaan nafas panjang....
... Oryn Mason dengan tatapan serius jauh lebih marah dari reaksi Hoshie....
... Ingin memberi pelajaran kepada remaja laki-laki ini tapi ia harus tetap tenang di hadapan Oryn sekarang....
..."Okey. Hoshie harus tetap sabar" kata Hoshie....
... Dia yang memiliki pemikiran sendiri....
..."Apa saya sudah boleh pulang?" tanya Gan....
... Hoshie....
..."Kau bisa istirahat bersama Nawa di salah satu kamar rumah ini" kata Hoshie....
... ...
..."Tapi, aku harus pulang" kata Gan....
... Nawa....
..."Bagaimana kalau aku juga pulang. Ini belum terlalu malam untuk berkendara" kata Nawa....
..."Jalanan tergolong sepi. Apakah terlalu bahaya jika berkendara di wilayah ini?" tanya Hoshie....
... Dia dan ketua kelas pergi dari ruangan tersebut pergi melewati beberapa bodyguard yang berdiri berjaga didalam rumah yang mereka datangi itu....
... Di rumah Xie....
... Di rumahnya hanya ada dua adik kembarnya yang ada didalam sana sedangkan kakak laki-lakinya sedang lembur tak bisa pulang malam ini....
... Potongan buah-buahan ada diatas meja sedang orang itu masih dengan selimut yang ia pakai berbaring diatas sofa putih panjang sambil nonton TV tidak sendirian melainkan ditemani adiknya yang sibuk menghitung waktu dan kapan ia masuk perkuliahan lagi dengan waktu yang semakin menuju ke arah sana dimana dirinya akan masuk ke semester lima....
..."Harimu sungguh menyenangkan" kata Ghazi....
..."Kau juga" lanjut Dashie....
..."Kau jauh lebih bahagia dariku" kata Ghazi....
..."Kau bisa bertemu dengan aktor idolamu kapanpun kau mau" kata Dashie....
... Yang dia maksud adalah Beckett yang tadi ada dalam salah satu pusat perbelanjaan yang baru saja melakukan fan meeting dalam rangka sebuah promosi peluncuran produk skincare baru....
..."Aku hanya beruntung saja satu kelas dengan orang itu" kata Ghazi....
..."Circle mu memang nggak kaleng-kaleng" kata Dashie....
..."Aku seperti berapi-api setiap hari" kata Ghazi....
... Dia membetulkan kacamata minus yang dia pakai....
..."Dan kau super mencintai duniamu" kata Dashie....
... Tawaran yang lumayan bagus....
..."Bagaimana kalau aku pindah di sekolah mu. Ku dengar sulit untuk masuk kedalam sana" kata Ghazi....
..."Aku saja tidak diterima disekolahmu" kata Ghazi....
..."Jangan merendah. Aku hanya beruntung saja" kata Dashie....
... Di bungalow....
... Hoshie Hartley dan Oryn Mason....
... Dia yang mencari sesuatu dan Hoshie yang tahu apa yang dia cari tapi tetap diam saja melihat seseorang sedang kesulitan....
..."Kau melihat ponselku?" tanya Oryn....
... Dia dan isi tasnya dibuka....
..."Ini" kata Hoshie....
..."Kenapa tidak bilang kau menyimpannya?" tanya Oryn....
..."Kenapa kau baru tanya?" tanya balik Hoshie....
__ADS_1
... Sudah nggak bisa didebat lagi....
... Wajah dengan ekspresi bersalah dipasang oleh Hoshie....
... Oryn mulai curiga dengan maksud tidak tersirat dari sahabatnya itu....
..."Pasti ada sesuatu" kata Oryn....
..."Tidak ada" jawab Hoshie....
... Dia mencari apakah seseorang menelepon atau mengirim pesan padanya....
..."Apakah Ghazi datang dan merawatku?" tanya Oryn....
... Terlalu jujur....
..."Untuk apa. Lagian, dia bukan istrimu" kata Hoshie....
... Oryn akan marah tapi dia dan sisa energi yang dia miliki tak bisa melakukan hal itu....
... Membuka pesan percakapan miliknya bersama dengan kekasihnya....
... Membaca isi pesan yang ada didalamnya lagi....
... Memeriksa....
... Memegang dahi sebelah kanannya itu....
... Teriak tapi tak bisa berteriak keras....
..."Apa yang kau lakukan?!" kata Oryn....
... Hoshie....
..."Aku sengaja melakukan itu" kata Hoshie....
..."Kau gila!. Dia pasti sangat sedih" kata Oryn....
... Jujur dengan pembelaan kepada dirinya sendiri....
..."Aku tahu maka dari itu dia tidak boleh tahu" kata Hoshie....
..."Apa yang sudah kau lakukan?" tanya Oryn....
..."Lalu apa yang ingin kau lakukan. Menyuruhnya datang kemari jam segini?" tanya Hoshie....
... Dia dengan lirikan sinis dan umpatan lirihnya....
... Arah mata ke sebelah kanan....
..."Dasar pria" kata Hoshie....
... Menunjuk ke arah sembarangan....
..."Jangan memaksakan" kata Hoshie....
..."Tetaplah disini. Awas kau sampai menelepon dan membawanya kemari" kata Hoshie....
... Ancaman yang tidak main-main....
..."Aku jamin kamu tidak akan selamat" kata Hoshie....
... Dia dengan nasihat yang tertinggal khusus untuk sahabatnya yang baru sadar dari koma baru selesai juga dimarahi olehnya secara jelas tanpa basa-basi mengarah untuknya....
... Datang lagi Si Hoshie....
..."Awas. Jangan buat sarafnya terganggu" kata Hoshie....
... Dia beneran pergi dari ruang rawat sahabatnya itu....
... Mengingat sifat dari Ghazi yang sudah ia tahu pasti akan datang meski ia ada ditengah hutan sekalipun menjadikannya mendengarkan nasihat yang dikatakan oleh sahabatnya itu....
... Padahal dia sudah rindu tapi ia sedang menahan rasa itu lagi untuk beberapa jam kedepan dengan obat yang sudah didapatkan tadi dari obat yang ia dapat dari suntikan yang diberikan oleh Dokter Malachi lewat selang infus....
..."Ayolah waktu cepatlah menjadi pagi" kata Oryn....
... Hoshie dan Dashie....
... Dia yang sedang sulit untuk tidur menelepon orang yang dia sayang lagi....
... Nomor ponselnya masih aktif....
... Menunggu....
... Ruangan itu masih ada yang lainnya selain ada Hoshie yang sedang menelepon Dashie....
... Dua orang yang sedang dengan aktivitas mereka masing-masing dengan buku-buku yang mereka bawa dari dalam tas mereka....
... Teleponnya terhubung dengan Dashie....
..."Kenapa. Kau belum bisa tidur?" tanya Dashie....
..."Ehmm" jawab Hoshie....
..."Apa kau tidak sibuk?" tanya Hoshie....
... Di kamar kakak laki-lakinya yang sedang lembur disana bersama dengan Ghazi....
... Dia ambil beberapa buku lagi dari rak buku milik Xie....
..."Aku sedang istirahat" kata Dashie....
..."Aku juga" kata Hoshie....
..."Kepalamu pusing. Pasti kau belum minum obat tidur mu?" tanya Dashie....
..."Sudah. Baru saja" jawab Hoshie....
... Tidur tengkurap dengan selimut melihat langit dari dalam kamar dengan jendela lebar luas jelas pemandangan mengarah ke kota malam ini....
..."Oh ya. Apa kau tidak merindukanku?" tanya Hoshie....
... Dia dan kejujurannya....
..."Tidak. Tadi kan kita baru saja ketemu" jawab Dashie....
... Nawa dan Gan....
... Mau ketawa dan akhirnya senyum-senyum sendiri....
... Melihat keduanya yang sedang memberikan respon tapi dia enjoy dengan situasi ini....
... Lanjut ngobrol dengan Dashie lagi....
..."Ayo kita pergi jalan-jalan" ajak Hoshie....
... Melihat waktu di layar ponsel....
..."Kau dimana. Didepan rumah ku masih banyak orang?" tanya Dashie....
... Dia sadar kalau waktu yang ia inginkan sudah waktunya untuk mereka berdua istirahat....
..."Sorry. Aku terlalu minta yang muluk-muluk" kata Hoshie....
..."Kenapa kau harus minta maaf?" tanya balik Dashie....
... Dia yang kangen dengan dia yang penasaran....
..."Shie!" panggil Dashie....
..."Hmmm" jawab Hoshie....
..."Tidak jadi" kata Dashie....
... Jadi penasaran balik....
..."Ya kan. Mau ngomong apa, ngomong aja" kata Hoshie....
__ADS_1
... Tanpa obrolan beberapa detik....
... Dashie....
... Menjauhkan ponselnya dari dirinya lalu menutup mulutnya yang sedang menguap karena mengantuk....
... Dashie yang sudah mulai makin mengantuk dan Hoshie yang belum ingin berhenti mengajaknya bicara....
... Si usil....
..."Kau boleh bawa aku pulang" kata Hoshie....
... Suara yang terdengar sudah mengantuk tapi tetap bisa terjaga dengan obrolan ini....
..."Nggak maulah" jawab Dashie....
..."Kenapa?" tanya Hoshie....
... Semua serba realistis jika mengenai Hoshie....
..."Semua yang kau butuhkan serba mahal" jawab Dashie....
... Membela diri....
..."Nggak juga" jawab Hoshie....
..."Iya" kata Dashie....
... Sekali lagi dua orang disana meski tidak terlalu menyimak obrolan mereka berdua tapi tetap saja dengar dengan Hoshie yang tetap disana tidak merasa terganggu jika ada orang lain yang mendengarnya mengobrol dengan Dashie....
... Nawa....
..."Dasar tukang pamer" kata Nawa....
..."Sepertinya, kau sangat terbiasa" kata Gan....
... Spontan....
..."Paling sebentar lagi berantem lagi" kata Nawa....
... Nawa yang sedang menunggu momen pertengkaran dua orang yang sedang asik mengobrol....
... Hoshie....
..."Aku ingin memegang tanganmu" kata Hoshie....
..."Lalu!" tanya Dashie....
..."Memelukmu" kata Hoshie....
..."Lalu?" tanya Dashie....
..."Ini dan itu" kata Hoshie....
... Kata-kata yang tidak terduga dari Dashie....
..."Apa kau juga melakukan itu kepada mantan-mantan mu?" tanya Dashie....
... Situasi mengarah ke situasi pertengkaran yang bisa meledak dalam satu tombol yang ditekan oleh salah satu pihak jika menginginkan hal itu terjadi....
... Jadi, hening....
... Bingung Si Hoshie mau jawab apa jadinya setelah mendapatkan pertanyaan dari orang yang dia sayang ini....
... Agak terbata-bata saat berbicara....
..."Itu … kan dulu. Sekarang, … aku hanya sayang Dashie" kata Hoshie....
... Semangat....
..."Tapi, aku bukan pacarmu" kata Dashie....
... Dari mode lucu jadi mode serius....
..."Kata siapa. Kamu pacarku" kata Hoshie....
..."Sungguh?" tanya Dashie....
..."Pasti" jawab Hoshie....
..."Kau membuatku bingung" kata Dashie....
... Hoshie yang malah seharusnya disini yang tambah bingung....
..."Kenapa bingung?" tanya Hoshie....
..."Aku nggak bingung tapi aku takut jadi buih-buih di lautan" kata Dashie....
..."Aku tidak akan menyihirmu" kata Hoshie....
..."Kata siapa. Ini?" tanya Dashie....
... Terdiam....
... Sepertinya ada sesuatu yang datang dan dia tidak bisa menjelaskan hal itu....
..."All about you" kata Hoshie....
... Hoshie dan Dashie yang tertidur meski obrolan mereka berdua belum terputus disebabkan efek obat tidur yang tadi mereka minum sebelum melakukan obrolan mereka....
... Dashie....
... Dia tertidur dengan selimut capuccino tebal bersama disebelahnya Ghazi yang masih dengan buku yang dia baca mengambil ponsel milik adiknya dengan obrolan mereka yang sudah berakhir....
... Hoshie....
... Dia yang berbaring dengan ponsel di tangan di atas karpet masih digenggam lalu diambil oleh Nawa lalu di matikan obrolan mereka olehnya....
... Menaruh ponselnya di atas meja ruang menonton televisi itu....
... Gan masih terjaga disana dengan pekerjaan sekolah yang ia kerjakan....
... Nawa bersiap untuk tidur di sofa panjang yang berbeda disisi Utara dengan selimut hitam yang sama juga dipakai oleh Hoshie....
... Menunjuk sebuah selimut hitam....
..."Ini milik mu. Ambil saja, jika kau sudah membutuhkannya" kata Nawa....
... Satu soal mata pelajaran telah selesai ketua kelas kerjakan lalu dia menaruh buku-bukunya di sebelah tasnya yang ada di meja bersebelahan dengan buku milik Nawa yang ada di sebelah kanan buku temannya itu....
... Dia dengan akun sosial media milik Ans yang masih aktif dan belum dikeluarkan oleh pemiliknya dari dalam ponselnya itu....
... Online sebentar....
... Langsung banyak sekali notifikasi dan pesan masuk kedalam ponselnya yang online tanpa jeda dan kebanyakan adalah para pria-pria yang tidak jauh keren dari yang dia kira....
... Dia memberi komentar dengan akun milik Ans sendiri....
..."Kamu terlalu cantik" kata Gan....
..."Aku seperti sangat mengenalmu" kata Gan....
..."Happy good night. Cepat tidur" kata Gan lagi....
... Sudah, itu saja dari komentar yang ia berikan kepada wanita yang ia sayang itu tanpa juga keluar dari akun sosial medianya yang masih aktif milik Ans....
... Gan langsung melakukan mode offline....
... Melihat ke sisi Nawa....
... Dia langsung pulas tertidur dengan selimut yang ia kenakan meringkuk dengan bantal putih yang ia peluk sedangkan untuk Hoshie dia tengkurap lalu berganti posisi tidurnya dengan memiringkan bagian tubuhnya ke arah kanan lalu kedua tangan dibawah wajahnya itu....
... Gan mengambil selimut yang ada diatas sofa lain yang disediakan untuk dirinya....
... Berjalan....
..."Dia akan mendatangiku. Jika dia tahu aku ada ditempat ini" kata ketua kelas....
__ADS_1