Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 80: Tidak lupa.


__ADS_3

...Chapter 80: Tidak lupa....


..."Kau ingin pulang?" tanya Poet....


..."Ok. Kebetulan malam ini kita berdua harus pergi jadi kau bisa pulang sendiri" kata Poet....


... Poet sedang berberes pakaian untuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja yang memang tempat mereka bekerja saat ini bukan di kota sekarang mereka berada....


... Nawa sedang makan coklat truffle ketika Hoshie sedang dimarahi oleh kedua sahabatnya sejak Poet datang sore tadi....


..."Kenapa kalian terus memarahiku?" tanya Hoshie....


..."Karena kau pantas untuk dimarahi" kata Poet....


... Nawa yang menjadi pasien sama seperti Hoshie yang perlu terkadang mendapatkan kisah yang tak terbalas oleh orang lain....


... Suaranya datang di keheningan....


..."Kalian berisik sekali" kata Nawa....


... Setelah mengatakan itu dengan sendiri turun dari tempat tidur menyiapkan selang infus untuk pergi ke toilet....


... Berjalan pelan lalu masuk kedalam toilet....


... Lima menit kemudian Nawa keluar....


... Dia berjalan sendiri tanpa dibantu lalu menggantung selang infus di tiang untuk menggantung kantong infus selanjutnya naik ke atas tempat tidur mengambil selimut setelah itu memejamkan mata bersiap untuk tidur....


... Suara menjadi tenang setelah lima menit berlalu untuk Hoshie yang berbaring dan kedua sahabatnya yang menjadi tenang duduk di sofa dengan tablet masing-masing....


..."Kau sudah pulang?" ...


... Pesan yang baru saja diketuk di layar ponsel dihapus kembali tidak jadi dikirim kepada Dashie....


... Mulai malam ini hubungan mereka berdua harus terbiasa mulai tak sedekat sebelumnya akan jarang bertemu hanya sekedar bertanya kabar itu pun hanya sedikit kata yang akan dikatakan satu sama lain. Sebuah kemungkinan yang harus diterima dengan status Dashie yang sudah menjadi kekasih orang lain....


... Pukul setengah tujuh malam....


..."Tunggu. Di dunia modern seperti saat ini aku masih punya kesempatan sebelum dia menjalani ikatan pernikahan" kata Hoshie....


... Berpikir ulang....


..."Aku sudah gila. Dia akan membenciku" kata Hoshie....


... Mengambil selimut memeluk bantal sofa menghadap ke arah jendela kamar....


... Bayangan gedung-gedung di luar dengan lampu lampu menyala terang berwarna-warni....


... Dashie baru saja keluar dari dalam taksi bersama dengan Rio....


... Berhenti sebentar untuk mengangkat panggilan dari seseorang....


... Rio menunggu Dashie selesai berbicara didalam telepon....


... Dua menit kemudian....


..."Sudah" kata Dashie....


... Rio langsung menggandeng erat Dashie tidak ingin melepaskan genggaman tangannya membawa Dashie masuk ke dalam sebuah pesta....


... Masuk ke dalam hotel....


... Ren memberikan waktu untuk Dashie berbicara dengan orang lain....


... Dari kejauhan Rio mengambil minuman sambil memperhatikan pacarnya....


... Dashie masih mencari dari beberapa kolega yang datang didalam pesta....


... Rio masih mengawasi....


... Seorang pria melihat kedatangan putrinya di dalam pesta yang bertema bisnis tersebut....


... Mengambil tempat menjauh dari beberapa orang di tempat yang sama di bagian sisi agak menjauh dari keramaian....


... Mereka saling mengobrol cukup serius....


... Setelah mengobrol kira-kira sepuluh menit, Dashie kembali menghampiri Rio lalu menarik mengajaknya untuk mengobrol bersama Ayahnya....


..."Ayah ini Rio" kata Dashie....


... Memperkenalkan diri mengajak Ayahnya Dashie berjabat tangan....


..."Selamat malam, Om" kata Rio....


... Menerima jabatan tangan dari Rio....


..."Malam" kata Ayahnya Dashie....


... Keduanya melepas jabat tangan bersamaan....


..."Apa pekerjaan mu sekarang?" tanya Ayahnya Dashie....


... Melihat ke Dashie....


..."Manajer keuangan di bidang perhotelan" jawab Rio....


... Dashie belum mengetahui kalau Rio sudah mendapatkan promosi jabatan pekerjaan baru ditempat kerja yang dia tahu Rio bekerja sebagai karyawan magang disebuah perhotelan....


... Ayahnya Dashie melihat penampilan pria yang dibawa oleh putrinya di pesta malam ini lalu melakukan obrolan singkat dengan mengalihkan sebuah alasan....


..."Baiklah. Ayah akan pergi menemui para kolega dulu. Nikmati pesta ini" kata Ayahnya Dashie....


..."Tapi, … " kata Dashie....


... Belum sempat memperkenalkan Rio sebagai pacarnya dengan situasi yang tidak memungkinkan banyaknya tamu undangan didalam pesta....


... Meraih tangan Rio menatap dalam mata kekasihnya....


..."Sorry. Tak apa kan" kata Dashie....


... Mengangguk....


..."Ehmm" kata Rio....


... Setelah selesai mengobrol dengan Ayahnya Dashie tidak banyak waktu lagi yang ingin digunakan didalam pesta sehingga Dashie mengajak Rio untuk pergi dari dalam pesta....


... Akan meminta izin pulang tapi akan membutuhkan waktu yang lama setelah melihat Ayahnya yang sedang mengobrol dengan kolega-koleganya yang baru datang lagi....


..."Ayo kita pergi" kata Dashie....


... Dashie memegang erat tangan kiri Rio berjalan keluar dari dalam pesta....


... Sesekali dia juga mencari sesuatu yang belum ditemukan hadir didalam pesta....


..."Kau mencari sesuatu?" tanya Rio....


..."Tidak. Ayo kita pulang" kata Rio....


... Dia juga merindukan seseorang yang seharusnya bersama terpisahkan oleh keadaan membuat mereka sudah hampir belasan tahun tidak bertemu....


... Untuk Dashie yang sudah lama tidak berkunjung atau menemui Ayahnya sebuah alasan salah satunya adalah agar bisa melihatnya kembali. Namun, seseorang itu tidak terlihat sama sekali ada disana....


... Ingin tahu bagaimana keadaannya ingin tahu rupanya sekarang. Dia ingin melihatnya secara langsung bukan hanya bisa dilihat di media sosial yang diikutinya disadari dan diketahui oleh seseorang yang dirindukan....


..."Dia tidak ada disini" kata Dashie....


... Menyembunyikan rasa sedihnya untuk sendiri tanpa ingin berbagi untuk seseorang....


... Cuaca yang cerah malam ini belum terlalu malam mereka pergi keluar dari hotel menikmati pemandangan pantai....


... Wangi ombak pantai suaranya menenangkan Rio tidak ingin berada jauh dari sisi Dashie mengikuti kemana gadis ini pergi dengan langkah melompat lalu berjalan pelan melompat lagi beberapa kali dilakukan untuk Rio terlihat begitu bahagia bisa mendapatkan gadis yang ada depannya ini bermain langkah kaki berjalan terus lurus menyusuri bibir pantai....


... Dia memerhatikan mereka berdua....

__ADS_1


... Dia mengikuti mereka berdua dari kejauhan diikuti dengan bodyguard berpakaian serba hitam....


... Rio meraih tangan Dashie lalu memeluk kekasihnya....


... Menyentuh kepala gadis ini dengan penuh perhatian....


... Suara ombak terdengar lebih jelas....


... Ada hal yang menjadi pertanyaan dari Dashie dengan sikap yang diberikan oleh Rio....


..."Jika kau ingin kembali kepada Hoshie. Kau bisa memilihnya" kata Rio....


... Menatap pacarnya....


... Saling menatap satu sama lain....


..."Aku sudah memilihmu tidak ada yang lain. Titik!" kata Dashie....


... Tersenyum tersipu dengan kata kata yang diucapkan dari lisan kekasihnya....


... Rio masih memeluk Dashie menyentuh kepalanya lembut....


..."Benarkah?" tanya Rio....


... Tanpa ragu....


..."Ehmmm!" kata Dashie mengangguk....


... Rio seperti melihat seseorang sedang mengawasi mereka berdua dari kejauhan dengan kacamata hitam memakai gaun putih dengan outer formal panjang berwarna hitam pula....


... Berusaha melihat siapa orang yang sedang memperhatikan mereka berdua tapi orang itu segera pergi dari posisinya seperti sedang mengawasi sebagai dugaan sementara Rio saat ini....


..."Siapa dia?" tanya Rio....


... Melepas pelukannya dari kekasihnya lalu menatap Rio....


... Menggenggam kedua tangan Rio....


..."Ada apa?" tanya Dashie....


..."Tidak" kata Rio....


... Lalu Rio mengajak Dashie untuk segera pergi dari area pantai pergi mengantarnya pulang....


... Orang yang tadi sedang memperhatikan mereka berdua belum juga pergi hanya bersembunyi di dalam mobil menunggu sampai Dashie dan Rio pergi....


... Melihat jarum jam berwarna gold berputar dengan waktu menunjukkan hampir pukul tujuh malam....


..."Kita pergi" kata seorang gadis....


... Gadis itu pergi dengan mobil yang dikendarai oleh bodyguard pribadi....


... ...


... Akan memesan sebuah taksi....


..."Sayang mobil ku sudah datang" kata Rio....


... Baru saja mobil Rio selesai diperbaiki dan dikirim oleh karyawan Ved di alamat yang sudah diberitahukan....


... Karyawan Ved....


..."Hey bro!" kata karyawan Ved....


..."Thanks Zhe" kata Rio....


..."You're welcome" kata Zhe....


... ...


... Zhe pergi ke tempat kerja untuk kembali melanjutkan pekerjaan lemburnya dibengkel sedangkan untuk pasangan kekasih ini akan pergi untuk makan malam....


... Dalam perjalanan mencari tempat makan yang cocok....


..."Terserah" jawab Dashie....


... Tidak mengharapkan jawaban yang sama dengan pertanyaan selanjutnya....


..."Kita makan dimana?" tanya Rio....


..."Terserah" jawab Dashie....


..."Beneran ini terserah aku?" tanya Rio....


..."Ya. Terserah" kata Dashie....


... Bicara jujur....


..."Hari ini kamu tidak diet kan?" tanya Rio....


... Melewati persimpangan jalan raya....


... Mengangguk....


... Dashie sibuk dengan ponsel....


... Mulai merasa diabaikan....


..."Asyik banget ya main handphone" kata Rio....


... Menjawab santai....


..."Iya" kata Dashie....


... Semakin merasa diabaikan tapi tidak membuat Rio langsung badmood justru kata terserah yang dijawab oleh Dashie dari segala pertanyaan tentang makan malam ini memudahkan dirinya untuk memilih harus makan dimana....


... Menyalakan radio didalam mobil menemukan sebuah lagu tanpa harus mencari saluran radio yang diinginkan terdengar lagu romantis yang sedang diputar dari salah satu stasiun radio....


... Lagu perpaduan Ballad dengan jazz....


... Dashie belum mengajak bicara Rio lagi....


... Membiarkan lagu terdengar mengisi ruang kendaraan beroda empat yang sedang bergerak pergi mengantar pasangan ini....


..."Sayang" panggil Rio....


..."Hmmm" jawab Dashie....


..."Apa ada yang kita lupakan?" tanya Rio....


... Melihat layar ponsel....


..."Aku tidak melupakan mu" kata Dashie....


... Rio tidak ingin bertanya lagi....


... Hening dua menit dengan judul lagu yang berganti diputar terdengar....


... Lagu berputar indah lirik lagunya....


... Di rumah sakit....


... Jam berkunjung di pukul tujuh lebih tiga menit masih bisa digunakan untuk waktu berkunjung bagi keluarga atau kerabat pasien....


... Siapa yang datang dengan kaca mata hitam melewati pintu otomatis depan masuk rumah sakit diikuti oleh satu bodyguard pribadi dengan berpakaian formal serba hitam....


... Gadis itu dengan potongan rambut pendek dengan rambut hitam dengan seni warna cat grey ditambah bibir merahnya. Setelan hitam kerlap-kerlip berlengan panjang oval model kerah lehernya dengan celana jeans panjang oversize abu-abu....


... Tas selempang hitam dikenakan langkah kaki terdengar dengan sepatu sport....


... Di meja bagian informasi....


..."Selamat malam" sapa gadis ini....

__ADS_1


... Seorang perempuan menjawab sapaan dari gadis itu....


..."Selamat malam. Nona, ada keperluan yang bisa kami bantu?" tanya salah satu staf rumah sakit....


... Menanyakan dimana ruang rawat Hoshie saat ini dirawat di rumah sakit tersebut....


... Gadis itu sudah mendapatkan informasi dimana Hoshie sedang dirawat setelah itu dia langsung bergegas kesana....


... Hampir semua memperhatikan kedatangannya disana....


... Berjalan menuju lift....


... Beberapa detik kemudian menunggu didepan lift yang belum terbuka....


... Tiga puluh detik kemudian....


... Pintu lift terbuka....


... Empat orang keluar dari dalam lift dua orang terlihat seperti sepasang suami istri dan dua orang perawat perempuan....


... Gadis itu masuk kedalam lift ditemani oleh bodyguardnya....


... Disusul dengan satu orang laki laki menyusul terburu-buru....


... Akan menyapa tapi sepertinya gadis itu enggan disapa olehnya....


... Ada tiga orang didalam lift yang bergerak naik ke atas dengan gadis itu lebih awal menekan tombol nomor empat lift....


... Pria itu tidak perlu menekan tombol yang akan ditekan olehnya juga....


... Lebih dari hening situasi didalam lift....


... Pria itu masih sadar....


..."Aku tidak amnesia. Sungguh" kata pria tersebut....


..."Atau dia yang amnesia" kata pria tersebut lagi....


... Melirik sedikit....


..."Kepalanya baik-baik saja" kata pria tersebut....


... Hanya satu kali melirik gadis disebalah kirinya tapi bodyguardnya langsung pasang badan menjaganya agar tidak diganggu oleh orang lain....


..."Apa tampangku seperti kriminal?" tanya Fable....


... Melihat diri sendiri....


..."Aku selalu keren" kata Fable lagi....


... Pintu lift terbuka....


... Gadis itu dan bodyguardnya keluar lebih awal sebelum disusul oleh Fable....


... Dari arah belakang melihat kemana gadis itu tuju tentu menggunakan arah bangsal yang sama melewati beberapa kamar....


... Fable ikut berhenti....


... Gadis itu berhenti didepan pintu masuk ruang rawat Hoshie dan Nawa....


... Memeriksa kembali nomor kamar yang ada didepannya benar dengan ingatan nomor kamar Hoshie....


... Dia mengetuk pintu....


... Sambutan pertama dilakukan oleh Poet....


... Langsung bisa mengenali siapa yang datang....


..."Dia datang" kata Poet....


... Membuka mata yang hampir tertidur. Nawa....


..."Kak … " kata Nawa belum selesai bicara....


... Fable datang dengan obat resep dokter milik Nawa....


... Berhenti didepan pintu....


... Serasa akan masuk ke ruang berhantu, horor suasana terasa kuat....


... Menerobos Poet yang sepertinya sudah terbiasa dengan sikap ini....


... Kedua tangan melepas kacamata hitamnya lalu menaruhnya dikerah setelah itu menyilangkan kedua tangan diatas perut....


... Dia sudah disebelah kanan tempat tidur Hoshie sedang di infus....


... Hoshie tidak peduli dengan siapa yang datang yang dipedulikan olehnya adalah dirinya sendiri dan hatinya yang sedih....


... Ditarik paksa selimut yang dipakai oleh Hoshie....


..."Siapa yang … " kata Hoshie....


... Langsung mengenali siapa yang datang diruang pasien yang ditempati oleh kedua pasien ini....


..."Katakan apa yang ingin kau katakan lalu pulanglah segera" kata Hoshie....


... Mengambil kursi besi yang ada didalam ruangan....


... Gadis ini duduk disebelah kanan tempat tidur Hoshie sedang berbaring....


... Kata-kata yang sengaja dikatakan kepada Hoshie....


..."Kau tidak berhasil mendapatkan adikku" kata gadis itu....


..."Hmmm" jawab Hoshie....


... Mencoba menebak....


..."Kira-kira ini sudah berapa lama" kata Gadis ini....


..."Sudahlah jangan memperjelas semua itu" kata Hoshie....


... Mendekat kepada Hoshie menyentuh pipinya sebelah kiri berbicara dengan nada lembut hampir sama dengan suara seseorang....


... Hoshie akan berusaha melepas tangannya dari pipinya....


... Semua memperhatikan gaya percakapan keduanya....


..."Kenapa?" tanya gadis itu....


... Melihat ke arah lain melihat Nawa dan Poet serta Fable yang berada didepan pintu terperangkap tidak bisa kabur ditempat yang sama....


... Menatap kembali wajah Hoshie dengan rupa yang sama dengan sikap sudah pasti berbeda dalam kasus karakter dua orang kembar....


..."Ok" kata gadis itu....


... Melepas tangan kanannya yang menyentuh pipi Hoshie yang sangat panas suhu tubuhnya setelah diperiksa oleh kakak kandung Dashie ini....


... Poet yang tidak ingin drama ini berakhir tragedi....


..."Ghazi. Kau tidak lapar aku ada coklat truffle untuk mu?" tanya Poet....


..."Tentu. Itu makanan kesukaan ku" kata Ghazi....


... Ghazi menerima coklat dari Poet....


... Fable yang bisa bernafas lega lagi setelah situasi kembali mulai kondusif masuk kedalam ruangan tersebut lalu berjalan menuju arah Nawa sedang terduduk di tempat tidur....


..."Coklat kesukaanku" kata Ghazi....


... ...


... ...

__ADS_1


__ADS_2