Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 160: Selalu ingat.


__ADS_3

...Chapter 160: Selalu ingat....


..."Aku tidak perlu bilang ke Soft tentang temannya yang meninggal itu" kata Nawa....


... Dia dengan roti yang ia makan....


..."Aku minta itu juga" kata Eir....


... Memberikan satu roti yang sama saat ini ia sedang dimakan....


... Eir....


... Membuka bungkusnya lalu segera memakan roti tersebut....


... Dia seperti berada dalam dunianya sendiri....


... Namir yang sedang memperhatikan Rumy yang berada disebelah kiri Eir....


... Menegur....


..."Eh. Kau sedang memikirkan apa?" tanya Namir....


... Menyambut dengan tanpa melihat ke arah Namir....


..."Ya" jawab Rumy....


... Nawa yang sadar dan tahu betul jika Rumy tidak mengizinkan untuknya bisa membaca isi pikirannya maka ia tidak bisa membaca dengan mudah apa yang sekarang sedang ia pikirkan....


... Jujur....


..."Kenapa ini sedikit membosankan?" tanya Eir....


... Bicara jujur juga....


..."Kita memang membosankan" kata Nawa....


... Tidak jauh beda dengan keduanya....


..."Kau selalu bosan dimanapun tempatnya" kata Namir....


... Rumy dengan segala kerumitan yang sudah ia lalui bukan hanya bisa membaca pikiran orang lain melainkan juga mengingat lagi siapa yang sudah melakukan penyerangan di malam ketika dia dan Ved mengalami hari menyeramkan itu....


... Dalam isi pikiran dikepala....


..."Orang itu juga datang untuk menjenguk kami" kata Rumy....


..."Dia dengan santai tanpa merasa bersalah setelah membuat kami sekarat" kata Rumy....


... Rumy juga ingat dengan apa yang membuat dia dan Ved mendapatkan banyak luka di raga mereka....


..."Senjata itu juga sama dengan apa yang kulihat dari diri Nawa" kata Rumy....


..."Sama halnya juga yang di miliki oleh Ved. Siapa mereka dan harus kepada siapa aku berpihak?" tanya Rumy....


... Dia dengan arah mata memandang Nawa....


... Nawa melihat keraguan ada didalam mata Rumy dan dia datang mendekat disisi gadis remaja ini....


... Dia merangkul dengan tangan kirinya ke atas bahu sebelah kiri....


..."Tetap disini untukku" kata Nawa....


... Tapi, Rumy menghindar menjauh dari perhatian Nawa....


..."Kenapa?" tanya Nawa....


... Sadar....


..."Oh iya. Aku lupa" kata Nawa....


... Dia berbicara dengan detail kisah asmaranya sendiri....


..."Aku sudah tidak menjalin kisah cinta dengan siapapun dan lagi … " ...


... Melirik ke arah lain....


... Dia tidak jadi melanjutkan kalimat yang akan ia katakan setelah melihat keduanya ada disana....


... Rumy....


... Melihat waktu di layar ponsel....


..."Aku masih bertanya-tanya apa alasan ia pergi" kata Rumy....


... Menatap Nawa....


..."Bukankah, ini seperti sebuah misteri yang belum terpecahkan" kata Nawa....


... Melepas tangan kirinya yang merangkul gadis disebelahnya itu....


..."Entahlah. Tapi, yang jelas seharusnya tidak perlu mengambil keputusan terburu-buru seperti itu" kata Nawa....


..."Kita harus bagaimana itu sudah menjadi keputusan yang dia ambil" kata Rumy....


... Eir dan Namir jadi berpikir telah terjadi hal yang sangat penting dari kisah mereka yang saling terhubung satu sama lain....


... Namir menarik sweater hitam yang temannya pakai itu....


... Eir bergerak perlahan menjauh dari mereka berdua mendekat kepada Namir....


... Masih ada lima belas menit untuk menghabiskan makanan yang ada didepan mereka....


... Mereka berempat belum pergi dari dalam minimarket....


... Eir menawarkan cemilan yang baru dibuka bungkusnya di depan Rumy....


..."Kau bisa coba ini. Ini kesukaan ku" kata Eir....


... Menerima cemilan yang ditawarkan oleh Eir....


... Menawarkan makanan yang juga baru dibuka bungkusnya kepada Eir....


..."Bagaimana kalau ini?" kata Rumy....


... Namir yang tak sengaja melihat seseorang ada disekitar minimarket dan semakin mendekat ke arah tempat yang sama tempat yang mereka datangi....


... Dia melihat Ans yang baru saja turun dari dalam mobilnya....


... Orang lain juga datang seperti bukan sebuah kebetulan tapi orang itu seperti sedang mengikuti salah satu teman Nawa itu....


... Menggerakkan siku kirinya menyenggol lengan kanan memberitahukan Nawa....


... Dia dengan gerak wajah menunjuk ke arah Ans....


..."Eh lihat!" kata Namir....


..."Aku melihatnya. Kenapa?" tanya Nawa....


..."Dia sepertinya membutuhkan bantuan kita" kata Namir....


..."Kau akan melihat siapa dia sebenarnya" kata Nawa....


... Nawa yang tahu kalau teman satu kelasnya itu juga adalah salah satu dari bangsa Blacwhe sama seperti dirinya tidak terlalu khawatir jika orang yang Namir maksud akan mengganggu temannya itu....


... Ans juga sadar kalau dia sedang diikuti sehingga ia memutuskan untuk turun dari dalam mobil dengan bekal rencananya sendiri....


... Dia pura-pura juga tidak tahu kalau ada empat orang yang pernah dia lihat sebelumnya di sebuah tempat makan ketika belajar bersama dengan kedua teman sekelasnya yaitu Yellow dan Jeje....


... Akan masuk kedalam minimarket lalu Rio membukakan pintu masuk toko itu....


... Ans masuk kedalam minimarket lalu disusul oleh Rio dibelakangnya....


... Mengikuti Ans kemana langkah kakinya pergi....


..."Kau suka makanan di toko seperti ini?" tanya Rio....


... Dia tulus mengatakan tanpa sebuah kepura-puraan....


... Style anak kecil....


..."Aku sangat suka. Ini seperti surga bagi anak kecil seperti ku" kata Ans....


... Rio mendengar gadis yang dia diajak bicara sangat lucu....


... Dia semakin bersemangat untuk mengejar Ans....


... Keempat siswa itu mendengar obrolan mereka belum ingin pergi....

__ADS_1


... Untuk Rumy....


... Berbisik kepada Nawa....


..."Apa hanya aku yang tahu kalau dia sudah punya pacar?" tanya Rumy....


..."Ini akan mengejutkan jadi tunggulah sebentar" kata Nawa....


... Melanjutkan mendengarkan isi obrolan dari kedua orang yang sedang melakukan pendekatan dalam bidang asmara....


... Nawa mengambil camilan yang sedang dimakan oleh Namir....


... Obrolan mulai membuat merinding siapapun yang mendengarnya....


..."Dimana tempat tinggalmu?" tanya Rio....


... Ans menjawab seadanya seperti itulah....


... Menunjukkan sebuah perumahan yang disana ditinggali para miliarder di kota itu....


..."Disini" kata Ans....


..."Aku suka kepribadian keluargamu" kata Rio....


..."Bagaimana mungkin kau tahu sedangkan kau belum bertemu dengan mereka?" tanya Ans....


... Dia sadar itu sebuah pertanyaan jebakan....


..."Setahuku setiap gadis yang tinggal ditempat seperti yang kau tinggali adalah gadis dengan attitude baik yang sudah melekat di darah mereka sejak mereka dilahirkan" kata Rio....


... Senyum ceria super manis yang palsu dari Ans tapi dia sungguh cantik didepan mata Rio bahkan jika disana bukan seorang mantan kekasih Dashie itu....


...Memuji....


..."Kau terlihat seperti pria cerdas yang selama ini aku cari" kata Ans....


... Rio langsung melayang tapi sekaligus berpikir ini adalah peluang untuknya bisa mendapatkan gadis yang sedang memilih sebuah permen jelly di dekatnya ini disebelah kanannya persis dengan jarak sekitar dua puluh sentimeter....


... Berbalik bertanya kepada Rio....


..."Dimana tempat tinggalmu?" tanya Ans....


... Rio menyebutkan percaya diri....


..." … " kata Rio....


... Dia bersemangat lagi untuk pertanyaan selanjutnya....


..."Berapa penghasilanmu per bulan?" tanya Ans....


... Dia juga menjawabnya....


..." … " jawab Rio....


... Berubah seketika raut wajah Ans setelah mengetahui latar belakang dari orang yang terlihat jelas sedang melakukan pendekatan dengannya itu....


... Dia sudah menyebutkan jumlah gaji dalam sebulan kepada Ans....


..."Sorry. Ku rasa kau bukan tipeku" kata Ans....


... Rio belum menyerah....


..."Siapa tipe mu?" tanya Rio....


... Dia menunjuk ke arah Nawa....


..."Dia" kata Ans....


... Memanggil....


..."Nawa!" panggil Ans....


... Nawa sengaja membantu rencana yang ia baca dari arah pembicaraan dari teman sekelasnya ini....


... Berbalik....


... Hening....


... Dia dengan pesona anak orang kaya beneran baik fisik dan apapun yang melekat didalam diri terbaca bahwa ia berwibawa dengan sempurna....


... Percaya diri....


..."Dia tipeku" kata Ans....


... Rio yang sudah tahu dia anak sekolah yang selalu dekat dengan Hoshie yang ia benci itu....


..."Dasar kalian sama saja materialistis!" kata Rio....


... Dia marah lagi dengan memberikan kata-kata yang terdengar kasar....


..."Kau pikir kau sangat cantik. Kau sama saja dengan wanita lain yang bisa dibuang kapan saja" kata Rio....


... Dia lalu beranjak pergi untuk meninggalkan Ans yang ada didalam minimarket....


... Pria itu benar-benar pergi dengan wajah kesalnya itu setelah dia tahu bahwa ia baru saja dikerjai oleh seorang anak kecil dan secara tidak langsung disandingkan dengan anak orang multimiliuner seperti Nawa....


... Hening....


... Tak ada tawa sama sekali hingga Rio masuk kedalam mobilnya lalu pergi setelah melihat Ans yang belum berhenti dengan tatapan tanpa sebuah emosi dari diri gadis ini untuk Rio....


... Rio pergi....


..."Rencana mu berjalan lancar" kata Namir....


... Dia yang sudah tahu kalau beberapa saat yang lalu ada seseorang yang membutuhkan bantuannya bahwa ia sedang diikuti oleh orang yang menyebalkan bahkan hingga ia pergi dari suatu tempat yang baru tadi ia kunjungi....


... Nawa mengirim fotonya yang sekarang sedang bersama keempat sahabatnya itu sebelum datang ke minimarket....


..."Terima kasih" kata Ans....


... Berbalik ketiga temannya menatap Ans....


..."Berinvestasilah di perusahaan ayahku" kata Nawa....


... Dia bersemangat....


..."Ok" kata Ans....


... Dia lalu membuat situasi lebih rileks....


..."Simpanlah ini. Aku akan memintanya nanti" kata Nawa....


..."Oooo. Kau bisa membuatku menyukaimu" kata Ans....


... Dia memperjelas kesalahpahaman secara langsung....


..."Kau tidak menyukai ku tapi orang lain" kata Nawa....


..."Ahhh. Aku ingat itu" kata Ans....


... Pukul tujuh kurang lima menit....


... ...


... Makan malam berakhir mereka keluar dari dalam minimarket meninggalkan meja makan yang ada disana....


... Di sebuah tempat yang masih dirahasiakan keberadaannya....


... Disana dengan alat infus yang sudah terpasang di lengan kanan seseorang yang belum sadarkan diri sejak datang ditempat itu....


... Hoshie....


... Ya, disana ada dia yang sedang menemani Oryn Mason yang belum sadarkan diri. Tak ingin banyak kata yang ia harus katakan selain menunggu orang didepannya sekarang sadar kembali....


... Dia dengan alat bantu pernafasan....


..."Mereka bilang kau bisa kapan saja pergi" kata Hoshie....


..."Apa harus sekarang?" tanya Hoshie....


..."Aku yakin kau masih memiliki kesempatan lagi" kata Hoshie....


... Di luar cahaya seperti aurora terlihat keluar dari tangan Hoshie dalam beberapa detik saja....


... Oryn dengan penjagaan ketat di suatu bangunan oleh para bodyguard yang juga termasuk juga dari bangsa Blacwhe di luar gedung dengan dinding pelindung yang dibangun oleh Hoshie bahkan kemungkinan tidak bisa ditembus atau dihancurkan oleh bangsa Blacwhe selain pembuatnya sendiri....


..."Kita bertemu di … " ...

__ADS_1


... Hoshie keluar dari ruangan itu setelah mendapatkan sebuah pesan dari seseorang....


... Dia pergi menghilang dengan cepat dari tempat itu....


... Dia mencengkram kerah Hoshie....


... Dia terdorong kuat....


... Suara dari punggung Hoshie yang terbentur ke bagian dinding luar sebuah bangunan....


..."Dug!"...


..."Kau lihat, apa yang sudah kau lakukan!" kata Ren....


... Hoshie tidak mau langsung mengiyakan pernyataan dari sesama bangsa Blacwhe itu....


... Dia melepas paksa kedua tangan di lehernya dari cengkraman kedua tangan Ren....


... Tangan Ren terlepas dari leher Hoshie....


... ...


... Sekitar satu meter jarak diantara keduanya yang saling menjauh....


... Emosi....


..."Kembalikan kekuatan ku" kata Ren....


..."Kenapa kalau aku tidak mau?" tanya Hoshie....


... Bicara tentang realita....


..."Gadis itu meninggal karena ulahmu kan!" kata Ren....


... Dia dengan jalan pikirannya sendiri....


... Dia mencengkram balik kerah leher orang didepannya sekarang....


..."Aku. Dia mati karena ulah orang seperti kita!" kata Hoshie....


... Melepas cengkraman tangan dari kerah baju Ren....


... Emosi belum mereda....


... Diantara kendaraan bergerak di sekitar jalan kota orang-orang berhenti melihat keduanya akan berkelahi....


... Serius....


..."Kembalikan kekuatan ku" kata Ren....


... Dia juga serius sama seperti orang yang lebih emosi dari Hoshie itu....


..."Tidak akan!" kata Hoshie....


... Lirih nada suara menekan....


..."Kau ingin membunuhku secara perlahan!" kata Ren....


... Tidak jauh berbeda dengan Ren....


..."Aku sengaja melakukan ini. Kenapa?" tanya Hoshie....


..."Aku juga ingin melihatmu menderita secara perlahan dan akhirnya mati" kata Hoshie....


... Ren yang tidak bisa menahan emosi langsung memukul wajah Hoshie disebelah kiri....


..."Bug!" ...


... Dia hampir terjatuh di samping pagar pembatas sungai di sebelah kanannya persis....


... Dia senang ketika mendapatkan pukulan ini....


... Melihat Ren dengan senyum kebencian....


..."Kau ingin mengambil aura manusia lagi?" tanya Hoshie....


..."Berapa banyak lagi. Hah!" kata Hoshie....


... Menghajar Hoshie lagi....


... ...


... Tangannya ia tahan dengan tangan kanannya sendiri....


... Hoshie menjadi marah dengan perlakuan yang ia terima dari sesama bangsa Blacwhe itu....


... Melepaskan kepalan tangan Ren yang tidak jadi memukul wajahnya untuk kedua kalinya....


... Tangan kanan Ren terhempas....


... ...


... Dua tangan berada di kedua pinggang masing-masing sambil menahan amarahnya yang kian memuncak....


... Kesal....


..."Apa kau lupa siapa dirimu?!" kata Ren....


..."Tidak" jawab Hoshie....


..."Aku juga tidak lupa siapa kamu" kata Hoshie....


... Udara sangat dingin di sekitar sungai uap udara panas terlihat keluar dari dalam mulut mereka ketika sedang berbicara....


..."Kau juga ingin melarikan diri dari mereka tapi lihat … lihat … !" kata Hoshie....


... Melihat ke arah gedung-gedung tinggi yang diapit oleh sungai....


... Emosi....


..."Kau pikir semua orang bisa seberuntung dirimu. Hahhh!" kata Ren....


..."Kenapa. Kau menyerah?" tanya Hoshie....


..."Gunakan otakmu!. Pasti masih banyak lagi cara untuk lepas dari masalah ini" kata Hoshie....


... Dia melepas tangan kirinya dari atas pinggang....


..."Hidupku baik-baik saja ketika masih mengikuti mereka" kata Ren....


... Emosi belum hilang....


..."Hidupku semakin berubah ketika kau ikut campur!" kata Ren....


..."Terserah. Apa mau mu!" kata Hoshie....


... Dia mendekat dan menghajar wajah Hoshie lagi....


... Lalu mencengkram kerah baju sebelah kanannya....


..."Mudah sekali mengubah hidup orang lain. Kau pikir, kau siapa?!" kata Ren....


... Memaksa tangan kiri Ren melepas kerah bajunya lagi....


... Menghajar Ren....


..."Bug!" ...


... Mulutnya mengeluarkan darah sama seperti Hoshie....


... Emosi dengan suara menekan kuat....


..."Kau lupa!. Jangan pernah menganggap dirimu paling benar!" kata Hoshie....


... Membalas pukulan Hoshie dengan tendangan ke arah perutnya....


... Hoshie terjatuh tersungkur ke bawah....


..."Kenapa?. Kau kasihan padaku. Hentikan lelucon mu itu!" kata Ren....


... Orang-orang melihat perkelahian mereka berdua yang terlihat tidak terlalu keras saling menghajar membalas apa yang diterima masing-masing tapi yang jelas ini semakin menakutkan jika terus dilanjutkan terlalu lama....


..."Kau harus selalu ingat itu" kata Hoshie....


... Dia berjalan pergi meninggalkan Ren....


... ...

__ADS_1


__ADS_2